Selasa, Maret 03, 2026

Keenan Berakhir di Indonesian Idol 2026

Kemarin Malam, Gue Ga Bisa Nonton Indonesian Idol 2026 Spekta 5 yang disiarkan langsung di RCTI. Salah Satu Peserta asal Jatim yang Jember itu bernama Keenan dinyatakan Tersenggol di Pertarungan Nyanyian Terbesar Tahun ini. Ini Akibat Zona Tak Aman karena Hasil Votenya mulai Menurun terus. Beliau Bawakan Lagu Usik dari Feby Putri. Eh, Tunggu, Peserta dari Mojokerto (Kota Gue), yang Namanya Rio pun Ikut-ikutan Zona Tak Aman bersama Josh Flo (dari Manokwari) tapi tetap Lolos ke Spekta berikutnya pada 9/3 nanti. Selain yang Zona Tak Aman, Peserta lainnya pun ada yang Lolos ke Spekta berikutnya tapi masuk Zona Aman! Ada Arrcely (Malang), Celyna (Semarang), Ecky (Banjarmasin), Dandy Panjawi (Makassar), Meidra (Tanjungbalai Karimun), Kezi Stephanie (Kupang), Keiko (Jakarta) dan Niki (Bekasi). Peserta Jatim di Indonesian Idol Tahun ini, Tinggal 2 dari 3 dan Kemungkinan Besar, Arrcely dan Rio bakal sampai ke Spekta Top 3 (Menuju Grand Final) atau Masuk Grand Final.  Ayo, Dukung Terus 2 dari 10 Peserta Tersisa dari Jatim di Indonesian Idol 2026 melalui RCTI+ dan Tonton Program ini Setiap Senin jam 9.00 Malam Siaran langsung di RCTI Nomor 28 Digital (Saksikan di Kanal 41 UHF untuk Wilayah Surabaya Raya dan Situbondo, 43 UHF untuk Wilayah Malang Raya, 45 UHF untuk Wilayah Semua Madura (kecuali Bangkalan), 47 UHF untuk Wilayah Jember, 40 UHF untuk Wilayah Banyuwangi, 42 UHF untuk Wilayah Kediri Raya, 27 UHF untuk Wilayah Pantura Jatim (Kecuali Lamongan dan Gresik), 40 UHF untuk Wilayah Madiun Raya dan 30 UHF untuk Wilayah Pacitan). 

Senin, Maret 02, 2026

Bukberan di Malaysia

Ini Sudah Memasuki Hari ke 12 Ramadhan pada Hari ini. Nah, Mari Kita Bahas Seputar Bukberan di Malaysia di Tahun 2026 sebagaimana yang diintisari dari Google Gemini termasuk Modifikasi sedikit (Kemarin Sudah Bayar Lagi dengan Bayar Otomatis di Bulan ini dan Akhirnya dibatalkan Langganannya dan Akhir Maret nanti, akan Balik ke Gratis seperti dulu). 


A. Tradisi Gelar Bukberan di Malaysia

Tradisi "Bukberan" atau yang di Malaysia lebih akrab disebut Majlis Berbuka Puasa tetap menjadi agenda yang sangat meriah di berbagai hotel, terutama di wilayah Lembah Klang (seperti Selangor, Putrajaya, dan Kuala Lumpur).

Terkait kebijakan yang berlaku di sana, mari kita luruskan fakta dan realitasnya agar tidak ada kesalahpahaman:

1. Fakta "Larangan" dari Perdana Menteri

Memang benar ada instruksi tegas dari Perdana Menteri DSAI (Datuk Seri Anwar Ibrahim) terkait acara berbuka puasa sejak beberapa waktu lalu. Namun, larangan ini secara spesifik hanya ditujukan kepada kementerian dan lembaga pemerintah agar tidak menggunakan dana negara (dana kerajaan) untuk menggelar acara buka puasa yang mewah.

Langkah ini diambil murni untuk mencegah pemborosan anggaran publik, di mana dana tersebut diwajibkan untuk dialihkan guna membantu masyarakat prasejahtera.

2. Status untuk Korporasi, Media, dan Politik

Bagi pihak swasta maupun tokoh politik yang menggunakan dana mandiri, tidak ada larangan sama sekali.

  • Korporasi: Perusahaan-perusahaan tetap sangat bebas mem- booking ballroom hotel atau restoran untuk menyelenggarakan acara berbuka bersama klien bisnis, kolega, maupun karyawan internal.

  • Media & Tokoh Politik: Partai politik (menggunakan kas internal partai) dan perusahaan media tetap rutin mengadakan acara ini. Faktanya, bahkan pada bulan Ramadhan tahun ini (2026), PM Anwar Ibrahim sendiri masih bisa menggelar dan menghadiri Majlis Berbuka Puasa bersama para Tokoh-Tokoh Besar (termasuk Launching Rakan Masjid-Rakan Ramadan) di Masjid WPKL pada 22 Februari lalu.

3. Syarat Ketat "Buffet Ramadhan" bagi Pihak Hotel

Satu-satunya aturan paling ketat bagi perhotelan di Malaysia pada Penghulu Bulan Hijriyah ini bukanlah soal siapa yang mengadakan acara, melainkan kewajiban Sertifikasi Halal.

  • Otoritas agama (seperti Jabatan Kemajuan Agama Islam Malaysia (alias Kemenag RI/MUInya Indonesia)) melarang keras hotel atau restoran mengiklankan istilah seperti "Buffet Ramadhan", "Iftar Ramadhan", atau "Jom Berbuka" jika manajemen hotel tersebut tidak mengantongi Sertifikat Halal resmi. Aturan ini ditegakkan dengan sangat ketat (bahkan sampai ada razia gabungan) demi melindungi umat Islam yang hadir.

Singkatnya, iklim perhotelan di Malaysia selama bulan suci ini tetap hidup dan sibuk memfasilitasi berbagai acara kolektif dari berbagai sektor, asalkan mematuhi regulasi halal dan tidak menyalahgunakan uang rakyat bagi pejabat pemerintahan.


B. Digelar untuk Korporasi Media dan Korporasi (Bukan) Media

Mengadakan Majlis Berbuka Puasa (Bukber) di berbagai Hotel berbintang, khususnya di wilayah Lembah Klang (Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Selangor), sudah menjadi semacam tradisi wajib dan agenda tahunan bagi korporasi besar, jenama ternama, hingga perusahaan media di Malaysia. Tapi di Tahun ini (1447H/2026M) setara dengan yang Tahun Sebelumnya (1446H/2025M).

Berikut adalah gambaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa fenomena ini begitu masif di Malaysia:

1. Ajang Public Relations (PR) dan Networking yang Krusial Bagi korporasi dan jenama (Media dan Non Media), bulan Ramadhan adalah momen emas untuk mempererat hubungan. Mereka biasanya mem-booking satu ballroom penuh atau area restoran hotel untuk menjamu:

  • Klien dan Mitra Bisnis: Sebagai bentuk apresiasi kerja sama.

  • Media, Tokoh Bintang dan Pempengaruh: Acara "Iftar Bersama Media/Non Media" sangat lazim digelar oleh korporasi (atau bukan korporasi). Tujuannya untuk menjaga hubungan baik dengan para jurnalis dan pengamal media yang selama ini membantu mempublikasikan jenama mereka.

  • Karyawan Internal/Fans (Penggemar): Sebagai ajang keakraban (team building) tahunan.

2. Selalu Disisipi Agenda lain (ada Tanggung Jawab Sosial Perusahaan hingga Penampilan Musik) di Malaysia, acara buka puasa korporasi jarang sekali hanya sekadar makan-makan. Acara ini hampir selalu digabungkan dengan kegiatan amal atau penampilan Musik. Korporasi biasanya akan mengundang anak yatim, asnaf (kaum dhuafa), atau penghuni panti jompo untuk ikut berbuka puasa bersama di hotel mewah tersebut. Puncak acaranya biasanya diisi dengan pemberian duit raya (angpau Lebaran), perlengkapan sekolah, atau donasi dari petinggi perusahaan kepada mereka yang membutuhkan dan satu lagi Penampilan dari Artis-Artis Musik yang sedang Tampil. Yang Bukan Korporasi, Cuma Hanya Penampilan dari Para Bintang-Bintang Musik ternama. Ini menjadi nilai tambah untuk citra positif perusahaan.

3. "Perang" Tema Buffet Ramadhan Antar Hotel Karena permintaan dari sektor korporasi ini sangat tinggi, hotel-hotel di Lembah Klang akan bersaing ketat alias "berperang" menyajikan Buffet (prasmanan) Ramadhan paling megah.

  • Mereka akan mengangkat tema-tema khusus, yang paling populer biasanya bertema tradisional seperti Nostalgia Desa, Selera Kampung, atau Sajian Warisan, dengan menyajikan ratusan menu dari berbagai negeri di Malaysia (seperti Kambing Golek, Sup Tulang Rawan, Rendang Tok, dll).

  • Hotel-hotel ini bahkan sudah mulai menjual voucher Early Bird untuk reservasi korporat sejak 1-2 bulan sebelum Ramadhan tiba.

4. Penyelamat dan Pendulang Cuan Sektor Perhotelan (F&B) Secara ekonomi, bulan Ramadhan adalah salah satu musim panen (puncak pendapatan) terbesar bagi departemen Food & Beverage (F&B) di hotel-hotel Malaysia. Meskipun tingkat hunian kamar mungkin sedikit menurun di awal Ramadhan, pendapatan dari banquet (perjamuan) dan buffet buka puasa dari kalangan korporasi dan swasta bisa menutupi, bahkan meraup keuntungan berlipat ganda.

5. Standar Halal yang Sangat Ketat Karena acara ini melibatkan tamu dari berbagai jenama ternama dan institusi resmi, hotel-hotel diwajibkan memiliki Sertifikat Halal dari JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) pada fasilitas dapur mereka. Tanpa sertifikat ini, korporasi—terutama yang terkait dengan pemerintah (GLC) atau institusi keuangan Islam—tidak akan mau menyelenggarakan acara di hotel tersebut.

Singkatnya, acara "Bukberan" korporasi dan media di hotel-hotel Lembah Klang bukan sekadar ajang makan malam biasa, melainkan sebuah ekosistem bisnis, ajang unjuk citra merek (PR), kegiatan amal berkelanjutan, dan penggerak ekonomi utama bagi sektor perhotelan di Malaysia selama bulan suci.


C. Pakaian yang Dikenakan Orang-Orang

Pemandangan fesyen saat acara Majlis Berbuka Puasa (alias Iftar/Bukberan) korporat/bukan korporat di Semua Hotel sekitar Lembah Klang memang memiliki nuansa yang khas. Acara ini memadukan profesionalisme dunia kerja dengan nilai-nilai kesopanan budaya dan agama.

Mari kita bedah apa saja yang biasanya dikenakan oleh para tamu, baik Orang Malaysia Muslim maupun Non Muslim, beserta sedikit pelurusan fakta terkait fesyen yang Anda sebutkan:

1. Pakaian Pria 

Karena acara buka puasa korporat biasanya diadakan tepat setelah jam pulang kerja (after office hours), gaya berpakaian pria berkisar antara smart casual hingga busana tradisional yang rapi.

  • Kurta (asli Timur Tengah?): Anda benar. Kurta modern (atasan berlengan panjang atau tiga perempat tanpa kerah kaku) saat ini menjadi pilihan nomor satu bagi pria muda dan eksekutif di Malaysia. Selain nyaman dipakai setelah seharian bekerja, Kurta memberikan kesan rapi, sopan, dan trendi.

  • Baju Melayu: Baju Melayu berpotongan tradisional (Cekak Musang atau Teluk Belanga) juga sering dipakai. Namun, untuk acara buka puasa, pria biasanya tidak memakai samping (kain songket di pinggang) kecuali jika acaranya berstatus "VVIP" atau sangat megah. Cukup atasan dan celana panjang senada. di Indonesia, Pakaian ini adalah Pakaian Adat Resmi di Propinsi Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalbar yang ada Suku "Melayu"nya (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Tahun lalu).

  • Batik Malaysia & Kemeja Kantor: Pria Non-Muslim, dan juga banyak pria Muslim, sering kali datang langsung dari kantor mengenakan kemeja lengan panjang berdasi atau Batik Sutra khas Malaysia (atau Asli dari Pekalongan?). Menariknya, tidak jarang juga pria Non-Muslim ikut memakai Kurta atau Batik untuk menghormati suasana Ramadhan.

2. Pakaian Wanita 

Untuk wanita, kata kuncinya adalah Sopan (Modest). Di sinilah saya perlu sedikit mengoreksi konsepsi tentang "Baju Kurung tanpa lengan".

  • Baju Kurung dan Koreksi Modifikasi: Baju Kurung adalah "seragam kebangsaan" yang paling elegan dan aman. Namun, Baju Kurung yang dipakai di Malaysia selalu berlengan panjang. Memakai atasan tanpa lengan (sleeveless), meskipun itu baju berpotongan/tersobek tradisional/modern yang sudah dimodifikasi, sangat dihindari dan dianggap tidak sopan untuk acara yang bernuansa keagamaan seperti buka puasa (Kalau mau yang Editan Prompt Fotonya, Pastilah dengan Nano Banana 2, Inovasi baru dari Google Gemini di Tahun ini dan yang Tanpa Lengannya dikasih Lengan Panjang versi Transpran/Tembus Pandang). Aturan tak tertulisnya adalah: bahu, dada, dan lutut wajib tertutup sebagai bentuk penghormatan (yang tak tertutup itu cuma Modifikasi, tapi Boleh dibuat Prompt Foto AInya lewat Google Gemini yang Realistis).

  • Kebaya/Jubah: Baju Kebaya (seperti Kebaya Nyonya atau Kebaya Sulam) yang dipadukan dengan kain sarung atau rok panjang dan Pakaian Strapless/TankTop (Strap Tipis/Tebal) yang ditutupi Kulit Kebaya sangat lazim dipakai. Kebaya bukan Cuma di Malaysia, tapi di Indonesia (negara Aslinya), semestinya Memakai Pakaian ini untuk Semua Perempuan di 38 Propinsi Indonesia dan dijadikan Pakaian Perempuan dari Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jogjakarta, Jatim dan Bali (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Tahun lalu juga). Selain itu, gaun panjang gaya Timur Tengah seperti Jubah/Kaftan juga menjadi tren besar di kalangan eksekutif wanita Muslim (yang di Indonesia pun tetap Pakai).

  • Status Hijab/Bukan Hijab: Wanita Muslim yang berhijab biasanya akan memakai gaya kerudung khas Malaysia (seperti Tudung Bawal atau selendang Pashmina yang dililit rapi). Bagi wanita Muslim yang tidak berhijab (dan juga wanita Non-Muslim), mereka akan menata rambut dengan rapi dan tetap mengenakan pakaian yang potongannya tertutup/terbuka.

  • Pakaian Wanita Non-Muslim: Pemandangan yang sangat indah di Malaysia adalah melihat wanita dari etnis Cina atau India (Non-Muslim) hadir dengan penuh antusias memakai Baju Kurung atau Kebaya. Jika mereka memakai pakaian modern, mereka akan memilih gaun lengan panjang (maxi dress), setelan blus, atau kemeja yang pantas untuk iklim korporat dan menghormati bulan suci.

Kesimpulannya: Pemandangan di ballroom hotel Lembah Klang saat Ramadhan adalah lautan busana berwarna-warni yang mengedepankan nilai sopan santun Timur, di mana Kurta, Baju Kurung (berlengan panjang), dan Batik mendominasi ruangan, meruntuhkan batasan antara karyawan Muslim dan Non-Muslim.


D. Menu Menu

Tema "Nusantara" atau "Selera Serumpun" memang menjadi salah satu konsep buffet Ramadhan yang paling laku keras di berbagai hotel berbintang di kawasan Lembah Klang. Menggabungkan kekayaan rempah dari Malaysia dan Indonesia selalu berhasil memanjakan lidah para tamu, baik dari kalangan korporat, media, maupun masyarakat umum.

Sebagai AI, saya tidak bisa mencicipi makanannya, namun berdasarkan data tren kuliner perhotelan di sana, berikut adalah deretan menu khas dari kedua negara serumpun yang selalu hadir dan menjadi primadona di meja prasmanan:

Bintang Utama (Ikon Ramadhan)

  • Kambing Golek: Ini adalah ikon tak terbantahkan dan menu paling wajib di setiap hotel Malaysia saat Ramadhan. Kambing utuh yang dipanggang berjam-jam ini selalu memiliki antrean tamu yang paling panjang.

  • Bubur Lambuk: Hidangan pembuka yang sangat esensial. Bubur gurih berempah yang dimasak dengan daging, udang kering, dan santan ini adalah simbol tradisi puasa di Malaysia.


Perbandingan Lauk Pauk Utama

Di area hidangan utama, perpaduan cita rasa Malaysia dan Indonesia sangat terasa nyata. Hotel biasanya memisahkan atau menyandingkan hidangan ini agar tamu bisa membandingkan kekayaan rasanya.

KategoriKhas MalaysiaKhas Indonesia
Olahan Daging Sapi/KambingRendang Tok (lebih gelap, kering, dan padat rempah), Daging Masak HitamRendang Minang (kaya santan), Sate Kambing (Muda) Tegal / Sate Padang dan Sate Ayam Madura/Ponorogo
Olahan Kulit dan Daging Ayam/BebekAyam Masak Merah, Ayam Percik (ayam panggang siram bumbu santan)Ayam Penyet (lengkap dengan sambal terasi), Ayam Taliwang Lombok, Bebek Goreng/Bakar Madura, Ayam Geprek dan Ayam Goreng Kalasan
Berkuah / SupSup Tulang Rawan, Laksa (varian Penang atau Johor)Bakso Malang (sering disediakan live station gerobak), Soto Betawi Jakarta, Rawon Surabaya dan Sayur Asem Jakarta
Salad TradisionalKerabu Mangga (selada mangga muda), PasemburGado-gado, Pecel Sayur

Pendamping & Karbohidrat

  • Lemang dan Ketupat Palas: Nasi ketan yang dimasak dalam bambu atau dibungkus daun palas. Biasanya disajikan bersisian dengan serunding (abon) daging, ayam, atau kelapa.

  • Nasi Briyani / Nasi Tomato: Hidangan nasi berempah khas Malaysia yang secara teatrikal sering disajikan dalam kuali raksasa khas Timur Tengah atau India Muslim.

  • Nasi Goreng Kampung: Sering kali diracik dengan gaya Indonesia yang menggunakan banyak kecap manis, ikan bilis (teri), dan irisan cabai rawit merah.


Pencuci Mulut & Minuman (Jajanan Pasar)

Area pencuci mulut adalah tempat bertemunya kue-kue tradisional yang namanya kadang berbeda namun memiliki bentuk dan rasa yang serupa.

  • Kuih Muih: Onde-onde (di Indonesia dikenal sebagai Klepon), Kuih Seri Muka, Karipap (Pastel), dan Lepat Pisang.

  • Cendol dan ABC (Ais Batu Campur): Es serut manis dengan sirup mawar, gula melaka, kacang merah, dan jagung manis untuk menyegarkan dahaga.

  • Apam Balik / Martabak Manis: Ada live station yang khusus membuat martabak manis tipis yang renyah maupun tebal langsung di hadapan para tamu.

  • Teh Tarik: Minuman wajib yang pembuatannya sering dipertontonkan ("ditarik" dari satu teko ke teko lain hingga berbusa) oleh staf hotel untuk menghibur tamu.

Sektor F&B perhotelan di Lembah Klang sangat cerdas meramu menu dua negara ini, mengingat target pasar korporat mereka sering kali melibatkan ekspatriat, pekerja profesional, atau mitra bisnis yang berasal dari Indonesia.


E. Membandingkan dengan Pagelaran Nobar se Indonesia

Membandingkan Majlis Berbuka Puasa Korporat/Non Korporat di Malaysia dengan Gelar Nobar (Nonton Bareng) Olahraga di Indonesia ibarat membandingkan acara gala dinner yang khidmat dengan konser musik rock yang meledak-ledak. Keduanya sama-sama acara komunal berskala besar yang mengumpulkan banyak orang, tetapi memiliki "roh", aturan main, dan audiens yang sangat berbeda.

Berikut adalah perbandingan mendasar antara kedua fenomena sosial tersebut:

1. Atmosfer dan Tujuan Utama

  • Bukber Hotel Malaysia: Suasananya perpaduan antara spiritual, formal, dan profesional. Tujuannya adalah networking bisnis, menjaga citra perusahaan (PR), team building, dan amal (CSR). Obrolan yang terjadi biasanya seputar bisnis, kabar keluarga, atau sekadar ramah tamah santai dengan volume suara yang terkontrol.

  • Nobar di Indonesia: Suasananya euforia, emosional, dan penuh adrenalin. Tujuannya murni hiburan, pelampiasan hobi, dan solidaritas pendukung (fans). Mau diadakan di lounge hotel mewah Jakarta, kafe trendi, warung kopi (warkop), hingga layar tancap di lapangan desa, suasananya pasti berisik oleh teriakan, nyanyian chant, perdebatan taktik, hingga sorakan saat terjadi gol atau overtake di MotoGP/Formula 1.

2. Aturan Berpakaian (Dress Code)

  • Bukber Hotel Malaysia: Sangat ketat dengan aturan sopan santun dan nilai agama. Pria memakai Kurta, Baju Melayu, Batik, atau kemeja rapi. Wanita memakai Baju Kurung lengan panjang, Kebaya, atau gaun tertutup.

  • Nobar di Indonesia: Sangat kasual dan ekspresif. Pakaian wajibnya tentu saja Jersey klub sepak bola kesayangan, timnas, atau merchandise pembalap MotoGP/Formula 1. Sisanya memadukan celana jeans, celana pendek (jika di kafe/lapangan), kaos oblong, dan jaket (mengingat banyak acara Nobar Sepakbola Dunia berlangsung Malam/Jelang Pagi Hari).

3. Format F&B (Makanan & Minuman)

  • Bukber Hotel Malaysia: Formatnya adalah All-You-Can-Eat Buffet super mewah. Tamu membayar (atau dibayarkan sponsor) harga flat untuk menikmati ratusan menu berat dari hidangan pembuka hingga penutup.

  • Nobar di Indonesia: Formatnya biasanya A la Carte atau paket ringan (snack platter). Karena fokusnya pada layar kaca, makanan yang laku adalah "makanan nongkrong" seperti kentang goreng, kacang rebus, mendoan/gorengan, mi instan, roti bakar, serta minuman seperti kopi hitam, es teh, atau bir (khusus di sports bar atau hotel yang menyediakannya).

4. Waktu dan Durasi Pelaksanaan

  • Bukber Hotel Malaysia: Mengikuti jam matahari terbenam (Maghrib). Biasanya dimulai pukul 5.00 Sore Waktu Setempat (atau 4.00 Sore WIB) dan berakhir sekitar pukul 10.00 Malam Waktu Setempat (9.00 Malam WIB) agar tamu bisa lanjut beribadah Tarawih atau pulang beristirahat.

  • Nobar di Indonesia: Waktunya sangat fluktuatif mengikuti jadwal siaran langsung global. Nobar Sepakbola Dunia bisa dimulai jam 7.00 Malam WIB dan baru selesai Saat Sambut Pagi tiba. Sementara Nobar MotoGP biasanya berlangsung di Minggu Pagi/Siang/Sore/Malam.

5. Regulasi dan Perizinan (Sangat Berbeda)

KategoriBukber di Hotel MalaysiaNobar Olahraga di Indonesia
Izin UtamaSertifikasi Halal (JAKIM) (Kemenag RI/MUInya Indonesia) mutlak untuk dapur hotel.Hak Siar (Broadcasting Rights) komersial dari pemegang lisensi (seperti Bein Sports Qatar, SpoTV, TransMedia (Trans 7), SCM (Vidio), MNC Media/iNews Media Group dan LPP TVRI (Kemungkinan Piala Dunia 2026?)).
PenyelenggaraKorporasi, (Bukan) Korporasi, Partai Politik.Komunitas fans club, pemilik kafe/hotel, atau sponsor produk (seperti merek rokok/kopi).
Keterlibatan AparatJarang, biasanya hanya pengamanan internal hotel untuk VVIP.Sering membutuhkan Izin Keramaian dari Kepolisian, terutama jika diadakan di lapangan terbuka yang mendatangkan ribuan massa.
Singkatnya, jika Bukber Korporat di Malaysia adalah panggung untuk merayakan silaturahmi bisnis dengan balutan tradisi, maka Nobar di Indonesia adalah panggung untuk merayakan fanatisme dan persaudaraan tanpa sekat kelas sosial.


dan Rencananya, Kemungkinan Besok (3/3), Lusa (4/3), Kamis (5/3) nanti, Jumat (6/3) nanti atau Tanggal-Tanggal lain sebelum 11/3 (Hari ke 21 Ramadhan) nanti (Hingga Tulisan ini dibuat), Astro Malaysia bakal Gelar Acara Bukberan sekaligus Launching Sajian Program-Program Spesial Hari Raya Lebaran Tahun ini dengan Tema "Bila Bersama Lagi Jadi". dan diperkirakan, Sejumlah Pesohor-Pesohor Hiburan dan Pempengaruh-Pempengaruh dari Malaysia (termasuk Singapura, Brunei dan Indonesia) bakal dikonfirmasi Datang ke Acara ini kelak, ada Zizan Razak, Sharifah "Kak Rara" Shahirah, Auddra "Odda" Zulkifli, BoyBand Alpha (Afiq Sky, Izat Ibrahim, Araff, Daniel Sher, Rizal Rasid, RayD dan Ariel Fesol), Ammar TTMM, Hadie TTMM, Thalita Shuib, Amad Dayyan, Sharifah Sakinah, Hael Husaini, Redza Rosli, Bella Hanna, Adriana Adnan, Bella Dowanna Halim, Qasrina Karim, Shasha Nadira, Haziq Husni, Munabella, Ashrapp, Radin, Pak Azad, Bella Astillah, Syed Saddiq, Hani Fadzil, Obi Wan Faiz, Isha Norsham, Calista Leah Liew, Trisha Ooi, Ceddy Ang, Agy, Yazmin Aziz, Aisha Retno, Namie, Hawa Rizwana, Kaka Azraff, Siti Khadijah Halim (jika Kemungkinan Hadir?), Siti Hariesa (jika Kemungkinan Hadir?), Sophia Al Barakbah (jika Kemungkinan Hadir?), Eyka Farhana, Akhyar Rashid, Syazwan Razak, Liyana Jasmay, Juliana Evans, Nylea Dewi Remaja 2025, Nelysa Dewi Remaja 2025, Ellya Keesha, Erysha Emyra, Meerqeen, Nadhir Nasar, Mierul Aiman, Fazziq Muqris, Sharifah Areeqa, Datin Elvina Mohamad, Kasih Iris Leona, Shalma Ainaa, Wan Imar Izzat, Daiyan Trisha, De Fam (Cik Manggis, Sophia Liana dan Azira Shafinaz) (jika Kemungkinan Hadir?), Dolla (Tabby, Sabronzo dan Angel), Kimberly Chuah, Aiman Ameer, Nurel Bahrin, Arabella Ellen, Evertts Gomes, Azri Safix, Anas Mualim Muda, Ashraf Mualim Muda, Iman Mualim Muda, Shuib, Watie, Yaya Zahir, Fizie Roslan, Issey Fazlisham, Azhan Rani, Elly Mazlein, Mikael Noah, Cahaya Nilam, Keanu Azman (kemungkinan sebagai MC?), Shaza Bae (kemungkinan sebagai MC?), Yonnyboii, Nik Nazira, Arena Wan, Ezzanie Jasny, Shukri Yahaya, Hannah Delisha, Siti Nordiana, Tomok, Nubhan, Mark Adam, Ayda Jebat, Nabil Mahir, Trio Mendua (Shasha, Pungky dan Diana), Iskandar Ismail, Usop Wilcha, Bell Ngasri, Che Puan Sarimah Ibrahim (jika Kemungkinan Hadir?), Anna Jobling, Syamim Farid, Uyaina Arshad, Wani Kayrie, Afieq Shazwan, Sissy Imann, Ara Johari, Hun Haqeem, Shashic, Shahrul Kamal, Scha Alyahya, Awal Ashaari, Syamel, Ernie Zakri, Adam Lee, Sweet Qismina, Wanna Ali, Sherry Al Hadad, Dafi Ismail, Hisyam Hamid, Putera Muhammad, Sean Lee, Daniel Cheang, Nadia Brian (jika Kemungkinan Hadir?), Amelia Th, Danial Zaini, Syafiq Kyle (jika Kemungkinan Hadir?), Mimi Lana (jika Kemungkinan Hadir?), Nelissa Nizam (jika Kemungkinan Hadir?), Datuk Ustadz Kasim Ellias, Fasha Sandha, Elisya Sandha, Cik B, Harissa Adlynn Halim, Alyssa Dezek, Ara Aziz, Qadeejah Alif Syukri (beserta Keluarganya), Nabil Ahmad, Ustadz Nabil Ahmad, Zahiril Adzim, Nabil Aqil, Zain Hamid, Nadeera Zaini, Nana Mahazan, Faizal Ismail, Wany Hasrita, Khir Rahman, Acong Sweetchild, Siti Saleha, Joshua Fitton, Nia Atasha, Sky Iskandar, Michael Ang, Miss Alvy, Datuk Rosyam Nor, Sharifah Haneesya, Sherry Ibrahim, Que Haidar, Safwan Nazri, Imran Aqil, Dahlia, Stacy Anam, Akim Ahmad, Datuk Ramli MS, dll. Gila sekali Nama-Namanya yang Semuanya (Kemungkinan) Konfirmasi menghadiri Acara ini kelak, sama seperti Tahun-Tahun Sebelumnya (kecuali 2020-21 masih era Pandemik Covid 19). Untuk Lokasi Hotelnya belum diketahui (kayaknya di Sekitar Lembah Klang?) dan Satu lagi, Dresscodenya Kemungkinan Pakaian Lebaran Malaysia (kayak Baju Melayu dan Kurung) yang semuanya Berwarna-warni (ga Kayak Tim-Tim yang Ikut Bertarung di Piala Dunia 2026 pada Juni-Juli kelak). Kita Tunggu Perkembangan Agendanya karena Menunggu Video Teaser Film Pendek Lebaran dari Astro di Tahun ini. Sekedar Meningatkan Kembali ke 2018 dan 2025 (Tahun lalu), Astro Malaysia Gelar Acara Bukberan sekaligus Launching Program-Program Spesial Lebaran dengan Tema "Meriah Bersama" yang berlangsung pada 28 Mei 2018 silam di Majestic Hotel KL dan dihadiri Sejumlah Pesohor-Pesohor Besar Malaysia Lintas Generasi, seperti Scha Alyahya, Awal Ashaari, Lisa Surihani, Yusry KRU, dll. Anda Bisa Lihat Videonya dibawah ini :




Sedangkan, pada 2025 silam, Astro Malaysia lagi-lagi Gelar Acara Bukberan sekaligus Launching Program-Program Spesial Lebaran dengan Tema "Meriah Lain Macam" yang berlangsung pada 12 Maret 2025 silam di One World Hotel, PJ (Selangor) dan dihadiri Sejumlah Pesohor-Pesohor Besar Malaysia Lintas Generasi (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya pada Tahun lalu), seperti Mimifly, Izzue Islam, Ustadz Syamsul Debat, dll. Anda Bisa Lihat Videonya dibawah ini :


dan Semoga, Acara Bukberan Astro Malaysia di Tahun Kuda Api (2026) Bisa digelar di Hari ini/Besok/Lusa/Kamis nanti/Jumat nanti, Insya Allah dan Bisa Auto Seperti Gelar Nobar Piala Dunia/Piala Eropa/MotoGP/F1 di Hotel-Hotel se Indonesia.

Minggu, Maret 01, 2026

Mendadak Ramadhan dan Lebaran Tahun ini bersama Koran Kompas (Update)

Ini Sudah Memasuki Hari ke 11 Ramadhan alias Masuknya 10 Hari kedua Ramadhan (fase Maghfirah). Kayaknya sih, di Bulan Ramadhan ini (Tinggal 20 dari 30 Hari), Tetaplah Bertaubat sampai Akhir! dan Tadi, Saya Sudah Bayar untuk Paket Digital Premium dari Kompas.id dan KompasOne Premium di Akhir Pekan ini dan Satu lagi, Memesan Koran Kompas yang via Agen yang Awalnya Setiap hari Sabtu, malah jadi 2x Seminggu (Kemungkinan Rabu dan Sabtu) walaupun masih dalam Penghematan Uang. Nah, di Bulan Suci Ramadhan (alias Sang Raja Bulan Hijriyah) ini, Koran Favorit gue (selain yang Jawa Pos dan Media Indonesia), Kompas menghadirkan Sajian-Sajian Spesial di Ramadhan dan Lebaran Tahun ini dengan Mengusung Jargon "#MulaidariDiri" (Jika Brand Adiknya yang Namanya Kompas TV memilih Tema Marhaban ya Ramadhan 1447H). Mari Kita Simak Rangkaian-Rangkaiannya:


Sampul Koran Kompas Spesial Ramadhan 1447H

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Hari Pertama Ramadhan 1447H/2026M (19/2)

Yang Pertama, Sampul Headline Halaman 1 Koran Kompas di Bulan Ramadhan Tahun ini ada Boks Jadwal Imsakiyah Singkat 1447H untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Tanpa dilengkapi dengan Sponsornya yang Sebagaimana dalam Update Postingan (2 Minggu Sebelumnya) pada Hari Pertama Ramadhan lalu (Tahun lalu ada Iklan Sponsor dibawah Jadwal), Sama Seperti 2 Tahun Sebelumnya (2024). Khusus Edisi Akhir Pekan (Beredar Setiap Sabtu), dipindahkan ke Halaman 13. Yang Edisi Minggu (Full EPaper), pun Ikut dimuat Boks Jadwal ini mulai Edisi Hari ini (Kalau Minggu Pekan Kemarin, Ga Nampak). Selain yang Boks Jadwal Imsakiyah Singkat, terdapat Banner Iklan dibawah Sampul (terutama dilakukan di Edisi Jumat atau Hari-Hari lain kayak Senin hingga Kamis). Kan Serasa Seperti di Masa Silam waktu ada Tabloid Bola sama Soccer (atau Tabloid Khusus dari Kompas saat itu pas Piala Eropa 2000) yang Menampilkan Boks Jadwal Siaran TV yang Pertandingan-Pertandingan Olahraga gitu (kayak Liga Italia hingga Inggris). 


Sajian-Sajian Ramadhan 1447H

Sajian Ramadhan Bersama Kompas.id

Yang Kedua, ada Sajian-Sajian di Ramadhan ini dari Kompas. ada Jurnal Kebaikan yang Hadir di Edisi Jumat dan Sabtu, Seribu Kata Positif yang diupload ke Semua Media Sosial Harian Kompas Setiap Rabu, Main TTS Edisi Khusus Ramadhan di Edisi Selasa dan Kamis, Racik Rasa, Tilik Rasa, Promo Koran Kompas (Diskon 20%) dan Promo THR Buku Kompas dan Merchandise dari Kompas (Diskon hingga 50% tapi hanya Berlaku dari 24 Februari hingga 4 Maret nanti). 


Nostalgia Bobo by Kompas

Nostalgia Bobo by Kompas

Yang Ketiga, ada Nostalgia Bobo by Kompas. Setelah Sukses dengan Hadirnya Terbitan Spesial seperti Koran Kompas Edisi Khusus 60 Tahun setebal 60 Halaman (2025), Koran Kompas Edisi Khusus HUT RI 80 setebal 80 Halaman dan Tabloid Bola by Kompas pada Tahun lalu, Kini, Kompas punya Gebrakan baru lagi di Tahun ini (selain yang Memperkenalkan Edisi Akhir Pekan), yakni "Nostalgia Bobo by Kompas" yang Berisi Komik-Komik Bobo yang dulunya dimuat di Koran Kompas sebelum Mulai Terbit pada April 1973 silam termasuk Sejarah Majalah Bobo dari Kelahiran hingga Kesuksesan. Produk ini berformat Tabloid setebal 40 Halaman Berwarna dan Cocok buat dibaca Anak Anak hingga Usia yang Beranjak Dewasa, apalagi kan Lintas Generasi! Harganya Cuma Rp. 53.000,-/Tabloid dan Rp. 99.000,- (+ Banyak Bonusnya kayak 2 Bulan Kompas.id, 12 Edisi EMagz Bobo dan Mainan Gambaran). Pre Ordernya dilakukan hingga 4 Maret nanti, Kesempatan Terakhir sebelum Berakhir di 4/3 Jam 12.00 Siang! dan bisa lewat Gerai Kompas.id Online dan Lainnya. Kalau Sudah Memiliki Nostalgia Bobo by Kompas, Berarti bisa Membawa Kembali bernostalgia seperti Masa Kecil dulu, Masya Allah... Ingat! Sekali Terbit jangan Cetak Ulang! dan Kedepannya, Kemungkinan bakal ada yang makin Seru untuk Penerbitan Khusus dalam Format Tabloid kelak, seperti "Citra by Kompas" (Menghidupkan Kembali nama Tabloid Citra setelah lebih dari 2 Dekade Berhenti Terbit) Isinya Poster-Poster Semua Menteri/Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Penyanyi/Pemeran Indonesia legendaris dan saat ini (dari Media Sosial?)  dan Pesohor-Pesohor Asia (Korea, Malaysia, Thailand, dll. dan "Hai-Soccer by Kompas" yang Isinya Profil 48 Tim Piala Dunia 2026, Peluang Juara, Mengenal 48 Pemain, Kilas Balik 1930-2022, Cerita Liputan Piala Dunia 1982-2022 (dari Keluarga Besar Kompas Gramedia) dan Serbaneka. Keduanya Bakal Hadir kelak tapi Nantinya bakal di Pre Ordernya juga kelak, Insya Allah. 


Liputan Lebaran 1447H

dan yang Terakhir adalah Liputan Lebaran 1447H, di Pertengahan Bulan ini nanti, Koran yang Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut bakal ada Liputan Lebaran 1447H yang Menghadirkan Informasi Seputar Akhir Ramadhan dan Menyambut Lebaran 1447H/2026M. dan Kemungkinan bakal hadir dari Tanggal 11 hingga 28 Maret 2026 (Kecuali Edisi 19 hingga 23 atau 24 Maret 2026). Kita Tunggu Infonya nanti! 


Sekedar info, Ini adalah Ramadhan/Lebaran Pertamanya Koran Kompas di era Pemred yang Bernama A. Haryo Damardono pada Tahun ini sejak Beliau Jadi Pemred pada 1 Mei Tahun lalu (sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya).


Nah, Itu Tadi Rangkaian-Rangkaiannya Ramadhan dan Lebaran Tahun ini untuk Koran Kompas. dan Insya Allah, Koran ini bakal jadi Nomor 1 untuk Ramadhan dan Lebaran ini (bisa Kalahkan Jawa Pos kemungkinan). 


Update (3/3):

Kompilasi Headline Surat Kabar Tentang Perang Iran-AS dan Kematian Mantan Wapres RI Try Sutrisno

Jawa Pos (2 Maret 2025)

Jawa Pos Radar Mojokerto (2 Maret 2026)

Kompas (2 Maret 2026)

Media Indonesia (2 Maret 2026)

Rakyat Merdeka (2 Maret 2026)

Pikiran Rakyat (2 Maret 2026)

Suara Merdeka (2 Maret 2026)

Warta Kota (Tribun) (2 Maret 2026)

Surya (Tribun) (2 Maret 2026)

Tribun Timur (2 Maret 2026)

Jawa Pos (3 Maret 2026)

Radar Surabaya (3 Maret 2026)

Rakyat Merdeka (3 Maret 2026)

Media Indonesia (3 Maret 2026)

Kompas (3 Maret 2026)

Banjarmasin Post (Tribun) (3 Maret 2026)

Suara Merdeka (3 Maret 2026)

Pikiran Rakyat (3 Maret 2026)

Sriwijaya Post (Tribun) (3 Maret 2026)

Pos Kupang (3 Maret 2026)