Tampilkan postingan dengan label Nostalgia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nostalgia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 11, 2026

Tabloid Bola by Kompas: Mengembalikan Nostalgia

Sepanjang 2017 hingga 2026, Semua Postingan Blog yang Bahas Media Cetak (terutamanya Koran) pasti sering dihapus (Kecuali Sisa-Sisanya yang tidak bisa). Tapi, Banyak Bahasan Media Cetak di Blogku itu Mesti dianggap Penghematan untuk Tahun ini (mungkin Krisis?). dan Sekarang, Kita akan Bahas Seputar Media Cetak yang dirindukan, ya, Tentang Salah satu Tabloid Favorit gue yang dulu saya Baca di Masa Kecil dulu... Kangen. Ini kan masih dalam suasana Piala Dunia Tahun ini yang sedang berlangsung.

Anda Masih ingat sama Tabloid Olahraga yang Melegenda? ya Pastilah Tabloid Bola alias Kitab Sucinya Olahraga Indonesia. Jauh Sebelum ada Media Online/Sosial yang mengulas Olahraga, Tabloid Bola adalah Salah satu Tabloid Indonesia yang dulunya terkenal sebagai salah satu Tabloid Olahraga yang Merajai Pasaran Media Cetak di era 90an-2010an. Sebagaimana yang dari Pembahasan-Pembahasan sebelumnya (dari dulu?), Tabloid ini mulai hadir pada 3 Maret 1984 yang berawal dari Sisipan Koran Kompas dan berfokus pada Pemberitaan Olahraga sepenuhnya. dibidani oleh Ignatius Sunito dan Mendiang Sumohadi Marsis yang keduanya sama-sama adalah Jurnalis Kompas Desk Olahraga. Tebal 16 halaman dan ada di Hari Jumat. 4 tahun Berselang (1988), Tabloid Legendaris ini resmi berpisah dengan Koran Kompas (Jumat) dan Terpaksa menambah ketebalan jadi 24 halaman. Setelah berpisahnya Kompas, Tabloid Legendaris ini tetap Beredar Setiap hari Jumat. Lalu, di era 1997-2010, Tabloid ini berubah jadi 2x Seminggu untuk Waktu Edarnya (antara Selasa dan Jumat) dan Menjadi eranya Puncak Kejayaan yang mampu Menandingi Media Cetak-Media Cetak Olahraga lain yang pernah ada di Pasaran (seperti Go hingga Soccer kalau ga salah). Lalu, di era 2010-2013, jadi 3x Seminggu waktu Edarnya (Senin, Kamis dan Sabtu). Sementara itu, di era 2013-2015, Tabloid ini tak lagi 3x, tapi Seminggu Sekali untuk Tabloid Mingguan (kembali seperti era 1988-1997) dan 6-7 hari untuk Terbitan Harian (baik yang versi Tabloid dan versi Koran). Lalu, di era 2015-16, Tabloidnya Setiap Kamis, tapi Korannya Setiap Sabtu dan terakhir, di era 2016-2018, Tabloid ini Kembali ke 2x Seminggu seperti dulu hingga Berakhir.

Sampul Tabloid Bola edisi Perdana (1984)

Sampul Tabloid Bola tahun 1994

Sampul Tabloid Bola tahun 1996

Sampul Tabloid Bola tahun 1997

Sampul Tabloid Bola tahun 1998

Sampul Tabloid Bola tahun 1999

Sampul Tabloid Bola tahun 2000

Sampul Tabloid Bola tahun 2002

Sampul Tabloid Bola tahun 2004

Sampul Tabloid Bola tahun 2006

Sampul Tabloid Bola tahun 2007

Sampul Tabloid Bola tahun 2008

Sampul Tabloid Bola tahun 2010

Sampul Tabloid Bola tahun 2011 (1)

Sampul Tabloid Bola tahun 2011 (2)

Sampul Tabloid Bola tahun 2012

Sampul Tabloid Bola tahun 2014

Sampul Tabloid Bola tahun 2016

Sampul Tabloid Bola tahun 2018

Yang Paling berkesan di Ingatan Memori, pastilah ada Komik Si Gundul yang Melegenda, Catatan Gus Dur (juga ada di Kompas, tapi sekarang ada Alissa Wahid yang Menulisnya di Kompas juga), Catatan Rano Karno (sekarang Wagub Jakarta), Catatan Rayana Djakasuria pas Liga Italia masih Booming (sama seperti Catatan Luki Aulia di Koran Kompas yang Internasional Sekarang), Liputan F1/MotoGP, Berita Liga-Liga Sepakbola Lintas Dunia (kayak Italia, Inggris dan Spanyol), Menerbitkan By-Product semacam Majalah BolaVaganza sampai Tabloid Poster Bola, dll. Jurnalis-Jurnalisnya yang paling diingat ada Weshley Hutagalung, Dian Savitri, Arief Kurniawan (Mantan Komentator MotoGP di Trans 7), Ian Situmorang, Sapto Haryo Rajasa, Dwi Widijatmiko, dll. Oh Ya, sebagaimana dari Pembahasan 2 tahun sebelumnya, Pada periode 2002-03, Gue (saat itu masih SD) sempat datang ke Rumahnya Keluarga Mendiang Pak Rizal (alias Mamap) di Jl. Pulorejo no. 78 Mojokerto yang rutin Mengambilnya terus menerus, tapi yang Edisi-Edisi dari Tahun 1998 hingga 2000 cuma Sebagian saja dan Satu lagi, sekitar 2014/15, Gue pun rebutan Pinjam sama Teman Lamannya (Dio) waktu Gue masih di Sekolah TKS, Masya Allah... Aku Kenang sama Memori ini. Oh Ya, ada Iklan yang diingat, biasanya Mengucapkan "Pastikan Bola di Tangan anda" (tapi ini Jargon khasnya?). dan Sayangnya, pada 26 Oktober 2018 silam, Tabloid Bola resmi berakhir yang ditandai dengan Edisi Terakhirnya dengan Tebal 60 halaman yang Berisi Perjalanan sang Kitab Suci Olahraga Indonesia mulai dari Catatan Akhir hingga Parade Sampul-Sampul Headline Tabloid Bola terpilih.

Sampul Tabloid Bola edisi Terakhir (2018)

dan Setelah Bertahun-tahun Diet beredar, Akhirnya, pada 2025 silam Tabloid Legendaris Bola resmi Comeback (Kembali) berkat Bantuan dari Koran Kompas di era A. Haryo Damardono yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi (sejak Mei 2025). diberi Titel "Tabloid Bola by Kompas" untuk Membawa Kerinduan bagi Pembaca-Pembaca Setia (baik Kompas dan Tabloid Bola) yang ingin Mengembalikan Nostalgia Tabloid Legendaris yang Mati ini. Pasca Kesuksesan Koran Kompas Edisi Khusus 60 tahun 60 halaman (Juni Tahun lalu) dan HUT RI ke 80 (Agustus Tahun lalu) yang Keduanya Beredar Spesial tapi tidak ada di EPaper Kompas.id dengan Cara PreOrder di Online/Offiline yang Mendapat Antusiasme bagi Pembaca-Pembaca Loyal, Kini Kompas melakukan Gebrakan Penerbitan yang Spesial (lagi), tapi dalam Format Tabloid agar bisa Merasakan Dahsyatnya Nostalgia si Kitab Suci Olahraga yang Melegenda, Yakni Tabloid Bola by Kompas seri Pertama (Geliat Timnas Indonesia) yang dirilis pada 26 Oktober 2025 silam. Berisi tentang Kisah Perjalanan Timnas Indonesia yang sempat Tampil di Kualifikasi Piala Dunia dari tahun ke tahun tapi gagal terus menerus hingga Kisah-Kisah Timnas Indonesia yang lainnya. Tebalnya hanya 40 halaman berwarna (sama seperti Ketebalan Tabloid Bola di Masa silam). Oh Ya, terdapat Juga Sponsornya, yakni Djarum Foundation Bakti Olahraga (kalau zaman dulu ada Djarum Super yang Dukung jadi Sponsornya di Tabloid Bola gitu).

Sampul Tabloid Bola by Kompas seri Geliat Timnas Indonesia (2025)

Harganya Cuma Rp. 60.000,-/Tabloid (lengkap dengan Bonus 1 Poster) atau Rp. 120.000,- (lengkap dengan 2 Bonus Poster dan Paket Langganan Digital Kompas.id). Gue sudah dapat 2 Eksemplar Tabloid Bola by Kompas yang seri Geliat Timnas Indonesia pada Oktober tahun lalu berkat PreOrder sampai 2x di 2 Marketplace berbeda (antara Shopee dan Gerai Kompas Online) dan Semestinya bisa layak jadi Koleksi (rasanya seperti di Masa silam?). Kayaknya sih, bisa Membawa Nostalgia Kembali ke Zamannya Tabloid ini dulunya merajai di Pasaran. 

Setelah Sukses dengan Seri Pertamanya yang Geliat Timnas Indonesia pada 2025 silam, di Tahun ini (2026), Tabloid Bola by Kompas lagi-lagi hadir, tapi kali ini ada 2 Seri berbeda untuk Tahun Kuda Api 2026. Lebih Worth it dibandingkan dengan Seri yang Sebelumnya. 

Sampul Tabloid Bola by Kompas seri Pesta Bola Amerika 2026

Seri Kedua adalah "Pesta Bola Amerika 2026" yang dirilis pada 7 Juni lalu. Tebalnya sama seperti yang seri Geliat Timnas Indonesia (2025). Berisi Mengenal lebih dekat 10 dari 48 Negara Kontestan, Pemain-Pemain yang akan Bersinar, Infografis 16 Stadion, Infografis Markas 48 Negara Kontestan, Ulasan 12 Grup, Cerita Mendalam jelang Piala Dunia 2026 khas Kompas (gaya Tabloid Bola di Masa silam?), Tebak Pemain, Komik si Gundul, Infografis Daftar Skuad Resmi bagi 48 Negara Kontestan dan Infografis Jadwal lengkap. 2 dari 10 Kontennya mirip dengan yang Jawa Pos Edisi 8-10 Juni lalu yang Memuat Jadwal lengkap 104 Pertandingan dan Daftar Skuad Resmi 48 Negara Kontestan yang dipecah jadi 2 Bagian (serupa gitu?). Harganya Cuma Rp. 50.000,-/Tabloid (tapi ada Bonus Poster Karya Ilustrator Azka Alfi dan 1 Pak berisi 3 Kartu Bintang Legenda Pildun) dan Rp. 99.000,- (terdapat banyak Bonusnya termasuk Paket Langganan Kompas.id). Gue sudah dapat 3 Eksemplar Tabloid Spesial ini lewat PreOrder berkali-kali di 2 Marketplace berbeda pada Mei-Juni lalu (sama seperti yang Oktober Tahun lalu), tapi juga layak dikoleksi, Mantap kan... Pesaingnya adalah "Paket Demam Bola 2026" dari BolaSport.com yang meliputi 3 Buah, baik Tabloid Poster setebal 16 halaman yang berasa Kembali ke zaman Tabloid Soccer, Booklet 76 halaman dan 1 Poster Jumbo Jadwal lengkap. 

Tabloid Bola by Kompas seri Indonesia Open 2026 (2026)

Selain yang Seri Pesta Bola Amerika 2026, ada juga Seri "Indonesia Open 2026" yang Kemarin sudah digelar Sebulan lalu. Tebalnya 24 halaman dan Berisi Insight, Prediksi hingga Cerita-Cerita Lama Indonesia Open yang diabadikan oleh Kompas. Harganya Cuma Rp. 25.000,-/Tabloid dan Rp. 50.000,- (termasuk Bonus Langganan Kompas.id). Kalau sudah di PreOrder lewat Online/Offiline pada Mei lalu, berarti dapat 1 Tiket Nonton Indonesia Open 2026 di Istora. Gue ga Kebagian Tabloid Spesial ini, kan Ga berani sama Dapat Tiket Nontonya ke Istora jika gue mau ke Jakarta, Masya Allah...

Ketiga Serinya Tabloid Bola by Kompas sepanjang 2025-26 itu Eksklusif tapi Spesial, Beredar Terbatas, dijual terpisah dari Edisi Regulernya Koran Kompas dan tidak ada di EPapernya Kompas.id (bisa lewat PreOrder yang Online/Offiline sebelum Hadir, sama seperti yang Koran Kompas Edsus 60 tahun 60 halaman (seperti yang tadi disebutkan) dan Tabloid Bobo Nostalgia by Kompas). 

dan Rencananya, Tabloid Bola by Kompas bakal hadirkan Seri-Seri berikutnya yang akan hadir, seperti Kilas Balik Piala Dunia 2026, Panduan Indonesia Super League 2026/27, MotoGP Mandalika 2026, dll. dan dipastikan harus di PreOrder dulu sebelum dapat Tabloid Spesial ini. Kita Tunggu ya Kehadirannya, Insya Allah...

Minggu, Januari 11, 2026

Nostalgia Iklan Lawas tahun 2001-02 (24-25 tahun lalu) dari Majalah (plus Bonus)

Selamat Berhari Minggu. Nah, Kita akan Posting Blog yang Kompilasi Iklan-Iklan Lawas era 2000an awal yang biasanya Muncul di Berbagai Majalah-Majalah dan Tabloid-Tabloid suatu ketika dulu. Dijamin pasti Bernostalgia untuk Mengembalikan Memori kita! 

Jauh Sebelum eranya Disrupsi Digitalisasi, Medsos dan Geliat Ai, Iklan-Iklan selalu tertampang di Semua Media Cetak terkenal. di Tahun 2001-02, Iklan-Iklan itu masih dimuat di Berbagai Media Cetak semacam Majalah Tempo, Femina, Liga Italia, Sportif, Kartini, AutoCar Indonesia, dll. Nah, Kita Simak Deretan Kompilasi Iklan-Iklan Lama sekitar 24-25 tahun silam yang sudah diseleksi gue tapi diambil dari 3 Majalah yang dulunya aku Pernah Beli di 2011 silam (di Pasar Buku Wilis Malang) dan di Beli di 2025 silam (lewat Lokapasar Hijau). ada yang diambil dari Majalah Tempo 2 Edisi di Desember 2001 (Edisi 17-23 dan 24-30) dan ada yang diambil dari Majalah Femina Edisi 21-27 Februari 2002 (yang sampulnya Dian Sastro) dan termasuk Bonus Video Iklan-Iklan TV Lawas era 90an-2000an. kan Tadi difoto-foto pakai Smartphone Galaxy ZFold 3 yang Nantinya kelak diperbaiki (setelah berubah jadi Hilangnya Internet, Hilangnya Suara tapi masih ada Vibrasi dan Garis Hijau di Layar) dan Setelah discan.


P/S : Dilarang Memposting/Menambah Sebagian Foto-Foto yang Iklan Cetak Lawas versi Berdasarkan Hasil Prompt AI di Google Gemini. 


Iklan Bank Mandiri versi Investasi Super Fleksibel (2001)

Iklan Indosat versi Lebaran (2001)

Iklan Aqua versi Kuis Berhadiah Umroh (2001)

Iklan StarMild (2001) (ada Tulisan Peringatan Rok** era 2000-2013 seperti Peringatan Obat-Obatan)

Iklan ProXL (2001) (sebelum eranya XL-Smartfren menyerang)

Iklan Dji Sam Soe versi Main Pencak Silat (2000, Revisi 2001?)

Iklan Simpati Telkomsel (2001) (sebelum eranya Indra Bekti, Christian Sugiono, Agnez Mo dan Duta SO7 menyerang)

Iklan Reward BCA (2001) (ada Bocil Pakai Jersey Tim Prancis yang biasanya Juara Piala Eropa 2000)

Iklan Telkom SLJJ (2001) (Iklan Paling Baper di TV dan di Media Cetak)

Iklan Permen Whizz (2001) (Perempuan kok ada Es Kubus di Wajahnya?)

Iklan Rexona Confidence (2002) (Iklan TVnya belum ada di Youtube (Semoga bisa Upload lah), dulu kan ada di Iklan TV yang paling diinget adegannya, tapi Modelnya Shirley Margaretha atau Verlita Evelyn di Iklan ini? pasti Cantik nih!)

Iklan Sogo (2002)

Iklan Zilda (2002) (Masya Allah, Kok Hijabnya masih Cantik ya?)

Iklan Mustika Ratu Trend 2002 (2001/02?) (Ternyata ada Keket?)

Iklan Supradyn (2002)

Iklan Slumberland (2002) (mungkin Gayanya Berita Pagi zaman 2000an?)

Iklan Lativi (kini TV One) (2002) (awal-awal Siaran sebelum eranya Spongebob di era Lativi dan eranya Nadilla Saleh, Laura Louise, Ken Anne dan Putri Windasari di era TV One)

Iklan RCTI (2002) (Sebentar lagi mau Rebranding super besar nih 26/1 nanti)

Iklan Nokia 8310 (2002)

Iklan C'S Grand Hyatt Jakarta (2002)


Bonus : 2 Kompilasi Iklan-Iklan Lawas era 90an-2000an (ada Viva Queen sampai Jenama Viva-Viva lainnya, tapi adanya di Kompilasi Iklan-Iklan saat acara Siapa Berani di Indosiar tahun 2002 dan Showreel JPP), Iklan Rexona versi Jingle Radio (diambil dari Iklan Televisi tahun 2002 awal?), Iklan Rexona versi Kerepotan, dll.







Itulah Tadi, Deretan Kompilasi Iklan-Iklan Lawas tahun 2001-02 yang biasanya dimuat di Media Cetak (termasuk Bonus). Semoga bisa mengobati Nostalgia kalian...

Rabu, Januari 01, 2025

Menengok Kembali Pertelevisian 2005 (2 Dekade lalu) dan 2015 (1 Dekade lalu)

Marhaban Ya Ahlan Wa Sahlan 2025! Selamat Tahun Baru 2025 dan Selamat Datang Bulan Rajab... Ini Postingan Perdana Blog Saya di Tahun ini... Bismillah...


Kita Tengok Kembali ke Masa Silam, Tepatnya pada 2005 sama 2015. Kalau Aku Inget sih, 2005 itu Saat saya Masih di Bangku SD Kelas 3 sama 4 dan 2015 itu Saat saya Masih di Bangku Sekolah TKS dan Kala itu Saya jadi Sakit sekitar Januari/Februari.  Pertelevisian di 2005 itu Kan Selalu Mendominasi antara ANTV dan Indosiar yang Menjadi Favorit bukan Kelas Atas, Melainkan Menengah-Bawah yang Mampu bersaing dengan TPI (aka MNC TV) hingga Metro TV yang Terkenal sebagai TV Berita pertama di Indonesia. ANTV pun Selalu Menyajikan Program-Program terbaiknya yang dilanjutkan dari Tahun sebelumnya (2004), Karena ANTV mendominasi Program-Program Dewasa (Seperti Dibalik Lensa) hingga Program-Program Olahraga (Seperti Liga Indonesia). Program-Program yang jadi Disukai Semacam Penghuni Terakhir 2, Liga Indonesia XI 2005, Disini ada Kang Purwa, Untung Ada Jinny, Tuyul Millenium II + Mbak Yul, Aa Gym Assalamualaikum, Keluarga Bintang, Luar Biasa, Teater ANTV, Piala FA 2005, Coppa Italia 2004/05, Cyborg Kurochan, Oh Mama Oh Papa, Kanan Kiri Ok (direrun dari RCTI atau Indosiar), Boneka Poppy (direrun dari SCTV), Jurnal ANTV, Gema Nusa, dll. Untuk Promo/Iklan Acara-Acaranya dari Stasiun TV yang dikabarkan Banyak PHKnya tersebut kan Pakai VOnya yang Bernama Om Petrus Urspon! Keren sih... Semua Acara Acaranya pake VOnya Orang yang Sama (Petrus Urspon) Kecuali Iklan Pertandingan Pertandingan Coppa Italia musim 2004/05 atau Promo Acara Mata Mata atau Sebagian Kecil Program Berita Hiburan (Seperti Perempuan dan Peristiwa).






Inikan Zamannya Bos Bernama Anindya Bakrie (Sekarang Ketua KADIN). Jangankan ANTV dengan Suara Petrus Urspon si VO Legendaris di Iklannya, Indosiar pun Selalu jadi Heboh Juga karena Ada AFI 2005nya (termasuk Program lain). AFI 2005 yang jadi Andalannya TV yang kini siap berusia 3 Dekade tersebut. AFI 2005 itu Peserta yang diinget gue Pasti ada Jisindo Bojes, Ade Alfonso, Indri, Tika, Tiwi, Dr. Yongki, dll. Mantap keles... Lain AFI 2005, Lainpula dengan Kondangin, Kontes Dangdutnya yang Head to Head dengan KDI 2 kalau tidak salah... Sinetron Gol yang dibintangi Sama Tamara Bleszensky (Kemungkinan) kan juga ada. Program-Program lain dari Indosiar yang Selalu Unggul Setiap Saat semacam Allez Cuisine yang Tayang Sabtu Pagi, Sinetron Titipan Ilahi, Tantangan, Berani Dong, Fokus, Sinetron Dia, Kampung Srimulat, Cinta SMU 2, Kuis Siapa Berani Sekali yang Tayang Jumat, Gengsi Gede Gedean, Tersanjung VI, Detective Conan, Si Doel Anak Gedongan, Si Doel Anak Sekolahan 6 (Rerun), dll.



Lain ANTV dan Indosiar, Lainpula dengan SCTV. Karena SCTV pun Melakukan Rebranding Total dengan Jargon barunya "Satu Untuk Semua". Tak Cuma Jargon barunya, Tapi Logo barunya Bukan 1/2 Matahari, Tapi 1 Matahari Saja! Program-Program SCTV di 2005 pun Jadi andalan Seperti Sinetron Ada Apa Denganmu, Malin Kundang, Liputan 6, Kasak Kusuk, Jackie Chan Adventures, By Request, Si Cecep, Piala Konfederasi 2005, Kualifikasi Piala Dunia 2006, Pengundian Piala Dunia 2006, Film India, Komisi 10 Persen, Kumpul Bocah, Playboy Kabel, dll. Sedangkan, RCTI pun Masih Mengusung Jargon (kala itu) "Semakin OK" berkat Program-Program Khasnya, Seperti Indonesian Idol II, La Liga 2004/05, UCL 2004/05, 100% Enjoy, Sinetron Perkawinan Sedarah, Sinetron Dan, Miss ASEAN 2005, Miss Indonesia 2005, Silet, Cek dan Ricek, Kabar Kabari (yang Pasti Inget VOnya Asteria Arlita), Joe Millionaire Indonesia, UEFA Cup 2004/05, Si Doel Anak Sekolahan 1-4 (Rerun), dll. VO untuk Iklan Acara-Acara Cuman masih diisi Om Armand Donida kalau ga salah... Iya, Tak Cuma itu, Pak Hary Tanoesoedibjo kan Jadi Bos RCTI sepaket sama Indra Yudhistira yang Masuk Stasiun TV ini pada 2004. 



Lain RCTI-SCTV, Lainpula dengan TPI, Trans TV, TV7 (aka Trans TV), Lativi (kini TV One), GTV, TVRI dan Metro TV. Kalau TPI sih, Kan Program-Program Andalannya Pasti KDI II, Pasar Rakyat 76, Sindang Laia, Kassel, Show Time, API, Betty la Fea (rerun dari RCTI), dll. VO untuk Promosi Program Acara adalah Mas Budy. Saat itu, TV ini masih Milik MNC Media. Sedangkan Trans TV sama TV7 yang kala itu belum bersatu di Kelompok TransMedia Group banyak Program-Program khasnya, Seperti Extravaganza, Ketawa Spesial, Bajaj Bajuri Salon Oneng, Bajaj Baru Bajuri, Liga Inggris 2004/05, Liga Inggris 2005/06, MotoGP 2005, Tante Tuti, Lacak, !nsert, Kroscek, Fenomena, Aku Mau Sembuh, Family 100 (versi Sonny Tulung dan VOnya adalah Sonny Setyawan), Kontroversi, Galeri 7 Malam, Radio Humor 77FM, Ranma 1/2, Liga Indonesia XI, Piala Emas 2005, dll. TV7 di 2005 kala itu Masih Milik Kompas Gramedia sebelum diakuisisi Trans TV pada Setahun berselang (2006) yang dikini dikenal Sebagai Trans 7. Trans TV sama TV7 ada 2 Sosok yang Menjadi VO untuk Promo Program, Yakni Edgar Wijaya dan Iyet. Lativi pun Masih Mengandalkan Program-Program Kartun dari Nickelodeon, Yakni Spongebob Squarepants, Dora The Explorer, Rugrats, The Wild Thornberrys, Blues Clues dan Hey Arnold. kan Banyaknya Kartun-Kartun itu Meningat Gue balik ke Zaman Saya di Sekolah dulu... VO untuk Iklan Program pastilah Agung Izzulhaq yang Sejak dulu sampai Saat ini Terus bertahan dari Zaman Lativi hingga Zaman TV One (Sebelum 2002, Indosiar dulu). Sekarang, 1 dari 6nya Masih Bertahan di GTV. 


Yang GTV, pun Sajian-Sajian MTV mulai berkurang Seiring dengan Adanya Reposisi. GTV kan Relay MTV jadi Setengah-Setengah dan Program-Program Sendirinya jadi Setengah-Setengah juga. Rezim Baru GTV di 2005 itu Banyak Program-Program yang diminati Pemirsa Setia, Seperti Pulang Sekolah Bersama Komeng, Kanal 87, TVMorsis, Rezeki Pagi, F1 2005, A1 2005/06, Cewek Cewek Badung, Let's Dance, 30 Detik jadi Bintang, Sebakul, Konser Launching Koran Sindo (bareng RCTI dan TPI), dll. 


TVRI dan Metro TV pun Tak Ketinggalan! Kalau TVRI ada Program-Program khasnya Kayak Dunia dalam Berita, Sehat ala Hembing, Liga Italia 2004/05 (yang Sempat Distop sekitar Maret/April 2005), dll. Sedangkan, Metro TV pun Ikut Memantau Perkembangan Terkini Tsunami di Aceh hingga Gempa di Sumut termasuk Tragedi Penculikan Meutya Hafid yang Sekarang jadi Menkomdigi di Era Prabowo dan Gibran. Saat itu, Program Program Metro TV yang Memadukan antara Berita dan Hiburan itu ada di Zaman Surya Paloh sebagai Direktur Utama (saat itu). Anchor-Anchor yang Paling diinget ada Najwa Shihab, Tommy Tjokro, Virgie Baker, dll.


di Koran, kan Semestinya ada Informasi Program-Program dari Berbagai TV Nasional. di Koran Kompas ada Info Acara TV7 yang Kerap hadir di Edisi Minggu (Sebelum Akhir Juni 2005) maupun Media Indonesia ada Info Acara Metro TV yang Biasanya Muncul Setiap hari (Sekarang kan Masih ada Gitu). dan Satu lagi, Sekitar Pertengahan Juli 2005, Semua TV Nasional Bisa Tutup Siaran jam 1.00 Dinihari dan Buka Siaran jam 5.00 Pagi. Karena, Waktu Siaran tersebut Mengakibatkan Hemat Energi. 

Giliran 2015, Kan Semestinya Program-Program Andalan dari Berbagai TV Nasional Papan Tengah Mampu Menyaingi atau Mengimbangi TV Nasional Papan Atas yang Diisi antara RCTI, SCTV, ANTV dan Indosiar. Kalau di Kompas TV sih, itu Cuman Isinya Program Berita, Informasi, Hiburan dan Olahraga terus Seperti Kompas Petang, Stand Up Comedy Indonesia V, Dokumenter 50 Tahun Koran Kompas, Sebelas Duabelas, Kompasiana TV, Kita Bisa, Liga Italia 2014/15, DBL, dll. dan Paling Berkesan, pada Akhir Juni 2015, Kompas TV berpindah Kanalnya Khusus Jakarta yang Awalnya 28 UHF (KTV) kini Pindah Kanal ke 25 UHF berkat Promo "Cari di Kompas TV". dan VO untuk Iklan Acara-Acaranya kan Cuman diisi Suaranya oleh M. Faisal Alaydrus (Mantan VO Metro TV yang cukup Tenar di era 2000an-2010an), Rasanya Seperti Iklan Acara-Acara Metro TV sekitar 2005 hingga 2013 kalau ga salah. Lain Kompas TV, Lainpula dengan Sindo TV/iNews TV (aka iNews). Sebelum 6 April 2015, Masih pakai Nama Sindo TV. Kala itu, Sindo TV jadi TV Nasional full (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Pernah kita buat). Program-Program andalan Sindo TV di Awal 2015, Seperti Uniknya Tuh Disini, Piala Asia 2015, Sindo Petang, Sindo Pagi Akhir Pekan, Jadi Indonesia, dll. Kala itu Jargonnya "Luar Biasa". Pada 6 April 2015, Sindo TV direbrand jadi iNews TV! dan Acara-Acara yang Paling Inget ada Talk to iNews, Polemik on TV, Talk and Cook, Real Madrid TV, Logika Ahmad Dhani, iNews Terkini, dll. Jargonnya pun Berganti menjadi "Inspiring and Informative".









Tak Cuma iNews TV sama Kompas TV, Kalau Net. sama Metro TV ikut-ikutan Juga. Program-Program yang masih Andalan (Kala itu), ada Metro Hari Ini, MTGW, Kick Andy, Mata Najwa, Ini Talkshow, iClub 48, The East, APM 2015, Tetangga Masa Gitu, Net. 12, 86, Berpacu dalam Melodi, dll. Keren sih... Oh Ya, 2 Perempuan yang Muncul di 2 TV tersebut Seperti Widya Saputra dan Elizabeth Tan (Penyanyi Cantik Malaysia).









Bukan Cuma Net. sama Metro TV, ada Juga Duo Trans (Trans TV dan Trans 7) masih Mengandalkan Program-Program terbaiknya, Kayak ILK, Si Bolang, MotoGP 2015, Kampung KW, !nsert, Islam Itu Indah, Reportase, dll. 




dan Kini, di 2025, Stasiun-Stasiun TV pun bisa Meneruskan Legasi 2005 dan 2015. Garuda TV yang Masih Mengandalkan Sport 8, Laporan 8, Sang Pejuang Mimpi, dll., BTV yang Masih Mengandalkan BeritaSatu Malam, Gearing Up, The Outdoor Sports, Investor Daily Roundtable, dll., NTV yang Masih Mengandalkan NTV Tonight, DonCast, dll., MoJi yang Masih Mengandalkan Proliga 2025, Liputan 6 Pagi MoJi, dll., Astro Malaysia yang Masih Mengandalkan Gadis Semasa (Ria), Rahsiamu Selamat Denganku (Ria), Innovathon 2 (Showcase), Gegar Vaganza 11 (Ria), GMWA 2024 (Coming Soon, RIA), dll., RTM Malaysia yang Masih Mengandalkan Kopiekonomi (TV1), Lisanul Haq (TV1), Screen On 2 (TV2), Running Man (TV2), dll., MPB Group Masih Mengandalkan CSOIAM (TV3), Boboiboy Galaxy Sori Terbaru (TV9, Juga Tayang di RTV), dll, TVS yang Masih Mengandalkan Hits bersama Elly Arifin Setiap Jumat dan RCTI Masih Mengandalkan Program Indonesian Idol XIII. Adakah Tayangan TV zaman 2005 sama 2015 akan Terulang di Tahun ini (2025)? Kita Tunggu saja! Insya Allah...

Jangan lupa, Setiap Minggu baca Koran Jawa Pos ada Halaman Televisi...

Senin, Juli 22, 2024

Kangen Pertelevisian 2 Dekade lalu... (Update)

Selamat Pagi... Mari Kita Kembali ke Blog sambil Kembali ke Nostalgia Masa Sekolah dulu...

Tahun 2004 adalah Tahunnya Saya masih di Bangku SD (Kelas 2 dan 3 kalau ga salah), Pesta Pemilu 2004 pertama Kali Pilih Presiden, Koran Cetak Tebalnya Banyak (Kayak Jawa Pos sama Kompas) karena Bersaing dengan Tabloid/Majalah, Ganti Frekuensi Radio-Radio se Indonesia (Contohnya Radio Suara Surabaya Ganti dari 100,55 FM jadi 100 FM dan RFM 94 Mojokerto yang Dulunya 93,5 FM jadi 94 FM), Matinya Munir dan Tragedi Tsunami di Aceh. Oh Ya, Satu Lagi, Tahunnya Acara-Acara Talent Show yang Berkeliaran di TV, ada Indonesian Idol, KDI sampai AFI. Banyaknya Dominasi Acara-Acara Talent Show bisa Memberikan Dukungan Kepada Peserta via SMS. Talent Show jadi Saingannya Sinetron, Hiburan Umum, Berita dan Olahraga yang Begitu Dominan. Kalau Sinetron adanya Si Cecep sama Bajaj Bajuri, Kalau Hiburan Umum ada Program Yuk Sahur Yuk yang Kerap Disiarkan di Bulan Ramadhan 1425H, Kalau Berita, Cuman ada Headline News sama Liputan 6 Petang Kalau tidak salah dan Terakhir, Program Olahraga ada Siaran Langsung Piala Eropa 2004 dan Asia 2004, Dimana Tim Yunani menggasak Tuan Rumah (Portugal) jadi Sang Juara dan Indonesia sudah Terhenti di Babak Fase Grup. Mari Kita Nostalgia kembali Hebohnya Pertelevisian 2 Dekade lalu, Yuk Kita Simak... Kangen sama Tayangan Terbaik Sepanjang 2004.


Indosiar

Siapa yang Tidak Kenal dengan Indosiar? Sepanjang Tahun 2004 (Tahun Monyet), Indosiar memang Melekat dengan AFInya. Apalagi dari Season Pertama masih Tayang Sejak Desember 2003 silam (Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya) hingga Ketiga, Acara AFI selalu Populer. Hostnya kalau tak salah Pasti Adi Nugroho dan Bos dalam Acara ini adalah Tamam Hussein. Ditambah, ada Album-Album dari AFI yang Semua dibuat Label Sony Music kayak Menuju Bintang, Melangkah Bersama, Ost Sinetron Menuju Puncak dan The Best of 3 Besar AFI. Bintang-Bintang yang Paling Utama tapi Disukai Fansnya Seperti Veri Affandi, Mawar Dimas, Kia Suban, Dicky H. Saputro, Icha Melissa, Romi Kartiko, Nia, Adit, Micky Octapatika, Haikal Nasution, Tia,  Putu Sutha, Alvin, Leo, dll. Paket AFI berisi Konser Eliminasi/Grand Final dari AFI 1 sampai 3, Konser Inagurasi, Diary AFI 1 sampai 3, Up Close and Personal, Konser AFI 1 Menuju Bintang, Konser Tur Melangkah Bersama, Konser Merah Putih Indonesiaku (Spesial HUT RI ke 59), Pondok AFI (Sajian Spesial Ramadhan), Buka Kalbu AFI (Sajian Spesial Ramadhan), Operet Rayakan Kemenangan (Sajian Spesial Lebaran), Sinetron Menuju Puncak dan Diary/Konser AFI Junior. Yang Paling Juara, Grand Final AFI 2 membesar pada Ratingnya dan jadi Pilihan Pemirsa Sepanjang Masa. di GF AFI 2, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sama Wiranto Menghadirinya, Kan masih dalam Kampanye Pilpres 2004. Program-Program lain Indosiar ada Banyak yang Pasti Diunggulkan Seperti Kuis Famili 100 yang Tayang Pagi-Pagi dari Senin sampai Jumat Setelah Siapa Berani, Brani Dong, Gengsi Gede Gedean, Bule Masuk Kampung, Tantangan, Kencan Enak, Alamak!, Indonesian Model, Detective Conan, Allez Cuisine (Paling Jos ada Derry Drajat Menyerukan Nama Acara tersebut), dll. Sabtu Pagi, Derry Teriaki "Allez Cuisine" dan Sabtu Malam, Adi Nugroho Memegang Koper Ajaib untuk Siapa yang Mengeliminasi di Konser AFI. Selain itu, Indosiar menyiarkan Ulang Sinetron Tasya yang Populer di 2002 dan Warkop Millenium yang Jadi Populer di periode 2000-01 (Pemerannya antara Mendiang Dono dan Indro). 




RCTI

Masih Tercatat jadi Stasiun TV Olahraga Kelas Dunia, RCTI bisa Menghadirkan Piala Eropa 2004, Liga Spanyol, Liga Jerman dan UCL. 2 Tahun Setelah menyiarkan Langsung dan Tunda Piala Dunia dan Asian Games 2002 yang ada Dik Doank, Ucok Baba, dll. jadi Hostnya, Maka RCTI percaya diri jadi Stasiun TV yang Menyiarkan Langsung Piala Eropa 2004 termasuk Indonesian Idol yang Pertama Kali Hadir setelah American Idol yang Sering Tayang. Dengan Masuknya Indra Yudhistira pada Maret 2004, RCTI jadi Andalan untuk Hiburan bagi Keluarga. Jam 4.30 Sore ada Banyak Program-Program yang Bikin Seru mulai dari Kopaja di Hari Senin, Susahnya Minta Maaf di Hari Selasa, M.O.P. (Membuat Orang Panik) di Hari Rabu, Robin Hut di Hari Kamis, Ketemu Calon Mertua (Camer) di Hari Jumat, Selebriti Nginep di Hari Sabtu dan Terakhir, Ngaciiir di Hari Minggu. Ditambah ada Program-Program Minggu Sore yang 2 Dekade Sekarang Masih bertahan yang Menayangkannya (Program Realitas), Semacam Uang Kaget dan Bedah Rumah. Tak Cuma Itu, Untuk Anak-Anak ada Kartun Pororo dari Korea, Doraemon dari Jepang, dll. Dijamin Seru Setiap Akhir Pekan. Oh Ya, Ada Juga Drama Series Semacam Bawang Merah Bawang Putih sampai Si Yoyo. Kuis WWTBAM jadi Masih Andalan di Sabtu Malam karena Harus bisa Berkonsentrasi dengan 1 Pertanyaan 4 Calon Jawaban untuk Mendapatkan Hadiah Uang Besar. Indonesian Idol yang Pertama Kali hadir Lewat RCTI dan Menyiarkan Konsernya Setiap Jumat dan 2 Grand Final dilakukan pada Sabtu Malam.



SCTV

Masih "NgeTop" sebagai Jargon Khasnya sejak 1997, SCTV masih Konsisten Menyajikan Program Program Menarik (Sebelum Banyak Sinetron Sore dan Malam Menyerang). Menjelang Piala Dunia 2006 yang didaulat Jadi Stasiun TV Resmi dikala Wisnu Hadi masih jadi Dirut, SCTV memperbanyak Tayangan Olahraga Seperti Siaran Langsung Liga Italia, Kualifikasi Piala Dunia 2006, Sepakbola Pra Olimpiade 2004 dan Copa America 2004. Sedangkan, Program Berita Liputan 6 jadi Andalan bagi Pemirsa Setia, dari Pagi sampai Malam, Liputan 6 Menyajikan Berita dan Informasi yang Aktual, Tajam dan Terpercaya dibawah Kepemimpinan Redaksi Karni Ilyas. dari NewsRoom ke Pemirsa SCTV, Sajian Liputan 6 jadi Favorit karena Meraih Penghargaan Kategori Berita/Informasi Terfavorit di Ajang Panasonic Awards 2001-2003. Sajian Lainnya ada Sang Bintang, Sinetron Disini Ada Setan, Sinetron Jinny Lagi Jinny Lagi, Sinetron Kenapa Harus Inul, Sinetron Si Cecep, Laris Manis, Bakabon, Kopi Darat 103 FM, dll. Sementara, Untuk Wilayah Surabaya, SCTV pindah Kanal ke 34 UHF (Sekarang ada di 29 UHF Digital). Jangan Kaget sama Pemirsa Setia di Kota Pahlawan.


Metro TV

Didaulat Jadi TV yang Menyiarkan Pemilu dari Awal hingga Akhir, Dipanggil "The Election Channel". Karena, Metro TV bukan Hanya Menyajikan Berita Terkini Setiap Hari Setiap Jam (Seperti Headline News), Tapi Sajian Hiburan juga Pasti Seru bagi Keluarga. Mulai dari Kuis Berpacu dalam Melodi, Cosby Show, Showbiz News, Terbang dengan Lion Air Pulang jadi Miliyuner, Midnight Live, Tafsir Al Misbah (Sajian Spesial Ramadhan), Art 21, dll. Metro Pagi sampai Metro Malam pun Jadi Andalannya Pemirsa yang ketinggalan Memberitakan Indonesia dan Dunia. Tak Cuma itu, Jadwalnya pun Dimuat di Media Indonesia (Saudaranya Metro TV) dan Koran-Koran lainnya. Yang Paling Berkesan, Metro TV Sepenuhnya Menyajikan Berita Tsunami yang Terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 silam. dan Pernah jadi Media Partner untuk Konser Peterpan (kini Noah) 6 Kota dan 1 Hari dengan Memecahkan Rekor MURI. Mantap...





Lativi (kini TV One)

Stasiun TV yang Sebelum direbrand Jadi TV One saat ini, Lativi ada Banyak Tayangan-Tayangan yang Bermutu. ada Liga Italia sampai Kartun Nickelodeon. yang Paling berkesan, ada Jimmy Neutron, Dora The Explorer, Blues Clues dan Terakhir, Spongebob Squarepants yang Kerap Diputar Sebelum pindah ke GTV pada 2 Tahun setelahnya (2006). Dokumenter juga Jadi Andalannya. Oh Ya, Tayangan Mistis juga jadi andalan Bagi Pemirsa Setia. 






TV7 (kini Trans 7)

Ini adalah Stasiun TV dari Kompas Gramedia Group (sekarang kan Milik TransMedia), Yakni TV7. Kan Sebenarnya adalah TVnya Para Pembaca Setia Produk-Produk Media Cetak milik KG Seperti Kompas, Kontan, Surya, Warta Kota, Tabloid Nova, Tabloid Bola, dll. Stasiun TV ini Sering-Sering Mengiklankan Produk-Produknya yang Disebutkan Tadi diatas, Kan Dianggap jadi Induknya. Acara-Acara Andalannya Seperti MotoGP 2004, Liga Inggris, Famili 100 (yang Pindah dari Indosiar), Dream Band 2004, TKP, 7 Suara (Spesial Pemilu 2004), Kontroversi, Star 7, Por Tu Amor, dll. Setiap Minggu, Koran Kompas pun ada Rubrik Program-Programnya TV7 (Zaman Sekarang Program-Program Trans 7 ada di Halaman Televisi milik Koran Jawa Pos Edisi Minggu) dan Setiap Harinya, TV7 memasang Jadwalnya di Halaman Acara Hari Ini dari Koran yang Sama (Sekarang Masih ada dongs).



Trans TV

Dicap jadi TVnya Tokti dan Bajaj Bajuri, Trans TV jadi Langsung Menggebrak dengan Program-Program Andalan Bagi Keluarga. Program Musik Spesial "Eksklusif" memang Sering Hadir Setiap Minggunya, Ada Datuk Siti Nurhaliza, Iwan Fals sampai Padi Reborn yang Ikut Meramaikan Tayangan ini. Bukan Hanya Eksklusif, Tapi Drama Series Bajaj Bajuri jadi Pusat Perhatian Pemirsa. Yang Suka Mengikuti Perkembangan Terkini berupa Berita, Ada !nsert sama Reportase jadi Favorit buat Pemirsa sebagai Alternatifnya Program lain Semacam Seputar Indonesia (kini Seputar iNews), Liputan 6 dan Tentunya, Kiss. Sedangkan, Kartunnya ada Seperti Naruto yang Hadir Pertama kalinya di Indonesia. Dunia Lain dan Menanti Ajal bikin Semua Ditakuti sama Pemirsa yang Melihat Kehantu-Hantuan. Extravaganza di Awal-Awal Hadir memang Awalnya Setiap Senin ditambah Ada Talkshow seperti Ceriwis di Siang Harinya dan Kupas Tuntas di Malam Harinya. Oh Ya, Trans TV berkolaborasi dengan TV3 Malaysia menyiarkan Langsung Variety Show Spesial HUT RI ke 59 dan Hari Kemerdekaan Malaysia 2004 yang diberi Titel "Merdeka Negeriku" yang disiarkan pada 22 Agustus 2004.




TPI (kini MNC TV)

Di Awal-Awal Masuknya MNC Media Sejak Akhir 2003/Awal 2004, TPI yang Kini dikenali Sebagai MNC TV langsung Menggebrak dengan Program-Program yang Awalnya ada di RCTI, Seperti Rerun Sinetron Jin dan Jun, Jangan Ucapkan Cinta dan Smack Down. dari Awal sampai Pertengahan, Tayangan Blocking DRTV pun Masih Tayang di Pagi, Siang dan Malam. Coba anda Lihat Tayangan Salah Satu Produk Malah Ngomongnya Inggris dan Pakai Subtitle Indonesia (2 Dekade Sekarang, Sudah Zaman Upin Ipin, Kan pakenya Subtitle Indonesia). Komunikata pun juga jadi Andalan di TV ini. Sedangkan, KDI alias Kontes Dangdut Indonesia pun Hadir Pertama Kali. KDI memang Acaranya Nyanyian Dangdut untuk Mencari Bintang Dangdut Terbaru. Bintang-Bintang paling Heboh Semacam Siti Rahmawati, Safar, King Nassar, dll. Selain Hiburan, Program Olahraga pun Tak Ketinggalan ada TPI Fighting Championship, Liga Spanyol 2003/04 sampai F1 2004.




GTV

GTV masih Mengandalkan Acara-Acara dari MTV Asia/Indonesia sebagai Relayer. Mantap Benar, Walapun GTV memperbanyak Acara-Acara MTV Asia/Indonesia. VJ-VJnya pun Jadi Keren Seperti Daniel Mananta, Nirina Zubir, dll. Kalau Programnya, It's Okay kayak Acara MTV Ampuh, MTV What's Up, MTV Non Stop Hits, dll. Video Klip-Video Klipnya yang Tayang di MTV bareng GTV pun Kerap Hadir seperti Lagu Ada Apa Denganmu milik Peterpan, Tak Tahan Lagi dari Melly Goeslaw, Dibalas Dengan Dusta dari Audy, Pejantan Tangguh (Pria Terhebat) dari Sheila On 7, Seindah Biasa dari Datuk Siti Nurhaliza, Tentang Diriku dari Kahitna, dll.





ANTV

Olahraga berpadu Dengan Hiburan, Itulah Namanya ANTV yang Paling Keren. Liga Indonesia 2004 masih Tersaji melalui Stasiun TV tersebut. ditambah ada IBL 2004. Selain Olahraga, Program Hiburan pun ada Seperti Penghuni Terakhir yang Merupakan Program Reality Show Live bukan yang Pertama kali (AFI kan ada di TV Saingannya). Penghuni Terakhir itu adalah Program Realitas yang Ingin Merebut 1 Rumah Baru sebagai Tempat Tinggal Terakhirnya. Eh Tunggu, ada Dibalik Lensa yang Menampilkan Model yang Lagi Difotoin dari Para Fotografer-Fotografer Ternama. Presenter di Acara Dibalik Lensa Memang Cantik sekali, Pandegling... yang Lainnya ada Kalam, Jurnal ANTV, Scooby Doo, Percaya Nggak Percaya, Ratu Malu Jendral Kancil, Kuis Dendang Dangdut, Clas Akustik, dll.




TVRI

TV paling Tua di Negeri ini yang Kini berstatus LPP, TVRI selalu jadi Alternatif Pemirsa yang Tidak Mau Memilih Saluran lain. Konteswara jadi Favorit Bagi Ibu-Ibu yang Sibuk Bekerja. Paviliun 21 yang Bikin Lucu, Sehat Ala (alm) Hembing yang Bikin Tahu Soal Kesehatan, Berita Nasional (kini Klik Indonesia) yang Menyajikan Berita Teraktual dari Indonesia, dll. Tak Hanya Itu, Siaran Langsung Liga Italia 2004/05 pun ada Yang Isinya Pertandingan-Pertandingan dari Klub Papan Tengah dan Papan Bawah dari Serie A musim 2004/05. 


TV Lokal (JTV Jatim, Malang TV dan Batu TV)

Banyaknya TV Lokal di Daerah-Daerah Setempat pun jadi Pencegah Ketepurukannya TV Nasional di Rating-Rating, Berarti di Daerah-Daerah, TV Lokal berkembang di 1 Wilayah. Contohnya, JTV jadi TVnya Warga Jatim yang Menjangkau dari Surabaya hingga Malang dan Madiun. JTV memang Milik Jawa Pos Group sampai Sekarang karena Korannya (Jawa Pos) dimunculkan di Acara Cangkrukan Setiap Minggu Malam (Kala itu). Sedangkan, Persebaya pun ada Logo "JTV" apalagi Jadi Sponsor Resmi bagi Tim yang Berjuluk Green Force tersebut dan Bisa Menyiarkan Langsungnya selain ANTV dan Trans TV sepanjang Musim 2004 (Kala itu Tim Persebaya Juara). Lain JTV, Lain Pula dengan Nama-Nama TV Lokal di Wilayah Malang dan Sekitarnya. di Malang, ada GNTV yang Jadi Relayer dari MNC Vision (dulu Indovision) lalu jadi Mati. ada Juga Malang TV yang Merupakan Stasiun TV asli Malang yang Dimiliki oleh KDS 8 Radio. dan Perlu diingat, GNTV adalah Cikal Bakalnya Dhamma TV Malang yang Saat ini masih On Air. dan Satu lagi, ATV Batu yang Bersiaran Ikut bersama Trans TV atau Bukan. 


Kesimpulannya, Kalau Ingin Suka Bintang-Bintang AFI, pastikan Indosiar jadi Favoritnya. Kalau Suka Indonesian Idol sama Piala Eropa 2004, Pindahlah ke RCTI. Sedangkan, Yang Mengikuti Perkembangan Terkini Indonesia, Harus Pindah Saluran ke Metro TV yang Menjadikannya TV Berita dan Hiburan paling Komplit. 


Update : 

Tulisan ini Sudah Direvisi Sedikit. dan Satu lagi, Kedua Postingan Blog di Bulan ini Sudah dihapus. 


Update (lagi) :

Lagi-lagi Direvisi kayaknya. 


Update (lagi) :

Direvisi Kembali dengan Penambahan Video dan Tulisannya. 


Update (lagi) :

Direvisi Kembali lagi, Ada Penambahan Videonya...