Jumat, Januari 09, 2026

Antara Weekend Magz Baca Besok di Jawa Pos, Edisi Akhir Pekan dan Perubahan di 2026 di Kompas dan Hilangnya EPaper Sabtu-Minggu di Media Indonesia

Salam Jumat Berkah! Tadi, 2 Postingan Yang Kemarin-Kemarin Sudah Hapus! Yang Sebagian Besar Pembahasan-Pembahasan Koran Sepanjang Tahun lalu (2025) pun mesti dihapus! Nah, Sekarang, Kita Bahas Postingan Blog tentang Koran yang Baru nih di Tahun 2026.

di Tahun Kuda Api ini, 3 Koran Favorit gue (Jawa Pos, Kompas dan Media Indonesia) semestinya Masih ada di Tengah era Disrupsi Digital dan Kehilangan Koran-Koran yang Edisi Minggu. di Koran Jawa Pos, ada Tulisan "Weekend Magz Baca Besok" di Halaman 1 Edisi Hari ini (Jumat) yang Menampilkan Teaser Materi Utama untuk Edisi Sabtu Besok (termasuk Sejumlah Rubrik-Rubrik yang bertahan), Sedangkan, Koran Kompas ada Edisi Akhir Pekan yang dibilang Kemasan Baru khusus Setiap Sabtu dan adanya Perubahan untuk Sajian di Tahun ini dan Satu lagi, Koran Media Indonesia pun kini Menghilangkan Edisi Sabtu-Minggu versi EPaper. 


Jawa Pos dengan "Weekend Magz Baca Besok" dan Sajian-Sajian lain


Setiap Jumat di Sampul Depan (Headline) Koran Jawa Pos, ada Tulisan "Weekend Magz Baca Besok!". Kayaknya ini adalah Teaser Materinya untuk diterbitkan Besok alias Sabtu (Kalau Edisi Sabtu kemungkinan pakai Kata Sunday Magz Baca Besok gitu). Bukan Cuma Tulisan untuk Teaser Edisi Sabtu di Koran ini, Tapi ada Rubrik-Rubrik yang Variatif sekali, ada Opini/Jati diri, Nasional/Internasional, Ekbis/Finansial, Kementerian (Kabinet Merah Putih), Iklan Jitu, Sportainment, Show-Selebritis, Jatim, Metropolis, dll. Sedangkan untuk Paket Edisi Akhir Pekan (antara Edisi Sabtu dan Edisi Minggu), Rubrik-Rubriknya tak kalah menarik tapi Menginspirasi, Menghibur, Memberi Positif, Menyentuh Hati dan Mencerdaskan, Seperti Cerpen (Setiap Sabtu), Lensa yang menampilkan 3 Foto terpilih (Setiap Sabtu), Wisata (Setiap Minggu) yang Isinya Info Wisata dan Budaya di 38 Propinsi di Indonesia (atau Belahan Dunia sekalipun) yang diperkaya Foto-Foto yang dijepret tim Fotografi Antara, tim Jurnalis Jawa Pos Media Group (seperti Jawa Pos Radar Mojokerto), dll., Film (Setiap Minggu) yang Memuat Resensi 1 Film, What's On Social Media (Setiap Minggu) yang Memuat Berita Hiburan dan Ringan-Ringan lainnya (lebih Viral) yang diintisari dari Website Berita dan Medsos, Golf (Setiap Minggu, bagian dari Sportainment) yang Memuat Informasi Seputar Golf, dll. Jawa Pos yang Edisi Minggu saja serasa seperti Koran-Korannya dari Keluarga Tribun Network kan, terutama di What's On Social Media. di Tahun ini, Salah satu Koran terkenal dan terbesar di Surabaya/Jatim tersebut pun Pertahankan Semua Rubrik-Rubriknya Setiap hari, tapi ada 1 lagi, menggandeng Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang telah diteken Kerjasama. 

Artikel Kolaborasi PTA Surabaya dan Koran Jawa Pos

Kemarin, Jawa Pos sudah resmi berkolaborasi dengan PTA Surabaya! Tujuannya Guna Mewujudkan kepastian Hukum bagi Ketahanan Keluarga. Kolaborasi ini Sudah ditandatangani MoU, Mantap! 


Kompas Edisi Akhir Pekan dan Perubahan di Tahun ini

Tampilan Sampul Koran Kompas Akhir Pekan Edisi Perdana (3/1)

Sejak Hampir Seminggu lalu (3/1), Koran Kompas Edisi Sabtu pasti "Agak Laen", tapi dibilang Kemasan Baru. Ya, diberi Nama "Edisi Akhir Pekan". Semestinya Koran yang terkenal sejak 28 Juni 1965 tersebut pun Jadi Memasak seperti Edisi 12/12 Tahun lalu (2025). Jika di Jawa Pos ada "Weekend/Sunday Magz", maka di Koran Kompas ada Edisi Akhir Pekan khusus Setiap Sabtu. Isinya adalah Rubrik-Rubrik yang menginspirasi juga dan mendalam untuk Konten-Kontennya, pasti Makin Leisure, Makin Berisi dan Makin Bergizi untuk Koran ini. Mengawinkan antara Konten Berita Reguler Edisi Sabtu yang Tulisan-Tulisan dari Berbagai Jurnalis yang paling Mendalam dan Konten asli Edisi Minggu (baik yang bertahan dan dikembalikan). Seperti Kelana (pesaingnya Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos Edisi Minggu), Kenang Rasa (pesaingnya Rubrik Food dari Koran Jawa Pos Edisi Minggu), Nada (pesaingnya Rubrik Musik dari Koran Jawa Pos Edisi Minggu), Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), TTS (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Catatan Analisis Budaya (Contohnya kayak Ahmad Najib Burhani dari unsur Muhammadiyah), Jadwal Siaran TV, Rubrik Weekend (isinya Info Restoran, Hotel dan Gaya Hidup lain), dll. Oh Ya, ada Iklan-Iklannya pun bisa dimuat! Tebalnya pasti 20 Halaman (setara dengan Ketebalan Koran Jawa Pos Edisi Minggu) dan Memecah 2 Seksi Koran, Seksi 1 adalah Rubrik-Rubrik yang Serasa Edisi Minggunya dan Seksi 2 adalah Sisa-Sisa dari Edisi Sabtu yang isinya Berita Mendalam (termasuk Foto Pekan ini). Koran ini Berasa Nostalgia kembali ke Masa silam lah. Kan hanya beredar Setiap Sabtu dengan Harga Rp. 17.000,-/Koran untuk Wilayah Pulau Jawa dan Rp. 18.000,-/Koran untuk Wilayah Luar Pulau Jawa. Koran ini semestinya tersedia baik Cetak dan EPaper (via Website/Aplikasi Kompas.id). Bisa diperoleh lewat Agen/Loper Koran terdekat dan di Toko Gramedia di Seluruh Indonesia. Tidak Cuma di Agen/Loper/Toko Gramedia, tapi bisa diperoleh di Shopee, Tokopedia, Tik Tok Shop dan Website Gerai Kompas. Untuk yang di Gerai Kompas, harus Bayar dulu dengan Biaya Rp. 68.000,- untuk Langganan 4 Edisi Sekaligus atau cuma Kisaran Rp. 160.000,- (8 Edisi) hingga Rp. 400.000,- (24 Edisi). dan Ingat, Koran ini Tak Melayani Pengiriman di Prabumulih, Kepulauan Seribu (Jakarta), Pacitan, Pasuruan, Probolinggo, Jembrana (Bali) dan Karangasem (Bali) (menurut Info di Website Gerai Kompas). dan Kemungkinan akan Menjadi The Next "Tabloid Citra (1990-2004)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Soccer (2000-2014)" dan "Majalah Jakarta-Jakarta (1985-1999)". Keenam Nama Jenama Media Cetak milik KG dulunya ada di pasaran, Sekarang tak ada lagi. Saya Pilih yang lewat Pesanan via Agen Koran Diva-Tamin Mojokerto daripada lewat Lokapasar, mantap juga kan. Selain yang Edisi Akhir Pekan yang Biasanya hadir Setiap Sabtu, Edisi Minggu pun "Agak Laen" juga! Jangan Sedih Pembaca-Pembaca Setia Kompas, Setiap Minggu, Koran ini tetap Terbit tapi dalam Format Digital sepenuhnya (alias EPaper) via Kompas.id bukan lagi dalam Format Analog alias Cetak (setara dengan Media Indonesia Edisi Sabtu-Minggu jadi versi EPaper sepenuhnya juga pada era 2024-25). 

Tampilan Sampul Koran Kompas Minggu Edisi Perdana jadi EPaper Sepenuhnya (4/1)

Isinya kan Sedikit Beda (tapi Sama) seperti Edisi Senin hingga Jumat (tapi diselipkan Rubrik Weekend dari Edisi Sabtu dan tidak ada Jadwal Siaran TV maupun Iklan). Sejak Kehadiran Edisi Sabtu Kemasan Baru yang Isinya "Para Mantan" Minggu dan Edisi Minggu jadi Full EPaper, Koran Kompas pun ada Perubahan, Perombakan dan Teranyar di 2026, kayaknya sih Rasanya seperti Kembali ke Masa silam! Mulai dari Rubrik Sudut Pandang yang awalnya ada di Edisi Minggu berpindah ke Edisi Jumat, Karikatur "Joni dan Poni" yang Biasanya Setiap Sabtu kini pindah ke Edisi Rabu, Menghapus "QR Code" di Sampulnya, Nama "Firman Noor" mulai muncul di Catatan Analisis Politik di Edisi Kemarin (8/1), Mempertahankan Jadwal 10 Stasiun TV Nasional/Lokal (ada TVRI Nasional, SCTV, Metro TV, Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV Jakarta, Kompas TV, RTV dan BTV) dan Kehilangan 2 Rubrik di Penghulu Hari (alias Jumat) baik Geliat Kota dan Sawala. Yang Sampulnya di Tahun ini (setelah Sewindu Berganti Tampilan total), Serasa bak Nostalgia kembali ke era 90an-2000an, Masya Allah... 

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Perdana di 2026

Ini Mungkin adalah Gebrakan dan Inovasinya Koran Kompas di 2026 dibawah Pemimpin Redaksi yang Bernama A. Haryo Damardono (sejak 1 Mei tahun lalu). Selain Yang Edisi Akhir Pekan untuk 2026, Gebrakan dan Inovasi lainnya yang pernah dilakukan oleh Beliau sejak jadi Pemred baru Koran tersebut, Seperti Menghadirkan Sisipan Tabloid Khusus Pendidikan Turki (berkolaborasi dengan Salah satu Koran terkenal dari Turki) pada Edisi 5/6 Tahun lalu, Menerbitkan Edisi Khusus 6 Dekade Kompas setebal 60 Halaman yang bisa di Pre Order pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan Karikatur si Joni dan si Poni, Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang bisa di Pre Order juga pada Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Jadwal Siaran Metro TV di Koran Kompas setelah bertahun-tahun vakum pada 9/9 Tahun lalu, Memperkenalkan KompasONE, Mengembalikan Tabloid Bola (setelah bertahun-tahun tak beredar) lewat Edisi Khusus setebal 40 Halaman yang Isinya Geliat Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia yang bisa di Pre Order juga pada September-Oktober Tahun lalu, Menghadirkan Rubrik spesial Khusus Budaya "Sawala" yang hadir Setiap Jumat tapi berkolaborasi dengan Kemenbud RI, Menghadirkan Rubrik spesial Iklan Pendidikan "Akademi", Memberitakan Pemerintahan era Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka serta Kabinet Merah Putih yang mendominasi sejak dari era Pemred terdahulu (Sutta Dharmasaputra), Menghadirkan Liputan Masyarakat Adat sejak 20/11 Tahun lalu, Memberitakan Seputar Bencana Alam besar di 3 Propinsi di Sumatra (Aceh, Sumut dan Sumbar) yang terjadi pada Akhir Tahun lalu tapi Langsung Mendongkrak dan Menghadirkan Edisi Jurnalisme Data yang Hutan Sumatra Lenyap pada 12/12 Tahun lalu yang lengkap dengan Sampul Khusus berbahan Kertas Tembus Pandang (alias Kalkir) untuk Melindungi Sampul berbahan Kertas Koran dan Langsung jadi Perbincangan Hangat di Semua Medsos. 

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Khusus 6 Dekade (2025)

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Jurnalisme Data Hutan Sumatra Lenyap (2025)

dan Rencana Kedepannya ada Gebrakan baru yang kemungkinan kelak siap di Tahun Kuda Api 2026, mulai dari Kehadiran Kompas Profesional khusus Sektor Mining yang siap hadir di Januari ini, Menerbitkan Edisi Khusus Ramadhan/Lebaran 1447H/2026M yang Ukurannya Tabloid tapi vibenya seperti Tabloid Citra yang dulunya ada di era 90an-2000an (kemungkinan Terbit pas Bulan Puasa tapi bisa di pre order lewat Online dan Offline), Menerbitkan Edisi Khusus Panduan Piala Dunia 2026 yang Format 100% Koran tapi isinya Profil 48 Tim hingga Kilas Balik Piala Dunia sebelumnya (kemungkinan Terbit sekitar Mei/Juni tapi bisa di pre order lewat Online dan Offline juga) dan Liputan Khusus Piala Dunia 2026 yang akan hadir mulai akhir Mei hingga sekitar Pertengahan/Akhir Juli nanti. Insya Allah, Koran Kompas di 2026 bisa Memasak lagi kayak yang Edisi 12/12/25 lalu dan Edisi Akhir Pekan yang hadir sejak 3/1 lalu. 


Kehilangan Edisi Sabtu-Minggu di Media Indonesia

Tampilan Sampul Koran Media Indonesia Edisi Perdana di 2026

Media Indonesia di 2026, Benar-Benar menyisakan 5 Edisi 5 Hari (dari Senin hingga Jumat), Akibatnya adalah Menguburkan atau Menghilangkan Edisi Sabtu-Minggu dalam Format Digital (EPaper). Kayaknya sih, dibilang yang Terakhir malah Bukan Berakhir, Meskipun Semua Konten-Konten Sabtu dan Minggu ala Media Indonesia dipastikan "Hijrah" ke Edisi-Edisi selain Akhir Pekan, misalnya Tradisi Lisan dan Foto yang bisa dimuat Setiap Jumat, Catatan Tendangan Bebas dari Suryopratomo (Mantan Pemred Koran Kompas era 2000-2008 dan Mantan Dirut Metro TV era 2017-2020) yang kini hadir Setiap Jumat (bukan lagi Setiap Sabtu) dan Opini yang Bertambah Frekuensi sampai 2 Halaman. Yang Info Program Acara Metro TV di Koran ini (mirip dengan Info Program Acara RCTI/Jawa Pos TV di Halaman Televisi/Kolom Acara TV di Koran Jawa Pos Edisi Minggu era 2024-25) tetap ada Meskipun terjadi Perubahan untuk Koran MI di Tahun ini. Oh Ya, untuk Konten Catatan Khasnya Edisi Sabtu-Minggu dari Koran Media Indonesia kemungkinan bisa pindah ke Website Resminya atau Platform Medsosnya, kan Semestinya Koran yang Terkenal sejak 19 Januari 1970 tersebut siap Bertransformasi Digital! Kini, Tak ada lagi Koran Digital Edisi Sabtu-Minggu untuk Media Indonesia di Tahun ini, Kemungkinan pasti diterbitkan Setiap Senin hingga Jumat dalam Format Cetak dan EPaper. 


Koran Lainnya (selain JP, Kompas dan MI)

Lain 3 Koran Favorit gue, Lain Pula dengan Koran-Koran lainnya untuk Tahun ini. Kayaknya sih, 5 dari 20 Jenama Koran Daerah dari Keluarga Tribun Network (Anak Perusahaan KG) tak ada lagi Edisi Minggunya dari sejak Akhir tahun lalu, Seperti Warta Kota, Surya, Sriwijaya Post, Tribun Sumsel dan Tribun Bali. Masya Allah, Hari Minggu kok Ga ada Warta Kota sama Surya ya? Mungkin tak ada lah... Yang 15 dari 20nya kan Masih Terbit di Edisi Minggu (seperti Tribun Jateng, Tribun Jogja, dll.). Sementara itu, Koran Pikiran Rakyat dari Bandung bakal siap-siap Menyongsong 6 Dekade Kelahirannya pada 24/3 nanti, Koran Suara Merdeka dari Semarang yang Masih Beredar Setiap hari untuk Korannya, Koran The Jakarta Post yang Terkenal sebagai Koran dengan Harga termahal karena Isinya Bahasa Inggris terus (sekelas Koran-Koran dari luar negeri kayak Arab Saudi dan Malaysia yang pakai Bahasa Inggris sepenuhnya) dan Satu lagi, Koran dari Kota gue, Jawa Pos Radar Mojokerto bakal juga siap-siap menyongsong Usia Perak pada 1/3 nanti, Insya Allah! 


Tahun 2026 memang Tahunnya sebagian kecil Jenama-Jenama Koran yang Edisi Minggu sudah terkubur (hanya menyisakan nama Jawa Pos, Suara Merdeka, Tribun Jabar, Tribun Jateng, dll. yang Masih Beredar di Hari Minggu). Ini Usaha kita untuk Koran-Korannya masih ada lho. dan Semoga saja, terus Langgeng untuk Semua Jenama-Jenama Korannya di era Disrupsi Digital dan Ai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar