Sabtu, Februari 14, 2026

MDTV Selangkah lagi Berusia Setahun

Sepanjang Tahun 2025, Postingan-Postingan sebelumnya yang Membahas MDTV dulunya ada, Tapi akhirnya dihapus total! dan Kali ini, Kita Bahas Kembali seputar TV Nasional, kan MDTV (dulunya Net.) mau Sambut Usia Setahun di Akhir Februari ini. 

Tepat pada 28 Februari Tahun lalu (2025), MDTV Resmi Bersiaran menggantikan Nama Net. (2013-2025) yang dulunya dibilang TV "Terkece" Buat "Good People". di Awal Kehadirannya, Muncul 3 Sinetron Baru buatan MD Entertainment yang sah Comeback ke Layar TV setelah kurang lebih 8 tahun Vakum, seperti Samuel, Cinta Cinderella dan Terlanjur Indah. Jargonnya pun ada, yakni "Drama No. 1" (kini TV Paling Drama). dan Sempat Muncul Iklan/Poster Resmi Ketiga Sinetron Tersebut di Bagian Kasir Alfamart di Sebagian Besar Wilayah Indonesia (yang paling Ingat pas Pulang dari Malang ke Mojokerto pada Akhir Ramadhan Tahun lalu). 



Selain yang Ketiganya, Ada Juga Program-Program Acara yang masih dari era Net., Sajian Spesial, Sinetron Lawas (dari MD Entertainment) dan dipertahankan sejak Januari 2025 silam (38 Hari Sebelum jadi MDTV), Seperti Adit Sopo Jarwo, Seru-Seruan, Makan Enak, Masak Gesss, Di balik Mitos, Ini Baru Sahur, Cinta Fitri, Cahaya Cinta, dll. Ada Pula Penambahan Sinetron Baru seperti Kupu Malam, Rasa Rindu dan Dosa dan Cinta. Yang FTV Hidayah diberi Titel "Cerita Nyata". Ada pula, Sejumlah Program-Program Acara Non Drama bertambah (tapi tak bertahan Acaranya) seperti Bisik-Bisik Tetangga hingga Sensasi Malam (yang awalnya ingin seperti Tonight Show di eranya Net. Tapi gagal). 2 dari Sekian Sinetron-Sinetron MDTV pun masuk Rating 150 Besar dan ini adalah Impian Ratingnya jadi Kenyataan di Awal Kehadirannya. Serial Drama Asing pun tak Ketinggalan di Awal Kehadiran Stasiun TV yang dimiliki Manoj Punjabi tersebut yang diteruskan dari era Lamanya, ada Kokdu Season of Deity, What's Wrong With Secretary Kim, Marimar, Janji Cinta (Sindoor ki Keemat), dll. Tak Cuma itu, Sinetron Gajah Mada pun juga Tayang (sebelumnya di RTV kayaknya Rerun?) hingga Sinetron Putri Duyung pun Tak Ketinggalan (hanya Sebentar saja). Yang Serial Online kayak Layangan Putus hingga Progresnya Berapa Persen pun masih tayang dari era Net. (Termasuk yang Baru). Tidak Cuma itu, MDTV pun pernah Mengadakan Roadshow ke Kota-Kota kecil yang Bisa Menggelar Nonton Bareng Siaran MDTV di Malam tiba. Memasuki Akhir Tahun 2025, MDTV pun ada 2 Sinetron yang sudah Pernah Tembus Rating Top 100 dan disaksikan juga Lewat Netflix, yakni IAMTS (dibintangi Deva Mahenra) dan Pernikahan Dini Gen Z (dibintangi Aliando). Kedua Series ini, Semestinya menaikkan Pamor Besar Stasiun TV yang dulunya bermarkas di The East Kuningan dan Gedung Graha Mitra tersebut. 


Oh Ya, Yang Program-Program Acara Lawas dari era Net. Pun Masih Tayang tapi direrun dan diteruskan di era MDTV sepanjang 2025, ada Main Hakim Sendiri, Indonesia Bagus (khusus Siaran Lokalnya MDTV di Kota-Kota selain Jakarta), Tonight Show, dll. dan di Tahun ini, MDTV ada Program Acara yang sudah ditayangkan sejak beberapa pekan lalu, yakni Telenovela Betty la Fea maupun Esmeralda ditambah ada Sinetron Baru yang Sudah Tayang sejak Kemarin (Menggantikan Pernikahan Dini Gen Z tapi mesti direrun), Keluarga yang Tak Dirindukan. Oh Ya, yang Program Acara Legendarisnya (era Net.) pun masih Tayang ada 86 hingga Jatanras. Ada Juga Program-Program Acara terbaru untuk Jadi Teman Ramadhan dan Lebaran kelak (kemungkinan  besar dengan temannya Drama Kebaikan Ramadhan/Kemenangan Syawal), mulai dari The Return of Condor Heroes, Sinetron Baru Dunia Tanpa Tuhan (yang awalnya diproyeksikan di Awal Siaran Pada Tahun lalu malah Terbengkalai sehingga direalisasikan di Tahun ini) yang dibintangi oleh Oki Rengga hingga Eza Yayang (kemungkinan auto Seperti Campuran Film Agak Laen dan Sinetron Tukang Ojek Pengkolan), Amigos x Siempre, The Return of The Condor Heroes, dll. Sepanjang 2025-26, Stasiun TV ini mulai Menggeliat karena Mau (Berani) Tembus Rating/Share, Tayang Rerun terus menerus setelah Tamat Sinetron-Sinetronnya dan semestinya Bisa Meniru memori Pola Siaran TV One (Hari ini Ultah) di Awal-Awal Kehadirannya (periode 2008 hingga sekitar 2010/11), dimana Saat itu, TV One masih TV Berita, Hiburan (Boleh diseleksi termasuk Film-Filmnya), Olahraga dan Edukasi (ada Dokumenter). dan Pada 28/2 nanti, MDTV kelak berusia Setahun, Tapi saat Ramadhan, Pestanya Kemungkinan Sekalian ada Acara Bukberan gitu, Kan Perayaannya Sederhana! dan Nantinya, Semoga Pas Ramadhan dan Lebaran nanti, MDTV yang TV "Drama Kebaikan Ramadhan" atau "Kemenangan Hari Raya" akan Meniru Memori TV One tahun 2009 yang Rangkaian "TV PEM1LU" 2009 (Legislatif dan Presiden/Wapres) hingga Ramadhan/Lebaran 1430H/2009M.

Nantikan, Setahun MDTV mengudara pada 28/2 ini (2 Minggu lagi), Insya Allah! 

Jumat, Februari 13, 2026

Jumat Berziarah...

Tadi Pagi, Gue dan Sekeluarga berziarah (Pra Ramadhan) ke Makamnya Mendiang Mbah Kanna dan Mbah Irfan di Brangkal. Mantap kan, Kalau Datang mesti bawakan Lembaran (Koran) dan Buku Yasin serta Kelopak Bunga. Saat masuk ke Area Makam, kan harus duduk dulu pakai Kursi Kecil dan Kertas dan Membacakan Al Fatihah/Ikhlas 3x, Al Falaq/An Naas Sekali, Ayat Kursi, Surah Yasin dan Baca Setelah Baca Surah Yasin. dan Setelahnya, Kita Berfoto-Foto nih (kecuali si Alma).

Berselfie sama Keluarga

Setelahnya, Kita Makan di Restoran SSB Hj. Hesti untuk kali kedua (Yang Kunjungan Pertama Gue pernah dibahas yang Sebelumnya di Blog ini). Enak Semuanya... dan Setelah Makan, ke Apotik Empunala untuk Beli Obat Kembali seperti Jumat Pekan Sebelumnya. dan Setelahnya, Pulang ke Markasku...

dan Semoga, Lusa kemungkinan akan Ziarah ke Makam Mendiang Mbah Kung di Kediri sebelum mau Datang ke Ngalam kelak. Kita Tunggu Agendanya!

Kamis, Februari 12, 2026

Lirik Lagu Opick - Tombo Ati

He, di-de, di-de, da-re-re-deDa-re-ra-re-ri, da-de-da-re-re-ri-ra
Tamba ati iku lima perkaraneKaping pisan, maca Qur'an lan maknaneKaping pindho, salat wengi lakonanaKaping telu, wong kang saleh kumpulana
Kaping papat, kudu weteng ingkang luweKaping lima, zikir wengi ingkang suweSalah sawijine, sapa bisa ngelakoniMugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Tamba ati iku lima perkaraneKaping pisan, maca Qur'an lan maknaneKaping pindho, salat wengi lakonanaKaping telu, wong kang saleh kumpulana
Kaping papat, kudu weteng ingkang luweKaping lima, zikir wengi ingkang suweSalah sawijine, sapa bisa ngelakoniMugi-mugi Gusti Allah nyembadani
He, di-de, di-de, da-re-re-de (الله ياجبار، يامتكبر)Da-re-ra-re-ri, da-de-da-re-re-ri-ra (ياأرحم الراحمين)
Obat hati ada lima perkaranyaYang pertama, baca Qur'an dan maknanyaYang kedua, salat malam dirikanlahYang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasaYang kelima, zikir malam perpanjanglahSalah satunya, siapa bisa menjalaniMoga-moga Gusti Allah mencukupi
Obat hati ada lima perkaranyaYang pertama, baca Qur'an dan maknanyaYang kedua, salat malam dirikanlahYang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasaYang kelima, zikir malam perpanjanglahSalah satunya, siapa bisa menjalaniMoga-moga Allah Ta'ala mencukupi (ارحمنا، ارحمنا)
Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi(ياأرحم الراحمين)




Rabu, Februari 11, 2026

Veo 3.1 Paling Baru dan Update di Tahun ini dari Gemini

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Kurang Lebih Sepekan sebelumnya kita Bahas Seputar Paket Plus dari Google Gemini yang Cenderung semakin Murah, sekarang kita Bahas lagi yang sama, Tapi kali ini Beda Bahasannya... 

Gara-Gara Geliat Nonton Drama Cina (alias Dracin) yang Sudah Mewabah di Indonesia sejak Akhir Tahun lalu hingga saat ini. dan Akhirnya, ada Veo 3.1 yang Paling Baru dan Update yang Sudah dilakukan di Awal Tahun ini. Apa Jadinya apabila di Google Gemini yang Fitur Video (Veo 3.1) jadi 9:16 versi Update (terbaru) yang Sudah ada Sejak Awal Tahun ini juga (akibat Geliat Dracin)? Apa Manfaatnya? Nah, Mari Kita Simak Penjelasannya yang diambil dari Sumbernya.

Update Google Veo 3.1 (Januari 2026) yang menghadirkan dukungan native rasio 9:16 (vertikal) memang merupakan respons langsung terhadap dominasi konten video pendek, di mana tren "Drama Cina Mikro" (Micro-dramas/Short-plays) menjadi salah satu pendorong utamanya.

Meskipun dalam rilis resminya Google sering menggunakan istilah umum seperti "mendukung kreator YouTube Shorts dan TikTok", fenomena drama mikro adalah alasan ekonomi besar di baliknya.

Berikut adalah detail mengapa "Geliat Drama Cina Mikro" memaksa Google menghadirkan fitur ini di 2026:


1. Ledakan Ekonomi "Vertical Cinema"

Pada tahun 2025-26, pasar Drama mikro (sering disebut vertical dramas atau miniseries) bukan lagi sekadar tren iseng, melainkan industri bernilai miliaran dolar.

  • Pergeseran Perilaku: Penonton kini mengonsumsi konten naratif (cerita bersambung) dalam format vertikal di HP, bukan lagi landscape seperti film bioskop/TV.

  • Efisiensi Produksi: Drama mikro membutuhkan produksi yang sangat cepat dan murah. AI seperti Veo 3.1 menjadi solusi sempurna untuk membuat background, filler shots, atau bahkan adegan penuh tanpa perlu syuting fisik yang mahal.

2. Fitur Veo 3.1 yang "Pas" untuk Drama Mikro

Update Veo 3.1 di tahun 2026 membawa fitur spesifik yang seolah dirancang untuk kebutuhan produser drama mikro:

  • Native 9:16 (Tanpa Cropping): Sebelumnya, kreator harus membuat video 16:9 lalu memotongnya (crop), yang membuang resolusi dan merusak komposisi. Dengan native 9:16, AI langsung mengomposisikan subjek agar pas di layar HP (kepala tidak terpotong, framing fokus di tengah).

  • Konsistensi Karakter (Ingredients to Video): Drama mikro butuh karakter yang sama di berbagai adegan. Update Veo 3.1 memungkinkan penggunaan "reference image" agar wajah aktor AI tetap konsisten sepanjang episode—syarat mutlak untuk membuat serial drama.

  • Durasi & Resolusi 4K: Peningkatan ke 4K dan durasi yang lebih panjang memungkinkan kualitas visual drama mikro AI menyaingi hasil syuting kamera asli.

3. Persaingan Platform (The "TikTokification" of AI)

Google menyadari bahwa platform seperti Douyin (TikTok China) dan aplikasi khusus drama mikro (seperti DramaBox, ReelShort) memakan pangsa pasar waktu layar (screen time) pengguna secara masif.

  • Jika Google Gemini/Veo tidak mendukung format ini, para kreator konten akan lari ke kompetitor (seperti Sora atau tool AI Cina seperti Kiling/Vidu) yang sudah lebih dulu fokus pada format vertikal.

  • YouTube Shorts juga dibanjiri potongan drama mikro, sehingga Google butuh tool internal (Veo 3.1) untuk memfasilitasi kreator di ekosistem mereka sendiri.



Kehadiran rasio 9:16 (Vertikal/Portrait) secara native di Google Gemini Veo 3.1 pada tahun 2026 bukan sekadar perubahan ukuran kanvas, melainkan perubahan total pada "Visual Grammar" (tata bahasa visual) yang dipahami oleh AI.

Berikut adalah analisis mendalam mengenai apa yang terjadi dan manfaat signifikannya, terutama dalam konteks tren Drama Mikro dan konten media sosial:


Apa yang Terjadi? (Perbedaan Teknis)

Sebelum adanya native 9:16, pengguna harus melakukan generation dalam format 16:9 (Landscape) lalu memotongnya (crop). Dengan Veo 3.1 Native 9:16, terjadi perubahan fundamental pada cara AI bekerja:

  1. Pemahaman Komposisi Vertikal (Vertical Blocking): AI tidak lagi menempatkan objek menyebar ke samping. Ia belajar menumpuk informasi secara vertikal. AI tahu bahwa dalam format 9:16, "ruang kosong" di atas kepala (headroom) dan di bawah kaki itu penting, sementara ruang di samping kiri-kanan sangat sempit.

  2. Penghindaran UI (UI Safe Zones): Veo 3.1 dilatih dengan data video medsos, sehingga ia cenderung mengosongkan area sebelah kanan bawah (tempat tombol like/share di TikTok/Shorts) dan area bawah (tempat caption), agar subjek utama tidak tertutup tulisan saat diunggah.

  3. Fokus pada Subjek Tunggal: Algoritma video landscape biasanya bisa menangani banyak orang berjejer. Dalam mode 9:16, AI secara otomatis lebih memprioritaskan close-up satu karakter atau komposisi stacking (atas-bawah) agar visual tetap jelas di layar HP yang sempit.


Apa Manfaat Utamanya?

Berikut adalah keuntungan besar bagi kreator, khususnya produser Drama Mikro dan Marketer:

1. Resolusi Maksimal (True 4K Vertical)

  • Masalah Lama: Jika Anda memotong video landscape 4K menjadi vertikal, Anda membuang hampir 60% pikselnya. Hasilnya buram (pecah) saat ditonton di HP layar besar.

  • Manfaat Veo 3.1: Video di-generate langsung dengan resolusi tinggi vertikal. Ketajaman pori-pori wajah aktor AI, detail baju, dan tekstur background tetap tajam (crisp). Ini krusial untuk standar drama mikro premium.

2. "Intimacy Effect" (Efek Kedekatan)

  • Drama mikro sangat bergantung pada emosi wajah. Format 9:16 adalah format paling intim karena wajah karakter bisa memenuhi seluruh layar HP penonton.

  • Veo 3.1 memungkinkan pembuatan shot Extreme Close-Up yang emosional tanpa distorsi, membuat penonton merasa aktor AI tersebut berbicara langsung kepada mereka.

3. Efisiensi Produksi (Zero-Edit Workflow)

  • Bagi studio drama mikro yang harus memproduksi 50-100 episode per minggu, waktu untuk cropping dan reframing adalah pemborosan.

  • Dengan output langsung 9:16, video hasil generasi AI bisa langsung masuk ke tahap dubbing atau color grading tanpa perlu mengatur ulang komposisi gambar.

4. Penghematan Biaya Set & Wardrobe

  • Dalam format 16:9, Anda perlu memikirkan background yang luas. Dalam 9:16, area background lebih sempit.

  • Kreator bisa fokus meminta Veo mendetailkan kostum (wardrobe) karakter dari kepala hingga kaki (full body shot) yang sering menjadi daya tarik utama drama CEO/Kerajaan, tanpa pusing memikirkan detail latar belakang yang tidak perlu.


Kesimpulan: Betul, geliat drama Cina mikro adalah "katalis" yang mempercepat standarisasi format 9:16 di tool high-end seperti Veo. Google tidak bisa lagi mengabaikan bahwa masa depan storytelling digital di 2026 didominasi oleh layar tegak. Dengan adanya fitur ini, hambatan teknis untuk membuat "Drama Cina Mikro" versi AI benar-benar runtuh. Seseorang di kamar tidurnya di Mojokerto kini bisa memproduksi serial drama berkualitas visual setara studio Shanghai, hanya dengan bermodalkan ide cerita dan Veo 3.1.


Itulah Tadi Penjelasan Seputar Veo 3.1 Paling Baru dan Update di Tahun ini. Semoga Semuanya Bermanfaat bagi Penggemar Gemini dan Produk Ai lainnya.

Selasa, Februari 10, 2026

Akhirnya, Rio Zona Aman di Spektakuler 2

Kemarin Malam, Ga Bisa Nonton Siaran langsung Spektakuler 2 Indonesian Idol 2025/26, kan Semestinya, Salah satu Peserta yang Berasal dari Kota Tanah Majapahit Mojokerto yang Namanya Rio Lahskart akhirnya Berhasil Masuk Zona Aman (Pada Spektakuler sebelumnya pun Zona Tak Aman). Ya, Mungkin bisa Tampil Semakin Prima di Spektakuler 3 pada 16/2 nanti (atau H-3 sebelum Ramadhan). Tidak Hanya Rio, tapi ada Peserta-Peserta lain yang Masuk Zona Aman di Program Acara Ini, Kezi yang Makin Unggul (digadang-gadang masuk Top 2 kelak), Aruna dibawah Rio, Josh Flo, Keiko, Dandy P., Niki Becker, Alfauz, Meidra, Arrcely dan Celyna. Sayangnya, Ecky dan Keenan Masuk Zona Tak Aman dan Arrul sudah Tersenggol! Kini, Tinggal 13 Peserta Tersisa di Spektakuler 3 Indonesian Idol Tahun ini, dan Semoga, Penampilan untuk 13 Peserta makin Prima, makin Percaya diri. dan Nantinya, Rio kelak Zona Aman terus di Spektakuler 3. Yuk Dukung si Rio di Indonesian Idol 2026 lewat Vote di Aplikasi RCTI+, Gratis! 

Senin, Februari 09, 2026

Sariawan (Maunya) disembuhkan

Sejak 6-7 Hari sebelumnya, Gue mulai Menderita Sariawan. Gara Gara suka Makan Pedas maupun Kue yang Keras-Keras (semacam Kusuka) itu mesti jadi Penyakit tersebut. Walaupun terjadi Penyakit ini, Awalnya menganjurkan Minum Teh Ciwaci 2-3 Bungkus, disemprot Cooling 5 dari Papiku sampai 2x, Minum Larutan Penyegar untuk hentikan Panas Dalam, Kumur Air Hangat dicampur sama Garam Sedikit, Minum 1-2 Tablet Kuldon Sariawan yang dilakukan (Setelah Beli Obat pasca Sholat Jumat berakhir) dan Akhirnya, dikasih Sirup SRP Indra oleh Mamiku. Saat Terjadi Penyakit Sariawan, Gue Tak Boleh Makan Kue Keras/Snack (Kecuali Kerupuk, Hingga Tulisan ini dibuat), Makan Pedas-Pedas dan Minum yang Menyegarkan (Menurut Chat GPT, Minum Es bisa Meringankan Nyeri sementara). Sariawan itu Penyakitnya bukan Kelamaan dan Bertele-tele, Melainkan hanya Sementara saja. Karena, Sariawan itu Penyakit Sementara hingga disembuhkan cuma 3-14 Hari saja. Percayalah, Kalau Sembuh Sariawannya, Kita bisa Nikmati Makanan di waktu-waktu tertentu (termasuk bulan suci Ramadhan). Semoga, Kesembuhan Sariawan gue bisa jadi Realita! Yang Gagal Sembuh, Jangan lupa Obati lagi atau Konsumsi Vitamin C ya... 

Minggu, Februari 08, 2026

Antara Rubrik Wisata yang Indonesia terus menerus di Jawa Pos (Sunday Magz) dan Kompas Edisi Akhir Pekan kelak Melejit

Selamat Pagi di Hari Minggu, kan Besok kita Rayakan Hari Pers Nasional dan Sayangnya, Agenda Gue ke Makam pas Ziarah Ramadhan ditunda dulu ke Minggu Depan (Insya Allah). Nah, Mari Kita Bahas Seputar Koran-Koran ya. Kalau yang Pembahasan-Pembahsan Koran sebelumnya yang Sepanjang 2025-26, sering sering dihapus (termasuk yang Pekan Kemarin mungkin) dan Akhirnya, Kita Buat Pembahasan Tentang Dunia Koran (kembali) tapi ada Sedikit Perubahan. Let's Go...

di Tahun 2026 adalah Tahunnya Koran-Koran Indonesia masih ada di era Gempuran Digitalisasi (dan AI kayaknya), yang Mengakibatkan Kehilangan Semua jenama Media Cetak (dulunya ada di Pasaran di Masa Silam) dan Edisi Minggunya tidak ada dimana-mana (Semisal Koran Sriwijaya PostTribun SumselSurya dan Warta Kota yang Sama Sama milik Tribun Nerwork), ditambah, Media Indonesia (Koran Favorit gue) yang kini menguburkan Edisi Sabtu-Minggu dalam Format Analog dan Digital sepenuhnya. Jadi, Apa yang Terjadi? Masya Allah, Pasti Bertahan untuk Koran-Koran kita yang masih dilanda Gempuran era Digitalisasi.

di Koran Jawa Pos (Koran Favorit gue juga), Setiap hari Minggu ada Rubrik Wisata (Kembali Setelah 4-5 tahun terakhir sejak Maret 2025 silam, sebelumnya dimuat di Edisi Sabtu) yang Isinya Artikel/Liputan Info Wisata di 38 Propinsi Indonesia yang terus menerus tapi diperkaya Foto-Foto dari Tim LKBN Antara dan Sumber Lainnya (sudah Termasuk Tim Fotografi dari Keluarga Jawa Pos Media). Sedangkan di Koran Kompas (Koran Favorit gue juga), yang Edisi Akhir Pekan jadi Referensi Paling Seru tapi Lebih Bergizi, Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur, Mencerdaskan dan Menggoda buat Pembaca-Pembaca Loyal yang Menjadi Teman di (Waktu) Akhir Pekan, tapi Nantinya bakal siap Melejit Oplahnya seperti di Masa Silam. Oh Ya, di Februari ini, Langganan Kompas gue yang Edisi Senin hingga Jumat tak Bisa Berlanjut (gara gara Hemat Uang) dan Memilih Fokus Berlangganan yang Edisi Akhir Pekan (Sabtu-Minggu?) untuk Koran Kompas dan Koran Jawa Pos yang Edisi Senin hingga Minggu. Marilah Kita Bahas Satu per Satu.


Rubrik Wisata di Koran Jawa Pos (Sunday Magz) 

Tampilan Rubrik Wisata di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Rubrik "Wisata" di Koran Jawa Pos yang Rutin Nongol Setiap hari Minggu, Isinya Info (Liputan Features) Wisata dari 38 Propinsi di Indonesia yang terus menerus, tapi didominasi Foto-Foto dari Tim Antara (kemungkinan mendominan?), Tim Fotografer dari Keluarga Besar Jawa Pos Media (seperti Jawa Pos Radar Jogja, Malang, dll.) dan Berbagai Sumber Foto lainnya. Tampilannya lebih Visual antara Foto dan Artikelnya yang Lebih Unik. Artikel dan Foto-Foto Wisata dari Indonesia yang dimuat di Rubrik Wisata dari Koran yang kini Berjargon "Koran-Online-Televisi" tersebut jadi Semakin Gila dan Lebih "Bergizi". di Edisi 25/1 lalu, ada Info Salah Satu Wisata di Kabupaten Bandung Barat, tapi ada Budaya Sundanya dan Menampilkan Foto-Foto dari Tim Fotografi Antara dan Sumber Foto lain. Sedangkan, Pada Sepekan lalu (1/2), pun Sedikit Beda karena Membahas Kawasan Ambarawa (Kabupaten Semarang) dan Sedikit sama seperti yang Bandung Barat pada 25/1 lalu. Karena, Rubrik ini sarat dengan Keunikan, Tradisi dan Warisan Budayanya untuk yang Suka Berwisata di Indonesia, apalagi ini Pembahasan Ekstra/Tambahan (tapi Sampingan) atau Tidak (terserah deh). Wisata di Jawa Pos yang dimuat Setiap Minggu, lebih Mirip dengan Rubrik "Sawala" milik Koran Kompas yang dulunya hadir Setiap hari Jumat di Akhir Tahun lalu (Oktober-Desember 2025) tapi Berkolaborasi sama Kemenbud RI (sekarang sudah tiada), Rubrik "Geliat Kota" dari Koran yang Sama yang dulunya hadir di Edisi yang sama (Jumat) sebelum digusur Tahun ini (kemungkinan), Rubrik "Tradisi Lisan" dari Media Indonesia yang kini pindah ke Jumat dan Rubrik "Esai Foto" dari Koran yang sama yang kini pindah juga ke Jumat. 


Kompas Akhir Pekan kelak Melejit

Tampilan Sampul Koran Kompas Akhir Pekan (2026)

Sejak Sebulan lalu (3/1), Koran Kompas Hadirkan Edisi "Akhir Pekan" yang dianggap Kemasan Baru bagi Edisi Sabtu-Minggu yang Mengawinkan antara Konten-Konten Edisi Minggu yang Dominasi Rubrik-Rubrik Ringan/Sastra dan Konten-Konten Edisi Sabtu yang Berita Reguler tapi Tulisannya pasti lebih Mendalam. Ini Mungkin Koran Kompasnya masih "Memasak" sejak adanya Edisi 12/12 Tahun lalu (2025). Beredar Setiap Sabtu dan Tebalnya 20 Halaman (sama Seperti Tebalnya Koran Jawa Pos Edisi Minggu yang 12 Halaman Induk + 4 Halaman JPR Mojokerto Minggu + 4 Halaman JPR Jombang). Mulai Edisi Kedua (10/1 lalu), di Sampul Koran Kompas Akhir Pekan bukan lagi Tulisan "Sabtu" Sendiri, tapi menambah Tulisan "Minggu" jadi "Sabtu/Minggu (Tanggal/Bulan/Tahun)", kan Ini Pasti Gabungan gitu. Oh Ya, ada Juga Tulisan "Ikuti Perkembangan Berita Pemberitaan besok di Kompas.id dan e-paper Kompas edisi Minggu" di sudut kiri bawah Sampul. Koran yang terkenal sejak 28 Juni 1965 tersebut Lebih Bergizi, Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur, Mencerdaskan dan Menggoda untuk Tampilannya (seperti yang dikatakan diawal Pembahasan tadi sama Sang Presenter dan Hilmi Faiq di Segmen Obrolan dari Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan di Kompas TV pada 3/1 lalu). Koran ini bisa dikonsumsi hingga lebih dari 24 Jam (24+24) dan Semestinya Memecah 2 Seksi tapi Berasa lebih "Nostalgia" banget (Kembali ke Masa silam juga). Yang Seksi 1 (Halaman 1 hingga 12) adalah Foto Sampul yang Ukurannya Sangat besar dan didalamnya terdapat Rubrik-Rubrik yang Ringan (Gaya Hidup) dan Sastra (termasuk Kolom Khusus) yang dulunya ada di Edisi Minggu tapi Pindah total (termasuk yang Hidup Kembali semacam Puisi?), ada Urbana, Kelana (lumayan mirip dengan Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu atau Traveling dari Koran Surya di Edisi-Edisi Manapun), Gaya, Desain dan Ruang (lebih mirip dengan Rubrik Home dari Jawa Pos Edisi Minggu juga), Karisma (kayaknya lebih mirip dengan Inspirasi di Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggu dan Someone di Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu), Layar (mirip dengan Rubrik Film di Koran Jawa Pos Edisi Minggu juga), Lembar (Info Seputar Buku), Experd (bagian dari Kompas Klasika), Nada, Kenang Rasa, Weekend (isinya Info Hotel dan Resto yang Mendominan (yang Non Hotel-Restonya cuma Sedikit atai tidak?) tapi Adanya di Edisi Sabtu), Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Puisi (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu juga), Seni, Percik, Udar Rasa dan Jeda (menyatukan TTS dan Komik). Oh Ya, yang Komik di Koran Kompas sejak adanya Edisi Akhir Pekan, tinggal Timun dan Drama Pak Nono yang tersisa (dulu ada Komik Mice dan Panji Koming yang biasanya muncul di Edisi Minggu). dan di Februari ini, Analisis Budaya (yang Biasanya muncul di Edisi Sabtu) sudah pindah total ke Hari Jumat dan Tidak ada Catatan Analisis Budaya di Edisi Akhir Pekan... Masya Allah... Sedangkan yang Seksi 2 (Halaman 13 hingga 20) adalah Berita-Berita Reguler/Hard News (Edisi Sabtu) yang dikasih Sentuhan yang Lebih "Relax" (tapi Mendalam) dan tidak takut dengan Tanda Kutip dari Berita Harian Reguler (seperti yang dikatan oleh Hilmi Faiq juga di Obrolan Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan pada 3/1 lalu). Rubrik-Rubrik Reguler dari Edisi Senin-Jumat (seperti Ekbis, Polhuk, Internasional, Regional (Campuran Nusantara dan Metropolitan), Humaniora dan Olahraga) isinya Tulisan-Tulisan yang Relax dari Berbagai Jurnalis-Jurnalis terkemuka dari Koran ini (seperti Iqbal Basyaari hingga Luki Aulia). Tulisan-Tulisan di Rubrik Regulernya Kompas yang Edisi Sabtu, Kemungkinan pasti 90% Features. Oh Ya, Yang Kolom Tajuk Rencana, Berita Umum (cuma di Halaman 13), Jadwal Siaran TV, Nusantara Bertutur (dulunya ada di Edisi Minggu) dan Foto Pekan ini/Infografik (dulunya ada di Edisi Minggu juga, tapi bisa Bergantian?) ada juga lho di Seksi 2. Yang Suka Nonton TV di Hari Sabtu kemarin, Koran Kompas Akhir Pekan ada Jadwal Siaran TV (bertitel Acara Hari ini) yang Isinya Jadwal Tayangan Siaran Komplit dari 10 Stasiun TV terkenal di Hari Sabtu, mulai dari Kompas TV, TVRI Nasional, Metro TV, BTV, dll. Program-Program Acara yang rutin Nongol di Koran ini, ada Berita Kriminal yang dipandu sama Presenter (sekaligus Model Iklan) tercantik Adinda Putri (BTV), Cerita Rasa yang dipandu sama Benu Buloe (Kompas TV), Selamat Pagi Indonesia (Metro TV), dll. dan Sayangnya, yang Jadwal Meet Nite Live yang dipandu Valentinus Resa dan Otong (Metro TV), Investor Daily Rountables (BTV), dll. tidak ada di Edisi Sabtu (tapi adanya di Edisi Senin hingga Jumat bro sis). Harga untuk Koran ini adalah Rp. 17.000,-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 18.000,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). dan Bisa diperoleh lewat Agen/Pengecer Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Lewat Semua Lokapasar (kayak Shopee, Tokopedia dan Gerai Kompas Online (yang Beli Langganan 4-12 Edisi saja)). Oh Ya, Tersedia juga lewat EPaper di Kompas.id (selain yang Koran versi Cetak). Bagi anda yang di Wilayah Pacitan, Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, Jembrana dan Karangasem di Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta dan Prabumulih di Sumsel, Kompas Edisi Akhir Pekan yang Lebih tebal tidak bisa Layani Pengirimannya (sebagaimana di Website Gerai Kompas). Koran ini, Bakal dipastikan jadi The Next "Tabloid Monitor (1986-1990)", "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta Jakarta (1986-1999?)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)" dan "Majalah Hai (1977-2017)" dan nantinya, kelak Melejit Oplahnya seperti di Masa Silam (Koran Kompas Minggu era Sebelum Pindah ke Digital Sepenuhnya ataupun Tabloid Monitor/Citra). FYI, Kompas Akhir Pekan anggaplah Sebagai Salah satu Media Cetak (terbaru di 2026) yang direbut Para Pembaca-Pembaca Setia dari Jenama-Jenamanya Saudara Kompas yang dulunya ada dipasaran (kayak Tabloid Citra, dulu, Tabloid ini bisa direbut sebagian Pembaca-Pembaca Setia Tabloid Monitor (bersama Tabloid BI)). Kalau yang Edisi Minggunya Bagaimana? Jangan Sedih para Pembaca-Pembaca Loyalnya Kompas, kan masih Terbit tapi cuma ada di EPaper dari Kompas.id. 

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Minggu (2026)

Sejak Kehadiran Edisi Akhir Pekan yang beredar di hari Sabtu, Kompas Minggu pun "Agak Laen" karena sudah menjelma menjadi Koran Digital sepenuhnya sejak 4/1 lalu (bagi Pelanggan Kompas.id). Isinya pun Sedikit sama seperti Edisi Senin hingga Jumat (tapi Kebanyakan Tulisan-Tulisan mendalam dari Jurnalis seperti yang Edisi Sabtu), Mengubur total Jadwal Siaran TV di Edisi Minggu, Masih ada Rubrik Infografik (yang Edisi Sabtu mungkin juga ada, tapi masih bergantian dari Foto Pekan ini?), Masih ada Rubrik Weekend yang dari Edisi Akhir Pekan (Sabtu), ada Rubrik Riset dan ada Rubrik Opini yang bertambah menjadi 3 Halaman (lebih banyak dari Jumlah yang biasanya Khusus Setiap Senin hingga Jumat). Ini adalah 2 diantara Sekian Banyak Inovasi-Inovasi yang dilakukan oleh Pemred Kompas saat ini (A. Haryo Damardono) yang sudah menjabat sejak Awal Mei Tahun lalu. Sebelumnya, sepanjang tahun lalu, di awal era Beliau jadi Pemimpin Redaksi baru, Banyak Inovasi-Inovasi yang telah dilakukan, Seperti Menerbitkan Edisi Khusus 60 Tahun Kompas setebal 60 Halaman yang bisa di Pre Order sebelum Perayaan Ultah Kompas pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan Karikatur Baru "Joni dan Poni" (dulunya di Edisi Sabtu, kini Pindah ke Rabu), Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang bisa di Pre Order juga pada Juli-Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khususnya Kompas dalam Format Tabloid setebal 40 Halaman yang Berisi Kisah Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia yang yang bisa di Pre Order juga pada September-Oktober Tahun lalu, Memperkenalkan KompasONE hingga Menerbitkan Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas Hutan Sumatra Lenyap (bagian dari Jurnalisme Data, tapi dikasih 4 Halaman berbahan Kertas Kalkir Tembus Pandang) dan Langsung jadi Viral Besar di Semua Medsos karena Menyebut "Memasak" juga.

Jadi Kesimpulannya, Rubrik Wisata di Jawa Pos (Sunday Magz) pun Isinya Info/Liputan Features tentang Wisata-Wisata di 38 Propinsi di Indonesia dan Koran Kompas yang Edisi Akhir Pekan jadi Koran yang Memberikan Berita dan Cerita yang lebih Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur dan Mencerdaskan bagi Semua Pembaca-Pembaca loyal.

Itulah Tadi Pembahasan Seputar Rubrik Wisata yang Isinya Info Wisata Indonesia (Jawa Pos (Sunday Magz)) dan Koran Kompas Edisi Akhir Pekan. dan Kedepannya Semoga, Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos yang nongol Setiap hari Minggu bisa Tampilkan lagi Konten Artikel dan Foto-Foto Tempat Wisata-Wisata di Seluruh Indonesia secara terus menerus dan Koran Kompas bisa "Memasak" terus dan siap Melejit Oplahnya kalau ada Edisi Akhir Pekan yang Terus Hadir Setiap Sabtu.