Kamis, April 09, 2026
Puasa 6 Kembali
Sabtu, Juli 05, 2025
Puasa (Sunnah) Tasua dan Asyura
Hari ini dan Esok, Kita kan Mulai Puasa (Sunnah) di Muharram, antara Tasua dan Asyura. kan Kemarin Siang dan Tadi Malam di Hari Jumat pas Menyimak dan Mendengar Khutbah Sholat Jumatnya Ustadz Zainul Asyrori di Masjid At-Taufiq Mojokerto sama Pengajian Rutin Majelis Ta'lim Rutinan Malam Sabtu di Mushollaku (Al Amin) kan Membahas Seputar Rencana Puasa Tasua dan Asyura. Sebenarnya Sih, Puasa di Muharram saja harusnya sampai 2 Saja, malah cuman 3 Doang. Bener Banget, biar Tambah Berkah. Hari ini adalah Puasa Sunnah Tasua, dan Tadinya Masak Mi Goreng tanpa dikasih Telornya, Masya Allah... Enak Banget deh... dan Rencananya, di Waktu Sabtu Sore nanti, Berkemungkinan pergi ke Sunrise Mall (atau Sunrise Mall 2) untuk Mencari Makan-Makanan buat Berbuka Puasa Tasua nanti, Insya Allah... dan Esoknya, dimungkinkan ada Puasa Asyura (Kayaknya). Kalau Puasa Asyura Esok Hari, Tetap bisa lah...
Menurut Info dari Internet, Salah Satu anjuran Rasulullah SAW kepada Umatnya untuk Berpuasa di Tanggal 9 dan 10 Muharram adalah Sebagai Pembeda Umat Muslim dengan Kaum Yahudi yang Hanya Berpuasa di Asyura (10 Muharram) saja.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, "Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah Hari Kemenangan Musa terhadap Firaun.' Lalu Nabi SAW bersabda kepada Sahabat-Sahabatnya, 'Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah'!". (HR. Bukhari)
Selain itu, Puasa Asyura memiliki Keutamaan besar. Allah SWT akan Mengampuni Dosa setahun yang lalu bagi Mereka yang Menunaikan Puasa di Tanggal 10 Muharram sesuai Jalan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah Menghapus Dosa 2 tahun yang lalu dan yang akan datang, Sementara Puasa Asyura menghapus Dosa Setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Itu Tadi Penjelasan dari Internet yang Membahas Puasa Tasua dan Asyura yang dianjurkan Rasulullah SAW. Semoga bisa Memberikan Keberkahan bagi Umat Muslim Sekalian, Insya Allah...
Yuk Anjurkan Puasa Sunnah Tasua dan Asyura ya...
Rabu, April 09, 2025
Puasa 6 Hari di Syawal, Kenapa Tidak?
Hari ini, Aku (Kembali) Berpuasa seperti Ramadhan lalu. Kan Semestinya Mengikuti Jejak Rasulullah SAW Berpuasa hanya 6 Hari sepanjang Syawal ini. Pahalanya setara dengan Pahala Puasa Setahun tanpa Henti, Kenapa Tidak?
Merujuklah Pada Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Barang Siapa berpuasa Ramadhan Kemudian diikuti dengan Puasa 6 Hari pada Bulan Syawal, Maka (Pahalanya) seperti Puasa 1 Tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)"
Ada Banyak Hikmahnya (Menurut Ibnu Rajab al Hanbali dari Kitab Latha'if Al Ma'arif) :
01. Berpuasa 6 Hari Pada Bulan Syawal setelah Ramadhan akan Menyempurnakan Ganjaran Berpuasa Setahun Penuh.
02. Puasa Syawal dan Syakban Seperti halnya Shalat Rawatib Qabliyah (Sebelum) dan Ba'diyah (Sesudah). Amal Sunnah seperti ini Akan Menmyempurnakan Kekurangan dan Catat yang ada dalam Amal Wajib. Setiap Orang pasti memiliki kekurangan dalam amal Wajib. Amal Sunnahlah yang Nanti akan Menyempurnakannya.
03. Membiasakan Berpuasa Setelah Puasa Ramadhan adalah Tanda diterimanya Amal Puasa Ramadhan. Sebab, jika Allah SWT menerima amal Seorang hamba maka dia akan Memberika Taufik pada Amal Saleh selanjutnya.
04. Karena Allah SWT telah memberi taufik dan menolong Kita untuk Melaksanakan Puasa Ramadhan serta Berjanji Mengampuni dosa kita yang telah lalu, Hendaklah kita Mensyukuri hal itu dengan Melaksanakan Puasa Setelah Ramadhan.
Sebagaimana dilakukan para Ulama Salaf dahulu, Setelah Malam harinya Melaksanakan Sholat Malam, Siang Harinya mereka Berpuasa sebagai Rasa Syukur kepada Allah SWT.
Syawal, Selain merupakan Bulan Kemenangan karena ada Perayaan Lebaran Syawal alias Idul Fitri yang dirayakan Saban Tahun di Berbagai Negara di Asia Barat, Asia Tenggara dan Negara-Negara lain di Seluruh Dunia dan Juga Bulan Puasa Mini yang diwarisi dari Era bulan Suci Ramadhan. Kita bisa dianjurkan Untuk Berpuasa Syawal hingga 6 Hari saja yang Merupakan Kelanjutan dari Puasa Besar di Bulan Pendahulunya (Ramadhan). Hanya Saja, Hukummnya tetap Sunnah dan tak lagi Wajib sebagaimana di Sepanjang Ramadhan.
Ramadhan adalah Bulan Puasa yang ditunggu-tunggu Kedatangannya Saban tahun. Nabi SAW pernah Mengatakan : "Andai Kata Orang Orang tahu keutamaan yang terkandung didalam Bulan Ramadhan, Niscaya mereka ingin agar 1 tahun itu adalah Bulan Ramadhan semua." Puasa Syawal secara Psikologis menjadi semacam Obat dari Kesedihan karena ditinggal pergi Ramadhan.
Sementara itu, Syekh Khatib al Syarbini, dalam Kitabnya Mughni al Muhtaj menjelaskan sebagai berikut ini :
"Imam al Nasa'i meriwayatkan hadits: Pahala Puasa bulan Ramadhan sebanding dengan Berpuasa 10 Bulan, pahala berpuasa 6 hari Syawal sebanding dengan Berpuasa 2 Bulan, maka yang demikian itu adalah Puasa 1 tahun. Maksudnya seperti berpuasa wajib selama Setahun, sebab Jika tidak demikian maka tidak terkhusus dengan Ramadhan dan 6 Hari Syawal, sebab satu Kebaikan dilipatgandakan pahalanya menjadi 10x Lipat."
Apa Yang Terjadi setelah Lebaran di Syawal? Kan ada Puasa 6 Hari Syawal yang Berlaku Sepanjang Syawal ini (biasanya dimulai dari Hari ke 2 hingga 7 Syawal, tapi Memilih ke Tanggal-Tanggal tertentu di Syawal selain 2-7). Kalau 1 Syawal berpuasa itu Haram, maka, Setelah 1 Syawal kita bisa berpuasa hanya 6 Hari Saja.
Yuk Kita Amalkan Puasa 6 Hari di Syawal...
Source : PA Sungai Raya dan Republika Online