Senin, Januari 12, 2026

Pembatasan Video di Google Gemini?

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI dan KLIK DISINI

Tahun lalu, 2 Pembahasan tentang Google Gemini yang Sebelumnya sudah dibuat, Sekarang kita Kembali Bahas di Blog ini. Kalau yang Sepekan lalu sempat Hapus nih...


Nah, Tadi, aku Sudah Buat 2 Video di Google Gemini (sampai tulisan ini dibuat, yang 1nya dihapus tadi dan 1nya tak dihapus). Tapi, Tiba-Tiba, kok ada Pesan "Anda telah mencapai Batas Pembuatan Video sampai (Tanggal/Bulan), 05.35" (kalau yang Paket PRO sih semestinya 3 dan bisa sampai Pembatasannya jam 4.03 Dinihari kalau ga salah)? Tapi Apa yang Terjadi dan Apa Solusinya? Nah, Kita Simak Penjelasannya yang Berdasarkan dari Google Gemini:


Pesan tersebut muncul karena pembatasan kuota penggunaan (rate limiting) yang diterapkan oleh Google pada fitur pembuatan video di Gemini.

Singkatnya, kamu telah menggunakan fitur tersebut terlalu sering dalam jangka waktu tertentu, dan sistem sedang melakukan "pendinginan" (cooldown) sebelum kamu diizinkan menggunakannya lagi.

Berikut adalah penjelasan detail mengapa dan apa maksud dari pesan tersebut:


1. Mengapa ada batasan ini?

Fitur text-to-video (membuat video dari teks) memerlukan daya komputasi (GPU/TPU) server yang sangat besar, jauh lebih besar dibandingkan hanya membuat teks atau gambar biasa. Untuk menjaga kinerja server agar tetap stabil dan adil bagi semua pengguna, Google membatasi:

  • Jumlah video yang bisa dibuat per jam/hari.

  • Frekuensi permintaan pembuatan video.

2. Apa arti "sampai (TT/BBB), 05.35 (atau 04.03 untuk Paket PRO)"?

Ini adalah waktu reset kuota kamu.

  • Saat ini sistem sedang mengunci fitur pembuatan video untuk akunmu.

  • Kamu baru bisa membuat video lagi tepat pada tanggal dan bulan, pukul 5.35 pagi (jika pakai Paket PRO bisa jam 4.03 dinihari).

  • Setelah jam tersebut lewat, tombol atau fitur pembuatan video akan aktif kembali secara otomatis.

3. Faktor Pengaruh

Batasan ini biasanya berbeda-beda tergantung pada:

  • Jenis Akun: Pengguna gratis biasanya memiliki kuota yang lebih sedikit dibandingkan pengguna berbayar (Gemini Advanced).

  • Beban Server: Jika server sedang sangat sibuk (banyak orang membuat video bersamaan), batasan ini bisa menjadi lebih ketat.


Solusi yang Bisa Kamu Lakukan

  1. Menunggu: Ini adalah solusi pasti. Kamu harus menunggu hingga pukul 5.35 Pagi (jika pakai Paket PRO bisa jam 4.03 dinihari, sesuai zona waktu di perangkatmu).

  2. Gunakan Fitur Lain: Biasanya batasan ini hanya berlaku untuk fitur berat seperti video. Kamu kemungkinan besar masih bisa menggunakan Gemini untuk bertanya (teks), membuat kode program, atau mungkin membuat gambar statis.

  3. Cek Langganan: Jika kamu pengguna gratis dan sering membutuhkan fitur ini, kamu mungkin perlu mempertimbangkan upgrade ke Gemini Advanced (Google One AI Premium) untuk mendapatkan kuota yang lebih besar (meskipun pengguna berbayar pun tetap memiliki batas wajar).



Itu Tadi Penjelasan tentang Pembatasan Video di Google Gemini, Semoga Bermanfaat ya...

Minggu, Januari 11, 2026

Nostalgia Iklan Lawas tahun 2001-02 (24-25 tahun lalu) dari Majalah (plus Bonus)

Selamat Berhari Minggu. Nah, Kita akan Posting Blog yang Kompilasi Iklan-Iklan Lawas era 2000an awal yang biasanya Muncul di Berbagai Majalah-Majalah dan Tabloid-Tabloid suatu ketika dulu. Dijamin pasti Bernostalgia untuk Mengembalikan Memori kita! 

Jauh Sebelum eranya Disrupsi Digitalisasi, Medsos dan Geliat Ai, Iklan-Iklan selalu tertampang di Semua Media Cetak terkenal. di Tahun 2001-02, Iklan-Iklan itu masih dimuat di Berbagai Media Cetak semacam Majalah Tempo, Femina, Liga Italia, Sportif, Kartini, AutoCar Indonesia, dll. Nah, Kita Simak Deretan Kompilasi Iklan-Iklan Lama sekitar 24-25 tahun silam yang sudah diseleksi gue tapi diambil dari 3 Majalah yang dulunya aku Pernah Beli di 2011 silam (di Pasar Buku Wilis Malang) dan di Beli di 2025 silam (lewat Lokapasar Hijau). ada yang diambil dari Majalah Tempo 2 Edisi di Desember 2001 (Edisi 17-23 dan 24-30) dan ada yang diambil dari Majalah Femina Edisi 21-27 Februari 2002 (yang sampulnya Dian Sastro) dan termasuk Bonus Video Iklan-Iklan TV Lawas era 90an-2000an. kan Tadi difoto-foto pakai Smartphone Galaxy ZFold 3 yang Nantinya kelak diperbaiki (setelah berubah jadi Hilangnya Internet, Hilangnya Suara tapi masih ada Vibrasi dan Garis Hijau di Layar) dan Setelah discan.


P/S : Dilarang Memposting/Menambah Sebagian Foto-Foto yang Iklan Cetak Lawas versi Berdasarkan Hasil Prompt AI di Google Gemini. 


Iklan Bank Mandiri versi Investasi Super Fleksibel (2001)

Iklan Indosat versi Lebaran (2001)

Iklan Aqua versi Kuis Berhadiah Umroh (2001)

Iklan StarMild (2001) (ada Tulisan Peringatan Rok** era 2000-2013 seperti Peringatan Obat-Obatan)

Iklan ProXL (2001) (sebelum eranya XL-Smartfren menyerang)

Iklan Dji Sam Soe versi Main Pencak Silat (2000, Revisi 2001?)

Iklan Simpati Telkomsel (2001) (sebelum eranya Indra Bekti, Christian Sugiono, Agnez Mo dan Duta SO7 menyerang)

Iklan Reward BCA (2001) (ada Bocil Pakai Jersey Tim Prancis yang biasanya Juara Piala Eropa 2000)

Iklan Telkom SLJJ (2001) (Iklan Paling Baper di TV dan di Media Cetak)

Iklan Permen Whizz (2001) (Perempuan kok ada Es Kubus di Wajahnya?)

Iklan Rexona Confidence (2002) (Iklan TVnya belum ada di Youtube (Semoga bisa Upload lah), dulu kan ada di Iklan TV yang paling diinget adegannya, tapi Modelnya Shirley Margaretha atau Verlita Evelyn di Iklan ini? pasti Cantik nih!)

Iklan Sogo (2002)

Iklan Zilda (2002) (Masya Allah, Kok Hijabnya masih Cantik ya?)

Iklan Mustika Ratu Trend 2002 (2001/02?) (Ternyata ada Keket?)

Iklan Supradyn (2002)

Iklan Slumberland (2002) (mungkin Gayanya Berita Pagi zaman 2000an?)

Iklan Lativi (kini TV One) (2002) (awal-awal Siaran sebelum eranya Spongebob di era Lativi dan eranya Nadilla Saleh, Laura Louise, Ken Anne dan Putri Windasari di era TV One)

Iklan RCTI (2002) (Sebentar lagi mau Rebranding super besar nih 26/1 nanti)

Iklan Nokia 8310 (2002)

Iklan C'S Grand Hyatt Jakarta (2002)


Bonus : 2 Kompilasi Iklan-Iklan Lawas era 90an-2000an (ada Viva Queen sampai Jenama Viva-Viva lainnya, tapi adanya di Kompilasi Iklan-Iklan saat acara Siapa Berani di Indosiar tahun 2002 dan Showreel JPP), Iklan Rexona versi Jingle Radio (diambil dari Iklan Televisi tahun 2002 awal?), Iklan Rexona versi Kerepotan, dll.







Itulah Tadi, Deretan Kompilasi Iklan-Iklan Lawas tahun 2001-02 yang biasanya dimuat di Media Cetak (termasuk Bonus). Semoga bisa mengobati Nostalgia kalian...

Sabtu, Januari 10, 2026

Antara Koran Kompas Akhir Pekan dan Perubahan di Tahun ini dan Jawa Pos dengan Paket Magz di Akhir Pekan (Update)

Tadi, Aku Sudah Loakin Koran-Koran antara Terbitan Tahun 2024 dan 2025 silam, Wow, Banyak Banget kan! dan Sekarang, Kita Kembali Bahas Koran. Yang Postingan Blog Kemarin, sudah dihapus Kayaknya dan Yang Barusan tadi juga dihapus, Masya Allah, Kenapa Tahun ini Sering Hapus-Hapus Blog ya? Hehehe... Oh Ya, Satu lagi, Yang Sebagian Besar Pembahasan Dunia Koran yang Sepanjang 2024-2026 semestinya sudah dihapus Total, terutama Sebagian besar yang Tahun lalu (2025). 


Tahun 2026 itu adalah Tahunnya Geliat Koran Indonesia tanpa Menerbitkan Edisi Minggu (via Cetak). Akibatnya adalah sebagian Koran-Koran Cetak dari Indonesia tidak mau Beredar Setiap Minggu dalam Format Cetak sejak dari Akhir Tahun lalu (2025), kayak Warta Kota dan Surya (Sama Sama milik Tribun Network) yang jadi Dampaknya. dan Jawa Pos (Koran Favorit gue) dan Suara Merdeka pun masih ada di Pasaran Koran Cetak pada Hari Minggu dan Aman dari Kematian (termasuk Koran Kompas yang Masih ada tapi cuman ada di versi Digital sepenuhnya). Yang Media Indonesia (Koran Favorit gue juga) di Tahun Kuda Api tersebut pun tidak boleh Beredar juga yang Edisi Sabtu-Minggu dalam Format Digital (EPaper) tapi hanya Beredar Setiap Senin hingga Jumat secara mutlak baik Analog (Cetak) dan Digital (EPaper) dan Keinginannya untuk Bertransformasi Digital. Sementara itu, Koran Kompas (Koran Favorit gue Juga) pun ada yang Terobosan baru di Tahun ini tapi sedang "Memasak" (Seperti Edisi 12/12 Tahun lalu) dan jadi "Agak Laen", yakni Edisi Akhir Pekan yang Beredar Setiap Sabtu baik Cetak dan EPaper, Edisi Minggu yang Tidak ada versi Cetak di Pasaran dan Fokus ke EPaper sepenuhnya (via Kompas.id) dan Terjadi Perombakan atau Perubahan. Yuk Kita Simak Pembahasannya! 


Akhir Pekan, Harus ada Referensi paling Luar Biasa untuk dibaca, Kompas dengan Edisi Akhir Pekan dan Jawa Pos dengan Paket Edisi Akhir Pekan yang Terpecah 2 Edisi Berbeda baik Edisi Sabtu dan Edisi Minggu. Yang Kompas di 2026 ini semestinya Terjadi Perombakan/Perubahan untuk Tahun ini (termasuk Rencana Gebrakan berikutnya) dan Jawa Pos memiliki Rubrik-Rubriknya di Luar Akhir Pekan. 


Koran Kompas Edisi Akhir Pekan, Perubahan/Perombakan di 2026 dan Gebrakan Berikutnya

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Perdana Akhir Pekan (3/1)

Sejak Seminggu lalu (3/1), Koran Kompas menghadirkan "Edisi Akhir Pekan" alias Wajah Baru untuk Edisi Sabtu-Minggu, ini adalah Terobosan paling baru untuk Pembaca Setia yang mewarnai Akhir Pekan. Edisi Sabtunya Koran Kompas di Tahun Kuda Api 2026 jadi Agak Laen meskipun Kontennya mengawinkan antara Konten Edisi Sabtu yang Features/Mendalam dan Konten Edisi Minggu yang dulunya ada. Beredar Setiap Sabtu, Bisa Lewat Cetak dan EPaper dan Tebalnya pasti 20 Halaman (setara dengan Ketebalannya Jawa Pos Edisi Minggu) serta Makin Berisi lah! Ada Banyak Rubrik-Rubrik yang ada Seperti Kelana (pesaingnya Rubrik Wisata di Koran Jawa Pos Edisi Minggu), Kenang Rasa (pesaingnya Rubrik Food di Koran Jawa Pos Edisi Minggu), Kendara (serentak sama Rubrik Otomotif di Koran Jawa Pos Edisi Sabtu), Cerpen (serentak sama Rubrik Cerpen juga di Koran Jawa Pos Edisi Sabtu), Jeda (campuran TTS dan Komik), Lembar (serentak sama Rubrik Buku di Koran Jawa Pos Edisi Sabtu), Catatan Analisis Budaya, Internasional (yang Isinya Features tapi ditulis Sejumlah Jurnalis-Jurnalis Desk Internasional), Ekbis (yang Isinya Features tapi ditulis Sejumlah Jurnalis-Jurnalis Desk Ekbis), Olahraga (yang Isinya Features tapi ditulis Sejumlah Jurnalis-Jurnalis Desk Olahraga), Foto Pekan ini (serentak sama Rubrik Lensa di Koran Jawa Pos Edisi Sabtu), dll. Oh Ya, yang Rubrik Weekend yang Isinya Info Hotel, Restoran dan Gaya Hidup lain, Experd (bagian dari Klasika) dan Jadwal Siaran TV pun masih ada. Koran ini memang Berasa "Nostalgia" (balik ke Masa Silam) karena Terbelah 2 Seksi Koran, baik Seksi 1 yang Tebalnya 12 Halaman (didominasi mantan Rubrik-Rubriknya Minggu kecuali Foto Pekan ini) dan Seksi 2 yang Tebalnya 8 Halaman (isinya Berita Reguler jadi Features dan ada Foto Pekan ini). Harganya Cuma Rp. 17.000,-/Koran untuk Wilayah Pulau Jawa dan Rp. 18.000,-/Koran untuk Wilayah Luar Pulau Jawa. Pada Edisi Kedua yang Beredar Hari ini (10/1) pun Menambahkan Kata "Minggu" Jadi "Sabtu/Minggu" Beserta Tanggalnya (antara Hari Sabtu dan Minggu). dan ditakdirkan akan jadi The Next "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta-Jakarta (1985-1999)" dan "Majalah Xy Kids (2003-2018)". Koran ini bisa diperoleh di Agen/Kios Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Melalui Lokapasar untuk Beli 1 Koran atau Berlangganan Semua Edisi (seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop dan Gerai Kompas Online). Kalau yang Kompas Edisi Minggu Bagaimana? Jangan Sedih semua Pembaca-Pembaca Setia, Kan Semestinya fokus ke Digital (EPaper) via Kompas.id bukan di versi Cetak. 

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Perdana Minggu versi EPaper sepenuhnya (4/1)

Sejak 4/1 lalu, Edisi Minggunya Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan lintas Generasi" tersebut Agak Laen juga! Full Digital tapi Isinya Sedikit Beda dari yang Edisi Senin hingga Jumat yang biasanya (tapi Sama) dan Tidak ada Jadwal Siaran TVnya. Yang Rubrik Weekend dari Edisi Sabtu, masih ada mungkin! Jangan lupa, Setiap Minggu harus ada Koran Kompas yang versi Digital sepenuhnya! Sejak adanya Edisi Akhir Pekannya Kompas di awal Tahun ini, Koran ini mengalami Perubahan, Penggusuran dan Perombakan apalagi kan Geliat Baru tapi Serasa Kembali ke Masa silam, seperti Karikatur "Joni dan Poni" yang awalnya Setiap hari Sabtu berpindah ke Hari Rabu (Menggantikan posisi Karikatur Utama Rabu), Rubrik Sudut Pandang (bagian dari Rubrik Internasional) yang biasanya Setiap Minggu kini berpindah ke Hari Jumat, QR Codenya dihapus Total setelah 8 Tahun tampil di Sampul Depan, Rubrik "Geliat Kota" (Lumayan Mirip dengan Peluang Usaha milik Jawa Pos Edisi Minggu dan Desa Kita di Jawa Pos Radar Mojokerto/Jombang Setiap hari) dan "Sawala" yang Biasanya hadir di Edisi Jumat sudah dihapus total, Masuknya Firman Noor di Catatan Analisis Politik dan Rubrik Teropong berubah sedikit. Untuk Jadwal Siaran TV saja di Tahun ini, masih Bertahan cuma hanya 10 Stasiun TV tapi takkan terganti (TVRI Nasional, SCTV, Metro TV, Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV Jakarta, Kompas TV, RTV dan BTV), Jurnalisme Data Masih ada dan Diplomasi (bagian dari Internasional juga) pun Masih ada di Edisi Rabu. Ini adalah Gebrakan barunya A. Haryo Damardono yang kini jadi Editor in Chief Koran Kompas sejak mendudukinya pada 1 Mei Tahun lalu. Selain yang Gebrakan baru (kayak Edisi Akhir Pekan), Sejumlah Gebrakan dan Terobosan sebelumnya yang Pernah dilakukan Beliau jadi Pemred Koran ini, seperti Menghadirkan Sisipan Tabloid Khusus Pendidikan Turki (kolaborasi bersama Salah satu Media Cetak paling Terkenal di Turki) yang Terbit pada 5/6 Tahun lalu (2025), Menerbitkan Edisi Khusus 6 Dekade Kompas setebal 60 Halaman yang bisa di Pre Order pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan Karikatur Joni dan Poni, Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang bisa di Pre Order juga pada Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Pemuatan Jadwal Siaran Metro TV di Kompas (menggantikan posisi Jadwal GTV) sejak 9/9 Tahun lalu, Memperkenalkan KompasONE yang menyatukan Kompas.id, Kompas.com, Kontan, Bobo, SajianSedap dan Otomotif, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khusus 40 Halaman yang Isinya Geliat Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia dari Waktu ke Waktu yang di Pre Order juga pada September-Oktober Tahun lalu, Rubrik Khusus Budaya "Sawala" yang Berkolaborasi bersama Kemenbud RI, Menghadirkan Lipsus Masyarakat Adat pada November Tahun lalu, Memberitakan Pemerintahan Prabowo-Gibran/Kabinet Merah Putih sejak dari era Editor in Chief sebelumnya (Sutta Dharmasaputra), Memberitakan Bencana Alam besar di Aceh, Sumut dan Sumbar yang terjadi pada Akhir Tahun lalu dan Langsung Mendongkrak, Menghadirkan Liputan Khusus Jurnalisme Data Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas "Hutan Sumatra Lenyap" lengkap dengan Sampul berbahan Kertas Kalkir untuk Melindungi Sampul Depan dan Belakang dan Langsung jadi Perbincangan Hangat di Medsos dan Menerbitkan Edisi Minggu yang Terakhir untuk versi Cetak sebelum berhijrah ke Edisi Sabtu per Awal Tahun ini pada 28/12 Tahun lalu. 

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Khusus 6 Dekade setebal 60 Halaman (2025)

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman (2025)

Iklan KompasONE (2025)

Iklan Tabloid Bola by Kompas (2025)

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Jurnalisme Data seri Hutan Sumatra Lenyap yang dibilang "Memasak" (2025)

2 Sampul Koran Kompas di Akhir Tahun lalu

dan Rencana-Rencana Gebrakan yang Akan datang di 2026, Bakal kelak hadir, Ada Kompas Profesional yang siap hadir di Januari ini (untuk Sektor Mining), Menerbitkan Edisi Khusus Ramadhan/Lebaran 1447H yang vibenya Seperti Tabloid Citra yang terkenal di era 90an-2000an dengan Ukuran Tabloid (sama seperti Tabloid Bola by Kompas) yang akan hadir di Maret nanti (bisa lewat Pre Order), Menerbitkan Edisi Khusus Piala Dunia 2026 yang Isinya Profil Tim-Tim Peserta Piala Dunia 2026 hingga Kilas Balik (tapi Format Koran) yang akan hadir di Mei/Juni nanti (bisa lewat Pre Order juga) dan Liputan Khusus Piala Dunia 2026 yang Kelak hadir di Mei hingga Juli nanti. Semoga Saja, Koran Kompas bisa Dongkrak terus dan Memasak terus di 2026.


Jawa Pos dengan Paket "Magz" di Akhir Pekan

Tampilan Sampul Koran Jawa Pos Edisi 3/1 lalu

Tampilan Sampul Koran Jawa Pos Edisi 14/12 Tahun lalu (2025)

Bukan Cuma Kompas yang Edisi Akhir Pekan, Tapi, Koran dari Surabaya, Jawa Pos pun Tak Ketinggalan dengan Edisi Akhir Pekan yang Terpecah jadi 2, Baik Edisi Sabtu dan Edisi Minggu. Keduanya diberi Titel "Magz" alias Setara dengan Majalah. Ini Cuman 1 Paket di Akhir Pekan... Rubrik-Rubriknya bervariasi tapi Menginspirasi, Menghibur, Memberi Positif, Mengedukasi, Menyentuh Hati dan Mencerdaskan. di Edisi Sabtu, diberi Nama "Weekend Magz", ada Rubrik Nasional/Internasional, Cerpen, Halte, Sajak (Puisi), Ekbis, Finansial, Sportainment, Show-Selebritis, dll. Sedangkan yang Edisi Minggu, diberi Nama "Sunday Magz", ada Rubrik Wisata yang Isinya Info Wisata dan Budaya (termasuk Keunikannya) di 38 Propinsi di Indonesia yang Diperkaya Foto-Foto dari Tim Antara, Tim Jurnalis dari Keluarga Jawa Pos Media, dll. Rubrik ini kan Lebih "Berbudaya" Karena ada Info Budaya di 38 Propinsi Indonesia di Rubrik Wisata (kemungkinan setara dengan Rubrik Sawala milik Koran Kompas yang dulunya ada di Edisi Jumat pada Akhir 2025 lalu). Kalau yang Memuat Tempat-Tempat Wisata di Belahan Dunia, Tetap ada lho... yang Rubrik lain pasti ada, Seperti Nasional/Internasional, Film, Drama, Musik, Home (lengkap dengan Solusi Griya), Peluang Usaha, Weekly Plan, Sportainment, Golf, What's On Social Media, dll. Yang Rubrik Peluang Usaha dan Weekly Plan kan lebih ke Referensi Ekbis, Yang Rubrik Film lebih Fokus Memuat Resensi Film Baru, Yang Rubrik Musik lebih Fokus Memuat Informasi Seputar Musik baik Nasional dan Indonesia (kemungkinan kedepannya ada Kolom Top Music Chart di Rubrik Musik dan dijamin kembali Nostalgia seperti Masa silam juga) dan Yang Rubrik What's On Social Media kan isinya Berita Berita Hiburan dan Ringan-Ringan yang diintisari atau Sumber dari Website Berita dan Medsos. Jawa Pos yang Sunday Magz (Edisi Minggu) memang Seperti Koran-Koran dari Tribun Network yang isinya Berita Berita dari Website dan Medsos! Terutama di Halaman What's On Social Media. Yang Paling dirindukan (dulunya ada sebelum digusur), ya Rubrik "Televisi". Isinya kan Membahas Program-Program Acara Televisi tapi Lengkap dengan Kolom "Acara TV". RCTI (dan Indosiar (yang Kayaknya Besok Ultah)) kan Sering Nongol di Rubrik Televisi/Kolom Acara TV, tapi kedua Nama Stasiun TV tersebut di Koran yang kini Berjargon "Koran Online Televisi" tersebut bisa seperti Metro TV di Koran Media Indonesia (karena Info Program Acaranya) dan Kompas TV (sekalian SCTV dan GTV (sebelum 9/9/25)) di Koran Kompas. Yang SCTV pun juga kadang Sering Nongol juga di Rubrik ini dari Jawa Pos Edisi Minggu tapi di Koran Sebelah (Kompas) pasti ada Jadwal Komplitnya gitu (ditemani 9 Stasiun TV lainnya). Sekarang, Rubriknya Sudah digusur sekitar April Tahun lalu, dan Semoga, Rubrik ini segera dikembalikan. Untuk yang Jawa Pos Radar Mojokerto dan Jawa Pos Radar Jombang yang Edisi Minggu, Semestinya ada Rubrik Lifestyle di Halaman 1 dan 2, Kolom Renungan Minggu di Halaman 3 dan 5 (atau 6?), Inspirasi (Profil Tokoh) di Halaman 4 (atau 6?), Desa Bisa (atau Desa Kita) di Halaman 7 dan Someone (Profil Tokoh juga) di Halaman 8. Semestinya, Sampul Depan Koran Jawa Pos Radar Mojokerto yang Edisi Minggu tidak ada Tulisan jargon "The Spirit of Mojopahit" dan Lebih Unik Desainnya dari Desain Sampul Edisi Senin hingga Sabtu. di Luar Akhir Pekan (Tanpa diberi Titel Magz), Rubrik-Rubrik Jawa Pos selalu Variatif juga! Ada Show-Selebritis, Nasional/Internasional, Jatim, Kementerian (Kabinet Merah Putih), Sportainment, Ekbis, Finansial, Opini/JatiDiri, dll. Termasuk Tulisan "Weekend Magz Baca Besok" yang biasanya muncul (Khusus) di Sampul Depan Edisi Jumat. 


Itu Tadi Pembahasan Tentang 2 (dari 3) Koran Favorit gue yang Menghadirkan Edisi Akhir Pekan dan Gebrakannya. Semoga 3 Koran Favorit gue di 2026 terus Langgeng di Tengah era Disrupsi Digitalisasi dan era Ai. 


Update (11/1/26):
Koran Media Indonesia yang Edisi Sabtu Masih Beredar kemarin (10/1) tapi masih lewat Digital Sepenuhnya dan Edisi Minggunya (Hari ini) sudah Hapus nih (dulu ada sebelum awal 2026). Akan tetapi, Koran ini masih Beredar Setiap 5x Seminggu dari Senin hingga Jumat untuk Format Koran Analog dan Digital. Sementara, Koran Jawa Pos yang Edisi Hari ini pun ada Rubrik Wisata yang Membahas Lawang Sewu di Kota Semarang dan Masih diambil dari Foto-Foto yang dipotret Tim Fotografi Antara (termasuk yang lain?). Kayaknya Foto-Foto Antara di Rubrik Wisata di Koran Jawa Pos yang Isinya Info Wisata di 38 Propinsi di Indonesia terus menerus Setiap Minggu itu lebih bergizi lho... dan Satu lagi, Koran dari Bandung yang terkenal sebagai Saingannya PR, Tribun Jabar ikut Menyusul Sriwijaya Post, Tribun Sumsel, Warta Kota dan Surya yang Tidak bisa Beredar di Edisi Minggu mulai Hari ini. Oh Ya, ditambah lagi Koran Tribun Timur dari Makassar dan Tribun Medan dari Medan tak lagi dijual dipasaran bebas untuk Setiap Sabtu dan Minggu. Eh Tunggu, Koran Kompas Edisi Minggu yang kini Jadi Full EPaper sejak Awal Tahun ini hanya Menyisakan 1 Rubrik Khas, yakni Infografik. 

Update (lagi) (12/1/26):
Kemarin (11/1), Koran Tribun Jabar dari Bandung masih beredar lho, bukan Gagal Susul Koran-Koran lain dari Keluarga Tribun Network, Harap Maklum! Yang Tribun Jateng (dari Semarang) hingga Tribun-Tribun lain di Daerah pun Sama Saja beredarnya di Edisi Minggu kemarin (kecuali WK, Surya, TS dan SP). Eh Tunggu, ada Tambahan, Tribun Medan dari Medan semestinya Hapus Edisi Akhir Pekannya dari Akhir Tahun lalu (2025). Salah satu Koran terkemuka dari Bumi Batak tersebut menyusul Koran-Koran dari Tribun Network lainnya juga yang Menguburkan Edisi Sabtu/Minggunya.

Jumat, Januari 02, 2026

Top 5 Presenter TV Berita Terbaik Sepanjang 2025 (Update, Revisi)

Ini Jumat Perdana di 2026 (Sekaligus Postingan Blog Perdana di 2026), Nah, Kalau Senin Lalu (29/12/25), Sempat dibuat Postingannya yang Awal dan Kini sudah dihapus dan Hari ini, dibuat yang Baru dengan Sebagian Perubahan. 

Nah, Mari Kita Simak Deretan 5 Presenter TV Berita TV terbaik Sepanjang Tahun 2025 lalu.

Kalau Anda Dulu, di Zaman Majapahit (alias Masa silam), kita Kenal nama-nama lamanya yang dirindukan Para Pemirsa-Pemirsa Setianya, Mulai dari Anita Rahman, Yan Partawijaya, Dian Budiargo, Tengku Malinda, Adolf Posumah, Zsa Zsa Yusrayahya, Helmi Johannes, Desi Anwar, Ida Parwati, Jeremy Teti, Ira Koesno, Sofia Ranti, Anita Firdaus, Arief Widoseno, Dwi Anggia, Alfina Damayanti, Agung Izzulhaq, Najwa Shihab, Virgie Baker, Prita Laura, Fessy Alwi, Daisy Weku, Mendiang Andi Djarot, Grace Natalie, Prima Alverina, dll. Generasi Sekarang Sudah Berubah, Apalagi Mayoritasnya Sebagian Kecil Gen X (alias Senior, kelahiran 1965-1980), Sebagian Kecil Anak Millenial (kelahiran 1981-1996) dan Sebagian Besar Gen Z (alias Junior, kelahiran 1997-2012). Sepanjang Tahun lalu (2025), Presenter-Presenter TV Berita saja didominasi Millenial-Gen Z yang dipadukan. Ada yang Auuuhhh, Ada yang Sering nongol nyaris Setiap hari di Sore, Ada yang Kadang-Kadang Olahraga dan Bukan Olahraga, Ada yang Setia sejak dulu dan Ada yang Pernah jadi Influencer dan Model Iklan. Kelima Namanya adalah Valentinus Resa yang sering Muncul di MNL Setiap Senin hingga Jumat Malam di Metro TV, Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Kabar Petang Setiap Senin-Selasa(?), Jumat hingga Minggu (kemungkinan Setiap hari terus, Gila), Renie Arumsari yang biasanya rutin di Sebagian Program-Program Berita dari iNews, Adisty Larasati yang bikin Seru jadi Presenter Kompas TV sejak dulu dan Akhir Sekali, Adinda Putri yang Biasanya Nongol di 2 Stasiun TV milik Enggartiasto Lukita (B Universe). Kelima Presenter ini Mampu Menyaingi Nama-Nama lainnya seperti Rina Nose di D'Academy 7, Jirayut di Program Acara yang Sama, Surya Insomnia di Program Acara Arisan, dll. Ini Dia Deretan 5 Presenter TV Berita TV terbaik di Tahun 2025.

P/S : Dilarang Memposting/Menambah Sebagian Foto-Foto yang Presenter TV Berita (Indonesia) versi Berdasarkan Hasil Prompt AI di Google Gemini. 


01. Valentinus Resa (Metro TV)

"Auuuhhh..." Itulah Kalimat yang diucapkan Sang Presenter Berita Terganteng se Indonesia, Valentinus Resa lewat Acara Meet Nite Live (MNL) di Metro TV. Nama Valentinus Resa masih jadi Ok sejak masuknya Beliau ke Metro TV pada 2011 silam. Valentinus Resa merupakan Alumni IISIP Jakarta angkatan 2004 dari Konsentrasi Ilmu Jurnalistik. Saat Menjadi Jurnalis dan Presenter Metro TV, beliau pun Banyak Tugasnya, Meliput Sean Gelael di Tahun 2014-2018, Kemudian jadi Presenter Program Berita Olahraga di Tahun 2011-2024 hingga Jadi Presenter Berita Utama (Prime Time News/Breaking News/MHI) di Tahun 2020-2025. dan Kini, Menjadi Presenter Meet Nite Live sejak 20/2 Tahun lalu. Gara Gara MNL Fenomenal, Tidak Mampu Kalah dari Saingannya (Semisal D'Academy 7 yang jadi Penghulu Segala Acara TV Sepanjang Tahun 2025). Buat "Auuuhhh" Mania (fansnya Metro TV/MNL), Jangan Lupa, Saksikanlah Valentinus Resa lewat MNL pada Senin hingga Jumat Malam. 


02. Nadilla Saleh (TV One)

Setiap Jumat hingga Minggu (atau Senin-Selasa dan Jumat hingga Minggu) Sore di Layar TV One ada Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Program Kabar Petang? Wah... Semakin Cantik nih Presenter TV Berita Muda yang kini berumur hampir 25 tahun, Kan ini adalah News Anchor yang "Junior" Banget! Dia Adalah Ratnadila Muhammad Saleh Tuanan Al Faroeq alias Nadilla Saleh. dilahirkan Pada 18 Oktober 2001. Mengawal Karirnya Sebagai Model Perempuan Papan Bawah (tapi Muda) dan Jadi Duta Bahari Malut dan Pernah Mengikuti Program Kapal Pemuda Nusantara 2019 Menggunakan KRI Tanjung Rambani 971. Lalu, Sudah Menyelesaikan Pendidikannya di Jurusan Komunikasi dan Media di Universitas Esa Unggul Pada 2022 silam dan Menjadi Jurnalis/Presenter TV One sejak awal 2023 silam setelah Gelar Sarjana/Meninggalkan Kampus. Bukan Cuma jadi Jurnalis/Presenternya, tapi Sebagai Wakil Maluku Utara di Ajang Puteri Indonesia 2024. di Tahun 2024, Beliau pun Ikut Prihatin atas Kematian 2 Jurnalis TV One akibat Kecelakaan Besar di Tol Pemalang KM 315 pada 31 Oktober 2024 silam. di Tahun 2025, Nama Nadilla Saleh mendominan di Program Berita TV One sebagai Presenter Berita yang difavoritkan Semua Anak Millenial dan Gen Z, mulai dari Presenter Kabar Hari Ini, Apa Kabar Indonesia Siang/Akhir Pekan, Kabar Petang dan Kabar Utama. Oh Ya, Juga Memandu Program Spesial dari TV One saat Akhir Tahun lalu, yakni Catatan Akhir Tahun 2025 yang Episode Terakhir (Bencana Alam). di Program Kabar Petang, Nama Beliau pun rutin Nongol Setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, tapi ditingkatkan hingga Senin/Selasa/Rabu/Kamis. Punya Jam Terbang Tinggi sebagai Presenter dan Reporter dari Stasiun TV yang dibilang "Adiknya ANTV" tersebut, tak Heran jika Kemampuan Public Speakingnya Banyak menuai Pujian dari Pageant Lovers. Oh Ya, Namanya Beliau kan sejajar dengan Nama-Nama Presenter/Jurnalis Muda lain yang ada (di TV One), ada Zincka Neyla, Fatimah Albar, Laura Louise sampai Felicia Amelinda. Nama Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Kabar Petang nyaris Setiap Hari (Senin-Selasa dan Jumat-Minggu?) dan Kabar Utama (kadang), Kemungkinan bisa disandingkan Dengan Nama-Nama Bintang lain yang Lahir di 2001, ada Yazmin Azis (Penyanyi Malaysia), Tracie Sinidol (Pemeran Malaysia), Alya Iman (Pemeran Malaysia), Meerqeen (Pemeran Malaysia) dan Lee Kang In (Pesepakbola Korea). Ya, Kalau Anda Suka Nadilla Saleh, Saksikan Kabar Petang di Sore Harinya (atau Kabar Utama di Malam hari) dan Kepo di IG atau TikTok Nadilla Saleh.


03. Renie Arumsari (iNews)

Siapa Renie Arumsari? Ia adalah Presenter Berita GTV dan iNews yang berasal dari Jogjakarta. Sebelum Jadi Presenter 2 TV dari Geng Kebon, Beliau pernah Menari dan Masuk Kuliah dari Masa Kecil hingga Saat Kuliah, Kemudian Muncul jadi Pemeran di FTV pada 2018-19, kemudian menjadi Peserta Miss Tourism World Indonesia 2019 dan Meraih Gelarnya. dan Kini, Menjadi Presenter TV Berita untuk GTV dan iNews sejak Beberapa Tahun terakhir (sekitar 2022?). GTV yang duluan (2022-2025), dan kini Menjadi Presenter iNews secara Permanen per 2025 setelah Meninggalkan Stasiun "Kakaknya" iNews tersebut setelah 3-4 tahun. Saat Beliau jadi Presenter iNews (sejak 2025), rutin Membawakan Program-Program Acaranya, Yakni iNews Sport (sejak Mei 2025), iNews Sore, iNews Malam, iNews Terkini dan iNews Prime. Cantiknya si Renie Arumsari di Program-Program Berita iNews yang rutin Nongol... Oh Ya, Lupa, si Cantik Renie pun Sudah Berkawin dengan Salah Satu Pria yang belum tahu Namanya. Kalau Mau Kepo si Renie, Yuk Ikuti Akun Medsosnya Renie Arumsari dan Tonton si Renie di iNews Channel Digital LCN 31 di Kota-Kota anda.


04. Adisty Larasati (Kompas TV)

Nama Adisty Larasati sudah Setia sama Kompas TV sejak 1 Dekade terakhir saat Menyongsong Ganti Frekuensi Khusus di Jakarta (saat itu masih TV Analog belum ada Digital). Ya, Namanya ini berawal dari Jurnalis Pemula sebagai Reporter, Kemudian jadi Presenter untuk Program-Program Acaranya. Nah, Kini di Pagi Harinya, rutin Nongol dalam Sapa Indonesia Pagi yang Hadir 5x Seminggu (Senin hingga Jumat). Selain yang Sapa Indonesia Pagi, Pun juga Nongol di On Point di Youtube Kompas TV.


05. Adinda Putri (BTV/BeritaSatu News Channel)

Yang Terakhir Adalah, Adinda Putri. Sosok ini Bukan cuma jadi Influencer atau Model Iklan, Tapi menjadi Presenter Berita yang Biasanya ada di Berita Kriminal (dulunya Catatan Kriminal sama Saksi Mata pas Awal-Awal Kehadiran BTV). Program ini Sudah Tayang sejak 1/12 lalu lewat Layar BTV dan BeritaSatu News Channel (versi Baru). Kecantikannya Salah Satu Perempuan yang Lahir di Surabaya pada 19 November 1996 tersebut bikin Penasaran kalau saat Membawakan Berita-Berita Kriminal dan Investigasi Aktual dari Indonesia. Oh Ya, Sekedar Informasi, Nama Adinda Putri mengawal Karirnya Sebagai Peserta Kontes Kecantikan, Kemudian Jadi Model Iklan hingga Menjadi Pemeran! ia Adalah Pengagum Najwa Shihab. di Tahun 2017, Beliau Jadi Presenter Program Berita Jatim di TVRI Jatim. Oh Ya, Sempat Juga jadi Pemeran Series Berbahasa Jawa Timuran yang Pernah Tayang di SCTV pada saat itu. dan Pada 2025, kini Beliau Pindah ke BTV (sekaligus BeritaSatu News Channel (versi Baru)) dan kini, Memandu Acara Berita Kriminal di 2 Saluran tersebut. Sebelum Jadi Presenter Berita Kriminal, Beliau Juga Jadi Presenter Program Acara BeritaSatu Malam pada Tahun lalu juga (2025). 


Untuk Tahun ini (2026), Kelima Presenter TV Berita ini akan Terus Langgeng, Valentinus Resa yang Ingin meng"Auuuhhh"kan di Malam hari lewat MNL, Nadilla Saleh yang nongol terus di Kabar Petang (selagi Agita Mahlika tidak ada dan diteruskan bersama Syahda Youstiza atau Jasmine Rachmadi?), Renie Arumsari yang Konsisten di iNews lewat iNews Sport/Prime/Sore/Terkini/Malam, Adisty yang akan Menggebrak di Kompas TV saat merayakan 15 Tahun Kelahirannya kelak (2011-2026?) dan Adinda Putri yang Terus Bersinar di Layar TV lewat Beberapa Program Acara dari BTV/BeritaSatu News Channel. Semoga Saja di Tahun ini, terus Bersinar kelak! 


Update (9/1/26):

Baru Sepekan lalu sudah Buat Postingan Perdana di 2026, dan Akhirnya direvisi Postingan Blognya Hari ini karena ada Perbaikan/Koreksi pada Tulisan. 

Selasa, Desember 30, 2025

Asyik, Piala Dunia 2026 ada di TVRI

2 Hari lagi, Kita Sambut 2026 nih... Sudah dekat... 

Tak Terasa, Kita Mau Akhir Tahun ini (2025), Nah, kalau di 2026 nanti, Kayaknya ada Sesuatu yang Spesial, ya TVRI jadi TVnya Piala Dunia 2026!

Hasil Undian 48 Tim di Piala Dunia 2026 (source : IG TVRI Jatim)

Pada Akhir Septemeber/Awal Oktober lalu, DPR RI mengusulkan LPP TVRI menyiarkan Piala Dunia 2026 secara Gratis. dan Akhirnya, Setelah Berbulan-Bulan Lamanya, pada Awal Desember ini, TVRI sudah Menyiarkan Langsung Pengundian Piala Dunia 2026 di Tanggal 5/12 lalu. Dengan Keberhasilannya Tayangan ini, Bisa Membuat TVRI semakin Kuat. dan Setelah Selesainya Siaran Langsung Pengundian Piala Dunia 2026, akhirnya, pada Kemarin (29/12), LPP TVRI Secara Resmi jadi Official Broadcaster Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko dan Kanada. Setelah Penantian 28 tahun Terakhir (kali terakhir 1998 bersama 5 TV Nasional lainnya), Kini Piala Dunia Kembali ke TVRI untuk Tahun depan!

TVRI kini Jadi Official Broadcaster Piala Dunia 2026

Dirut LPP TVRI Iman Brotoseno dibilang, Hak Siar Piala Dunia ini merupakan wujud Komitmen TVRI atas Arahan Dari Presiden RI Prabowo Subianto bersama Pemerintah dalam Menghadirkan Tayangan olahraga berstandar Internasional yang Inklusif, mudah diakses, serta Menjangkau seluruh Lapisan masyarakat. TVRI juga Menunjuk Usman Kansong sebagai Editor in Chief untuk Penayangan PD 2026 yang akan Memimpin Arah Editorial dan Kualitas Pemberitaan serta Siaran dalam Hajatan ini. Keberhasilan TVRI mengamankan Hak Siar tak lepas dari Dukungan Penuh Pemerintah. Ia Menegaskan Penyiaran Piala Dunia 2026 ditujukan untuk Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat. Itu Benar-Benar ditonton Seluruh Rakyat Indonesia dari Papua hingga Aceh. Sekedar Mengingatkan Kembali, TVRI pernah Menyiarkan Arena-Arena dari Olahraga di Dunia, ada EFL Championship (2018-19 era Helmy Yahya dan 2022-23 era Iman Brotoseno), Premier League (2019-20 era Helmy Yahya tapi ditemani Mola Djarum dan Jak TV Jakarta), Coppa Italia (2019 hingga 2025, dari era Helmy Yahya hingga era Iman Brotoseno sebelum Pulang Kembali ke ANTV di Tahun ini), Piala Thomas dan Uber (2018 era Helmy Yahya dan 2021 era Iman Brotoseno), Serie A (2012-13 era Farhat Syukri), Tinju Dunia di Minggu Pagi (1990-1994? era Ishadi SK atau Abdul Azis Hussein), Olimpiade (1980-2012 dan 2021) dan Bundesliga (1994-1997? era Abdul Azis Hussein). dan Sekedar Informasi, TVRI pernah Menyiarkan Piala Dunia bertahun-tahun sebelum Edisi Berikutnya yang ditakeover sama TV lainnya, seperti Edisi 1978, 1982, 1986, 1990 (bersama RCTI), 1994 (bersama RCTI, SCTV dan TPI (kini MNC TV)) dan 1998 (bersama RCTI, SCTV, TPI, ANTV dan Indosiar). Yang Paling Ingat, Edisi Tahun 1998 di Prancis itu TVRI (saat itu Programa 1) yang Menyiarkannya tapi disponsori Sama Gudang Garam (ditemani RCTI, ANTV dan Indosiar, tapi yang SCTV dan TPI disponsori PT. Djarum) dan Komentatornya pasti Mendiang John Halmahera. Tak Cuma TVRI yang menyiarkannya, tapi 5 TV Nasional lain seperti RCTI, SCTV, TPI, ANTV dan Indosiar ikut Siarkan Langsung ini Masing-Masing 15 Pertandingan seperti TVRI (kecuali hanya 14 Pertandingan di TPI). 

Kini, LPP TVRI yang Menyiarkan Piala Dunia 2026 bisa sampai 104 Pertandingan (awalnya 80 doang) melalui TVRI Nasional (80 Pertandingan bersama TVRI Sport) dan TVRI Sport (mesti ada 24 Pertandingan?). Pertandingannya dimulai dari Penyisihan Grup Hingga Grand Final kelak. dan dipastikan, TV Legendaris dari Indonesia ini akan Menyaksikan Wajah-Wajah Bintang Sepakbola Dunia yang Main di AS, Meksiko dan Kanada, ada Lee Kang In (Korea Selatan), Erling Haaland (Norwegia), Mbappe (Prancis), Messi (Argentina), Cristiano Ronaldo (Portugal), Hakimi (Maroko), Mohamed Salah (Mesir), dll. Oh Ya, ada Juga Pertandingan-Pertandingan Play Off Piala Dunia 2026 yang Bukan UEFA yang Bisa disiarkan Langsung di TVRI Sport di Akhir Maret Tahun depan. Untuk Sebelum Memulai Pertarungan Dunia, LPP TVRI akan Menyiarkan Program-Program Spesial yang Kemungkinan hadir di Tahun depan, Ada Profil 48 Tim lewat Road To 2026 FIFA World Cup yang ditayangkan Setiap Sabtu dan Minggu Pagi di TVRI Nasional dan Setiap Kamis dan Jumat Malam di TVRI Sport dan ada Pertandingan-Pertandingan Jadul Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya untuk Tayangan Setiap Sabtu Tengah Malam dan Minggu Tengah Malam (setelah Klik Indonesia Malam) di TVRI Nasional dan Setiap Sabtu dan Minggu Sore di TVRI Sport. Oh Ya, Bukan Cuma itu, Sponsornya pun Kemungkinan dibiayai Swasta/APBN ya? Hehehe... Kalau Shopee Indonesia, Mie Sedaap dan Telkomsel jadi Sponsor Pendukungnya Bagaiamana? Ga Pa Pa... yang Jenama-Jenama Danantara Indonesia (kayak Bank Mandiri, Bank BRI, dll.) Bagaimana? Ga Pa Pa juga... asalkan Biayanya tetap ditanggung Swasta/APBN lho... 

Tahun 2026 di TVRI (Nasional dan Sport), Bukan Cuma Siarkan Piala Dunia 2026, tapi ada Sejumlah Sajian-Sajian lainnya yang Kelak ditayangkan di 2026, ada Siaran Langsung Piala Thomas-Uber 2026 di Denmark (25 April - 3 Mei 2026), WTA Tours 2026, Tayang Ulang Sinetron Lawas Sengsara Membawa Nikmat (kemungkinan sekitar Februari/Maret Tahun depan dengan Kualitas Remastered), dll. dan Kemungkinan besar, di 2026, TVRI siap Kembali Bangkit seperti dulu kalau Naik Rating dan Share besar terus menerus di Acara TV dan Stasiun TV, Agar Bisa Memuaskan Pemirsa Setianya, Insya Allah...

LPP TVRI seakan-akan tiru LPP (Lembaga Penyiaran Publik/Pemerintah) lain di Negara-Negara lainnya (kayak RTM dari Malaysia ataupun BBC dari Inggris) yang Bisa Membiayai Penyiarannya karena Menyiarkan Pesta Olahraga Kelas Dunia maupun Tayangan-Tayangan yang Lain. 

Jangan Lupa, Saksikan Piala Dunia 2026, Juni-Juli Tahun depan Eksklusif di TVRI Nasional dan Sport.

Sabtu, Desember 27, 2025

Lirik Lagu Fourtwnty - Mangu

Suatu malam adam berceritaHawanya tak lagi di jalur yang samaBacaan dan doa yang mulai berbedaEgo dan air mata kita bicara
Gila tak masuk logikaTermangu hatikuKau menggenggam kumenadahnya
Berdamai dengan apa yang terjadiKunci dari semua masalah iniJujur tak mudah untuk melangkah pergiIni soal hati bukan yang diyakini
Ow gila tak masuk logikaTermangu hatikuKau menggenggam kumenadahnya
Ow gila ini tak biasaTertegun hatikuKau menggenggam kumenadahnya
Ho oh
Jangan salahkan faham ku kini tertuju ohSiapa yang tauSiapa yang mauKau di sanaAku diseberangmu
Cerita kita sulit dicernaTak lagi samaCara berdoa
Cerita kita sulit diterkaTak lagi samaArah kiblatnya oh
Cerita kita sulit dicernaTak lagi samaCara berdoa
Oh cerita kita sulit diterkaTak lagi samaArah kiblatnya




Jumat, Desember 26, 2025

Surah Al Ala dan At Takatsur di Jumat Subuh dan Kegiatan lain di Mushollalku

Tadi, Waktu Subuh saya datang ke Mushollaku (Al Amin Mojokerto), Imam Subuhnya Membacakan Surah Al Ala di Rakaat Pertama Subuh Setelah Baca Al Fatihah dan Surah At Takatsur di Rakaat Kedua Subuh Setelah Baca Al Fatihah. Kenapa Baca 2 Surah Tersebut yang rutin di Hari Jumat yang Berkah ini? Kan Tak ada Larangan sesuai Hukum Fiqih. Sebenarnya sih, Membacakan Surah As Sajdah dan Al Insan gitu! Ini Takdir Jadi Benar, Kalau Imam Subuh Baca Surah Al Ala dan At Takatsur di Hari Jumat Subuh di Mushollalku, kan Selalu Sering baca. Kalau Hari lain (selain Jumat) ada, kayak Baca Ad Dhuha yang Sering-Sering. Oh Ya, di Musholla Al Amin pada Akhir tahun ini, Mas Yon pun Lantunkan Doa Rajab di Subuh Saban hari selama Bulan Rajab berlangsung setelah Adzan Subuh berakhir. Sementara, Waktu Adzan lainnya, Pak Bambang atau Sabrun lah yang Bergantian (Jumat Ashar nanti, Pak Bambang atau Sabrun yang Kemungkinan jadi Muazinnya). Nah, Kalau Nanti Jumat Ashar, Pak Bambang yang Melantunkan Adzan, Pujian dan Iqomahnya, Tapi Nantinya saya akan Ikut Nyanyi seperti Backing Vocal (sebagaimana dalam Catatan sebelumnya yang pernah kita Buat) dan Nantinya, Saya akan Beriqomah gitu... Oh Ya, Sejak 20/12 lalu, Tidak ada Lagi Suara Baca Al Quran dan Lantunan Sholawat dari Bocil-Bocil di Mushollaku, kan Sedang Rehat Sejenak untuk Sambut Nataru.