Minggu, Oktober 25, 2026

Pemuatan Foto-Foto dari AntaraFoto di Rubrik Wisata (Jawa Pos Sunday Magz) vs Pemuatan Jadwal TVRI Nasional di Kolom Acara Hari ini (Kompas) (lengkap dengan Bonus)

Tadi, Semuanya Sudah dihapus untuk Bulan ini, Sekarang Waktunya Kita Buat Blog Baru kan kembali bahas Seputar Media Cetak/Pertelevisian... Gue kan ngeFans sama LPP TVRI (termasuk Nama Nadila Saleh, Celia Alexandra, Laura Louise, Felicia Amelinda dan Ken Anne dari TV One) akibat Tayangkan Piala Dunia 2026 sama Asian Games 2026 yang sudah selesai berlangsung, Tayangkan Sepakbola IWL (Indonesian Women League) 2026 dan Mikrodrama Extra Time Cinta (mulai tayang sekitar Oktober/November nanti), jadi Official Broadcaster Piala Dunia u17 2026 yang akan berlangsung di Qatar Bulan depan, Gonta Ganti Dirut (dari Iman Brotoseno ke Rika Damayanti sampai ke Tubagus Fiki Satari), Rutin Nonton Live Streaming Siaran TVRI Nasional/Daerah di YT, Rutin Nonton Video TVRI dari waktu ke waktu (ada Video klip lawas sampai yang lainnya), Memajang Foto-Foto Semua Presenter-Presenter dari LPP TVRI Nasional/Daerah (termasuk dari Stasiun TV lain) di Kamar gue, Mengoleksi Foto-Foto Semua Presenter dari LPP TVRI (Nasional/Daerah) plus Gambar-Gambar dari Tayangan TVRI dari Generasi ke Generasi (termasuk yang selain TVRI Nasional) di Laptopku (sebagiannya dihapus total dan sebagiannya bertahan), Mengoleksi Buku Tulis yang isinya Foto-Foto Semua Presenter-Presenter dari LPP TVRI Nasional/Daerah (termasuk dari Stasiun TV lain dan Jadwal TV dulu dan sekarang) ibarat Album Foto/Stiker (semacam Panini), Sering-Sering ngePrompt Foto/Gambar di Google Gemini/ChatGPT yang Presenter-Presenter Berita Perempuan lepas blazer tapi langsung terlihat Pakaian terbuka sepenuhnya (semacam Jersey Olahraga khusus LPP TVRI sejak Agustus lalu, tapi mungkin jarang atau bagaimana?), Kematian Mendiang Yanto Idorway (Presenter TVRI Papua Barat) pada Akhir Juli lalu yang saat ini masih Usut Tuntas dan Follow Banyak Akun-Akunnya LPP TVRI (Nasional/Daerah) dan Sebagian Presenter-Presenter dari LPP TVRI di Beberapa Medsos (kayak IG gue, termasuk yang lainnya). 

2 dari 9 Mitra Kerja Komisi VII DPR RI sejak 2024 (LKBN Antara dan LPP TVRI) memang rutin Memasang di Koran-Koran Nasional, AntaraFoto untuk Koran Jawa Pos yang Rubrik Wisata (Setiap Minggu) yang sering dimuat tapi jadi Mayoritasnya (cuma memuat Info Wisata-Wisata se Indonesia, yang lain juga boleh dimuat di Rubrik-Rubrik lain di Hari-Hari manapun termasuk Minggu) dan TVRI Nasional untuk Koran Kompas yang Memasang Jadwal dari dulu sampai sekarang. Apa Jadinya kalau Pemuatan Foto-Foto dari AntaraFoto di Rubrik Wisata (dari Koran Jawa Pos Setiap Minggu) bisa dibedakan dengan Jadwal Siaran TVRI Nasional di Kolom Acara Hari ini (dari Koran Kompas Setiap Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu)? Yuk Kita Simak Perbandingannya dengan Seksama:

AntaraFoto di Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

AntaraFoto di Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos (Sunday Magz) 

Penggunaan materi foto dari kantor berita seperti Antara Foto (LKBN Antara) secara rutin pada rubrik khusus seperti Wisata di Jawa Pos (atau edisi akhir pekan/Sunday Magz) umumnya dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan praktis dan redaksional industri media cetak:

  1. Jangkauan dan Ketersediaan Visual Skala Nasional/Internasional

    Rubrik wisata seringkali membahas destinasi yang tersebar di berbagai penjuru nusantara atau bahkan luar negeri. Mengirim fotografer internal secara khusus ke setiap lokasi terpencil untuk setiap rubrik mingguan tentu memerlukan biaya operasional, logistik, dan waktu yang sangat besar. Kantor berita seperti Antara memiliki jaringan fotografer profesional di hampir seluruh wilayah Indonesia yang terus-menerus mendokumentasikan berbagai destinasi wisata, kebudayaan, dan peristiwa secara aktual.

  2. Efisiensi Biaya dan Kerja Sama Sindikasi (Content Sharing)

    Media massa cetak sering kali berlangganan layanan berita dan foto (wire services) dari kantor berita nasional. Kerja sama sindikasi ini memungkinkan koran untuk mendapatkan pasokan foto berkualitas tinggi secara kontinu dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan harus memproduksi semuanya secara mandiri setiap pekannya.

  3. Standar Jurnalistik dan Kualitas Visual

    Foto-foto dari Antara Foto telah memenuhi standar jurnalistik profesional, memiliki kelengkapan data/keterangan foto (caption) yang akurat, serta hak siar resmi yang sah secara hukum untuk diterbitkan di media massa.

  4. Fokus pada Kurasi dan Narasi

    Dengan mengandalkan pasokan foto dokumentasi dari kantor berita, tim redaksi dapat lebih fokus pada penyusunan narasi, penulisan artikel, tata letak (layout) halaman, serta pengemasan informasi destinasi wisata agar tetap menarik dibaca oleh para pelanggan setia di akhir pekan.

Jadwal TVRI Nasional (terbaru di era Fiki Satari) di Kolom Acara Hari ini dari Koran Kompas

Jadwal TVRI Nasional (era Fiki Satari sejak 2026) di Kolom Acara Hari ini dari Koran Kompas (1)

Jadwal TVRI Nasional (era Fiki Satari sejak 2026) di Kolom Acara Hari ini dari Koran Kompas (2)

Kehadiran jadwal siaran TVRI Nasional secara rutin di harian Kompas (seperti yang terlihat pada kolom Acara Hari Ini) berkaitan erat dengan bentuk kolaborasi, strategi kehumasan, serta pemenuhan fungsi media publik. Beberapa faktor utama yang melatarbelakangi hal tersebut antara lain:

  1. Kemitraan Strategis Antar-Media Publik dan Arus Utama

    Sebagai lembaga penyiaran publik (LPP) milik negara, TVRI memiliki kepentingan untuk memperluas jangkauan informasi program-programnya kepada masyarakat luas, termasuk pembaca setia media cetak mapan seperti Kompas. Publikasi jadwal ini sering kali merupakan bagian dari kerja sama lintas media atau rilis informasi resmi penyiaran yang disuplai langsung oleh humas lembaga penyiaran kepada dapur redaksi surat kabar.

  2. Dukungan terhadap Program Pemerintah dan Layanan Publik

    Di bawah kepemimpinan manajemen baru, TVRI semakin gencar menayangkan program-program yang bersifat edukatif, kebudayaan, hingga diseminasi pembangunan nasional (seperti program Jendela Negeri, Jejak Pembangunan, dan dialog kenegaraan). Pemuatan jadwal ini membantu pembaca koran mengetahui ketersediaan program-program informasi publik tersebut.

  3. Tradisi Rubrikasi dan Kebutuhan Informasi Televisi Terestrial

    Meskipun era digital telah mengubah pola konsumsi media, rubrik jadwal televisi di koran cetak masih dipertahankan untuk segmen pembaca tertentu yang menginginkan panduan tontonan harian secara praktis. TVRI sebagai stasiun TV nasional tertua tentu mendapat porsi slot tayangan televisi terestrial bersama stasiun swasta lainnya di Kompas.

  4. Visibilitas Event Khusus (Seperti Piala Dunia 2026)

    Ketika TVRI menayangkan siaran atau momen khusus berskala besar—seperti hak siar turnamen olahraga akbar atau FIFA World Cup yang tertera pada jadwal—pemuatan jadwal secara rinci menjadi daya tarik penting bagi pembaca surat kabar untuk memantau jam tayang siaran langsung maupun ulang (rerun).

Membandingkannya dengan Jadwal TVRI 34 tahun silam (1992) di 2 Koran dari Jogjakarta (KR dan Bernas)

Jadwal TVRI tahun 1992 (dari KR)

Jadwal TVRI tahun 1992 (dari Bernas)

Perbandingan antara jadwal penyiaran TVRI era tahun 1992 (yang bersumber dari koran lokal Jogjakarta seperti KR atau Bernas) dengan jadwal TVRI Nasional di koran Kompas pada era modern (2026) memperlihatkan transformasi yang sangat kontras, baik dari segi durasi siaran, variasi program, maupun struktur manajemen penyiaran publik.

Berikut adalah poin-poin perbandingan utamanya:

1. Durasi dan Jam Operasional Siaran

  • Era 1992 (Sebelum & Sesudah Pola Acara 1992/1993):

    • Siaran TVRI pada masa itu tidak dimulai pagi hari secara penuh seperti TV swasta atau TVRI era sekarang. Berdasarkan kliping koran 1992, siaran sore biasanya baru dimulai sekitar pukul 15.30 atau ada pengecualian khusus pagi hari jika ada siaran akbar seperti Olimpiade Barcelona 1992 (pukul 06.00).

    • Jam siaran regulernya pun terbatas dan biasanya sudah berakhir menjelang tengah malam (sekitar pukul 23.00–00.00).

  • Era Modern (seperti pada Kompas):

    • TVRI Nasional kini bersiaran 24 jam penuh atau hampir sepanjang hari, dimulai sejak subuh (pukul 04.30 dengan program Serambi Islami) hingga larut malam/dini hari tanpa jeda yang panjang.

2. Format Acara dan Muatan Lokal vs Nasional

  • Era 1992:

    • Jadwal di 2 koran dari Jogjakarta menunjukkan perpaduan erat antara siaran nasional dan sisipan lokal stasiun daerah (TVRI Jogjakarta).

    • Terdapat slot-slot kebudayaan lokal khas Jogjakarta (seperti Sanggar Seni Sekar Suwun Yogyakarta, Aneka Tari, Candra Pesona, Berita Daerah Jogjakarta dan Mbangun Desa) serta penanda waktu lokal yang spesifik (Azan Magrib untuk DIY dan sekitarnya).

    • Program pendidikannya pun khas masanya, seperti Pelajaran Bahasa Arab atau Film Ilmu Pengetahuan, di samping liputan khusus event dunia seperti Olimpiade Barcelona 1992 dan Piala Eropa 1992 Swedia.

  • Era Modern:

    • Jadwal yang dimuat di Kompas adalah Pola Acara TVRI Nasional secara terpusat.

    • Jenis programnya jauh lebih beragam dan menyesuaikan tren penyiaran kontemporer, mencakup talkshow kenegaraan (Indonesia Bicara), program anak, majalah udara, program hiburan/musik (Musik Hub), hingga penayangan ajang olahraga besar dunia seperti FIFA World Cup 2026. dan Sayangnya Tidak ada Jadwal Regional untuk Stasiun-Stasiun Daerah (seperti Jatim Hari ini untuk wilayah Jatim)

3. Konsistensi Program Legendaris

  • Benang merah yang tidak pernah berubah dari dulu hingga era modern adalah keberadaan program berita utama malam hari, yaitu Dunia Dalam Berita, yang tetap konsisten berada di slot primetime (pukul 21.00 WIB) lintas dekade sebagai identitas utama lembaga penyiaran publik.

Secara ringkas, perpindahan dari era 1992 ke era modern memperlihatkan bagaimana TVRI bertransformasi dari stasiun televisi dengan jam tayang terbatasi oleh blok waktu sore-malam (dengan sisipan porsi lokal yang kental di koran daerah) menjadi jaringan penyiaran publik nasional 24 jam dengan variasi program hiburan, informasi, dan olahraga yang jauh lebih masif.

Mengenai Mitra Kerja di Komisi VII DPR RI bagi LKBN Antara dan LPP TVRI

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI merupakan bagian dari mitra kerja resmi Komisi VII DPR RI yang ditetapkan sejak pengesahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada 22 Oktober 2024. selain LKBN Antara dan LPP TVRI, ada Mitra-Mitra kerja lain seperti Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekraf RI, Kementerian UMKM RI, BSN, RRI dan Dekranas.

Komisi VII DPR RI sendiri membidangi sektor yang mencakup perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi, sehingga lembaga-lembaga penyiaran publik dan kantor berita negara seperti LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN Antara berada di bawah ruang lingkup pengawasan dan mitra kerja komisi ini.

Ketua Komisi VII DPR RI

Komisi VII DPR RI periode 2024–2029 dipimpin oleh Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A. dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Apa Kesimpulannya?

Berdasarkan rangkaian diskusi kita mengenai dunia media massa, penyiaran, dan tata kelola kelembagaan di Indonesia, berikut adalah kesimpulan utamanya:

  1. Efisiensi dan Standar Jurnalistik Media Cetak: Penggunaan materi foto dari kantor berita seperti Antara Foto pada rubrik wisata koran (Jawa Pos) merupakan strategi praktis untuk efisiensi biaya operasional, perluasan jangkauan visual nasional, serta pemenuhan standar kualitas jurnalistik yang sah secara hukum melalui mekanisme sindikasi.

  2. Transformasi Penyiaran Publik (TVRI): Kehadiran jadwal siaran TVRI Nasional di koran arus utama (Kompas) mencerminkan kolaborasi media dan strategi diseminasi program publik. Jika dibandingkan dengan arsip jadwal tahun 1992 di koran lokal dari Jogjakarta (KR dan Bernas) yang durasinya masih terbatas dan kental dengan muatan lokal (seperti sisipan kebudayaan daerah), TVRI saat ini telah bertransformasi menjadi jaringan penyiaran publik nasional 24 jam dengan variasi program yang jauh lebih masif dan kontemporer.

  3. Mitra Kerja Komisi VII DPR RI: Baik LKBN Antara maupun LPP TVRI (beserta LPP RRI, kementerian di bidang perindustrian, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan badan terkait lainnya) secara resmi berada di bawah ruang lingkup pengawasan dan mitra kerja Komisi VII DPR RI—yang membidangi sektor perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi—di bawah kepemimpinan Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A.


Itulah Tadi Penjelasan Seputar Pemuatan AntaraFoto di Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos (Sunday Magz) dan Jadwal TVRI Nasional (terbaru di era Fiki Satari jadi Dirut PAW 2023-2028) di Kolom Acara Hari ini di Koran Kompas (termasuk Tambahannya), Semoga Bermanfaat bagi Semua Pembaca-Pembaca Setianya. Jangan lupa, Buat Pembaca-Pembaca setianya Kompas, harus bisa PreOrder Koran Kompas Edisi Tematik Sumpah Pemuda Tahun ini bertitel "Indonesia, Besok" yang akan beredar pada 28/10 nanti dengan melakukan Beli PreOrder lewat Gerai Kompas Online dengan Biaya Rp. 99.000,- (termasuk Bonus Langganan Kompas.id sampai 3 Bulan dan ToteBag Eksklusif). Kemarin pagi, Sudah di PreOrder gue untuk Koran ini (lewat Gerai Kompas Online) dan bayarnya pakai GoPay tapi tambah Ongkir Rp. 23.000,- dari JNE jadi Rp. 122.000,- (termasuk Dobel Bonusnya). dan Semoga, Pengiriman untuk Koran Hasil PreOrder ini bakal dilakukan pada Momen Sumpah Pemuda nanti (Insya Allah).

Sumber: Google Gemini (dengan ada banyak perubahan kayaknya), Koran Jawa Pos (Sunday Magz), Koran Kompas, Koran Bernas tahun 1992 (dari MPN Komdigi) dan Koran KR tahun 1992 (dari MPN Komdigi)


Bonus!

Parade Foto Presenter-Presenter dari LPP TVRI (Nasional dan Stasiun-Stasiun Daerah) (2026):

Happy Goeritman

Maya Karim

Ardianto Wijaya

Yunita Monim

Lenny Hadiawati

Akbar Syam

Andin Wijaya

Brigita Kwee

Lorenzo Mukuan

Fahmi Andrian

Anggi DJ

Shiera Theresia

Anita Mae dan Boy Noya

Natasya Paruntu

Oki Satrial

Dhoni Kusmanhadji (foto tahun 2004)

M. Azril Nasution (Sumut)

Amelia Balqis Siregar (Sumut)

Audra Andari Olinka (Sumut)

M. Oscar Surya Yoga (Sumbar)

Ahmad Solihin (Jambi)

Anastasya Laga dan Khalidah Hasanah (Jambi)

Rizkya Amrina (Sumsel)

Agnes Sinambela (Jakarta)

Haekal Malik (Jakarta)

Amelia Putri (Jabar)

Fredericko Sinatria (Jabar)

Agustina Hasti (Jabar)

Avian Sanes (Jateng)

Meggy Lidya (Jateng)

Hendry Saputra (Jogjakarta)

Dhimas Tedjo (Jogjakarta)

Meta Docang (Jogjakarta)

Abiyyi Erawan (Jogjakarta)

Norma Novicka (Jogjakarta)

Winda Melantika (Jogjakarta)

Almas Azzahra (Jogjakarta)

Elsa Sabrina (Jogjakarta)

Moch Hafid (Jogjakarta)

Erina Koto (Jatim)

Rhina Pahlevi (Jatim)

Tika Aziz (Jatim)

Garnis Dera (Jatim)

Briansyah Dewandri dan Amelia Sitorus (Jatim)

Cak Pendik ding tak tong


Novita Chandra Wijaya (Kalteng)

Jefhorison (Kaltara)

Sovera Lukas dan Herlinda Ingkong (Kaltara)

Septina Miuty (Kaltara)

Riski Budiman (Sulteng)

Lunggy Gyarinsah (Sulteng)

Ayu Purnama (Sultra)

Selvia Virginia Elma (Sulsel)

Farawansah (Sulsel)

Susan Mampioper (Papua Barat)