Saya Lupa Nulis Cerita Liburan Akhir Tahun Lalu Karena Alasan Tertunda Terus, Akhirnya Kita Buat Nulis Catatan Perjalanan Ke Kota-Kota Besar di Indonesia (Luar Jatim) lewat Jalan Tol pada 20 hingga 25 Desember 2019 lalu. Kuy Kita Tulis Cerita Ini...
Hari 1 - Semarang-Brebes
Pertama, Kita Akan Sambangi Kota Semarang Setelah Lebih Setahun Tidak Dikunjungi Lagi, Diawali dengan Makan di Rest Area Ngawi, tapi Porsinya boleh Berkurang Gara Gara Ingin Kurus Terus abis Renang. Setelah Itu Perjalanannya Sampai ke Semarang Lewat Tol. Saat Masuk Semarang, Saya Sempat Dengerin Radio Prambors yang Suaranya Mas Desta (Host TV), eh ada Koran Tribun Jateng (Namanya Muncul di Koran Radar Mojokerto edisi Minggu klo ga salah) yang Saya Beli bukan Jawa Pos atau Kompas. Di Semarang ga ada Koran Surya, tapi Koran Tribun Jateng, isinya Mirip Sama Koran-Koran Tribun lainnya, Keren Sekali gan, satu lagi, Yang Dibawa dari Rumah adalah Buku UUD 1945 Kabinet Indonesia Maju terbitan BMedia. Kita Masuk ke Masjid Agung Semarang, Saatnya Minum, Lalu Masuk Masjid tapi Gara Gara Panas Sekali saat Jalan Kaki, Terpaksalah Lewat Bawah. saat Masuk Masjid, Mereka Menunggu Sholat Jumat, ealah, Sholat Jumat mau Dimulai, ada Adzan 2 Kali, selain itu ada Khotib Datang dengan Membaca Sholawat sebagai Berakhirnya Suara Bilal alias Muroqi Sholat Jumat di Masjid ini. Setelah Khutbah Singkat Jumat dan Sholat Jumat, Kami Akan Berjalan Kaki kembali ke Mobil dan Saya Minum Pocari Sweat, dari Masjid Agung yang Jumatan, Kita Akan Keliling Kota Semarang sambil Mengirimkan IGSnya ke IG. Keliling Kota Semarang ada Simpang Lima, sampai Mall Ciputra. akhirnya kita Makan Siang di Mall Ciputra yang Solaria. Setelahnya, Kita Akan Cabut ke Brebes sampai Keluar Tol. Saat Masih di Tol, kayaknya mau Beli Makan dan Minum agar Makin Hari Makin Semangat Bro. lalu, Kami Akan Bergerak Mobilnya ke Brebes melalui Keluar Tol di Tegal, dan akhirnya Kita Makan Malam di Kawasan Tegal, berupa Makan Sate Kambing. Enaknya Makan Sate Kambing asli Tegal dan bukan Madura gitu, Lebih Nikmat dari Sate Khas Madura, hahahaha... Setelah Makan Sate, langsung Ke Hotel yang berada di Brebes dan Saya Rasa, Mau Istirahat demi Hadir ke Resepsi Pernikahan. Jumat Malam kita Mau Update di Media Sosial terus di Hotel Brebes.
Hari 2 - Brebes-Cirebon-Jakarta
Hari Kedua, Kami masih Di Brebes, Makan Pagi dulu, lalu Masuk Kamar, di Kamar ada Persiapan ke Resepsi sekaligus Check Out Nanti di Waktu Siang. Hadir ke Resepsi di Dekat Hotel Anggraeni karena Setelah Sekian Lama tidak Mau ke Mantennya. setelah Itu, Makan bareng-bareng. Setelah Resepsi dan Makan Bareng-Bareng, Kita akan Cabut ke Jakarta, ealah Sebelum keluar Hotel lagi, Malah Mendengar Radio Malaysia yang Suaranya Kak Melissa di Radio Hitz, sekalian Dipisah untuk Si Elfan dan Mamaku yang Fokus Naik Kereta Api. Saya, Papa dan Alma masih di Mobil dan Bisa Dengerin Lagu SO7 tahun 1999, sementara itu Saya akan Masuk Tol, tapi ada One Way Tol terus, Akhirnya kita Lewat Perbatasan Brebes-Cirebon dan Masuk Cirebon, kemudian Macet Terus. Makan Empal Gentong menjadi Menu Utama saat berhenti di Rest Area. Setelah itu, Kita akan Bergerak menuju Kota Jakarta lewat Tol Cikampek-Jakarta yang Melayang-Layang itu. Saat Mencoba Jalan Tol yang baru Diresmikan Akhir Tahun 2019, ternyata Jalannya Bergoyang terus, eh Kelihatan Kawasan Karawang-Bekasi dan Akhirnya Tiba di Jakarta. sampai di Jakarta dan Ketemu Hotelnya, ya Artotel Jakarta. di Artotel Jakarta, ketemu Kembali Saudaranya, Bude Isyil yang sudah Lama tidak ketemu sampai 6 bulan gitu (Terakhir kali Waktu mendekati Lebaran Juni lalu), sementara itu berjalan kaki dan Mencoba Naik MRT di Malam yang Hangat. Malam Minggu masih Hujan, lama Menunggu, mending Dengerin Lagi Radio Malaysia yang Suara Kak Hany (setelah Pengumuman Pamitan pada 1 hari jelang keberangkatan). Hujan tak ada, Kita Keliling Sebentar dan Lihat Monas gitu, Kita mau Ke Restoran untuk Mencari Keluarganya, Malah Mau Balik ke Hotel ajah, eh, ada Makanan KFC buat Makan Malam lah...
Hari 3 - Jakarta-Bekasi-Bandung
Masuk Hari Ketiga, Kayaknya masih di Jakarta. Keluar dari Hotel lalu Jalan Kaki Melintasi MH Thamrin, eh ada Tugu Selamat Datang gitu Pagi-Pagi. CFD di Kawasan Jakarta itu Ada Pasar-Pasarnya mirip sama CFD di Benpas Mojokerto. Saya Rasa, Rencana Ke TMII Ga Jadi, itu memang Hoaks. Akhirnya Balik ke Hotel yang Artotel eh, Ada yang Beli Makanan-Minuman Juga. Makan Paginya masih Nasi Goreng di Hotelnya. Abis itu Mau Check Out dan Mau Berpisah atau Pamit dengan Bude Isyil sebagai Saudara Besar. dari Check Out di Hotel yang Sama, Kami akan Mengunjungi TMII, eh ada Yang Beli Koran Sendiri, kan Cuman 3 Koran yang Beli: Kompas, Media Indonesia dan Super Ball. ga Beli yang Koran Warta Kota, cuman Kemiripan Koran Surya sebelum 2011, eh ada Jawa Pos juga, Karena masih Kangen sama Jatim. abis Beli 3 Koran Lokal, kita akan Jalan-Jalan Jakarta sampai ke TMII, kayaknya Ga Akan bertandang ke Jogja Library Center karena mau Libur Natalan (Seperti Perpustakaan Lainnya Tutup Total di waktu Natal karena Cuber), Akhirnya kita Sampai di TMII, tapi ada Anjungan Jatim, Kok ada Jatim di Anjungan Jatim, Sepertinya Kangen sama Jatim, Malang dan Mojokerto (Provinsi dan Kota Tempat Tinggalku). Lalu saya Mencoba Naik Sky Cable (Kereta Gantung) tapi Malah Ditakuti, oalah disini ada Anjungan Jatim yang ada Tugu Pahlawan, Mesti Kangen Bro. Setelah Sky Cable, Kita Makan Nasi Goreng Kambing, sebelumnya Beli Es Krim Cornetto Berwarna Hitam (Mestinya diposting Lewat IGS). setelah TMII, kita akan Bergegas ke Bekasi, ya Ke Mall TransMall Bekasi yang Snow World. Saat Masuk Mall, Kan Mesti mau Main Dingin-Dinginan, Sepertinya Elfan sm Alma berani Kedinginan. setelahnya, Makan Fried Chicken. setelah Keluar dari Snow World, kayaknya Mau Nyari Papa yang Tersembunyi, Walaupun Mencarinya, Malah Meneriaki "Papaaa... Paaapaaaaa...". saat masih di Mall, ada Lagu Coke Bottle saat Mencari Papa dan Membuat Kentang Goreng. Setelahnya, Ketemu Papa di Luar Mall, kayaknya Malah Mencari terus sambil Mengeraskan Suara layaknya Bagaikan Penyanyi Rock atau Penyanyi Non-Rock yang Super Merdu seperti Lagu Rocker Juga Manusia. perjalanan Kembali, dari Bekasi kita akan Ke Jogjakarta, tapi sayangnya Pasti Plin Plan, akhirnya Memilih Bandung dan Pastikan Ke Bandung, dengan Berangkat Sekarang setelahnya. Akhirnya kita Sampai di Kota Bandung, sebelumnya Melewati Karawang hingga Purwakarta dengan diiringi Lagu Doel Sumbang atau Didi Kempot, kita sampai di Bandung, ternyata sampai di Bandung, malah Mendengar Radio yang Lagunya Siti Nordiana masa lalu, eh ada Radio Dahlia yang Merupakan Radio Legendaris di Bandung. keliling Kota Bandung mesti sampai ke Hotel Grand Serela. di Grand Serela, mestinya mau Minta Handuk dan Mau Sholat dan Mandi, setelahnya ke Circle K, lalu Makan Malam yang Menu Khas Sunda dan Jawa Barat, serta berjalan Kaki ke Toko Baju Heritage. Minggu Malam yang Hangat dengan Melakukan Jalan kaki di Jalan Re Martadinata dan Saya Tahu, dikira Rumahnya Azira Shafinaz ato Nabila Razali di Bandung, hahaha... Aku Ga Akan Malu gitu, Karena Jenggotnya dicukur gara gara ga bawa karena Rusak Beneran.
Hari 4 - Bandung-Jogjakarta
Hari Keempat, Aku Masih di Bandung, kan Berkali Kali Cari Wanita, dan Mau Postingan. Jangan Takut, kalau Mau Kurus jikan Pingin Sarapan Gitu. Sarapannya Masih Nasi Goreng atau Bukan, lalu balik ke Kamar lah, mau Check Out... Check Outnya Masih Lama, dan Mesti menyelesaikan Tinggal di Hotel sebelum ke Toko Pakaian Heritage (Lagi). Setelah Check Out, Kami Akan bergegas ke Heritage, kayaknya Masih Tutup dan Mau Dibuka. Lamanya di Heritage, ada yang Makan Siomay, Beli Pakaian, Tukar Barang yang Masih Lama karena Kesalahan Barang dan Akhirnya Ketemu Mama dan Alma, Keren Sekali... Setelah di Heritage Lama Kelamaan, kita akan Bergerak Mobilnya ke Grutty Bandung, eh Kayaknya ada Jalan Asia Afrika sampai ke Jalan yang Mirip dengan Jalanan di Kota Malang, Nostalgia gitu... eh, ada Koran Kompas lagi, Kayaknya Beli Juga seperti di Jakarta kemarin... Kompas adalah Koran Favorit selain Jawa Pos atau Media Indonesia atau Surya (Jatim). sampai di Grutty, kan Bisa Nyari Sepatu-Sepatu beneran... Sholat di Grutty dan Akhirnya Balik lagi Ke Hotel, Malah Mendengarkan Radio yang Sama kemarin, Malah Muterin Lagu Sunda (Campursari versi Jawa Barat). Akhirnya Tamat Sudah belanja di Grutty, dan Kita mau Keluar Tol, eh ada Kantor TVRI Jabar di Cibaduyut, sementara ada Tempat Latihan Gym di Kawasan Ini, akhirnya Sudah Keluar dari Tol di Bandung. Ga Akan Takut Macet, tapi Sayangnya kita Sudah Tamat di Bandung, Sepertinya Mau Makan Pecel di Rest Area Subang. Masih di Tempat yang Sama, Sholat di Waktu Maghrib. Akhirnya, kita kembali Bergerak ke Jogjakarta, Asyiknya... Lalu Tidur Pulas sampai ke Kota Jogjakarta...
Hari 5 - Jogjakarta
Hari Kelima, Masih di Jogjakarta, Walaupun Sudah Tiba di Kota Gudeg, Saya Sudah sampai Hotel Zest, ga hanya itu, Mau Masuk Kamar nih... Ternyata mau Setel TV ada Iklan Film yang Pakaiannya Sexy dan Mendengar Radio yang Sama seperti Radio Kartika Ciamis... Pagi Pagi saya Tidur sampai Matahari datang. Pagi Hari kan Sudah Mandi, Lalu bersiap siap ke Jalan Malioboro. Aku Akan ke Jogja Library Center di Tanggal Sebelum Natal, waduh, Ga Bisa Masuk. Sarapan Dulu di Hotel yang Sama, lalu Kita Akan Berkelana di Jogjakarta berupa Jalan Malioboro, lalu Akhirnya bisa Beli Koran Kompas (Lagi) di Kota Jogjakarta. dan Akhirnya Sampai ke Ambarukmo Plaza Sleman. di Ambarukmo Plaza kok Masih Ditutup saat Mendekat ke Jam 10 pagi, kayaknya udah Siap, Makan Donat, lalu ke Toko Buku. sepertinya Mau Nyari Buku UUD 1945 Kabinet Indonesia Maju versi Lainnya, setelahnya bakal Berkeliling ke Tenan-Tenan Lainnya, oalah, dikira ada Eleena Sui yang masih Liburan di Kota Ini keles... setelah di Ambarukmo Plaza, Jalanan jadi Macet Berterusan... Gila... eh, ada Kraton setelah 4 tahun disambangi Sebentar... Sepertinya kita Makan Siang di Restoran yang ada Sang Raja-Raja gitu. Selain Makan di Bale Raos, Kita Mau Berkelana di Jogjakarta lagi dan Akhirnya Menemukan Toko Pakaian. dari Toko Pakaiannya kita balik ke Malioboro kayaknya Juga Macet dan Terpaksa Mengantarkannya ke Pasar Bringharjo. balik Ke Hotel dan Mau Mandi dulu, asyik... Keluar Hotel Lagi, Ikuti Papa Lagi, akhirnya Smartphone Saya Baterainya Tinggal Dikit... lalu Menjemput si Mama dan Alma, sedangkan Makan Es Krim Gellato karena Ribet Ribet Mau Low Batt, abis Itu Makan di Bakmi Kadin. Kayaknya Mau Minta yang Goreng. Akhirnya Kedatangan Bakmi Kuah, kok Bakmi Kuah, Mana Gorengnya? Ada Dong Bro... Goreng dan Kuah di Gabung Koalisinya... Ga Kayak Parpol Keles. Balik lagi Ke Hotel Zest, Mestilah diistirahatkan sambil Nonton ILC. tambahan : Mau Postingan IGS yang Radio Retjo Buntung sm Mas Kresna masih On Air di Radio Prambors
Hari 6 - Jogjakarta-Solo
Terakhir, Kita Mau Persiapan Pulang, Malah Liat Foto-Foto Artis Malaysia throwback ke Tahun 2016-2018 karena Mau Natalan... Ga Hanya itu Mandi, lalu Sholat dan Semuanya Persiapan... Sarapan Dulu, Baru kembali ke Kamar, Demi Check Out... Akhirnya Sudah Check Out di Hotel yang Sama di Kota Jogjakarta, kami akan meninggalkan Hotel dan Sudah siap Bergerak dari Hotel Zest menuju Kawasan Utara, ealah, ada Kantor Kompas di Jogjakarta... sebelum sampai di Tujuan yang Kopi Klotok, Kan Mau Beli Koran Jawa Pos, soalnya ini Koran yang Dikangenin... lalu akhirnya berjalan menuju Kopi Klotok dengan Lagu Lagunya malah Rusak CDnya. tiba di Kopi Klotok malah mau Makan dan Minum gan. dari Kopi Klotok, kita Mau Sambangi ke Batik Hamzah di Kaliurang untuk Membeli Pakaiannya, dari Batik Hamzah di Kaliurang, beli Makanan Kue Bacem dari Kue Bacem, Sholat Sejenak dan Akhirnya beli Makan Gudeg di Gudeg Yu Djum untuk Sarapan Esok Pagi. kawasan Gudeg Yu Djum emang Mirip Dengan Gang Gang di Kawasan Jatim bagian Timur ajah... hahahaha... dari Gudeg Yu Djum, cari Bakpia, Malah Kekosongan, Kayaknya Cari Bakpia juga di Tempat lain, sebelum Nyari Bakpia, Malah Macet Berterusan seperti Jakarta. Jogjakarta lautan Kendaraan seperti Jakarta lautan Air dan Kendaraan. Mau Keluar dari Jogjakarta ke Klaten, Macet Super Parah Bro, Cuman Mau Dengerin Prambors yang Transisi dari Berita Prambors ke Acara Lainnya, Gila... selama di Perjalanan di Klaten hingga Solo posting Foto Foto Wanita lewat IGSnya... Sore-Malamnya masih di Sukoharjo, karena Mau Sholat dulu dan Akhirnya kita Sampai di Kota Solo, terakhir kali sambangi tahun 2018 akhir, dan Kota ini adalah Terakhirnya, Yakni Makan McDonalds cabang Solo... Smartphone Kok Bikin macet, Gila Juga, karena masih Awet lagi... Setelah Makan, Kita Mau Pulang, tapi Malah Postingan Melulu, lalu keluar dari Kota Solo ke Karanganyar demi Masuk Tol. akhirnya masuk Tol dan Pulang ke Rumahnya, di Mojokerto... Alhamdullilah udah Sampai...
Akhirnya Sudah Tulis Catatan Ini Setelah 2 Bulan Tidak Nulis Sama Sekali (Seperti 2017/18 lalu). Liburan Ini Bisa Mengulang 2015 dan 2017 layaknya Seperti Film Star Wars yang Diakuisisi Disney.
Rabu, Februari 26, 2020
Kamis, Februari 20, 2020
Rejuvenasi Koran Republika 2020
Mulai Edisi 20 Februari 2020 atau 26 Jamaidil Akhir 1441H (63-64 Hari Jelang Ramadan 1441H), Koran yang Biasanya Muncul Tulisannya di Koran Minggu yang Jawa Pos (Radar Mojokerto) ada yang Baru, Republika.
Tadi Pagi Sudah Belikan Koran yang diatas Tadi, Apalagi Kemasan Baru. Penasaran Sama Koran Yang Dikenal Sebagai Koran Agama Islam selain Koran Kompas yang Agamanya Kristen atau Islam juga, Republika menjadikannya Sebagai Koran terbesar Indonesia diatas Koran Tribun Jabar (Koran Lokal Jabar dari Kompas Gramedia Kompetitornya Kompas dan Pikiran Rakyat yang Beredar di Penjuru Jabar). Sememangnya, Nama Koran Republika ini Sudah ada Sejak 4 Januari 1993. Koran Termuda ini, Memiliki Halaman Khusus dan Rubrik Khas Republika seperti Dialog Jumat (Besok Terbit Karena Kemasan Baru), Islam Digest (Kemasan Baru mulai 23 Februari), Senggang (Rubriknya Sama dengan Jawa Pos), Cerpen/Puisi (Halaman Ini ada Karya Cerpen/Puisi yang di Republika Muncul di Koran JP Radar Mojokerto atau Kompas Edisi Minggu), Gen:I, dll. Bagi anda Yang Berada di Jawa Timur, Republika ada Lembaran Khas Jawa Timur 1 Halaman menggantikan Jakarta dan Jawa Barat untuk Pasaran Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan Lamongan) dan Malang Raya (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang dan Batu). Republika dengan Rejuvenasi alias Kemasan Baru Ini mendapatkan Berita-Berita terbaru yang diintisarikan dari Website atau Sosmed Resmi Republika. Salah Satu Produk dari Mahaka Group Ini memiliki Ciri Khas "Koran Agamis dan Religius" Seperti layaknya Nama Duta Masyarakat yang Berasal dari Surabaya. Dengan Semangat Kembali ke Jurnalisme, Koran Republika Menjanjikannya Dengan Sajian Berita lebih Tegas dan Kredibel. Yuk Dapatkan Segera Republika Rejuvenasi alias Kemasan Baru mulai Hari ini. Oh Ya, Kami Ucapkan Selamat Pengantin Baru Zahirah Macwilson-Aiman Hakim Ridza atau Emma Maembong-Shazli (Sempet Ketinggalan Update) dan Selamat Atas Rejuvenasi alias Wajah Baru Koran Republika yang Beredar Kamis Ini. Nantikan Edisi Spesial HUT Kompas Ke 55 yang Beredar di Tanggal 28 Juni 2020.
Bonus:
Republika Kemasan Baru alias Rejuvenasi (20 Februari 2020)
Tadi Pagi Sudah Belikan Koran yang diatas Tadi, Apalagi Kemasan Baru. Penasaran Sama Koran Yang Dikenal Sebagai Koran Agama Islam selain Koran Kompas yang Agamanya Kristen atau Islam juga, Republika menjadikannya Sebagai Koran terbesar Indonesia diatas Koran Tribun Jabar (Koran Lokal Jabar dari Kompas Gramedia Kompetitornya Kompas dan Pikiran Rakyat yang Beredar di Penjuru Jabar). Sememangnya, Nama Koran Republika ini Sudah ada Sejak 4 Januari 1993. Koran Termuda ini, Memiliki Halaman Khusus dan Rubrik Khas Republika seperti Dialog Jumat (Besok Terbit Karena Kemasan Baru), Islam Digest (Kemasan Baru mulai 23 Februari), Senggang (Rubriknya Sama dengan Jawa Pos), Cerpen/Puisi (Halaman Ini ada Karya Cerpen/Puisi yang di Republika Muncul di Koran JP Radar Mojokerto atau Kompas Edisi Minggu), Gen:I, dll. Bagi anda Yang Berada di Jawa Timur, Republika ada Lembaran Khas Jawa Timur 1 Halaman menggantikan Jakarta dan Jawa Barat untuk Pasaran Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan Lamongan) dan Malang Raya (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang dan Batu). Republika dengan Rejuvenasi alias Kemasan Baru Ini mendapatkan Berita-Berita terbaru yang diintisarikan dari Website atau Sosmed Resmi Republika. Salah Satu Produk dari Mahaka Group Ini memiliki Ciri Khas "Koran Agamis dan Religius" Seperti layaknya Nama Duta Masyarakat yang Berasal dari Surabaya. Dengan Semangat Kembali ke Jurnalisme, Koran Republika Menjanjikannya Dengan Sajian Berita lebih Tegas dan Kredibel. Yuk Dapatkan Segera Republika Rejuvenasi alias Kemasan Baru mulai Hari ini. Oh Ya, Kami Ucapkan Selamat Pengantin Baru Zahirah Macwilson-Aiman Hakim Ridza atau Emma Maembong-Shazli (Sempet Ketinggalan Update) dan Selamat Atas Rejuvenasi alias Wajah Baru Koran Republika yang Beredar Kamis Ini. Nantikan Edisi Spesial HUT Kompas Ke 55 yang Beredar di Tanggal 28 Juni 2020.
Bonus:
Kompas (20 Februari 2020)
Tribun Jabar (20 Februari 2020)
Warta Kota (20 Februari 2020)
Jawa Pos (20 Februari 2020)
Update : Akhirnya, Emma Maembong Secara Resmi Menikah dengan Shazli dan Satu Lagi Menyusul, Zahirah dan Aiman. Selamat Pengantin Baru untuk Emma-Shazli dan Zahirah-Aiman.
Minggu, Februari 09, 2020
Prakiraan Formasi Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir Vs Anugerah Juara Lagu 34 (Duel Acara TV)
Ini Dia Daftar Artis yang Masuk Prakiraan Formasi Skuad DDS 20 Suku Akhir Vs AJL 34 Yang Berlangsung Pada Malam Ini (9/2/2020). Sama Seperti Prakiraan Formasi Final Piala Dunia 2010 antara Tim Belanda Vs Spanyol dan Final Liga Indonesia 2000 antara Tim PKT Bontang Vs PSM Makassar (10-20 tahun lalu).
Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir (4-2-3-1)
Hady Mirza
Arja Lee
Chubb E
Waris
Sophia Liana
Azira Shafinaz
Wani Kayrie
Shiha Zikir
Raja Syahiran
Baby Shima
Cik Manggis
Cadangan:
Fareed K Clique
Nocky K Clique
Amelina
Zamani Slam
Mimi Fly
Ning Baizura
MD Nico Nico G
Yasser Pink
Betty Rahmad
Santesh
Absen : Daniel Zainy (Masih On Air Radio), Adriana Adnan, Daiyan Trisha dan Yaya Zahir (berada di Amerika)
Pelatih : Datuk Ac Mizal / Erick Thohir
Arja Lee - Sedang Ingin Bercinta
Chubb E - Inilah Nasibku
Raja Syahiran - Da Bom
Shiha Zikir - Dokter Cinta
Sophia Liana (+ Cik Manggis x Azira Shafinaz) - Raja Gelek
Waris - Everybody
Wani Kayrie - Hush Hush
Anugerah Juara Lagu 34 (4-2-3-1)
Awal Ashaari
Haqiem Rusli
Aepul Drama Band
Akim Ahmad
Ernie Zakri
Hafidz Suip
Nabila Razali
Afieq Shazwan
Sherry Al Hadad
Naim Daniel
Aina Abdul
Cadangan:
Elizabeth Tan
Ara
Aman Ra
Syamel
Sarah Suhairi
Ain Edruce
Zetty
Haziq
Fieya Julia
Ayie Elham F88 Band
Hael Husaini
Misha Omar
Mira Filzah
Scha Alyahya
Neeta
Wany Hasrita
Fadlan Hazim
Jasmine Suraya
Hefny Duo Sinar
Muna Shahira
Nabila Huda
Marsha Milan
Janna Nick
Absen : Hany Fadzil (Berkaraoke Bersama Kakak), Shiha Zikir & Wani Kayrie (Berada di DDS 20 Suku Akhir)
Pelatih: Datuk Siti Nurhaliza / Wishnutama
Drama Band - Drama
Bob AF 2 - Anta Permana
Ernie Zakri - Kubersuara
Hafiz Suip - Kisah Cinta Kita
Fairus Misran - Ragaman
Haqiem Rusli - Lembah Kesepian
Akim & The Majistreet - Rampas
Masdo - Dinda
Aina Abdul - Sumpah
Hazama - Peneman
Naim Daniel - Sumpah
Aman Ra - Bangun
Siapakah Yang Terbaik di Duel Acara TV 9 Februari, Apakah Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir atau Anugerah Juara Lagu 34? Nantikan Pada Malam Ini mulai Pukul 20.00 Waktu Setempat (19.00 WIB) di Tonton.com.my, TV9 Malaysia, TV3 Malaysia dan Astro Ria 104. Mudah-Mudahan Bakal Terulang Duel yang PKT Vs PSM dan Belanda Vs Spanyol tahun 2000 dan 2010.
Informasi Acara:
Dansa dan Sing 2020
Minggu, 9 Februari 2020 - 21.00-23.30 Waktu Setempat (20.00-22.30 WIB)
Episode : 6 (Suku Akhir) (No Limit)
Peserta : 7 Peserta
Bintang Tamu : Azira Shafinaz, Cik Manggis, K Clique, Mimi Fly, Zamani, Datuk Ac Mizal, Amelina, Dayang Nurfaizah, Baby Shima, Santesh, Ning Baizura & Nico G
Wartawan HLive Yang Hadir ke DDS 20 : Adriana Adnan/Achrine (Kemungkinan)
Host : Hady Mirza
Lokasi : Majlis Bandar Raya Shah Alam
Anugerah Juara Lagu 34
Minggu, 9 Februari 2020 - 20.00-00.00 Waktu Setempat (19.00-23.00 WIB)
Jumlah Lagu : 12 Lagu
Peserta : Aman Ra, Drama Band, ATM, Haqiem Rusli, Ernie Zakri, dll.
Bintang Tamu : Misha Omar, Marsha, Sarah Suhairi, Datuk Hattan, dll.
Host : Shuk, Ain Edruce, Awal Ashaari, Haziq Hot FM & Sherry Al Hadad
Lokasi : Axiata Arena Kuala Lumpur
Update : Hasil DDS 20 Suku Akhir x AJL 34
DDS 20 Suku Akhir
Tersenggol : Arja Lee & Wani Kayrie (Gagal, Tapi Tetap Lolos Ke SF DDS 20)
Perolehan Akhir:
01. Shiha Zikir (90,50%)
02. Chubb E (90,17%)
03. Sophia Liana (87,00%)
04. Raja Syahiran (86,90%)
05. Waris (85,10%)
06. Wani Kayrie (76,50%) (Gagal Tersenggol)
07. Arja Lee (73,60%) (Tersenggol)
AJL 34
Hasil Skor Akhir : DDS 20 Suku Akhir 0 - 1 AJL 34
Video :
Trivia:
-Aina Abdul Mengenakan Baju Putih Menjadi Bercat Merah Karena Dianggap Keterlaluan dan Terpaksa Menghilangkan Videonya di YT TV3/9 Malaysia
-Drama Band dengan Penampilannya yang Bikin Dosa dan Menjadi Azab dan Pelakor Gara Gara Menyindir Peristiwa Malaysia dari awal hingga akhir Dekade 2010an serta Videonya Hapus lewat Youtube Resmi TV3 Malaysia
-Datuk Siti Nurhaliza Tampil kejutan saat Membawakan Lagu Anta Permana dari Bob
-Scha Al Yahya Hadir Ke Axiata Arena bersama Awal Ashaari Setelah 6 Tahun Seperti Jokowi dan Iriana ke GBK Menghadiri Opening Ceremony Asian Games 2018 lalu
-Kedua Video AJL 34 yang Super Kontroversi Secara Permanen Menghilangkan Video Aina Abdul dan Drama Band melalui Youtube TV3/9 Malaysia
-Mengawali AJL 34 dengan 3 Anak Kecil jadi Presenter Cilik dan Ada Kejutan 3 Presenter Asli, Awal Ashaari, Haziq dan Sherry Al Hadad
-AJL 34 Membawakan Lagu-Lagu Yang Trending di Awal Pembuka dan Menjelang Penentuan Juara. Lagu-Lagu Ballad M. Nasir sebagai Interlude Menuju Penentu Juara AJL 34
-Hafiz Suip Dua Kali Memenangkan Trofi AJL 34 Setelah 3 Tahun
-Wani Kayrie, Azira Shafinaz dan Shiha Zikir Gagal Ke Acara AJL 34 di Axiata Arena Karena Tampil di Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir
-Nabila Huda datang Ke AJL 34 dengan Kejutan di Lagu Ragaman yang Dinyanyikan Oleh Fairuz Misran yang Mirip Dengan P Ramlee. Terinspirasi dari P Ramlee dan Saloma era 60-70an
-Penampilan Waris dan Santesh Mirip Dengan Drama Band di AJL 34
-Rencana Tersenggol 2 Peserta Akhirnya Berubah menjadi 1 Saja, Karena Wani Kayrie bisa ikut Semi Final DDS 20 bersama Shiha Zikir
Sumber: dari berbagai sumber
Update : Abam Bocey Meninggal Dunia pada Pukul 09.30 Waktu Setempat (08.30 WIB) Setelah Selesainya DDS 20 Suku Akhir dan AJL 34 Kemarin Malam dengan Menyaksikan Arja Lee Tersenggol dan Kemenangan Naim Daniel.
Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir (4-2-3-1)
Hady Mirza
Arja Lee
Chubb E
Waris
Sophia Liana
Azira Shafinaz
Wani Kayrie
Shiha Zikir
Raja Syahiran
Baby Shima
Cik Manggis
Cadangan:
Fareed K Clique
Nocky K Clique
Amelina
Zamani Slam
Mimi Fly
Ning Baizura
MD Nico Nico G
Yasser Pink
Betty Rahmad
Santesh
Absen : Daniel Zainy (Masih On Air Radio), Adriana Adnan, Daiyan Trisha dan Yaya Zahir (berada di Amerika)
Pelatih : Datuk Ac Mizal / Erick Thohir
Arja Lee - Sedang Ingin Bercinta
Chubb E - Inilah Nasibku
Raja Syahiran - Da Bom
Shiha Zikir - Dokter Cinta
Sophia Liana (+ Cik Manggis x Azira Shafinaz) - Raja Gelek
Waris - Everybody
Wani Kayrie - Hush Hush
Anugerah Juara Lagu 34 (4-2-3-1)
Awal Ashaari
Haqiem Rusli
Aepul Drama Band
Akim Ahmad
Ernie Zakri
Hafidz Suip
Nabila Razali
Afieq Shazwan
Sherry Al Hadad
Naim Daniel
Aina Abdul
Cadangan:
Elizabeth Tan
Ara
Aman Ra
Syamel
Sarah Suhairi
Ain Edruce
Zetty
Haziq
Fieya Julia
Ayie Elham F88 Band
Hael Husaini
Misha Omar
Mira Filzah
Scha Alyahya
Neeta
Wany Hasrita
Fadlan Hazim
Jasmine Suraya
Hefny Duo Sinar
Muna Shahira
Nabila Huda
Marsha Milan
Janna Nick
Absen : Hany Fadzil (Berkaraoke Bersama Kakak), Shiha Zikir & Wani Kayrie (Berada di DDS 20 Suku Akhir)
Pelatih: Datuk Siti Nurhaliza / Wishnutama
Drama Band - Drama
Bob AF 2 - Anta Permana
Ernie Zakri - Kubersuara
Hafiz Suip - Kisah Cinta Kita
Fairus Misran - Ragaman
Haqiem Rusli - Lembah Kesepian
Akim & The Majistreet - Rampas
Masdo - Dinda
Aina Abdul - Sumpah
Hazama - Peneman
Naim Daniel - Sumpah
Aman Ra - Bangun
Siapakah Yang Terbaik di Duel Acara TV 9 Februari, Apakah Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir atau Anugerah Juara Lagu 34? Nantikan Pada Malam Ini mulai Pukul 20.00 Waktu Setempat (19.00 WIB) di Tonton.com.my, TV9 Malaysia, TV3 Malaysia dan Astro Ria 104. Mudah-Mudahan Bakal Terulang Duel yang PKT Vs PSM dan Belanda Vs Spanyol tahun 2000 dan 2010.
Informasi Acara:
Dansa dan Sing 2020
Minggu, 9 Februari 2020 - 21.00-23.30 Waktu Setempat (20.00-22.30 WIB)
Episode : 6 (Suku Akhir) (No Limit)
Peserta : 7 Peserta
Bintang Tamu : Azira Shafinaz, Cik Manggis, K Clique, Mimi Fly, Zamani, Datuk Ac Mizal, Amelina, Dayang Nurfaizah, Baby Shima, Santesh, Ning Baizura & Nico G
Wartawan HLive Yang Hadir ke DDS 20 : Adriana Adnan/Achrine (Kemungkinan)
Host : Hady Mirza
Lokasi : Majlis Bandar Raya Shah Alam
Anugerah Juara Lagu 34
Minggu, 9 Februari 2020 - 20.00-00.00 Waktu Setempat (19.00-23.00 WIB)
Jumlah Lagu : 12 Lagu
Peserta : Aman Ra, Drama Band, ATM, Haqiem Rusli, Ernie Zakri, dll.
Bintang Tamu : Misha Omar, Marsha, Sarah Suhairi, Datuk Hattan, dll.
Host : Shuk, Ain Edruce, Awal Ashaari, Haziq Hot FM & Sherry Al Hadad
Lokasi : Axiata Arena Kuala Lumpur
Update : Hasil DDS 20 Suku Akhir x AJL 34
DDS 20 Suku Akhir
Tersenggol : Arja Lee & Wani Kayrie (Gagal, Tapi Tetap Lolos Ke SF DDS 20)
Perolehan Akhir:
01. Shiha Zikir (90,50%)
02. Chubb E (90,17%)
03. Sophia Liana (87,00%)
04. Raja Syahiran (86,90%)
05. Waris (85,10%)
06. Wani Kayrie (76,50%) (Gagal Tersenggol)
07. Arja Lee (73,60%) (Tersenggol)
Arja and The Pirates (Tersenggol)
AJL 34
Juara 3 : Anta Permana (Bob / Datuk Siti Nurhaliza)
Juara 2 : Bangun (Aman Ra)
Juara : Sumpah (Naim Daniel)
Hasil Skor Akhir : DDS 20 Suku Akhir 0 - 1 AJL 34
Video :
Trivia:
-Aina Abdul Mengenakan Baju Putih Menjadi Bercat Merah Karena Dianggap Keterlaluan dan Terpaksa Menghilangkan Videonya di YT TV3/9 Malaysia
-Drama Band dengan Penampilannya yang Bikin Dosa dan Menjadi Azab dan Pelakor Gara Gara Menyindir Peristiwa Malaysia dari awal hingga akhir Dekade 2010an serta Videonya Hapus lewat Youtube Resmi TV3 Malaysia
-Datuk Siti Nurhaliza Tampil kejutan saat Membawakan Lagu Anta Permana dari Bob
-Scha Al Yahya Hadir Ke Axiata Arena bersama Awal Ashaari Setelah 6 Tahun Seperti Jokowi dan Iriana ke GBK Menghadiri Opening Ceremony Asian Games 2018 lalu
-Kedua Video AJL 34 yang Super Kontroversi Secara Permanen Menghilangkan Video Aina Abdul dan Drama Band melalui Youtube TV3/9 Malaysia
-Mengawali AJL 34 dengan 3 Anak Kecil jadi Presenter Cilik dan Ada Kejutan 3 Presenter Asli, Awal Ashaari, Haziq dan Sherry Al Hadad
-AJL 34 Membawakan Lagu-Lagu Yang Trending di Awal Pembuka dan Menjelang Penentuan Juara. Lagu-Lagu Ballad M. Nasir sebagai Interlude Menuju Penentu Juara AJL 34
-Hafiz Suip Dua Kali Memenangkan Trofi AJL 34 Setelah 3 Tahun
-Wani Kayrie, Azira Shafinaz dan Shiha Zikir Gagal Ke Acara AJL 34 di Axiata Arena Karena Tampil di Dansa dan Sing 2020 Suku Akhir
-Nabila Huda datang Ke AJL 34 dengan Kejutan di Lagu Ragaman yang Dinyanyikan Oleh Fairuz Misran yang Mirip Dengan P Ramlee. Terinspirasi dari P Ramlee dan Saloma era 60-70an
-Penampilan Waris dan Santesh Mirip Dengan Drama Band di AJL 34
-Rencana Tersenggol 2 Peserta Akhirnya Berubah menjadi 1 Saja, Karena Wani Kayrie bisa ikut Semi Final DDS 20 bersama Shiha Zikir
Sumber: dari berbagai sumber
Update : Abam Bocey Meninggal Dunia pada Pukul 09.30 Waktu Setempat (08.30 WIB) Setelah Selesainya DDS 20 Suku Akhir dan AJL 34 Kemarin Malam dengan Menyaksikan Arja Lee Tersenggol dan Kemenangan Naim Daniel.
Sabtu, Februari 01, 2020
Breaking News: Kompas TV Masuk MNC Vision/Play Mulai Hari Ini
Mulai Hari Ini pada (1/2), Kompas TV Hadir di TV Berlangganan Terbesar selain Indihome Telkom TV, MNC Vision/Play di Saluran 106. Setelah Penantian Lama Hampir 9 Tahun belum Masuknya Kompas TV ke Indovision (Nama Sebelum MNC Vision per Akhir 2017) di Awal-Awal Kemunculannya Zaman Indra Yudhistira masih Bertugas di Kompas TV (sekarang Bertugas di SCM Group bersama Harsiwi dan Mohammed Teguh). Kini di Tahun 2020 yang bertepatan dengan HUT Perak Website Kompas dan Ke 55 Koran ini, Kompas TV terus jadi TV Nasional Terbesar yang Menyaingi Nama RCTI atau Indosiar yang Banyak Berita dan Sedikit Program Berita yang ada.
Saya Tahu Infonya di Koran Kompas Hari Ini (1/2), Bahwa, Saluran dari MNC Vision Memperkenalkan Saluran Kompas TV yang dulunya adalah Jargon "Inspirasi Indonesia", Sekarang menjadi "Independen Terpercaya" yang Zamannya Rosianna sebagai Pemred Kompas TV (Kalau Koran Kompas Pemrednya Wanita Juga Namanya Ninuk Pambudy). Sama Seperti TV Berita-Hiburan Sejenis, Kompas TV memiliki Konten Pemberitaan yang Memberi Makna selaras dengan Visi-Misi Produk-Produk Kompas Gramedia lainnya Seperti Koran Kompas, Koran Kontan, Koran-Koran dari Tribun (Warta Kota, Surya, Sriwijaya Post, Banjarmasin Post, Pos Kupang, Tribun Kaltim, dll. Biasanya Muncul Tulisannya dan Nama yang Disebutkan di Koran Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu dan Jawa Pos Edisi Minggu Termasuk Kompas)., dll. Sesuai Dengan Semangat Baru dari KG Media, Kompas TV menjadi TV Terbaik untuk Semua Rakyat Indonesia. Banyak Program Bervariasi Seperti Kompas Pagi, Siang, Petang, Malam, Sports dan Update sebagai Sajian Informasi Terbaru, Tidak Ketinggalan ada Ulas Kompas-Tribun yang Mirip Dengan Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV Setiap Hari (Kecuali Minggu). Mari Kita Kembali Mengingat awal Kemunculannya, bulan Agustus atau September tahun 2011, saat Mengenal Kompas TV pertama kali, Kan Kompas TV masih jadi Content Provider dan Mesti Menghilangkan Kata "TV" di bagian Kanan Sehingga Nama "Kompas" di TV tetap Digunakan dan TV Lokalnya ditaruh di Bagian Kiri, ada yang Logo Biasa (bukan Kompas TV) dan Logo Biru-Merah (bagian dari Kompas TV), salah satunya adalah BCTV Surabaya (sekarang Kompas TV Jatim) logonya Kadang Kotak Biru-Putih, Kadang Biru-Merah sementara ATV Batu ada Logo Lingkaran Biru (Bola Dunia) di tahun 2011 (sampai Desember 2011) dan di sejak akhir Desember 2011 digantikan Tulisan ATV Biru-Merah. Lalu, Kompas TV hadir di Telkom Vision (sekarang TransVision) di Channel 149 sejak Januari 2012, Masuknya Kota Jogjakarta dan Banjarmasin untuk Siaran Kompas TV yang masih Content Provider, Kompas TV kembali hadir di Jakarta-Banten, Bandung Kembali masuk Kompas TV di Pertengahan Ramadan 1433H, ada Juga Gangguan Teknis Siaran Kompas TV yang berubah Jadi Siaran Lokal yang Berisi Iklan yang Diulang-Ulang (Pas Abis F1 di Sepang tahun 2013), Menyiarkan Langsung F1 2012-13, Bundesliga 2013-2015 dan Serie A 2014-15 (sama seperti RCTI di Awal 2000an), menghadirkan "Indonesia Satu" di Momen Pemilu 2014, ada Juga Perubahan Kanal dari 28 ke 25 Khusus Jakarta-Banten di Momen Ramadan 1436H, Menjadi TV News di Awal 2016, Kembalinya Kompas TV di Malang Raya setelah 3 Tahun Zong dan Kompas TV menjadi "Rumah Pemilu" untuk Pemilu 2019.
Kompas TV, Independen Terpercaya! Saksikan di Seluruh Indonesia (Palembang 52 UHF, Jakarta 25 UHF, Bandung 34 UHF, Semarang 47 UHF, Surabaya 40 UHF, Malang 62 UHF, Bali 23 UHF, Pontianak 39 UHF, Makassar 23 UHF, dll.). MNC Vision & Play, Bukan Yang Lain!
Screenshot Website MNC Vision yang Logo Kompas TV
Saya Tahu Infonya di Koran Kompas Hari Ini (1/2), Bahwa, Saluran dari MNC Vision Memperkenalkan Saluran Kompas TV yang dulunya adalah Jargon "Inspirasi Indonesia", Sekarang menjadi "Independen Terpercaya" yang Zamannya Rosianna sebagai Pemred Kompas TV (Kalau Koran Kompas Pemrednya Wanita Juga Namanya Ninuk Pambudy). Sama Seperti TV Berita-Hiburan Sejenis, Kompas TV memiliki Konten Pemberitaan yang Memberi Makna selaras dengan Visi-Misi Produk-Produk Kompas Gramedia lainnya Seperti Koran Kompas, Koran Kontan, Koran-Koran dari Tribun (Warta Kota, Surya, Sriwijaya Post, Banjarmasin Post, Pos Kupang, Tribun Kaltim, dll. Biasanya Muncul Tulisannya dan Nama yang Disebutkan di Koran Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu dan Jawa Pos Edisi Minggu Termasuk Kompas)., dll. Sesuai Dengan Semangat Baru dari KG Media, Kompas TV menjadi TV Terbaik untuk Semua Rakyat Indonesia. Banyak Program Bervariasi Seperti Kompas Pagi, Siang, Petang, Malam, Sports dan Update sebagai Sajian Informasi Terbaru, Tidak Ketinggalan ada Ulas Kompas-Tribun yang Mirip Dengan Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV Setiap Hari (Kecuali Minggu). Mari Kita Kembali Mengingat awal Kemunculannya, bulan Agustus atau September tahun 2011, saat Mengenal Kompas TV pertama kali, Kan Kompas TV masih jadi Content Provider dan Mesti Menghilangkan Kata "TV" di bagian Kanan Sehingga Nama "Kompas" di TV tetap Digunakan dan TV Lokalnya ditaruh di Bagian Kiri, ada yang Logo Biasa (bukan Kompas TV) dan Logo Biru-Merah (bagian dari Kompas TV), salah satunya adalah BCTV Surabaya (sekarang Kompas TV Jatim) logonya Kadang Kotak Biru-Putih, Kadang Biru-Merah sementara ATV Batu ada Logo Lingkaran Biru (Bola Dunia) di tahun 2011 (sampai Desember 2011) dan di sejak akhir Desember 2011 digantikan Tulisan ATV Biru-Merah. Lalu, Kompas TV hadir di Telkom Vision (sekarang TransVision) di Channel 149 sejak Januari 2012, Masuknya Kota Jogjakarta dan Banjarmasin untuk Siaran Kompas TV yang masih Content Provider, Kompas TV kembali hadir di Jakarta-Banten, Bandung Kembali masuk Kompas TV di Pertengahan Ramadan 1433H, ada Juga Gangguan Teknis Siaran Kompas TV yang berubah Jadi Siaran Lokal yang Berisi Iklan yang Diulang-Ulang (Pas Abis F1 di Sepang tahun 2013), Menyiarkan Langsung F1 2012-13, Bundesliga 2013-2015 dan Serie A 2014-15 (sama seperti RCTI di Awal 2000an), menghadirkan "Indonesia Satu" di Momen Pemilu 2014, ada Juga Perubahan Kanal dari 28 ke 25 Khusus Jakarta-Banten di Momen Ramadan 1436H, Menjadi TV News di Awal 2016, Kembalinya Kompas TV di Malang Raya setelah 3 Tahun Zong dan Kompas TV menjadi "Rumah Pemilu" untuk Pemilu 2019.
Kompas TV, Independen Terpercaya! Saksikan di Seluruh Indonesia (Palembang 52 UHF, Jakarta 25 UHF, Bandung 34 UHF, Semarang 47 UHF, Surabaya 40 UHF, Malang 62 UHF, Bali 23 UHF, Pontianak 39 UHF, Makassar 23 UHF, dll.). MNC Vision & Play, Bukan Yang Lain!
Langganan:
Postingan (Atom)











