Ket :
Sabtu, Desember 31, 2022
Kompilasi Headline Surat Kabar Tentang Pele Wafat + Sambut Tahun Baru 2023 (update)
Ket :
Rabu, Desember 28, 2022
Antara Kalam Jumat (Jawa Pos Radar Jombang), Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius (Fikrah) (Banjarmasin Post) dan Buya Menjawab (Sriwijaya Post)
Hari Jumat itu Dibilang Rajanya Segala Hari, Lebih Agung dari Idul Fitri dan Kurban. Seandainya, Kalau Umat Islam pada Hari yang Lebih Agung dari Idul Fitri/Kurban, Kita Bisa Melaksanakan Sholat Jumat. Bukan Cuma Itu, Orang Yang Datang ke Tempat Sholat Jumat (Masjid), Bisa Berkurban dengan Unta, Sapi, Kambing, Ayam dan Telur! Ketika Datang ke Tempat Jumatan, Malaikatnya Pun Banyak di Pintu Masjid Untuk Mencatat dan Mendengarkan Khutbah Jumat yang Disampaikan Sang Khotib yang Menggunakan Tongkatnya. Tongkat yang Digunakan Khotib Saat Khutbah Didengarkan dari Malaikat di Pinggir Masjid Itu Semestinya Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW. Menurut Kitab Al Umm 1, Barang-Barang yang Digunakan Khotib Saat Khutbah Jumat yang Didengar semua Malaikat adalah Tongkat Pendek dan Anak Panah, Keduanya Itu Dijadikan Bertumpu. Bahkan, Setelah Sholat Jumat, Menurut Abah Guru Sekumpul, Harus Membaca Al Fatihah, Ikhlas, Falaq dan An Naas sebanyak 7x! Kenapa Hari Jumat ada Kolom Khusus Islami di Koran-Koran? Karena Sudah Bisa Memuatnya yang Spesial buat Umat Muslim di Indonesia Saat Ini. Mari Kita Simak Detail Kalam Jumat di Jawa Pos Radar Jombang, Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius di Banjarmasin Post dan Buya Menjawab di Sriwijaya Post.
Kalam Jumat (Jawa Pos Radar Jombang)
Halaman Kalam Jumat di Koran Jawa Pos Radar Jombang Hadir Setiap hari Jumat di Halaman 17 dan 21. Ditulis Oleh Kh. Ahmad Musta'in Syafi'ie. Berisikan Tentang Kritikus Agamis atau Religius. "How To Read" dan "Bersambung, Insya Allah" pasti Terus Dimuat dari awal!
Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius a.k.a Fikrah (Banjarmasin Post)
Selain Kalam Jumat, ada Halaman Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religus di Banjarmasin Post Setiap hari Jumat, bertitel "Fikrah" (Kadang Ada / Tidak Ada, di Edisi 23 Desember 2022, Tidak Ada Tulisan Fikrah). Ditulis oleh Kh. Husin Naparin yang Merupakan Adalah Ketua MUI Propinsi Kalsel (bukan Kh. Hassan Mutawakkil yang MUI Jatim). Isi Kolomnya adalah Kritikus Religus yang Mirip dengan Kalam Jumat dr Jawa Pos Radar Jombang yang Memiliki Kata Khasnya "Bersambung, Insya Allah" Terus di How To Read Terus. ada di Halaman 1 dan 4 Banjarmasin Post Edisi Jumat. yang Halaman 4 adalah Tribun Forum. Terpercaya sejak 2000.
Buya Menjawab (Sriwijaya Post)
Jika Kalam Jumat ada di Jawa Pos Radar Jombang dan Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius di Banjarmasin Post, tapi Buya Menjawab adanya di Sriwijaya Post. Buya Menjawab Hadir untuk Anda yang Ingin Jawab Tentang Seputar Masalah Islami. ada Drs. Syarifuddin Yakub yang Akan Menjawabnya. Ada di Halaman 1 dan 7 Koran Sriwijaya Post Edisi Jumat. Sebelumnya ada Salah Satu Penceramah yang Dulunya Muncul Sebelum Drs. Syarifuddin Yakub (Lupa Namanya, Meninggal sekitar 2010/11).
Walaupun Ketiganya, Bisa Menghadirkan Pengetahuan Islam Secara Mendalam...
Jangan Lupa, Setiap Jumat Harus Baca Jawa Pos Radar Jombang yang Kalam Jumat, Banjarmasin Post yang Tribun Forum Jumat Edisi Kolom Religius dan Sriwijaya Post yang Buya Menjawab.
Senin, Desember 26, 2022
Musik (Tiruan) : Kilas Balik 2022 : DeFam, Alyph, Nuha Bahrin dan Naufal Azrin Bersinar di 2022 jadi Seperti Iwan Fals dan Dewa19 di 2000?
Sabtu, Desember 24, 2022
Televisi (Tiruan) : Kilas Balik 2022 : Moji 2022 jadi Seperti RCTI 2000? (update)
Tak Terasa Kita Sudah Tinggal 8 Hari Memasuki Tahun Depan, 2023. Jadi Kita Buat Kilas Balik sebelum mau Berangkat ke Kota Tragedi Kanjuruhan Awal Oktober 2022 lalu. Postingan Blog ini Diadaptasi dari Postingan di IG Tadi Pagi.
Jumat, Desember 23, 2022
Panjangkan Sholat Jumat dan Pendekkan Khutbah Sholat Jumat
Hari Ini Hari Jumat, Kita Harus Siap Pergi Jumatan... Kalau Ga Jumatan, Jadi Dosa Beneran... Sedih... Lebih Baik Kita Akan Bahas lewat Postingan Blog Saya! Insya Allah, Bermanfaat Lurd...
Salah satu sunnah yang perlu diperhatikan para khatib jumat adalah memperpendek khutbah dan memperpanjang salat. Tentunya memperpendek khutbah yang sesuai dengan kaidah syariat, bukan terlalu pendek. Demikian juga, memperpanjang salat dengan tetap memperhatikan keadaan jamaah, jangan sampai terlalu panjang dan membuat jamaah merasa berat.
Perhatikan hadis berikut yang menganjurkan hal ini,
عَنْ وَاصِلِ بْنِ حَيَّانَ قَالَ: قَالَ أَبُو وَائِلٍ: خَطَبَنَا عَمَّارٌ فَأَوْجَزَ وَأَبْلَغَ فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا يَا أَبَا الْيَقْظَانِ لَقَدْ أَبْلَغْتَ وَأَوْجَزْتَ فَلَوْ كُنْتَ تَنَفَّسْتَ فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُـولَ الله يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَـرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا.
“Dari Washil bin Hayyan, dia berkata, Abu Wa’il berkata, ‘Ammar pernah memberi khutbah kepada kami dengan singkat dan padat isinya. Dan ketika turun, kami katakan kepadanya, ‘Wahai Abu Yaqzhan, sesungguhnya Engkau telah menyampaikan dan menyingkat khutbah, kalau saja Engkau memanjangkannya.’” Maka dia menjawab, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya panjangnya salat seseorang dan pendek khutbahnya itu menjadi ciri pemahaman yang baik dalam agama. Oleh karena itu, perpanjanglah salat dan perpendeklah khutbah. Dan sesungguhnya di antara bagian dari penjelasan itu mengandung daya tarik.’.” [HR. Muslim]
Dalam riwayat lainnya,
خَطَبَنَا عَمَّارُ بْنِ يَاسِرٍ فَتَجَوَّزَ فِي خُطْبَتِهِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ: لَقَدْ قُلْتَ قَوْلاً شِفَاءً فَلَوْ أَنَّكَ أَطَلْتَ فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ نَهَى أَنْ نُطِيلَ الْخُطْبَةَ
“‘Ammar bin Yasir pernah memberi khutbah kepada kami, lalu dia menyampaikannya secara singkat, maka ada seseorang dari kaum Quraisy yang berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya Engkau telah menyampaikan ungkapan yang singkat lagi padat, kalau saja Engkau memanjangkannya.’ Lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kami untuk memanjangkan khutbah’.” [HR. Ahmad]
Khutbah Yang “To The Point”
Salat yang Panjang, tetapi Tidak Membuat Jamaah Lari
Agar khutbah ringkas dan mengena, perlu disampaikan secara “to the point”. Artinya, tidak terlalu melebar ke mana-mana dengan pembahasan yang loncat kesana-kesini. Khutbah seperti ini akan memakan waktu yang sangat panjang dan menyebabkan jamaah yang mendengar menjadi bosan bahkan mengantarkan ke rasa kantuk. Hendaknya khutbah disusun dengan cara menyampaikan poin-poin ringkas atau membatasi pembahasan yang dirasa penting saja.
Khutbah yang ringkas adalah sunnah. Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah berkata,
وأما قصر الخطبة : فسنَّة مسنونة ، كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر بذلك
“Adapun memperpendek khutbah, hukumnya sunnah. Dan Nabi shallallahu ‘alahi wasallam memerintahkan hal tersebut.” [Al-Istizkar, 2: 363]
Ibnu Hazm rahimahullah melarang memperpanjang khutbah terlalu panjang. Beliau rahimahullah berkata,
ولا تجوز إطالة الخطبة
“Tidak boleh memperpanjang khutbah.” [Al-Muhalla, 5: 60]
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam membaca surat yang cukup panjang dalam salat Jumat. Hendaknya kita meneladani beliau dalam membaca surat-surat ketika salat Jumat.
Yang paling sering kita dengar adalah membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah, sebagaimana dalam hadits berikut ini,
قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ
“Abu Hurairah berkata, ”Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca keduanya (surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah) pada hari Jumat” [HR. Muslim].
Beliau juga pernah membaca surat Al-Jumu’ah kemudian Al-Ghasiyah sebagaimana dalam hadits berikut ini,
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ سَعِيدٍ الْمَازِنِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ
أَنَّ الضَّحَّاكَ بْنَ قَيْسٍ سَأَلَ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ مَاذَا كَانَ يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى إِثْرِ سُورَةِ الْجُمُعَةِ فَقَالَ كَانَ يَقْرَأُ بِهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
“Telah menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi dari Malik dari Dhamrah bin Sa’id Al-Mazini dari ‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa Dhahhak bin Qais bertanya kepada Nu’man bin Basyir, “Surat apakah yang biasa dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jumat setelah surat Al Jumu’ah?” Dia menjawab, “Beliau biasa membaca dengan; “Hal ataaka hadiitsul Ghasyiyah.” [HR. Abu Dawud]
Beliau juga pernah membaca surat Al-Jumu’ah kemudian Al-Munafiqun sebagaimana dalam hadits berikut ini,
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ
صَلَّى بِنَا أَبُو هُرَيْرَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْجُمُعَةِ وَفِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالَ فَأَدْرَكْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ حِينَ انْصَرَفَ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّكَ قَرَأْتَ بِسُورَتَيْنِ كَانَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقْرَأُ بِهِمَا بِالْكُوفَةِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ
“Telah menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi, telah menceritakan kepada kami Sulaiman yaitu Ibnu Bilal, dari Ja’far, dari ayahnya, dari Ibnu Abu Rafi’, dia berkata, ‘Abu Hurairah salat mangimami kami pada hari (salat) Jum’at, lalu dia membaca surat Al-Jumuah pada raka’at pertama dan “idza jā’akal munāfiqūn” pada raka’at terakhir. Selesai salat, aku menjumpai Abu Hurairah dan berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya Anda membaca surat sebagaimana yang dibaca oleh Ali bin Abu Thalib di Kufah.’ Abu Hurairah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca kedua surat tersebut pada salat Jum’at’.” [HR. Abu Dawud]
Beliau juga pernah membaca surat yang cukup panjang, yaitu surat Qaaf. Diriwayatkan dari Ummu Hisyam binti Haritsah bin an-Nu’man radhiyallahu anhuma, beliau berkata,
مَا أَخَذْتُ (ق. وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) إِلاَّ عَنْ لِسَانِ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا كُلَّ يَوْمِ جُمُعَةٍ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذَا خَطَبَ النَّاسَ.
“Aku mempelajari surat Qāf wal Qur’ānil Majīd hanya dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang selalu beliau bacakan pada hari Jumat di atas mimbar ketika berkhutbah di hadapan manusia.” [HR. Muslim]
Terkait dengan panjangnya salat, perlu kita perhatikan bahwa hendaknya bacaan salat tidak sampai membuat jamaah lari dan merasa tidak nyaman. Hendaknya kadar panjang salat dimusyawarahkan dengan ustaz dan pengurus masjid dalam kaidah syariat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّـﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻟِﻠﻨَّـﺎﺱِ ﻓَﻠْﻴُﺨَﻔِّﻒْ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻓِﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﻀَّﻌِﻴْﻒَ ﻭَﺍﻟﺴَّﻘِﻴْﻢَ ﻭَﺍﻟْﻜَﺒِﻴْﺮَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻓَﻠْﻴُﻄَﻮِّﻝْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ
“Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah ia meringankannya. Karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan orang tua. Akan tetapi, jika dia salat sendirian, maka dia boleh memperpanjang sesuka hatinya.“ [HR. Bukhari dan Muslim]
Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan,
ﻓﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﻨﻴﺔ ﺇﻃﺎﻟﺘﻬﺎ، ﻓﻠﻪ ﺗﺨﻔﻴﻔﻬﺎ ﻟﻤﺼﻠﺤﺔ
“Ini adalah dalil bahwa siapa yang ingin salat dengan niat memanjangkan, boleh baginya meringankan karena suatu maslahat.” [Fathul Bari li Ibni Rajab, 4: 222]
Ibnu Daqiq Al-‘Ied rahimahullah juga menjelaskan jika ada alasan (illat), yaitu berat (masyaqqah) bagi makmum, maka boleh diringankan. Beliau rahimahullah berkata,
ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺬﻛﻮﺭ ﻣﻊ ﻋﻠﺘﻪ ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺸﻘﺔ ﺍﻟﻼﺣﻘﺔ ﻟﻠﻤﺄﻣﻮﻣﻴﻦ ﺇﺫﺍ ﻃﻮﻝ
“Pada hadis ini disebutkan alasannya (illat), yaitu rasa berat (masyaqqah) yang akan didapatkan oleh makmum jika dipanjangkan.” [Ihkamul Ihkam, 3: 258]
Sumber: https://muslim.or.id/66505-panjangkan-shalat-dan-pendekkan-khutbah-jumat.html
Kamis, Desember 22, 2022
Republika Menuju Penghabisan? Tabloid Nova Ikut-Ikutan? (Update)
Di Bulan Ini, Ada yang Mau Pamit dari Dunia Media Cetak. Setelah Majalah Hai (Juni 2017), Tabloid Bola (Oktober 2018), Majalah Donal Bebek (Juni 2020) Koran Tempo (Desember 2020), IndoPos (Desember 2020) dan Suara Pembaruan (Januari 2021) Dinyatakan Berakhir untuk Menerbitkan Versi Analog (Cetak), Kini Giliran Koran Republika dan Tabloid Nova Segera Berakhir Masa Penerbitan Analog!
Rabu, Desember 21, 2022
Liputan Nataru 2022-23 di Koran Kompas, Akankah Bisa Menirunya Tidak?
Kemarin Malam dan Tadi, Kita Buat Postingan Blog Tentang Kehebatan Koran Kompas Sepanjang Tahun Ini. Tak Nyangka, Kalau Akhir 2022, Kita Buat Gebrakan Barunya, Yakni Liputan Natal/Tahun Baru (aka Nataru) 2022-23 yang Sudah ada di Koran Ini! Pembahasan di Blog Ini Sama Seperti Pembahasan di Blog Sebelumnya (Klik Disini) Apalagi saat Mau Mendekati Hari Raya Lebaran.






















.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)






