Sabtu, Desember 31, 2022

Kompilasi Headline Surat Kabar Tentang Pele Wafat + Sambut Tahun Baru 2023 (update)

Media Indonesia (31 Desember 2022)

Pos Kota (31 Desember 2022)

Pikiran Rakyat (31 Desember 2022)

Kompas (31 Desember 2022)

Republika (31 Desember 2022)

Jawa Pos (31 Desember 2022)

Suara Merdeka (31 Desember 2022)

Tribun Medan (31 Desember 2022)

Kontan (31 Desember 2022)

Tribun Kaltim (31 Desember 2022)

Sriwijaya Post (31 Desember 2022)

Tribun Bali (31 Desember 2022)

Banjarmasin Post (31 Desember 2022)

Super Ball (31 Desember 2022)

Surya (31 Desember 2022)

Tribun Jabar (31 Desember 2022)

Tribun Jambi (31 Desember 2022)

Tribun Jateng (31 Desember 2022)

Tribun Jogja (31 Desember 2022)

Warta Kota (31 Desember 2022)

Harian Metro Malaysia (1 Januari 2023)

Jawa Pos (1 Januari 2023)

Surya (2 Januari 2023)

Tribun Jogja (2 Januari 2023)

Kompas (2 Januari 2023)

Media Indonesia (2 Januari 2023)

Tribun Pekanbaru (2 Januari 2023)

Super Ball (2 Januari 2023)

Koran Sindo (2 Januari 2023)

Tribun Pontianak (2 Januari 2023)

Tribun Timur (2 Januari 2023)

Pos Kupang (2 Januari 2023)

Harian Metro Malaysia (2 Januari 2023)









Ket : 
Nama-Nama Koran yang Tulisannya Muncul dan Disebutkan di Koran JP Radar Mojokerto (Pakansi) Edisi Minggu (Halaman 7).

Selamat Tinggal Republika versi Asli (Analog), Selamat Tinggal Pele dan Selamat Tahun Baru 2023!

Rabu, Desember 28, 2022

Antara Kalam Jumat (Jawa Pos Radar Jombang), Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius (Fikrah) (Banjarmasin Post) dan Buya Menjawab (Sriwijaya Post)

Hari Jumat itu Dibilang Rajanya Segala Hari, Lebih Agung dari Idul Fitri dan Kurban. Seandainya, Kalau Umat Islam pada Hari yang Lebih Agung dari Idul Fitri/Kurban, Kita Bisa Melaksanakan Sholat Jumat. Bukan Cuma Itu, Orang Yang Datang ke Tempat Sholat Jumat (Masjid), Bisa Berkurban dengan Unta, Sapi, Kambing, Ayam dan Telur! Ketika Datang ke Tempat Jumatan, Malaikatnya Pun Banyak di Pintu Masjid Untuk Mencatat dan Mendengarkan Khutbah Jumat yang Disampaikan Sang Khotib yang Menggunakan Tongkatnya. Tongkat yang Digunakan Khotib Saat Khutbah Didengarkan dari Malaikat di Pinggir Masjid Itu Semestinya Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW. Menurut Kitab Al Umm 1, Barang-Barang yang Digunakan Khotib Saat Khutbah Jumat yang Didengar semua Malaikat adalah Tongkat Pendek dan Anak Panah, Keduanya Itu Dijadikan Bertumpu. Bahkan, Setelah Sholat Jumat, Menurut Abah Guru Sekumpul, Harus Membaca Al Fatihah, Ikhlas, Falaq dan An Naas sebanyak 7x! Kenapa Hari Jumat ada Kolom Khusus Islami di Koran-Koran? Karena Sudah Bisa Memuatnya yang Spesial buat Umat Muslim di Indonesia Saat Ini. Mari Kita Simak Detail Kalam Jumat di Jawa Pos Radar Jombang, Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius di Banjarmasin Post dan Buya Menjawab di Sriwijaya Post.


Kalam Jumat (Jawa Pos Radar Jombang)

Halaman Kalam Jumat di Koran Jawa Pos Radar Jombang Hadir Setiap hari Jumat di Halaman 17 dan 21. Ditulis Oleh Kh. Ahmad Musta'in Syafi'ie. Berisikan Tentang Kritikus Agamis atau Religius. "How To Read" dan "Bersambung, Insya Allah" pasti Terus Dimuat dari awal!


Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius a.k.a Fikrah (Banjarmasin Post)

Selain Kalam Jumat, ada Halaman Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religus di Banjarmasin Post Setiap hari Jumat, bertitel "Fikrah" (Kadang Ada / Tidak Ada, di Edisi 23 Desember 2022, Tidak Ada Tulisan Fikrah). Ditulis oleh Kh. Husin Naparin yang Merupakan Adalah Ketua MUI Propinsi Kalsel (bukan Kh. Hassan Mutawakkil yang MUI Jatim). Isi Kolomnya adalah Kritikus Religus yang Mirip dengan Kalam Jumat dr Jawa Pos Radar Jombang yang Memiliki Kata Khasnya "Bersambung, Insya Allah" Terus di How To Read Terus. ada di Halaman 1 dan 4 Banjarmasin Post Edisi Jumat. yang Halaman 4 adalah Tribun Forum. Terpercaya sejak 2000.


Buya Menjawab (Sriwijaya Post)

Jika Kalam Jumat ada di Jawa Pos Radar Jombang dan Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius di Banjarmasin Post, tapi Buya Menjawab adanya di Sriwijaya Post. Buya Menjawab Hadir untuk Anda yang Ingin Jawab Tentang Seputar Masalah Islami. ada Drs. Syarifuddin Yakub yang Akan Menjawabnya. Ada di Halaman 1 dan 7 Koran Sriwijaya Post Edisi Jumat. Sebelumnya ada Salah Satu Penceramah yang Dulunya Muncul Sebelum Drs. Syarifuddin Yakub (Lupa Namanya, Meninggal sekitar 2010/11).



Walaupun Ketiganya, Bisa Menghadirkan Pengetahuan Islam Secara Mendalam...


Jangan Lupa, Setiap Jumat Harus Baca Jawa Pos Radar Jombang yang Kalam Jumat, Banjarmasin Post yang Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius dan Sriwijaya Post yang Buya Menjawab.


Jumat, Desember 23, 2022

Panjangkan Sholat Jumat dan Pendekkan Khutbah Sholat Jumat

Hari Ini Hari Jumat, Kita Harus Siap Pergi Jumatan... Kalau Ga Jumatan, Jadi Dosa Beneran... Sedih... Lebih Baik Kita Akan Bahas lewat Postingan Blog Saya! Insya Allah, Bermanfaat Lurd...


Salah satu sunnah yang perlu diperhatikan para khatib jumat adalah memperpendek khutbah dan memperpanjang salat. Tentunya memperpendek khutbah yang sesuai dengan kaidah syariat, bukan terlalu pendek. Demikian juga, memperpanjang salat dengan tetap memperhatikan keadaan jamaah, jangan sampai terlalu panjang dan membuat jamaah merasa berat.

Perhatikan hadis berikut yang menganjurkan hal ini,

عَنْ وَاصِلِ بْنِ حَيَّانَ قَالَ: قَالَ أَبُو وَائِلٍ: خَطَبَنَا عَمَّارٌ فَأَوْجَزَ وَأَبْلَغَ فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا يَا أَبَا الْيَقْظَانِ لَقَدْ أَبْلَغْتَ وَأَوْجَزْتَ فَلَوْ كُنْتَ تَنَفَّسْتَ فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُـولَ الله يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَـرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا.

Dari Washil bin Hayyan, dia berkata, Abu Wa’il berkata, ‘Ammar pernah memberi khutbah kepada kami dengan singkat dan padat isinya. Dan ketika turun, kami katakan kepadanya, ‘Wahai Abu Yaqzhan, sesungguhnya Engkau telah menyampaikan dan menyingkat khutbah, kalau saja Engkau memanjangkannya.’” Maka dia menjawab, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya panjangnya salat seseorang dan pendek khutbahnya itu menjadi ciri pemahaman yang baik dalam agama. Oleh karena itu, perpanjanglah salat dan perpendeklah khutbah. Dan sesungguhnya di antara bagian dari penjelasan itu mengandung daya tarik.’.” [HR. Muslim]

Dalam riwayat lainnya,

خَطَبَنَا عَمَّارُ بْنِ يَاسِرٍ فَتَجَوَّزَ فِي خُطْبَتِهِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ: لَقَدْ قُلْتَ قَوْلاً شِفَاءً فَلَوْ أَنَّكَ أَطَلْتَ فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ نَهَى أَنْ نُطِيلَ الْخُطْبَةَ

“‘Ammar bin Yasir pernah memberi khutbah kepada kami, lalu dia menyampaikannya secara singkat, maka ada seseorang dari kaum Quraisy yang berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya Engkau telah menyampaikan ungkapan yang singkat lagi padat, kalau saja Engkau memanjangkannya.’ Lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kami untuk memanjangkan khutbah’.” [HR. Ahmad]

Khutbah Yang “To The Point
Salat yang Panjang, tetapi Tidak Membuat Jamaah Lari

Agar khutbah ringkas dan mengena, perlu disampaikan secara “to the point”. Artinya, tidak terlalu melebar ke mana-mana dengan pembahasan yang loncat kesana-kesini. Khutbah seperti ini akan memakan waktu yang sangat panjang dan menyebabkan jamaah yang mendengar menjadi bosan bahkan mengantarkan ke rasa kantuk. Hendaknya khutbah disusun dengan cara menyampaikan poin-poin ringkas atau membatasi pembahasan yang dirasa penting saja.

Khutbah yang ringkas adalah sunnah. Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah berkata,

وأما قصر الخطبة : فسنَّة مسنونة ، كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر بذلك

Adapun memperpendek khutbah, hukumnya sunnah. Dan Nabi shallallahu ‘alahi wasallam memerintahkan hal tersebut.” [Al-Istizkar, 2: 363]

Ibnu Hazm rahimahullah melarang memperpanjang khutbah terlalu panjang. Beliau rahimahullah berkata,

ولا تجوز إطالة الخطبة

Tidak boleh memperpanjang khutbah.” [Al-Muhalla, 5: 60]

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam membaca surat yang cukup panjang dalam salat Jumat. Hendaknya kita meneladani beliau dalam membaca surat-surat ketika salat Jumat.

Yang paling sering kita dengar adalah membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah, sebagaimana dalam hadits berikut ini,

قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Abu Hurairah berkata, ”Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca keduanya (surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah) pada hari Jumat” [HR. Muslim].

Beliau juga pernah membaca surat Al-Jumu’ah kemudian Al-Ghasiyah sebagaimana dalam hadits berikut ini,

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ سَعِيدٍ الْمَازِنِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ

أَنَّ الضَّحَّاكَ بْنَ قَيْسٍ سَأَلَ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ مَاذَا كَانَ يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى إِثْرِ سُورَةِ الْجُمُعَةِ فَقَالَ كَانَ يَقْرَأُ بِهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

“Telah menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi dari Malik dari Dhamrah bin Sa’id Al-Mazini dari ‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa Dhahhak bin Qais bertanya kepada Nu’man bin Basyir, “Surat apakah yang biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jumat setelah surat Al Jumu’ah?” Dia menjawab, “Beliau biasa membaca dengan; “Hal ataaka hadiitsul Ghasyiyah.” [HR. Abu Dawud]

Beliau juga pernah membaca surat Al-Jumu’ah kemudian Al-Munafiqun sebagaimana dalam hadits berikut ini,

حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ

صَلَّى بِنَا أَبُو هُرَيْرَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْجُمُعَةِ وَفِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالَ فَأَدْرَكْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ حِينَ انْصَرَفَ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّكَ قَرَأْتَ بِسُورَتَيْنِ كَانَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقْرَأُ بِهِمَا بِالْكُوفَةِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Telah menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi, telah menceritakan kepada kami Sulaiman yaitu Ibnu Bilal, dari Ja’far, dari ayahnya, dari Ibnu Abu Rafi’, dia berkata, ‘Abu Hurairah salat mangimami kami pada hari (salat) Jum’at, lalu dia membaca surat Al-Jumuah pada raka’at pertama dan “idza jā’akal munāfiqūn” pada raka’at terakhir. Selesai salat, aku menjumpai Abu Hurairah dan berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya Anda membaca surat sebagaimana yang dibaca oleh Ali bin Abu Thalib di Kufah.’ Abu Hurairah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca kedua surat tersebut pada salat Jum’at’.” [HR. Abu Dawud]

Beliau juga pernah membaca surat yang cukup panjang, yaitu surat Qaaf. Diriwayatkan dari Ummu Hisyam binti Haritsah bin an-Nu’man radhiyallahu anhuma, beliau berkata,

مَا أَخَذْتُ (ق. وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) إِلاَّ عَنْ لِسَانِ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا كُلَّ يَوْمِ جُمُعَةٍ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذَا خَطَبَ النَّاسَ.

Aku mempelajari surat Qāf wal Qur’ānil Majīd hanya dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang selalu beliau bacakan pada hari Jumat di atas mimbar ketika berkhutbah di hadapan manusia.” [HR. Muslim]

Terkait dengan panjangnya salat, perlu kita perhatikan bahwa hendaknya bacaan salat tidak sampai membuat jamaah lari dan merasa tidak nyaman. Hendaknya kadar panjang salat dimusyawarahkan dengan ustaz dan pengurus masjid dalam kaidah syariat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّـﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻟِﻠﻨَّـﺎﺱِ ﻓَﻠْﻴُﺨَﻔِّﻒْ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻓِﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﻀَّﻌِﻴْﻒَ ﻭَﺍﻟﺴَّﻘِﻴْﻢَ ﻭَﺍﻟْﻜَﺒِﻴْﺮَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻓَﻠْﻴُﻄَﻮِّﻝْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ

Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah ia meringankannya. Karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan orang tua. Akan tetapi, jika dia salat sendirian, maka dia boleh memperpanjang sesuka hatinya. [HR. Bukhari dan Muslim]

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan,

ﻓﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﻨﻴﺔ ﺇﻃﺎﻟﺘﻬﺎ، ﻓﻠﻪ ﺗﺨﻔﻴﻔﻬﺎ ﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ‏

Ini adalah dalil bahwa siapa yang ingin salat dengan niat memanjangkan, boleh baginya meringankan karena suatu maslahat.” [Fathul Bari li Ibni Rajab, 4: 222]

Ibnu Daqiq Al-‘Ied rahimahullah juga menjelaskan jika ada alasan (illat), yaitu berat (masyaqqah) bagi makmum, maka boleh diringankan. Beliau rahimahullah berkata,

ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺬﻛﻮﺭ ﻣﻊ ﻋﻠﺘﻪ ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺸﻘﺔ ﺍﻟﻼﺣﻘﺔ ﻟﻠﻤﺄﻣﻮﻣﻴﻦ ﺇﺫﺍ ﻃﻮﻝ

Pada hadis ini disebutkan alasannya (illat), yaitu rasa berat (masyaqqah) yang akan didapatkan oleh makmum jika dipanjangkan.” [Ihkamul Ihkam, 3: 258]



Sumber: https://muslim.or.id/66505-panjangkan-shalat-dan-pendekkan-khutbah-jumat.html

Kamis, Desember 22, 2022

Republika Menuju Penghabisan? Tabloid Nova Ikut-Ikutan? (Update)

Di Bulan Ini, Ada yang Mau Pamit dari Dunia Media Cetak. Setelah Majalah Hai (Juni 2017), Tabloid Bola (Oktober 2018), Majalah Donal Bebek (Juni 2020) Koran Tempo (Desember 2020), IndoPos (Desember 2020) dan Suara Pembaruan (Januari 2021) Dinyatakan Berakhir untuk Menerbitkan Versi Analog (Cetak), Kini Giliran Koran Republika dan Tabloid Nova Segera Berakhir Masa Penerbitan Analog!


Sampul Koran Republika Edisi Terbaru (Menuju Penghabisan)


Republika Merupakan Koran yang Terbit Sejak Hampir 30 Tahun Lalu. Pemberitaannya Semakin Sejuk dan Memajukan Negeri Karena Menyajikan Berita dan Informasi Lengkap dari Aspek Apa Saja, mulai dari Politik, Bisnis-Ekonomi, Budaya, Sosial, Olahraga, Pengetahuan dan Hiburan. Ketika Ada Momen Spesial, Republika Memiliki Tabloid Khusus seperti Kompas yang Membuat Tabloid Khusus selama Piala Eropa 2000 dan Dunia 2006 maupun Koran Sindo Membuat Tabloid Khusus Piala Dunia 2014 dan 2018. Mulai dari Jurnal Piala Dunia 1994 maupun Jurnal Piala Dunia 1998 yang Berisi Info Lengkap Piala Dunia. Tak Hanya Itu, Dialog Jumat Menjadi Sisipan Asli Republika sejak Dulu hingga Sekarang Ini, adanya di Hari Jumat! Untuk Edisi Minggu yang Tak Kalah Menarik ada Halaman Cerpen, Senggang dan Islam Digest! Dari Periode 2004 hingga 2005, Koran ini jadi Koran Terbaik milik Dewan Pers mengalahkan Saingan Besarnya Seperti Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia, dll. Sampul-Sampulnya Pun Paling Diingat dan Berkesan adalah Sampul Bergambar Mendiang BJ Habibie yang Memegang Pesawat Kertas baik di Edisi 25 Juni 2016 (Edisi Khusus 80 Tahun Habibie) dan 12 September 2019 (Edisi Khusus Habibie Wafat). Ini Terbukti, Republika berawal dari Kepemilikannya, Yakni ICMI atau Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia dan Akhirnya, dimiliki Oleh Keluarga Besar Mahaka Media yang Menaungi Jak TV (TV Lokal No. 2 di Indonesia dibawah JTV Jawa Timur dan diatas Bali TV) dan Jak FM. Republika pernah Mengadakan Dzikir Nasional dan Tokoh Perubahan Setiap Tahunnya. Koran Ini Bakal Menghentikan Penerbitan Koran pada 31 Desember 2022 dan Bisa Bisa jadi Penghabisan untuk Koran yang Sarat Makna dengan Religiusnya. Setelah Berhenti Terbit yang Koran, Republika Masih Ada lewat versi Digitalnya, yakni Republika.co.id dan Republika.id, Sedangkan Buku Republika Masih Dijual dan Dipasarkan di Toko-Toko Buku Ternama.


Sampul Tabloid Nova Edisi Menuju Penghabisan


Selain Republika, Tabloid Nova Ikut-Ikutan Mau Penghabisan Penerbitan Versi Analognya, Soalnya Ada Surat Edaran dari KG Media yang Menyebut, Nova, Bobo Jr, Mombi dan Mombi SD Dinyatakan Berhenti Terbit mulai Akhir 2022/Awal 2023 Karena Alasan Biayanya yang Sedikit. Tabloid Ini Pun Menghadirkan Edisi Terakhir sekaligus Edisi Ganda yang Terakhir sebelum Berakhir di tahun ini. Isinya Tebal Sekali... Selama Masa Penerbitan Tabloid, Tabloid Nova Laku Keras Karena Menyajikan Berita Tentang Wanita, Keluarga dan Hiburan termasuk Masak-Masak, Zodiak dan Konsultasi Keluarga. Selain Itu, ada juga Info Program Televisi yang Dimuat di Tabloid Ini dr Era 90 hingga 2000an (Sekarang Sudah Ada Legacynya, yakni Acara TV dari Halaman Televisi di Koran Jawa Pos Edisi Minggu). Kalau Begitu, Pembaca Tabloid Nova akan Berpindah Haluan ke Koran Kompas yang Menggunakan Tampilan mulai Januari 2018 silam. 


Nah, Itulah 2 Nama Media Cetak yang Akan Distop Penerbitannya di Tahun Ini, jadi Bagaimana dengan Koran Kompas dan Jawa Pos? Seharusnya Bisa Berhenti Terbit, tapi Masih Ada Penerbitannya yang Koran! Mudah-Mudahan, Koran Kompas dan Jawa Pos Bertahan di Dunia Media Cetak walaupun Republika sudah Gugur.


Update : Hari Ini ada Edisi Terakhir Koran Republika yang Beredar Hari Ini (sudah Termasuk Islam Digest Final Edition). Sabtu Lalu, Republika Jadi 2 Sampul, baik Reguler (ada Berita Piala AFF 2022/23) dan Spesial, Islam Digest (Dipindah dr Minggu Gara Gara Libur Terbit di Hari Minggu). dan Insya Allah, Republika Lanjut Terus di Dunia Digital!

Selamat Tinggal Republika versi Asli (Analog)!

Rabu, Desember 21, 2022

Liputan Nataru 2022-23 di Koran Kompas, Akankah Bisa Menirunya Tidak?

Kemarin Malam dan Tadi, Kita Buat Postingan Blog Tentang Kehebatan Koran Kompas Sepanjang Tahun Ini. Tak Nyangka, Kalau Akhir 2022, Kita Buat Gebrakan Barunya, Yakni Liputan Natal/Tahun Baru (aka Nataru) 2022-23 yang Sudah ada di Koran Ini! Pembahasan di Blog Ini Sama Seperti Pembahasan di Blog Sebelumnya (Klik Disini) Apalagi saat Mau Mendekati Hari Raya Lebaran.


Sampul Koran Kompas Edisi Liputan Nataru 2022-23

Setelah Berakhirnya Piala Dunia 2022, Kini Koran Kompas Giliran Liputan Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Isinya Adalah Berita dan Informasi Seputar Perayaan Natal dan Tahun Baru. Liputan Nataru Menjadi Tradisi untuk Pembaca Ketika Menyambut Natal pada 25 Desember nanti dan Tahun Baru pada 1 Januari tahun depan. Kedua Perayaan Ini Membesar di Akhir Tahun Karena Ini Suka Cita. Terdapat Pula, Para Publik Figur yang Ingin Merasakan Perayaan Natal. Namun, Pada Tanggal Natal yang Diperingati 25 Desember Itu, Koran Kompas Tidak Diterbitkan atau Beredar (bersama Media Indonesia, Republika dan Jaringan Tribun) Dikarenakan Libur dan Dipastikan, Jawa Pos (plus Jaringan Jawa Pos Radar) Masih Terbit Meskipun Tidak Cuti untuk Memasarkan Koran. Perayaan Natal dan Tahun Baru Berbeda Lagi di 2022-23, Karena Bisa Ramai Kembali setelah 1-2 Tahun Ada Pembatasan di Era Pandemik. Pembuktian Kompas untuk Meliput Perayaan Nataru di Tahun 2022 hingga 2023 bisa Meniru Liputan Lebaran 2022 yang Hadir dari 22 April hingga 10 Mei lalu yang Memberitakan Pergi Mudik (Kembali) di Hari Raya Setelah 2 Tahun Gagal Mudik. Salah Satu Media Legendaris milik KG Media Tersebut, Menyajikan Liputan yang Spesial di Saat Momen-Momen Istimewa. Liputan Nataru 2022-23 di Koran Kompas, Bakalan Meniru Spirit Tabloid Bola yang Periode 2000 hingga 2003 menjadi Tabloid Terbesar di Indonesia maupun Tahun 2000 hingga 2005 saat Suryopratomo jadi Pemred!. Mudah-Mudahan Bisa... Nanti pada 31 Desember 2022, Koran Kompas bakal Menerbitkan Edisi Khusus Review 2022 alias Laporan 2022 yang Memuat Kejadian Menarik dari Awal hingga Akhir. Mudah-Mudahan, Bisa Diterbitkan.

Senin, Desember 19, 2022

Koran Kompas Belum Datang jadi Zong? Siapa Takut? (+Bonus, Update)

Hari Ini, Koran Kompas Belum Datang Terus alias Zong seperti awal Bulan Ini dan Menjadi Gagal (Lagi)... Kasihan... Kasihan... Jangan Takut, Kalau Belum Datang, Esok Akan Datang Kembali. Karena Belum Datang Koran yang Favorit selain Jawa Pos! Meskipun Koran Kompas Belum Datang karena Telat atau Kelupaan dari Pihaknya, Berarti Esok Harinya Harus Datang dan Jangan Sampai Zong Korannya. Tak Perlu ada yang Kena Zong, Lebih Baik Masih ada Jawa Pos lah... Hari Ini juga, Jawa Pos Belum ada Headline Berita Kemenangan Final, tapi yang Lainnya Sudah Memuatnya Kadang Telat Deadline, Kadang Tidak... Jika Keinginan Untuk Kembali Mendapatkan Koran Kompas Esok Hari, Lusa dan Kulat, Berarti Harus Diwujudkan Berkat Jadwal Pesanan Koran yang Dibuat menggunakan Microsoft Word dan Tulisan Tangan Menggunakan 1-2 Lembar Buku Tulis. Jadwalnya Pun Bisa Dipesan dan Dikirim Ke Rumah Karena Langganan Koran-Koran Terbaik. Jika Kekosongan Koran Kompas ataupun Surya, Yang Penting Harus Esok Pasti Ada, Walaupun Mesti Tertunda Seharian ke Hari Lain Esoknya. Saya Percaya, Esok Hari dan Lusa, Koran Kompas Bisa Dapat Kembali (Lagi) dan Bisa Menghindarinya agar Berhasil, Insya Allah... Harus Berhasil... Jangan Sampai Gagal...


Bonus :

Kompilasi headline Surat Kabar Tentang Kemenangan Argentina (Kecuali Jawa Pos Belum ada Berita Final dan Esok Harinya, Sudah ada):

 

Republika (19 Desember 2022)

SuperBall (19 Desember 2022)

Surya (19 Desember 2022)

TJP (19 Desember 2022)

Tribun Batam (19 Desember 2022)

Tribun Jabar (19 Desember 2022)

Tribun Jogja (19 Desember 2022)

Tribun Medan (19 Desember 2022)

Kompas (19 Desember 2022)

Media Indonesia (19 Desember 2022)

Kompas (20 Desember 2022)

Media Indonesia (20 Desember 2022)

Republika (20 Desember 2022)

Koran Sindo (20 Desember 2022)

TJP (20 Desember 2022)

Bisnis Indonesia (20 Desember 2022)

Harian Neraca (20 Desember 2022)

Tribun Jambi (20 Desember 2022)

Banjarmasin Post (20 Desember 2022)

Sriwijaya Post (20 Desember 2022)

Pos Kota (20 Desember 2022)

Pikiran Rakyat (20 Desember 2022)

Jawa Pos (20 Desember 2022)

Suara Merdeka (20 Desember 2022)

Super Ball (20 Desember 2022)



Ket : 
Nama-Nama Koran yang Tulisannya Muncul dan Disebutkan di Koran JP Radar Mojokerto (Pakansi) Edisi Minggu (Halaman 7).