Sabtu, Februari 14, 2026
MDTV Selangkah lagi Berusia Setahun
Jumat, Februari 13, 2026
Jumat Berziarah...
Kamis, Februari 12, 2026
Lirik Lagu Opick - Tombo Ati
Da-re-ra-re-ri, da-de-da-re-re-ri-ra
Kaping pisan, maca Qur'an lan maknane
Kaping pindho, salat wengi lakonana
Kaping telu, wong kang saleh kumpulana
Kaping lima, zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine, sapa bisa ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Kaping pisan, maca Qur'an lan maknane
Kaping pindho, salat wengi lakonana
Kaping telu, wong kang saleh kumpulana
Kaping lima, zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine, sapa bisa ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Da-re-ra-re-ri, da-de-da-re-re-ri-ra (ياأرحم الراحمين)
Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, salat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh
Yang kelima, zikir malam perpanjanglah
Salah satunya, siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi
Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, salat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh
Yang kelima, zikir malam perpanjanglah
Salah satunya, siapa bisa menjalani
Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi (ارحمنا، ارحمنا)
(ياأرحم الراحمين)
Rabu, Februari 11, 2026
Veo 3.1 Paling Baru dan Update di Tahun ini dari Gemini
Update Google Veo 3.1 (Januari 2026) yang menghadirkan dukungan native rasio 9:16 (vertikal) memang merupakan respons langsung terhadap dominasi konten video pendek, di mana tren "Drama Cina Mikro" (Micro-dramas/Short-plays) menjadi salah satu pendorong utamanya.
Meskipun dalam rilis resminya Google sering menggunakan istilah umum seperti "mendukung kreator YouTube Shorts dan TikTok", fenomena drama mikro adalah alasan ekonomi besar di baliknya.
Berikut adalah detail mengapa "Geliat Drama Cina Mikro" memaksa Google menghadirkan fitur ini di 2026:
1. Ledakan Ekonomi "Vertical Cinema"
Pada tahun 2025-26, pasar Drama mikro (sering disebut vertical dramas atau miniseries) bukan lagi sekadar tren iseng, melainkan industri bernilai miliaran dolar.
Pergeseran Perilaku: Penonton kini mengonsumsi konten naratif (cerita bersambung) dalam format vertikal di HP, bukan lagi landscape seperti film bioskop/TV.
Efisiensi Produksi: Drama mikro membutuhkan produksi yang sangat cepat dan murah. AI seperti Veo 3.1 menjadi solusi sempurna untuk membuat background, filler shots, atau bahkan adegan penuh tanpa perlu syuting fisik yang mahal.
2. Fitur Veo 3.1 yang "Pas" untuk Drama Mikro
Update Veo 3.1 di tahun 2026 membawa fitur spesifik yang seolah dirancang untuk kebutuhan produser drama mikro:
Native 9:16 (Tanpa Cropping): Sebelumnya, kreator harus membuat video 16:9 lalu memotongnya (crop), yang membuang resolusi dan merusak komposisi. Dengan native 9:16, AI langsung mengomposisikan subjek agar pas di layar HP (kepala tidak terpotong, framing fokus di tengah).
Konsistensi Karakter (Ingredients to Video): Drama mikro butuh karakter yang sama di berbagai adegan. Update Veo 3.1 memungkinkan penggunaan "reference image" agar wajah aktor AI tetap konsisten sepanjang episode—syarat mutlak untuk membuat serial drama.
Durasi & Resolusi 4K: Peningkatan ke 4K dan durasi yang lebih panjang memungkinkan kualitas visual drama mikro AI menyaingi hasil syuting kamera asli.
3. Persaingan Platform (The "TikTokification" of AI)
Google menyadari bahwa platform seperti Douyin (TikTok China) dan aplikasi khusus drama mikro (seperti DramaBox, ReelShort) memakan pangsa pasar waktu layar (screen time) pengguna secara masif.
Jika Google Gemini/Veo tidak mendukung format ini, para kreator konten akan lari ke kompetitor (seperti Sora atau tool AI Cina seperti Kiling/Vidu) yang sudah lebih dulu fokus pada format vertikal.
YouTube Shorts juga dibanjiri potongan drama mikro, sehingga Google butuh tool internal (Veo 3.1) untuk memfasilitasi kreator di ekosistem mereka sendiri.
Kehadiran rasio 9:16 (Vertikal/Portrait) secara native di Google Gemini Veo 3.1 pada tahun 2026 bukan sekadar perubahan ukuran kanvas, melainkan perubahan total pada "Visual Grammar" (tata bahasa visual) yang dipahami oleh AI.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai apa yang terjadi dan manfaat signifikannya, terutama dalam konteks tren Drama Mikro dan konten media sosial:
Apa yang Terjadi? (Perbedaan Teknis)
Sebelum adanya native 9:16, pengguna harus melakukan generation dalam format 16:9 (Landscape) lalu memotongnya (crop). Dengan Veo 3.1 Native 9:16, terjadi perubahan fundamental pada cara AI bekerja:
Pemahaman Komposisi Vertikal (Vertical Blocking): AI tidak lagi menempatkan objek menyebar ke samping. Ia belajar menumpuk informasi secara vertikal. AI tahu bahwa dalam format 9:16, "ruang kosong" di atas kepala (headroom) dan di bawah kaki itu penting, sementara ruang di samping kiri-kanan sangat sempit.
Penghindaran UI (UI Safe Zones): Veo 3.1 dilatih dengan data video medsos, sehingga ia cenderung mengosongkan area sebelah kanan bawah (tempat tombol like/share di TikTok/Shorts) dan area bawah (tempat caption), agar subjek utama tidak tertutup tulisan saat diunggah.
Fokus pada Subjek Tunggal: Algoritma video landscape biasanya bisa menangani banyak orang berjejer. Dalam mode 9:16, AI secara otomatis lebih memprioritaskan close-up satu karakter atau komposisi stacking (atas-bawah) agar visual tetap jelas di layar HP yang sempit.
Apa Manfaat Utamanya?
Berikut adalah keuntungan besar bagi kreator, khususnya produser Drama Mikro dan Marketer:
1. Resolusi Maksimal (True 4K Vertical)
Masalah Lama: Jika Anda memotong video landscape 4K menjadi vertikal, Anda membuang hampir 60% pikselnya. Hasilnya buram (pecah) saat ditonton di HP layar besar.
Manfaat Veo 3.1: Video di-generate langsung dengan resolusi tinggi vertikal. Ketajaman pori-pori wajah aktor AI, detail baju, dan tekstur background tetap tajam (crisp). Ini krusial untuk standar drama mikro premium.
2. "Intimacy Effect" (Efek Kedekatan)
Drama mikro sangat bergantung pada emosi wajah. Format 9:16 adalah format paling intim karena wajah karakter bisa memenuhi seluruh layar HP penonton.
Veo 3.1 memungkinkan pembuatan shot Extreme Close-Up yang emosional tanpa distorsi, membuat penonton merasa aktor AI tersebut berbicara langsung kepada mereka.
3. Efisiensi Produksi (Zero-Edit Workflow)
Bagi studio drama mikro yang harus memproduksi 50-100 episode per minggu, waktu untuk cropping dan reframing adalah pemborosan.
Dengan output langsung 9:16, video hasil generasi AI bisa langsung masuk ke tahap dubbing atau color grading tanpa perlu mengatur ulang komposisi gambar.
4. Penghematan Biaya Set & Wardrobe
Dalam format 16:9, Anda perlu memikirkan background yang luas. Dalam 9:16, area background lebih sempit.
Kreator bisa fokus meminta Veo mendetailkan kostum (wardrobe) karakter dari kepala hingga kaki (full body shot) yang sering menjadi daya tarik utama drama CEO/Kerajaan, tanpa pusing memikirkan detail latar belakang yang tidak perlu.
Kesimpulan: Betul, geliat drama Cina mikro adalah "katalis" yang mempercepat standarisasi format 9:16 di tool high-end seperti Veo. Google tidak bisa lagi mengabaikan bahwa masa depan storytelling digital di 2026 didominasi oleh layar tegak. Dengan adanya fitur ini, hambatan teknis untuk membuat "Drama Cina Mikro" versi AI benar-benar runtuh. Seseorang di kamar tidurnya di Mojokerto kini bisa memproduksi serial drama berkualitas visual setara studio Shanghai, hanya dengan bermodalkan ide cerita dan Veo 3.1.
Itulah Tadi Penjelasan Seputar Veo 3.1 Paling Baru dan Update di Tahun ini. Semoga Semuanya Bermanfaat bagi Penggemar Gemini dan Produk Ai lainnya.
Selasa, Februari 10, 2026
Akhirnya, Rio Zona Aman di Spektakuler 2
Senin, Februari 09, 2026
Sariawan (Maunya) disembuhkan
Minggu, Februari 08, 2026
Antara Rubrik Wisata yang Indonesia terus menerus di Jawa Pos (Sunday Magz) dan Kompas Edisi Akhir Pekan kelak Melejit
Sabtu, Februari 07, 2026
Presenter TV One dari Generasi ke Generasi
Jumat, Februari 06, 2026
Yuk Bertaubat!
Kamis, Februari 05, 2026
Terjadi Gangguan di Hari Kemarin
Rabu, Februari 04, 2026
Menikmati Sate Gurami
Selasa, Februari 03, 2026
Mengenal Paket Plus dari Google Gemini
Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI dan KLIK DISINI
Oktober Tahun lalu (2025), Kali Terakhir Bahas Google Gemini (hingga 2x). dan Sepanjang Tahun ini, pun Sempat ada tapi malah dihapus. Nah, Mari Kita Bahas Kembali seputar Google Gemini.
Beberapa Hari lalu, Aku Sudah Belikan Paket "Plus" dari Google Gemini yang dianggap Harganya begitu Murah karena dibayar Pakai GoPay dengan Uang Sebanyak Mungkin (kalau Tak Cukup Uangnya, harus boleh Tambah dari Bank (atau menyiapkan Cadangan yang Saldo dari Kartu Debit/Kredit), Hemat lho Jangan ada Pemborosan). Sebelum Beli Paketnya, Kan Belum Beli salah satu Paketnya (seperti yang pernah dikatakan di Postingan Blog Sebelumnya) apalagi kan kalau Paket Regulernya Prompt bisa Gagal untuk Fotonya. dan Pasca Pembelian Paket Plus, kan Tidak Apa Apa, tapi semestinya harus Rutin ngePrompt Foto/Video yang lebih Banyak dan terus menerus (tanpa ada Penolakan, kalau ada Penolakan, ya Gagal jadinya) dan tidak akan Membatalkan Langganan asalkan harus diperpanjang ketika Masuknya Pertengahan Ramadhan ini Kelak. dan Nantinya (Insya Allah), kalau Saat Masuknya Ramadhan (kemungkinan Pertengahan), kan harus Bayar lagi tapi Uangnya Harus Cukup (baik GoPay atau Kartu Debit/Kredit), Jika Uang Saya tak Cukup, Mending Tambah Uang dari Bank (kalau mau Tambah Uang lagi ke Aplikasi Bank, haruslah Menunggu Invoice dulu Saban Bulan). Nah, Kenapa Anda Suka Paket Plus dari Google Gemini yang dibilang Akses Lebih Besar dari Paket Gratis (atau Reguler)? Apakah ini Biayanya Murah Sekali tapi Terjangkau? Nah, Mari Kita Simak Penjelasan/Ringkasan Google Gemini Plus yang Berdasarkan dari ChatGPT (Kemungkinan Sedikit Modifikasi pada Teks ini):
Paket “PLUS” dari Google Gemini (sering disebut juga Google AI Plus) adalah langganan berbayar yang memberikan akses lebih ke kemampuan AI Google, khususnya Gemini, dengan fitur dan manfaat lebih dibanding versi gratis — tetapi dengan harga dan fitur di bawah paket premium yang lebih mahal seperti AI PRO atau AI Ultra.
A. Apa itu Paket PLUS / Google AI Plus
Google AI Plus adalah langganan AI tingkat menengah yang dirancang agar pengguna biasa bisa mendapatkan manfaat AI canggih tanpa harus berlangganan paket premium mahal.
B. Fitur Utama Paket PLUS
Berikut ringkasan fitur yang biasanya termasuk dalam paket ini:
-
Deep Research untuk pertanyaan kompleks
-
Nano Banana Pro untuk pembuatan gambar AI
-
Veo (3.1)/Flow untuk pembuatan video (dengan batasan tertentu)
-
NotebookLM untuk riset & ringkasan dokumen lebih lanjut
C. Harga & Posisi Paket
Paket PLUS dirancang lebih murah daripada paket premium seperti AI Pro/Ultra, sehingga cocok buat pengguna yang ingin AI kuat tanpa biaya tinggi. Di banyak wilayah harga promonya cukup terjangkau (mis. sekitar IDR 37.500–75.000/bulan di Indonesia, atau setara ~$5–8 di negara lain). ditambah Biaya Rp. 8.250,- (PPN).
Intinya: Paket PLUS dari Google Gemini adalah langkah tengah antara versi gratis dan paket premium, memberikan akses ke fitur AI lanjutan, tools kreatif, penyimpanan cloud, dan integrasi cerdas ke aplikasi Google, dengan harga yang lebih ramah.
Itu Tadi Ringkasan tentang Paket "Plus" dari Google Gemini, Semoga Semua Bermanfaat buat Semua Penggemar Gemini.

















