Minggu, Januari 25, 2026

Bedah 3 Koran di 2026

Selamat Berhari Minggu, Kayaknya sih Kita Buat Blog yang Membahas Koran, tapi yang Kemarin, salah satu Pembahasan di Awal Tahun ini semestinya sudah dihapus Total dan yang lainnya (sebagian besar Sepanjang Tahun ini), Ikut-Ikutan dihapus, Tiada Drama lagi... Yuk Kita Bahas Blog ini...


Tahun 2026 (alias Tahun Kuda Api) bisa dibilang Tahunnya Tiada Koran Edisi Minggu dalam Format Cetak (Kayak Koran Warta Kota dan Surya yang Sama Sama milik Tribun Network) dan Tahunnya Koran-Koran mempertahankan di era Senjakala Media Cetak meskipun Sebagian Besar Media Cetak sudah Mati atau Pindah Haluan Sepenuhnya ke Digital (kayak Koran Sindo sampai Tabloid Bola kayaknya). 3 Koran Favorit Gue sejak dari Kecil, Semestinya masih ada tapi Bertahan di Gempuran Digitalisasi dan Ai untuk Tahun ini, ada Jawa Pos (Sunday Magz) yang dibilang Korannya yang mengadopsi dari Digital (via Website Berita dan Medsos) di Halaman 12, Foto-Foto dari Antara (Kantor Berita Indonesia yang terkenal sejak dulu) yang Lebih "Bergizi", "Berbudaya" dan "Gila" di Rubrik Khusus yang suka Berpetualang, Informasi Seputar Film-Film yang Suka Nonton Film sampai Rubrik-Rubrik lainnya yang Ringan, Koran Kompas yang bikin Agak Laen tapi Ibarat Kembali bernostalgia lewat Edisi "Akhir Pekan" yang Beredar Setiap Sabtu, Edisi Minggu jadi EPaper Sepenuhnya via Website/Aplikasi dan Edisi Senin-Jumat dengan Sedikit Perombakan dan Koran Media Indonesia yang dibilang Menguburkan Edisi Akhir Pekan khusus EPaper saja.


Koran Jawa Pos (Sunday Magz) di 2026

Tampilan Sampul Jawa Pos (Sunday Magz) tahun 2026

Jawa Pos Edisi Minggu (alias Sunday Magz) memang jadi Salah Satu Koran yang Masih Terbit dan bertahan di Hari Minggu (akibat Kehilangan Koran-Koran Edisi Minggu yang Jenama-Jenama lain Kecuali Kompas yang masih Terbit tapi Fokusnya ke Digital dan akibat Disrupsi Digital), kan Lebih Bervariasi untuk Rubrik-Rubriknya tapi Lebih Ringan, Menarik, Menghibur dan Menginspirasi (patungan Soft News yang Kebanyakan Gaya Hidup/Hiburan dan Hard News), Kayak Wisata, Nasional/Internasional, Film, Drama, Home (Lengkap dengan Solusi Griya), Sportainment, Golf, Wawancara Sang Bintang, What's On Social Media, dll. Ini mungkin Kesinambungan dari Edisi Sabtu (alias Weekend Magz) yang Isinya Dominasi Sastra (antara Cerpen, Puisi dan Buku), Ekbis/Finansial, dll. Edisi Minggu saja Hard Newsnya 10-20% dan Ringan-Ringan untuk Sebagian Besar Rubriknya semestinya 80-90%. 

Tampilan Rubrik Wisata dari Jawa Pos (Sunday Magz) 

yang Rubrik Wisata, cuman Isinya Info atau Artikel Wisata-Wisata di 38 Propinsi di Indonesia yang Tampilannya Visual nan Cantik tapi diperkaya Foto-Foto yang dijepret oleh Tim Fotografi Antara (terus menerus?), Sumber dari Pihaknya dan Tim Fotografi Keluarga besar Jawa Pos Media (kayak Jawa Pos Radar Malang, Jawa Pos Radar Bromo, dll.). Foto-Foto Antara dan Konten (Isi) Artikel Wisata di 38 Propinsi Indonesia yang terus menerus di Rubrik Wisata dari salah satu Koran dari Surabaya tersebut Lebih Bergizi, Berbudaya dan Gila. Yang bahas Wisata-Wisata (atau Budaya) di Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat dan Cimahi) dan Kota-Kota Lain di Jawa Barat pun Rutin dimuat terus menerus, Kalau yang bahas Wisata-Wisata/Budaya di Wilayah Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga dan Kendal) dan Kota-Kota lain di Jawa Tengah pun Sama Saja.  yang Tempat-Tempat Wisata di Luar Negeri (Belahan Dunia), pun Kadang ada (kemungkinan diliput sama sebagian kecil Jurnalis-Jurnalis Jawa Pos di Berbagai Negara di Dunia). 

Tampilan Rubrik What's On Social Media di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Sedangkan, Rubrik What's On Social Media (Halaman 12), kan Isinya Berita-Berita Hiburan (dan Non Hiburan tapi Ringan) dan Viral Indonesia/Dunia yang mengadopsi atau diintisari dari Medsos dan Website Berita. Kan Salah Satu Rubrik di Koran ini Lebih "Netizen" tapi Lebih Bergizi juga (dari Rubrik Show-Selebritis yang hadir di Edisi Senin hingga Sabtu). Buktinya, Tulisan Kode "(lai/ai)" Pasti terus menerus tapi mendominan di Rubrik ini. Nah, Kalau anda Mengcopy Berita dari Kompas.com untuk Rubrik tersebut di Jawa Pos Edisi Minggu, itu Salah Besar, yang Benar kayak !nsertlive.com atau dari Berbagai Medsos yang ada. Sedangkan, yang Nasional dan Internasional, kan Fokusnya Hard News. Jadinya Seperti Koran-Koran dari Keluarga Tribun Network yang Isinya Berita-Berita yang mengcopy/mengambil dari Website Berita Digital milik KG Group. 

Tampilan Rubrik Interview Bintang-Bintang di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Oh Ya, ada Juga Interview Bintang-Bintang yang ada di Halaman 12 diatas What's On Social Media. Yang Rubrik Sportainment (Edisi Minggu), Kemungkinan ada Pratinjau Pertandingan-Pertandingan Besar alias Big Match untuk Sepakbola Dunia (seperti Duel Real Madrid vs Barcelona hingga Arsenal vs MU). Sementara itu, yang Rubrik Film isinya Info Seputar Film-Film Baru yang Belum/Sudah Tayang di Bioskop (jika Rubrik Drama tidak ada, Maka diganti sama Info/Jadwal Film Bioskop Jatim kembali Hadir seperti dulu), Rubrik Drama yang Isinya Informasi Seputar Drama Series Baru dari Indonesia dan Dunia dan Satu lagi, yang Suka Musik, ada Rubrik Musik yang Menyajikan Info Seputar Musik di Indonesia dan Dunia juga (dan Kedepannya, Mungkin ada Kolom Top Music Chart di Rubrik Musik dari Jawa Pos Sunday Magz, bisa berasa Kembali bernostalgia). Oh Ya, yang Salah Satu Rubriknya Jawa Pos Sunday Magz yang dulunya ada Sebelum tergusur, adalah Rubrik "Televisi". Kayaknya sih, Rubrik ini isinya Info Seputar Program Acara dari Berbagai TV Nasional lengkap dengan Kolom "Acara TV" yang isinya Bukan Jadwal, melainkan Detail Program Acara TV (semacam Sinopsis). Nama RCTI (kayaknya Besok Kemungkinan ada Rebranding nih) saja mendominasi dan terus menerus memuat Artikel/Infonya tapi Makin Eksklusif banget dan bersaing dengan Metro TV di Koran Media Indonesia dan Kompas TV di Koran Kompas. Sekarang, Sudah tiada lagi sejak April Tahun lalu dan Semoga, Rubrik Televisinya harus dikembalikan semula dan Fokus Memuat Informasi Program-Program Acara 4 Saluran dari TV Kebon Jeruk/Sirih (RCTI, MNC TV, GTV dan iNews) secara terus menerus tapi Eksklusif, Kalau RCTI yang terus menerus di Rubrik ini, Kemungkinan kelak menyaingi Nama Metro TV di Media Indonesia dan Kompas TV di Koran Kompas. Untuk yang Wilayah Jombang dan Mojokerto, 2 Radar dari Jawa Pos yang Edisi Minggu kan semestinya ada, Yakni Radar Mojokerto dan Radar Jombang Edisi Minggu. Yang Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu, Sampulnya Tidak ada Jargon "The Spirit of Majapahit"nya dan Menghadirkan Rubrik Lifestyle di Halaman 1 dan 2, Desa Bisa/Kita di Halaman 7 dan Someone di Halaman 8 (Kayaknya Kemungkinan isinya Profil Tokoh). Sampul Depan dan Belakangnya Koran dari Mojokerto tersebut Kaya Visual dan Lebih Aesthetic. Untuk Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggunya, di Sampulnya masih menggunakan Tulisan "Minggu" dibawah Logo JPR Jombang. Untuk Rubrik-Rubriknya tetap ada, Seperti Kolom Renungan Minggu (Khusus untuk Umat Nasrani) di Halaman 3 dan 4/5 (Kemungkinan), Berita Jombang di Halaman 4/5 (Kemungkinan juga) dan Inspirasi di Halaman 6 (Kayaknya Kemungkinan isinya Profil Tokoh Juga).


Koran Kompas di 2026

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (2026)

Memasuki Tahun 2026, Koran Kompas pun jadi "Agak Laen" tapi bak Nostalgia, kan Serasa Kembali ke Masa Silam. Koran Kompas Hadirkan Edisi "Akhir Pekan" yang Mengawinkan antara Konten-Konten Edisi Minggu yang Dominasi Rubrik-Rubrik Ringan dan Sastra dan Konten-Konten Edisi Sabtu yang Berita Reguler tapi Tulisannya pasti Mendalam. Beredar Setiap Sabtu dan Tebalnya 20 Halaman (sama Seperti Tebalnya Koran Jawa Pos Edisi Minggu yang 12 Halaman Induk + 4 Halaman JPR Mojokerto Minggu + 4 Halaman JPR Jombang). Mulai Edisi Kedua (10/1 lalu), di Sampul Koran Kompas Akhir Pekan bukan lagi Tulisan "Sabtu" Sendiri, tapi menambah Tulisan "Minggu" jadi "Sabtu/Minggu (Tanggal/Bulan/Tahun)", kan Ini Pasti Gabungan gitu. Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut Lebih Bergizi dan Lebih Menginsprasi untuk Rubrik-Rubriknya dan Lebih Menggoda untuk Tampilannya (seperti yang dikatakan Sang Presenter dan Hilmi Faiq di Segmen Obrolan dari Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan di Kompas TV pada 3/1 lalu). Koran ini Semestinya Memecah 2 Seksi tapi Berasa Nostalgia banget (Kembali ke Masa silam juga), Yang Seksi 1 (Halaman 1 hingga 12) adalah Rubrik-Rubrik yang Gaya Hidup hingga Sastra (termasuk Kolom Khusus) yang dulunya ada di Edisi Minggu tapi Pindah total (termasuk yang Hidup Kembali semacam Puisi?), ada Urbana, Kelana (lumayan mirip dengan Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu), Gaya, Karisma, Layar, Lembar (Info Seputar Buku), Experd, Nada, Kenang Rasa, Weekend (isinya Info Hotel dan Resto plus Gaya Hidup lainnya), Desain dan Ruang, Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Puisi (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Seni, Percik, Udar Rasa, Jeda (menyatukan TTS dan Komik) dan Tentunya Kolom Analisis Budaya yang Biasanya Hadir. Yang Baru di Analisis Budaya pastilah Nama Lynda Ibrahim. Kalau yang lain, ada kayak Ariel Heryanto (bukan Ariel Noah/Peterpan) hingga Saras Dewi (juga muncul di Rubrik Halte dari Jawa Pos Weekend Magz (Edisi Sabtu)). 

Tampilan Sampul Seksi 2 di Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (2026)

Sedangkan yang Seksi 2 (Halaman 13 hingga 20) adalah Berita-Berita Reguler/Hard News (Edisi Sabtu) yang dikasih Sentuhan Lebih Relax (tapi Mendalam) dan tidak takut dengan Tanda Kutip dari Berita Harian Reguler (seperti yang dikatan oleh Hilmi Faiq juga di Obrolan Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan pada 3/1 lalu). Rubrik-Rubrik Reguler dari Edisi Senin-Jumat (seperti Ekbis, Polhuk, Internasional, Regional (Campuran Nusantara dan Metropolitan), Humaniora dan Olahraga) isinya Tulisan-Tulisan yang Lebih Relax dari Berbagai Jurnalis-Jurnalis terkemuka dari Koran ini (seperti Iqbal Basyaari hingga Luki Aulia). Tulisan-Tulisan di Rubrik Regulernya Kompas yang Edisi Sabtu, 90% Features. Oh Ya, Yang Kolom Tajuk Rencana, Berita Umum (cuma di Halaman 13), Jadwal Siaran TV (seperti TVRI Nasional, SCTV, Metro TV, Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV (Jakarta), Kompas TV, RTV dan BTV), Nusantara Bertutur (dulunya ada di Edisi Minggu) dan Foto Pekan ini (dulunya ada di Edisi Minggu juga) ada juga lho di Seksi 2. Harga untuk Koran ini adalah Rp. 17.000,-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 18.000,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). dan Bisa diperoleh lewat Agen/Pengecer Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Lewat Semua Lokapasar (kayak Shopee, Tokopedia dan Gerai Kompas Online (yang Beli Langganan 4-12 Edisi saja)). Oh Ya, Tersedia juga lewat EPaper di Kompas.id (selain yang Koran Cetak). Bagi anda yang di Wilayah Pacitan, Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, Jembrana dan Karangasem di Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta dan Prabumulih di Sumsel, Kompas Edisi Akhir Pekan yang Lebih tebal tidak bisa Layani Pengirimannya (sebagaimana di Website Gerai Kompas). dan dipastikan akan jadi The Next "Tabloid Monitor (1986-1990)", "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta Jakarta (1986-1999?)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)" dan "Majalah Hai (1977-2017)" dan nantinya, Kelak Melesat seperti Roket (seperti Koran Kompas Minggu era Sebelum Pindah ke Digital Sepenuhnya ataupun Tabloid Monitor/Citra).

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Minggu tahun 2026 (setelah jadi EPaper Sepenuhnya)

Sejak Adanya Edisi Akhir Pekan di Hari Sabtu (sejak 3/1 lalu), Edisi Minggu pun Agak Laen juga karena sudah Jadi EPaper sepenuhnya (Mengingatkan Kita Pada Koran Media Indonesia Edisi Sabtu-Minggu jadi EPaper pada 2024-25, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya?) dan Bukan dalam versi Cetak sejak 4/1 lalu. Kayaknya, Edisi Minggu pun Isinya Sedikit Sama seperti yang Edisi Senin hingga Jumat, tapi yang Rubrik "Weekend" masih ada dari Edisi Sabtu, Jadwal TV menghilang, Rubrik Opini bertambah banyak jadi 3 Halaman (lebih besar dari yang Edisi Senin hingga Jumat), Mengubur Profil Tokoh yang Sudah jadi Tradisi Saban Minggu (kayaknya mirip dengan Rubrik Inspirasi di Jawa Pos Radar Jombang dan Someone di Jawa Pos Radar Mojokerto) dan Juga Menyisakan 1 Rubrik khas Minggu "Infografik" yang dipertahankan Sejak Bertahun-tahun Sebelumnya. Kalau Mau Akses EPaper yang Edisi Minggu, Harus Buka dulu Website (atau Aplikasi) Kompas.id dan Bisa Lihat Isi-Isinya Kompas Minggu di 2026 yang jadi EPaper Sepenuhnya. Masya Allah, Kenapa Koran Kompas masih Terbit di Minggu? Ga Pa Pa kan, hanya ada di Digital saja lah... Bukan Cuma Edisi Minggunya jadi EPaper Sepenuhnya, tapi yang Sampul Koran Kompas di Semua Edisi (dari Senin hingga Minggu) pun sudah Hapus "QR Code"nya setelah 8 Tahun Berganti Tampilan (kayaknya sekitar Januari 2018 silam). Setelah adanya Perubahan di Edisi Sabtu dan Minggu, ada Perombakan/Perubahan Kecil yang dilakukan oleh Koran ini, ada Karikatur "Joni dan Poni" (bagian dari Opini) yang awalnya di Edisi Sabtu, kini Pindah lebih awal ke Edisi Rabu (Menggantikan Karikatur Utama Rabu yang Tak lagi Hadir), Rubrik "Sudut Pandang" (bagian dari Internasional) yang awalnya di Edisi Minggu, kini Pindah lebih awal ke Edisi Jumat, Kolom Analisis Ekonomi yang Biasanya muncul di Edisi Selasa kini sudah menghilang seketika (kini kemungkinan dialihkan ke Peluang Usaha/Weekly Plan/BaZi di Koran Jawa Pos Edisi Minggu dan KTF di Sebagian Besar Koran-Koran Tribun Network), Kehilangan Rubrik "Geliat Kota" dan "Sawala" (Rubrik Spesial Kebudayaan berdasarkan hasil Diskusi?) yang Sama-Sama hadir di Edisi Jumat (yang Satunya (Geliat Kota) dipindahkan ke Rubrik Desa Kita milik Jawa Pos Radar Mojokerto/Jombang dan yang Satunya lagi (Sawala) dipindahkan juga ke Rubrik Wisata yang Fokus isinya Info Wisata/Budaya di 38 Propinsi di Indonesia milik Jawa Pos Edisi Minggu juga, keduanya Sedikit Mirip?), Sosok/NaPer (Nama dan Peristiwa) yang Bukan lagi dari Senin hingga Sabtu, tapi Tinggal Setiap Senin hingga Jumat dan Tentunya, Beberapa Figur-Figur baru jadi Pekolom di Analisis Politik (seperti Zainal Arifin Mochtar, Nurul Hasfi dan Firman Noor). Ketebalannya (untuk Edisi Senin-Jumat dan Minggu), semestinya tetap 16 Halaman. dan Harganya pun tetap Rp. 12.000.-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 12.500,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). Yang Iklan-Iklannya (kayak Optik Melawai yang serentak dimuat di Koran Jawa Pos) pun masih ada atau tidak ya? aduh... Jangan Baper, kan ini Minim Mungkin... Kayaknya, yang Edisi Senin hingga Sabtu mesti ada Iklan-Iklan Produk berkomersial/bukan (dulu kan Kebanyakan di Masa Silam, tapi kini, sudah Minim gitu karena ada Digitalisasi). Ini Mungkin adalah Gebrakan-Gebrakannya A. Haryo Damardono yang Kini jadi Pemred Koran Kompas sejak awal Mei tahun lalu. Semenjak Beliau jadi Pemred Baru Koran Kompas, Gebrakan dan Inovasinya yang sudah dilakukan dari Tahun lalu, seperti Sisipan Pendidikan Turki yang berformat Tabloid pada 5/6 tahun lalu, Menerbitkan Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman yang Bisa dipreorder pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan "Joni dan Poni", Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang Bisa dipreorder pada Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Jadwal Metro TV yang Menggantikan GTV pada September Tahun lalu, Memperkenalkan "Kompas ONE" yang Memadukan Semua Konten Berita Digital dari KG Group pada September Tahun lalu juga, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khusus Kompas yang Geliat Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia (setebal 40 Halaman) yang Bisa dipreorder pada Oktober Tahun lalu, Menghadirkan Lipsus Masyarakat Adat yang Hadir sejak Pertengahan November Tahun lalu, Mendominasi Pemberitaan Presiden RI Prabowo/Wapres RI Gibran dan Kabinet Merah Putih sejak dari era Pemred Pendahulunya (Sutta Dharmasaputra) (tapi semestinya Berimbang meskipun sejak dari Lahir, Presiden Indonesiannya bergonta-ganti), Mendongkrak lewat Pemberitaan Bencana Alam Besar di Aceh, Sumut dan Sumbar yang terjadi Sejak Akhir Tahun lalu, Menghadirkan Sajian Ekspedisi Kelapa dan Menghadirkan Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas Hutan Sumatra Lenyap dan Langsung jadi Pusat Perhatian semua Netizen. Inovasi yang Saat ini (masih dikuasai A. Haryo Damardono sebagai Pemred), adalah Kehadiran Kompas Professional untuk Sektor Mining.

Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman

Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman

Tabloid Bola Hidup Kembali Lewat Edisi Khusus Seputar Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi 12/12 Tahun lalu (2025)

Yang Paling Berkesan adalah Edisi Khususnya Kompas yang Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia. Tapi dalam Format Tabloid karena Mengembalikan Tabloid Bola yang sudah Mati sejak bertahun-tahun sebelumnya. Kan Saya Ingat gue, pasti dipreorder sampai 2x Selama Periode Pre Order (dari 29 September hingga 21 Oktober Tahun lalu) dan Bisa dapat 2 Tabloidnya (termasuk Bonus Poster?) secara Serentak pada 26 Oktober Tahun lalu (2025), Masya Allah, kenapa kok dapat 2? kan Serasa Nostalgia dan Satu lagi, Djarum Foundation jadi Sponsor Pendukung untuk Edisi Khusus ini (kan keinget Iklan Rok** Djarum Super versi Promosi Siaran Langsung Sepakbola dari Tanah Eropa di akhir 90an/awal 2000an gitu, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Harga untuk Pre Ordernya Tabloid Bola by Kompas adalah Rp. 60.000,- (dapat 1 Bonus Poster) dan Rp. 120.000,- (dapat 2 Bonus Poster dan Bonus Kompas.id hingga 6 Bulan). dan Satu lagi, ada Edisi Jurnalisme Data yang Bahas Hilangnya Hutan Sumatra Beredar pada 12/12 Tahun lalu dan Menjadi Unik, karena dikasih Sampul Khusus yang terbuat dari Kalkir. Kayaknya sih, Koran ini memang "Memasak" dan Langsung jadi Pusat Perhatian Semua Netizen karena Ulahnya sang Pemred Saat ini (A. Haryo Damardono). dan Gebrakan Selanjutnya (untuk Tahun ini), Kemungkinan (Insya Allah) Siap hadir, ada Pemuatan Kolom Jadwal Imsakiyah di Jakarta dan Sekitarnya yang Lengkap dengan Sponsornya (Kayaknya Kemungkinan ada BSI yang kayak Ramadhan Tahun lalu) di Sampul Koran Kompas untuk Sepanjang Bulan Puasa Tahun ini nanti, Menerbitkan Edisi Khusus Lebaran 1447H/2026M yang Bergaya seperti Tabloid Citra atau Nova di Masa Silam (kemungkinan Hidup Kembali kayak Tabloid Bola di Tahun lalu) tapi kemungkinan bisa dipreorder di Februari/Maret nanti, Menerbitkan Edisi Khusus Panduan/Prediksi Piala Dunia 2026 yang Bergaya seperti Tabloid Bola atau Soccer di Masa Silam juga tapi kemungkinan bisa dipreorder di Mei/Juni nanti (ntar bisa Ulangi yang 2025 silam) hingga Liputan Khusus Event Besar Dunia seperti PD dan AG. Semoga Saja, Koran Kompas di 2026 bakal Memasak terus dan bisa Mengulang Memori-Memori di Masa Silam (dulunya Jenama-Jenama yang Saudaranya Kompas masih Beredar sebelum Semuanya Mati).


Koran Media Indonesia di 2026

Tampilan Sampul Koran Media Indonesia Edisi 56 tahun Berkarya (19/1)

Awal Tahun ini jadi Minim (tapi Mapan) bagi Media Indonesia yang Sudah Berusia 56 tahun Berkarya pada 19/1 lalu. Salah Satu Jenama Koran dari MGN tersebut pun Mengubur Edisi Sabtu dan Minggu yang Biasanya dalam Format EPaper Sepenuhnya seperti Beberapa Tahun lalu (seperti yang disebutkan diatas Tadi). Yang Tanggal 3 (atau 10) Januari lalu, Sempat Ada Edisi Sabtunya yang Full EPaper, tapi Sayangnya (Sabtu-Minggu Berikutnya) sudah Tidak ada lagi (kalau ada yang Edisi Sabtu Full EPaper atau tak ada, Ga Pa Pa juga). Sejak Menguburnya Edisi Sabtu dan Minggu (dalam Format Full EPaper?), Koran ini Menyisakan Terbit 5 Hari saja, dari Senin hingga Jumat. Kayaknya ini Kemungkinan akan Bertranformasi ke Dunia Digital berkat "Media Indonesia Digital First". Ya, Konten-Konten Sabtu dan Minggu pun Ikut Pindah lebih awal (seperti Kompas yang Tadi), ada Kolom Tendangan Bebas dari Suryopratomo (Mantan Pemred Kompas era 2000-2008 dan Mantan Dirut Metro TV era 2017-2020) yang Biasanya di Edisi Sabtu, Pindah lebih awal ke Edisi Jumat dan Duo "Tradisi Lisan" dan "Esai Foto" (kayaknya Keduanya Nyaris mirip dengan Kebanyakan Foto-Foto dari Antara sama yang lain dan Artikel Wisata di 38 Propinsi di Indonesia di Rubrik Wisata dari Jawa Pos Edisi Minggu yang terus menerus juga atau Foto Pekan ini milik Koran Kompas Edisi Sabtu) yang awalnya main di Edisi Minggu dan Berpindah ke lebih awal juga ke Edisi Jumat (secara bergantian?). Oh Ya, ada Rubrik Opini bisa sampai 2 Halaman Saja, lebih Banyak (mirip mirip dengan Kompas yang Opininya banyak cuma 2-3 Halaman). Untuk Rubrik-Rubrik lain masih Bertahan! ada Selekta, Politik, Ekbis, Metropolitan, Tanah Air/Nusantara, Humaniora (sama seperti yang Kompas tadi), Olahraga, Seleb (Lengkap dengan On This Day?) dan Info Program Acara Metro TV (lebih mirip dengan Info Program Acara RCTI di Kolom Acara TV milik Jawa Pos Edisi Minggu era 2024-25 silam dan Kompas TV di Koran Kompas era 2012-2017 silam). Oh Ya, Koran Media Indonesia dapat Penghargaan dari Adam Malik Awards 2026 kategori Media Cetak dan Langsung Kalahkan Koran Kompas yang terus mendominasi dari dulu (kecuali 2020 direbut Republika Koran (alm)). Kayaknya ini, Meniru Prestasi Republika Koran tahun 2020 yang waktu itu Kalahkan Kompas ya? Masya Allah, Kok bisa? Hehehe... Ini kan Cuma menyaingi lah... Untuk Rencana Selanjutnya (Insya Allah), Koran Media Indonesia bakal ada Kolom Jadwal Imsakiyah di Jakarta dan Sekitarnya di Sampul Depan pada Ramadhan ini nanti.


Jadi, Koran Jawa Pos yang Sunday Magz itu Lebih Bervariasi, Ringan, Menarik, Menghibur dan Menginspirasi dengan Rubrik-Rubriknya (semacam Wisata yang Isinya Foto-Foto yang dijepret oleh Tim Antara yang terus menerus tapi Lebih Bergizi, Berbudaya dan Gila dan What's On Social Media yang lebih Banyak Berita-Berita Ringan/Hiburan yang mengambilnya dari Website Berita dan Medsos) tapi Beritanya dikasih (lai/ai) terus menerus, Koran Kompas itu Jadi Agak Laen bak Nostalgia meskipun sudah ada Edisi Akhir Pekan yang Mengawinkan Konten-Konten Ringan Edisi Minggu dan Konten-Konten Berita Reguler/Tulisan Mendalam Edisi Sabtu, Edisi Minggu jadi EPaper sepenuhnya dan Terjadi Perombakan/Perubahan Kecil di Sepanjang Tahun ini dan Koran Media Indonesia jadi Minim tapi Mapan karena Menguburkan Edisi Sabtu dan Minggu yang Format EPaper Sepenuhnya juga.


Itulah Tadi Ringkasan Bedah 3 Koran Favorit gue di 2026 yang masih Bertahan di Masa Gempuran Disrupsi Digital, Gempuran Ai dan Eranya Koran Edisi Minggu yang versi Cetak Hilang sebagian-sebagian. Semoga Saja, Ketiganya terus Langgeng di Tahun Kuda Api. 

Sabtu, Januari 24, 2026

16 Memori di 2016

Nah, dari 50 yang didaftar (yang dari Buku Tulis), tapi 16 Saja yang dipilih Gue (dimodifikasi Sedikit dan termasuk yang Saat ini). Ini Dia, 16 Memori yang Paling diingat Gue di 2016 silam (alias 1 Dekade lalu). Ini kan Masih "2026 is The New 2016" yang menggeliat:


01. Piala Eropa 2016 dan Copa America Centenario semestinya digelar serentak pas Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran 1437H/2016M



02. Rio Haryanto jadi Pembalap F1 dari Indonesia yang Pertama


03. Catatan si Boy The Series vs Tuyul dan Mbak Yul Reborn, Achmad Megantara vs Pamela Bowie?


04. Jelajah ke Jogjakarta bareng Papiku dan si Elfan cuma datang ke Jogja Library Center dan Taman Pintar (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya)


05. Tontowi dan Liliyana Raih Emas di Olimpiade di Rio de Janeiro Caba


06. Awal Kemunculan Adriana Adnan (saat itu usianya 21) jadi Presenter Acara HLive di Astro (sekalian Debut Main Drama Series saat itu juga) 


07. Tragedi di Sarinah, Tol Brexit pas Jelang Hari Raya Lebaran, 411 dan 212





08. Cleveland Cavaliers vs Golden State Warriors, Final NBA paling Tegang tapi Asik (Cleveland kalahkan Golden State)


09. Gue Kena Cacar Air di Pertengahan/Akhir Agustus


10. Sunrise Mall Mojokerto Lahir


11. Elizabeth Tan dan Just Duet


12. Duo AmyrAmar (Amyra Rosli dan Amar Baharin) di Puncak Kejayaan dan Bisa Kawin


13. De Fam ke Singapura untuk Manggung (sekitar Juni 2016?) dan Daiyan Trisha nyanyi sama Calvin Jeremy (sekitar Akhir 2016?) 


14. Kisah Upin Ipin yang "Kenapa Tak Elak"


15. Nostalgia Sambil Nonton Iklan-Iklan Lawas era 90an


16. Awal Masuk Kantoran Gue setelah Tinggalkan Sekolah TKS




Saat ini (2026):

01. Adzan Subuhnya Pak Yono di Subuh tapi Nadanya "A" Saat Adzan (Hayya Ala Shola/Falah) sangat tinggi hanya 10-12 Detik saja (semisal di Hari Minggu Subuh?), Melantunkan Syair Abu Nawas (alias I'tiraf) di Musholla Al Amin Setiap hari Jumat setelah Adzan Subuh dan Melantunkan Allahumma Sholli A Salim Ala (nadanya setara dengan I'tiraf) di Musholla yang Sama Setiap hari Minggu setelah Adzan Subuh (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan yang Sebelumnya)

02. 2 Presenter SPM (alias Selamat Pagi Malaysia) di RTM TV1 Setiap hari Jumat Pakai Baju Melayu untuk Presenter Pria dan Baju Kurung untuk Presenter Perempuan (kalau Pas 17 Ramadhan maupun Pas Hari Raya Lebaran, sama saja) (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan yang Sebelumnya juga)

03. Melantunkan Ya Robbi Sholli Ala Muhammad (nadanya seperti Sepohon Kayu), Ya Rasullulah (nadanya setara dengan Zaman Wis Akhir), Sholatullah (nadanya seperti Lagu Mari Sholawat dari Wali Band?), Ya Nabi Salam Alayka, 4 Marhaban dan Ya Badrotim oleh Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuan di Musholla Setiap hari Jumat waktu Sore (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya juga)

04. Pak Bambang (atau Sabrun) sering jadi Langganan Datang ke Musholla Al Amin Mojokerto untuk Jadi Muazin di Waktu-Waktu Sholat tertentu (yang Subuh diisi Pak Yono?) dan Musholla Al Amin Sedang diperbaiki Besar-besaran (kemungkinan)

05. Gue Kerja di Garasi Print

06. Setelah Sholat Maghrib, di Musholla Babussalam Mojokerto adakan Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib Jelang Isya, tapi cuma sebut "Ramadhan" atau Tidak dan Sekaligus Adzan/Iqomah Isya setelah Pengajian Selesai (Penceramah di Musholla Babussalam Mojokerto sekaligus Merangkap Muazin Isya), Suara Adzan dan Iqomah Isya yang terdengar dari Musholla di Jl. Kedungsari Mojokerto tersebut Khusus Setiap Jumat (setelah Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib berakhir), terdengarnya serasa Keingat seperti di Kawasan Karangwidoro, Dau, Malang saat saya Menginap di Malang (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya)

07. Adriana Adnan saat ini masih Tampil di Drama Series Impiana Karma di Astro

08. Duo Jazmy Juma dan Tracie Sinidol adalah Duta Ramadhan-Lebaran di Kubu MPB di 2026

09. Nadilla Saleh masih nongol terus di Kabar Petang di TV One setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu dan MNL Bareng Valentinus Resa di Metro TV setiap Senin hingga Jumat Malam (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga) serta di Nightline TV3 Setiap hari di Tengah Malam (Waktu KL) ada Liyana Hasannel, Sabrina Zainal, Nadia Azmi, Nurin Razmyn, M. Ahmed Hamdan, Natasha dan ZKOA (Zahir Kelvin Ong Abdullah) yang rutin Nongol secara bergantian

10. Piala Dunia 2026 siap digelar, tapi Persiapannya sedikit Berantakan atau Tidak? 

11. Bakar-Bakaran di Rumah Gue (Kembali?) (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga)

12. Kerjasama Azira Shafinaz dan Daiyan Trisha di Salah satu Drama baru dari Tonton

13. Microdrama/Dracin dan Selebritis Malaysia main Medsos (terutama Rekam IGSnya si Elly Arifin atau Shaffiq Erwin?) 

14. di Radio Best FM pasca Rebranding (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga), Ga ada Iklan Promo Semua Program-Programnya Best FM, tapi yang Promo Acara Radio tinggal Geng Sirah Best Pagi (Saban Jumat) sama Carta Best dan Baru di Best (Keduanya di Akhir Pekan) yang tersisa tapi bertahan

15. di Radio Suara Surabaya (frekuensi 100 FM) ada Informasi Ringkas (alias Flash News) yang terus menerus nongol Setiap hari Setiap Jam tapi Tidak ada Sponsornya dan di SRadio Malang (frekuensi 98,2 FM) semestinya bisa didengar/ditonton via Live Streaming Visual di Website Resminya 

16. Duta Sheila On 7 adalah Duta Simpati dari Telkomsel



Itulah Tadi 16 Memori 2016 yang dipilih dari 50 Memori dari Buku Tulis yang dibuat Beberapa hari lalu (termasuk yang Saat ini). Semoga, Kenangan Kita tetap Ada.



P/S:

Yang Postingan Kemarin, Sempat dibuat dan Semestinya dihapus. dan Satu lagi, yang Postingan Blog pada 14/1 lalu, Ikut dihapus. Akibat Penghapusan 2 Pembahasan Blog Kemarin, Berarti akan dimerger jadi 1 Saja dan dibuat yang Baru, Ok! 

Kamis, Januari 22, 2026

Cerita di SSB Hj. Hesti Mojokerto

Kemarin Malam, Gue dan Sekeluarga (Mami dan Papiku, tapi minus si Alma dan si Elfan) pergi Makan Kuliner di SSB (Spesialisnya Soto Boyolali) Hj. Hesti di Mojokerto. Nah, Ini kan Sudah datang ke Sini untuk Pertama Kali bagi gue (kalau kali kedua atau ketiga, belum tahu ya).

SSB Hj. Hesti di Mojokerto

Walaupun Sudah Masuk, Saya Mau Pesan Makanan yang Enak dan Pilih Menunya. Semacam Soto Khas Boyolali yang Bening tapi Segar. Eh, Tunggu, ada Foto-Foto Para Tokoh-Tokoh Besar yang Pernah datang ke Restoran tersebut.

Meja Nomor 8

Walaupun Saya dapatnya Nomor 8, kan Mesti Menikmatinya. Awalnya, kan Memilih Sate Cingur, itu Pasti Ngawur Pilihannya karena tak dibaca, Seharusnya, Kalau Pilih Menu, Harus dibaca dulu dan Akhirnya, Memilih Sate Usus... Oh Ya, yang 1 Botol Le Minerale juga Bisa diambil nih... termasuk yang Sosis Solo sampai Gorengan-Gorengan lainnya.

Wow, ada Soto Boyolali nih...

Soto Boyolali dilahap Gue, Enak deh... Walaupun, Kuahnya kan Sebening Soto-Soto lainnya. Mantap... dan Setelah Puas Makan, Kita Mau Ngantri sama Mamiku di Kasir. di Kasir, ada Banyak Sekali Oleh Oleh khas Kota Boyolali, karena Kalau ke Boyolali Jangan Jauh-Jauh lah, kan serasa seperti di Boyolali. dan Setelahnya, Gue dan Mamiku Kembali ke Mobilnya. Sebelum Naik Kembali Mobilnya, malah Mamiku bilang "Astaghfirullah" kan Hampir mau Tabrak nih... hehehehe... dan Akhirnya, Naik Mobil Mercy nih... 


Itulah Tadi Sekelumit Cerita tentang Makan Malam di SSB Hj. Hesti Mojokerto.

Kamis, Januari 15, 2026

BTS #KamiKembali

Akhirnya, Boyband terbesar di Dunia, BTS kembali bersatu setelah 4-5 tahun Vakum! Kita Tahu, Bahwa Boyband ini Sempat Wamil dan mengeluarkan Beberapa Single Solonya. Ya, Boyband yang Beranggotakan Jungkook, V, Suga, Jimin, RM, Jin dan J-Hope itu sudah Selesai Menjalankan Wamil (alias Wajib Militer). di Tahun ini, BTS siap Rilis Albumnya (Kembali) buat semua ARMY (Nama Fansnya BTS) se Dunia pada 20/3 nanti (bertepatan dengan Malam Sambut Lebaran?). dan Satu lagi, Bakal Menggelar Konser Roadshow di Seluruh Dunia termasuk Indonesia yang kelak dijadwalkan di Akhir Tahun ini. BTS di 2026 "#KamiKembali" dan Semoga bakal jadi Legenda kelak seperti Westlife, NKOTB dan One Direction di Masa silam. 

Selasa, Januari 13, 2026

Radio itu (Pasti) Berani Beda (di Tahun ini) (Update, Revisi)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Sudah Lama Ga buat Postingan Blog Seputar Radio, Sekarang Kita Bahas Radio Kembali untuk Tahun ini.

Memasuki Tahun Kuda Api alias 2026, Radio selalu Pasti Berani Beda untuk Tahun 2026. Best FM yang Baru-Baru ini Sudah di Rebranding per 1 Januari lalu, dimana Logonya Berubah dan Jargonnya juga Berubah (sesuai Hasil Sayembara yang dilakukan pada Akhir Tahun lalu), bukan lagi "Terbaik Untuk Harimu" melainkan "Suara Dunia Baharu". Pasca Terjadinya Rebranding, Salah Satu Radio terkenal dari Johor tersebut Mengubah Program Acaranya Semua (kecuali yang Lama), seperti Best Pagi Onz yang dipandu Ad dan Kudien/Anna (dulunya Geng Best Pagi), Best Relax (dulunya Best Hits) yang dipandu Ieqa dan Hafidz, Best Havoc (dulunya Best Petang) dipandu sama Duo Daenee dan Helmy dan Best Night Talk (dulunya Best Night) yang dipandu oleh Aiman Sabri. Untuk Akhir Pekan Pula, masih ada Best Hujung Minggu dan termasuk 2 Program Barunya (antara Best Retro dan Best Selebriti Corner). Tak Cuma itu, Program Acara "Geng Sirah Best Pagi" tak bisa Ubah Namanya dan masih Mempertahankan Namannya tapi Hadir Setiap Jumat Pagi. Program ini dipandu bersama Ad, Kudien dan Ustadz Rafie Borhan. Program ini Selalu Eksklusif di Best FM Johor dan Mampu Bersaing dengan Sajian Eksklusif di F&N Pagi Zayan di Hari Jumat dengan Segmen "Sahabat Syurga" yang dipandu Faizal Ismail, Nana Mahazan dan Ustadz Izmir Fareez (sebagaimana dalam Pembahasan yang Sebelumnya). Pasca Terjadinya Rebranding Gila berkat Hasil Sayembara Logo dan Jargon Baru, Iklan-Iklan di Best FM Johor pun selalu Sering diputar, terutama Promo Acara Geng Sirah Best Pagi yang Durasinya Agak Panjang tapi direvisi total ataupun yang Baru (lengkap dengan Jargon baru sejak awal tahun ini). Iklan Promo Geng Sirah Best Pagi yang direvisi (atau kadang baru) di Tahun ini memang Sering diputar terus menerus (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya), Mantap kan. Oh Ya, Salah Satu Segmen di Best Havoc, yang awalnya "Best Karok" diubah jadi "Topeng Karok" yang akan Menebak Sang Tokoh/Selebritis dari Malaysia yang Sedang Menyanyi. dan Nantinya, Saat Momen Ramadhan dan Lebaran Tahun ini, Best FM Johor bakal Memutarkan Lagu-Lagu Dakwah Islam dan Perayaan Ramadhan/Lebaran terus menerus, terutama di Geng Sirah Best Pagi saat Ramadhan di Jumat Kelak hingga Sejumlah Program-Program Acara lainnya juga saat Ramadhan/Lebaran Kelak. Oh Ya, Lagu Do'a Qunut Nazilah (Palestina) dari UNIC di Radio Best FM Johor pasca Rebranding besar di 2026, Kadang Masih diputar (Setelah Adzan), Kadang Tidak bisa diputar. Tak Cuma itu, Ident dan PSA Best FM Johor pun Mengalami Perubahan Kecil pasca terjadi Rebranding besar, Seperti Frekuensi-Frekuensi di Kawasan Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Putrajaya, KL, Pahang dan Propinsi Kepri (Indonesia), PSA bersama Achey (Pelawak Terkenal) hingga PSA seputar Sepakbola dan Olahraga Malaysia yang Sering Nongol. Best FM Johor yang Baru direbranding di Awal Tahun ini masih Memutarkan Lagu-Lagu Populer dari Hip Hop, Pop Rock Melayu, dll. Selain yang Best FM Johor dengan Rebranding Besar, Kool FM pun Tak Ketinggalan. Salah Satu Radio dari MPB Malaysia tersebut Masih Memutarkan Lagu-Lagu yang Ok-Ok seperti Best FM Johor dan Suria Malaysia (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya) dan Penyiar-Penyiarnya tanpa "Shock" Sendiri. Pada 3/1 lalu, Kool FM sudah Menggelar Pesta Hajatan Haiza Kemenangan ABPBH 37 di Salah Satu Restoran terkenal di KL dan Semua Orang yang Menghadiri Pesta ini semestinya Mengenakan Pakaian Tradisional khas Malaysia seperti saat Open House Lebaran Setiap Tahunnya di Negeri Jiran. Tak Cuma itu, Kool FM lebih sering Memutarkan Iklan Podcast Audio+ versi Seram (Podcast Malam Seram). Kool FM yang sering Putarkan Iklan Podcast Malam Seram dari Audio+ pasti setara dengan Best FM Johor yang sering Putarkan Iklan/Promo Acara Geng Sirah Best Pagi dengan durasi Agak Panjang tapi versi Revisi. Oh Ya, Saat Setiap 1 Jam, muncullah Info Jam Terbaru dengan Sponsor Unifi Mobile tapi VOnya "Agak Laen"! Tak Cuma Best FM Johor dan Kool FM, yang Radio lain pun tak ketinggalan, seperti Radio ERA yang melakukan Perubahan Kecil, Petang ERA yang biasanya dipandu Haziq dan Shasha, kini ada 2 Perempuan yang ditemani Haziq, yakni Der dan Munabella. Sedangkan, Chingu ERA berubah jadi Malam Chill ERA bersama Shasha dan Ashhrapp. Dari Radio ERA dari Malaysia, kita Beralih ke Indonesia, Radio Suara Surabaya masih mempertahankan Program-Program Acaranya (seperti Flash News hingga Lintasan Informasi) maupun Identnya. Salah Satu Radio terkemuka dari Surabaya tersebut, makin Besar Memberitakan yang lebih Update terutama di Jatim. Yang Info Macet dan Jalan Tol di Radio yang berfrekuensi 100 FM tersebut, Tidak Apa Apa. Sedangkan, Radio S-Radio Malang yang Frekuensinya 98,2 FM dengan Jangkauan se Malang Raya dan sebagian Timur Blitar/Kediri, Barat Lumajang dan Selatan Pasuruan/Jombang. Bagi yang di Luar Jangkauan dan Tidak ada Suara di Frekuensi di Luar Malang Raya, anda Bisa Akses Live Streaming Visual di Website Resmi sradio.id agar Bisa Lancar Live Streamingnya. Radio ini memang jadi Alternatifnya selain Radio Tidar Sakti (frekuensi 96,2 FM) dan Radio KDS 8 (frekuensi 97,8 FM) dan Mengudara dibawah 24 Jam. Waktu Siarannya dari Pagi (saat ada Lagu Indonesia Raya) hingga Malam (setelah Acara Selesai). Acara-Acaranya bervariasi, ada Good Morning Malang, G-Land dan Lights Up (Lagu Lagu Nasrani). Ketiganya Setiap Senin hingga Sabtu. Sedangkan, Untuk Hari Minggu, Semuanya Memutarkan Lagu-Lagu terbaik tanpa adanya Penyiar-Penyiarnya. Oh Ya, Kalau Iklannya, pasti sering diputar, Seperti The Araya Malang (sampai tulisan ini dibuat). 

Kita Tahu, kalau Tahun ini, Semua Radio harus Pasti Berani Beda. Semoga Saja terus bertahan di era Digitalisasi.

Update (14/1/26):
Postingan ini direvisi pada Hari ini. Terdapat Perbaikan/Penambahan Pada Tulisan di Blog. 

Update (15/1/26):
Postingan ini direvisi (lagi) pada Hari ini (sama seperti Kemarin alias 14/1). Terdapat Perbaikan/Penambahan Pada Tulisan di Blog. 

Senin, Januari 12, 2026

Pembatasan Video di Google Gemini? (Update)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI dan KLIK DISINI

Tahun lalu, 2 Pembahasan tentang Google Gemini yang Sebelumnya sudah dibuat, Sekarang kita Kembali Bahas di Blog ini. Kalau yang Sepekan lalu sempat Hapus nih...


Nah, Tadi, aku Sudah Buat 2 Video di Google Gemini (sampai tulisan ini dibuat, yang 1nya dihapus tadi dan 1nya tak dihapus). Tapi, Tiba-Tiba, kok ada Pesan "Anda telah mencapai Batas Pembuatan Video sampai (Tanggal/Bulan), 05.35" (kalau yang Paket PRO sih semestinya 3 dan bisa sampai Pembatasannya jam 4.03 Dinihari kalau ga salah)? Tapi Apa yang Terjadi dan Apa Solusinya? Nah, Kita Simak Penjelasannya yang Berdasarkan dari Google Gemini:


Pesan tersebut muncul karena pembatasan kuota penggunaan (rate limiting) yang diterapkan oleh Google pada fitur pembuatan video di Gemini.

Singkatnya, kamu telah menggunakan fitur tersebut terlalu sering dalam jangka waktu tertentu, dan sistem sedang melakukan "pendinginan" (cooldown) sebelum kamu diizinkan menggunakannya lagi.

Berikut adalah penjelasan detail mengapa dan apa maksud dari pesan tersebut:


1. Mengapa ada batasan ini?

Fitur text-to-video (membuat video dari teks) memerlukan daya komputasi (GPU/TPU) server yang sangat besar, jauh lebih besar dibandingkan hanya membuat teks atau gambar biasa. Untuk menjaga kinerja server agar tetap stabil dan adil bagi semua pengguna, Google membatasi:

  • Jumlah video yang bisa dibuat per jam/hari.

  • Frekuensi permintaan pembuatan video.

2. Apa arti "sampai (TT/BBB), 05.35 (atau 04.03 untuk Paket PRO)"?

Ini adalah waktu reset kuota kamu.

  • Saat ini sistem sedang mengunci fitur pembuatan video untuk akunmu.

  • Kamu baru bisa membuat video lagi tepat pada tanggal dan bulan, pukul 5.35 pagi (jika pakai Paket PRO bisa jam 4.03 dinihari).

  • Setelah jam tersebut lewat, tombol atau fitur pembuatan video akan aktif kembali secara otomatis.

3. Faktor Pengaruh

Batasan ini biasanya berbeda-beda tergantung pada:

  • Jenis Akun: Pengguna gratis biasanya memiliki kuota yang lebih sedikit dibandingkan pengguna berbayar (Gemini Advanced).

  • Beban Server: Jika server sedang sangat sibuk (banyak orang membuat video bersamaan), batasan ini bisa menjadi lebih ketat.


Solusi yang Bisa Kamu Lakukan

  1. Menunggu: Ini adalah solusi pasti. Kamu harus menunggu hingga pukul 5.35 Pagi (jika pakai Paket PRO bisa jam 4.03 dinihari, sesuai zona waktu di perangkatmu).

  2. Gunakan Fitur Lain: Biasanya batasan ini hanya berlaku untuk fitur berat seperti video. Kamu kemungkinan besar masih bisa menggunakan Gemini untuk bertanya (teks), membuat kode program, atau mungkin membuat gambar statis.

  3. Cek Langganan: Jika kamu pengguna gratis dan sering membutuhkan fitur ini, kamu mungkin perlu mempertimbangkan upgrade ke Gemini Advanced (Google One AI Premium) untuk mendapatkan kuota yang lebih besar (meskipun pengguna berbayar pun tetap memiliki batas wajar).



Itu Tadi Penjelasan tentang Pembatasan Video di Google Gemini, Semoga Bermanfaat ya...


Update (17/1/26):
Hari ini, Paket Langganan yang Plus dari Google Gemini resmi Berakhir dan Tidak bisa Buat Prompt Video (Veo 3.1). Kalau mau Buat Prompt Video yang banyak (2-5), Mending Beli Salah satu Paketnya, Mau Plus (2 Video cukup), PRO (bisa 3 Video) atau Ultra (5 Video). Kalau Beli yang Paket Plus (termurah), Cukup Prompt Video 2x, Kalau Beli yang Paket PRO (termahal), Prompt Video sampai 3x, dan Kalau Beli yang Paket Ultra (lebih mahal), 5x ngePrompt Video bisa! dan Kayaknya, Aku Tidak mau Beli salah satu Paket dari Google Gemini, Fokusnya kan Penghematan pasca Invoice yang Barusan dilakukan Beberapa hari lalu. 

Update (19/1/26):
Tadi, Aku Sudah Hapus Sebagian Video-Video hasil Prompt Veo 3.1 yang sudah didownload via Google Gemini pas Aktif Paket Plus (kayaknya), Sekalian Hapus yang Postingan Blog yang Hari Kemarin. dan Semoga, Besok bisa Buat Postingan Blog yang Seputar Musik atau Bukan ya? Kita Tunggu lah... Untuk yang Postingan Blog yang 5 News Anchor terbaik di Tahun lalu (2025) dan Catatan Dunia Radio di 2026, Tak Boleh Hapus, kan Sudah Buat Revisi. 

Minggu, Januari 11, 2026

Nostalgia Iklan Lawas tahun 2001-02 (24-25 tahun lalu) dari Majalah (plus Bonus)

Selamat Berhari Minggu. Nah, Kita akan Posting Blog yang Kompilasi Iklan-Iklan Lawas era 2000an awal yang biasanya Muncul di Berbagai Majalah-Majalah dan Tabloid-Tabloid suatu ketika dulu. Dijamin pasti Bernostalgia untuk Mengembalikan Memori kita! 

Jauh Sebelum eranya Disrupsi Digitalisasi, Medsos dan Geliat Ai, Iklan-Iklan selalu tertampang di Semua Media Cetak terkenal. di Tahun 2001-02, Iklan-Iklan itu masih dimuat di Berbagai Media Cetak semacam Majalah Tempo, Femina, Liga Italia, Sportif, Kartini, AutoCar Indonesia, dll. Nah, Kita Simak Deretan Kompilasi Iklan-Iklan Lama sekitar 24-25 tahun silam yang sudah diseleksi gue tapi diambil dari 3 Majalah yang dulunya aku Pernah Beli di 2011 silam (di Pasar Buku Wilis Malang) dan di Beli di 2025 silam (lewat Lokapasar Hijau). ada yang diambil dari Majalah Tempo 2 Edisi di Desember 2001 (Edisi 17-23 dan 24-30) dan ada yang diambil dari Majalah Femina Edisi 21-27 Februari 2002 (yang sampulnya Dian Sastro) dan termasuk Bonus Video Iklan-Iklan TV Lawas era 90an-2000an. kan Tadi difoto-foto pakai Smartphone Galaxy ZFold 3 yang Nantinya kelak diperbaiki (setelah berubah jadi Hilangnya Internet, Hilangnya Suara tapi masih ada Vibrasi dan Garis Hijau di Layar) dan Setelah discan.


P/S : Dilarang Memposting/Menambah Sebagian Foto-Foto yang Iklan Cetak Lawas versi Berdasarkan Hasil Prompt AI di Google Gemini. 


Iklan Bank Mandiri versi Investasi Super Fleksibel (2001)

Iklan Indosat versi Lebaran (2001)

Iklan Aqua versi Kuis Berhadiah Umroh (2001)

Iklan StarMild (2001) (ada Tulisan Peringatan Rok** era 2000-2013 seperti Peringatan Obat-Obatan)

Iklan ProXL (2001) (sebelum eranya XL-Smartfren menyerang)

Iklan Dji Sam Soe versi Main Pencak Silat (2000, Revisi 2001?)

Iklan Simpati Telkomsel (2001) (sebelum eranya Indra Bekti, Christian Sugiono, Agnez Mo dan Duta SO7 menyerang)

Iklan Reward BCA (2001) (ada Bocil Pakai Jersey Tim Prancis yang biasanya Juara Piala Eropa 2000)

Iklan Telkom SLJJ (2001) (Iklan Paling Baper di TV dan di Media Cetak)

Iklan Permen Whizz (2001) (Perempuan kok ada Es Kubus di Wajahnya?)

Iklan Rexona Confidence (2002) (Iklan TVnya belum ada di Youtube (Semoga bisa Upload lah), dulu kan ada di Iklan TV yang paling diinget adegannya, tapi Modelnya Shirley Margaretha atau Verlita Evelyn di Iklan ini? pasti Cantik nih!)

Iklan Sogo (2002)

Iklan Zilda (2002) (Masya Allah, Kok Hijabnya masih Cantik ya?)

Iklan Mustika Ratu Trend 2002 (2001/02?) (Ternyata ada Keket?)

Iklan Supradyn (2002)

Iklan Slumberland (2002) (mungkin Gayanya Berita Pagi zaman 2000an?)

Iklan Lativi (kini TV One) (2002) (awal-awal Siaran sebelum eranya Spongebob di era Lativi dan eranya Nadilla Saleh, Laura Louise, Ken Anne dan Putri Windasari di era TV One)

Iklan RCTI (2002) (Sebentar lagi mau Rebranding super besar nih 26/1 nanti)

Iklan Nokia 8310 (2002)

Iklan C'S Grand Hyatt Jakarta (2002)


Bonus : 2 Kompilasi Iklan-Iklan Lawas era 90an-2000an (ada Viva Queen sampai Jenama Viva-Viva lainnya, tapi adanya di Kompilasi Iklan-Iklan saat acara Siapa Berani di Indosiar tahun 2002 dan Showreel JPP), Iklan Rexona versi Jingle Radio (diambil dari Iklan Televisi tahun 2002 awal?), Iklan Rexona versi Kerepotan, dll.







Itulah Tadi, Deretan Kompilasi Iklan-Iklan Lawas tahun 2001-02 yang biasanya dimuat di Media Cetak (termasuk Bonus). Semoga bisa mengobati Nostalgia kalian...

Jumat, Januari 02, 2026

Top 5 Presenter TV Berita Terbaik Sepanjang 2025 (Update, Revisi)

(Ini Versi Update dan Revisi)

Kalau Anda Dulu, di Zaman Majapahit (alias Masa silam), kita Kenal nama-nama lamanya yang dirindukan Para Pemirsa-Pemirsa Setianya, Mulai dari Anita Rahman, Yan Partawijaya, Dian Budiargo, Tengku Malinda, Adolf Posumah, Zsa Zsa Yusrayahya, Helmi Johannes, Desi Anwar, Jeremy Teti, Ira Koesno, Sofia Ranti, Anita Firdaus, Arief Widoseno, Dwi Anggia, Alfina Damayanti, Agung Izzulhaq, Najwa Shihab, Virgie Baker, Prita Laura, Fessy Alwi, Daisy Weku, Mendiang Andi Djarot, Grace Natalie, Prima Alverina, dll. Generasi Sekarang Sudah Berubah, Apalagi Mayoritasnya Sebagian Kecil Gen X (alias Senior, kelahiran 1965-1980), Sebagian Kecil Anak Millenial (kelahiran 1981-1996) dan Sebagian Besar Gen Z (alias Junior, kelahiran 1997-2012). Sepanjang Tahun lalu (2025), Presenter-Presenter TV Berita saja didominasi Millenial-Gen Z yang dipadukan. Ada yang Auuuhhh, Ada yang Sering nongol nyaris Setiap hari di Sore, Ada yang Kadang-Kadang Olahraga dan Bukan Olahraga, Ada yang Setia sejak dulu dan Ada yang Pernah jadi Influencer dan Model Iklan. Kelima Namanya adalah Valentinus Resa yang sering Muncul di MNL Setiap Senin hingga Jumat Malam di Metro TV, Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Kabar Petang Setiap Senin(?), Jumat hingga Minggu, Renie Arumsari yang biasanya rutin di Sebagian Program-Program Berita dari iNews, Adisty Larasati yang bikin Seru jadi Presenter Kompas TV sejak dulu dan Akhir Sekali, Adinda Putri yang Biasanya Nongol di 2 Stasiun TV milik Enggartiasto Lukita (B Universe). Kelima Presenter ini Mampu Menyaingi Nama-Nama lainnya seperti Rina Nose di D'Academy 7, Jirayut di Program Acara yang Sama, Surya Insomnia di Program Acara Arisan, dll. Ini Dia Deretan 5 Presenter TV Berita TV terbaik di Tahun 2025.


01. Valentinus Resa (Metro TV)

"Auuuhhh..." Itulah Kalimat yang diucapkan Sang Presenter Berita Terganteng se Indonesia, Valentinus Resa lewat Acara Meet Nite Live (MNL) di Metro TV. Nama Valentinus Resa masih jadi Ok sejak masuknya Beliau ke Metro TV pada 2011 silam. Valentinus Resa merupakan Alumni IISIP Jakarta angkatan 2004 dari Konsentrasi Ilmu Jurnalistik. Saat Menjadi Jurnalis dan Presenter Metro TV, beliau pun Banyak Tugasnya, Meliput Sean Gelael di Tahun 2014-2018, Kemudian jadi Presenter Program Berita Olahraga di Tahun 2011-2024 hingga Jadi Presenter Berita Utama (Prime Time News/Breaking News/MHI) di Tahun 2020-2025. dan Kini, Menjadi Presenter Meet Nite Live sejak 20/2 Tahun lalu. Gara Gara MNL Fenomenal, Tidak Mampu Kalah dari Saingannya (Semisal D'Academy 7 yang jadi Penghulu Segala Acara TV Sepanjang Tahun 2025). Buat "Auuuhhh" Mania (fansnya Metro TV/MNL), Jangan Lupa, Saksikanlah Valentinus Resa lewat MNL pada Senin hingga Jumat Malam. 


02. Nadilla Saleh (TV One)

Setiap Jumat hingga Minggu (atau Senin-Selasa dan Jumat hingga Minggu) Sore di Layar TV One ada Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Program Kabar Petang? Wah... Semakin Cantik nih Presenter TV Berita Muda yang kini berumur hampir 25 tahun, Kan ini adalah News Anchor yang "Junior" Banget! Dia Adalah Ratnadila Muhammad Saleh Tuanan Al Faroeq alias Nadilla Saleh. dilahirkan Pada 18 Oktober 2001. Mengawal Karirnya Sebagai Model Perempuan Papan Bawah (tapi Muda) dan Jadi Duta Bahari Malut dan Pernah Mengikuti Program Kapal Pemuda Nusantara 2019 Menggunakan KRI Tanjung Rambani 971. Lalu, Sudah Menyelesaikan Pendidikannya di Jurusan Komunikasi dan Media di Universitas Esa Unggul Pada 2022 silam dan Menjadi Jurnalis/Presenter TV One sejak awal 2023 silam setelah Gelar Sarjana/Meninggalkan Kampus. Bukan Cuma jadi Jurnalis/Presenternya, tapi Sebagai Wakil Maluku Utara di Ajang Puteri Indonesia 2024. di Tahun 2024, Beliau pun Ikut Prihatin atas Kematian 2 Jurnalis TV One akibat Kecelakaan Besar di Tol Pemalang KM 315 pada 31 Oktober 2024 silam. di Tahun 2025, Nama Nadilla Saleh mendominan di Program Berita TV One sebagai Presenter Berita yang difavoritkan Semua Anak Millenial dan Gen Z, mulai dari Presenter Kabar Hari Ini, Apa Kabar Indonesia Siang/Akhir Pekan, Kabar Petang dan Kabar Utama. Oh Ya, Juga Memandu Program Spesial dari TV One saat Akhir Tahun lalu, yakni Catatan Akhir Tahun 2025 yang Episode Terakhir (Bencana Alam). di Program Kabar Petang, Nama Beliau pun rutin Nongol Setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, tapi ditingkatkan hingga Senin. Punya Jam Terbang Tinggi sebagai Presenter dan Reporter dari Stasiun TV yang dibilang "Adiknya ANTV" tersebut, tak Heran jika Kemampuan Public Speakingnya Banyak menuai Pujian dari Pageant Lovers. Oh Ya, Namanya Beliau kan sejajar dengan Nama-Nama Presenter/Jurnalis Muda lain yang ada (di TV One), ada Zincka Neyla, Fatimah Albar, Laura Louise, Prita Zega dan Felicia Amelinda. Nama Nadilla Saleh yang rutin Nongol di Kabar Petang nyaris Setiap Hari (Senin dan Jumat-Minggu?) dan Kabar Utama (kadang), Kemungkinan bisa disandingkan Dengan Nama-Nama Bintang lain yang Lahir di 2001, ada Yazmin Azis (Penyanyi Malaysia), Tracie Sinidol (Pemeran Malaysia), Alya Iman (Pemeran Malaysia), Meerqeen (Pemeran Malaysia) dan Lee Kang In (Pesepakbola Korea). Ya, Kalau Anda Suka Nadilla Saleh, Saksikan Kabar Petang di Sore Harinya (atau Kabar Utama atau Kabar Hari ini di Malam hari) dan Kepo di IG atau TikTok Nadilla Saleh.


03. Renie Arumsari (iNews)

Siapa Renie Arumsari? Ia adalah Presenter Berita GTV dan iNews yang berasal dari Jogjakarta. Sebelum Jadi Presenter 2 TV dari Geng Kebon, Beliau pernah Menari dan Masuk Kuliah dari Masa Kecil hingga Saat Kuliah, Kemudian Muncul jadi Pemeran di FTV pada 2018-19, kemudian menjadi Peserta Miss Tourism World Indonesia 2019 dan Meraih Gelarnya. dan Kini, Menjadi Presenter TV Berita untuk GTV dan iNews sejak Beberapa Tahun terakhir (sekitar 2022?). GTV yang duluan (2022-2025), dan kini Menjadi Presenter iNews secara Permanen per 2025 setelah Meninggalkan Stasiun "Kakaknya" iNews tersebut setelah 3-4 tahun. Saat Beliau jadi Presenter iNews (sejak 2025), rutin Membawakan Program-Program Acaranya, Yakni iNews Sport (sejak Mei 2025), iNews Sore, iNews Malam, iNews Room (kemungkinan), iNews Terkini dan iNews Prime. Cantiknya si Renie Arumsari di Program-Program Berita iNews yang rutin Nongol... Oh Ya, Lupa, si Cantik Renie pun Sudah Berkawin dengan Salah Satu Pria yang belum tahu Namanya. Kalau Mau Kepo si Renie, Yuk Ikuti Akun Medsosnya Renie Arumsari dan Tonton si Renie di iNews Channel Digital LCN 31 di Kota-Kota anda.


04. Adisty Larasati (Kompas TV)

Nama Adisty Larasati sudah Setia sama Kompas TV sejak 1 Dekade terakhir saat Menyongsong Ganti Frekuensi Khusus di Jakarta (saat itu masih TV Analog belum ada Digital). Ya, Namanya ini berawal dari Jurnalis Pemula sebagai Reporter, Kemudian jadi Presenter untuk Program-Program Acaranya. Nah, Kini di Pagi Harinya, rutin Nongol dalam Sapa Indonesia Pagi yang Hadir 5x Seminggu (Senin hingga Jumat). Selain yang Sapa Indonesia Pagi, Pun juga Nongol di On Point di Youtube Kompas TV.


05. Adinda Putri (BTV/BeritaSatu News Channel)

Yang Terakhir Adalah, Adinda Putri. Sosok ini Bukan cuma jadi Influencer atau Model Iklan, Tapi menjadi Presenter Berita yang Biasanya ada di Berita Kriminal (dulunya Catatan Kriminal sama Saksi Mata pas Awal-Awal Kehadiran BTV). Program ini Sudah Tayang sejak 1/12 lalu lewat Layar BTV dan BeritaSatu News Channel (versi Baru). Kecantikannya Salah Satu Perempuan yang Lahir di Surabaya pada 19 November 1996 tersebut bikin Penasaran kalau saat Membawakan Berita-Berita Kriminal dan Investigasi Aktual dari Indonesia. Oh Ya, Sekedar Informasi, Nama Adinda Putri mengawal Karirnya Sebagai Peserta Kontes Kecantikan, Kemudian Jadi Model Iklan hingga Menjadi Pemeran! ia Adalah Pengagum Najwa Shihab. di Tahun 2017, Beliau Jadi Presenter Program Berita Jatim di TVRI Jatim. Oh Ya, Sempat Juga jadi Pemeran Series Berbahasa Jawa Timuran yang Pernah Tayang di SCTV pada saat itu. dan Pada 2025, kini Beliau Pindah ke BTV (sekaligus BeritaSatu News Channel (versi Baru)) dan kini, Memandu Acara Berita Kriminal di 2 Saluran tersebut. Sebelum Jadi Presenter Berita Kriminal, Beliau Juga Jadi Presenter Program Acara BeritaSatu Malam pada Tahun lalu juga (2025). 


Untuk Tahun ini (2026), Kelima Presenter TV Berita ini akan Terus Langgeng, Valentinus Resa yang Ingin meng"Auuuhhh"kan di Malam hari lewat MNL, Nadilla Saleh yang nongol terus di Kabar Petang Setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu (selagi Agita Mahlika tidak ada, tapi si Agita adanya di Senin/Selasa hingga Kamis (?)), Renie Arumsari yang Konsisten di iNews lewat iNews Sport/Prime/Sore/Terkini/Room/Malam, Adisty yang akan Menggebrak di Kompas TV saat merayakan 15 Tahun Kelahirannya kelak (2011-2026?) dan Adinda Putri yang Terus Bersinar di Layar TV lewat Beberapa Program Acara dari BTV/BeritaSatu News Channel. Semoga Saja di Tahun ini, terus Bersinar kelak! 


Update (9/1/26):

Baru Sepekan lalu sudah Buat Postingan Perdana di 2026, dan Akhirnya direvisi Postingan Blognya Hari ini karena ada Perbaikan/Koreksi pada Tulisan. 

Update (lagi) (14/1/26):

Postingan Blog Perdana di Tahun ini direvisi lagi pada Hari ini. Ternyata Masih ada Nama Agita Mahlika di Program Acara Kabar Petang, Bukan Syahda Youstiza dan Jasmine Rachmadi. Maaf ya... Harap Maklum untuk Ralat dalam Blog ini...

Update (lagi) (24/1/26):

Lagi-lagi direvisi nih Postingan Blognya. Oh Ya, Kita Ucapkan Turut Berdukacita atas Meninggalnya KOL/Influencer Perempuan terkenal yang dulunya Pernah populer lewat lagu Pusing Pala Barbie, Lula Lahfah. Beliau Tutup Usia pada Kemarin Malam dan Semoga diberikan Ketabahan dan Ketenangan di Sisi Allah SWT.