Rabu, Januari 28, 2026

Nightline oh Nightline

Setiap Tengah Malam (Waktu KL, seperti yang disebutkan di Pembahasan Sebelumnya), Stasiun TV Swasta terkemuka dari Negeri Jiran Malaysia TV3 pun Hadirkan Berita Bahasa Inggris untuk Pemirsa Setianya di sana, "Nightline". Program ini Berisi Berita dan Informasi baru baik di Malaysia dan di Belahan Dunia sekalipun (termasuk Indonesia), Mulai dari Isu Politik, Nasional, Ekbis, Internasional dan Update Olahraga. Kan bisa seperti RCTI, SCTV, Metro TV dan SeaToday (sekarang sudah Mati dan Beralih ke Garuda TV karena Fokus Pindah Studio sejak Awal Tahun ini) yang dulunya menyiarkan Berita versi Bahasa Inggris di masa silam (semacam Indonesia Today dari Tahun 1996 hingga 2001 di RCTI saat itu). Untuk Presenternya, Kan Bermacam-macam (tapi bergiliran), seperti Azaria Tagaya, ZKOA (Zahir Kelvin Ong Abdullah) yang Sudah Tua tapi tetap Loyal sebagai Presenter, Liyana Hasannel yang Bikin Cantik di Layar, Sabrina Zainal yang Tak kalah Cantiknya dari LH, Nurin Razmyn yang usianya Muda banget (kisaran 25-26 tahun) tapi suka Posting ke Beberapa Medsos (antara IG dan Tiktok), M. Ahmed Hamdan, Nadia Azmi (dulunya juga Muncul di Program Obrolan Kesehatan) dan Natasha (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Nah, Untuk Waktu Tayangnya, Setiap hari Jam 12.00 Tengah Malam waktu KL (11.00 Malam WIB) melalui TV3 Malaysia. Buat yang di Seluruh Malaysia, saksikan Program ini lewat Terrestrial Digital MyTV seluruh Malaysia, UnifiTV, Astro saluran 103 dan Live Streaming di TonTon (khusus Malaysia). Buat yang di Sebagian besar wilayah Kepulauan Riau (Indonesia), Boleh saksikan Program ini lewat Kanal Digital 47 UHF. Kalau Tak Sempat Nonton Acara Berita Bahasa Inggrisnya di Salah satu TV terkenal dari Malaysia tersebut, Jangan lupa Tonton lewat Facebook Buletin TV3 atau Youtube Channel Buletin TV3 untuk Melihat Nightline yang sudah terlanjur Selesai Acaranya. dan Perlu diingat, Bahwa Nightline dari TV3 dulunya adalah "News Hour" yang dipakai di era 90an-2000an. Oh Ya, Program Tersebut tak mampu Menyaingi Pojok Kampung di JTV Jatim yang Isinya Berita-Berita versi Berbahasa "Jawa Timuran" Sepenuhnya (bukan Bahasa Indonesia, Karena Bahasa Indonesia adanya di Pojok 7 di Stasiun TV yang sama). Ayo, Nonton Nightline di TV3, kan Bisa lihat Kecantikan beberapa Presenter Perempuannya yang Fasih Berbahasa Inggris untuk Menyampaikan Berita dan Informasi terkini dan teraktual Setiap Larut Malam. dan Semoga, Nightline TV3 siap Mendunia dan terus Konsisten menghadirkan Berita terkini dalam Bahasa Inggris. 

Selasa, Januari 27, 2026

Lirik Lagu Adegan - Satu Kata

Hanya satu kataTiada sempat terucapWalau kita berjumpaDan saling menyapa
Hanya satu kataKembali karam di hatiWalau sering bicaraSampai lupa waktu
Dimana kuharus mencariSebuah kata yang hilangSaat denganmu
Bukan banyak kataKetika ingin bicaraTentang bara di dadaCukup satu kata
Dimana kuharus mencariSebuah kata yang hilangSaat denganmu
Bukan banyak kataKetika ingin bicaraTentang bara di dadaCukup satu kata
Jangan kau ragu dan membisuUcapkan saja isi hatimu
Lewat satu kataKetika ingin bicaraTentang bara di dadaCukup satu kata
Dimana kuharus mencariSebuah kata yang hilangSaat denganmu oh
Jangan kau ragu dan membisuUcapkan saja isi hatimu
Lewat satu kataKetika ingin bicaraTentang bara di dadaCukup satu kata oh
Hanya satu kata (satu kata)Hanya satu kataHanya satu kata (satu kata)Hanya satu kataHanya satu kata (satu kata)Oh oh oh (satu kata)
Hanya satu kataHanya satu kataHm hm




Senin, Januari 26, 2026

Antara Nadila Saleh di Kabar Petang, MNL yang Seru di Metro TV dan RCTI Beda

di Tahun 2026 bisa dibilang Tahunnya Geliat TV Nasional masih utuh dari dulu (dari TVRI yang siap siap Hadirkan Sajian Piala Dunia 2026 (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya) tapi ditemani sama Garuda TV sampai Program-Program Acara pakai Ai kayak Legenda Bertuah di Trans 7 Setiap Akhir Pekan). Kalau Ingat Berita Sore dan Malam pasti Ingat Nama Nadila Saleh yang Makin Muda dan Cantik di TV One (lewat Kabar Petang di Setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu atau Utama?), Kalau Ingat Valentinus Resa bersama Otonk Setiabudi yang Makin Heboh di Malam pasti Ingat MNL (Meet Nite Live) di Metro TV dan Ingat Rebranding itu Baru Tapi Beda, Ingat RCTI (seperti yang dikatakan pada Postingan Kemarin?). Yuk Kita Bahas Satu Persatu...


Nadila Saleh di Kabar Petang TV One


Setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu ada Salah Satu Nama Presenter TV Berita Favorit gue, Nadila Saleh yang Sering Nongol di Kabar Petang TV One? Wah... Semakin Cantik nih Presenter TV Berita Muda yang kini berumur hampir 25 tahun, Kan ini adalah News Anchor yang "Junior" Banget tapi dianggap "The Next Big Thing". Dia Adalah Ratnadila Muhammad Saleh Tuanan Al Faroeq alias Nadila Saleh. dilahirkan Pada 18 Oktober 2001. Awal Kiprahnya Beliau adalah Sebagai Model Perempuan Papan Bawah (tapi Muda) dan Jadi Duta Bahari Malut dan Pernah Mengikuti Program Kapal Pemuda Nusantara 2019 Menggunakan KRI Tanjung Rambani 971. Lalu, Sudah Menyelesaikan Pendidikannya di Jurusan Komunikasi dan Media di Universitas Esa Unggul Pada 2022 silam dan Menjadi Jurnalis/Presenter TV One sejak awal 2023 silam setelah Gelar Sarjana/Meninggalkan Kampus. Bukan Cuma jadi Jurnalis/Presenternya, tapi Sebagai Wakil Maluku Utara di Ajang Puteri Indonesia 2024. di Tahun 2024, Beliau pun Ikut Prihatin atas Kematian 2 Jurnalis TV One akibat Kecelakaan Besar di Tol Pemalang KM 315 pada 31 Oktober 2024 silam. Sejak sekitar Tahun 2024 silam, Nama Nadila Saleh mendominan di Program Berita TV One sebagai Presenter Berita yang difavoritkan Semua Lintas Generasi (dari Baby Boomers hingga Alpha), mulai dari Presenter Kabar Arena Malam, Kabar Pagi, Kabar Hari Ini, Apa Kabar Indonesia Siang/Akhir Pekan, Kabar Petang dan Kabar Utama. Oh Ya, Juga Memandu Program Spesial dari TV One saat Akhir Tahun lalu, yakni Catatan Akhir Tahun 2025 yang Episode Terakhir (Seputar Bencana Alam). di Program Kabar Petang, Nama Beliau pun rutin Nongol Setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu (Kemungkinan, Kalau luar Senin-Jumat-Sabtu-Minggu, Namanya Tak ada tapi diisi Agita M.). Punya Jam Terbang Tinggi sebagai Presenter dan Reporter dari Stasiun TV yang dibilang "Adiknya ANTV" tersebut, tak Heran jika Kemampuan Public Speakingnya Banyak menuai Pujian dari Pageant Lovers. Tak Cuma jadi Presenter Berita, Tapi Beliau juga Jadi Reporter untuk Melaporkan Langsung dari Inggris ketika Sang Presiden Indonesia Prabowo melakukan Kunjungan Kerja ke Inggris pada 18-21 Januari lalu (Hingga Tulisan ini diturunkan). Oh Ya, Namanya Beliau kan sejajar dengan Nama-Nama Presenter/Jurnalis Muda lain yang ada (di TV One), ada Zincka Neyla, Fatimah Albar, Laura Louise, Prita Zega dan Felicia Amelinda. Nama Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Kabar Petang (Setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu) dan Kabar Utama (kadang), Kemungkinan bisa disandingkan Dengan Nama-Nama Bintang lain yang Lahir di 2001, ada Yazmin Azis (Penyanyi Malaysia), Tracie Sinidol (Pemeran Malaysia), Alya Iman (Pemeran Malaysia), Meerqeen (Pemeran Malaysia), Billie Eilish (Penyanyi AS) dan Lee Kang In (Pesepakbola Korea Selatan). Ya, Kalau Anda Suka (atau Kepo) Nadila Saleh, Saksikan Kabar Petang di Sore Harinya (atau Kabar Utama atau Kabar Hari ini di Malam hari) di Layar TV One (Channel Digital Nomor 27) dan Kepo di IG atau TikTok Nadila Saleh. di Tahun ini, Nama Nadila Saleh tetap di Kabar Petang terus dan ditunggu Setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu.


MNL yang Seru di Metro TV


Setiap Senin hingga Jumat Malam, MNL di Metro TV (Channel Digital Nomor 22) makin Seru bersama 2 Host (antara Valentinus Resa (Presenter TV Berita Favorit juga) dan Otonk Setiabudi). Program Acara ini Mampu Mendongkrak Kembali setelah dilanda PHK kecil. Pertama Kali hadir Mulai 20 Februari tahun lalu yang Awalnya Setiap Kamis, Kemudian ditingkatkan 2x Seminggu (Selasa dan Kamis), lalu, jadi 3x Seminggu (Selasa, Kamis dan Jumat), sempat 4x Seminggu (Selasa hingga Jumat) dan Akhirnya, jadi 5x Seminggu (Senin hingga Jumat). Acara ini kan Memiliki Kalimat Khasnya, yakni "Aauuuhhh...". Bintang-Bintang Tamunya pun tetap Seru juga. Sebelum Bintang Tamu Datang, Presenter akan Menyampaikan Berita dengan Gaya Roastingnya tapi Makin Lucu saja.


Saatnya RCTI Beda karena Rebranding


Mulai Hari ini, RCTI akhirnya Rebranding dengan Sajian yang Paling Baru tapi "Memang Beda" (Jargon TV One di Masa silam). Nah, ini adalah Gebrakan Paling Baru untuk Pemirsa Setianya sejak dari Zaman Dekoder di Awal Kelahirannya. Sebenarnya, Salah satu Stasiun TV yang dimiliki MNC Media/iNews Media Group tersebut kemungkinan akan Berganti Logo kelak, tapi sayangnya Gagal meskipun masih Mempertahankan Logo yang Masih dipakai Sejak kurang lebih 10 tahun terakhir, Kasusnya Setara dengan SCTV yang Rebranding tahun 1997 silam karena tidak boleh Berubah Logonya tapi Hanya Berganti Jargon (dari Ayo ke NgeTop). Tampilan Barunya semestinya Sering Bergonta-ganti Setiap Tahun, meskipun dianggap Tradisi besar Bagi RCTI. Kalau Dulu, kita bisa Menyaksikan Cerita MacGyver Setiap Jumat, Knight Rider Setiap Rabu, Si Doel Anak Sekolahan, Jin dan Jun, Gerhana, Keluarga Cemara, Liontin, Tukang Bubur Naik Haji The Series, Ikatan Cinta, dll., Sekarang kan Beda, ada Sinetron Baru berjudul Aira hingga Sajian Microdrama yang Bisa ditonton Orang-Orang yang Suka RCTI sejak dulu. di Pagi Harinya, RCTI hadirkan Berita Hiburan berupa Go Spot yang Hadir Jam 5.30 Pagi. Kemudian, di Jam 7.00 Pagi ada Upin-Ipin (tapi yang Doraemon sampai Ninja Hattori sudah tiada lagi), Sedangkan di Jam 8.00 Pagi, Kita ada Dahsyat yang Bangkit Kembali alias Comeback (dulu Setiap Akhir Pekan antara Sabtu dan Minggu), Investigasi Selebriti (seperti Acaranya dari TV lain?) yang Hadir Mulai Hari ini di Jam Setelah Dahsyat berakhir, Sejam Setelahnya (10.30 Siang) ada Silet. Kalau di Siang Bolong, ada Berita Umum, yakni Seputar iNews Siang! Untuk Sorenya, Kemungkinan ada Microdrama atau Tidak. Yang di Jam 5.00 Sore, ada Sinetron Aira yang Mulai Hari ini, Kemudian Sinetron-Sinetron lainnya masih ada lho (kayak Mencintai Ipar Sendiri). Buat Penggemar Setia Indonesian Idol, Jangan Lupa, ada Indonesian Idol 2025/26 Showcase yang masih Tayang Setiap Senin hingga Selasa Malam lho. Yang Malam-Malam, Microdrama ada lagi dengan Titel "Microdrama+". Oh Ya, Kalau anda Suka Berita Olahraga teraktual, ada iNews Sport (Malam) bareng Renie Arumsari (Presenter TV Berita Favorit juga) dan Fazilah Khairunnisa yang Memandunya, tapi bisa disaksikan Rerun lewat RCTI (kalau iNews sih pasti Rerun). Kalau Dulu, anda Suka Nonton Seputar Olahraga, Planet Football, Boom Basket dan Raket Mania yang Hadir di era 90an-2000an, sekarang, sudah ada iNews Sport! Oh Ya, Untuk Kuis Berhadiah ada, yakni "Halo RCTI" (Mengingatkan Kita pada Telekuis Pertama Jari Jari yang melegenda) dan Rebut Hadiah Uang Tunai 1/2 Milyar. dan Rencana kedepannya, Akan ada Program Acara Kartun dan Spesial Ramadhan, seperti Kartun/Anime Bleach (yang Biasanya Setiap Sabtu di GTV), Dora the Explorer (dulunya di GTV) tapi versi sebelum 2024, Hafiz Indonesia 2026, dll. Kalau Mau yang Baru tapi Beda, Ayo Saksikan RCTI di Channel Digital Nomor 28!


dan Semoga di 2026 ini, Nama Nadila Saleh di TV One tetap Berkilau karena Memandu Kabar Petang 4x Seminggu(?), MNL yang terus Bersinar di Malam dan RCTI bisa Merajai Stasiun TV (berkat Rebranding tapi Beda) yang mampu Mengalahkan Dominasi Indosiar yang saat ini masih "Penghulu Segala" TV Nasional berkat Official Broadcaster Indonesia Super League 2025/26 dan Sinetron Merangkai Kisah Indonesia.


P/S:
Tadi, Blog Pertama di 2026 yang Bahas 5 Presenter TV Berita terbaik Sepanjang 2025 (baik awal hingga revisi) sudah dihapus total. kan Sekarang, Buat yang Baru.

Minggu, Januari 25, 2026

Bedah 3 Koran di 2026

Selamat Berhari Minggu, Kayaknya sih Kita Buat Blog yang Membahas Koran, tapi yang Kemarin, salah satu Pembahasan di Awal Tahun ini semestinya sudah dihapus Total dan yang lainnya (sebagian besar Sepanjang Tahun ini), Ikut-Ikutan dihapus, Tiada Drama lagi... Yuk Kita Bahas Blog ini...


Tahun 2026 (alias Tahun Kuda Api) bisa dibilang Tahunnya Tiada Koran Edisi Minggu dalam Format Cetak (Kayak Koran Warta Kota dan Surya yang Sama Sama milik Tribun Network) dan Tahunnya Koran-Koran mempertahankan di era Senjakala Media Cetak meskipun Sebagian Besar Media Cetak sudah Mati atau Pindah Haluan Sepenuhnya ke Digital (kayak Koran Sindo sampai Tabloid Bola kayaknya). 3 Koran Favorit Gue sejak dari Kecil, Semestinya masih ada tapi Bertahan di Gempuran Digitalisasi dan Ai untuk Tahun ini, ada Jawa Pos (Sunday Magz) yang dibilang Korannya yang mengadopsi dari Digital (via Website Berita dan Medsos) di Halaman 12, Foto-Foto dari Antara (Kantor Berita Indonesia yang terkenal sejak dulu) yang Lebih "Bergizi", "Berbudaya" dan "Gila" di Rubrik Khusus yang suka Berpetualang, Informasi Seputar Film-Film yang Suka Nonton Film sampai Rubrik-Rubrik lainnya yang Ringan, Koran Kompas yang bikin Agak Laen tapi Ibarat Kembali bernostalgia lewat Edisi "Akhir Pekan" yang Beredar Setiap Sabtu, Edisi Minggu jadi EPaper Sepenuhnya via Website/Aplikasi dan Edisi Senin-Jumat dengan Sedikit Perombakan dan Koran Media Indonesia yang dibilang Menguburkan Edisi Akhir Pekan khusus EPaper saja.


Koran Jawa Pos (Sunday Magz) di 2026

Tampilan Sampul Jawa Pos (Sunday Magz) tahun 2026

Jawa Pos Edisi Minggu (alias Sunday Magz) memang jadi Salah Satu Koran yang Masih Terbit dan bertahan di Hari Minggu (akibat Kehilangan Koran-Koran Edisi Minggu yang Jenama-Jenama lain Kecuali Kompas yang masih Terbit tapi Fokusnya ke Digital dan akibat Disrupsi Digital), kan Lebih Bervariasi untuk Rubrik-Rubriknya tapi Lebih Ringan, Menarik, Menghibur dan Menginspirasi (patungan Soft News yang Kebanyakan Gaya Hidup/Hiburan dan Hard News), Kayak Wisata, Nasional/Internasional, Film, Drama, Home (Lengkap dengan Solusi Griya), Sportainment, Golf, Wawancara Sang Bintang, What's On Social Media, dll. Ini mungkin Kesinambungan dari Edisi Sabtu (alias Weekend Magz) yang Isinya Dominasi Sastra (antara Cerpen, Puisi dan Buku), Ekbis/Finansial, dll. Edisi Minggu saja Hard Newsnya 10-20% dan Ringan-Ringan untuk Sebagian Besar Rubriknya semestinya 80-90%. 

Tampilan Rubrik Wisata dari Jawa Pos (Sunday Magz) 

yang Rubrik Wisata, cuman Isinya Info atau Artikel Wisata-Wisata di 38 Propinsi di Indonesia yang Tampilannya Visual nan Cantik tapi diperkaya Foto-Foto yang dijepret oleh Tim Fotografi Antara (terus menerus?), Sumber dari Pihaknya dan Tim Fotografi Keluarga besar Jawa Pos Media (kayak Jawa Pos Radar Malang, Jawa Pos Radar Bromo, dll.). Foto-Foto Antara dan Konten (Isi) Artikel Wisata di 38 Propinsi Indonesia yang terus menerus di Rubrik Wisata dari salah satu Koran dari Surabaya tersebut Lebih Bergizi, Berbudaya dan Gila. Yang bahas Wisata-Wisata (atau Budaya) di Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat dan Cimahi) dan Kota-Kota Lain di Jawa Barat pun Rutin dimuat terus menerus, Kalau yang bahas Wisata-Wisata/Budaya di Wilayah Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga dan Kendal) dan Kota-Kota lain di Jawa Tengah pun Sama Saja.  yang Tempat-Tempat Wisata di Luar Negeri (Belahan Dunia), pun Kadang ada (kemungkinan diliput sama sebagian kecil Jurnalis-Jurnalis Jawa Pos di Berbagai Negara di Dunia). 

Tampilan Rubrik What's On Social Media di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Sedangkan, Rubrik What's On Social Media (Halaman 12), kan Isinya Berita-Berita Hiburan (dan Non Hiburan tapi Ringan) dan Viral Indonesia/Dunia yang mengadopsi atau diintisari dari Medsos dan Website Berita. Kan Salah Satu Rubrik di Koran ini Lebih "Netizen" tapi Lebih Bergizi juga (dari Rubrik Show-Selebritis yang hadir di Edisi Senin hingga Sabtu). Buktinya, Tulisan Kode "(lai/ai)" Pasti terus menerus tapi mendominan di Rubrik ini. Nah, Kalau anda Mengcopy Berita dari Kompas.com untuk Rubrik tersebut di Jawa Pos Edisi Minggu, itu Salah Besar, yang Benar kayak !nsertlive.com atau dari Berbagai Medsos yang ada. Sedangkan, yang Nasional dan Internasional, kan Fokusnya Hard News. Jadinya Seperti Koran-Koran dari Keluarga Tribun Network yang Isinya Berita-Berita yang mengcopy/mengambil dari Website Berita Digital milik KG Group. 

Tampilan Rubrik Interview Bintang-Bintang di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Oh Ya, ada Juga Interview Bintang-Bintang yang ada di Halaman 12 diatas What's On Social Media. Yang Rubrik Sportainment (Edisi Minggu), Kemungkinan ada Pratinjau Pertandingan-Pertandingan Besar alias Big Match untuk Sepakbola Dunia (seperti Duel Real Madrid vs Barcelona hingga Arsenal vs MU). Sementara itu, yang Rubrik Film isinya Info Seputar Film-Film Baru yang Belum/Sudah Tayang di Bioskop (jika Rubrik Drama tidak ada, Maka diganti sama Info/Jadwal Film Bioskop Jatim kembali Hadir seperti dulu), Rubrik Drama yang Isinya Informasi Seputar Drama Series Baru dari Indonesia dan Dunia dan Satu lagi, yang Suka Musik, ada Rubrik Musik yang Menyajikan Info Seputar Musik di Indonesia dan Dunia juga (dan Kedepannya, Mungkin ada Kolom Top Music Chart di Rubrik Musik dari Jawa Pos Sunday Magz, bisa berasa Kembali bernostalgia). Oh Ya, yang Salah Satu Rubriknya Jawa Pos Sunday Magz yang dulunya ada Sebelum tergusur, adalah Rubrik "Televisi". Kayaknya sih, Rubrik ini isinya Info Seputar Program Acara dari Berbagai TV Nasional lengkap dengan Kolom "Acara TV" yang isinya Bukan Jadwal, melainkan Detail Program Acara TV (semacam Sinopsis). Nama RCTI (kayaknya Besok Kemungkinan ada Rebranding nih) saja mendominasi dan terus menerus memuat Artikel/Infonya tapi Makin Eksklusif banget dan bersaing dengan Metro TV di Koran Media Indonesia dan Kompas TV di Koran Kompas. Sekarang, Sudah tiada lagi sejak April Tahun lalu dan Semoga, Rubrik Televisinya harus dikembalikan semula dan Fokus Memuat Informasi Program-Program Acara 4 Saluran dari TV Kebon Jeruk/Sirih (RCTI, MNC TV, GTV dan iNews) secara terus menerus tapi Eksklusif, Kalau RCTI yang terus menerus di Rubrik ini, Kemungkinan kelak menyaingi Nama Metro TV di Media Indonesia dan Kompas TV di Koran Kompas. Untuk yang Wilayah Jombang dan Mojokerto, 2 Radar dari Jawa Pos yang Edisi Minggu kan semestinya ada, Yakni Radar Mojokerto dan Radar Jombang Edisi Minggu. Yang Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu, Sampulnya Tidak ada Jargon "The Spirit of Majapahit"nya dan Menghadirkan Rubrik Lifestyle di Halaman 1 dan 2, Desa Bisa/Kita di Halaman 7 dan Someone di Halaman 8 (Kayaknya Kemungkinan isinya Profil Tokoh). Sampul Depan dan Belakangnya Koran dari Mojokerto tersebut Kaya Visual dan Lebih Aesthetic. Untuk Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggunya, di Sampulnya masih menggunakan Tulisan "Minggu" dibawah Logo JPR Jombang. Untuk Rubrik-Rubriknya tetap ada, Seperti Kolom Renungan Minggu (Khusus untuk Umat Nasrani) di Halaman 3 dan 4/5 (Kemungkinan), Berita Jombang di Halaman 4/5 (Kemungkinan juga) dan Inspirasi di Halaman 6 (Kayaknya Kemungkinan isinya Profil Tokoh Juga).


Koran Kompas di 2026

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (2026)

Memasuki Tahun 2026, Koran Kompas pun jadi "Agak Laen" tapi bak Nostalgia, kan Serasa Kembali ke Masa Silam. Koran Kompas Hadirkan Edisi "Akhir Pekan" yang Mengawinkan antara Konten-Konten Edisi Minggu yang Dominasi Rubrik-Rubrik Ringan dan Sastra dan Konten-Konten Edisi Sabtu yang Berita Reguler tapi Tulisannya pasti Mendalam. Beredar Setiap Sabtu dan Tebalnya 20 Halaman (sama Seperti Tebalnya Koran Jawa Pos Edisi Minggu yang 12 Halaman Induk + 4 Halaman JPR Mojokerto Minggu + 4 Halaman JPR Jombang). Mulai Edisi Kedua (10/1 lalu), di Sampul Koran Kompas Akhir Pekan bukan lagi Tulisan "Sabtu" Sendiri, tapi menambah Tulisan "Minggu" jadi "Sabtu/Minggu (Tanggal/Bulan/Tahun)", kan Ini Pasti Gabungan gitu. Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut Lebih Bergizi dan Lebih Menginsprasi untuk Rubrik-Rubriknya dan Lebih Menggoda untuk Tampilannya (seperti yang dikatakan Sang Presenter dan Hilmi Faiq di Segmen Obrolan dari Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan di Kompas TV pada 3/1 lalu). Koran ini Semestinya Memecah 2 Seksi tapi Berasa Nostalgia banget (Kembali ke Masa silam juga), Yang Seksi 1 (Halaman 1 hingga 12) adalah Rubrik-Rubrik yang Gaya Hidup hingga Sastra (termasuk Kolom Khusus) yang dulunya ada di Edisi Minggu tapi Pindah total (termasuk yang Hidup Kembali semacam Puisi?), ada Urbana, Kelana (lumayan mirip dengan Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu), Gaya, Karisma, Layar, Lembar (Info Seputar Buku), Experd, Nada, Kenang Rasa, Weekend (isinya Info Hotel dan Resto plus Gaya Hidup lainnya), Desain dan Ruang, Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Puisi (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Seni, Percik, Udar Rasa, Jeda (menyatukan TTS dan Komik) dan Tentunya Kolom Analisis Budaya yang Biasanya Hadir. Yang Baru di Analisis Budaya pastilah Nama Lynda Ibrahim. Kalau yang lain, ada kayak Ariel Heryanto (bukan Ariel Noah/Peterpan) hingga Saras Dewi (juga muncul di Rubrik Halte dari Jawa Pos Weekend Magz (Edisi Sabtu)). 

Tampilan Sampul Seksi 2 di Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (2026)

Sedangkan yang Seksi 2 (Halaman 13 hingga 20) adalah Berita-Berita Reguler/Hard News (Edisi Sabtu) yang dikasih Sentuhan Lebih Relax (tapi Mendalam) dan tidak takut dengan Tanda Kutip dari Berita Harian Reguler (seperti yang dikatan oleh Hilmi Faiq juga di Obrolan Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan pada 3/1 lalu). Rubrik-Rubrik Reguler dari Edisi Senin-Jumat (seperti Ekbis, Polhuk, Internasional, Regional (Campuran Nusantara dan Metropolitan), Humaniora dan Olahraga) isinya Tulisan-Tulisan yang Lebih Relax dari Berbagai Jurnalis-Jurnalis terkemuka dari Koran ini (seperti Iqbal Basyaari hingga Luki Aulia). Tulisan-Tulisan di Rubrik Regulernya Kompas yang Edisi Sabtu, 90% Features. Oh Ya, Yang Kolom Tajuk Rencana, Berita Umum (cuma di Halaman 13), Jadwal Siaran TV (seperti TVRI Nasional, SCTV, Metro TV, Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV (Jakarta), Kompas TV, RTV dan BTV), Nusantara Bertutur (dulunya ada di Edisi Minggu) dan Foto Pekan ini (dulunya ada di Edisi Minggu juga) ada juga lho di Seksi 2. Harga untuk Koran ini adalah Rp. 17.000,-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 18.000,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). dan Bisa diperoleh lewat Agen/Pengecer Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Lewat Semua Lokapasar (kayak Shopee, Tokopedia dan Gerai Kompas Online (yang Beli Langganan 4-12 Edisi saja)). Oh Ya, Tersedia juga lewat EPaper di Kompas.id (selain yang Koran Cetak). Bagi anda yang di Wilayah Pacitan, Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, Jembrana dan Karangasem di Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta dan Prabumulih di Sumsel, Kompas Edisi Akhir Pekan yang Lebih tebal tidak bisa Layani Pengirimannya (sebagaimana di Website Gerai Kompas). dan dipastikan akan jadi The Next "Tabloid Monitor (1986-1990)", "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta Jakarta (1986-1999?)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)" dan "Majalah Hai (1977-2017)" dan nantinya, Kelak Melesat seperti Roket (seperti Koran Kompas Minggu era Sebelum Pindah ke Digital Sepenuhnya ataupun Tabloid Monitor/Citra).

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Minggu tahun 2026 (setelah jadi EPaper Sepenuhnya)

Sejak Adanya Edisi Akhir Pekan di Hari Sabtu (sejak 3/1 lalu), Edisi Minggu pun Agak Laen juga karena sudah Jadi EPaper sepenuhnya (Mengingatkan Kita Pada Koran Media Indonesia Edisi Sabtu-Minggu jadi EPaper pada 2024-25, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya?) dan Bukan dalam versi Cetak sejak 4/1 lalu. Kayaknya, Edisi Minggu pun Isinya Sedikit Sama seperti yang Edisi Senin hingga Jumat, tapi yang Rubrik "Weekend" masih ada dari Edisi Sabtu, Jadwal TV menghilang, Rubrik Opini bertambah banyak jadi 3 Halaman (lebih besar dari yang Edisi Senin hingga Jumat), Mengubur Profil Tokoh yang Sudah jadi Tradisi Saban Minggu (kayaknya mirip dengan Rubrik Inspirasi di Jawa Pos Radar Jombang dan Someone di Jawa Pos Radar Mojokerto) dan Juga Menyisakan 1 Rubrik khas Minggu "Infografik" yang dipertahankan Sejak Bertahun-tahun Sebelumnya. Kalau Mau Akses EPaper yang Edisi Minggu, Harus Buka dulu Website (atau Aplikasi) Kompas.id dan Bisa Lihat Isi-Isinya Kompas Minggu di 2026 yang jadi EPaper Sepenuhnya. Masya Allah, Kenapa Koran Kompas masih Terbit di Minggu? Ga Pa Pa kan, hanya ada di Digital saja lah... Bukan Cuma Edisi Minggunya jadi EPaper Sepenuhnya, tapi yang Sampul Koran Kompas di Semua Edisi (dari Senin hingga Minggu) pun sudah Hapus "QR Code"nya setelah 8 Tahun Berganti Tampilan (kayaknya sekitar Januari 2018 silam). Setelah adanya Perubahan di Edisi Sabtu dan Minggu, ada Perombakan/Perubahan Kecil yang dilakukan oleh Koran ini, ada Karikatur "Joni dan Poni" (bagian dari Opini) yang awalnya di Edisi Sabtu, kini Pindah lebih awal ke Edisi Rabu (Menggantikan Karikatur Utama Rabu yang Tak lagi Hadir), Rubrik "Sudut Pandang" (bagian dari Internasional) yang awalnya di Edisi Minggu, kini Pindah lebih awal ke Edisi Jumat, Kolom Analisis Ekonomi yang Biasanya muncul di Edisi Selasa kini sudah menghilang seketika (kini kemungkinan dialihkan ke Peluang Usaha/Weekly Plan/BaZi di Koran Jawa Pos Edisi Minggu dan KTF di Sebagian Besar Koran-Koran Tribun Network), Kehilangan Rubrik "Geliat Kota" dan "Sawala" (Rubrik Spesial Kebudayaan berdasarkan hasil Diskusi?) yang Sama-Sama hadir di Edisi Jumat (yang Satunya (Geliat Kota) dipindahkan ke Rubrik Desa Kita milik Jawa Pos Radar Mojokerto/Jombang dan yang Satunya lagi (Sawala) dipindahkan juga ke Rubrik Wisata yang Fokus isinya Info Wisata/Budaya di 38 Propinsi di Indonesia milik Jawa Pos Edisi Minggu juga, keduanya Sedikit Mirip?), Sosok/NaPer (Nama dan Peristiwa) yang Bukan lagi dari Senin hingga Sabtu, tapi Tinggal Setiap Senin hingga Jumat dan Tentunya, Beberapa Figur-Figur baru jadi Pekolom di Analisis Politik (seperti Zainal Arifin Mochtar, Nurul Hasfi dan Firman Noor). Ketebalannya (untuk Edisi Senin-Jumat dan Minggu), semestinya tetap 16 Halaman. dan Harganya pun tetap Rp. 12.000.-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 12.500,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). Yang Iklan-Iklannya (kayak Optik Melawai yang serentak dimuat di Koran Jawa Pos) pun masih ada atau tidak ya? aduh... Jangan Baper, kan ini Minim Mungkin... Kayaknya, yang Edisi Senin hingga Sabtu mesti ada Iklan-Iklan Produk berkomersial/bukan (dulu kan Kebanyakan di Masa Silam, tapi kini, sudah Minim gitu karena ada Digitalisasi). Ini Mungkin adalah Gebrakan-Gebrakannya A. Haryo Damardono yang Kini jadi Pemred Koran Kompas sejak awal Mei tahun lalu. Semenjak Beliau jadi Pemred Baru Koran Kompas, Gebrakan dan Inovasinya yang sudah dilakukan dari Tahun lalu, seperti Sisipan Pendidikan Turki yang berformat Tabloid pada 5/6 tahun lalu, Menerbitkan Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman yang Bisa dipreorder pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan "Joni dan Poni", Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang Bisa dipreorder pada Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Jadwal Metro TV yang Menggantikan GTV pada September Tahun lalu, Memperkenalkan "Kompas ONE" yang Memadukan Semua Konten Berita Digital dari KG Group pada September Tahun lalu juga, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khusus Kompas yang Geliat Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia (setebal 40 Halaman) yang Bisa dipreorder pada Oktober Tahun lalu, Menghadirkan Lipsus Masyarakat Adat yang Hadir sejak Pertengahan November Tahun lalu, Mendominasi Pemberitaan Presiden RI Prabowo/Wapres RI Gibran dan Kabinet Merah Putih sejak dari era Pemred Pendahulunya (Sutta Dharmasaputra) (tapi semestinya Berimbang meskipun sejak dari Lahir, Presiden Indonesiannya bergonta-ganti), Mendongkrak lewat Pemberitaan Bencana Alam Besar di Aceh, Sumut dan Sumbar yang terjadi Sejak Akhir Tahun lalu, Menghadirkan Sajian Ekspedisi Kelapa dan Menghadirkan Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas Hutan Sumatra Lenyap dan Langsung jadi Pusat Perhatian semua Netizen. Inovasi yang Saat ini (masih dikuasai A. Haryo Damardono sebagai Pemred), adalah Kehadiran Kompas Professional untuk Sektor Mining.

Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman

Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman

Tabloid Bola Hidup Kembali Lewat Edisi Khusus Seputar Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi 12/12 Tahun lalu (2025)

Yang Paling Berkesan adalah Edisi Khususnya Kompas yang Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia. Tapi dalam Format Tabloid karena Mengembalikan Tabloid Bola yang sudah Mati sejak bertahun-tahun sebelumnya. Kan Saya Ingat gue, pasti dipreorder sampai 2x Selama Periode Pre Order (dari 29 September hingga 21 Oktober Tahun lalu) dan Bisa dapat 2 Tabloidnya (termasuk Bonus Poster?) secara Serentak pada 26 Oktober Tahun lalu (2025), Masya Allah, kenapa kok dapat 2? kan Serasa Nostalgia dan Satu lagi, Djarum Foundation jadi Sponsor Pendukung untuk Edisi Khusus ini (kan keinget Iklan Rok** Djarum Super versi Promosi Siaran Langsung Sepakbola dari Tanah Eropa di akhir 90an/awal 2000an gitu, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Harga untuk Pre Ordernya Tabloid Bola by Kompas adalah Rp. 60.000,- (dapat 1 Bonus Poster) dan Rp. 120.000,- (dapat 2 Bonus Poster dan Bonus Kompas.id hingga 6 Bulan). dan Satu lagi, ada Edisi Jurnalisme Data yang Bahas Hilangnya Hutan Sumatra Beredar pada 12/12 Tahun lalu dan Menjadi Unik, karena dikasih Sampul Khusus yang terbuat dari Kalkir. Kayaknya sih, Koran ini memang "Memasak" dan Langsung jadi Pusat Perhatian Semua Netizen karena Ulahnya sang Pemred Saat ini (A. Haryo Damardono). dan Gebrakan Selanjutnya (untuk Tahun ini), Kemungkinan (Insya Allah) Siap hadir, ada Pemuatan Kolom Jadwal Imsakiyah di Jakarta dan Sekitarnya yang Lengkap dengan Sponsornya (Kayaknya Kemungkinan ada BSI yang kayak Ramadhan Tahun lalu) di Sampul Koran Kompas untuk Sepanjang Bulan Puasa Tahun ini nanti, Menerbitkan Edisi Khusus Lebaran 1447H/2026M yang Bergaya seperti Tabloid Citra atau Nova di Masa Silam (kemungkinan Hidup Kembali kayak Tabloid Bola di Tahun lalu) tapi kemungkinan bisa dipreorder di Februari/Maret nanti, Menerbitkan Edisi Khusus Panduan/Prediksi Piala Dunia 2026 yang Bergaya seperti Tabloid Bola atau Soccer di Masa Silam juga tapi kemungkinan bisa dipreorder di Mei/Juni nanti (ntar bisa Ulangi yang 2025 silam) hingga Liputan Khusus Event Besar Dunia seperti PD dan AG. Semoga Saja, Koran Kompas di 2026 bakal Memasak terus dan bisa Mengulang Memori-Memori di Masa Silam (dulunya Jenama-Jenama yang Saudaranya Kompas masih Beredar sebelum Semuanya Mati).


Koran Media Indonesia di 2026

Tampilan Sampul Koran Media Indonesia Edisi 56 tahun Berkarya (19/1)

Awal Tahun ini jadi Minim (tapi Mapan) bagi Media Indonesia yang Sudah Berusia 56 tahun Berkarya pada 19/1 lalu. Salah Satu Jenama Koran dari MGN tersebut pun Mengubur Edisi Sabtu dan Minggu yang Biasanya dalam Format EPaper Sepenuhnya seperti Beberapa Tahun lalu (seperti yang disebutkan diatas Tadi). Yang Tanggal 3 (atau 10) Januari lalu, Sempat Ada Edisi Sabtunya yang Full EPaper, tapi Sayangnya (Sabtu-Minggu Berikutnya) sudah Tidak ada lagi (kalau ada yang Edisi Sabtu Full EPaper atau tak ada, Ga Pa Pa juga). Sejak Menguburnya Edisi Sabtu dan Minggu (dalam Format Full EPaper?), Koran ini Menyisakan Terbit 5 Hari saja, dari Senin hingga Jumat. Kayaknya ini Kemungkinan akan Bertranformasi ke Dunia Digital berkat "Media Indonesia Digital First". Ya, Konten-Konten Sabtu dan Minggu pun Ikut Pindah lebih awal (seperti Kompas yang Tadi), ada Kolom Tendangan Bebas dari Suryopratomo (Mantan Pemred Kompas era 2000-2008 dan Mantan Dirut Metro TV era 2017-2020) yang Biasanya di Edisi Sabtu, Pindah lebih awal ke Edisi Jumat dan Duo "Tradisi Lisan" dan "Esai Foto" (kayaknya Keduanya Nyaris mirip dengan Kebanyakan Foto-Foto dari Antara sama yang lain dan Artikel Wisata di 38 Propinsi di Indonesia di Rubrik Wisata dari Jawa Pos Edisi Minggu yang terus menerus juga atau Foto Pekan ini milik Koran Kompas Edisi Sabtu) yang awalnya main di Edisi Minggu dan Berpindah ke lebih awal juga ke Edisi Jumat (secara bergantian?). Oh Ya, ada Rubrik Opini bisa sampai 2 Halaman Saja, lebih Banyak (mirip mirip dengan Kompas yang Opininya banyak cuma 2-3 Halaman). Untuk Rubrik-Rubrik lain masih Bertahan! ada Selekta, Politik, Ekbis, Metropolitan, Tanah Air/Nusantara, Humaniora (sama seperti yang Kompas tadi), Olahraga, Seleb (Lengkap dengan On This Day?) dan Info Program Acara Metro TV (lebih mirip dengan Info Program Acara RCTI di Kolom Acara TV milik Jawa Pos Edisi Minggu era 2024-25 silam dan Kompas TV di Koran Kompas era 2012-2017 silam). Oh Ya, Koran Media Indonesia dapat Penghargaan dari Adam Malik Awards 2026 kategori Media Cetak dan Langsung Kalahkan Koran Kompas yang terus mendominasi dari dulu (kecuali 2020 direbut Republika Koran (alm)). Kayaknya ini, Meniru Prestasi Republika Koran tahun 2020 yang waktu itu Kalahkan Kompas ya? Masya Allah, Kok bisa? Hehehe... Ini kan Cuma menyaingi lah... Untuk Rencana Selanjutnya (Insya Allah), Koran Media Indonesia bakal ada Kolom Jadwal Imsakiyah di Jakarta dan Sekitarnya di Sampul Depan pada Ramadhan ini nanti.


Jadi, Koran Jawa Pos yang Sunday Magz itu Lebih Bervariasi, Ringan, Menarik, Menghibur dan Menginspirasi dengan Rubrik-Rubriknya (semacam Wisata yang Isinya Foto-Foto yang dijepret oleh Tim Antara yang terus menerus tapi Lebih Bergizi, Berbudaya dan Gila dan What's On Social Media yang lebih Banyak Berita-Berita Ringan/Hiburan yang mengambilnya dari Website Berita dan Medsos) tapi Beritanya dikasih (lai/ai) terus menerus, Koran Kompas itu Jadi Agak Laen bak Nostalgia meskipun sudah ada Edisi Akhir Pekan yang Mengawinkan Konten-Konten Ringan Edisi Minggu dan Konten-Konten Berita Reguler/Tulisan Mendalam Edisi Sabtu, Edisi Minggu jadi EPaper sepenuhnya dan Terjadi Perombakan/Perubahan Kecil di Sepanjang Tahun ini dan Koran Media Indonesia jadi Minim tapi Mapan karena Menguburkan Edisi Sabtu dan Minggu yang Format EPaper Sepenuhnya juga.


Itulah Tadi Ringkasan Bedah 3 Koran Favorit gue di 2026 yang masih Bertahan di Masa Gempuran Disrupsi Digital, Gempuran Ai dan Eranya Koran Edisi Minggu yang versi Cetak Hilang sebagian-sebagian. Semoga Saja, Ketiganya terus Langgeng di Tahun Kuda Api. 

Sabtu, Januari 24, 2026

16 Memori di 2016 (Update, Revisi)

(Ini Versi Update dan Revisi)

Nah, dari 50 yang didaftar (yang dari Buku Tulis), tapi 16 Saja yang dipilih Gue (dimodifikasi Sedikit dan termasuk yang Saat ini). Ini Dia, 16 Memori yang Paling diingat Gue di 2016 silam (alias 1 Dekade lalu). Ini kan Masih "2026 is The New 2016" yang menggeliat:


01. Piala Eropa 2016 dan Copa America Centenario semestinya digelar serentak pas Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran 1437H/2016M



02. Rio Haryanto jadi Pembalap F1 dari Indonesia yang Pertama


03. Catatan si Boy The Series vs Tuyul dan Mbak Yul Reborn, Achmad Megantara vs Pamela Bowie?


04. Jelajah ke Jogjakarta bareng Papiku dan si Elfan cuma datang ke Jogja Library Center dan Taman Pintar (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya)


05. Tontowi dan Liliyana Raih Emas di Olimpiade di Rio de Janeiro Caba


06. Awal Kemunculan Adriana Adnan (saat itu usianya 21) jadi Presenter Acara HLive di Astro (sekalian Debut Main Drama Series saat itu juga) 


07. Tragedi di Sarinah, Tol Brexit pas Jelang Hari Raya Lebaran, 411 dan 212





08. Cleveland Cavaliers vs Golden State Warriors, Final NBA paling Tegang tapi Asik (Cleveland kalahkan Golden State)


09. Gue Kena Cacar Air di Pertengahan/Akhir Agustus


10. Sunrise Mall Mojokerto Lahir


11. Elizabeth Tan dan Just Duet


12. Duo AmyrAmar (Amyra Rosli dan Amar Baharin) di Puncak Kejayaan dan Bisa Kawin


13. De Fam ke Singapura untuk Manggung (sekitar Juni 2016?) dan Daiyan Trisha nyanyi sama Calvin Jeremy (sekitar Akhir 2016?) 


14. Kisah Upin Ipin yang "Kenapa Tak Elak"


15. Nostalgia Sambil Nonton Iklan-Iklan Lawas era 90an


16. Awal Masuk Kantoran Gue setelah Tinggalkan Sekolah TKS




Saat ini (2026):

01. Adzan Subuhnya Pak Yono di Subuh tapi Nadanya "A" Saat Adzan (Hayya Ala Shola/Falah) sangat tinggi hanya 10-12 Detik saja (semisal di Hari Minggu Subuh?), Melantunkan Syair Abu Nawas (alias I'tiraf) di Musholla Al Amin Setiap hari Jumat setelah Adzan Subuh dan Melantunkan Allahumma Sholli wa Salim Ala (nadanya setara dengan I'tiraf) di Musholla yang Sama Setiap hari Minggu setelah Adzan Subuh (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan yang Sebelumnya)

02. 2 Presenter SPM (alias Selamat Pagi Malaysia) di RTM TV1 Setiap hari Jumat Pakai Baju Melayu untuk Presenter Pria dan Baju Kurung untuk Presenter Perempuan (kalau Pas 17 Ramadhan maupun Pas Hari Raya Lebaran, sama saja) (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan yang Sebelumnya juga)

03. Melantunkan Ya Robbi Sholli Ala Muhammad (nadanya seperti Sepohon Kayu), Ya Rasullulah (nadanya setara dengan Zaman Wis Akhir), Sholatullah (nadanya seperti Lagu Mari Sholawat dari Wali Band?), Ya Nabi Salam Alayka, 4 Marhaban dan Ya Badrotim oleh Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuan di Musholla Setiap hari Jumat waktu Sore (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya juga)

04. Pak Bambang (atau Sabrun) sering jadi Langganan Datang ke Musholla Al Amin Mojokerto untuk Jadi Muazin di Waktu-Waktu Sholat tertentu (yang Subuh diisi Pak Yono?) dan Musholla Al Amin Sedang diperbaiki Besar-besaran (kemungkinan)

05. Gue Kerja di Garasi Print

06. Setelah Sholat Maghrib, di Musholla Babussalam Mojokerto adakan Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib Jelang Isya, tapi cuma sebut "Ramadhan" atau Tidak dan Sekaligus Adzan/Iqomah Isya setelah Pengajian Selesai (Penceramah di Musholla Babussalam Mojokerto sekaligus Merangkap Muazin Isya), Suara Adzan dan Iqomah Isya yang terdengar dari Musholla di Jl. Kedungsari Mojokerto tersebut Khusus Setiap Jumat (setelah Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib berakhir), terdengarnya serasa Keingat seperti di Kawasan Karangwidoro, Dau, Malang saat saya Menginap di Malang (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya)

07. Adriana Adnan saat ini masih Tampil di Drama Series Impiana Karma di Astro

08. Duo Jazmy Juma dan Tracie Sinidol adalah Duta Ramadhan-Lebaran di Kubu MPB di 2026

09. Nadila Saleh masih nongol terus di Kabar Petang di TV One setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu, MNL Bareng Valentinus Resa di Metro TV setiap Senin hingga Jumat Malam dan di Nightline TV3 Setiap hari di Tengah Malam (Waktu KL) ada Liyana Hasannel, Sabrina Zainal, Nadia Azmi, Nurin Razmyn, M. Ahmed Hamdan, Natasha dan ZKOA (Zahir Kelvin Ong Abdullah) yang rutin Nongol secara bergantian

10. Piala Dunia 2026 siap digelar, tapi Persiapannya sedikit Berantakan atau Tidak? 

11. Bakar-Bakaran di Rumah Gue (Kembali?) (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga)

12. Kerjasama Azira Shafinaz dan Daiyan Trisha di Salah satu Drama baru dari Tonton

13. Microdrama/Dracin dan Selebritis Malaysia main Medsos (terutama Rekam IGSnya si Elly Arifin atau Shaffiq Erwin?) 

14. di Radio Best FM pasca Rebranding (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga), Ga ada Iklan Promo Semua Program-Programnya Best FM, tapi yang Promo Acara Radio tinggal Geng Sirah Best Pagi (Saban Jumat) sama Carta Best dan Baru di Best (Keduanya di Akhir Pekan) yang tersisa tapi bertahan

15. di Radio Suara Surabaya (frekuensi 100 FM) ada Informasi Ringkas (alias Flash News) yang terus menerus nongol Setiap hari Setiap Jam tapi Tidak ada Sponsornya dan di SRadio Malang (frekuensi 98,2 FM) semestinya bisa didengar/ditonton via Live Streaming Visual di Website Resminya 

16. Duta Sheila On 7 adalah Duta Simpati dari Telkomsel



Itulah Tadi 16 Memori 2016 yang dipilih dari 50 Memori dari Buku Tulis yang dibuat Beberapa hari lalu (termasuk yang Saat ini). Semoga, Kenangan Kita tetap Ada.



P/S:

Yang Postingan Kemarin, Sempat dibuat dan Semestinya dihapus. dan Satu lagi, yang Postingan Blog pada 14/1 lalu, Ikut dihapus. Akibat Penghapusan 2 Pembahasan Blog Kemarin, Berarti akan dimerger jadi 1 Saja dan dibuat yang Baru, Ok! 


Update (26/1/26):

Postingan ini Akhirnya sudah direvisi dengan Sedikit Perubahan. Yang lainnya (seperti Catatan Seputar Radio sepanjang tahun ini) yang diberi label "Update, Revisi" Ga Boleh dihapus.

Kamis, Januari 22, 2026

Cerita di SSB Hj. Hesti Mojokerto

Kemarin Malam, Gue dan Sekeluarga (Mami dan Papiku, tapi minus si Alma dan si Elfan) pergi Makan Kuliner di SSB (Spesialisnya Soto Boyolali) Hj. Hesti di Mojokerto. Nah, Ini kan Sudah datang ke Sini untuk Pertama Kali bagi gue (kalau kali kedua atau ketiga, belum tahu ya).

SSB Hj. Hesti di Mojokerto

Walaupun Sudah Masuk, Saya Mau Pesan Makanan yang Enak dan Pilih Menunya. Semacam Soto Khas Boyolali yang Bening tapi Segar. Eh, Tunggu, ada Foto-Foto Para Tokoh-Tokoh Besar yang Pernah datang ke Restoran tersebut.

Meja Nomor 8

Walaupun Saya dapatnya Nomor 8, kan Mesti Menikmatinya. Awalnya, kan Memilih Sate Cingur, itu Pasti Ngawur Pilihannya karena tak dibaca, Seharusnya, Kalau Pilih Menu, Harus dibaca dulu dan Akhirnya, Memilih Sate Usus... Oh Ya, yang 1 Botol Le Minerale juga Bisa diambil nih... termasuk yang Sosis Solo sampai Gorengan-Gorengan lainnya.

Wow, ada Soto Boyolali nih...

Soto Boyolali dilahap Gue, Enak deh... Walaupun, Kuahnya kan Sebening Soto-Soto lainnya. Mantap... dan Setelah Puas Makan, Kita Mau Ngantri sama Mamiku di Kasir. di Kasir, ada Banyak Sekali Oleh Oleh khas Kota Boyolali, karena Kalau ke Boyolali Jangan Jauh-Jauh lah, kan serasa seperti di Boyolali. dan Setelahnya, Gue dan Mamiku Kembali ke Mobilnya. Sebelum Naik Kembali Mobilnya, malah Mamiku bilang "Astaghfirullah" kan Hampir mau Tabrak nih... hehehehe... dan Akhirnya, Naik Mobil Mercy nih... 


Itulah Tadi Sekelumit Cerita tentang Makan Malam di SSB Hj. Hesti Mojokerto.

Kamis, Januari 15, 2026

BTS #KamiKembali

Akhirnya, Boyband terbesar di Dunia, BTS kembali bersatu setelah 4-5 tahun Vakum! Kita Tahu, Bahwa Boyband ini Sempat Wamil dan mengeluarkan Beberapa Single Solonya. Ya, Boyband yang Beranggotakan Jungkook, V, Suga, Jimin, RM, Jin dan J-Hope itu sudah Selesai Menjalankan Wamil (alias Wajib Militer). di Tahun ini, BTS siap Rilis Albumnya (Kembali) buat semua ARMY (Nama Fansnya BTS) se Dunia pada 20/3 nanti (bertepatan dengan Malam Sambut Lebaran?). dan Satu lagi, Bakal Menggelar Konser Roadshow di Seluruh Dunia termasuk Indonesia yang kelak dijadwalkan di Akhir Tahun ini. BTS di 2026 "#KamiKembali" dan Semoga bakal jadi Legenda kelak seperti Westlife, NKOTB dan One Direction di Masa silam.