Senin, Februari 16, 2026

Enaknya Makan Sate Kambing di P. Slamet Pare-Kediri

Kemarin Sore (pas ada Hujan), Waktu Habis dari Makam untuk Ziarah Kedua (Terakhir) jelang Ramadhan, Gue Sempat Mampir ke Restoran Sate/Gule Kambing P. Slamet (Tenang) di Pare, Kediri. Semestinya, Restoran ini Sudah terkenal dari Generasi ke Generasi. 

Ini Restoran Sate/Gule Kambing P. Slamet (Tenang) di Pare-Kediri

Enaknya Makan Sate Kambing yang selalu Empuk sama Gule Kambing yang bikin Gue Ketagihan... dan ditambah ada Air Minum Le Minerale yang Bikin Sehat lho! Saat Sebelum Makan, Gue Lupa bawakan Smartphoneku (yang Vivo tanpa Kartu SIM). Tapi, Semestinya dibawa si Elfan kan... 

Kalender Tahun 2026 yang ada Artis Cantik nih... 

Oh Ya, Restoran ini, Ada banyak Kalender-Kalender yang dipasang tapi Setiap Penghujung/Pergantian Tahun harus Ganti Kalender terus menerus! 

Ada Menu Sate Kambing dan Gule Kambing serta ada Nasi Putih

Ada Le Minerale yang Sehat Banget! 

Gue Melahap Sate ini termasuk Nasi yang dilumuri Gule sebagiannya. Kan, kalau ada Sambalnya semestinya ikut dicampur dengan Bumbu Hitam Kecoklatan dan Bawang tapi langsung Nikmat Banget! dan Minumnya Air Minum Biasa lah... Setelah Makan, Wah Wah, Puas Enak Satenya, Puas Enak Gulenya... No Debat! Setelah Meninggalkan Restoran di Pare-Kediri tersebut, Kita mau ke Kota Ngalam, Kayaknya kalau mau Masuk Ngalam bukan lewat Kandangan-Pujon-Batu, Melainkan lewat Jombang Kota, Tol Jombang, Tol Surabaya-Mojokerto sampai Tol Singosari sebagai Masuknya Wilayah Malang Raya. Saat OTW dari Kediri ke Malang lewat Jombang Kota, Kan semestinya Ganti Radio, Awalnya Radio Andika Kediri, Kemudian pindah ke Radio SSFM Surabaya dan saat Masuk Malang Raya, Kan bimbang Mau Ganti Radio, Maunya KDS 8 yang Melegenda, SRadio yang sempat didengar lewat Live Streaming Online Visual di Website (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya?), Suara Muslim Batu, Tidar Sakti Batu atau Desimal FM (dulu Radio Cakra Buana). Yang KDS 8 atau SRadio saja kan ada Lagu-Lagu Pop Barat Legendaris yang diputar di Minggu Malam Senin kalau ga salah. 

Minggu, Februari 15, 2026

Antara Mendadak Musik di Jawa Pos (Sunday Magz) dan Catatan Analisis Budaya Hijrah ke Jumat (dan Figura Baru Analisis Politik) di Koran Kompas

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Selamat Berhari Minggu! Ini kan Masih Bulannya Pers. Jika Minggu Pekan Sebelumnya yang Membahas Total Rubrik Wisata yang Indonesia terus menerus di Koran Jawa Pos (Sunday Magz) dan Bedah Koran Kompas Edisi Akhir Pekan, Maka, Pembahasan Kali ini adalah Bedah Rubrik Musik di Koran Jawa Pos yang Biasanya hadir di Edisi Minggu dan Koran Kompas dengan Catatan Analisis Budaya yang kini Hijrah ke Jumat dan Munculnya Figur Baru di Analisis Politik (yang biasanya Nongol di Edisi Kamis).


Mendadak Musik di Jawa Pos (Sunday Magz)

Tampilan Rubrik Musik di Koran Jawa Pos (Sunday Magz) 

Koran Jawa Pos memang Mendadak Musik di Hari Minggu. Pastilah, Bahwa salah satu Koran terkenal dari Jatim tersebut Semestinya Menghadirkan Rubrik Musik yang Hadir Setiap hari Minggu. Apa isinya? Pastilah Informasi Seputar Musik di Indonesia dan Dunia! Ya, Ini menjadi Tradisi Rubiknya Jawa Pos Yang ingin melihat Perkembangan Musik dari Waktu ke Waktu bagi Pembaca-Pembaca Loyal JP yang Sukanya Musik. dan Rencana Kedepannya, Rubrik ini kelak ada Artikel Lagu-Lagu Lebaran terpopuler dari Negeri Jiran Malaysia pada saat Pertengahan/Akhir Ramadhan nanti, Kolom "Top Music Chart" Yang Isinya Chart Lagu-Lagu Indonesia dan K-Pop yang berdasarkan hasil Chart dari Spotify atau Bukan dan Kolom "Lirik-Lirik". Kalau Anda ingat Putar balik ke Masa silam, Rubrik Musik pernah dimuat di Koran Surya (Bagian dari Tribun Network, Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya) kalau tak salah (baik yang Zaman Logo yang mirip dengan Warta Kota dan Zaman Logo yang Bergaya Jenama Tribun hingga saat ini). 


Catatan Analisis Budaya Hijrah ke Jumat dan Figur Baru (dari Kolom Analisis Politik) di Koran Kompas

di Tahun ini, Koran Kompas masih "Agak Laen" (Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga), Catatan Analisis Budaya yang Biasanya Setiap hari Sabtu, Kini "Hijrah (Pindah)" total ke hari Jumat sejak Bulan ini (Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga) dan Munculnya Figur Baru di Catatan Analisis Politik yang Biasanya Muncul di Edisi Kamis. 

Tampilan Catatan Analisis Budaya di Koran Kompas (2026)

Yang Catatan Analisis Budaya (Setiap hari Jumat), pun Masih ada 3 Figura Tetap, ada Ahmad Najib Burhani (Tokoh Muhammadiyah), Saras Dewi (juga ada di Rubrik Halte di Koran Jawa Pos (Weekend Magz)) dan Ariel Heryanto (bukanlah Ariel Noah/Peterpan dan Ariel Fesol dari Alpha Boyband). Adapula 2 Figura Baru di Catatan ini, ada Lynda Ibrahim (Kemungkinan) dan Alissa Wahid (Kemungkinan juga, dulu ada di Edisi Minggu sebelum 2026). dan Sayangnya, Nama Idy Subandi (Tokoh Jabar yang menyaingi Suko Widodo dari Jatim) dan Linda Christanty pun Tidak tampil di Catatan ini untuk Tahun ini (kalau Tahun lalu biasanya ada). Isi dari Catatan ini kan Tetap Bahas Budaya (atau Sedikit Kritik Politik/Sosial/Perekonomian). 

Tampilan Catatan Analisis Politik di Koran Kompas (2026)

Lain Analisis Budaya Hijrah ke Jumat, Lain Pula dengan Catatan Analisis Politik di Edisi Kamis. Kini, Analisis Politik dari Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut hadir dengan 4 Figur Baru yang sudah hadir sejak Awal Tahun ini (menggantikan Sukidi, KH. Ulil Abshar Abdalla (NU) dan Bivitri Susanti), Seperti Arya Fernandes, Zainal Arifin Mochtar, Nurul Hasfi dan Firman Noor. Keempat Figur Baru ini, Sebagian Besarnya mesti nongol di Berbagai Acara TV yang Genre Talkshow. Mantap... dan Rencana Berikutnya, ada Penambahan Sosok Jurnalis Legendaris dari Jatim yang Namanya Dhimam Abror Djuraid (Mantan Pemred 3 Koran dari Jatim era 2000an) kelak muncul di Analisis Politik atau Budaya (Kayaknya Pantas dimuat), Insya Allah... 

Jadi Kesimpulannya, Jawa Pos itu ada Rubrik Musik yang hadir di Edisi Minggu dengan Menghadirkan Berita Musik di Indonesia atau dari Belahan Dunia sekalipun dan Koran Kompas itu ada Catatan Analisis Budaya yang sudah Hijrah ke Jumat dengan 2 Figura Baru dan Catatan Analisis Politik di Tahun ini terdapat 4 Figura Baru yang Nongol Setiap hari Kamis.


Itulah Tadi Pembahasan Bedah Rubrik Musik di Koran Jawa Pos (Sunday Magz) dan Catatan Analisis Politik/Budaya di Koran Kompas di Tahun ini, dan Semoga, Keduanya Tetap Bertahan di Tahun ini meskipun Masih dilanda era Disrupsi Digital dan Kehilangan Sebagian besar Koran-Koran Minggu (kayak Warta Kota dan Surya, Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga).

Sabtu, Februari 14, 2026

MDTV Selangkah lagi Berusia Setahun

Sepanjang Tahun 2025, Postingan-Postingan sebelumnya yang Membahas MDTV dulunya ada, Tapi akhirnya dihapus total! dan Kali ini, Kita Bahas Kembali seputar TV Nasional, kan MDTV (dulunya Net.) mau Sambut Usia Setahun di Akhir Februari ini. 

Tepat pada 28 Februari Tahun lalu (2025), MDTV Resmi Bersiaran menggantikan Nama Net. (2013-2025) yang dulunya dibilang TV "Terkece" Buat "Good People". di Awal Kehadirannya, Muncul 3 Sinetron Baru buatan MD Entertainment yang sah Comeback ke Layar TV setelah kurang lebih 8 tahun Vakum, seperti Samuel, Cinta Cinderella dan Terlanjur Indah. Jargonnya pun ada, yakni "Drama No. 1" (kini TV Paling Drama). dan Sempat Muncul Iklan/Poster Resmi Ketiga Sinetron Tersebut di Bagian Kasir Alfamart di Sebagian Besar Wilayah Indonesia (yang paling Ingat pas Pulang dari Malang ke Mojokerto pada Akhir Ramadhan Tahun lalu). 



Selain yang Ketiganya, Ada Juga Program-Program Acara yang masih dari era Net., Sajian Spesial, Sinetron Lawas (dari MD Entertainment) dan dipertahankan sejak Januari 2025 silam (38 Hari Sebelum jadi MDTV), Seperti Adit Sopo Jarwo, Seru-Seruan, Makan Enak, Masak Gesss, Di balik Mitos, Ini Baru Sahur, Cinta Fitri, Cahaya Cinta, dll. Ada Pula Penambahan Sinetron Baru seperti Kupu Malam, Rasa Rindu dan Dosa dan Cinta. Yang FTV Hidayah diberi Titel "Cerita Nyata". Ada pula, Sejumlah Program-Program Acara Non Drama bertambah (tapi tak bertahan Acaranya) seperti Bisik-Bisik Tetangga hingga Sensasi Malam (yang awalnya ingin seperti Tonight Show di eranya Net. Tapi gagal). 2 dari Sekian Sinetron-Sinetron MDTV pun masuk Rating 150 Besar dan ini adalah Impian Ratingnya jadi Kenyataan di Awal Kehadirannya. Serial Drama Asing pun tak Ketinggalan di Awal Kehadiran Stasiun TV yang dimiliki Manoj Punjabi tersebut yang diteruskan dari era Lamanya, ada Kokdu Season of Deity, What's Wrong With Secretary Kim, Marimar, Janji Cinta (Sindoor ki Keemat), dll. Tak Cuma itu, Sinetron Gajah Mada pun juga Tayang (sebelumnya di RTV kayaknya Rerun?) hingga Sinetron Putri Duyung pun Tak Ketinggalan (hanya Sebentar saja). Yang Serial Online kayak Layangan Putus hingga Progresnya Berapa Persen pun masih tayang dari era Net. (Termasuk yang Baru). Tidak Cuma itu, MDTV pun pernah Mengadakan Roadshow ke Kota-Kota kecil yang Bisa Menggelar Nonton Bareng Siaran MDTV di Malam tiba. Memasuki Akhir Tahun 2025, MDTV pun ada 2 Sinetron yang sudah Pernah Tembus Rating Top 100 dan disaksikan juga Lewat Netflix, yakni IAMTS (dibintangi Deva Mahenra) dan Pernikahan Dini Gen Z (dibintangi Aliando). Kedua Series ini, Semestinya menaikkan Pamor Besar Stasiun TV yang dulunya bermarkas di The East Kuningan dan Gedung Graha Mitra tersebut. 


Oh Ya, Yang Program-Program Acara Lawas dari era Net. Pun Masih Tayang tapi direrun dan diteruskan di era MDTV sepanjang 2025, ada Main Hakim Sendiri, Indonesia Bagus (khusus Siaran Lokalnya MDTV di Kota-Kota selain Jakarta), Tonight Show, dll. dan di Tahun ini, MDTV ada Program Acara yang sudah ditayangkan sejak beberapa pekan lalu, yakni Telenovela Betty la Fea maupun Esmeralda ditambah ada Sinetron Baru yang Sudah Tayang sejak Kemarin (Menggantikan Pernikahan Dini Gen Z tapi mesti direrun), Keluarga yang Tak Dirindukan. Oh Ya, yang Program Acara Legendarisnya (era Net.) pun masih Tayang ada 86 hingga Jatanras. Ada Juga Program-Program Acara terbaru untuk Jadi Teman Ramadhan dan Lebaran kelak (kemungkinan  besar dengan temannya Drama Kebaikan Ramadhan/Kemenangan Syawal), mulai dari The Return of Condor Heroes, Sinetron Baru Dunia Tanpa Tuhan (yang awalnya diproyeksikan di Awal Siaran Pada Tahun lalu malah Terbengkalai sehingga direalisasikan di Tahun ini) yang dibintangi oleh Oki Rengga hingga Eza Yayang (kemungkinan auto Seperti Campuran Film Agak Laen dan Sinetron Tukang Ojek Pengkolan), Amigos x Siempre, The Return of The Condor Heroes, dll. Sepanjang 2025-26, Stasiun TV ini mulai Menggeliat karena Mau (Berani) Tembus Rating/Share, Tayang Rerun terus menerus setelah Tamat Sinetron-Sinetronnya dan semestinya Bisa Meniru memori Pola Siaran TV One (Hari ini Ultah) di Awal-Awal Kehadirannya (periode 2008 hingga sekitar 2010/11), dimana Saat itu, TV One masih TV Berita, Hiburan (Boleh diseleksi termasuk Film-Filmnya), Olahraga dan Edukasi (ada Dokumenter). dan Pada 28/2 nanti, MDTV kelak berusia Setahun, Tapi saat Ramadhan, Pestanya Kemungkinan Sekalian ada Acara Bukberan gitu, Kan Perayaannya Sederhana! dan Nantinya, Semoga Pas Ramadhan dan Lebaran nanti, MDTV yang TV "Drama Kebaikan Ramadhan" atau "Kemenangan Hari Raya" akan Meniru Memori TV One tahun 2009 yang Rangkaian "TV PEM1LU" 2009 (Legislatif dan Presiden/Wapres) hingga Ramadhan/Lebaran 1430H/2009M.

Nantikan, Setahun MDTV mengudara pada 28/2 ini (2 Minggu lagi), Insya Allah! 

Jumat, Februari 13, 2026

Jumat Berziarah...

Tadi Pagi, Gue dan Sekeluarga berziarah (Pra Ramadhan) ke Makamnya Mendiang Mbah Kanna dan Mbah Irfan di Brangkal. Mantap kan, Kalau Datang mesti bawakan Lembaran (Koran) dan Buku Yasin serta Kelopak Bunga. Saat masuk ke Area Makam, kan harus duduk dulu pakai Kursi Kecil dan Kertas dan Membacakan Al Fatihah/Ikhlas 3x, Al Falaq/An Naas Sekali, Ayat Kursi, Surah Yasin dan Baca Setelah Baca Surah Yasin. dan Setelahnya, Kita Berfoto-Foto nih (kecuali si Alma).

Berselfie sama Keluarga

Setelahnya, Kita Makan di Restoran SSB Hj. Hesti untuk kali kedua (Yang Kunjungan Pertama Gue pernah dibahas yang Sebelumnya di Blog ini). Enak Semuanya... dan Setelah Makan, ke Apotik Empunala untuk Beli Obat Kembali seperti Jumat Pekan Sebelumnya. dan Setelahnya, Pulang ke Markasku...

dan Semoga, Lusa kemungkinan akan Ziarah ke Makam Mendiang Mbah Kung di Kediri sebelum mau Datang ke Ngalam kelak. Kita Tunggu Agendanya!

Kamis, Februari 12, 2026

Lirik Lagu Opick - Tombo Ati

He, di-de, di-de, da-re-re-deDa-re-ra-re-ri, da-de-da-re-re-ri-ra
Tamba ati iku lima perkaraneKaping pisan, maca Qur'an lan maknaneKaping pindho, salat wengi lakonanaKaping telu, wong kang saleh kumpulana
Kaping papat, kudu weteng ingkang luweKaping lima, zikir wengi ingkang suweSalah sawijine, sapa bisa ngelakoniMugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Tamba ati iku lima perkaraneKaping pisan, maca Qur'an lan maknaneKaping pindho, salat wengi lakonanaKaping telu, wong kang saleh kumpulana
Kaping papat, kudu weteng ingkang luweKaping lima, zikir wengi ingkang suweSalah sawijine, sapa bisa ngelakoniMugi-mugi Gusti Allah nyembadani
He, di-de, di-de, da-re-re-de (الله ياجبار، يامتكبر)Da-re-ra-re-ri, da-de-da-re-re-ri-ra (ياأرحم الراحمين)
Obat hati ada lima perkaranyaYang pertama, baca Qur'an dan maknanyaYang kedua, salat malam dirikanlahYang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasaYang kelima, zikir malam perpanjanglahSalah satunya, siapa bisa menjalaniMoga-moga Gusti Allah mencukupi
Obat hati ada lima perkaranyaYang pertama, baca Qur'an dan maknanyaYang kedua, salat malam dirikanlahYang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasaYang kelima, zikir malam perpanjanglahSalah satunya, siapa bisa menjalaniMoga-moga Allah Ta'ala mencukupi (ارحمنا، ارحمنا)
Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi(ياأرحم الراحمين)




Rabu, Februari 11, 2026

Veo 3.1 Paling Baru dan Update di Tahun ini dari Gemini

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Kurang Lebih Sepekan sebelumnya kita Bahas Seputar Paket Plus dari Google Gemini yang Cenderung semakin Murah, sekarang kita Bahas lagi yang sama, Tapi kali ini Beda Bahasannya... 

Gara-Gara Geliat Nonton Drama Cina (alias Dracin) yang Sudah Mewabah di Indonesia sejak Akhir Tahun lalu hingga saat ini. dan Akhirnya, ada Veo 3.1 yang Paling Baru dan Update yang Sudah dilakukan di Awal Tahun ini. Apa Jadinya apabila di Google Gemini yang Fitur Video (Veo 3.1) jadi 9:16 versi Update (terbaru) yang Sudah ada Sejak Awal Tahun ini juga (akibat Geliat Dracin)? Apa Manfaatnya? Nah, Mari Kita Simak Penjelasannya yang diambil dari Sumbernya.

Update Google Veo 3.1 (Januari 2026) yang menghadirkan dukungan native rasio 9:16 (vertikal) memang merupakan respons langsung terhadap dominasi konten video pendek, di mana tren "Drama Cina Mikro" (Micro-dramas/Short-plays) menjadi salah satu pendorong utamanya.

Meskipun dalam rilis resminya Google sering menggunakan istilah umum seperti "mendukung kreator YouTube Shorts dan TikTok", fenomena drama mikro adalah alasan ekonomi besar di baliknya.

Berikut adalah detail mengapa "Geliat Drama Cina Mikro" memaksa Google menghadirkan fitur ini di 2026:


1. Ledakan Ekonomi "Vertical Cinema"

Pada tahun 2025-26, pasar Drama mikro (sering disebut vertical dramas atau miniseries) bukan lagi sekadar tren iseng, melainkan industri bernilai miliaran dolar.

  • Pergeseran Perilaku: Penonton kini mengonsumsi konten naratif (cerita bersambung) dalam format vertikal di HP, bukan lagi landscape seperti film bioskop/TV.

  • Efisiensi Produksi: Drama mikro membutuhkan produksi yang sangat cepat dan murah. AI seperti Veo 3.1 menjadi solusi sempurna untuk membuat background, filler shots, atau bahkan adegan penuh tanpa perlu syuting fisik yang mahal.

2. Fitur Veo 3.1 yang "Pas" untuk Drama Mikro

Update Veo 3.1 di tahun 2026 membawa fitur spesifik yang seolah dirancang untuk kebutuhan produser drama mikro:

  • Native 9:16 (Tanpa Cropping): Sebelumnya, kreator harus membuat video 16:9 lalu memotongnya (crop), yang membuang resolusi dan merusak komposisi. Dengan native 9:16, AI langsung mengomposisikan subjek agar pas di layar HP (kepala tidak terpotong, framing fokus di tengah).

  • Konsistensi Karakter (Ingredients to Video): Drama mikro butuh karakter yang sama di berbagai adegan. Update Veo 3.1 memungkinkan penggunaan "reference image" agar wajah aktor AI tetap konsisten sepanjang episode—syarat mutlak untuk membuat serial drama.

  • Durasi & Resolusi 4K: Peningkatan ke 4K dan durasi yang lebih panjang memungkinkan kualitas visual drama mikro AI menyaingi hasil syuting kamera asli.

3. Persaingan Platform (The "TikTokification" of AI)

Google menyadari bahwa platform seperti Douyin (TikTok China) dan aplikasi khusus drama mikro (seperti DramaBox, ReelShort) memakan pangsa pasar waktu layar (screen time) pengguna secara masif.

  • Jika Google Gemini/Veo tidak mendukung format ini, para kreator konten akan lari ke kompetitor (seperti Sora atau tool AI Cina seperti Kiling/Vidu) yang sudah lebih dulu fokus pada format vertikal.

  • YouTube Shorts juga dibanjiri potongan drama mikro, sehingga Google butuh tool internal (Veo 3.1) untuk memfasilitasi kreator di ekosistem mereka sendiri.



Kehadiran rasio 9:16 (Vertikal/Portrait) secara native di Google Gemini Veo 3.1 pada tahun 2026 bukan sekadar perubahan ukuran kanvas, melainkan perubahan total pada "Visual Grammar" (tata bahasa visual) yang dipahami oleh AI.

Berikut adalah analisis mendalam mengenai apa yang terjadi dan manfaat signifikannya, terutama dalam konteks tren Drama Mikro dan konten media sosial:


Apa yang Terjadi? (Perbedaan Teknis)

Sebelum adanya native 9:16, pengguna harus melakukan generation dalam format 16:9 (Landscape) lalu memotongnya (crop). Dengan Veo 3.1 Native 9:16, terjadi perubahan fundamental pada cara AI bekerja:

  1. Pemahaman Komposisi Vertikal (Vertical Blocking): AI tidak lagi menempatkan objek menyebar ke samping. Ia belajar menumpuk informasi secara vertikal. AI tahu bahwa dalam format 9:16, "ruang kosong" di atas kepala (headroom) dan di bawah kaki itu penting, sementara ruang di samping kiri-kanan sangat sempit.

  2. Penghindaran UI (UI Safe Zones): Veo 3.1 dilatih dengan data video medsos, sehingga ia cenderung mengosongkan area sebelah kanan bawah (tempat tombol like/share di TikTok/Shorts) dan area bawah (tempat caption), agar subjek utama tidak tertutup tulisan saat diunggah.

  3. Fokus pada Subjek Tunggal: Algoritma video landscape biasanya bisa menangani banyak orang berjejer. Dalam mode 9:16, AI secara otomatis lebih memprioritaskan close-up satu karakter atau komposisi stacking (atas-bawah) agar visual tetap jelas di layar HP yang sempit.


Apa Manfaat Utamanya?

Berikut adalah keuntungan besar bagi kreator, khususnya produser Drama Mikro dan Marketer:

1. Resolusi Maksimal (True 4K Vertical)

  • Masalah Lama: Jika Anda memotong video landscape 4K menjadi vertikal, Anda membuang hampir 60% pikselnya. Hasilnya buram (pecah) saat ditonton di HP layar besar.

  • Manfaat Veo 3.1: Video di-generate langsung dengan resolusi tinggi vertikal. Ketajaman pori-pori wajah aktor AI, detail baju, dan tekstur background tetap tajam (crisp). Ini krusial untuk standar drama mikro premium.

2. "Intimacy Effect" (Efek Kedekatan)

  • Drama mikro sangat bergantung pada emosi wajah. Format 9:16 adalah format paling intim karena wajah karakter bisa memenuhi seluruh layar HP penonton.

  • Veo 3.1 memungkinkan pembuatan shot Extreme Close-Up yang emosional tanpa distorsi, membuat penonton merasa aktor AI tersebut berbicara langsung kepada mereka.

3. Efisiensi Produksi (Zero-Edit Workflow)

  • Bagi studio drama mikro yang harus memproduksi 50-100 episode per minggu, waktu untuk cropping dan reframing adalah pemborosan.

  • Dengan output langsung 9:16, video hasil generasi AI bisa langsung masuk ke tahap dubbing atau color grading tanpa perlu mengatur ulang komposisi gambar.

4. Penghematan Biaya Set & Wardrobe

  • Dalam format 16:9, Anda perlu memikirkan background yang luas. Dalam 9:16, area background lebih sempit.

  • Kreator bisa fokus meminta Veo mendetailkan kostum (wardrobe) karakter dari kepala hingga kaki (full body shot) yang sering menjadi daya tarik utama drama CEO/Kerajaan, tanpa pusing memikirkan detail latar belakang yang tidak perlu.


Kesimpulan: Betul, geliat drama Cina mikro adalah "katalis" yang mempercepat standarisasi format 9:16 di tool high-end seperti Veo. Google tidak bisa lagi mengabaikan bahwa masa depan storytelling digital di 2026 didominasi oleh layar tegak. Dengan adanya fitur ini, hambatan teknis untuk membuat "Drama Cina Mikro" versi AI benar-benar runtuh. Seseorang di kamar tidurnya di Mojokerto kini bisa memproduksi serial drama berkualitas visual setara studio Shanghai, hanya dengan bermodalkan ide cerita dan Veo 3.1.


Itulah Tadi Penjelasan Seputar Veo 3.1 Paling Baru dan Update di Tahun ini. Semoga Semuanya Bermanfaat bagi Penggemar Gemini dan Produk Ai lainnya.

Selasa, Februari 10, 2026

Akhirnya, Rio Zona Aman di Spektakuler 2

Kemarin Malam, Ga Bisa Nonton Siaran langsung Spektakuler 2 Indonesian Idol 2025/26, kan Semestinya, Salah satu Peserta yang Berasal dari Kota Tanah Majapahit Mojokerto yang Namanya Rio Lahskart akhirnya Berhasil Masuk Zona Aman (Pada Spektakuler sebelumnya pun Zona Tak Aman). Ya, Mungkin bisa Tampil Semakin Prima di Spektakuler 3 pada 16/2 nanti (atau H-3 sebelum Ramadhan). Tidak Hanya Rio, tapi ada Peserta-Peserta lain yang Masuk Zona Aman di Program Acara Ini, Kezi yang Makin Unggul (digadang-gadang masuk Top 2 kelak), Aruna dibawah Rio, Josh Flo, Keiko, Dandy P., Niki Becker, Alfauz, Meidra, Arrcely dan Celyna. Sayangnya, Ecky dan Keenan Masuk Zona Tak Aman dan Arrul sudah Tersenggol! Kini, Tinggal 13 Peserta Tersisa di Spektakuler 3 Indonesian Idol Tahun ini, dan Semoga, Penampilan untuk 13 Peserta makin Prima, makin Percaya diri. dan Nantinya, Rio kelak Zona Aman terus di Spektakuler 3. Yuk Dukung si Rio di Indonesian Idol 2026 lewat Vote di Aplikasi RCTI+, Gratis!