Sudah 2 Dekade berlalu, Tragedi Gempa Bumi di Jogjakarta sudah terjadi pada 27 Mei 2006 silam. Gempa yang Mengguncang wilayah Jogjakarta dan Jateng dilakukan pada Pagi hari, Tepatnya di Jam 5.53 Pagi, Berpusat sekitar 10 KM dari Pundong. Guncangan ini berlangsung hanya hampir 1 Menit dan Menyebabkan Kerusakan Parah lokal. Menurut BMKG, Gempa tersebut berkekuatan 5.9 Skala Richter. Sementara Survei Geologi AS melaporkan bahwa Gempa terjadi sebesar 6.3 pada Skala magnitudo Momen, dengan kedalam 12,5 KM dan Intensitas maksimum Mercalli mencapai IX. Gempa tersebut diduga Akubat dari Pergeseran Sesar Opak. Gempa ini adalah Salah satu Peristiwa Alam paling Fatal, dengan Jumlah Korban Jiwa terbanyak pada era 2000an di Seluruh Dunia, dan salah satu Bencana Paling Mematikan di Abad 21. Total Korban tewas akibat Bencana ini mencapai 5.778 hingga 6.234 orang, dengan 80% Korban jiwa terjadi di Bantul dan Klaten. Wilayah tersebut Mengalami Kerusakan dan Korban Jiwa Paling besar, Karena Gempa Bumi khususnya berdampak ada Rumah-Rumah Warga dengan Konstruksi yang sangat Buruk, selain itu, Gempa terjadi pada Pagi harinya, dimana sebagian Masyarakat masih tertidur lelap, sehingga Korban jiwa begitu Banyak. Pencarian tanah terjadi di dekat Zona Sesar Opak selebar 2,5 KM (1,6 mil). Pasir mendidih, Menyebar ke Samping, Mengendap dan Longsor, Menyebabkan beberapa Bangunan miring hingga runtuh. Peneliti menyatakan bahwa Wilayah Jogjakarta sangat aktif Secara Seismik, dengan 4 Peristiwa besar pada Abad 20, dengan nilai Percepatan tahan puncak sebesar 0,038-0,531 g. Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengklasifikasikan total Kerusakan akibat Gempa tersebut adalah Ekstrem, lebih dari 800.000 Orang kehilangan tempat tinggal, dengan Kerugian finansial sebesar Rp. 29,1 Triliun, Salah satu Bencana alam paling Merugi di Indonesia setelah Tsunami di Aceh pada akhir 2004/awal 2005 silam. Gue ingat Betul, Kenangan kembali ke 27 Mei 2006 silam, dimana saat itu, Saya sama Keluargaku/Saudara/Saudari berangkat ke Kediri dan Melihat Perkembangan terkini Gempa tersebut.
2 Dekade Sekarang, Ada Banyak Kegiatan yang Sudah dilakukan, di Mushollaku (Al Amin Mojokerto) yang Waktu Adzan Subuhnya, Pak Jon Sang Muazin Adzan Subuh sering Melantunkan Adzan Subuh yang "A" Saat Hayya Alashola dan Hayya Alafalah yang Teriakannya Makin Lama dan Tinggi dikisaran 9-12 Detik (kalau di Pembahasan Sebelumnya kemungkinan kisaran 10-12 Detik), di Hari Jumat Subuh, Muazin Adzan tersebut setelah Adzan Subuh selalu melantunkan I'tiraf sampai 3x (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan yang Sebelumnya), Imam Subuh di Mushollaku Membacakan Surah Al Ghasyiyah (atau Al Ala) di Rakaat Pertama Subuh setelah Al Fatihah dan Surah Al Jumuah (atau At Takatsur) di Rakaat Kedua Subuh setelah Al Fatihah dan di Hari Minggunya, Sang Muazin setelah Adzan Subuh juga selalu Melantunkan Allahumma Sholli wa Salim ala Sayyidina wa Maulana Muhammadin (Nadanya sama seperti I'tiraf) sampai 3x juga (sebagaimana dalam Pembahasan yang Sebelumnya), Sabtu/Minggu, Pak Bambang Lantunkan Adzan Dzuhur/Ashar dan Melantunkan Dzikir setelah Adzan dan sebelum Iqomah, dll. Oh Ya, tak lupa, Gue Sudah Buat Akun IG baru tapi Comeback Akses IG setelah 5 Bulan Vakum (kali terakhir sekitar akhir Tahun lalu) dan Rutin Ngantuk terus (Hingga Tulisan ini sudah dibuat).
















