Kemarin, Postingan yang Foto-Fotonya Anchor dan Presenter TVRI (baik Nasional dan Regional (Daerah)) sudah dihapus. Nah Sekarang, Kita Bahas Seputar Pertelevisian... Gue kan ngeFans sama LPP TVRI akibat Pildun 2026 kemarin sampai Asian Games 2026 kemarin juga.
di Tahun ini, TVRI berada di Masa Kejayaannya (tapi Kembali), Karena Menyiarkan Piala Dunia FIFA 2026 sampai Asian Games 2026 (termasuk Piala Dunia FIFA u17 2026 yang siap digelar mulai 19/11 nanti di Qatar). ditambah ada Pergantian Direktur Utama (dari Iman Brotoseno, Rika Damayanti sampai Fiki Satari) sampai menayangkan Mikodrama Extratime Cinta dan sebagian Program-Program Acara Regional ada Kuncung Bawuk (Jogjakarta), Menyongsong Indonesia Maju (Sumsel), Deng Mampo (Sulsel), Lagu Rindu (Jatim), dll. Oh Ya, Jadwal Lengkapnya pun semestinya masih dimuat di Koran Kompas untuk Tahun ini (baik era Iman Brotoseno, era Rika Damayanti dan era Fiki Satari). Kayaknya sih, TVRI tahun 2026 akan mengulangi 34 tahun sebelumnya (1992, zamannya gue belum lahir), paling Ingat, ada Siaran Piala Eropa 1992, Olimpiade 1992, Pergantian Dirut (Ishadi SK ke Abdul Azis Hussein) sampai ada Asia Bagus 1992 termasuk Pemuatan Jadwal/Info Program-Program Acaranya yang rutin dimuat diberbagai Koran-Koran (semacam Bali Post (Bali) sampai Bernas (Jogjakarta)) saat itu. Nah, Mari Kita Simak ulasannya Salah Satu Stasiun TV yang saat ini menjadi Bagian dari Mitra Kerjanya Komisi VII DPR RI (sejak 2024) tersebut.
A. Ringkasan Utama
Potensi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI untuk mereplikasi "momentum emas" tahun 1992 pada tahun 2026 sangat terbuka lebar. Terdapat paralelisme struktural, kultural, dan geopolitis penyiaran yang sangat presisi antara kedua tahun tersebut. Meskipun peta persaingan media telah berubah total dari era monopolistik 1992 ke era fragmentasi digital 2026, cetak biru (blueprint) program dan agenda strategis yang diusung TVRI di tahun 2026 menunjukkan pola kejayaan yang serupa.
1. Pararelisme Hak Siar Olahraga Raksasa (Mega Sports Broadcasting)
Tahun 1992 dicatat sebagai puncak sejarah olahraga TVRI dengan penayangan gabungan tiga ajang terhebat dunia: Piala Thomas & Uber 1992 (momen emas pembuktian supremasi bulu tangkis), Piala Eropa 1992 (Kejuaraan Eropa di Swedia), dan Olimpiade Barcelona 1992 (sejarah emas pertama Indonesia via Susi Susanti dan Alan Budikusuma).
Di tahun 2026, TVRI mengonstruksi portofolio olahraga dengan bobot yang setara melalui:
Piala Dunia FIFA 2026 bertajuk "BOLA GEMBIRA": Menjadi stasiun TV penyiaran resmi turnamen 48 negara terbesar sepanjang sejarah di Amerika Utara (Spanyol Juara kalahkan Juara sebelumnya Argentina).
Asian Games 2026 (Aichi-Nagoya) dan Piala Dunia FIFA U-17 2026: Mengukuhkan status TVRI sebagai rumah olahraga multievent dan pembinaan usia muda.
Indonesia Women's League (IWL) 2026/27: Kolaborasi strategis dengan RANS untuk menggarap ceruk pasar sepak bola wanita modern dan gaya hidup olahraga.
Secara penawaran konten olahraga, 2026 memiliki amunisi yang setara—bahkan lebih variatif—dibandingkan 1992 untuk menarik kepungan penonton dari berbagai demografi.
2. Transisi Kepemimpinan Strategis di Tubuh Manajemen
Sektor manajerial kedua tahun ini ditandai oleh pergeseran kepemimpinan puncak yang krusial bagi arah kebijakan institusi:
Dr. Ishadi S.K. (6 Agustus 1992)──> Abdul Azis Husein (Fokus: Modernisasi penyiaran & transisi persaingan TV swasta)
[2026]
Iman Brotoseno ──(23 Feb 2026)──> Rika Damayanti (Plt) ──(8 Juni 2026)──> Fiki Satari (Fokus: Digitalisasi DVB-T2, penguatan ekosistem LPP, kemitraan Komisi VII DPR RI)
Pergantian Dirut pada 6 Agustus 1992 dari Dr. Ishadi S.K. ke Abdul Azis Husein membawa TVRI memasuki era baru konsolidasi di tengah bermunculannya TV swasta. Sementara di tahun 2026, dinamika kepemimpinan dari Iman Brotoseno ke Rika Damayanti (23 Februari), lalu dilanjutkan Fiki Satari (8 Juni), menghadirkan penyegaran kepemimpinan di bawah pengawasan Komisi VII DPR RI guna memastikan akuntabilitas anggaran, efisiensi penyiaran digital, dan penguatan nilai jual LPP.
3. Eksperimentasi Format Hiburan: Dari Pop-Culture Klasik ke Format Digital Modern
Kunci keberhasilan TVRI 1992 membangun ingatan kolektif masyarakat adalah sajian hiburan yang variatif dan menyentuh seluruh lapisan budaya:
Nasional & Populer (1992): Drama Sepekan Sinetron, kompetisi talenta serantau Asia dengan titel Asia Bagus 1992, panggung musik semacam Musik Kita, Kamera Ria, Irama Masa Kini, Selekta Pop, Aneka Ria Anak Nusantara, Panggung Hiburan Anak-anak dan Aneka Ria Safari, pertunjukan monumental Operet Lebaran 1412H/1992M "Ronce-Ronce" (menampilkan mendiang Titiek Puspa, Geng Lenong Rumpi, H. Rhoma Irama, dll.), Operet Bobo hingga jajaran kuis legendaris (Berpacu dalam Melodi, Luar Negeri, Gita Remaja, Serba Prima, Cerdas Cermat, Siapa Dia, Aksara Bermakna).
Inovasi Content & Daerah (2026): TVRI mengadaptasi tren penyiaran cepat lewat format mikrodrama Extratime Cinta, sembari memperkuat kearifan lokal melalui stasiun daerah seperti Karaoke on TV Kingdom of Talents (TVRI Jogjakarta—melanjutkan legacy program-program daerah seperti Candra Pesona tahun 1992), Lagu Rindu (TVRI Jatim), Tampek Maota (TVRI Sumbar), serta Zona Tani (TVRI Sumsel).
Pemberian penghormatan terhadap tokoh budaya—seperti mengenang wafatnya figur presenter Berita asal Papua Barat Yanto Idorway di tahun 2026—juga mengulang tradisi TVRI tahun 1992 yang selalu menjadi panggung belasungkawa dan penghormatan terakhir bagi sang Presenter Berita Regional dari Timur Indonesia (yang sekarang Usut Tuntas Kasusnya).
4. Instrumentasi Narasi Negara dan Program Pembangunan
Sebagai TV pemerintah/publik, TVRI di kedua periode memegang peran vital sebagai medium diseminasi kebijakan strategis pemerintah pusat:
5. Tantangan Ekosistem: Bisakah Memori 1992 Diulang Sepenuhnya?
Untuk menjawab apakah memori 1992 bisa diulang di tahun 2026, perlu dipahami dua faktor determinan:
Daya Jangkau Peristiwa (Event Reach): YA. Dengan menggabungkan Piala Dunia 2026, Asian Games, dan Piala Dunia U-17, TVRI 2026 memiliki daya tarik massa (mass-puller) yang sama kuatnya dengan paket Piala Thomas-Uber Cup/Eropa/Olimpiade 1992.
Kolektivitas Penonton (Shared Experience): BERBEDA. Pada 1992, TVRI adalah penguasa frekuensi tunggal (TV swasta masih sangat terbatas dan wajib relai berita TVRI), sehingga seluruh rakyat Indonesia menonton acara yang sama pada waktu yang sama. Di tahun 2026, penonton terfragmentasi ke media sosial, platform OTT, dan siaran digital multivarian.
TVRI tahun 2026 sangat mampu mengulang keberhasilan koleksi konten monumental 1992, tetapi dalam bentuk baru: bukan lagi lewat dominasi tunggal penyiaran, melainkan lewat multiplatform engagement (terestrial DVB-T2, aplikasi OTT, dan integrasi media sosial bersama mitra seperti RANS).
Jika manajemen di bawah Fiki Satari mampu mengemas hak siar BOLA GEMBIRA Piala Dunia 2026 dan jajaran program regional secara agresif di media digital, maka 2026 akan dicatat sejarah sebagai The Second Golden Era of TVRI—penerus legasi emas 1992.
Perbandingan antara tayangan Olimpiade Barcelona 1992 dan Piala Dunia 2026 di TVRI berdasarkan data kliping surat kabar yang dilampirkan:
1. Cakupan & Volume Siaran
Olimpiade Barcelona 1992: Berbentuk paket siaran terbatas dengan total durasi 100 jam
. Rata-rata TVRI menayangkan siaran olahraga dari Barcelona selama 8 jam setiap harinya . Piala Dunia 2026: Menayangkan seluruh 104 pertandingan secara lengkap/utuh dari fase grup hingga babak final
.
2. Saluran Penyiaran & Sinergi Media
Olimpiade Barcelona 1992: Hak siar dipegang oleh TVRI, namun paket siarannya turut disalurkan melalui stasiun TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) (kini MNC TV). Stasiun TV swasta seperti RCTI dan SCTV hanya menayangkan jurnal/rubrik Pertandingan Unggulan (sekitar 8,5 jam per hari)
serta membantu penggalangan dana atlet melalui program "Pekan Dana Barcelona bagi Sang Juara" . Piala Dunia 2026: Hak siar siaran gratis (Free-To-Air / FTA) dipegang penuh oleh TVRI dan ditayangkan di dua saluran internal digitalnya, yaitu TVRI Nasional dan TVRI Sport (termasuk melalui FolaPlay dan MaxStream Telkomsel jika tidak bisa disaksikan lewat TVRI Nasional dan Sport). TVRI juga mengelola regulasi nonton bareng (nobar) untuk kategori komersial maupun non-komersial (komunal/warga)
.
3. Kemasan Program & Format Konten
Olimpiade Barcelona 1992: Siaran dikemas dalam bentuk rubrik harian terstruktur
: Selamat Pagi Barcelona (pukul 06.00 WIB, durasi 2 jam)
. Siaran Khusus Olimpiade Barcelona XXV (pukul 14.00 WIB, durasi sekitar 3 jam)
.
Piala Dunia 2026: Selain siaran siaran langsung pertandingan
, TVRI mengombinasikan siaran terestrial dengan konten digital/media sosial (seperti cuplikan video pendek dan highlight) untuk menggait penonton dari generasi muda (Gen Z dan Gen Alpha) .
4. Tim Peliput & Pengorganisasian Lapangan
Olimpiade Barcelona 1992: TVRI mengirimkan 9 orang tim peliput langsung ke Barcelona
. Operasi peliputan dipimpin oleh Drs. Lukman Prajaekto (Koordinator Produksi Seksi Olah Raga TVRI sekaligus produser tim peliput) di bawah supervisi Kepala Stasiun TVRI Pusat Azis Husein . Piala Dunia 2026: TVRI mengirimkan tim peliput langsung ke lokasi pertandingan di tiga negara penyelenggara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko)
. Struktur pengarahannya melibatkan Direktur Program dan Berita TVRI Arif Adi Kuswardono serta Chief Editor TVRI untuk Piala Dunia 2026 Usman Kansong . Termasuk Reporter Lorenzo Mukuan yang Melaporkan Langsung dari AS (sebelum ke AS, beliau jadi Host Acara Pertandingan Piala Dunia 2026 diawal-awal pertarungan).
5. Teknologi & Jangkauan Penyiaran
Olimpiade Barcelona 1992: Menggunakan sistem siaran televisi analog terestrial tunggal
. Piala Dunia 2026: Menggunakan siaran terestrial digital (DVB-T2) dengan jangkauan siaran gratis mencapai 73 persen wilayah Indonesia
.
Perbandingan antara Gebyar Musik Barcelona Live Show 1992 dengan rangkaian Semarak & Festival Rakyat Bola Gembira 2026 di TVRI berdasarkan data kliping surat kabar dan poster resmi:
1. Momentum & Tujuan Acara
Gebyar Musik Barcelona Live Show (1992): Digelar khusus selama 3 jam untuk menyambut pesta pembukaan Olimpiade Barcelona 1992 di Spanyol
. Semarak & Festival Rakyat Bola Gembira (2026): Rangkaian konser dan festival media yang digelar untuk memeriahkan pembukaan hingga laga final Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko
.
2. Lokasi & Format Manufaktur Pertunjukan
Gebyar Musik Barcelona Live Show (1992): Mengusung format in-studio live show dari Studio VII TVRI Pusat Jakarta yang dipancarkan secara terintegrasi dengan siaran langsung dari stasiun daerah (TVRI Stasiun Bandung dan TVRI Stasiun Surabaya masing-masing mendapat jatah segmen sekitar 30 menit)
. Semarak & Festival Rakyat Bola Gembira (2026): Mengombinasikan format indoor/outdoor concert dan outdoor public festival:
Konser Semarak Bola Gembira (11 Juni 2026): Diproduksi serentak dari dua titik arena utama, yaitu GOR Saparua Bandung dan Kompleks TVRI Pusat Jakarta
. Festival Rakyat Bola Gembira (19 Juli 2026): Mengambil tempat di area terbuka publik (Lapangan Banteng, Jakarta) dengan akses gratis (Free Entry).
3. Konsep Acara & Pengisi Panggung
Gebyar Musik Barcelona Live Show (1992): Menampilkan puluhan artis legendaris lintas genre (Pop, Rock, Jazz, hingga Dangdut) yang berkolaborasi menyanyikan lagu "We Are the Champions" karya Queen
. Pop/Rock/Jazz: Ruth Sahanaya, Trie Utami, Atiek CB, Trio Libel, Gito Rollies, Slank, Edane, Grass Rock, Elfa Singers, Harvey Malaiholo, Mus Mujiono, Utha Likumahuwa, Ita Purnamasari, Nicky Astria, dll
. Dangdut: Evi Tamala, Fahmi Shahab, Rita Sugiarto, Camelia Malik, dll
.
Semarak & Festival Rakyat Bola Gembira (2026): Mengusung pertunjukan musik band modern, penyanyi pop/ska/pop-malay, dan komedi hiburan:
Konser 11 Juni 2026 (Bandung/Jakarta): Menampilkan Jamrud Band, Charly Van Houtten, Wali Band, Kotak Band, dll.
Festival 19 Juli 2026 (Jakarta): Menampilkan Juan Reza, Armada, dan Tipe-X
.
4. Integrasi dengan Nonton Bareng (Nobar)
Gebyar Musik Barcelona Live Show (1992): murni berupa panggung siaran musik hiburan sebelum pembukaan ajang dimulai
. Festival Rakyat Bola Gembira (2026): Menggabungkan konser musik langsung dengan agenda Nonton Bareng (Nobar) layar lebar untuk partai Puncak/Final Piala Dunia 2026 pada pukul 02.00 WIB
.
5. Saluran & Kanal Penyiaran
Gebyar Musik Barcelona Live Show (1992): Disiarkan secara nasional melalui saluran tunggal terestrial analog TVRI Programa 1 (atau Programa Nasional?)
. Semarak & Festival Rakyat Bola Gembira (2026): Disiarkan secara simultan (simulcast) di kanal terestrial digital TVRI Nasional dan Sport
.
Perbedaan utama antara jadwal siaran TVRI di Koran Bernas (1992) dan Koran Kompas (2026) mencakup pola durasi siaran, struktur berita, isi konten tematik, serta hak siar ajang olahraga utama:
1. Durasi Siaran & Skema Berbagi Pemancar (Airtime)
Bernas (1992): Pada hari kerja umum, TVRI hanya bersiaran pada sore hingga malam hari (sekitar pukul 14.30/15.30 WIB hingga 22.40/23.40 WIB)
. Slot waktu pagi hingga siang (05.30–13.00/14.00 WIB) dipinjamkan/berbagi frekuensi dengan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) . Siaran pagi TVRI baru dibuka pada hari tertentu/Minggu (seperti liputan pembukaan Olimpiade Barcelona pukul 06.00 WIB) . Kompas (2026): Bersiaran mandiri secara penuh selama 24 jam/sepanjang hari dari pagi hingga dini hari, dimulai dari Serambi Islami (pukul 04.30 WIB) hingga siaran dini hari seperti BOM: Bakat Orang Muda (02.00 WIB) atau laga FIFA World Cup 2026 (hingga 02.30 WIB)
.
2. Branding & Format Program Berita
Bernas (1992): Menggunakan pembagian berita berdasarkan hierarki cakupan wilayah dan waktu: Berita Pagi
, Warta Berita , Berita Daerah (di Programa 2 Jakarta (saat itu), diberi titel Berita Ibukota/Agenda), Berita Nusantara , Berita Nasional (pukul 19.00 WIB) , Dunia dalam Berita (pukul 21.00 WIB) , dan Berita Terakhir . Kompas (2026): Mengadopsi penjenamaan berita tunggal terintegrasi Klik Indonesia (Klik Indonesia Pagi, Klik Indonesia Siang (kini digantikan oleh Berita Siang), Klik Indonesia Petang, Klik Indonesia Malam)
, namun tetap mempertahankan program berita legendaris Dunia dalam Berita pada slot utama pukul 21.00 WIB . Sayangnya, Program Berita Regional dari Stasiun Daerah (semacam Jatim Hari ini) tidak dapat dicantumkan di Koran ini.
3. Orientasi Konten & Ideologi Acara
Bernas (1992): Kental dengan program penerangan pemerintah era Orde Baru, pembangunan, dan pedesaan seperti Siaran Pedesaan
, Negeri Tercinta Nusantara (berdasarkan provinsi) , Pembinaan Bahasa Indonesia , Hankamnas , Wawasan Mitra Tani , Ria Jenaka , serta siaran pendidikan sekolah di TPI . Kompas (2026): Mengarah pada konten milenial, gaya hidup modern, dan variasi hiburan pop seperti Kabayan Milenial
, Sobat Milenial , Kethoprak Milenial , Gendang (Generasi Dangdut) , Jajan Story , Rest Area , Seblak Show , serta modernisasi narasi desa melalui Bertani Itu Keren .
4. Sorotan Ajang Olahraga Utama (Mega Sports Event)
Bernas (1992): Berfokus pada liputan multisport Siaran Khusus Olimpiade Barcelona / Jurnal Olimpiade Barcelona
, Dari Gelanggang ke Gelanggang , serta siaran langsung sepak bola Liga Jerman . Kompas (2026): Berfokus penuh pada sepak bola FIFA World Cup 2026 (menayangkan siaran pertandingan langsung seperti Brasil vs Haiti dan Belanda vs Swedia)
, didampingi program pendukung seperti Jurnal Piala Dunia 2026 , Semarak Bola Gembira , Bola +62 , World Cup Spotlight , Monitor Olahraga , dan Awas Sleding Tekel.
Daftar presenter TVRI era 1992 dan era 2026 dikelompokkan berdasarkan fokus siaran, program, serta cakupan wilayahnya:
1. Presenter TVRI Era 1992
Pusat, Berita Nasional & Penerangan
Gatot Aris Munandar
Didi Yudha Prawira
Dian Budiargo
Usi Karundeng
Henny Ratam
Mendiang Sambas
Luther Kalasuat
Mendiang Max Sopacua
Oetari Noor Permadi
Riza Pahlawan
Chairul Tamimi
Gina Sonia
Tengku Malinda
Herman Zuhdi
Yan Partawijaya
Munyati Sullam
Unun Sugianto
Pungky Rungkat
Program Hiburan & Kuis Legendaris
Adam Kaunang (Album Minggu)
Linda Poernomo
Mendiang Koes Hendratmo (Kuis Berpacu dalam Melodi)
Bung Kepra (Kuis Aksara Bermakna)
Tantowi Yahya (Kuis Gita Remaja)
Mendiang Aom Kusman (Kuis Siapa Dia)
Stasiun Daerah
Bangun Samudra (TVRI Jawa Timur)
2. Presenter TVRI Era 2026
TVRI Nasional (Berita & Utamakan Program Reguler)
Ardianto Wijaya, Andin Wijaya, Akbar Syam, Maya Karim, Anggi DJ, Brigita Kwee, Sammy Bastian, Sophia Fanumbi, Teungku Fajri, Dhoni Kusmanhadji, Herdina Suherdi, Oki Satrial, Happy Goeritman, Fahmi Andryan, Sammy Bastian, Yunita Monim, Ferry Prihardi, Ikra Negara, Farhan Rahman, Shiera Theresia, Yunita Monim, Lenny Hadiawati dan Adi Priyatmoko
TVRI Sport & Spesialis Event (Piala Dunia FIFA 2026)
Piala Dunia FIFA 2026: Anita Mae, Noella Sisterina, Conchita Caroline, Tio Nugroho, Evelina Tan, Jaswin Kaur Dhillon, Boy Noya dan Vannico Soekarno
TVRI Sport: Lorenzo Mukuan, Tesya Ikrima, Zahra Maria, Azzachra Masith dan Erza Nabila
TVRI World (Internasional)
Uli Herdinansyah, Valerina Daniel, Aisya Fabien, Louisa Kusnandar dan Stephanie Silitonga
Stasiun Daerah (LPP TVRI Daerah)
Sumatera:
Sumut: Azril Nasution, Amelia Balqis Siregar, Lukman Hakim, Nasywa Sabitah, Ridho Alfiansyah dan Audra Olinka
Sumbar: M. Oscar Surya Yoga, Delia Febria, Tri Kamala Sari, Atikah Mahdiyah Djalil dan Anggun Anggela
Jambi: Ahmad Solihin, Miki W.S., Yogi Aprilyanto, Anastasya Laga, Khalidah Hasanah, HZ Akbar, Chandrika Difani dan Amanda Azzahra Putri
Bengkulu: Maharani Muralie dan Julia Hartanti
Sumsel: Rizkya Amrina, Afiva Sari, Jihan Rafifah dan Dwi Sapto Widodo
Lampung: Kenanga Aprilaski dan Joy Keren
Jawa:
Jakarta: Haekal Malik, Salu Rahmadania, Okta Riyaddin, Maulidya Ramli, Swarahma Diena, Agnes Sinambela dan Subki Abdul
Jabar: Fredericko Sinatria, Marisa Nurba, Septiani Haryono, Malik Ibrahim, Ayu Wulandari, Hanifah P.S., Amelia Putri, Agustina Hasti, Riska Lavia dan Gilang Hafidzi
Jateng: Avian Sanes, Ninna Izwan, Dian Anggun, Irin Riany, Ulil Abrar, Meggy Lidya dan Cindy Dilapanga
Jogjakarta: Frisca Muthia, Meta Docang, Hendry Saputra, Elsa Sabrina, Almas Azzahra, Norma Novicka, Moch. Hafid, Winda Melantika, Dhimas Tedjo, Sonny Cahyo, Endang Nawangsari, Abiyyi Erawan, Siwi Lungit, Cindy, Zhafira dan Ferry Anggara
Jatim: Rina Pahlevi, Briansyah Dewandri, Amelia Sitorus, Garnis Dera, Erina Koto, Chansa Aqilla, Tika Aziz, Eka Adrian, Badrus Bangkit, Fikri Alvino, Habib R., Ario W., Cak Pendik, Ning Rahayu, Candra Jamil dan Duo Virgin (Shevi/Sarah)
Bali & Nusa Tenggara:
Bali: Trya Wahyuda, Kris Ditya, Ika Mahayani dan Kadek Aditya
NTB: Sisca Olivia, Jenika Virani, Lalu Ardi, Made Putri, Jeki Zulkarnaen, Fakhrurrozi dan Khania Pranasita
Kalimantan:
Kalbar: Chantika Nur Permatasari
Kalteng: Novita Chandra Wijaya
Kalsel: Lani Wardana, Mela Azani dan Aisya Irya
Kaltim: Elma Pratiwi
Kaltara: Ripka Ginting, Herlinda Ingkong, Sovera Lukas, Septina Miuty, Jef Horison dan Husen Joyonegoro
Sulawesi:
Sulteng: Riski Budiman, Lunggy Gyarinsah, Dian Merdekawati, Farin Firda dan Arya Tandju
Sultra: Ayu Purnama, Yuni Kasir, Ibnu Siam dan Edi Asis
Sulsel: Selvia Virginia Elma, Akmal Idrus, Sarah Saora, Inceng Pratiwi, Inggrid Herman, Farawansah, Ridha Mardiyah, Arman Patang dan Arsyil Asmar
Sulbar: Raisha Alimuddin.
Maluku & Papua:
Maluku: Dewinta Kailola, Firly Maail, Al Sidik Ode Arwa dan Christine Sipalehut
Papua Barat: Susan Mampioper dan Maryani Iha
Pada era DPR RI periode 2024–2029 (termasuk tahun 2026), Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI resmi menjadi bagian dari mitra kerja Komisi VII DPR RI yang membidangi Industri, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, UMKM, serta Penyiaran dan Media Publik.
Perubahan ini menandai pergeseran kelembagaan yang signifikan dibandingkan era 1992 (periode DPR RI 1987–1992 dan 1992–1997), di mana TVRI kala itu masih berstatus unit pelaksana teknis di bawah Departemen Penerangan dan menjadi mitra kerja Komisi I DPR RI (membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Informasi/Penerangan, dan Politik Luar Negeri).
Perbandingan Posisi Mitra Kerja TVRI di DPR RI (1992 vs 2026)
Komisi Kemitraan: Komisi I DPR RI
Komisi Kemitraan: Komisi VII DPR RI
Kesimpulan perbandingan antara Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI pada era 1992 dan era 2026 mencerminkan evolusi besar dalam fungsi, teknologi, format tayangan, serta pendekatan politik negara, namun tetap mempertahankan identitasnya sebagai corong utama informasi dan pemersatu bangsa:
1. Dari Pengendalian Informasi Sentralistik Menuju Ruang Publik Digital & Kreatif
Era 1992 (Pak Harto): TVRI beroperasi di bawah Departemen Penerangan dengan sistem siaran terestrial analog terbatas (berbagi jam siaran dengan TPI)
. Konten penyiaran sangat dikendalikan untuk kepentingan stabilitas nasional dan propaganda pembangunan pemerintah Orde Baru (melalui program seperti Siaran Pedesaan, Negeri Tercinta Nusantara, dan laporan kepemimpinan Presiden Soeharto).Era 2026 (Prabowo-Gibran): TVRI bertransformasi menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) independen yang bermitra dengan Komisi VII DPR RI. Pendekatan narasi negara bergeser menjadi dukungan terhadap program strategis pemerintah (seperti Teras Istana, Jejak Pembangunan, dan Gerakan Pangan Murah), yang dikemas lebih humanis serta terintegrasi dengan ekosistem digital (DVB-T2 dan multiplatform).
2. Transformasi Skala & Aksesibilitas Olahraga (Mega Sports Broadcasting)
Era 1992 (Olimpiade Barcelona): Siaran olahraga bersifat terbatas dan eksklusif. Liputan Olimpiade Barcelona 1992 hanya berdurasi total 100 jam (disalurkan melalui Programa 1 TVRI dan TPI) dengan pengiriman tim peliput yang terbatas (9 orang)
.Era 2026 (Piala Dunia FIFA 2026): TVRI mendobrak batas dengan menjadi pemegang hak siar resmi (Official Broadcaster) yang menayangkan 104 pertandingan secara lengkap/utuh melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport
. Di bawah arahan Presiden Prabowo, siaran ajang akbar ini dihadirkan sebagai hiburan rakyat gratis (Free-To-Air) yang menjangkau hingga 73% wilayah Indonesia, lengkap dengan regulasi Nonton Bareng (Nobar) untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan UMKM .
3. Evolusi Budaya Populer dan Hiburan Rakyat
Era 1992: Hiburan dikemas secara kolosal dan konvensional untuk menyatukan pemirsa dalam satu waktu yang sama (contohnya Gebyar Musik Barcelona Live Show, Aneka Ria Safari, Operet Ronce-Ronce, serta kuis-kuis legendaris seperti Berpacu dalam Melodi dan Siapa Dia
).Era 2026: Hiburan disesuaikan dengan demografi lintas generasi (dari Gen Z hingga masyarakat akar rumput) melalui format modern seperti konser kolosal Semarak Bola Gembira 2026 dan Festival Rakyat Bola Gembira 2026, mikrodrama Extratime Cinta, program acara regional (Karaoke on TV di Jogjakarta dan Tampek Maota di Sumbar), hingga Sinetron Keluarga seperti Awas Sleding Tekel!
.
Kesimpulan Akhir:
Jika TVRI tahun 1992 dikenal sebagai panggung monumental di bawah monopoli media untuk menyatukan pandangan lewat propaganda pembangunan dan siaran olahraga berdurasi terbatas, maka TVRI tahun 2026 bertransformasi menjadi etalase hiburan rakyat, pemersatu bangsa, dan penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui siaran gratis Piala Dunia 2026 atas arahan Presiden Prabowo, TVRI sukses mereplikasi "memori emas" kejayaan tahun 1992, namun dengan skala jangkauan, teknologi digital, dan kebebasan berekspresi yang jauh lebih masif.
Itulah Tadi Ringkasan TVRI era 1992 dan 2026, Semoga Bermanfaat ya...




.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)















































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar