Kemarin Malam, Gue Ga Bisa Nonton Indonesian Idol 2026 Spekta 5 yang disiarkan langsung di RCTI. Salah Satu Peserta asal Jatim yang Jember itu bernama Keenan dinyatakan Tersenggol di Pertarungan Nyanyian Terbesar Tahun ini. Ini Akibat Zona Tak Aman karena Hasil Votenya mulai Menurun terus. Beliau Bawakan Lagu Usik dari Feby Putri. Eh, Tunggu, Peserta dari Mojokerto (Kota Gue), yang Namanya Rio pun Ikut-ikutan Zona Tak Aman bersama Josh Flo (dari Manokwari) tapi tetap Lolos ke Spekta berikutnya pada 9/3 nanti. Selain yang Zona Tak Aman, Peserta lainnya pun ada yang Lolos ke Spekta berikutnya tapi masuk Zona Aman! Ada Arrcely (Malang), Celyna (Semarang), Ecky (Banjarmasin), Dandy Panjawi (Makassar), Meidra (Tanjungbalai Karimun), Kezi Stephanie (Kupang), Keiko (Jakarta) dan Niki (Bekasi). Peserta Jatim di Indonesian Idol Tahun ini, Tinggal 2 dari 3 dan Kemungkinan Besar, Arrcely dan Rio bakal sampai ke Spekta Top 3 (Menuju Grand Final) atau Masuk Grand Final. Ayo, Dukung Terus 2 dari 10 Peserta Tersisa dari Jatim di Indonesian Idol 2026 melalui RCTI+ dan Tonton Program ini Setiap Senin jam 9.00 Malam Siaran langsung di RCTI Nomor 28 Digital (Saksikan di Kanal 41 UHF untuk Wilayah Surabaya Raya dan Situbondo, 43 UHF untuk Wilayah Malang Raya, 45 UHF untuk Wilayah Semua Madura (kecuali Bangkalan), 47 UHF untuk Wilayah Jember, 40 UHF untuk Wilayah Banyuwangi, 42 UHF untuk Wilayah Kediri Raya, 27 UHF untuk Wilayah Pantura Jatim (Kecuali Lamongan dan Gresik), 40 UHF untuk Wilayah Madiun Raya dan 30 UHF untuk Wilayah Pacitan).
MY BLOG (Blog Ku)
Blogku Sejak 2015
Selasa, Maret 03, 2026
Minggu, Maret 01, 2026
Mendadak Ramadhan dan Lebaran Tahun ini bersama Koran Kompas (Update)
Ini Sudah Memasuki Hari ke 11 Ramadhan alias Masuknya 10 Hari kedua Ramadhan (fase Maghfirah). Kayaknya sih, di Bulan Ramadhan ini (Tinggal 20 dari 30 Hari), Tetaplah Bertaubat sampai Akhir! dan Tadi, Saya Sudah Bayar untuk Paket Digital Premium dari Kompas.id dan KompasOne Premium di Akhir Pekan ini dan Satu lagi, Memesan Koran Kompas yang via Agen yang Awalnya Setiap hari Sabtu, malah jadi 2x Seminggu (Kemungkinan Rabu dan Sabtu) walaupun masih dalam Penghematan Uang. Nah, di Bulan Suci Ramadhan (alias Sang Raja Bulan Hijriyah) ini, Koran Favorit gue (selain yang Jawa Pos dan Media Indonesia), Kompas menghadirkan Sajian-Sajian Spesial di Ramadhan dan Lebaran Tahun ini dengan Mengusung Jargon "#MulaidariDiri" (Jika Brand Adiknya yang Namanya Kompas TV memilih Tema Marhaban ya Ramadhan 1447H). Mari Kita Simak Rangkaian-Rangkaiannya:
Sampul Koran Kompas Spesial Ramadhan 1447H
Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Hari Pertama Ramadhan 1447H/2026M (19/2)
Yang Pertama, Sampul Headline Halaman 1 Koran Kompas di Bulan Ramadhan Tahun ini ada Boks Jadwal Imsakiyah Singkat 1447H untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Tanpa dilengkapi dengan Sponsornya yang Sebagaimana dalam Update Postingan (2 Minggu Sebelumnya) pada Hari Pertama Ramadhan lalu (Tahun lalu ada Iklan Sponsor dibawah Jadwal), Sama Seperti 2 Tahun Sebelumnya (2024). Khusus Edisi Akhir Pekan (Beredar Setiap Sabtu), dipindahkan ke Halaman 13. Yang Edisi Minggu (Full EPaper), pun Ikut dimuat Boks Jadwal ini mulai Edisi Hari ini (Kalau Minggu Pekan Kemarin, Ga Nampak). Selain yang Boks Jadwal Imsakiyah Singkat, terdapat Banner Iklan dibawah Sampul (terutama dilakukan di Edisi Jumat atau Hari-Hari lain kayak Senin hingga Kamis). Kan Serasa Seperti di Masa Silam waktu ada Tabloid Bola sama Soccer (atau Tabloid Khusus dari Kompas saat itu pas Piala Eropa 2000) yang Menampilkan Boks Jadwal Siaran TV yang Pertandingan-Pertandingan Olahraga gitu (kayak Liga Italia hingga Inggris).
Sajian-Sajian Ramadhan 1447H
Sajian Ramadhan Bersama Kompas.id
Yang Kedua, ada Sajian-Sajian di Ramadhan ini dari Kompas. ada Jurnal Kebaikan yang Hadir di Edisi Jumat dan Sabtu, Seribu Kata Positif yang diupload ke Semua Media Sosial Harian Kompas Setiap Rabu, Main TTS Edisi Khusus Ramadhan di Edisi Selasa dan Kamis, Racik Rasa, Tilik Rasa, Promo Koran Kompas (Diskon 20%) dan Promo THR Buku Kompas dan Merchandise dari Kompas (Diskon hingga 50% tapi hanya Berlaku dari 24 Februari hingga 4 Maret nanti).
Nostalgia Bobo by Kompas
Nostalgia Bobo by Kompas
Yang Ketiga, ada Nostalgia Bobo by Kompas. Setelah Sukses dengan Hadirnya Terbitan Spesial seperti Koran Kompas Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman (2025), Koran Kompas Edisi Khusus HUT RI 80 setebal 80 Halaman dan Tabloid Bola by Kompas pada Tahun lalu, Kini, Kompas punya Gebrakan baru lagi di Tahun ini (selain yang Memperkenalkan Edisi Akhir Pekan), yakni "Nostalgia Bobo by Kompas" yang Berisi Komik-Komik Bobo yang dulunya dimuat di Koran Kompas sebelum Mulai Terbit pada April 1973 silam termasuk Sejarah Majalah Bobo dari Kelahiran hingga Kesuksesan. Produk ini berformat Tabloid setebal 40 Halaman Berwarna dan Cocok buat dibaca Anak Anak hingga Usia yang Beranjak Dewasa, apalagi kan Lintas Generasi! Harganya Cuma Rp. 53.000,-/Tabloid dan Rp. 99.000,- (+ Banyak Bonusnya kayak 2 Bulan Kompas.id, 12 Edisi EMagz Bobo dan Mainan Gambaran). Pre Ordernya dilakukan hingga 4 Maret nanti, Kesempatan Terakhir sebelum Berakhir di 4/3 Jam 12.00 Siang! dan bisa lewat Gerai Kompas.id Online dan Lainnya. Kalau Sudah Memiliki Nostalgia Bobo by Kompas, Berarti bisa Membawa Kembali bernostalgia seperti Masa Kecil dulu, Masya Allah... Ingat! Sekali Terbit jangan Cetak Ulang! dan Kedepannya, Kemungkinan bakal ada yang makin Seru untuk Penerbitan Khusus dalam Format Tabloid kelak, seperti "Citra by Kompas" (Menghidupkan Kembali nama Tabloid Citra setelah lebih dari 2 Dekade Berhenti Terbit) Isinya Poster-Poster Semua Menteri/Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Penyanyi/Pemeran Indonesia legendaris dan saat ini (dari Media Sosial?) dan Pesohor-Pesohor Asia (Korea, Malaysia, Thailand, dll. dan "Hai-Soccer by Kompas" yang Isinya Profil 48 Tim Piala Dunia 2026, Peluang Juara, Mengenal 48 Pemain, Kilas Balik 1930-2022, Cerita Liputan Piala Dunia 1982-2022 (dari Keluarga Besar Kompas Gramedia) dan Serbaneka. Keduanya Bakal Hadir kelak tapi Nantinya bakal di Pre Ordernya juga kelak, Insya Allah.
Liputan Lebaran 1447H
dan yang Terakhir adalah Liputan Lebaran 1447H, di Pertengahan Bulan ini nanti, Koran yang Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut bakal ada Liputan Lebaran 1447H yang Menghadirkan Informasi Seputar Akhir Ramadhan dan Menyambut Lebaran 1447H/2026M. dan Kemungkinan bakal hadir dari Tanggal 11 hingga 28 Maret 2026 (Kecuali Edisi 19 hingga 23 atau 24 Maret 2026). Kita Tunggu Infonya nanti!
Sekedar info, Ini adalah Ramadhan/Lebaran Pertamanya Koran Kompas di era Pemred yang Bernama A. Haryo Damardono pada Tahun ini sejak Beliau Jadi Pemred pada 1 Mei Tahun lalu (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya).
Nah, Itu Tadi Rangkaian-Rangkaiannya Ramadhan dan Lebaran Tahun ini untuk Koran Kompas. dan Insya Allah, Koran ini bakal jadi Nomor 1 untuk Ramadhan dan Lebaran ini (bisa Kalahkan Jawa Pos kemungkinan).
Update (3/3):
Kompilasi Headline Surat Kabar Tentang Perang Iran-AS dan Kematian Mantan Wapres RI Try Sutrisno
Jawa Pos (2 Maret 2025)
Jawa Pos Radar Mojokerto (2 Maret 2026)
Kompas (2 Maret 2026)
Media Indonesia (2 Maret 2026)
Rakyat Merdeka (2 Maret 2026)
Pikiran Rakyat (2 Maret 2026)
Suara Merdeka (2 Maret 2026)
Warta Kota (Tribun) (2 Maret 2026)
Surya (Tribun) (2 Maret 2026)
Tribun Timur (2 Maret 2026)
Jawa Pos (3 Maret 2026)
Radar Surabaya (3 Maret 2026)
Rakyat Merdeka (3 Maret 2026)
Media Indonesia (3 Maret 2026)
Kompas (3 Maret 2026)
Banjarmasin Post (Tribun) (3 Maret 2026)
Suara Merdeka (3 Maret 2026)
Pikiran Rakyat (3 Maret 2026)
Sriwijaya Post (Tribun) (3 Maret 2026)
Pos Kupang (3 Maret 2026)
Sabtu, Februari 28, 2026
Hasil Undian 16 Besar UCL 2025/26
Ini Dia Hasil Undian 16 Besar UCL (UEFA Champions League) musim 2025/26
Galatasaray vs Liverpool
Newcastle United vs Barcelona
Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur
Atalanta vs Bayern Munchen
Bayer Leverkusen vs Arsenal
PSG vs Chelsea
Bodo/Glimt vs Sporting
Real Madrid vs Manchester City
Pertandingan dimainkan 2 Leg:
Leg 1 : 10-11 Maret 2026
Leg 2 : 17-18 Maret 2026
Jumat, Februari 27, 2026
Tips Sehat di Saat Puasa
Tadi, Kan Saya Sudah Sembuh (Kemungkinan) dari Beberapa Penyakit semacam Flu dan Batuk (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Kemarin). Karena, Kalau Sembuh Penyakitnya itu Jangan Suka Makan Pedas-Pedasan atau Minum yang Menyegarkan (Dingin)! Tapi, Kalau Sampai Lebaran nanti, Baru bisa Kembali Nikmati! Nah, Ini Jumat yang ke 2 di Momen Ramadhan ini, Kita ada Tips yang Bisa Sehat disaat waktu Puasa dari Jelang Pagi hingga Jelang Malam tiba (termasuk Setelah Berbuka hingga Sebelum Imsak) :
01. Perhatikanlah Sahur
02. Hindari Makanan Berlemak dan Terlalu Manis
03. Kebutuhan Cairan dicukupi (2+4+2 lah)
04. Berbukalah dengan yang Manis (tapi Tepat)
05. Tetap Bergerak
06. Tidur Cukup (Jangan Begadang dong)
07. Perhatikan Tanda Tubuh
08. Minum Obat 1-2 Kali Sehari (Sahur Saja atau Sahur dan Berbuka Puasa)
09. Istirahat (tapi Mungkin Rebahan?)
10. Minum Air Hangat (atau Teh Ciwaci Hangat)
Nah, Apabila Maunya Sembuh (dari Penyakit kayak Batuk dan Flu), Segeralah Minum Obat dulu (sebagaimana yang Pembahasan Kemarin juga) baik saat Sahur dan Berbuka. Semoga, Kesembuhannya Tetap Terjaga! Kalau Mau Tidurnya, Kan Harus Butuh 1-2 Bantal saja. Waktu Tidurnya kan Pasca Sholat Tarawih.
Rabu, Februari 25, 2026
Pecatnya Iman Brotoseno dari TVRI, Apakah Piala Dunia 2026 masih ada dan Ganti Dirut Baru?
Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI
Akhir Desember Tahun lalu, Kita Buat Bahas Seputar TVRI dan Piala Dunia 2026, Sekarang Kita Bahas Kembali.
Pada 23/2 lalu, Iman Brotoseno akhirnya resmi dipecat (Mundur) dari Kursi Dirut LPP TVRI setelah kurang lebih 5-6 tahun mengabdi karena alasan Kesehatan dan juga Menjadi TVnya Piala Dunia 2026. Gara Gara Pemecatan ini, Takkan Terganggu Menghadirkan Sajian Spesial Piala Dunia 2026 yang kelak digelar pada Juni-Juli nanti. Nah, Apabila Sudah dipecat, Maka Butuh 14 hari saja akan Mengganti atau Secepatnya (dari Rencana Awal). Singkat Cerita, Iman Brotoseno masih Sehat karena masih duduki Kursi Dirut LPP TVRI (saat itu) dan akhirnya menjadi Penyakit gitu. Sekedar Mengingat Kembali ke 27 Mei 2020 silam, Iman Brotoseno sudah jadi Dirut LPP TVRI. Sebelumnya Helmy Yahya dan Supriyono yang jadi Dirut di Periode 2017-2020. Semenjak Beliau jadi Dirut, TVRI pun memoles Program-Program Acara Beritanya (yang Level Nasional), ada Klik Indonesia Pagi dan Jendela Negeri yang dulunya adalah Semangat Pagi Indonesia, Klik Indonesia Siang yang Meneruskan Indonesia Siang, Klik Indonesia Petang menggantikan Indonesia Sore dan Klik Indonesia Malam menggantikan Indonesia Hari Ini. Sedangkan, yang lain pun ada, Seperti Acara DDB (Dunia Dalam Berita) yang Tayang Jam 9.00 Malam tapi Kembali ke 7x Seminggu (Senin hingga Minggu) Seperti dulu, Menguburkan DDB pada 2021 silam (hanya sebentar?), Acara English News Service digusur demi Kehadiran "TVRI World", Mempertahankan Sajian Bulutangkis hingga 2021/22 dan Kembali di Tahun 2025, Kembalikan Siaran Langsung EFL Championship (khusus Musim 2022/23 saja), Menjadi TVnya K League (Liga Sepakbola Korsel) hingga Pertandingan-Pertandingan Tenis, Media Independen Pemilu 2024, dll.
dan Setelah Pecatnya Iman Brotoseno dari Kursi LPP TVRI, TVRI pasti "Agak Laen", tapi Masih Memungkinkan tetap Siarkan Langsung Piala Dunia 2026. Kan semestinya adalah Official Broadcaster Piala Dunia 2026 untuk Indonesia, apalagi dijadikan Arahan dari Prabowo (Presiden RI) kepada Seluruh Rakyat Indonesia yang Bisa menghadirkan Tayangan Olahraga Internasional yang Inklusif tapi Mudah diakses dan Menjangkau Lapisan Masyarakat dari Papua hingga Aceh (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Semuanya Gratis buat Pemirsa Loyal (alias Setia) TVRI dari Generasi ke Generasi.
(Hingga Tulisan ini dibuat) Sekedar Mengingatkan Kembali, Nama Helmy Yahya pun Sempat Jadi Dirut LPP TVRI walaupun masih sebagai Selebritis yang Melegenda. Beliau Menjabat dari 29 November 2017 hingga 16 Januari 2020 silam. Selama Bertugas Sebagai Dirut, Beliau Berjuang untuk Memperbaiki TVRI hingga Merombak Total. Sejumlah Gebrakan Helmy Yahya di LPP TVRI adalah Dunia dalam Berita kembali ke Jam 9.00 Malam, Jargon "#KamiKembali" Muncul, Memori Melodi yang mulai tayang, Kembalinya "Ria Jenaka" Yang Melegenda jadi Ria Jenaka "Millenial", Memutar Ulang Sinetron Lawas (dari ACI hingga Sitti Nurbaya), Menyiarkan Olahraga-Olahraga Lokal dan Dunia (termasuk Asian Games 2018), Hidupkan Kembali Kuis Siapa Berani, Saluran Pemilu 2019, Drama Cina (versi Pra Mikro), TVRI berganti Logo, dll. Yang Paling Berkesan, Semestinya Logo Baru TVRI muncul di Acara Menggapai Dunia pada 29 Maret 2019 silam (saya ingat saya dan keluargaku berada di Ngalam, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya).
Pasca Terjadi Logo Berganti Baru, Pada 30 hingga 31 Maret 2019 silam, Logo Baru TVRI muncul Iklannya di Salah satu Koran terkenal di Indonesia, Kemudian, Siaran Lokal di Daerah bisa Memecahkan 2 Sesi (Pagi dan Sore), Menghadirkan Sajian Spesial Ramadhan dan Lebaran 2019 (seperti Qasidah Fest hingga Papiko 2019), Menyiarkan Liga Inggris 2019/20 (bersama Mola Djarum dan Jak TV Jakarta), dll. dan sayangnya, Sekitar 2019/20, Helmy Yahya sudah dipecat (Mundur) dari Kursi LPP TVRI gara gara Kasus Jiwasraya dan Biaya Siaran langsung Liga Inggris untuk Musim 2019/20. dan Pasca Pemecatan dari Kursi Dirut, Berarti Beliau kembali ke Dunia Hiburan seperti dulu.
Kemungkinan Besar, LPP TVRI akan Mengganti Dirut Baru untuk Menggantikan Posisi Iman Brotoseno, ya, Bisa Seperti Helmy Yahya (Kembali?), Lie Halim (Mantan Dirut MDTV), Ferdy Hasan (Presenter Legendaris), Andi Chairil (Mantan Trans 7), Usman Kansong (Pemred Piala Dunia 2026 TVRI), Adrian Maulana (Presenter Legendaris) Arie Untung (Presenter Legendaris), Sarah Sechan (Presenter Legendaris) atau Prima Alvernia (Mantan Presenter TV One kayaknya, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumya juga). Apakah TVRI saat Ganti Dirut Baru Masih bisa Siarkan Piala Dunia 2026 yang Gratis dan Bangkit Kembali seperti di Masa Silam? Kita Tunggu saja Nanti. (Hingga Tulisan ini dibuat juga).
Oh Ya, Selain Iman Brotoseno yang dipecat dari Kursi Dirut LPP TVRI, yang RTM (Radio Televisi Malaysia) pun juga Ketularan Pecatnya Sang Bos, Yakni Datuk Suhaimi Sulaiman (Mantan Jurnalis TV3 Malaysia) yang sudah Resmi Pecat dan Kini, digantikan oleh Ashwad Ismail (yang Merupakan Mantan Jurnalis Astro Awani Malaysia). Jika, Beliau jadi Bos Baru RTM, Kemungkinan besar akan Menyaingi MPB atau Astro (kayaknya) dalam Percaturan Penyiaran dari Malaysia (Hingga Tulisan ini dibuat juga).
Bonus:
Daftar 9 Calon yang Kemungkinan akan Gantikan Iman Brotoseno di Kursi Dirut LPP TVRI (Pengganti Antar Waktu 2023-2028):
01. Helmy Yahya (Selebrtis dan Mantan Dirut TVRI 2017-2020)
02. Andi Chairil (Mantan Trans 7)
03. Usman Kansong (Pemred Piala Dunia 2026 di TVRI)
04. Lie Halim (Mantan Dirut MDTV)
05. Ferdy Hasan (Selebritis)
06. Adrian Maulana (Selebritis)
07. Arie Untung (Selebritis)
08. Sarah Sechan (Selebritis)
09. Prima Alvernia (Mantan Presenter TV)
Selasa, Februari 24, 2026
Ozi Alfauz jadi Korban Tersisih
Kemarin Malam, Indonesian Idol 2026 masih digelar untuk Spektakuler di Tengah Ramadhan (alias Penghulu Bulan versi Hijirah) dan saya ga bisa Nonton Acara ini karena lagi Tidur/Istirahat gara gara Telinga Buntu Karena Flu atau Flu/Batuk Sedikit saat saya berpuasa (semoga boleh disembuhkan). Setelah Praditya, Arrul dan Aruna yang jadi Korban Tereliminasi di 3 Spektakuler Sebelumnya, Akhirnya, Salah Satu Peserta dari Maluku Utara, Ozi Alfauz akhirnya dinyatakan Tereliminasi (Tersisih) di Lomba Nyanyi terbesar di Indonesia tersebut. Yang Dandy dan Celyna kan Masih di Zona (Tidak) Aman. Untuk 9 Peserta lainnya kan Semuanya Tetap Zona Aman! mulai dari Arrcely (Malang), Keiko (Jakarta), Niki (Bekasi), Rio (Mojokerto), Keenan (Jember), Kezi Stephanie (Kupang), Josh Flo (Manokwari), Ecky (Banjarmasin) dan Meidra (Tanjung Balai Karimun). 3 dari 9 Peserta yang berasal dari Jatim, Pasti Tetap Lolos sampai ke Spektakuler berikutnya di Senin Nanti pada 2/3 (atau Hari ke 12 Ramadhan kalau ga salah). Kayaknya sih, Kalau Usulkan, Prediksi di Top 3 kelak, Kayaknya apakah ini didominasi Orang-Orang Jatim atau Bukan, Apakah Nantinya bisa Mendapatkan Hasil Lebih Positif kelak? Ya Tunggu saja Nanti. dan Untuk Tema dalam Spektakuler Kali ini (Kemarin) adalah Soundtrack Film-Film Indonesia dan Semua Pesertanya dianjurkan Untuk Menyanyikan Lagu-Lagu dari Soundtrack Film-Film Indonesia yang biasanya diputar di Semua Bioskop di Indonesia. dan Jangan Lupa, Dukung 3 dari 11 Peserta Indonesian Idol 2026 yang tersisa dari Jatim (Arrcely, Keenan atau Rio) dengan Vote via RCTI+ dan Tonton Siaran Langsung Spektakulernya Setiap Senin Pukul 9.15 Malam (setelah Tarawih) hanya di RCTI Nomor 28 Digital (Saksikan di Kanal 41 UHF untuk Wilayah Surabaya Raya dan Situbondo, 43 UHF untuk Wilayah Malang Raya, 45 UHF untuk Wilayah Semua Madura (kecuali Bangkalan), 47 UHF untuk Wilayah Jember, 40 UHF untuk Wilayah Banyuwangi, 42 UHF untuk Wilayah Kediri Raya, 27 UHF untuk Wilayah Pantura Jatim (Kecuali Lamongan dan Gresik), 40 UHF untuk Wilayah Madiun Raya dan 30 UHF untuk Wilayah Pacitan).
Minggu, Februari 22, 2026
Sandiwara Radio yang Masih dirindukan
Nah, di Awal-Awal Bulan Puasa ini, Semestinya Mendengar Salah satu Acara Radio Legendaris yang dirindukan Para Pendengar-Pendengar Loyal, yakni Sandiwara Radio. Acara Radio ini Memang dianggap Alternatif selain yang Nonton Dracin yang Bikin Malas dan Mendengar Siaran Radio yang bikin Bermasalah atau Bukan (baik yang Live Streaming kayak Radio Prosalina Jember/Bondowoso dan Frekuensi kayak Cakra Krisna Nganjuk atau Kartika FM Jombang) dan dijamin Berasa bak Nostalgia. Acara Radio paling Melegenda tersebut Memang Dulunya Berkibar di era 70an hingga sekitar awal/pertengahan era 2020an lewat Semua Stasiun-Stasiun Radio di Seluruh Indonesia, lebih Fokus pada Kisah yang diambil dari Peristiwa Masa Silam (Kerajaan) hingga Kisah Keluarga. Karena Kisah di Setiap Sandiwara Radio Kurang Lebih mirip dengan Dracin (alias Drama Cina) yang saat ini tetap Menggeliat di Tahun ini (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Selalu Seru dan Pasti Menegangkan! Nah, Kalau anda Ingat Kembali ke Masa Silam (70an-sekitar awal/pertengahan 2020an), Sebagian Besar Radio-Radio Indonesia ikut Menyiarkan Acara Sandiwara Radio, Kangen deh dengan Acara Radio terbaik ini. Yang di era 80an-90an adalah Puncak Kejayaannya Salah satu Acara Radio yang begitu Melegenda tersebut. Radio-Radio yang pernah Menyiarkannya adalah Radio Camar Surabaya (sekarang Gen 103.1 FM Surabaya), Radio Retjo Buntung Jogjakarta, Radio RCT Semarang, Radio Garuda Bandung (sekarang masih ada atau tak ada ya?), Radio Prambors Jakarta (saat itu masih sebelum Tambah Kota-Kota Jaringan), Radio Suara Subuh Padang (sekarang tak ada), dll. Ada Banyak Macam-Macam Judul Sandiwara Radio yang mesti terkenal, ada Butir Butir Pasir di Laut, Saur Sepuh, Ibuku Malang Ibuku Tersayang, Misteri Nini Pelet, Catatan si Boy, Tutur Tinular, dll. Pemain-Pemainnya pun Ada yang jadi Pengisi Suara tapi Melegenda lewat Acara Radio ini, seperti Ferry Fadly, Elly Ermawati, Petrus Urspon, Ivonne Rose, Lukman Tambose, Maria Oentoe, Hana Pertiwi, (Mendiang) Asdi Suhastra, Edy Dhosa, dll. Yang Sebagian Besar Nama-Namanya pun jadi VO (Voice Over) untuk Iklan Produk/Layanan Masyarakat/Acara (yang sepaket sama Sonny Setiawan, Fla Tofu, Asteria Arlita, Iyed, Sammy, Yohannes Wibowo, dll.), yang Satunya pun Pernah jadi Seiyyu Nobita dari Kartun Legendaris Dunia "Doraemon" dan yang Satunya lagi pun dulunya Adalah Penyanyi Berbakat. Sejumlah Jenama-Jenama pun Ikut Mendukung Acara ini sebagai Sponsor Utama/Pendukung/Kolaborasi, ada Procold, Mixagrip, Carol Super Pill, Bodrexin, dll. Walaupun Geliat Sandiwara Radio jadi Parah saat itu (terutama di era 80an-90an), Sejumlah Stasiun-Stasiun Radio di Indonesia pun ikut Menggelar Road Show atau Jumpa Pemeran-Pemeran Sandiwara Radio. Sebagian Pengisi Suara-Pengisi Suara pun Datang ke Radio untuk Agenda ini, ada Ferry Fadly dan Elly Ermawati. Kedua Sosok ini selalu diundang ke Radio-Radio di Berbagai Kota dan Satu lagi, pun ada Kartu Bergambar Foto Semua Pengisi Suara Sandiwara Radio yang Melekat di Masanya. Oh Ya, pada era 2018-sekitar 2024/25 silam, Sandiwara Radio masih ada tapi (Hidup) Kembali ditengah Gempuran Persaingan Drama Series di Beberapa Stasiun TV Nasional yang saat ini, Cuma ada yang Baru dalam Judulnya, seperti "Asmara di Tengah Bencana" yang mengisahkan Bencana Besar, "Borobudur" yang Menggambarkan latar Sejarah Candi Terbaik di Jateng dan Indonesia, "Ken Arok dan Ken Dedes" yang rutin diputar di Semua Radio-Radio dari VOKS Networks di Berbagai Kota (sebagaimana dalam Pembahasan yang Sebelumnya juga) dan Tentunya "Pilar Pilar Retak" yang biasanya disponsori oleh Minyak Gosok Cap Tunggal. Kini, Sandiwara Radio pun tinggal kenangan, Meskipun masih ada lewat Youtube dengan Durasi Tak Utuh (tapi 0% Iklan yang penting 100% Cerita) maupun Utuh (Ceritanya ada Iklan yang terpotong tapi sebagai Jeda Iklan selama Sandiwara Radio). Kalau Tidak Mau ditonton sambil Dengar di YT, berarti Boleh Download via MP3nya dulu. Daripada Malas Nonton Dracin-Dracinan, Lebih baik Harus Dengarkan Sandiwara Radio yang Bisa Mengobati Nostalgia seperti di era Radio dulu (zaman Orba?). Ayo, Manfaatkan Serunya Dengar Sandiwara Radio dengan Kisah-Kisah terbaik untuk Mengembalikan Nostalgia seperti dulu!
P/S: Ini Pembaruan untuk Postingan Hari ini. Seharusnya yang Membahas Antara Dracin dan Sandiwara Radio dan Akhirnya dihapus dan Menggantinya dengan Bahasan Total Sandiwara Radio saja.
Langganan:
Komentar (Atom)






















