Oktober Tahun lalu (2025), Kali Terakhir Bahas Google Gemini (hingga 2x). dan Sepanjang Tahun ini, pun Sempat ada tapi malah dihapus. Nah, Mari Kita Bahas Kembali seputar Google Gemini.
Beberapa Hari lalu, Aku Sudah Belikan Paket "Plus" dari Google Gemini yang dianggap Harganya begitu Murah karena dibayar Pakai GoPay dengan Uang Sebanyak Mungkin (kalau Tak Cukup Uangnya, harus boleh Tambah dari Bank (atau menyiapkan Cadangan yang Saldo dari Kartu Debit/Kredit), Hemat lho Jangan ada Pemborosan) dan Pasca Pembelian Paket Plus, semestinya harus Rutin ngePrompt Foto/Video yang lebih Banyak dan terus menerus (tanpa ada Penolakan, kalau ada Penolakan, ya Gagal jadinya) dan tidak akan Membatalkan Langganan asalkan harus diperpanjang ketika Masuknya Pertengahan Ramadhan ini Kelak. dan Nantinya (Insya Allah), kalau Saat Masuknya Ramadhan (kemungkinan Pertengahan), kan harus Bayar lagi tapi Uangnya Harus Cukup (baik GoPay atau Kartu Debit/Kredit), Jika Uang Saya tak Cukup, Mending Tambah Uang dari Bank (kalau mau Tambah Uang lagi ke Aplikasi Bank, haruslah Menunggu Invoice dulu Saban Bulan). Nah, Kenapa Anda Suka Paket Plus dari Google Gemini yang dibilang Akses Lebih Besar dari Paket Gratis (atau Reguler)? Apakah ini Biayanya Murah Sekali? Nah, Mari Kita Simak Penjelasan/Ringkasan Google Gemini Plus yang Berdasarkan dari ChatGPT (Kemungkinan Sedikit Modifikasi pada Teks ini):
Paket “PLUS” dari Google Gemini (sering disebut juga Google AI Plus) adalah langganan berbayar yang memberikan akses lebih ke kemampuan AI Google, khususnya Gemini, dengan fitur dan manfaat lebih dibanding versi gratis — tetapi dengan harga dan fitur di bawah paket premium yang lebih mahal seperti AI PRO atau AI Ultra.
A. Apa itu Paket PLUS / Google AI Plus
Google AI Plus adalah langganan AI tingkat menengah yang dirancang agar pengguna biasa bisa mendapatkan manfaat AI canggih tanpa harus berlangganan paket premium mahal.
B. Fitur Utama Paket PLUS
Berikut ringkasan fitur yang biasanya termasuk dalam paket ini:
1. Akses ke model Gemini yang lebih kuat
Kamu mendapatkan akses ke model Gemini 3 (PRO/Flash) yang lebih canggih dibanding versi gratis.
2. Fitur AI tambahan
Termasuk kemampuan seperti:
Deep Research untuk pertanyaan kompleks
Nano Banana Pro untuk pembuatan gambar AI
Veo (3.1)/Flow untuk pembuatan video (dengan batasan tertentu)
NotebookLM untuk riset & ringkasan dokumen lebih lanjut
3. Integrasi dengan Google Workspace
Gemini terhubung langsung ke aplikasi seperti Gmail, Docs, Sheets, Drive, jadi AI bisa bantu menyusun email, ringkas dokumen, atau bantu kerja sehari-hari lain.
4. Penyimpanan Cloud
Biasanya termasuk 200 GB penyimpanan Google One yang bisa digunakan untuk foto, file, email, dan lainnya.
5. Konten Kreatif & AI Credits
Beberapa wilayah memberikan AI credits bulanan untuk menciptakan video atau konten dengan alat AI (Flow & Whisk).
6. Bisa dibagikan ke keluarga
Di sejumlah negara, fitur dan penyimpanan bisa dibagikan hingga beberapa anggota keluarga tanpa biaya tambahan.
C. Harga & Posisi Paket
Paket PLUS dirancang lebih murah daripada paket premium seperti AI Pro/Ultra, sehingga cocok buat pengguna yang ingin AI kuat tanpa biaya tinggi. Di banyak wilayah harga promonya cukup terjangkau (mis. sekitar IDR 37.500–75.000/bulan di Indonesia, atau setara ~$5–8 di negara lain). ditambah Biaya Rp. 8.250,- (PPN).
Intinya:Paket PLUS dari Google Gemini adalah langkah tengah antara versi gratis dan paket premium, memberikan akses ke fitur AI lanjutan, tools kreatif, penyimpanan cloud, dan integrasi cerdas ke aplikasi Google, dengan harga yang lebih ramah.
Itu Tadi Ringkasan tentang Paket "Plus" dari Google Gemini, Semoga Semua Bermanfaat buat Semua Penggemar Gemini.
Mulai Hari ini, Lomba Nyanyi (sekaligus Talent Show) Terbesar di Indonesia, Indonesian Idol 2025/26 resmi Memulai Pertarungan Spektakuler Show. Setelah Berpekan-Pekan Memilih Calon-Calon Peserta Final melalui Episode-Episode Spesial Audisi hingga ke Final Showcase, Kini Waktunya untuk Mencari Juara lewat Spektakuler Show. Ini Dia, 15 Peserta di Indonesian Idol Edisi 2025/26:
01. Ahmad Aditya Prayoga (Praditya) (Bone)
02. Andi Muhammad Dandi Panjawi (Dandy Panjawi) (Makassar)
Tiba-Tiba, ada Salah satu Peserta dari Kota Gue (Mojokerto), pastilah Rio Lahskart yang dilahirkan di Mojokerto 26 tahun Silam dan Pernah Berpengalaman Sebagai Penyanyi di Pesta Pernikahan di Berbagai Kota dan Kabupaten di Jatim (termasuk Mojokerto). dan Semoga, Orang tersebut Bakal Tembus Top 3 (atau Grand Final) kelak dan Ikuti Jejak nama Tiara Andini (Peserta Indonesian Idol 2019/20 dari Jember) yang Sudah Masuk Grand Final (bersama Lyodra Ginting dari Medan) dan Valen (Peserta DA7 dari Pamekasan) yang juga Sudah Masuk Final (bersama Tasya dari Tangerang Selatan). Sedangkan, Yang Satunya, Salah satu Peserta Perempuan dari Kota Ngalam (alias Malang) yang Namanya Arrcely. Nama Arrcely saja Semestinya adalah Gadis Kampus gitu Yang Mengikuti Lomba tersebut (tapi Ikut Jejak nama Keisya?) dan Kemungkinan, diprediksi Tembus Top 3 (Semoga). Yang mau Masuk Grand Final (atau Top 3), Kita Kawal Dukung Rio atau Arrcely.
Jangan Lupa, Nantikan Konsernya Mulai Hari ini Jam 9.15 Malam (Kemungkinan). Cuma ada di RCTI. Saksikanlah Indonesian Idol 2025/26, Sinetron Aira dan Lainnya Hanya ada di RCTI melalui Channel Digital 41 UHF (Surabaya Raya) dan Nomor LCN 28.
Selamat Pagi di Hari Minggu, Kan Mulai Besok (2/2), Koran Kompasnya Tidak usah dipesan/kirim dulu (dari Agen Koran) ke Markas gue, Karena demi Pengehematan Uang untuk gue tapi Fokusnya ke Jawa Pos (7x Seminggu) dan Kompas yang Edisi Sabtu saja. Nah, Mari Kita Bahas Seputar Koran-Koran ya. Kalau yang Pembahasan-Pembahsan Koran sebelumnya yang Sepanjang 2025-26, sering sering dihapus dan Akhirnya, Kita Buat Pembahasan Tentang Dunia Koran (kembali). Let's Go...
di Tahun 2026 adalah Tahunnya Koran-Koran Indonesia masih ada di era Gempuran Digitalisasi (dan AI kayaknya), yang Mengakibatkan Kehilangan Semua jenama Media Cetak (dulunya ada di Pasaran di Masa Silam) dan Edisi Minggunya tidak ada dimana-mana (Semisal Koran Sriwijaya Post, Tribun Sumsel, Surya dan Warta Kota yang Sama Sama milik Tribun Nerwork), ditambah, Media Indonesia (Koran Favorit gue) yang kini menguburkan Edisi Sabtu-Minggu dalam Format Analog dan Digital sepenuhnya. Jadi, Apa yang Terjadi? Masya Allah, Pasti Bertahan untuk Koran-Koran kita yang masih dilanda Gempuran era Digitalisasi.
di Koran Jawa Pos (Koran Favorit gue juga), Setiap Minggu ada Rubrik Wisata (Kembali Setelah 4-5 tahun terakhir sejak Maret 2025 silam) yang Isinya Artikel Info Wisata di 38 Propinsi Indonesia yang diperkaya Foto-Foto dari Tim LKBN Antara dan Sumber Lainnya (mungkin Termasuk Tim Jurnalis dari Keluarga Jawa Pos Media (seperti Jawa Pos Radar Mojokerto)). Sedangkan di Koran Kompas (Koran Favorit gue juga), Edisi Akhir Pekan jadi Referensi Paling Seru tapi Lebih Bergizi, Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur, Mencerdaskan dan Menggoda buat Pembaca-Pembaca Loyal yang Menjadi Teman di (Waktu) Akhir Pekan, tapi Nantinya bakal siap Melejit Oplahnya seperti di Masa Silam. Marilah Kita Bahas Satu per Satu.
Foto-Foto "Antara" dan Berbagai Sumber Foto Lainnya di Wisata Jawa Pos (Sunday Magz)
Tampilan Rubrik Wisata di Jawa Pos (Sunday Magz)
Rubrik "Wisata" di Koran Jawa Pos yang Rutin Nongol Setiap hari Minggu, Isinya Info Wisata dari 38 Propinsi di Indonesia yang Terus Menerus, tapi didominasi Foto-Foto dari Tim Antara dan Berbagai Sumber Foto lainnya. Tampilannya lebih Visual antara Foto dan Artikelnya yang Lebih Unik. Foto-Foto "Antara" yang dimuat di Rubrik Wisata dari Koran yang kini Berjargon "Koran-Online-Televisi" tersebut jadi Semakin Gila dan Lebih "Bergizi". Kayaknya sih, Masih Isnya Memuat Info Wisata di Bandung Raya dan Semarang Raya yang Terus Menerus sih? Nah, Buktinya, ada Penyebutan Nama Jawa Pos Radar Semarang apabila Memuat Info Wisata dari Semarang Raya (kemungkinan dimuat di Edisi Hari ini). di Edisi Sepekan Sebelumnya (25/1), ada Info Salah Satu Wisata di Bandung Raya, tapi ada Budaya Sundanya. Karena, Rubrik ini sarat dengan Seni dan Budayanya (termasuk Keunikan, Tradisi dan Warisannya) untuk yang Suka Berwisata di Indonesia, apalagi ini Pembahasan Ekstra (tapi Sampingan) atau Tidak (terserah deh). Wisata di Jawa Pos yang dimuat Setiap Minggu, lebih Mirip dengan Rubrik "Sawala" milik Koran Kompas yang dulunya hadir Setiap hari Jumat di Akhir Tahun lalu (Oktober-Desember 2025) tapi Berkolaborasi sama Kemenbud RI, Rubrik "Geliat Kota" dari Koran yang Sama yang dulunya hadir di Edisi yang sama (Jumat) sebelum digusur Tahun ini (kemungkinan), Rubrik "Tradisi Lisan" dari Media Indonesia yang kini pindah ke Jumat dan Rubrik "Esai Foto" dari Koran yang sama yang kini pindah juga ke Jumat.
Kompas Akhir Pekan kelak Melejit
Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (3/1/26)
Sejak Sebulan lalu (3/1), Koran Kompas Hadirkan Edisi "Akhir Pekan" yang dianggap Kemasan Baru bagi Edisi Sabtu-Minggu yang Mengawinkan antara Konten-Konten Edisi Minggu yang Dominasi Rubrik-Rubrik Ringan/Sastra dan Konten-Konten Edisi Sabtu yang Berita Reguler tapi Tulisannya pasti lebih Mendalam. Ini Mungkin Koran Kompasnya masih "Memasak" sejak adanya Edisi 12/12 Tahun lalu (2025). Beredar Setiap Sabtu dan Tebalnya 20 Halaman (sama Seperti Tebalnya Koran Jawa Pos Edisi Minggu yang 12 Halaman Induk + 4 Halaman JPR Mojokerto Minggu + 4 Halaman JPR Jombang). Mulai Edisi Kedua (10/1 lalu), di Sampul Koran Kompas Akhir Pekan bukan lagi Tulisan "Sabtu" Sendiri, tapi menambah Tulisan "Minggu" jadi "Sabtu/Minggu (Tanggal/Bulan/Tahun)", kan Ini Pasti Gabungan gitu. Oh Ya, ada Juga Tulisan "Ikuti Perkembangan Berita Pemberitaan besok di Kompas.id dan e-paper Kompas edisi Minggu" di sudut kiri bawah Sampul. Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut Lebih Bergizi, Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur, Mencerdaskan dan Menggoda untuk Tampilannya (seperti yang dikatakan diawal Pembahasan tadi sama Sang Presenter dan Hilmi Faiq di Segmen Obrolan dari Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan di Kompas TV pada 3/1 lalu). Koran ini Semestinya Memecah 2 Seksi tapi Berasa lebih "Nostalgia" banget (Kembali ke Masa silam juga).
Tampilan Rubrik Weekend di Koran Kompas (3/1/26)
Yang Seksi 1 (Halaman 1 hingga 12) adalah Rubrik-Rubrik yang Ringan (Gaya Hidup) dan Sastra (termasuk Kolom Khusus) yang dulunya ada di Edisi Minggu tapi Pindah total (termasuk yang Hidup Kembali semacam Puisi?), ada Urbana, Kelana (lumayan mirip dengan Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu atau Traveling dari Koran Surya di Edisi-Edisi Manapun), Gaya, Desain dan Ruang (lebih mirip dengan Rubrik Home dari Jawa Pos Edisi Minggu juga), Karisma (kayaknya lebih mirip dengan Inspirasi di Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggu dan Someone di Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu), Layar (mirip dengan Rubrik Film di Koran Jawa Pos Edisi Minggu juga), Lembar (Info Seputar Buku), Experd (bagian dari Kompas Klasika), Nada, Kenang Rasa, Weekend (isinya Info Hotel dan Resto plus Gaya Hidup lainnya), Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Puisi (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu juga), Seni, Percik, Udar Rasa, Jeda (menyatukan TTS dan Komik) dan Tentunya Kolom Analisis Budaya yang Biasanya Hadir (ada Alissa Wahid yang sebelumnya dimuat di Edisi Minggu hingga ada Ahmad Najib Burhani (Kemungkinan bertahan?)). Oh Ya, yang Komik di Koran Kompas sejak adanya Edisi Akhir Pekan, tinggal Timun dan Drama Pak Nono yang tersisa (dulu ada Komik Mice dan Panji Koming yang biasanya muncul di Edisi Minggu).
Tampilan Sampul 2 Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (3/1/26)
Sedangkan yang Seksi 2 (Halaman 13 hingga 20) adalah Berita-Berita Reguler/Hard News (Edisi Sabtu) yang dikasih Sentuhan yang Lebih "Relax" (tapi Mendalam) dan tidak takut dengan Tanda Kutip dari Berita Harian Reguler (seperti yang dikatan oleh Hilmi Faiq juga di Obrolan Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan pada 3/1 lalu). Rubrik-Rubrik Reguler dari Edisi Senin-Jumat (seperti Ekbis, Polhuk, Internasional, Regional (Campuran Nusantara dan Metropolitan), Humaniora dan Olahraga) isinya Tulisan-Tulisan yang Relax dari Berbagai Jurnalis-Jurnalis terkemuka dari Koran ini (seperti Iqbal Basyaari hingga Luki Aulia). Tulisan-Tulisan di Rubrik Regulernya Kompas yang Edisi Sabtu, Kemungkinan pasti 90% Features. Oh Ya, Yang Kolom Tajuk Rencana, Berita Umum (cuma di Halaman 13), Jadwal Siaran TV, Nusantara Bertutur (dulunya ada di Edisi Minggu) dan Foto Pekan ini/Infografik (dulunya ada di Edisi Minggu juga, tapi bisa Bergantian?) ada juga lho di Seksi 2.
Tampilan Jadwal Tayangan TV dari Koran Kompas Edisi Sabtu Setelah adanya Edisi Akhir Pekan (3/1/26)
Yang Suka Nonton TV di Hari Sabtu kemarin, Koran Kompas Akhir Pekan ada Jadwal Siaran TV (bertitel Acara Hari ini) yang Isinya Jadwal Tayangan Siaran Komplit dari 10 Stasiun TV terkenal di Sabtu, mulai dari TVRI Nasional, SCTV, Metro TV (yang sudah sah Comeback Jadwalnya di Koran ini sejak September tahun lalu menggantikan Posisi GTV), Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV Jakarta, Kompas TV, RTV dan BTV. Program-Program Acara yang rutin Nongol di Koran ini, ada Berita Kriminal yang dipandu sama Presenter (sekaligus Model Iklan) tercantik Adinda Putri dan Galeri Rasa (dulu Pernah Tayang di Garuda TV) (Keduanya dari BTV), Cerita Rasa yang dipandu sama Benu Buloe dan Gelar Perkara (Keduanya dari Kompas TV, sekarang Pindah ke LCN Digital No. 11), Kabar Petang (TV One) yang dipandu Salah satu News Anchor Perempuan yang Muda (Gen Z) tapi Cantik bernama Nadila Saleh, Asmara Gen Z (SCTV) yang Pemainnya Aqeela Calista, Arya Mohan, Raisa Marie, dll. (kemungkinan dominasi Pemeran-Pemeran Muda yang Kelahiran Gen Z juga), Selamat Pagi Indonesia (Metro TV), Bikin Laper Weekend (Trans TV) yang dipandu sama Anwar Sanjaya, dkk., Arisan (Trans 7) yang dipandu sama Surya Insomnia, dll. dan Sayangnya, yang Jadwal Meet Nite Live yang dipandu Valentinus Resa dan Otong (Metro TV), Pagi Pagi Seru (TV One) dan Cerita Jakarta (BTV) tidak ada di Edisi Sabtu (tapi adanya di Edisi Senin hingga Jumat bro sis). Harga untuk Koran ini adalah Rp. 17.000,-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 18.000,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). dan Bisa diperoleh lewat Agen/Pengecer Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Lewat Semua Lokapasar (kayak Shopee, Tokopedia dan Gerai Kompas Online (yang Beli Langganan 4-12 Edisi saja)). Oh Ya, Tersedia juga lewat EPaper di Kompas.id (selain yang Koran versi Cetak). Bagi anda yang di Wilayah Pacitan, Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, Jembrana dan Karangasem di Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta dan Prabumulih di Sumsel, Kompas Edisi Akhir Pekan yang Lebih tebal tidak bisa Layani Pengirimannya (sebagaimana di Website Gerai Kompas). Koran ini, Bakal dipastikan jadi The Next "Tabloid Monitor (1986-1990)", "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta Jakarta (1986-1999?)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)" dan "Majalah Hai (1977-2017)" dan nantinya, Kelak Melejit Oplahnya seperti di Masa Silam (Koran Kompas Minggu era Sebelum Pindah ke Digital Sepenuhnya ataupun Tabloid Monitor/Citra). FYI, Kompas Akhir Pekan anggaplah Sebagai Salah satu Media Cetak (terbaru di 2026) yang direbut Para Pembaca-Pembaca Setia dari Jenama-Jenamanya Saudara Kompas yang dulunya ada dipasaran (kayak Tabloid Citra, dulu, Tabloid ini bisa direbut sebagian Pembaca-Pembaca Setia Tabloid Monitor (bersama Tabloid BI)). Kalau yang Edisi Minggunya Bagaimana? kan masih Terbit tapi cuma ada di E Paper dari Kompas.id. Sejak Kehadiran Edisi Akhir Pekan yang beredar di Sabtu, Kompas Minggu pun Agak Laen karena sudah Full Digital sejak 4/1 lalu (bagi Pelanggan Kompas.id). Isinya pun Sedikit sama seperti Edisi Senin hingga Jumat (tapi Kebanyakan Tulisan-Tulisan mendalam dari Jurnalis seperti yang Edisi Sabtu), Mengubur total Jadwal TV di Edisi Minggu, Masih ada Rubrik Infografik (yang Edisi Sabtu mungkin juga ada, tapi masih bergantian?), ada Rubrik Riset dan Opini yang bertambah menjadi 3 Halaman (lebih banyak dari Jumlah yang biasanya Khusus Setiap Senin hingga Jumat). Ini adalah 2 diantara Sekian Banyak Inovasi-Inovasi yang dilakukan oleh Pemred Kompas saat ini (A. Haryo Damardono) yang sudah menjabat sejak Awal Mei Tahun lalu. Sebelumnya, sepanjang tahun lalu, di awal era Beliau jadi Pemimpin Redaksi baru, Banyak Inovasi-Inovasi yang telah dilakukan, Seperti Menerbitkan Edisi Khusus 60 Tahun Kompas setebal 60 Halaman yang bisa di Pre Order sebelum Perayaan Ultah Kompas pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan Karikatur Baru "Joni dan Poni" (dulunya di Edisi Sabtu, kini Pindah ke Rabu), Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang bisa di Pre Order juga pada Juli-Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khususnya Kompas dalam Format Tabloid setebal 40 Halaman yang Berisi Kisah Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia yang yang bisa di Pre Order juga pada September-Oktober Tahun lalu, Memperkenalkan KompasONE hingga Menerbitkan Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas Hutan Sumatra Lenyap (bagian dari Jurnalisme Data, tapi dikasih 4 Halaman berbahan Kertas Kalkir Tembus Pandang) dan Langsung jadi Viral Besar di Semua Medsos karena Menyebut "Memasak" juga.
Jadi Kesimpulannya, Rubrik Wisata di Jawa Pos (Sunday Magz) pun Isinya Foto-Foto dari Antara yang terus menerus tapi mendominasi Pemuatannya di Rubrik ini (Isinya Info Wisata di 38 Propinsi di Indonesia yang terus menerus juga) dan Koran Kompas yang Edisi Akhir Pekan jadi Koran yang Memberikan Berita dan Cerita yang lebih Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur dan Mencerdaskan bagi Semua Pembaca-Pembaca loyal.
Itulah Tadi Pembahasan Seputar Foto-Foto di Rubrik Wisata (Jawa Pos (Sunday Magz)) dan Koran Kompas Edisi Akhir Pekan. dan Kedepannya Semoga, Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos yang nongol Setiap hari Minggu bisa Tampilkan lagi Konten Artikel dan Foto-Foto Tempat Wisata-Wisata di Seluruh Indonesia terus menerus dan Koran Kompas bisa "Memasak" terus dan siap Melejit Oplahnya kalau ada Edisi Akhir Pekan yang Terus Hadir Setiap Sabtu.
Walaupun dilanda Masalah yang ada, Itu Berarti harus Teratasi, tapi semestinya harus Mematuhinya. Apa Jadinya, Kalau Orang Tua (Papi/Mami) jadi Malas atau Tertolak sama sekali? Jangan Baper! Harus ada Kata "Sami'na Wa ata'kna" Yang Kemarin dilakukan gue. Merujuk Pada Berbagai Sumber:
“Sami‘nā wa aṭa‘nā” (سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا)
Secara harfiah berarti “kami mendengar dan kami taat”. Ungkapan ini muncul dalam Al-Qur’an (misalnya QS. Al-Baqarah: 285) sebagai sikap ideal seorang mukmin terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya.
Dalam Islam, "Sami'na Wa ata'kna" Ketika Objeknya Allah SWT dan Rasulullah SAW. Karena Allah Telah Mengetahui dan Rasul Menyampaikan Wahyu, Bukan Kepentingan Pribadi.
Nah, Berarti Harus Dengar atau Patuh. Semoga, Bisa Membawa Keberkahan kalau ada yang Mematuhinya. Ingat, Patuhilah Jangan Sampai Tak dipatuhi!
Yang Postingan Hari Sabtu sudah hapus (termasuk yang 14/1 lalu sama 4/2/24 silam juga ikut Hapus) dan Akhirnya, Kita Bisa Buat Blog yang Memori 1 Dekade lalu (alias 2016), tapi kan masih dilanda "2026 is The New 2016" yang Menjadi Trending terbesar di Media Sosial pada Awal Tahun ini kayaknya. FYI, di Blog Gue, Postingan yang Tahun 2016 cuman 8 saja (kalau dulu kan lebih dari 8, tapi sebelum dihapus total). Nah, Ini Nih, Deretan 28 Memori yang diingat Gue di 2016 (berdasarkan dari Buku Tulis atau Bukan?) termasuk yang setelah 1 Dekade berlalu (2026). Seakan-akan Kembali ke 2016 silam, Masya Allah, Kangen deh!
01. Piala Eropa 2016 dan Copa America Centenario digelar Saat Ramadhan dan Lebaran 1437H
02. Petualangan ke Jogjakarta Bareng si Papi dan si Elfan (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya)
03. 3 Tragedi dan 1 Pesta (non Tragedi) (Sarinah, Tol Brexit, 411 dan 212)
04. Selebritis Malaysia masih Tenar? (seperti Datuk Siti Nurhaliza, Elizabeth Tan, Adriana Adnan, Amyra Rosli, Amar Baharin, Azrel Ismail, De Fam (beranggotakan Cik Manggis, Sophia Liana dan Azira Shafinaz), dll. termasuk Pendatang baru seperti Khai Bahar, Shazabae, Ara Johari, Nelissa Nizam(?), Aiman Tino, Hawarizwana dan Amir Masdi)
05. Tontowi dan Liliyana layak Dapat Emas di Bulutangkis Olimpiade 2016
06. Beli Smartphone Oppo F1 yang Iklannya Rio Haryanto dan Isyana Sarasvati
07. Nonton Sinetron CSB 2016 dan TDMYR
08. Akhir Masa Gue di Sekolah TKS dan Awal Awal Gue Masuk Kantor
09. Ke Pulau Bali sambil Berpetualang sambil Berselfie sama Perempuan-Perempuan tercantik (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga)
10. Gue Kena Cacar Air
11. Duel Golden State vs Cleveland di Final NBA
12. Tanda Tanda Bangkitnya Sepakbola di Negeri 62 Setelah Tidur Panjang Akibat PSSI Beku dan Sanksi FIFA pada Tahun Sebelumnya (2015)
13. Blackpink Mulai dibentuk dan Kelahiran Sunrise Mall di Mojokerto (alias Bukan Mall Pertama ya? Masya Allah!)
14. Leicester City Jadi Raja Klasemen Premier League 2015/16 karena Berstatus Klub Papan Bawah (atau Gurem ya?)
15. Rio Haryanto jadi Pebalap F1 Pertama di Indonesia (Namun Sayangnya, jadi Gagal)
16. This One's For You (Zara Larsson) vs PPAP (Pikotaro) vs Dia (Anji)
17. Geliat (Main) Pokemon Go
18. Nonton Video Iklan-Iklan Televisi Lawas yang era 90an dan Mendengarkan Lagu-Lagu Lama yang Anak Anak di era yang sama (90an)
19. Bukalapak, Traveloka, Tokopedia dan Blibli
20. Om Telolet Om...
21. Soekarwo dan Saifullah Yusuf masih Menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Jawa Timur
22. Juventus Masih Juara Serie A di Musim 2015/16
23. AADC 2 vs My Stupid Boss vs Cek Toko Sebelah vs Warkop DKI Reborn I
24. PON XIX di Jabar dengan Hebatnya Kang Aher dan Om Deddy Mizwar (yang saat itu Masih Menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Jawa Barat)
25. Indonesia Hancur Karena Kalah dari Denmark di Final Piala Thomas
26. Rerun Sinetron Legendaris era 90an-2000an di Berbagai TV Nasional (sebagai Alternatif selain Anak Jalanan yang Sedang Memuncak Rating)
27. Iklan Pantene yang Raline Shah pasti Cantik
28. Descendants of The Sun, Running Man, dll. Masih Tayang
Saat Ini (2026):
01. di Musholla Al Amin (Mojokerto) lebih sering Melantunkan Syair Abu Nawas (alias I'Tiraf) sampai 2-4x Setiap hari Jumat (Setelah Adzan Subuh) dan Allahuma Sholli Wa Salim Ala (Nadanya sama kayak I'Tiraf) sampai 3-4x Setiap hari Minggu (Setelah Adzan Subuh). Yang Saat Adzan Subuh di Musholla Ini, Suara "A"nya dari Pak Yono (Hayya Ala Shola/Falah) makin Tinggi saja cuma 10-12 Detik saja. Yang Waktu Adzan Lainnya (Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya), Kadang ada Pak Bambang yang Bisa Lantunkan Adzannya (kalau saya Bisa Beriqomah Ga Pa Pa kok) dan Kadang ada Pak Sabrun yang Melantunkan juga Adzannya, Setiap Jumat Sore Melantunkan Sholawat ada Ya Robbi Sholli Ala Muhammad yang Agak Panjang (Nadanya sama kayak Lagu Sepohon Kayu), Ya Rasulullah (Nadanya sama kayak Lagu Zaman Wis Akhir), Sholatullah Sholatullah (Nadanya sama kayak Lagu Mari Sholawat dari Wali Band), Subhanallah (hingga 3x untuk Jumat, yang Rabu Subuh, Lantunannya Panjang tapi Berlebihan sebelum Iqamah Subuh dilakukan), Ya Nabi Salam Alaika, 4 Marhaban (Marhaban ya Nurul Aini, Marhaban Jaddal Husaini, Marhaban Ahlan Wa Sahlan dan Marhaban ya Khoiro Dai) dan Ya Badrotim oleh Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuan dari Musholla ini (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya). ditambah ada Renovasi Kecil di Musholla ini.
02. Setiap hari Jumat (Setelah Maghrib), ada Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib di Musholla Sebelah (alias Musholla Babussalam Mojokerto). Pengajiannya Agak Lain cuma Nyanyi dan Pengajaran. dan Setelah Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib Selesai, Langsung Melantunkan Adzan/Iqomah Isya, tapi Kedengaran Suara Adzan/Iqomah Isya dari Babussalam Mojokerto Khusus Setiap Jumat, serasa Keingat Suara Adzan/Iqomah 5x Sehari di Sekitar Karangwidoro, Malang (Jika Gue bisa Menginap bareng Keluargaku di Markas Gue versi Ngalam) (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya juga).
03. Setiap hari Jumat, di Program SPM (Selamat Pagi Malaysia) dari RTM Semestinya 2 Presenter (Pria dan Perempuan) Pakai Baju Tradisional (juga Pakaian Lebaran) Khas Malaysia, Baik Baju Melayu untuk Presenter Pria dan Baju Kurung untuk Presenter Perempuan (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Nama Munawar Azmi dan Syafiqah Ishak pun Sering Nongol di Program ini di Edisi Jumat (yang lain bergantian Semacam Terrence Dass (si Botak) dan Raja Sufia Ariff (si Hijab Cantik)). Yang Program Acara lain (semacam MHI dan WHI di TV3 Malaysia) sama saja.
04. Selebritis Malaysia (termasuk Brunei dan Singapura) saat ini : Siti Khadijah Halim, Aisha Retno, Siti Hariesa, Yonnyboii, Nik Nazira, Arisa Soraya, Nina Ariff, Arena Wan, Arabella, Ariel (Alpha), dll. (tapi yang Nama Wani Kayrie, Ara Johari, Puteri Aishah, Datuk Siti Nurhaliza, Adriana Adnan, Shazabae, Nelissa Nizam, dll. masih Bertahan dari dulu).
05. Persiapan Piala Dunia 2026 yang sebentar lagi digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli nanti, Malah terjadi Kontroversial(?).
06. Merangkai Kisah Indah, Penghulu Segala Acara TV sepanjang Tahun lalu hingga Saat ini.
07. Program-Program Acaranya RTM TV1 di 2026 masih Menggunakan Embel-Embel "2025" didalam Jadwalnya hari Jumat (Seperti Lisanul Haq 2025 hingga Sports Max 2025, cek di Aplikasi RTM Klik dan Website Resmi Tabloid The Star Malaysia).
08. Quo Vadis Koran-Koran Minggu versi Cetak?
09. Google Gemini yang tak bisa Beli Salah Satu Paketnya (tapi kan masih Paket Reguler alias Gratis (jika Kehabisan Prompt, Tunggu Esok hari) dan Fokus Hemat-Hemat Uang, Jika Beli Salah Satu Paket dari Gemini (terutama Pilih Plus yang Murah), Ga Pa Pa atau Tidak). Yang ChatGPT, kan bisa ngeChat terus menerus selagi Gratis gitu.
10. di Radio Best FM JB Iklannya hanya Menyisakan Promo "Geng Sirah Best Pagi (Ustadz Rafie, Kudien dan Ad)" yang terus menerus diputar tapi durasinya agak Panjang (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga) selama Jeda Iklan (kayak Best Havoc mungkin), tapi yang lain kadang tak ada, kadang ada (kayak Iklan Waqaf An-Nur). Sedangkan, Radio Kool FM, lebih sering Menyiarkan Iklan Podcast Malam Seram (sebagamana dalam Pembahasan Sebelumnya juga). Program Geng Sirah Best Pagi yang rutin hadir Setiap Jumat di Radio Best FM JB bisa jadi Rivalnya Segmen Sahabat Syurga (Ustadz Izmir Fareez) (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga)/Sofa Mualim Muda (tinggal 2 Edisi lagi) di Zayan Radio dari Program Acara "FnN Pagi Zayan (Faizal Ismail dan Nana Mahazan)" Setiap Jumat juga.
11. di Radio Suara Surabaya (Frekuensi 100 FM) ada Informasi Ringkas terus menerus alias "Flash News" Setiap hari Setiap Jam (kemungkinan 3x per Jam?) dan di Radio SRadio Malang (Frekuensi 98,2 FM) bisa dinikmati lewat Live Streaming Visual di Website Resmi SRadio (kadang bisa Buffering dan ga bisa Buffering).
12. 2 Smartphone Gue yang Beda (antara Samsung ZFold dan Vivo v25e).
13. Bakar Bakaran (Kembali) di Rumah.
14. Media Sosial gue masih Terbatas atau Sudah Kembali (jika sudah Posting ke TikTok/YT), Tapi yang Instagramnya Kelak Kembali setelah Penantian Kurang Lebih Sebulan pasca Penghapusan.
15. Dracin Menggeliat di Medsos dan OTT.
16. El Syifa siap Kawin!
17. Kejayaan Para Pebulutangkis-Pebulutangkis Malaysia di Indonesia Masters 2026.
18. Viralnya Lagu-Lagu yang dari 2024/25 (kayak Tabola Bale?)
19. Main IG/FB Stories yang direkam Sejumlah Tokoh-Tokoh terkenal dari Malaysia.
20. Duta (Pentolan Sheila on 7) adalah BA Simpati dari Telkomsel yang Ngomong "Jadi Duta Simpati, is My Duty" di Video Iklannya.
21. Zaman-Zaman Arsenal (Kembali) Berjaya di Musim ini.
22. Duel Acara TV bergenre Sawala (jadi Drama), Rakyat Bersuara vs Bola Liar.
23. Invoice Setiap Bulan dan Bekerja di Garasi Print (Setiap Sabtu itu Terbatas, Tapi, Saat Ramadhan kelak dipastikan Hampir Setiap hari).
24. Nightline di TV3 Malaysia yang Tayang Setiap hari (Tengah Malam waktu KL) masih dipandu Liyana Hasannel, Sabrina Zainal, Nurin Razmyn, Zahir Kelvin Ong Abdullah, M. Ahmed Hamdan, Nadia Azmi, Natasha dan Azaria Tagaya (secara bergantian).
25. Agak Laen Menyala Pantiku layak jadi Film Terlaris di Indonesia Sepanjang Masa.
26. Jawa Timur saat ini masih dikomandoi Khofifah dan Emil sebagai Gubernur dan Wagub.
27. Lisa Blackpink Syuting di Indonesia(?)
28. Rutin Dengarkan Lagu Lawas (yang Menghidupkan Kembali bernostalgia) yang Jamilah dari Jamal Mirdad yang Biasanya masih Populer di Malaysia pada Akhir Tahun lalu.
Itu Tadi, Deretan Memorinya Tahun 2016 versi Gue. Semoga, Membawa Kenangan Manis bagi Semua...
Update (2/2):
Kayaknya ini direvisi Postingan Blog ini. Ingat, Jangan dihapus Postingan Blog ini (kayak yang Bahas Radio yang sudah direvisi Catatannya).
Kemarin Malam, Gue dan Sekeluarga (Mami dan Papiku, tapi minus si Alma dan si Elfan) pergi Makan Kuliner di SSB (Spesialisnya Soto Boyolali) Hj. Hesti di Mojokerto. Nah, Ini kan Sudah datang ke Sini untuk Pertama Kali bagi gue (kalau kali kedua atau ketiga, belum tahu ya).
SSB Hj. Hesti di Mojokerto
Walaupun Sudah Masuk, Saya Mau Pesan Makanan yang Enak dan Pilih Menunya. Semacam Soto Khas Boyolali yang Bening tapi Segar. Eh, Tunggu, ada Foto-Foto Para Tokoh-Tokoh Besar yang Pernah datang ke Restoran tersebut.
Meja Nomor 8
Walaupun Saya dapatnya Nomor 8, kan Mesti Menikmatinya. Awalnya, kan Memilih Sate Cingur, itu Pasti Ngawur Pilihannya karena tak dibaca, Seharusnya, Kalau Pilih Menu, Harus dibaca dulu dan Akhirnya, Memilih Sate Usus... Oh Ya, yang 1 Botol Le Minerale juga Bisa diambil nih... termasuk yang Sosis Solo sampai Gorengan-Gorengan lainnya.
Wow, ada Soto Boyolali nih...
Soto Boyolali dilahap Gue, Enak deh... Walaupun, Kuahnya kan Sebening Soto-Soto lainnya. Mantap... dan Setelah Puas Makan, Kita Mau Ngantri sama Mamiku di Kasir. di Kasir, ada Banyak Sekali Oleh Oleh khas Kota Boyolali, karena Kalau ke Boyolali Jangan Jauh-Jauh lah, kan serasa seperti di Boyolali. dan Setelahnya, Gue dan Mamiku Kembali ke Mobilnya. Sebelum Naik Kembali Mobilnya, malah Mamiku bilang "Astaghfirullah" kan Hampir mau Tabrak nih... hehehehe... dan Akhirnya, Naik Mobil Mercy nih...
Itulah Tadi Sekelumit Cerita tentang Makan Malam di SSB Hj. Hesti Mojokerto.