Tampilkan postingan dengan label Kemuliaan Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemuliaan Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 19, 2026

Mengenal Marhaban ya Ramadhan (dan Termasuk Tambahannya) (Update)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Selamat Datang (Kembali) di Ramadhan dan Selamat Berpuasa... Kan di Ramadhan ini Kegiatan Saya mesti Padat sekali, seperti Baca Al Quran, ke Garasi Print Terus, dll. dan yang Pasti Puasanya Lancar, Bertaubat dan Terus Beristiqomah (sebagaimana dalam Pembahasan yang Sebelumnya). di Mushollaku (Al Amin Mojokerto), semestinya Kegiatan Ramadhan Tahun ini pasti Masih Seperti Biasa, Lantunan Sholawat Badar (Kamis), I'tiraf (Jumat), Antasalam (Sabtu), Allahumma Sholli Wa Salim Ala (nadanya setara dengan I'tiraf, Minggu), Astaghfirullah (Senin), Laa Illahahila (Selasa) dan Subhanallah (Rabu) (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya) masih dilantunkan Setiap Setelah Imsak/Adzan Subuh hingga Menggelar Pengajian Rutin Spesial Ramadhan Khusus Setiap hari Jumat (kemungkinan Besok?). dan Nantinya, Saya Akan Datang ke Acara ini Selama Ramadhan Saban Jumat, Insya Allah... Nah, Kita Akan Bahas Kata "Marhaban ya Ramadhan" Termasuk Tambahannya. Yang Postingan-Postingan Baru, Berkali-kali dihapus dan Kini Buat yang Baru, Mumpung kan Lagi Nunggu Ngabuburit hari Pertama. 

Jika November Tahun lalu (2025) kita bahas Kalimat "Marhaban ya Ahlan Wa Sahlan", Maka Hari ini (bertepatan dengan Hari 1 Ramadhan Tahun ini), Kita akan Bahas Kalimat Marhaban ya Ramadhan yang diintisari dari ChatGPT (termasuk Tambahannya):


“Marhaban ya Ramadhan” (مرحبا يا رمضان) adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang sering diucapkan umat Islam saat menyambut bulan Ramadhan.

A. Arti Kata per Kata:
Marhaban (مرحبا) = Selamat datang
Ya (يا) = Wahai
Ramadhan (رمضان) = Bulan Ramadhan

B. Makna Lengkapnya:
“Selamat datang wahai bulan Ramadhan.”
Ungkapan ini menunjukkan:
-Rasa gembira
-Rasa rindu
-Sikap menghormati dan memuliakan bulan suci Ramadhan
-Harapan agar bisa menjalankan ibadah dengan baik

Biasanya diucapkan menjelang atau saat awal bulan Ramadhan sebagai bentuk sambutan penuh suka cita.


Bonus : Membaca Al Quran, Kegiatan Ramadhan, Larangan, dll. (Juga diintisari dari ChatGPT) 

01. Al Quran

Bahkan, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia.

A. Kenapa dianjurkan membaca Al-Qur’an di Ramadhan?
-Pahala dilipatgandakan
-Setiap huruf yang dibaca mendapat pahala, dan di bulan Ramadhan pahalanya lebih besar.
-Mengikuti sunnah Nabi SAW
Nabi Muhammad SAW setiap Ramadhan memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an.
-Bulan penuh keberkahan
Waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

B. Kapan waktu terbaik membacanya?
Setelah shalat wajib
Setelah shalat tarawih
Sepertiga malam terakhir
Saat menunggu waktu berbuka


02. Kegiatan Ramadhan

Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan saat bulan Ramadhan

A. Ibadah Wajib
-Puasa Ramadhan (menahan diri dari fajar hingga maghrib)
-Shalat wajib 5 waktu
-Membayar zakat fitrah
-Membayar zakat maal (bagi yang wajib)

B. Ibadah Sunnah yang Dianjurkan
-Shalat Tarawih
-Shalat Witir
-Tadarus/Baca Al-Qur’an
-I’tikaf (berdiam di masjid terutama 10 malam terakhir)
-Shalat Tahajud
-Shalat Dhuha
-Bersedekah
-Memberi makan orang berbuka
-Memperbanyak dzikir & doa
-Mencari Lailatul Qadar

C. Kegiatan Harian Ramadhan
-Sahur
-Berbuka Puasa
-Menyiapkan takjil
-Buka Bersama
-Mendengarkan Pengajian Dakwah Ramadhan

D. Kegiatan Sosial
-Berbagi takjil
-Santunan anak yatim
-Bakti sosial
-Membersihkan masjid
-Silaturahmi

E. Kegiatan Pendidikan & Keluarga
-Pesantren kilat
-Mengajarkan anak puasa
-Menghafal surat pendek
-Diskusi agama bersama keluarga

F. Persiapan Menjelang Akhir Ramadhan
-Membayar zakat fitrah
-Mempersiapkan Hari Raya Lebaran
-Mudik (dilakukan 7-10 Hari Jelang Hari Raya Lebaran) 
-Membersihkan Semua Ruang di Rumah

G. Kegiatan Bonus (Tambahan)
-Bekerja Seperti biasa
-Baca Koran Koran
-Dengar Siaran Radio (baik Live Streaming atau Frekuensi)
-Dengar Sandiwara Radio atau Lagu-Lagu Manapun (termasuk Dakwah Islam bertema Ramadhan dan Lebaran)
-Makan Setelah Berbuka
-Main Laptop/Smartphone (tapi ada Internetnya dan Langsung Pantau di Medsos atau Bukan)
-Nonton Video Dracin/Tik Tok
-Main Game (?)


03. Pelarangan di Ramadhan

Berikut adalah larangan-larangan di bulan Ramadhan, khususnya saat sedang berpuasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari 

A. Larangan yang Membatalkan Puasa
-Makan dan minum dengan sengaja
-Berhubungan suami istri di siang hari
-Muntah dengan sengaja
-Keluar darah haid atau nifas
-Murtad (keluar dari Islam)
-Jika dilakukan dengan sengaja, maka puasa batal dan wajib mengganti (qadha), bahkan ada yang wajib membayar kafarat (denda) dalam kasus tertentu.

B. Perbuatan yang Tidak Membatalkan, Tapi Mengurangi Pahala
-Berkata kasar
-Bertengkar
-Berbohong
-Menggunjing (ghibah)
-Melihat atau melakukan hal yang maksiat
-Marah berlebihan

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.

C. Hal yang Sebaiknya Dihindari
Berlebihan saat berbuka
Malas beribadah
Menyia-nyiakan waktu
Boros dalam belanja

Intinya:
Di Ramadhan kita bukan hanya menahan makan dan minum, tapi juga menahan diri dari perbuatan buruk agar puasa lebih sempurna.


04. Mengenal Nuzulul Quran

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. 
Wahyu pertama diturunkan oleh Malaikat Jibril kepada Muhammad di Gua Hira. Ayat yang pertama turun adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 (“Iqra’ bismi rabbik…”).

A. Kapan Nuzulul Qur’an Diperingati?
di Indonesia (dan Malaysia), Nuzulul Qur’an biasanya diperingati pada tanggal 17 Ramadhan setiap tahun Hijriah.
Karena Ramadhan mengikuti kalender Hijriah (kalender bulan), maka tanggalnya dalam kalender Masehi berubah setiap tahun.

B. Bagaimana Cara Memperingatinya?
Biasanya umat Islam memperingatinya dengan:
-Membaca dan tadarus Al-Qur’an
-Mengikuti pengajian atau ceramah
-Memperbanyak doa dan ibadah
-Mengingat sejarah turunnya Al-Qur’an

Intinya, Nuzulul Qur’an adalah momen untuk semakin mencintai dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.


05. Mengenal Iktikaf

I’tikaf (اعتكاف) adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, disertai niat khusus.

A. Pengertian Singkat
Secara bahasa, i’tikaf berarti menetap atau berdiam.
Secara istilah, i’tikaf adalah tinggal di masjid untuk beribadah dalam waktu tertentu.

B. Kapan I’tikaf Dilakukan?
I’tikaf bisa dilakukan kapan saja, tetapi paling dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Kanjeng Nabi Muhammad rutin melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.

C. Apa Saja yang Dilakukan Saat I’tikaf?
Shalat (wajib dan sunnah)
Membaca Al-Qur’an
Berdzikir dan berdoa
Muhasabah (introspeksi diri)
Memperbanyak istighfar

D. Berapa Lama I’tikaf?
Bisa beberapa jam
Bisa satu malam
Bisa 10 hari penuh (yang paling utama di Ramadhan)

E. Syarat Utama
Niat i’tikaf
Dilakukan di masjid
Bagi wanita, mendapat izin dan aman
Intinya, i’tikaf adalah cara untuk fokus total beribadah dan menjauh dari kesibukan dunia sementara waktu. 


05. Pakaian Untuk Acara Bukberan (di Indonesia dan Malaysia)

Saat menghadiri acara bukber (buka bersama) di hotel baik di Indonesia maupun Malaysia, yang penting adalah berpakaian rapi, sopan, sesuai acara, dan menghormati suasana Ramadhan. Berikut panduan yang bisa kamu ikuti 

A. Untuk Pria
Pilihan Pakaian yang Tepat:
-Kemeja lengan panjang atau pendek yang rapi
(batik/khaki/santai rapi)
-Baju Koko, Baju Melayu dan Kurta juga sangat sesuai
-Celana panjang (bukan celana pendek atau jeans robek)
-Sepatu atau loafers yang bersih
Tidak dianjurkan:
-Kaos polos terlalu santai
-Sandal jepit di area formal hotel

B. Untuk Wanita
Pilihan Pakaian yang Tepat
-Baju muslimah sopan atau blouse longgar
-Bisa Baju Gamis, Jubah (Kaftan), Kurung dan Kebaya (Kemungkinan?) 
-Rok panjang / celana panjang yang modest
-Hijab (bagi yang Wanita beragama Islam), pilihan bebas sesuai gaya
-Sepatu tertutup / flats / wedges
Tidak dianjurkan:
Pakaian terlalu ketat atau terbuka
Mini dress / rok pendek

C. Anak-anak
-Pakaian rapi dan sopan sesuai usia
-Tidak perlu formal terlalu berlebihan

D. Perbedaan Mini-Tips Indonesia & Malaysia
Meski budaya dan gaya hampir sama, untuk acara hotel yang formal/semi-formal di Malaysia, kadang orang memilih outfit yang agak lebih formal (misalnya batik premium atau setelan casual smart). di Indonesia, gaya semi-formal dengan batik, koko, atau jubah juga sangat umum dan diterima. Sedangkan di Malaysia, Semuanya Pakai Baju Kurta dan Melayu Untuk Pria dan Kurung dan Kebaya Untuk Wanita (Sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan sebelumnya juga, Termasuk Kegiatan Pra Ramadhan dan Saat Hari Raya Lebaran). 

Intinya
Untuk bukber di Hotel, Restoran, Masjid/Musholla dan Kafe: 
-Sopan dan Rapi
-Sesuai situasi (semi-formal)
-Tidak terlalu santai seperti kaos olahraga atau sandal jepit


06. Menutup Ramadhan dan Masuknya Lebaran

Setelah bulan Ramadhan berakhir, umat Islam langsung memasuki Hari Raya Idul Fitri, yang di Indonesia dan Malaysia sering disebut Lebaran.

A. Urutannya Begini:
01. Akhir Ramadhan
-Malam terakhir disebut malam takbiran.
-Umat Islam mengumandangkan takbir sebagai tanda kemenangan.

02. 1 Syawal
Inilah hari Eid al-Fitr (Idul Fitri / Lebaran).
Diawali dengan shalat Id di pagi hari.
Dilanjutkan silaturahmi dan saling bermaafan.

B. Apa Artinya “Tutup”?
Ramadhan memang selesai, tetapi:
Ibadah tetap lanjut (shalat, sedekah, dll.)
Bahkan dianjurkan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal

C. Jadi Singkatnya:
-Ramadhan selesai
-Masuk 1 Syawal
-dirayakan dengan Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 


Itu Tadi Penjelasan Seputar Kata "Marhaban ya Ramadhan" dan Termasuk Tambahan, Insya Allah Semua diberi Bermanfaat bagi Umat Islam yang sedang Berpuasa. 


Update (20/2) :
Tadi, Pas ke Mushollaku, Kok malah ada Suara Adzan/Pujian/Iqomahnya diisi Pak Bambang di Waktu Subuh? Ya, Kayaknya Ga Pa Pa... dan Hari-Hari Berikutnya, Kan Gantian! 

Update (22/2) :
Tadi, Waktu Setelah Adzan Subuh di Mushollaku, Kok ada Antasalam? Biasanya Saban Sabtu, tapi kok adanya di Hari Minggu? Wah, Wah... kan Minggu itu Biasanya rutin Melantunkan Allahuma Sholli Wa Salim A'la Setelah Lantunan Adzan Subuh berakhir di Mushollaku.

Update (23/2) :
Lagi-Lagi Pak Bambang dari Mushollaku (Al Amin Mojokerto) jadi Muazin Adzan Subuh tadi. Seharusnya Astagfirullah di Hari ini. 

Update (2/3) :
Pak Jon kembali Melantunkan Adzan Subuh Hari ini di Bulan Ramadhan di Mushollaku (Al Amin), Kayaknya Setelah Adzan Subuh selesai, Langsung Melantunkan Astaghfirullah.

Jumat, April 04, 2025

Mebedakan Antara Perayaan Ramadhan dan Lebaran di Indonesia dan Malaysia

Kemarin, Aku Sering Menggunakan ChatGPT, Tapi Bisa-Bisa Buat Tanya Jawab Setara dengan WhatsApp. dan Alhasil, Ketika Menggunakan Aplikasi ini, Kan Saya Bisa Membandingkan antara Hari Raya Lebaran yang Semeriah Nataru dengan Hari Raya Jumat yang Dianggap Hari Raya Islam teragung Menurut Allah SWT (Tadinya diposting di IGku Kalo ga Salah), Eh, Membedakan Perayaan Ramadhan dan Lebaran di Indonesia dan di Malaysia maksudnya! Jadi, Apa Bedanya Perayaan Ramadhan dan Lebaran di Indonesia dan di Malaysia? kan Sudah Bisa Ditulis Tadi lewat ChatGPT! Yuk Kita Simak Perbedaannya: 


01. Nama Perayaan

Indonesia : Disebut Ramadhan/Puasa dan Lebaran/Idul Fitri.

Malaysia : Sama Saja yang di Indonesia dan Aidilfitri/Hari Raya Puasa.


02. Tradisi Makanan/Minuman

Indonesia : Ketupat, Opor Ayam, Rendang, Sambal Goreng Ati, Es Buah, Kolak, Gorengan dan Kue/Snack Nastar.

Malaysia : Ketupat, Lemang (Beras Ketan dengan Santan yang Dimasak dalam Bambu), Rendang, Sate Ayam/Kambing, Bubur Lambuk, Martabak dan Berbagai Jenis Kue Lebaran.


03. Bukberan yang Membesar

Indonesia : di Musholla Al Amin Saban Jumat saat Setelah Melaksanakan Pengajian Rutin Ramadhan Jelang Berbuka Puasa.

Malaysia : di One World Hotel ada Launching Program Spesial Lebaran Astro 2025 yang dilangsungkan pada 12 Maret 2025.


04. Open House/Gelar Griya

Indonesia : Tradisi Open House Juga ada, Terutama di Kalangan Pejabat dan Tokoh Masyarakat, Tapi biasanya lebih Kepada Mengunjungi Rumah Keluarga dan Tetangga.

Malaysia : Open House menjadi Tradisi besar. Semua Orang, termasuk Non Muslim, diundang untuk Merayakan Bersama di Rumah atau di Acara Besar yang diselenggarakan Pemerintah.


05. Salam Duit (Angpau)

Indonesia : Memberikan Angpau (uang dalam Amplop) kepada Anak-Anak atau Anggota Keluarga yang Lebih Muda.

Malaysia : Tradisi Serupa disebut Duit Raya yang diberikan Kepada Anak-Anak dan Orang yang Kurang Mampu, biasanya dalam Amplop Hijau.


06. Libur Nasional

Indonesia : Lebih Panjang (untuk Anak-Anak Sekolah di Sejak 21 Maret lalu hingga 8 April nanti termasuk 2 Hari Sebelum Ramadhan + 5 Hari Pertama di Ramadhan).

Malaysia : Cuman Singkat Doang, yang Libur Tambahan, It's Ok!


07. Pakaian Ramadhan dan Lebaran

Indonesia : Pria Pakainya Baju Koko dan Wanita Pakainya Gamis/Jubah? (Kalau Dulu, zaman 80an-90an Pria Mengenakan Kemeja Putih, Celana Hitam, Dasi dan Blazer Hitam)

Malaysia : Sebenarnya Adalah Pakaian Adat/Tradisionalnya Malaysia gitu (Bukan Cuma di Malaysia, Tapi di Sebagian-Sebagian Propinsi se Indonesia ada, Seperti Pakaian Adat/Tradisionalnya Sumut, Sumbar, Riau, Kep. Riau, Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jogjakarta, Jatim, Bali dan Kalbar, Contohnya Wanita di Jatim Pakai Kebaya dan Pria di Riau Pakai Baju Melayu). Eh Tunggu, Kurta pun juga ada!


08. Tarawih

Indonesia : Bisa di Rumah dan di Masjid, Cuman 11-23 Rakaat doang...

Malaysia : Sama Saja lah...


09. Takbiran

Indonesia : Cuman ada didalam Masjid/Musholla dan di Jalanan Seperti Parade Sahur. Takbirnya Marathon dari Malam 1 Syawal hingga Saat Sholat Idul Fitri dilangsungkan.

Malaysia : Tak Cuma didalam Masjid, Tapi di Layar TV dan di Radio Diputar Terus Menerus dari Malam 1 Syawal hingga Pagi 1 Syawal.


10. Lagu Tentang Perayaan Ramadhan dan Lebaran

Indonesia : Lagu Lagunya Religi dengan Nuansa Ramadhan/Lebaran saja Mesti Diputar di Radio dan di TV terutama dari Hari Pertama Ramadhan hingga Hari Ketiga Syawal. di Radio Suara Surabaya cuman ada Lagu Lebaran dari Mendiang Gito Rollies yang Full Reggae sama Lagu Ramadhan Tiba dari Opick.

Malaysia : Lagu Lagu Lebaran dari Malaysia rutin diputar dimana-mana, di Radio kan Dibatasi Pemutarannya sejak Hari ke 15 Ramadhan hingga Akhir Bulan Syawal Setiap tahun. Lebih Berfokus pada Kebahagiaan, Nostalgia dan Suasana Desa/Kampung Halaman. Lagu Lebaran dari Malaysia yang Paling Juara adalah Alamak Raya Lagi (2024), Suasana di Hari Raya (1985), Serumpun (2025), Meriah Lain Macam (2025), Anugerah Syawal (2013), Sesuci Lebaran (1999), Selamat Hari Raya (versi Saloma P. Ramlee) (1966?), Dendang Perantau (1964?), Dari Jauh kupohon Maaf (1981), Lagi Lagi Tak dapat Raya (2025), Raya Last Minit (2023), Ketipak Ketipung Raya (2024), dll. Kalau Setiap Bulan Agustus Memutarkan Lagu-Lagu Nasionalisme Indonesia dimana-mana, Maka Setiap Tahun dari 15 Ramadhan hingga Akhir Bulan Syawal Memutarkan Lagu-Lagu Lebaran Malaysia di Radio atau lainnya. Untuk Lagu Lagu Bulan Ramadhan dari Malaysia mestilah diputar Selama Ramadhan dari Awal hingga Akhir di Radio Radio se Malaysia. Misalnya Lagu Ahlan Wasahlan ya Ramadhan milik Rabbani (bukan Marhaban Ahlan Wa Sahlan yang diucapkan Anak-Anak dari Musholla Al Amin Saban Jumat saat Melantunkan Sholawat Barzanji).


11. Ucapan Lebaran

Indonesia : Selamat Menunaikan Ibadah Puasa/di Bulan Ramadhan dan Selamat Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf, Lahir dan Batin!

Malaysia : Salam Ramadhan Al Mubarak/Aidilfitri dan SHRMZB (Selamat Hari Raya, Maaf Zahir dan Batin)


12. Program Spesial Ramadhan dan Lebaran di TV dan Radio

Indonesia : RCTI pun Menyajikan Program-Program Spesial Seperti Film Spesial Lebaran (kayak KKN di Desa Penari), Rerun Lebaran bersama Keluarga Si Doel Anak Sekolahan (1995 dan 1997), Masterchef Indonesia XII, Hafiz Indonesia 2025, Live Sholat Idul Fitri 1446H dari Masjid Istiqlal (bersama 3 TV lain dari Geng Kebon), Preman Pensiun 9, Romansa di Kampung Dangdut yang Dibintangi duo Leslar, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (bersama GTV) dan Piala Asia U17 2025 (bersama GTV). Sementara Metro TV ada Program Spesial Ramadhan/Lebaran seperti Asmaul Husna bersama Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB/Menko Pemberdayaan Masyarakat), Assalamualaikum Ukhti, Sajian Ramadhan bersama duo Soewitomo, Live Event Takbir Lebaran 1446H, Sholat Idul Fitri 1446H, Meet Nite Live, dan Live Report Mudik 2025 dengan titel "Monitor Mudik 2025". Untuk Kompas TV ada Cerita Rasa hingga SUCI Playground tapi diberi Label Spesial Ramadhan dan Lebaran 2025 ditambah MudiKGesit 2025 dan MDTV menghadirkan Program Spesial Ramadhan/Lebaran  1446H seperti Kisah Para Sahabat Rasul bersama Habib Hussein Jaafar, Ini Baru Sahur dan Film-Film Spesial di Malamnya Seperti Mekkah I'm Coming hingga Habibie dan Ainun 3. Untuk Radio Prosalina Jember/Bondowoso dan Suara Surabaya, ada Banyak Sajian-Sajian Spesial antara Ramadhan dan Lebaran Tahun ini.

Malaysia : Astro pun Menghadirkan Lebih dari Ratusan Program Program Spesial Ramadhan dan Lebaran kayak FTV Rapun, FTV Ayah Jangan Nangis, Meletop Raya 2025, Sepahtu Renew, Jalan Jalan Australia, Sahur Macam Berbuka, Geng Ngaji 2025, dll. Untuk Radio dari Keluarga Besar Astro, ada Sajian Spesialnya, PumPang Raya Era hingga Sajian Spesial Ramadhan/Lebaran lainnya di Keluarga Besar ini. Lain Astro, Lain Pula dengan RTM dan TVS Sarawak, dimana RTM (TV) dan TVS Sarawak menghadirkan Program Spesial Ramadhan Lebaran 2025 seperti SPM Spesial Lebaran (Hari ke 2 hingga 7 Syawal 1446H, Kadang Ga Live, Kadang Live), Live Sholat Idul Fitri 1446H, Forum Perdana Ehwal Islam Edisi Ramadhan/Lebaran 1446H, Borak Dulu Baru Buka 2025, Syahadah, Dicelah-Celah Kehidupan bersama BH Petrol, Persada Jurnal Spesial Lebaran, Pesta Raya TVS 2025, dll. Bukan Cuma RTM-TVS, Tapi yang Keluarga MPB pun Menghadirkan Program Spesial Ramadhan dan Lebaran di TV. di TV ada Melodi Raya 2025, Tanyalah Ustadz Diary Muslim, dll. 


13. Tema Sajian Program Ramadhan dan Lebaran 1446H/2025M di TV dan Radio

Indonesia : RCTI (Meraih Kemenangan Ramadhan), Metro TV (Cahaya Kemenangan Idul Fitri 1446H), Kompas TV (Teman Ramadhan/Hari Raya), MDTV (Cahaya Fitri di MDTV Drama Nomor Satu), MNC TV (Berkah Cinta Ramadhan), GTV (Keceriaan Ramadhan), iNews (Nikmatnya Ramadhan), SCTV (Ramadhan Penuh Cinta), Indosiar (Lebaran Penuh Berkah), Trans TV (Bulan Penuh Kemenangan), Trans 7/Jawa Pos TV (Berkah Ramadhan), TV One (Kolaborasi Merayakan Kemenangan), ANTV (Ramadhan bertabur Rahmat), RTV (Kemuliaan (Cinta) Ramadhan), TVRI Nasional (Sucikan Hati), Garuda TV (Cinta Ramadhan 1446H), Berita Satu/BTV (Bersatu Raih Berkah), NTV (Ramadhan Penuh Berkah), MoJi (Ramadhan Penuh Hikmah) dan Radio Prosalina 101.3 FM Jember/92.7 FM Bondowoso (Stasiun Radio Ramadhan 720 Jam Non Stop).

Malaysia : RTM (Hayati Ramadhan Syukuri Syawal), MPB (Indahkan Memori), TVS (Sinar Ramadhan/Syukur Syawal) dan Astro (Meriah Lain Macam).


14. Film Panjang/Film Pendek (Iklan yang berdurasi Lebih Panjang) yang diputar di Saat Ramadhan dan Lebaran

Indonesia : Pabrik Gula (versi +17 dan +21), Komang, Norma : Antara Mertua dan Menantu, Jumbo dan Qodrat 2.

Malaysia : Lain Macamnya Raya (Astro), Anak Siapa ni? (Petronas), Bawa Balik yang Itu (Farm Fresh), Raya Terunggul (Watsons Malaysia) dan Kenangan Raya Aida (TNB Malaysia).


15. Periode Ramadhan 1446H/2025M

Indonesia : 1 - 30 Maret 2025 (Merujuk pada Muhammadiyah, Kemenag RI dan NU Setelah Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1446H)

Malaysia : 2 - 30 Maret 2025 (Merujuk pada Hasil Pengumuman 1 Ramadhan 1446H dari Penyegel Raja Malaysia)


Itu Tadi Perbedaan antara Perayaan bulan Ramadhan dan Lebaran di Indonesia dan di Malaysia. Insya Allah, Semuanya Bermanfaat...

Kamis, Maret 20, 2025

Menuju 10 Hari Terakhir Ramadhan dan Rencana Berikutnya (Update)

Malam Ini/Besok Kemungkinan Masuk 10 Hari Terakhir Ramadhan, Tak Terasa sudah 20 Hari Memasuki Ramadhan ini (dari Awal hingga Pertengahan). Karena, Kalau 10 Hari Terakhir Ramadhan, Haruslah Sehat, Yang Sakit disaat-saat Momen 10 Hari tersebut, Apa yang Dikatakan Mendiang Syekh Ali Jabber :

"Beruntung Bagi Orang Orang yang Sakit di Bulan Ramadhan, apalagi di Minggu Terakhir, itu Tandanya Doa kita diijabah dan Semua Dosa Kita Gugur. Sesungguhnya Allah bersama Orang Orang yang Sakit."

Walaupun Bagaimana, Sakit ditengah 10 Hari Ramadhan yang direncanakan Besok, Masih ada Harapan, yakni Doa diijabah. dan Haruslah Sembuh atau Sehat mungkin. Kan tadi Minum Obat Melulu karena Lagi Sakit Batuk (awalnya Sakit Tenggorokan), Sama Seperti Menjelang Ramadhan pada Sekitar Januari/Februari lalu. Walaupun, Batuknya pun Otomatis Bisa Sembuh berkat Obat (Termasuk Sakit Tenggorokan).

Nah, Inilah 5 Keutamaannya di 10 Hari Terakhir Ramadhan :

01. Penutup Bulan Penuh Berkah
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan merupakan Penutup Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah.

02. Amalam Paling Dicintai Rasulullah
"Jika Masuk 10 hari akhir Bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat Sarungnya, beliau Menghidupkan Malamnya dan Membangun Istrinya. dan dalam Riwayat Imam Muslim : "Rasulullah SAW Bersungguh Sunggu (dalam melakukan ibadah) pada 10 hari akhir Bulan Ramadhan dibandingkan Hari-Hari Selainnya."" (HR Imam Bukhari dan Muslim)

03. Pembebasan Api Nearaka
"Dari Abu Hurairah, Ramadhan itu Adalah Bulan yang awalnya penuh dengan Rahmat. di Pertengahannya penuh dengan Ampunan. dan, diujungnya Pembebasan dari Api Neraka." (HR Ibnu Abi Dunya dan Ibnu Asakir)

04. Meraih Kemuliaan Lailatul Qadar
"Cari (Dapatkanlah) Lailatul Qadar pada Hari-Hari Ganjil dari 10 hari terakhir Bulan Ramadhan." (HR Bukhari)

05. Wasiat Nabi agar Tidak Terlena Kesibukan Menjelang Syawal (Idul Fitri)
Nabi SAW memberikan Contoh Kepada Umatnya agar tidak terlena dalam Kesibukan Mempersiapkan Kebutuhan Hari Raya sehingga melupakan Keutamaan beribadah di 10 hari terakhir.

Kayaknya, 10 Hari Terakhir Ramadhan Kemungkinan saya tetap Sehat sesuai targetnya, Jika Sakit, kan Bisa-Bisa seperti yang dikatakan Mendiang Syekh Ali Jabber yang saya ditulis Tadi. dan Dipastikan, pada Saat 10 Hari Terakhir Ramadhan, Kegiatannya Kemungkinan Tetap Mendengarkan Radio-Radio Malaysia Online yang Isinya Lagu-Lagu Lebaran terus sejak Hari Minggu lalu (kayak Lagu Alamak Raya dan Cuti Raya) tapi Selang-Seling dengan Lagu-Lagu Bukan Lebaran (kayak Lagu-Lagu beraliran Pop-Rock Melayu), Kan demi Persiapan Menyambut Lebaran Nanti pada 31 Maret (Sesuai dengan Prediksinya NU, Kemenag RI dan Muhammadiyah). Ga Cuma Itu, tetap Memantau Media Sosial (semisal Facebook, Whats App, Instagram, Twitter X, Tik Tok dan Youtube) ataupun Media Non-Sosial (Media Digital) didalam Internetan, tetap Bertugas di Garasi Print (kalau Pake Masker sih, kan Masih Sedikit Sakit), Pergi Musholla terus Setiap hari (Kecuali Saban Minggu bisa), Ikut Makan Sahur dan Berbuka dan Tentunya Baca Koran dan Al Quran (sampai Khatam). Mantap Weeessss... 

Oh Ya, Rencana Berikutnya disaat 10 Hari Terakhir Ramadhan (sekaligus Merayakan Lebaran 2025), Adalah Ikut Pengajian Ramadhan Jelang Maghrib yang dilangsungkan Besok Sore (sebelum Waktu Berbuka). Kalau Saya Ikut dan Datang (Insya Allah), Harus Pakai Jaket, Pakai Sarung, Pakai Masker (Kemungkinan) dan 1 lagi, Pakai Songkok Hitam! Jika Saya Tidak bisa Ikut, Semestinya Harus didengar dari Mushollaku (Al Amin) ke Markas Kita yang letaknya di Jl. Kedungsari 333 Mojokerto dengan Suara yang Paling Keras dan Bening... Yang Ikut, Ga Pa Pa, Yang Tak dapat Ikut, Ga Pa Pa Juga... Yang Jumat Terakhir Ramadhan pada 28 Maret nanti, Juga Sama atau Tidak ya? Kalau yang Sama Seperti 14 dan 21, Ga Pa Pa dan Kalau Tidak, sama seperti 7 Maret lalu. ya Kemungkinan bisa lah... Kita tunggu... Selain itu, Rencana ke Kota Ngalam (lagi) disaat Ramadhan, Semestinya dilakukan pada 26 Maret nanti (Jika telah disembuhkan dan kembali sehat, disembuhkan setelah 9-12 hari setelah Sakit tanpa Memperparah Seperti sekitar Februari lalu) dan Mudah-Mudahan, Kemungkinan Selasa atau Rabu nanti Bakal Log Out IG lah (kalau dipercepat Sebelum 25 atau 26 Maret, Ga Pa Pa) menjelang Keberangkatan. Sebelumnya, pada 14-17 Maret lalu, Mami saja Berangkat ke Kota Ngalam sendirian tanpa si Elfan, Saya dan Papiku yang Tak dapat Ikut. Oh Ya, Rencana untuk Lebaran Tahun ini Kemungkinan Beda lho, Tanpa adanya Mas Aswar karena Beliau Siap Siap Melaksanakan Kuliahnya di Kota Jakarta Kelak. Ga Cuma Mas Aswar yang Tak bisa Berlebaran ke Kota Tempat Tinggalku (Mojokerto), Tapi Bude Isyil (Ibunya Mas Aswar) yang Baru Sudah Sembuh dari Penyakitnya di Bulan Suci ini Kembali Normal Seperti biasa Meskipun Sibuk Memasak di Saat Momen Ramadhan, Tapi Kemungkinan bisa Datang ke Kotaku atau Tidak ya? Kita Tunggu juga dan Satu lagi, Rencana Berlebaran untuk Saya dan Keluargaku Kemungkinan besar Pergi ke Rumah Bude Lus di Brangkal (Sooko) dan ke Rumah-Rumah di Sekitar Kediri pada Hari Pertama Lebaran, Sedangkan Hari Kedua Lebaran, Semestinya Kemungkinan mau ke Nganjuk (Sama Seperti 2023 lalu) atau Tidak (Sama Seperti 2024 lalu), Kayaknya Tunggu Juga lah Rencana ini, Insya Allah...

Update (21/3/25):
Postingan ini Direvisi pada 21/3/25. Eh tunggu, Rencana Aswar kembali ke Mojokerto pun Sudah terbuka Setelah Nulis Chat di WhatsApp, Tanda-Tandanya siap Pulang kembali untuk Aswar? Kita Tunggu ya... kan Sebenarnya, Mau Lebaran Tahun ini, Aswar Tak bisa pergi Lebaran ke Mojokerto.

Selasa, Maret 12, 2024

Kemuliaan Ramadhan Telah Dimulai!

Alhamdulillah, Ramadhan ini Dimulai, Walaupun dalam Tahunnya Pesta Pemilu 2024 yang Sudah usai tapi Belum Berakhir Tahapannya, Kan Bisa Menunggu pada Hari ke 9 Ramadhan nanti. Ramadhan jadikan Bulan yang Bebas Penyakit di Masa Puasa hingga Memperbanyak Ibadah seperti Membaca Al Quran. Selama 29 Hari kedepan, Kita Terus Berjuang untuk Semangat Ramadhan. Solusinya adalah Melakukan Puasa, Baca Al Quran, Tarawih, Lailatul Qadr sampai Sahur dan Berbuka Bersama. Tak Hanya itu, di Pertengahan Ramadhan nanti, di Berbagai Radio Radio dari Negeri Jiran Malaysia mulai Memutarkan Lagu Lagu Lebaran dari Waktu ke Waktu. Selain yang Disebutkan tadi, Setiap Hari Tetap ada Wifi Internet kalau anda lihat Memantau Foto Foto/Video Suasana Ramadhan dan Lebaran tahun ini, Baik di RI dan Malaysia. Insya Allah, Kan Tetap bisa Sepanjang Ramadhan ini. Semoga Ramadhan ini Jadi Tetap Bangkit Bersama dan Jaga Kerukunan dan Toleransi. Selamat Menunaikan Ibadah di Bulan Ramadhan 1445H.