Minggu, September 13, 2026

Romantika AntaraFoto di Rubrik Wisata Jawa Pos (Minggu) dan Jadwal TVRI Nasional di Rubrik Acara Hari ini Koran Kompas (Akhir Pekan) (with Bonus)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Selamat Berhari Minggu alias Harinya Sang Muazin Adzan Subuh di Mushollaku Melantunkan Allahuma Sholli wa Salim ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin yang nadanya sama seperti I'tiraf.

Yang Seminggu Kemarin Bahas Tentang Jadwal TVRI (Nasional) di Koran Kompas (Edisi Akhir Pekan) sudah dihapus, Sekarang Kita Bahas Seputar Media Cetak nih... Gara Gara Penggemarnya TVRI akibat Piala Dunia 2026 yang sukses disiarkan langsung pada Juni-Juli lalu, Rerun Piala Dunia 2026 masih ada, Lihat Semua Presenter-Presenter sampai Pengisi-Pengisi Acaranya LPP TVRI (Nasional/Daerah) yang Pakai Jersey Sepakbola Dunia (baik ditutupi Blazer dan tidak ditutupi Blazer) selama Piala Dunia 2026 berlangsung Kemarin (sebagaimana dari Pembahasan Sebelumnya?), Sering-Sering buat Prompt Foto/Gambar Sebagian Anchor-Anchor Perempuannya TVRI (Nasional dan Daerah, kayak Elsa Sabrina dari Jogjakarta, Garnis Dera dari Jatim, Audra Andari Olinka dari Sumut, Happy Goeritman dari Nasional, Selvia Virginia Elma dari Sulsel hingga Rizkya Amrina dari Sumsel) yang Lepas Blazer dan terlihat sepenuhnya Jersey Tim Sepakbola Dunia sampai Berubah-ubah Latar seperti Iklan Klasik dan Saat ini (sepanjang Agustus-September 2026, baik di Google Gemini/ChatGPT, sekarang Sebagian Besarnya dihapus total dan Tinggal Sisa-Sisanya), Follow Akun Medsos-Medsos Semua dari TVRI Universe (kayak Nasional sampai Daerah gitu), Nempelin Gambar-Gambar Anchornya TVRI dan Stasiun TV lain (kayak Maya Karim dari TVRI Nasional, Almas Azzahra dari TVRI Jogjakarta, Briansyah Dewandri dari TVRI Jatim sampai Venna Kintan dari TV One) di Tembok, Buat Kliping di Buku Tulis yang Ibarat Album Stiker yang Isinya Gambar Semua Anchor-Anchor dari LPP TVRI dan dari Stasiun-Stasiun TV lainnya (termasuk yang lainnya kayak Gambar Jadwal TV dulu dan sekarang?) yang sudah ditempel gue, Jadi Official Broadcaster Asian Games 2026 yang sebentar lagi digelar di Jepang, Jadi Official Broadcaster 2026 u17 FIFA World Cup dan 2027 FIFA Womens World Cup (keduanya kelak digelar 2026-27) dan Habis Potong Rambut yang Gaya Bos TVRI yang Namanya Fiki Satari (mungkin mirip?).

2 dari 8 Mitra Kerjanya Komisi VII di DPR RI (bidang Perindustrian, UMKM, Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Sarana Publik) sejak 2024 (LPP TVRI dan LKBN Antara) pun mengajak 2 Koran Terkemuka dari Indonesia untuk Menghadirkan Pemuatan yang Beda, di Koran Jawa Pos yang berasal dari Surabaya itu menghadirkan Foto-Foto dari Antara Foto yang selalu muncul di Rubrik Wisata yang hadir di Edisi Minggu. Sedangkan, yang Koran Kompas Edisi Akhir Pekan masih Memasang Jadwal TVRI Nasional yang sudah Update di 2026 dibawah Tubagus Fiki Chikara Satari yang saat ini sebagai Dirut TVRI sejak 8/6 lalu. Nah, Mari Kita Simak Perbedaanya Secara Rinci.

Pemuatan foto dari AntaraFoto di rubrik Wisata koran Jawa Pos (Edisi Minggu) dan pemuatan Jadwal TVRI (Nasional) di kolom Acara Hari Ini koran Kompas (Edisi Akhir Pekan) memiliki perbedaan mendasar dari segi fungsi konten, format penyajian, sumber atribusi, hingga estetika tata letak.

Perbedaan Utama Pemuatan Konten

AntaraFoto di Wisata dari Koran Jawa Pos (Sunday Magz) Edisi 23/8/26

AntaraFoto di Wisata dari Koran Jawa Pos (Sunday Magz) Edisi 13/9/26

Foto-Foto dari AntaraFoto di Rubrik Wisata (Jawa Pos Sunday Magz)

Kategori Konten: Jurnalisme Foto / Visual Feature (Menyajikan narasi wisata sejarah dalam bentuk esai foto)
Format & Media: Visual berwarna (full color) (berbagai sudut pengambilan gambar (interior/exterior/detail), dilengkapi caption)
Sumber & Atribusi: Lisensi foto dari Kantor Berita Nasional (AntaraFoto / ANTARA)
Gaya Tata Letak (Layout): Gaya Majalah (Magazine Style) (Penggunaan ruang halaman yang besar, dinamis, dan menonjolkan estetika visual)
Fungsi Utama: Membangun imajinasi ruang, suasana tempat, dan memberikan edukasi sejarah/pariwisata/budaya (storytelling)

Jadwal TVRI Nasional Edisi Piala Dunia 2026 di Acara Hari ini dari Koran Kompas (Akhir Pekan)

Jadwal TVRI Nasional Edisi Pasca Piala Dunia 2026 di Acara Hari ini dari Koran Kompas (Akhir Pekan)

Jadwal TVRI Nasional di Rubrik Acara Hari ini (Kompas Akhir Pekan)

Kategori Konten: Informasi Layanan / Data Utility (Panduan waktu siaran (television listing) bagi pembaca)
Format & Media: Teks vertikal kronologis jam siaran dengan logo stasiun TV (TVRI)
Sumber & Atribusi: Rilis rundown siaran resmi dari Direksi/Manajemen LPP TVRI
Gaya Tata Letak (Layout): Gaya Kolom Minimalis: Efisien ruang, terstruktur dalam kolom khusus jadwal media harian
Fungsi Utama: Memberikan petunjuk jam tayang siaran televisi secara praktis dan presisi (utility information)

Karakteristik Pemuatan Foto AntaraFoto di Jawa Pos (Rubrik Wisata)

  • Pendekatan Narrative-Visual: Foto-foto karya fotografer AntaraFoto disusun mendampingi artikel tempat-tempat Wisata dari Penjuru Indonesia. Foto menggambarkan Pemandangan, Wajah Baru Desa/Kota hingga Budaya, serta aktivitas pengunjung.

  • Penggunaan Kantor Berita: Jawa Pos memanfaatkan jaringan kantor berita AntaraFoto untuk melengkapi liputan mendalam edisi Minggu, di mana kredit atribusi (FOTO: ANTARA FOTO) dicantumkan dengan jelas pada setiap foto/caption.

  • Orientasi Pembaca Akhir Pekan: Rubrik Wisata didesain santai, kaya visual, dan berfokus pada pengalaman eksplorasi tempat (leisure travel reading).

Karakteristik Pemuatan Jadwal TVRI di Kompas (Edisi 2026 (era Tubagus Fiki Chikara Satari jadi Dirut))

  • Dinamika Program Era 2026: Menampilkan jajaran siaran TVRI Nasional pada tahun 2026 di bawah kepemimpinan LPP TVRI yang baru (sejak 8 Juni lalu). Terlihat penekanan kuat pada hak siar tayangan olahraga internasional besar seperti Piala Dunia 2026 yang sudah jadi Official Broadcaster untuk Indonesia (siaran langsung pertandingan Brasil vs Haiti, Belanda vs Swedia, Semarak/Festival Bola Gembira 2026, Talkshow Spesial Bola Gembira 2026 (Jelang dan Pasca Pertandingan)Jurnal Piala Dunia 2026, VAR, Awas Sleding Tekel!, Bola +62).

  • Keseimbangan Program Publik: Tetap mempertahankan identitas LPP TVRI melalui program berita (Klik Indonesia Pagi/Petang/Malam, Berita Siang, Daerah Hari ini (seperti Jatim Hari ini di TVRI Jatim) dan Dunia Dalam Berita), edukasi anak (Belajar Bersama, Bermain Matematika, Mari Menggambar), serta ragam hiburan dan kebudayaan (Pesona Indonesia, Generasi Dangdut, Bangga Buatan Indonesia, TVRI Klasik).

  • Format Ringkas dan Fungsional: Disusun tegak lurus dengan huruf yang bersih untuk memudahkan pembaca menavigasi jadwal acara favorit sepanjang hari.

Kesimpulan dari pemuatan foto-foto AntaraFoto di rubrik Wisata Jawa Pos Sunday Magz dan pemuatan jadwal siaran TVRI Nasional (terbaru 2026) di kolom Acara Hari Ini Kompas Akhir Pekan terletak pada perbedaan fungsi media massa dalam menyajikan konten bagi pembaca edisi akhir pekan:

  • Rubrik Wisata Jawa Pos (Sunday Magz) berfungsi sebagai sajian jurnalisme visual dan esai sejarah yang mendalam (feature story), di mana pemuatan foto-foto dari AntaraFoto digunakan untuk memperkuat narasi perjalanan, menghidupkan suasana tempat bersejarah (seperti Rumah Sejarah Rengasdengklok), serta memperkaya estetika majalah akhir pekan agar pembaca dapat menikmati pengalaman wisata secara imajinatif.

  • Kolom Acara Hari Ini Kompas Akhir Pekan berfungsi sebagai informasi layanan publik atau utilitas praktis (service journalism), di mana pemuatan jadwal harian TVRI Nasional disusun secara kronologis dan ringkas untuk menjadi panduan waktu bagi penonton televisi yang ingin memantau program siaran—mulai dari program edukasi, berita, hingga liputan khusus acara olahraga besar tahun 2026 seperti Piala Dunia.

Secara keseluruhan, kedua pemuatan ini mewakili dua bentuk konten cetak akhir pekan yang berbeda namun saling melengkapi: satu berfokus pada eksplorasi estetika dan narasi budaya/sejarah, sementara yang lain berfokus pada ketepatan informasi dan panduan praktis aktivitas harian.

Itulah Tadi Ringkasan Seputar Pemuatan Foto-Foto dari AntaraFoto di Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos Edisi Minggu dan Jadwal Siaran TVRI (Nasional) di Rubrik Acara Hari ini dari Koran Kompas Edisi Akhir Pekan (Sabtu/Minggu), Semoga Bermanfaat buat Pembaca Setianya.

Bonus :

Mengenal Lebih Dekat Komisi VII DPR RI (2024-2029)

A: Apa Itu Komisi VII DPR RI?

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) adalah salah satu alat kelengkapan dewan yang bersifat tetap yang membidangi sektor ekonomi riil, kreatif, industri, hingga sarana publikasi.

B. Bidang Apa Saja dari Komisi VII DPR RI sejak Oktober 2024?

Sejak Oktober 2024 (seiring dengan dimulainya periode keanggotaan DPR RI 2024–2029 dan penataan ulang nomenklatur kementerian di era pemerintahan baru), terjadi pergeseran signifikan pada cakupan tugas atau ruang lingkup Komisi VII. Jika pada periode sebelumnya komisi ini lekat dengan isu energi, pertambangan, riset, dan teknologi (yang kini sebagian besar pindah ke Komisi XII), sejak Oktober 2024 Komisi VII fokus membidangi sektor perindustrian, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, dan sarana publikasi.

C. Ruang Lingkup Apa dari Komisi VII DPR RI sejak Oktober 2024?

Berdasarkan penetapan resmi DPR RI, berikut adalah rangkuman bidang cakupan beserta mitra kerja di bawah pengawasan Komisi VII:

  1. Perindustrian

    • Mitra Kerja: Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

    • Fokus isu: Pengawasan sektor manufaktur, hilirisasi industri non-tambang, perlindungan industri dalam negeri, serta penanganan persoalan strategis sektor industri (seperti penyelamatan pabrik/perusahaan tekstil yang mengalami masalah kepailitan).

  2. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

    • Mitra Kerja: Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM).

    • Fokus isu: Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, digitalisasi usaha kecil, serta pengembangan kapasitas produk lokal.

  3. Pariwisata

    • Mitra Kerja: Kementerian Pariwisata.

    • Fokus isu: Pemulihan dan pengembangan destinasi pariwisata nasional, peningkatan infrastruktur wisata, promosi pariwisata, serta menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian lingkungan.

  4. Ekonomi Kreatif

    • Mitra Kerja: Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif serta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda).

    • Fokus isu: Pengembangan subsektor parekraf (mulai dari gim, fesyen, kriya, kuliner, hingga seni pertunjukan) dan hak kekayaan intelektual pelaku industri kreatif.

  5. Sarana Publikasi (Media & Penyiaran Publik)

    • Mitra Kerja:

      • Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI)

      • Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI)

      • Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara

    • Fokus isu: Pengawasan terhadap fungsi informasi publik, independensi media penyiaran negara, serta pemerataan akses informasi bagi masyarakat luas.

D. Berapa Jumlah Anggota-Anggota Komisi VII DPR RI sejak 2024?

Jumlahnya adalah 44 Orang.

E. Siapa Sajakah Anggota-Anggota Komisi VII DPR RI sejak 2024?

Ketua: Saleh Partaonan Daulay (PAN)
Wakil Ketua 1: Lamhot Sinaga (Partai Golkar)
Wakil Ketua 2: Evita Nursanty (PDIP)
Wakil Ketua 3: Chusnunia Chalim (PKB)
Wakil Ketua 4: Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Partai Gerindra)

Anggota:
PDIP : Putra Nababan, Maria Lestari, Novita Hardini, Bane Raja Manalu dan Nila Yani Hardiyanti
Partai Golkar: Andhika Satya W., Mujakkir Zuhri, Ilham Permana, Rui Yohanes, Rycko Menoza Sjachroedin Zainal Pagaralam, Beniyanto dan Teuku Zulkarnaini Ampon Bang
Partai Gerindra: Azikin Solthan, Kardaya Warnika, Bambang Haryo Soekartono, Ma'ruf Mubarok dan Hj. Rahmawati
Partai NasDem: Erna Sari Dewi, H. Achmad Daeng Sere, Arjuna Sakir, Rico Sia dan Tonny Tesar
PKB: Kaisar Abu Hanifah, Siti Mukaromah dan Eva Monalisa
PKS: Tifatul Sembiring, Rofik Hananto dan Izzuddin Alqassam Kasuba
PAN: Muhammad Hatta dan Arizal Tom Liwafa
Partai Demokrat: Dina Lorenza Audria, Iman Adinugraha dan Muhammad Zulfikar Suhardi

Sumber : Google Gemini, Wikipedia, Jawa Pos (Sunday Magz) dan Kompas (Akhir Pekan)

Selasa, September 08, 2026

Ngantuk Berterusan

Sejak dari Kemarin, Gue jadi Ngantuk terus menerus. Gara Gara Sempat Tidur dan Bangun Tidur di Jam Tengah Malam atau Dinihari, Masya Allah... Kenapa sih? ini Akibatnya... dan Semestinya, Harus Tidur Cukup tanpa takut Ngantuk terus atau tidak. Walaupun, Gue yang sudah terbangun di Jam Tengah Malam, terpaksa melakukan Nonton Bola sampai Melakukan ngePrompt di Laptopku... Ya, Itulah Namanya Suka Mengantuk. Jangan lupa, Harus Tidur Secepatnya di Malam karena gue jadi Ngantuk mulu...

Senin, September 07, 2026

Soto Daging yang Semakin Enak

Kemarin, Hari Minggu Makannya Soto Daging (belum Tahu Nama Belakangnya, Lupa). Kan bisa Nikmati Bagi Semua Keluarga. Gue Melahapnya tapi ada Nasinya gitu, Lengkap dengan Sambal, Kecap dan dikasih Jeruk Nipis segala. Setelah Lahap, Jadi Enak Sotonya. Bukan Hanya di Pagi hari, Tapi di Waktu Siang, Juga Makan yang Sama... dan Semestinya Tidak dikasih Kecap gitu... Hehehe...

Jumat, September 04, 2026

Lirik Lagu Jamal Mirdad - Jamilah

Du-duh, aduh, JamilahGadis ayu anak Pak LurahAduh, manisnya
Dia pandai berdandanDia cantik sekaliDia juga pandai mengaji
Du-duh, aduh, JamilahTiap pagi pergi ke kaliRajin sekali
Lewat depan rumahkuKutegur dia maluSambil menunduk dia tersipu
Ya, Jamilah (Jamilah, Jamilah)Kau gadis ayu (Jamilah gadis ayu)Ya, Jamilah (Jamilah, Jamilah)Engkau kutunggu
Ah, aku mau MelamarmuBulan depan kita ke penghulu
Du-duh, aduh, JamilahAbang sungguh tak sabar menungguHatiku rindu
Senyum manis bibirmuYang menggoda hatikuHatiku rindu, rindu padamu
Ya, Jamilah (Jamilah, Jamilah)Kau gadis ayu (Jamilah gadis ayu)Ya, Jamilah (Jamilah, Jamilah)Engkau kutunggu
Ah, aku mau MelamarmuBulan depan kita ke penghulu
Ya, Jamilah (Jamilah, Jamilah)Kau gadis ayu (Jamilah gadis ayu)Ya, Jamilah (Jamilah, Jamilah)Engkau kutunggu
Ah, aku mau MelamarmuBulan depan kita ke penghulu
Bulan depan kita ke penghuluJamilah




Kamis, September 03, 2026

Pak Bambang oh Pak Bambang

Baru-Baru ini, Mushollaku (Al Amin), Pak Bambang sering jadi Muazin Adzan terus menerus (Saban hari), kan terutama tugasnya jadi Muazin di Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Yang Waktu Subuhnya, Bukanlah Pak Bambang yang Melakukannya, melainkan Pak Jon atau A. Latif. Semestinya, yang Waktu Jumatnya itu, Subuh Muazinnya Pak Jon, Ashar mesti ada Pak Bambang jadi Muazinnya, Maghribnya masih Pak Bambang dan Isyanya masih Pak Bambang juga. Yang Akhir Pekan, Pak Jon masih Muazin Subuh, Dzuhur mesti Gonta Ganti sang Muazin (kadang Pak Bambang, kadang Pak Sabron), Asharnya tetaplah Pak Bambang, Maghribnya kadang Pak Jon atau Pak Bambang dan Isyanya kadang Pak Bambang atau lainnya. Yang Waktu Hari Minggu, Pak Bambang terus menerus jadi Muazin Adzan di Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya, tapi Minggu Subuhnya Pak Jon jadi Muazinnya. Wah Wah... Waktu Maghrib/Isya (kemungkinan tergantung Jadwalnya), Pak Bambang memang Jadi Muazinnya Setiap hari... Walaupun gue ke Mushollaku (terutama di Jumat), kan Semestinya Ikut Pujiannya Pak Bambang dan Layak seperti Backing Vocal dan Saya Beriqomah untuk Menggantikan Pak Bambang (terutama di Jumat Juga). Yang Waktu Jumat Subuhnya, Setelah Pak Jon Lantunkan I'tiraf 3x dan Iqomah Subuh, Waktu Sholat Subuh dilakukan, Imam Subuh semestinya Sering Baca Surah Al Ghasyiyah (atau Al Ala) di Rakaat Pertama dan Surah Al Jumuah (atau At Takatsur) di Rakaat Kedua. Yang Sering Baca Al Ala dan At Takatsur di Jumat, kan bisa bisa terus menerus, Ga Pa Pa. Yang Waktu Jumat Sore setelah Asharnya, Kan Bocil-Bocil melakukan Sholawatan. Yang Lantunannya Ya Robbi Sholli Ala Muhammad (nadanya sama seperti Sepohon Kayu) dari Bocil-Bocilnya Musholla Al Amin, Durasinya kan Agak Panjang yakni lebih dari 5-6 menit (kemungkinan Sebagaimana dari Pembahasan Sebelumnya?), Gila kan... Masya Allah... dan Waktu Jumat Malam Sabtunya (atau Jumat Setelah Maghrib), Kemungkinan ada Pengajian Rutin yang Bahas Tafsir Al Baqarah terus menerus (kemungkinan Sebagaimana dari Pembahasan Sebelumnya?). Tapi, Kalau tidak ada Pengajian Rutin di Mushollaku, ga pa pa... Ok Kan... Yang Hari Sabtu-Minggu, Subuhnya Pak Jon Melantunkan Antasalam Sampai 5-6x setelah Adzan Subuh (Saban Sabtu) dan Melantunkan Allahumma Sholli wa Salim ala Sayyidina wa Maulana Muhamaddin (nadanya sama seperti I'tiraf) Sampai 3x setelah Adzan Subuh (Saban Minggu), Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya, Pak Bambang jadi Muazin Adzan 4x Sehari terus menerus! Masya Allah, tapi harus bergantian dengan Muazin-Muazin lain di Musholla ini, Masya Allah... 


Rabu, September 02, 2026

Gangguan Internet Terjadi (lagi) di Markas Gue

Tadi, Tengah Malam (setelah gue Bangun tidur), di Markasku ada Gangguan Internet yang Wifi (MyRepublic) setelah 9 Bulan Pasang. Masya Allah, yang di Laptopnya masih "No Internet Secured" dan di Smartphone memunculkan teks "Tidak ada Internet". Aduh, Internet di Markas gue Jadi Gangguan yang Lumayan besar... tapi kan Masih Belum Bayar atau Bagaimana? Walaupun ada Gangguan ini, mengingatkan kita pada Desember Tahun lalu dan Februari lalu, Dimana, Markasku sedang terjadi Gangguan Internet membesar. Saya Rasa Kalau ada Terjadi Gangguan ini, Jangan Parah-Parah, bersifat Sementara. Nah, Kita Harus Wait and See dulu. Jika Kelamaan, Kita Ganti yang Alternatif saja, bisa HotSpot, bisa Kuota Internet dengan Cukup (tapi jangan Habis Kuota lho). dan Semoga, Gangguan Internet akan teratasi dan Kembali mengakses Internet seperti dulu, Insya Allah...

Selasa, September 01, 2026

Gus Kikin jadi Ketua PBNU Baru

Kemarin, di Muktamar NU ke 35 yang digelar di Jombang, KH. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin dinyatakan Resmi jadi Ketua PBNU baru menggantikan Gus Yahya (KH, Yahya Cholil Staquf). Kenapa? Karena Pemimpin NU baru itu Membawa Semangat Kemajuan Islam bagi Kaum Nahdliyin se Indonesia. Sosok asal Jombang ini bukan Semata-Mata membangun Islam yang Berahmatan Lilalamin, tapi Satu Tujuan untuk Membawa Visi Misi NU di Masa depan. Bicara Soal Gus Kikin, Memang asli Orang Jombang dan dikenal sebagau Ulama yang memiliki Garis keturunan kuat dari Para Ulama besar sekaligus Perjalanan Hidup yang Kaya Pengalaman lho... berawal dari Mengemban amanah sebagai Pengasuh Ponpes terkenal dari Jombang (Tebuireng), Sosok ini pasti Melanjutkan Perjuangan Mendiang KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Gus Kikin merupakan Putra dari Mendiang KH. Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum. dari Jalur sang Ibu, Nasabnya tersambung langsung kepada Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari melalui sang Nenek, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim (Putri Sulung Kiai Hasyim) yang menikah dengan ahli falak terkemuka asal Gresik, KH. Ma'shum Ali. Sementara yang dari Jalur sang Ayah, nasab Beliau terkoneksi kepada KH. Anwar bin Alwi, Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang Jombang. Dari Garis ini, Gus Kikin juga merupakan adik Sepupu dari Pengasuh Ponpes HM Lirboyo, KH. Anwar Manshur.

Gus Kikin dilahirkan di Jombang, Merupakan Putra ke 8 dari 11 Orang Bersaudara. Mengawali Pendidikan dasar di MI Parimono Jombang (1963-1970) sambil mengenyam Pendidikan Pesantren di Pesantren Seblak. Kemudian menamatkan Pendidikan Menengah di SMP 1 Jombang (1971-1973) dan SMA Jombang (1974-1977). Usai Menyelesaikan Pendidikan Menengah, dia Memilih jalur Pendidikan yang Cukup Unik bagi seorang santri, Yakni Menempuh Studi di Jakarta pada 1975 hingga 1979. Sempat jadi Orang dibalik Dunia Bahari dan Meniti Karir di BUMN Pelayaran. Lalu, Meninggalkan BUMN tersebut pada 1992 dan Pada 2013 sempat juga menempuh Pendidikan Jurusan Komunikasi di UT untuk Mendukung Perintisan Usaha Media TV. dan Sekembalinya Gus Kikin ke Kota Kelahirannya (Jombang), Beliau Amanah Mengasuh Tebuireng bermula saat diminta Langsung oleh Gus Sholah pada Januari 2016 silam untuk jadi Wakil Pengasuh dan Bersiap menghadapi Suksesi Kepemimpinan. dan Akhirnya, menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang.

Gus Kikin tetap Setia untuk Semua Kaum Nahdliyin se Jawa Timur dan se Indonesia. Selamat Bertugas Gus Kikin sebagai Ketua PBNU sampai 2031!