Minggu, Januari 25, 2026

Bedah 3 Koran di 2026

Selamat Berhari Minggu, Kayaknya sih Kita Buat Blog yang Membahas Koran, tapi yang Kemarin, salah satu Pembahasan di Awal Tahun ini semestinya sudah dihapus Total dan yang lainnya (sebagian besar Sepanjang Tahun ini), Ikut-Ikutan dihapus, Tiada Drama lagi... Yuk Kita Bahas Blog ini...


Tahun 2026 (alias Tahun Kuda Api) bisa dibilang Tahunnya Tiada Koran Edisi Minggu dalam Format Cetak (Kayak Koran Warta Kota dan Surya yang Sama Sama milik Tribun Network) dan Tahunnya Koran-Koran mempertahankan di era Senjakala Media Cetak meskipun Sebagian Besar Media Cetak sudah Mati atau Pindah Haluan Sepenuhnya ke Digital (kayak Koran Sindo sampai Tabloid Bola kayaknya). 3 Koran Favorit Gue sejak dari Kecil, Semestinya masih ada tapi Bertahan di Gempuran Digitalisasi dan Ai untuk Tahun ini, ada Jawa Pos (Sunday Magz) yang dibilang Korannya yang mengadopsi dari Digital (via Website Berita dan Medsos) di Halaman 12, Foto-Foto dari Antara (Kantor Berita Indonesia yang terkenal sejak dulu) yang Lebih "Bergizi", "Berbudaya" dan "Gila" di Rubrik Khusus yang suka Berpetualang, Informasi Seputar Film-Film yang Suka Nonton Film sampai Rubrik-Rubrik lainnya yang Ringan, Koran Kompas yang bikin Agak Laen tapi Ibarat Kembali bernostalgia lewat Edisi "Akhir Pekan" yang Beredar Setiap Sabtu, Edisi Minggu jadi EPaper Sepenuhnya via Website/Aplikasi dan Edisi Senin-Jumat dengan Sedikit Perombakan dan Koran Media Indonesia yang dibilang Menguburkan Edisi Akhir Pekan khusus EPaper saja.


Koran Jawa Pos (Sunday Magz) di 2026

Tampilan Sampul Jawa Pos (Sunday Magz) tahun 2026

Jawa Pos Edisi Minggu (alias Sunday Magz) memang jadi Salah Satu Koran yang Masih Terbit dan bertahan di Hari Minggu (akibat Kehilangan Koran-Koran Edisi Minggu yang Jenama-Jenama lain Kecuali Kompas yang masih Terbit tapi Fokusnya ke Digital dan akibat Disrupsi Digital), kan Lebih Bervariasi untuk Rubrik-Rubriknya tapi Lebih Ringan, Menarik, Menghibur dan Menginspirasi (patungan Soft News yang Kebanyakan Gaya Hidup/Hiburan dan Hard News), Kayak Wisata, Nasional/Internasional, Film, Drama, Home (Lengkap dengan Solusi Griya), Sportainment, Golf, Wawancara Sang Bintang, What's On Social Media, dll. Ini mungkin Kesinambungan dari Edisi Sabtu (alias Weekend Magz) yang Isinya Dominasi Sastra (antara Cerpen, Puisi dan Buku), Ekbis/Finansial, dll. Edisi Minggu saja Hard Newsnya 10-20% dan Ringan-Ringan untuk Sebagian Besar Rubriknya semestinya 80-90%. 

Tampilan Rubrik Wisata dari Jawa Pos (Sunday Magz) 

yang Rubrik Wisata, cuman Isinya Info atau Artikel Wisata-Wisata di 38 Propinsi di Indonesia yang Tampilannya Visual nan Cantik tapi diperkaya Foto-Foto yang dijepret oleh Tim Fotografi Antara (terus menerus?), Sumber dari Pihaknya dan Tim Fotografi Keluarga besar Jawa Pos Media (kayak Jawa Pos Radar Malang, Jawa Pos Radar Bromo, dll.). Foto-Foto Antara dan Konten (Isi) Artikel Wisata di 38 Propinsi Indonesia yang terus menerus di Rubrik Wisata dari salah satu Koran dari Surabaya tersebut Lebih Bergizi, Berbudaya dan Gila. Yang bahas Wisata-Wisata (atau Budaya) di Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat dan Cimahi) dan Kota-Kota Lain di Jawa Barat pun Rutin dimuat terus menerus, Kalau yang bahas Wisata-Wisata/Budaya di Wilayah Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga dan Kendal) dan Kota-Kota lain di Jawa Tengah pun Sama Saja.  yang Tempat-Tempat Wisata di Luar Negeri (Belahan Dunia), pun Kadang ada (kemungkinan diliput sama sebagian kecil Jurnalis-Jurnalis Jawa Pos di Berbagai Negara di Dunia). 

Tampilan Rubrik What's On Social Media di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Sedangkan, Rubrik What's On Social Media (Halaman 12), kan Isinya Berita-Berita Hiburan (dan Non Hiburan tapi Ringan) dan Viral Indonesia/Dunia yang mengadopsi atau diintisari dari Medsos dan Website Berita. Kan Salah Satu Rubrik di Koran ini Lebih "Netizen" tapi Lebih Bergizi juga (dari Rubrik Show-Selebritis yang hadir di Edisi Senin hingga Sabtu). Buktinya, Tulisan Kode "(lai/ai)" Pasti terus menerus tapi mendominan di Rubrik ini. Nah, Kalau anda Mengcopy Berita dari Kompas.com untuk Rubrik tersebut di Jawa Pos Edisi Minggu, itu Salah Besar, yang Benar kayak !nsertlive.com atau dari Berbagai Medsos yang ada. Sedangkan, yang Nasional dan Internasional, kan Fokusnya Hard News. Jadinya Seperti Koran-Koran dari Keluarga Tribun Network yang Isinya Berita-Berita yang mengcopy/mengambil dari Website Berita Digital milik KG Group. 

Tampilan Rubrik Interview Bintang-Bintang di Koran Jawa Pos (Sunday Magz)

Oh Ya, ada Juga Interview Bintang-Bintang yang ada di Halaman 12 diatas What's On Social Media. Yang Rubrik Sportainment (Edisi Minggu), Kemungkinan ada Pratinjau Pertandingan-Pertandingan Besar alias Big Match untuk Sepakbola Dunia (seperti Duel Real Madrid vs Barcelona hingga Arsenal vs MU). Sementara itu, yang Rubrik Film isinya Info Seputar Film-Film Baru yang Belum/Sudah Tayang di Bioskop (jika Rubrik Drama tidak ada, Maka diganti sama Info/Jadwal Film Bioskop Jatim kembali Hadir seperti dulu), Rubrik Drama yang Isinya Informasi Seputar Drama Series Baru dari Indonesia dan Dunia dan Satu lagi, yang Suka Musik, ada Rubrik Musik yang Menyajikan Info Seputar Musik di Indonesia dan Dunia juga (dan Kedepannya, Mungkin ada Kolom Top Music Chart di Rubrik Musik dari Jawa Pos Sunday Magz, bisa berasa Kembali bernostalgia). Oh Ya, yang Salah Satu Rubriknya Jawa Pos Sunday Magz yang dulunya ada Sebelum tergusur, adalah Rubrik "Televisi". Kayaknya sih, Rubrik ini isinya Info Seputar Program Acara dari Berbagai TV Nasional lengkap dengan Kolom "Acara TV" yang isinya Bukan Jadwal, melainkan Detail Program Acara TV (semacam Sinopsis). Nama RCTI (kayaknya Besok Kemungkinan ada Rebranding nih) saja mendominasi dan terus menerus memuat Artikel/Infonya tapi Makin Eksklusif banget dan bersaing dengan Metro TV di Koran Media Indonesia dan Kompas TV di Koran Kompas. Sekarang, Sudah tiada lagi sejak April Tahun lalu dan Semoga, Rubrik Televisinya harus dikembalikan semula dan Fokus Memuat Informasi Program-Program Acara 4 Saluran dari TV Kebon Jeruk/Sirih (RCTI, MNC TV, GTV dan iNews) secara terus menerus tapi Eksklusif, Kalau RCTI yang terus menerus di Rubrik ini, Kemungkinan kelak menyaingi Nama Metro TV di Media Indonesia dan Kompas TV di Koran Kompas. Untuk yang Wilayah Jombang dan Mojokerto, 2 Radar dari Jawa Pos yang Edisi Minggu kan semestinya ada, Yakni Radar Mojokerto dan Radar Jombang Edisi Minggu. Yang Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu, Sampulnya Tidak ada Jargon "The Spirit of Majapahit"nya dan Menghadirkan Rubrik Lifestyle di Halaman 1 dan 2, Desa Bisa/Kita di Halaman 7 dan Someone di Halaman 8 (Kayaknya Kemungkinan isinya Profil Tokoh). Sampul Depan dan Belakangnya Koran dari Mojokerto tersebut Kaya Visual dan Lebih Aesthetic. Untuk Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggunya, di Sampulnya masih menggunakan Tulisan "Minggu" dibawah Logo JPR Jombang. Untuk Rubrik-Rubriknya tetap ada, Seperti Kolom Renungan Minggu (Khusus untuk Umat Nasrani) di Halaman 3 dan 4/5 (Kemungkinan), Berita Jombang di Halaman 4/5 (Kemungkinan juga) dan Inspirasi di Halaman 6 (Kayaknya Kemungkinan isinya Profil Tokoh Juga).


Koran Kompas di 2026

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (2026)

Memasuki Tahun 2026, Koran Kompas pun jadi "Agak Laen" tapi bak Nostalgia, kan Serasa Kembali ke Masa Silam. Koran Kompas Hadirkan Edisi "Akhir Pekan" yang Mengawinkan antara Konten-Konten Edisi Minggu yang Dominasi Rubrik-Rubrik Ringan dan Sastra dan Konten-Konten Edisi Sabtu yang Berita Reguler tapi Tulisannya pasti Mendalam. Beredar Setiap Sabtu dan Tebalnya 20 Halaman (sama Seperti Tebalnya Koran Jawa Pos Edisi Minggu yang 12 Halaman Induk + 4 Halaman JPR Mojokerto Minggu + 4 Halaman JPR Jombang). Mulai Edisi Kedua (10/1 lalu), di Sampul Koran Kompas Akhir Pekan bukan lagi Tulisan "Sabtu" Sendiri, tapi menambah Tulisan "Minggu" jadi "Sabtu/Minggu (Tanggal/Bulan/Tahun)", kan Ini Pasti Gabungan gitu. Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut Lebih Bergizi dan Lebih Menginsprasi untuk Rubrik-Rubriknya dan Lebih Menggoda untuk Tampilannya (seperti yang dikatakan Sang Presenter dan Hilmi Faiq di Segmen Obrolan dari Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan di Kompas TV pada 3/1 lalu). Koran ini Semestinya Memecah 2 Seksi tapi Berasa Nostalgia banget (Kembali ke Masa silam juga), Yang Seksi 1 (Halaman 1 hingga 12) adalah Rubrik-Rubrik yang Gaya Hidup hingga Sastra (termasuk Kolom Khusus) yang dulunya ada di Edisi Minggu tapi Pindah total (termasuk yang Hidup Kembali semacam Puisi?), ada Urbana, Kelana (lumayan mirip dengan Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu), Gaya, Karisma, Layar, Lembar (Info Seputar Buku), Experd, Nada, Kenang Rasa, Weekend (isinya Info Hotel dan Resto plus Gaya Hidup lainnya), Desain dan Ruang, Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Puisi (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Seni, Percik, Udar Rasa, Jeda (menyatukan TTS dan Komik) dan Tentunya Kolom Analisis Budaya yang Biasanya Hadir. Yang Baru di Analisis Budaya pastilah Nama Lynda Ibrahim. Kalau yang lain, ada kayak Ariel Heryanto (bukan Ariel Noah/Peterpan) hingga Saras Dewi (juga muncul di Rubrik Halte dari Jawa Pos Weekend Magz (Edisi Sabtu)). 

Tampilan Sampul Seksi 2 di Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (2026)

Sedangkan yang Seksi 2 (Halaman 13 hingga 20) adalah Berita-Berita Reguler/Hard News (Edisi Sabtu) yang dikasih Sentuhan Lebih Relax (tapi Mendalam) dan tidak takut dengan Tanda Kutip dari Berita Harian Reguler (seperti yang dikatan oleh Hilmi Faiq juga di Obrolan Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan pada 3/1 lalu). Rubrik-Rubrik Reguler dari Edisi Senin-Jumat (seperti Ekbis, Polhuk, Internasional, Regional (Campuran Nusantara dan Metropolitan), Humaniora dan Olahraga) isinya Tulisan-Tulisan yang Lebih Relax dari Berbagai Jurnalis-Jurnalis terkemuka dari Koran ini (seperti Iqbal Basyaari hingga Luki Aulia). Tulisan-Tulisan di Rubrik Regulernya Kompas yang Edisi Sabtu, 90% Features. Oh Ya, Yang Kolom Tajuk Rencana, Berita Umum (cuma di Halaman 13), Jadwal Siaran TV (seperti TVRI Nasional, SCTV, Metro TV, Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV (Jakarta), Kompas TV, RTV dan BTV), Nusantara Bertutur (dulunya ada di Edisi Minggu) dan Foto Pekan ini (dulunya ada di Edisi Minggu juga) ada juga lho di Seksi 2. Harga untuk Koran ini adalah Rp. 17.000,-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 18.000,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). dan Bisa diperoleh lewat Agen/Pengecer Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Lewat Semua Lokapasar (kayak Shopee, Tokopedia dan Gerai Kompas Online (yang Beli Langganan 4-12 Edisi saja)). Oh Ya, Tersedia juga lewat EPaper di Kompas.id (selain yang Koran Cetak). Bagi anda yang di Wilayah Pacitan, Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, Jembrana dan Karangasem di Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta dan Prabumulih di Sumsel, Kompas Edisi Akhir Pekan yang Lebih tebal tidak bisa Layani Pengirimannya (sebagaimana di Website Gerai Kompas). dan dipastikan akan jadi The Next "Tabloid Monitor (1986-1990)", "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta Jakarta (1986-1999?)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)" dan "Majalah Hai (1977-2017)" dan nantinya, Kelak Melesat seperti Roket (seperti Koran Kompas Minggu era Sebelum Pindah ke Digital Sepenuhnya ataupun Tabloid Monitor/Citra).

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Minggu tahun 2026 (setelah jadi EPaper Sepenuhnya)

Sejak Adanya Edisi Akhir Pekan di Hari Sabtu (sejak 3/1 lalu), Edisi Minggu pun Agak Laen juga karena sudah Jadi EPaper sepenuhnya (Mengingatkan Kita Pada Koran Media Indonesia Edisi Sabtu-Minggu jadi EPaper pada 2024-25, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya?) dan Bukan dalam versi Cetak sejak 4/1 lalu. Kayaknya, Edisi Minggu pun Isinya Sedikit Sama seperti yang Edisi Senin hingga Jumat, tapi yang Rubrik "Weekend" masih ada dari Edisi Sabtu, Jadwal TV menghilang, Rubrik Opini bertambah banyak jadi 3 Halaman (lebih besar dari yang Edisi Senin hingga Jumat), Mengubur Profil Tokoh yang Sudah jadi Tradisi Saban Minggu (kayaknya mirip dengan Rubrik Inspirasi di Jawa Pos Radar Jombang dan Someone di Jawa Pos Radar Mojokerto) dan Juga Menyisakan 1 Rubrik khas Minggu "Infografik" yang dipertahankan Sejak Bertahun-tahun Sebelumnya. Kalau Mau Akses EPaper yang Edisi Minggu, Harus Buka dulu Website (atau Aplikasi) Kompas.id dan Bisa Lihat Isi-Isinya Kompas Minggu di 2026 yang jadi EPaper Sepenuhnya. Masya Allah, Kenapa Koran Kompas masih Terbit di Minggu? Ga Pa Pa kan, hanya ada di Digital saja lah... Bukan Cuma Edisi Minggunya jadi EPaper Sepenuhnya, tapi yang Sampul Koran Kompas di Semua Edisi (dari Senin hingga Minggu) pun sudah Hapus "QR Code"nya setelah 8 Tahun Berganti Tampilan (kayaknya sekitar Januari 2018 silam). Setelah adanya Perubahan di Edisi Sabtu dan Minggu, ada Perombakan/Perubahan Kecil yang dilakukan oleh Koran ini, ada Karikatur "Joni dan Poni" (bagian dari Opini) yang awalnya di Edisi Sabtu, kini Pindah lebih awal ke Edisi Rabu (Menggantikan Karikatur Utama Rabu yang Tak lagi Hadir), Rubrik "Sudut Pandang" (bagian dari Internasional) yang awalnya di Edisi Minggu, kini Pindah lebih awal ke Edisi Jumat, Kolom Analisis Ekonomi yang Biasanya muncul di Edisi Selasa kini sudah menghilang seketika (kini kemungkinan dialihkan ke Peluang Usaha/Weekly Plan/BaZi di Koran Jawa Pos Edisi Minggu dan KTF di Sebagian Besar Koran-Koran Tribun Network), Kehilangan Rubrik "Geliat Kota" dan "Sawala" (Rubrik Spesial Kebudayaan berdasarkan hasil Diskusi?) yang Sama-Sama hadir di Edisi Jumat (yang Satunya (Geliat Kota) dipindahkan ke Rubrik Desa Kita milik Jawa Pos Radar Mojokerto/Jombang dan yang Satunya lagi (Sawala) dipindahkan juga ke Rubrik Wisata yang Fokus isinya Info Wisata/Budaya di 38 Propinsi di Indonesia milik Jawa Pos Edisi Minggu juga, keduanya Sedikit Mirip?), Sosok/NaPer (Nama dan Peristiwa) yang Bukan lagi dari Senin hingga Sabtu, tapi Tinggal Setiap Senin hingga Jumat dan Tentunya, Beberapa Figur-Figur baru jadi Pekolom di Analisis Politik (seperti Zainal Arifin Mochtar, Nurul Hasfi dan Firman Noor). Ketebalannya (untuk Edisi Senin-Jumat dan Minggu), semestinya tetap 16 Halaman. dan Harganya pun tetap Rp. 12.000.-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 12.500,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). Yang Iklan-Iklannya (kayak Optik Melawai yang serentak dimuat di Koran Jawa Pos) pun masih ada atau tidak ya? aduh... Jangan Baper, kan ini Minim Mungkin... Kayaknya, yang Edisi Senin hingga Sabtu mesti ada Iklan-Iklan Produk berkomersial/bukan (dulu kan Kebanyakan di Masa Silam, tapi kini, sudah Minim gitu karena ada Digitalisasi). Ini Mungkin adalah Gebrakan-Gebrakannya A. Haryo Damardono yang Kini jadi Pemred Koran Kompas sejak awal Mei tahun lalu. Semenjak Beliau jadi Pemred Baru Koran Kompas, Gebrakan dan Inovasinya yang sudah dilakukan dari Tahun lalu, seperti Sisipan Pendidikan Turki yang berformat Tabloid pada 5/6 tahun lalu, Menerbitkan Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman yang Bisa dipreorder pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan "Joni dan Poni", Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang Bisa dipreorder pada Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Jadwal Metro TV yang Menggantikan GTV pada September Tahun lalu, Memperkenalkan "Kompas ONE" yang Memadukan Semua Konten Berita Digital dari KG Group pada September Tahun lalu juga, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khusus Kompas yang Geliat Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia (setebal 40 Halaman) yang Bisa dipreorder pada Oktober Tahun lalu, Menghadirkan Lipsus Masyarakat Adat yang Hadir sejak Pertengahan November Tahun lalu, Mendominasi Pemberitaan Presiden RI Prabowo/Wapres RI Gibran dan Kabinet Merah Putih sejak dari era Pemred Pendahulunya (Sutta Dharmasaputra) (tapi semestinya Berimbang meskipun sejak dari Lahir, Presiden Indonesiannya bergonta-ganti), Mendongkrak lewat Pemberitaan Bencana Alam Besar di Aceh, Sumut dan Sumbar yang terjadi Sejak Akhir Tahun lalu, Menghadirkan Sajian Ekspedisi Kelapa dan Menghadirkan Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas Hutan Sumatra Lenyap dan Langsung jadi Pusat Perhatian semua Netizen. Inovasi yang Saat ini (masih dikuasai A. Haryo Damardono sebagai Pemred), adalah Kehadiran Kompas Professional untuk Sektor Mining.

Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman

Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman

Tabloid Bola Hidup Kembali Lewat Edisi Khusus Seputar Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi 12/12 Tahun lalu (2025)

Yang Paling Berkesan adalah Edisi Khususnya Kompas yang Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia. Tapi dalam Format Tabloid karena Mengembalikan Tabloid Bola yang sudah Mati sejak bertahun-tahun sebelumnya. Kan Saya Ingat gue, pasti dipreorder sampai 2x Selama Periode Pre Order (dari 29 September hingga 21 Oktober Tahun lalu) dan Bisa dapat 2 Tabloidnya (termasuk Bonus Poster?) secara Serentak pada 26 Oktober Tahun lalu (2025), Masya Allah, kenapa kok dapat 2? kan Serasa Nostalgia dan Satu lagi, Djarum Foundation jadi Sponsor Pendukung untuk Edisi Khusus ini (kan keinget Iklan Rok** Djarum Super versi Promosi Siaran Langsung Sepakbola dari Tanah Eropa di akhir 90an/awal 2000an gitu, sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Harga untuk Pre Ordernya Tabloid Bola by Kompas adalah Rp. 60.000,- (dapat 1 Bonus Poster) dan Rp. 120.000,- (dapat 2 Bonus Poster dan Bonus Kompas.id hingga 6 Bulan). dan Satu lagi, ada Edisi Jurnalisme Data yang Bahas Hilangnya Hutan Sumatra Beredar pada 12/12 Tahun lalu dan Menjadi Unik, karena dikasih Sampul Khusus yang terbuat dari Kalkir. Kayaknya sih, Koran ini memang "Memasak" dan Langsung jadi Pusat Perhatian Semua Netizen karena Ulahnya sang Pemred Saat ini (A. Haryo Damardono). dan Gebrakan Selanjutnya (untuk Tahun ini), Kemungkinan (Insya Allah) Siap hadir, ada Pemuatan Kolom Jadwal Imsakiyah di Jakarta dan Sekitarnya yang Lengkap dengan Sponsornya (Kayaknya Kemungkinan ada BSI yang kayak Ramadhan Tahun lalu) di Sampul Koran Kompas untuk Sepanjang Bulan Puasa Tahun ini nanti, Menerbitkan Edisi Khusus Lebaran 1447H/2026M yang Bergaya seperti Tabloid Citra atau Nova di Masa Silam (kemungkinan Hidup Kembali kayak Tabloid Bola di Tahun lalu) tapi kemungkinan bisa dipreorder di Februari/Maret nanti, Menerbitkan Edisi Khusus Panduan/Prediksi Piala Dunia 2026 yang Bergaya seperti Tabloid Bola atau Soccer di Masa Silam juga tapi kemungkinan bisa dipreorder di Mei/Juni nanti (ntar bisa Ulangi yang 2025 silam) hingga Liputan Khusus Event Besar Dunia seperti PD dan AG. Semoga Saja, Koran Kompas di 2026 bakal Memasak terus dan bisa Mengulang Memori-Memori di Masa Silam (dulunya Jenama-Jenama yang Saudaranya Kompas masih Beredar sebelum Semuanya Mati).


Koran Media Indonesia di 2026

Tampilan Sampul Koran Media Indonesia Edisi 56 tahun Berkarya (19/1)

Awal Tahun ini jadi Minim (tapi Mapan) bagi Media Indonesia yang Sudah Berusia 56 tahun Berkarya pada 19/1 lalu. Salah Satu Jenama Koran dari MGN tersebut pun Mengubur Edisi Sabtu dan Minggu yang Biasanya dalam Format EPaper Sepenuhnya seperti Beberapa Tahun lalu (seperti yang disebutkan diatas Tadi). Yang Tanggal 3 (atau 10) Januari lalu, Sempat Ada Edisi Sabtunya yang Full EPaper, tapi Sayangnya (Sabtu-Minggu Berikutnya) sudah Tidak ada lagi (kalau ada yang Edisi Sabtu Full EPaper atau tak ada, Ga Pa Pa juga). Sejak Menguburnya Edisi Sabtu dan Minggu (dalam Format Full EPaper?), Koran ini Menyisakan Terbit 5 Hari saja, dari Senin hingga Jumat. Kayaknya ini Kemungkinan akan Bertranformasi ke Dunia Digital berkat "Media Indonesia Digital First". Ya, Konten-Konten Sabtu dan Minggu pun Ikut Pindah lebih awal (seperti Kompas yang Tadi), ada Kolom Tendangan Bebas dari Suryopratomo (Mantan Pemred Kompas era 2000-2008 dan Mantan Dirut Metro TV era 2017-2020) yang Biasanya di Edisi Sabtu, Pindah lebih awal ke Edisi Jumat dan Duo "Tradisi Lisan" dan "Esai Foto" (kayaknya Keduanya Nyaris mirip dengan Kebanyakan Foto-Foto dari Antara sama yang lain dan Artikel Wisata di 38 Propinsi di Indonesia di Rubrik Wisata dari Jawa Pos Edisi Minggu yang terus menerus juga atau Foto Pekan ini milik Koran Kompas Edisi Sabtu) yang awalnya main di Edisi Minggu dan Berpindah ke lebih awal juga ke Edisi Jumat (secara bergantian?). Oh Ya, ada Rubrik Opini bisa sampai 2 Halaman Saja, lebih Banyak (mirip mirip dengan Kompas yang Opininya banyak cuma 2-3 Halaman). Untuk Rubrik-Rubrik lain masih Bertahan! ada Selekta, Politik, Ekbis, Metropolitan, Tanah Air/Nusantara, Humaniora (sama seperti yang Kompas tadi), Olahraga, Seleb (Lengkap dengan On This Day?) dan Info Program Acara Metro TV (lebih mirip dengan Info Program Acara RCTI di Kolom Acara TV milik Jawa Pos Edisi Minggu era 2024-25 silam dan Kompas TV di Koran Kompas era 2012-2017 silam). Oh Ya, Koran Media Indonesia dapat Penghargaan dari Adam Malik Awards 2026 kategori Media Cetak dan Langsung Kalahkan Koran Kompas yang terus mendominasi dari dulu (kecuali 2020 direbut Republika Koran (alm)). Kayaknya ini, Meniru Prestasi Republika Koran tahun 2020 yang waktu itu Kalahkan Kompas ya? Masya Allah, Kok bisa? Hehehe... Ini kan Cuma menyaingi lah... Untuk Rencana Selanjutnya (Insya Allah), Koran Media Indonesia bakal ada Kolom Jadwal Imsakiyah di Jakarta dan Sekitarnya di Sampul Depan pada Ramadhan ini nanti.


Jadi, Koran Jawa Pos yang Sunday Magz itu Lebih Bervariasi, Ringan, Menarik, Menghibur dan Menginspirasi dengan Rubrik-Rubriknya (semacam Wisata yang Isinya Foto-Foto yang dijepret oleh Tim Antara yang terus menerus tapi Lebih Bergizi, Berbudaya dan Gila dan What's On Social Media yang lebih Banyak Berita-Berita Ringan/Hiburan yang mengambilnya dari Website Berita dan Medsos) tapi Beritanya dikasih (lai/ai) terus menerus, Koran Kompas itu Jadi Agak Laen bak Nostalgia meskipun sudah ada Edisi Akhir Pekan yang Mengawinkan Konten-Konten Ringan Edisi Minggu dan Konten-Konten Berita Reguler/Tulisan Mendalam Edisi Sabtu, Edisi Minggu jadi EPaper sepenuhnya dan Terjadi Perombakan/Perubahan Kecil di Sepanjang Tahun ini dan Koran Media Indonesia jadi Minim tapi Mapan karena Menguburkan Edisi Sabtu dan Minggu yang Format EPaper Sepenuhnya juga.


Itulah Tadi Ringkasan Bedah 3 Koran Favorit gue di 2026 yang masih Bertahan di Masa Gempuran Disrupsi Digital, Gempuran Ai dan Eranya Koran Edisi Minggu yang versi Cetak Hilang sebagian-sebagian. Semoga Saja, Ketiganya terus Langgeng di Tahun Kuda Api. 

Tidak ada komentar: