Minggu, September 06, 2026
Jadwalnya TVRI di Koran Kompas (Akhir Pekan)
Rabu, Agustus 26, 2026
Dapat Koran Kompas Dobel Edisi Khusus Sepanjang Agustus ini
Sabtu, Februari 08, 2025
Iklan Penetapan Khofifah dan Emil di 3 Koran dan Acara Arisan di Rumahku
Hari ini, 3 Koran Favorit gue, Jawa Pos, Jawa Pos Radar Mojokerto dan Kompas Memuat Iklan Penetapan Calon Gubernur dan Wagub Jatim terpilih dalam Pertarungan Pilkada Jatim 2024, Yakni Khofifah dan Emil. Buktinya, Kemenangan ini Menjadi Membesar untuk Semua Warga Jatim. Jawa Pos kan Dimuat Iklannya di Halaman 3 (Halaman Finansial), Lalu di Jawa Pos Radar Mojokerto pun Dimuat di Halaman 24 (sebenarnya Halaman 12) dan Kompas pun Dimuat di Halaman 16 yang Versi Analog (kalau yang Versi Digital sih, Mungkin Tak ada atau ada sih, Coba cek di Kompas.id E Paper).
Oh Ya, Saya Mau Mengucapkan Selamat untuk Khofifah dan Emil yang terpilih jadi Gubernur dan Wagub Jatim periode 2025-2030, Insya Allah, Bisa Membuat Jawa Timur Berkolaborasi untuk Kemajuan. Sekarang, Ga ada lagi Pilih 1, 2 dan 3, Kan terus Bersatu Padu untuk Warga Jatim!
Oh Ya, Juga kan Pagi ini ada Acara Arisan di Markas Saya yang Letaknya di Jl. Kedungsari No. 333 Mojokerto yang Berlangsung Lancar tanpa Ruwet terus... Insya Allah... Kayaknya, Acara Arisan bukan buat Teman-Teman Sekolah, Tapi bagi Para Ibu-Ibunya untuk Datang ke Sini lah...
Rabu, Januari 29, 2025
Harta Karun Koran Lama 13 tahun silam di Ngalam
Kemarin Aku Masih di Kota Ngalam Sebelum siap Dipulangkan dari Bumi Arema ke Kampung Halamannya (Mojokerto). Nah, Mari Kita Buat Blog kita disini (Kembali). Oh Ya, Kita Mau Ucapkan Gong xi Fa Cai buat Saudara-Saudara yang Berdarah Cina... kan Sekarang ini Tahunnya Ular. dan Satu lagi, Hari ini, Koran Favorit gue Kompas, Surya dan Media Indonesia Tak bisa beredar (Tapi, yang Satu Koran Favorit lainnya Jawa Pos Masih beredar dan Besok Kembali).
Saat aku Masih di Wilayah Ngalam, kan di Rumah Saya di Wilayah Karangwidoro-Dau Banyak Koran-Koran Lama yang Biasanya disimpan dari Dekade 2010an hingga Tahun lalu. Yang Paling Keren sih, 2 Koran yang Edisi Januari 13 tahun silam semestinya Nyimpen di Rumahku. Kan kala itu Sebelum adanya Tipis Jumlah Halaman Koran menyerang saat ini, Antara Koran Sindo dan Kompas. Kan di tahun 2012, Kedua Koran tersebut Bersaing sama Koran Jawa Pos dari Surabaya yang saat itu Masih jadi Rajanya Koran di Negeri 62. Kompas kan dibawah Jawa Pos untuk Level Koran Nasional dan Koran Sindo lah jadi Koran Nomor 2 untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya (yang No 1 masih diisi Warta Kota gitu).
Kalau dulu, Koran Sindo sama Kompas sangat Tebal Sekali di Hari Jumat pada tahun 2012, Sekarang, kan Tinggal 20 Halaman Untuk Jawa Pos Setiap Minggu dan 16 Halaman Untuk Kompas Setiap Hari di tahun 2025. Kan Sudah Zamannya Media Cetak lagi Disrupsi Digital gitu... Insya Allah, Koran-Koran Favorit seperti Jawa Pos, Media Indonesia, Kompas dan Surya tetap terus Bertahan di era Digitalisasi...
Jumat, Agustus 30, 2024
Koran-Koran Indonesia Meliput Paus Fransiskus ke Indonesia dan Koran-Koran Malaysia Meliput Perayaan Kemerdekaan Malaysia 2024
Minggu, Januari 28, 2024
Nostalgia (Harta Karun) Tabloid Soccer Lipsus Piala Dunia 1 Dekade lalu (Update, Revisi)
Selasa, Desember 19, 2023
Setahun Yang Lalu...
Hari Ini, Setahun Yang Lalu, Setelah Berakhirnya Piala Dunia 2022 dengan Argentina Keluar Sebagai Juara. Saya Tidak Kebagian Koran Kompas Edisi Hasil Final Piala Dunia 2022 dari Agen Koran, Kok Bisa? Soalnya, Koran Ini Belum Didapatkan Alias Zong, Sama Seperti Pembahasan yang Sudah Kita Tulis pada Desember tahun lalu. dan Akhirnya, Mendapatkan Jawa Pos Saja. dan Esok Harinya, Kompas dapat 2 Edisi Berbeda (baik tanggal 19 dan 20 Desember 2022) dan Jawa Pos Edisi 20 Desember 2022. Kalau yang Jawa Pos Edisi 19 Desember 2022 itu Belum Ada Berita Hasil Final Antara tim Argentina vs Prancis, Sementara Edisi Esok Harinya (20 Desember 2022) kan Isinya Hasil Final. Wah, Saya Tidak Mengecewakan Kalau Koran Kompas Tidak ada Terus pas Akhir Tahun 2022. Kan Berkali-Kali, Seperti Tanggal 12 Oktober 2022, Sekitar tanggal 29 atau 30 November 2022, 3 Desember 2022 dan terakhir, 19 Desember 2022. dan Hari Esoknya, Koran Ini Comeback bersama Jawa Pos. Ini Sebuah Keberhasilannya Karena Koran Kompas Bisa Kembali Dapat Setelah Sehari Terjadi Zong. dan Semoga Saja Tidak Akan Terulang di Akhir 2023/Awal 2024.
Selasa, November 28, 2023
Dapat Penghargaan (Lagi) untuk Koran Kompas, Kemungkinan Nomor 1 atau Tidak? (Update)
Kemarin, OJK Mengadakan Penghargaan. dan Akhirnya, Salah Satu Koran Favoritku, Koran Kompas Dapat Penghargaan dari OJK untuk Kategori Media Cetak Terproduktif. Pertama Kalinya, Penghargaan ini digelar dalam rangka 12 Tahun OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang Diberikan Kepada Sejumlah Media Cetak, Online dan TV baik Level Lokal dan Nasional. Selain Koran Kompas dapat Penghargaan, Koran Favorit Lain pun Juga Dapat, Yakni Media Indonesia menggondol 2 Penghargaan, Yakni Media Cetak Terproduktif dan Media Pemberitaan Terproduktif Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen untuk Kategori Media Cetak Nasional. Tak Cuma Itu, Kompas.com (saudaranya Koran Kompas) maupun CNN Indonesia dapat Penghargaan Juga. Gara-Gara Dapat Penghargaan Ini, Koran Kompas bisa Menghadirkan Pemberitaan Paling Positif Jadinya. dan Pada Mendekati Akhir 2023 dan Menjelang Awal 2024, Koran Kompas Dimungkinkan Bakal jadi Nomor 1 di Indonesia, Kenapa? Karena Koran Ini Banyak Inovasi dan Penghargaan yang Sudah Tercapai dari Periode 2021 sampai 2023 dari Masa Pandemi sampai Tragedi Kemanusiaan Pales****. Semoga, Bisa Jadi Koran Nomor 1 bukan Lagi Jawa Pos...
Oh, Ya, Satu Lagi, Koran Kompas ada Rubrik Baru "Pemilu 2024" yang Hadir mulai Hari Ini dan Terdapat 2 dari 18 Parpol Tersisa yang Dijadikan Profil untuk Edisi Hari Ini (28/11) dan Lusa (30/11). 2 Parpol Terakhir yang Memuatnya adalah PPP dan Partai Ummat. Sekedar Info, dari Tanggal 23 Oktober sampai 27 November 2023, Koran Kompas Sudah Mencantumkan Profil Parpol dari PKB sampai Partai Perindo. Profil Ini Meningatkan Kita Pada Tabloid Bola atau Soccer yang Menampilkan Profil Tim-Tim Sepakbola Dunia Seperti Juventus, Inter Milan, Arsenal, Manchester United, Real Madrid, Barcelona, Borussia Dortmund, Ajax, dll.
Update:
Hari ini, Koran Kompas Memuat Profil Parpol Terakhir di 2024, Yakni Partai Ummat. Seharusnya Dimuat Esok Hari, Tapi Akhirnya Dimuat di Edisi Hari ini. Mohon maaf ya atas Kesalahannya.
Senin, Juli 10, 2023
Selamat Datang Akun Threads dan Rubrik Baru Kompas
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera... Hari Ini Kita Tulis Blog Saya...
Tadi, Saya Buat Akun Threads yang Baru dari Instagram. Kenapa Buat Akun Threads? Karena Akun Ini Menggunakan Log In dari Instagram. di Instagram, Aku Sudah Buat Password Baru yang Bukan Lagi Disusupi (alias Compromised). Password Barunya adalah "ilham148". Kenapa Password Baru? Karena Disesuaikan dengan Tanggal dan Bulan kelahiranku (14 Agustus kalau ga salah, Bareng sama Anna Jobling). Selain itu, Log Innya Menggunakan Nomor HPku yang Masih Aktif, Waw, Pasti Bisa. Selain Itu, Saya Memilih Akun "Private" Saja Asalkan Seperti 2019 lalu menggunakan IG (zamannya Saya Pake 2 Akun berbeda). Lalu, Aku Buat Postingan Perdananya, Yakni Foto Warung Cak Pece Kemarin dipotret Saya di HPku (Kegiatan Makan Malam di Minggu).
Ayo Follow Threads Saya Sekarang!
Sabtu, Juni 17, 2023
Perbandingan Jawa Pos vs Kompas (Update)
Mari Kita Membandingkan Antara Jawa Pos dengan Kompas yang Biasanya adalah Langganan Gue. Kalau Saudaranya (Pak Rofiq dari Partai Gerindra) adalah Langganan/Pembaca Koran Jawa Pos dan Surya.
(Edisi Update 2026 (Update 26/8/2026))
Jawa Pos vs Kompas
Lahir:
1 Juli 1949 (Jawa Pos)
28 Juni 1965 (Kompas)
Pendiri/Bos:
(Mendiang) The Chung Sen, Dahlan Iskan, Azrul Ananda dan Leak Kustiyo (Jawa Pos)
(Mendiang) PK Ojong, (Mendiang) Jakob Oetama dan Lilik Oetama (Kompas)
Jenis Koran:
Nasional (Jawa Pos / Kompas)
Area Edar dan Sirkulasi:
Jatim (Utama), Bali, Jakarta, Sebagian Jabar-Banten, Jateng dan DI Jogjakarta (Jawa Pos)
DKI Jakarta dan Sebagian Jabar (Sebelum 1997), Seluruh Indonesia (sejak 1997) (Kompas)
Markas Koran:
Graha Pena Lantai 4 dan 5 Surabaya / Lantai 10 Jakarta (Jawa Pos)
Menara Kompas Jakarta (Kompas)
Tempat Percetakan:
Temprina di Gresik, Nganjuk, Klaten dan Bekasi (Jawa Pos)
Semua Percetakan Jaringan Gramedia se-Indonesia (Sejak 1997 ada CJJ) (Sejak 2025, CJJ di Deli Serdang dan Rungkut, Surabaya Dikecualikan, tapi pindah ke Percetakan lain) (Kompas)
Jumlah Oplah:
Kisaran 400-800 Ribu (Jawa Pos)
Sama Saja Jumlahnya (Kompas)
Ketebalan:
16 Halaman (Jakarta, Jabar dan Banten), 20-24 Halaman (Surabaya Raya) dan 12 + 8/12/16/20 Halaman (Radar-Radar se Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Jogjakarta dan Bali) (Jawa Pos)
16 dan 20 Halaman (Analog dan Digital) (Kompas)
Harga:
Jawa Pos : Rp. 6.000,- (Mojokerto, Jombang, Kediri, Madiun, Bojonegoro dan Tulungagung), Rp. 7.000,- (Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jogjakarta, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Banyuwangi dan Bali) dan Rp. 8.000,- (Jateng, Jogjakarta, Surabaya, Malang dan Pulau Madura)
Kompas : Rp. 12.000,- (Pulau Jawa)/Rp. 12.500,- (Luar Pulau Jawa) (Setiap Senin hingga Jumat) dan Rp. 17.000,- (Pulau Jawa)/Rp. 18.000,- (Luar Pulau Jawa) (Setiap Sabtu)
Para Pemimpin Redaksi Dulu dan Sekarang:
Jawa Pos:
-Dahlan Iskan (1984-1993 dan 1996-1998?)
-Mendiang Margiono (1993-1995)
-Mendiang Sholihin Hidajat (aka Ko Hin) (1995-96? dan 1998?-2000)
-Dhimam Abror Djuraid (2000-01)
-Arif Afandi (2001-2005)
-Azrul Ananda (2005-06?)
-Zainal Muttaqin (2006-07?)
-Rohman Budijanto (2007?-2009)
-Leak Kustiyo (2009-2014)
-Marsudi Nurwahid P. (2014-2018)
-Abdul Rokhim (2018-19)
-Ibnu Yunianto (2019-2024)
-Eko Priyono (2024-sekarang)
Kompas:
-Mendiang Jakob Oetama (1965-2000)
-Suryopratomo (2000-2008)
-Bambang SK (2008-09)
-Rikard Bagun (2009-2014)
-Budiman Tanurejo (2014-2018)
-Ninuk M. Pambudy (2018-2020)
-Sutta Dharmasaputra (2020-2025)
-A. Haryo Damardono (2025-sekarang)
Pemuatan Cerpen:
Setiap Sabtu (Jawa Pos)
Sama Seperti Jawa Pos (Kompas)
Kolom Kata Kata:
Cak JP Setiap Senin hingga Jumat (Jawa Pos)
Mang Usil Setiap Senin hingga Jumat (Kompas)
Penulis Opini:
Khofifah Indar Parawansa, Agoes Ali Mahsyuri, dll. (Jawa Pos)
H.M. Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI 2004-2009 (era SBY) dan 2014-2019 (era Jokowi)), Boediono (Mantan Wakil Presiden RI 2009-2014), dll. (Kompas)
Jadwal/Info Tayangan TV/Seni-Budaya:
Agenda Seni/Budaya (Jawa Pos)
Acara Hari Ini : TVRI Nasional, RTV, TV One, Kompas TV, BTV, Trans TV, Trans 7, SCTV, Metro TV dan Jak TV (Kompas)
Koran Daerah yang Jadi Adiknya:
Radar Surabaya, Riau Pos dan Radar Banjarmasin (Jawa Pos)
Warta Kota, Tribun Jabar, Tribun Jateng, Tribun Jogja, Banjarmasin Post, dll. (Kompas)
Kolom Editorial (Semacam Editorial MI):
Jati Diri (Jawa Pos)
Tajuk Rencana (Kompas)
Jurnalis yang Meliput dan Bertugas:
Bobby Arifin, Nora Sampurna, dll. (Jawa Pos)
Kris Mada, Kelvin Hianussa, Luki Aulia, Yuniadhi Agung, I Gusti Agung Bagus Angga Putra, dll. (Kompas)
Jurnalis Jurnalis Lama:
Mendiang Kholil Indro, Nany Wijaya, Sururi Al Farouq, Sugeng Irianto, Riza Primadi, Fuad Ariyanto, Arief Budiman, Wing Wiryo Sumarsono, dll. (Jawa Pos)
Trias Kuncahyono, Arbain Rambey, Johny TG, Daniel Dhakidae, Mendiang Azkarmin Zaini, Sugiantoro, Mendiang Sumohadi Marsis, C. M. S. Indiarti, C. Pujiastuti, Chrys Kelana, Mustafa Abdul Rahman, dll. (Kompas)
Media Cetak yang Jadi Saingannya:
Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka (Jawa Pos)
Media Indonesia dan Bisnis Indonesia (Kompas)
Media Cetak yang Mati/Pindah Haluan Karena Dulu Seinduk Dengan Perusahaannya:
Majalah Mentari, Majalah Game Master, Majalah Main Basket, Tabloid Nyata, Tabloid Nurani, Tabloid OtoPlus dan Tabloid Posmo (Jawa Pos)
Tabloid Bola, Tabloid Soccer, Majalah Hai, Tabloid Nova, Majalah JIP, Majalah Fun, Majalah Ayo, Majalah XY Kids, Majalah Jakarta Jakarta, Majalah Intisari, Tabloid Citra dan Majalah Kawanku (Kompas)
Stasiun TV dan Radio yang Dimiliki Oleh Induk Perusahaannya:
Jawa Pos TV dan JTV Jatim (Jawa Pos)
Radio Sonora Network, Kompas TV dan KTV (Kompas)
Kolom dan Catatan Mingguan:
Halte Setiap hari Sabtu (Jawa Pos)
Analisis Setiap hari Kamis (Politik) dan Sabtu (Kebudayaan) (Kompas)
Peristiwa Besar yang Paling Berkesan:
Persebaya Juara Liga Indonesia Musim 1996/97 (Jawa Pos)
Peristiwa Mei 1998 (Kompas)
Informasi Para Tokoh-Tokoh:
Wawancara Bintang Minggu (Jawa Pos)
Nama dan Peristiwa (Kompas)
Jargon:
Berdasarkan Pancasila Mencerdaskan Bangsa (1983-2001), Padat Hangat Akurat (1986-1996), NonStop! (1996-97), Selalu Ada yang Baru! (2002-kini), Koran-Online-Televisi (2022-2025, Sub Slogan), Maju Bersama! (2024, Khusus HUT ke 75), Selalu Jernih (2025, Khusus HUT ke 76) dan Maju & Maju (2026, Khusus HUT ke 77) (Jawa Pos)
Amanat Hati Nurani Rakyat (1965-2002 (mulai 2002-sekarang jadi Sub Slogan)), Buka Mata dengan Kompas (2002-2005), Lintas Generasi (2005-2013), Inspirasi Lintas Generasi (2015-2016), Berubah Bersama/Beri Makna (2016-17), Bergerak Bersama (2017-2020), Kawan Dalam Perubahan (2020-21), Memberi Lebih (2021 (November-Desember)), Menjadi Lebih (2013-14 dan 2021 (Desember)-2023 (Desember)), Inspirasi Mencerahkan (Desember 2023-Januari 2024), Multimedia Mencerahkan (Februari-Desember 2024), Multimedia Mencerahkan Lintas Generasi (Desember 2024-Februari 2025), Mencerahkan Lintas Generasi (Februari 2025-Juni 2026), Mencerahkan Indonesia (2025, Khusus HUT ke 60), #Mulaidaridiri (sebagai Jargon Spesial selama Ramadhan/Lebaran 1447H, tapi dijadikan Sub Slogan per April 2026) dan Merawat Masa depan (sejak Juni 2026) (Kompas)
Galeri Foto:
Lensa (Jawa Pos)
Foto Pekan Ini (Kompas)
Acara Event yang Pernah Digelar:
Surabaya Green and Clean (Sudah Tak Lagi), Safety Riding (Sudah Tak Lagi), Keplek Ilat, MoKiBy, Health and Lifestyle Expo, Beauty Fest, Property Week, Ladies Market, Glowtopia, Edu Fun Fest, Health Care Expo dan Culinary Awards (Jawa Pos)
CEO Forum, IIMS, Bursa Taktis Ngalam (bersama Surya, Sudah Tak Lagi), Cycling de Jabar, Collaboration Forum, Kompas Talks, Festival Kata, KTF, Monas Half Marathon, Bandoeng 10K, Semarang 10K, Suroboyo 10K (Terbaru), Tangerang 10K (Kemungkinan) dan Borobudur Marathon (Kompas)
Menjadi Media Resmi:
Tim Persebaya (1985-2008 dan 2017) dan Event DBL (2004-2017) (Jawa Pos)
Sea Games (1979, 1987, 1997 dan 2011), Pemilu (bersama KPU, 2019-2024), Jakarta Fair Kemayoran, LPS Monas Half Marathon dan Java Jazz (Kompas)
Produk Turunan:
JP Books (Sudah Tak Lagi) (Jawa Pos)
Penerbit Buku Kompas dan Seri Buku Digital Kompas (Kompas)
Update:
Idul Adha Tahun Ini jatuh pada 29 Juni 2023 oleh Kemenag RI. Jadi Kalau Menunggu Kemungkinan, Koran Kompas yang Edisi HUT ke 58 Tetap Beredar pada 28 Juni nanti. dan Jika Ada Usul Muhammadiyah dan Pemerintah RI Libur Idul Adha 2023 jadi 2, Kemungkinan Akan Menggesernya, Mau Dimajukan atau Diundur. Mudah-Mudahan, Akan Menunggu Keputusan Libur Idul Adha 2023 dari Pihak Pemerintah RI. Jika Gagal Usulan Milik Pemerintah, Maka Libur Idul Adha Tetap 29 Juni. Mungkin Ada Teaser/Bocoran Untuk Koran Kompas dan Jawa Pos Dalam Rangka Menyambut Ultah yang Dekat Ini, Ada Edisi Khusus Kompas yang Ultah maupun Jawa Pos yang Ultah. Nantikan Saja Ya...
Update (lagi):
Tadi Aku Lihat Iklan HUT Koran Kompas di Edisi 20 Juni 2023 (bertepatan dengan HUT Kota Mojokerto Hari Ini), Tapi ada Temanya "Menyatukan Teknologi dengan Hati". Untuk Edisi Khusus HUTnya Tetap Beredar Sebelum Hari Raya Idul Adha Tahun ini yang Jatuh pada 29 Juni. Sebenarnya, Edisi Khusus HUT tahun ini masih ada Karena Menyambut Idul Adha yang Usul Cuti Bersama Seperti Perayaan Lain Seperti Waisak dan Idul Fitri.
Update (lagi):
Hari Ini, Koran Kompas ada Kartun dan TTS Spesial HUT ke 58 dan Kemarin, Logo HUT ke 74 Jawa Pos muncul di Sampul Depan. Nantikan Edisi HUT kedua Koran ini Pada 28 Juni dan 1 Juli nanti.
Update (lagi):
Tadi di Twitter Spaces, Koran Kompas Edisi HUT ke 58 Besok Beredar dengan Tebal 20+8 Halaman. Hanya Waktu Sehari Sebelum Merayakan Idul Kurban Tahun ini.
Update (lagi):
Hari ini, Jawa Pos Berulang Tahun dan Masih Mengandalkan Edisi Tematis HUT ke 74.
Update (lagi):
Mulai Hari ini, Koran Jawa Pos dan Kompas ada Lipsus Piala Eropa 2024.
Update (lagi):
Di Koran Kompas Edisi Hari ini tadi ada Promo Spesial HUT ke 59 Harian Kompas, mulai dari Promo Langganan Cetak dan Non Cetak (EPaper), Serbu Gerai Kompas Edisi HUT ke 59 di 3 Kota besar (Jakarta, Jogjakarta dan Surabaya), Kompetisi Gempita dapat Rp. 30 Juta, Kupon Reward dari Mitra-Mitranya Koran Kompas dan Kompas.id, Learning Festival dan Terakhir TTS Challenge. Kalau HUT Jawa Pos ke 75 ada Undian Berhadiah Mobil, Motor, dll. Dalam Gebyar Pembaca Setia sejak Akhir Tahun lalu, Maka di HUT ke 59 Koran Kompas ada Banyak Promonya!
Update (lagi) :
Hari ini ada Koran Kompas Edisi Spesial HUT ke 59, Dengan tema "ESG". Nantikan 3 Hari lagi ada Jawa Pos Edisi Spesial HUT ke 75 yang akan Beredar pada 1 Juli ini.
Update (lagi) :
Hari ini ada Koran Jawa Pos Edisi Spesial HUT ke 75. Tebalnya 76 Halaman Khusus untuk Wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Sedangkan, di Luar Wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, Berkurang jadi 32-40 Halaman karena ada Rubrik The Jakarta Khusus untuk Wilayah DKI Jakarta dan Bandung serta Bonus Jawa Pos Radar yang Tersebar di 35 Kota/Kabupaten di Jatim, 14 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah/Jogjakarta dan 9 Kota/Kabupaten di Bali.
Update (lagi) :
Direvisi Blog ini Sudah Dibuat dan Berkali-kali Update atau Revisi sejak Dibuat Postingannya pada Juni Tahun lalu.
Update (lagi) :
Lagi-lagi Direvisi Tulisannya, Kan Kemungkinan Pemred Jawa Pos Siap Diganti Baru.
Update (lagi) :
Kembali Direvisi lagi... Kan Tadi lihat Koran Kompas Edisi Hari ini (22/12/24) ada Jargon baru yang dianggap Kelanjutan dari Jargon Sebelumnya yang Biasanya dipakai Sepanjang 2024.
Update (lagi) :
Direvisi lagi yang Pertama di 2025, Sepertinya ada Perubahan Harga untuk Koran Kompas. Yang Jawa Pos Kemungkinan Harganya berubah, Kita Tunggu lah!
Update (lagi) :
Postingan ini Direvisi pada 9/2/25. Karena adanya Jargon Baru Koran Kompas dalam rangka Menyongsong 6 Dekade pada Juni ini.
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 16/2/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 30/3/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 19/5/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 1/7/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 2/7/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 6/7/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 11/7/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 27/12/25
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 18/1/26
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 25/1/26
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 19/2/26
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 10/4/26
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 2/5/26
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 2/7/26
Update (lagi):
Postingan ini direvisi pada 26/8/26
Rabu, Mei 03, 2023
Koran Kompas Meliput Sea Games 2023, Bakal Mendulang Sukses?
Akhirnya, Hari Ini, Koran Kompas Bisa Meliput Sea Games 2023 yang Direncanakan Dihelat 2 Hari Lagi. Sama Seperti tahun lalu yang Sempat dibuat Postingan Blog tahun lalu. Nah, Salah Satu Koran yang Sempat Meraih Banyak Penghargaan di Masa Kegemilangannya, Bisa Membawa Semangat Sea Games tahun ini Buat Tim Indonesia. Kepercayaan Kompas yang Bisa Mengikuti Perkembangan Terkini Sea Games tahun ini (bersama Kompas.id).
Sabtu, Januari 21, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : Besok Tidak Ada Koran Kompas, dkk. di Tahun Baru Cina, Jawa Pos Masih Ada! (Update)
Hari Ini, Sebanyak Merek Koran-Koran Indonesia semacam Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia, Gu Ji Ri Bao (Bahasa Cina), The Jakarta Post (Bahasa Inggris), Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Bisnis Indonesia, Kontan, Super Ball, dll. Masih Beredar Selagi Menunggu Perayaan Tahun Baru Cina Esok Harinya. dan Keesokan Harinya, Semua Koran-Koran Tidak Bisa Beredar, kecuali Jawa Pos! Menurut Info yang Disampaikan dari Grup Penggemar TTS Kompas, Sejak Beberapa Hari Kemarin, Bahwa Kompas Edisi 22 Januari itu Masih Beredar atau Tidak? Jawabannya Tidak! Karena Semua Koran-Koran itu Tidak Beredar karena Libur Tanggal Merah dalam Rangka Perayaan Terbesarnya. Jawa Pos Saja sejak beredar pada 1949 itu Tak Berhenti-Henti membuat Berita Tanpa Cuti Saja meskipun dalam Perayaan Hari Raya semacam Lebaran dan Natal, Jawa Pos Masih Diandalkan untuk Menghadirkan Berita-Berita yang Luar Biasa! Sedangkan, Kompas yang Jadi Kompetitornya Koran Jawa Pos itu, Mesti Tak Bisa Beredar kala Merayakan Apa Saja semacam HUT RI, Idul Kurban (bukan Wa Idza Idil Qurba yang ada di Akhir Khutbah Jumat Kedua sebelum Sholat Jumat), Nyepi, Waisak dan Semacamnya. Sebagai Koran yang Meraih Prestasi Tinggi sepanjang 2022 (terutama Meraih Penghargaan di IPMA 2022) ini, Bisa Membuatnya #Menjadilebih Berani dan Berkelanjutan bukan dengan cara Hoaks. Percaya Deh, Koran Ini Mampu Bisa Memberitakan Apa Saja daripada Berita yang Masih Hoaks baru-baru ini. Bukan Hanya Kompas, tapi ada lagi, Media Indonesia, yang 2 Hari Kemarin, Serasa balik Nostalgia ke era 90an akhir ke 2000an awal, kala itu tulisan Media Indonesia bukan Atas dan Bawah, melainkan Kiri dan Kanan kalau tidak salah. Koran Ini masih sama Seperti Kompas yang Biasanya Tidak Beredar walaupun Mau Sambut Perayaannya. Ini Buktinya, Koran yang Berdiri sejak 53 tahun terakhir ini Membawa Perubahan tanpa adanya Ketakutan yang Biasanya. dan Buktiin, Koran-Koran di Hari Minggu Esok, Mesti Semua Tidak Ada! Kecuali Jawa Pos yang Masih Bertahan... dan Lusa (Senin), Semua Koran-Koran bisa Beredar Kembali... Insya Allah...
Sabtu, Oktober 08, 2022
Hani Fadzil di ERA dan Ahmad Dhani dari Dewa19/Ahmad Band mesti Ibaratnya Koran Kompas?
Seperti Tulisan Postingan di Wordpress Hampir 4 Tahun Lalu dimana Tabloid Bola Sudah Tamat Penerbitannya pada Oktober 2018 lalu, Walaupun Tabloid Ini Sudah Dikenang Sebagai Tabloid Andalan dunia Olahraga Khususnya. Jika Black Sabbath adalah Metalicanya yang Penyempurna, Tapi Jika Tabloid Bola adalah Penyempurna Untuk Memuat Berita Olahraga dan TV Nasional atau Internasional yang Menyiarkan Sepakbola dan Non-Sepakbola Ibarat 2 Musisi Rock Melegenda, Metalica dan Black Sabbath! Jadinya Tabloid Bola yang Sudah Mati (bersama Majalah Hai, Tabloid Soccer dan Lainnya) Mestinya Diibaratkan Koran Kompas dan Tabloid Kontan yang Sekarang Ini. Yuk Kita Bahas Cerita Ini. Selagi Koran Kompas, cs. Ga Beredar Hari Ini Karena Libur Maulidur Rasul.
Walaupun Koran Ini Sudah Comeback jadi Koran Terbesar dan Tertinggi diatas Jawa Pos, dkk. Berarti Koran Kompas bisa Ketiban Rezeki dengan Mengusung Jargon (Kembali) Baru "#Menjadilebih" tapi sudah Lama Menggunakan Tagline tersebut pada 2013 lalu. Koran Kompas bersama Websitenya, Kompas.id Ikut Meramaikan Sejarah Media Cetak Indonesia sepanjang 2022, dimana Nama Kompas jadi Populer dengan Berita-Berita yang Sangat Menarik dan Mendukung Jurnalisme Berkualitas sejak 57 tahun Terakhir. Sejak Tampilan Berubah per Januari 2018, Koran Kompas Langsung Tancap Gas menjadi Koran yang Begitu Luar Biasa Untuk Anak Muda hingga Lansia yang Ketinggalan Masa Digitalnya. Ketika Itu periode 2015-2020 adalah Masa Disrupsi Digitalisasi Setelah Banyak Merek Media Cetak Mati Suri Setelah Tabloid Soccer dan Gaul Memutuskan Untuk Mengakhiri Penerbitannya pada 2014 lalu. di awal Tahun ini, Kompas meningkatkan Jumlah Pembacanya yang awalnya 2,2 Juta menjadi lebih dari 3 Juta Saja dan Ditargetkan Mencapai 4-6 Juta Pembaca (Menunggu Hasilnya Lewat Iklan di Koran Ini). Tak Cuma Jumlah Pembaca di Awal Tahun 2022, tapi berbagai Penghargaan sudah diterima, pada Tahun lalu mengoleksi Berbagai Penghargaan mulai Dari IPMA 2021 (1 Perak dan 3 Emas), IYRA 2021 (1 Perunggu), Asia Media Awards 2021 (Emas dan Perunggu) dan Anugerah Dewan Pers 2021 Kategori Media Siber. tapi Tahun Ini, Kompas Menggondol Banyak Penghargaan Bergengsi seperti IPMA 2022 (7 Emas), Indonesia Wow Brand Awards 2022 (Gold Champions Kategori Koran), Anugerah Jurnalisme Adinegoro 2021, Asia Media Awards 2022 (Emas dan Perak), HUT SPS ke 76, InMA Awards, MAW Talk Awards Kategori Media Berpengaruh dan MH Thamrin Awards 2022 Kategori Tajuk. Hebatnya Koran Kompas Mampu bisa Menjadi Lebih Besar dan Nomor 1 di Indonesia (seperti Dituangkan dalam PDF Media Corporate 2021/22). Sepanjang 2022, Kompas Meramaikan Banyak Liputan Khusus yang Sangat Luar Biasa dan Peristiwa Besar dari Waktu ke Waktu menjadi pusat perhatian Rakyat, mulai dari Ekspedisi Tanah Papua yang Dimuat Setiap Sabtu selama 10 Edisi (Diibaratkan Gegar Vaganza 9 Tayang 10 Konser), Mudik Lebaran 2022 (April-Mei), Sea Games 2021 (Mei), Perang Rusia-Ukraina (Juni-Juli), NFT Kompas Diluncurkan (Juni), Berita Ferdy Sambo, Cycling De Jabar 2022, Berita Kematian Ratu Elizabeth II, dll. Kita Tentu Masih Ingat Peristiwa Reformasi 1998 yang Menjadi Tanda era Orde Baru Selesai, Bagaimana Y2K Bug yang Dianggap Error saat Menyambut awal 2000, Bagaimana 11 September bisa jadi Tragedi membesar di Dunia, Bagaimana Tragedi Tsunami Aceh yang Menjadi Bencana Begitu Besar menjelang Pembuka Tahun 2005, Bagaimana Gempa Jogjakarta yang Menjadi Peristiwa Paling Prihatin dalam Sejarah menyambut Pesta Bola Dunia di Jerman, Bagaimana Jokowi jadi Presiden yang Bisa Mencuri Pusat Perhatian Rakyat setelah SBY Pamit dari Jabatannya di RI1, Bagaimana Tragedi Brexit tahun 2016 karena Bisa Macet Begitu Parah, Bagaimana Pernikahan Kahiyang-Bobby Nasution yang Menjadi Perkawinan yang Dihadiri Banyak Tokoh Nasional (termasuk Jokowi dam Prabowo), Bagaimana Asian Games 2018 di Indonesia menjadi Tuan Rumah yang Makin Menggelegar dan Menemukan Energi Asia, Bagaimana Tsunami 2018 di Tanjung Lesung akibat Kematian Semua Personil Seventeen Band Tutup Usia kena Tsunami di Konser Malam Minggu (kecuali Ifan), Bagaimana Pelantikan Jokowi-KH Maruf Amin 2019 yang Dianggap Pelantikan yang Luar Biasa karena Dihadiri Paslon yang Kalah di Pemilu, Bagaimana PSBB di Berbagai Kota sepanjang 2020 mampu Mengatasi Pandemik Covid19 di Indonesia, Bagaimana Joe Biden Menang Besar di Pemilu Amerika Serikat 2020 mengalahkan Petahananya, Donald Trump, Bagaimana KRI Nanggala 402 yang Menjadi Tragedi Paling Luar Biasa saat Momen Ramadan 2021 di Masa Pandemik, Bagaimana Ismail Sabri Yaakob jadi Perdana Menteri Malaysia Baru Menggantikan Muhyiddin Yassin karena Terlalu Banyak Dukungannya dan Memperparah Pelaksanaan Pembatasan Sosial Pergerakan (Perintah Kawalan Pergerakan) sampai jadi Rencana Pemulihan (Pelan Pemulihan Negara), Bagaimana Tim Thomas Indonesia di 2021 Bisa Bangga karena Kembali Rebut Pialanya setelah hampir 2 Dekade lalu Berkat Kemenangan Jojo Christie menghancurkan Li Shifeng, tapi Benderanya Bukan Merah-Putih, melainkan Logo PBSI akibat Doping (jika Jadi Juara Piala AFF 2021/22 milik Thailand, berarti Tak Menggunakan Bendera Aslinya, melainkan Logo Timnas Thailand karena Doping Juga), Bagaimana Perang Ukraina dan Rusia bisa Membawa Kembali Spirit Perang Dunia Pertama dan Ke 2 dan Dipanggil Perang Dunia Ke 3, Bagaimana Konser Tur Dewa 19 di Prambanan yang Membuat Sejarah Besar antara Personil Sekarang (Dhani-Andra-Yuke-Agung-Ello-Virzha) dengan Personil Lama (Ari Lasso-Once-Tyo Nugros), Bagaimana Kasus Ferdy Sambo bisa Diakhiri atau Tidak bisa Diakhiri meskipun ada Wajah Putri Chandrawati yang Tak Disesali, atau Bagaimana Ratu Elizabeth II Meninggal pada Jumat Dini Hari karena Sakit. Ya, Saat itu Banyak Stasiun TV Nasional, Radio Lokal dan Website Berita terbesar Menyajikan dan Memberitakan Banyak Peristiwa-Peristiwa yang Diatas Tadi dan Menjadi Besar meskipun Banyak Tragedi atau Prestasi yang Membawa Perubahan di Negeri Ini dan Koran Kompas menyempurnakannya menjadi Suguhan Cerita dan Peristiwa di dalam Hati para Pemerhati dan Penggemarnya. Di Penyiaran Radio, Hani Fadzil disebut-sebut Sebagai Pengurus Kandungan sekaligus Mantan Penyiar Radio Terbesar di Malaysia, ERA sejak Pertengahan 2022 kembali ke Rumah Lamanya sejak setelah Akhir 2019 Dipecat karena Fokus ke Host Acara M-Pop di TV3 Malaysia, Melahirkan Anak Pertamanya, Bernama Faris Salazar hasil Pernikahannya dengan Obi Wan Faiz pada pertengahan 2017 (kalah Saingannya sama Siti Saleha dan Lutfi) dan Bertugas di Warung Pribadinya, Sila Rasa, Tapi ERA-lah menyempurnakannya berkat Program Baru sejak Juli lalu, Road Show 4 Kota Setiap Sabtu selama Bulan Agustus lalu dan Mengadakan Hari Olahraga Malaysia baru-baru ini. Saat Masih jadi Bos di ERA, Hani sering Merekam IGS dihadapan Penyiar-Penyiarnya seperti Radin, Danial, Zahier, Isha Norsham dan Munaabella. Di Dunia Musik, Ahmad Dhani disebut-sebut Sebagai Penemu Band dari Kota Pahlawan Surabaya dan Musisi Terbesar di Indonesia, Tapi Dewa 19, Ahmad Band dan Triad (bukan Geng GTA) adalah Penyempurnanya Karena Melahirkan Album-Albumnya yang Laris Manis dan Membuat Lagu-Lagu yang Jenius Sekali. Tak Cuma Dewa 19, Dhani ikut Menyumbang Lagu-Lagunya di Band Lain dan Artis-Artis yang Koleganya RCR atau Bukan. dan Jika TV, Radio dan Website yang Menyajikan Berita dan Peristiwa Besar seperti Reformasi 98, Y2K, Ferdy Sambo, dll. diibaratkan Antara Hani Fadzil dan Ahmad Dhani, maka Koran Kompas adalah Era Radio dan Dewa 19nya. Semakin Kuat Dalam Pemberitaan, Koran Kompas bisa Membuat Banyak Peristiwa yang Sangat Besar Sekali Tanpa Ada Hoaxnya dan Bisa jadi Koran Terbaik di Indonesia dengan Banyak Pencapaiannya.


































