Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 21, 2024

Memori Iklan Kampanye Pemilu dari Waktu ke Waktu (Update)

Hari Ini, Aku Akan Membuat Blog Lagi di Hari Kamis, Soalnya Kemarin Ada Pengumuman Rekapitulasi Terakhir alias Rekapitulasi Puncak Pemilu 2024, Dimana, Capres Nomor 2 Prabowo dan Gibran Meraup Suara Tertinggi se Indonesia Mengalahkan Capres Nomor 1 dan 3. Yuk Kita Simak Kembali Kenangan Iklan Kampanye yang Biasanya Muncul di TV, Radio dan Juga di Koran-Koran dari 1999 sampai 2024. Sebelumnya, Ada Postingan yang Dibuat 2 Hari Jelang Rapat Umum 2024, Tapi, Sekarang Udah Dihapus... dan Akhirnya, Kita buat yang baru Sebagai Pengganti yang Lama karena Dihapus. Ini Kan Move On dari Panggung Pemilu 2024.


Pemilu 1999

Iklan PDI Perjuangan yang Diingat Cuma Ada Jargonnya "Ingat, Perjuangan Kita Sudah Bulat!" di Media Cetak dan di TV ada Versi Cara Coblosannya di Surat Suara. Kalau Partai Golkar Sih, ada yang Versi Bersatu Untuk Maju yang Lebih Seru ada Warga Indonesia Memegang Bendera Indonesia yang Paling Panjang sama Patung Pancasila di Kala Hujan dan Cuaca Cerah dan Satu Lagi, Ada Iklan yang Versi Cara Coblos di Surat Suara. PKB kan Iklannya Cuman Mendiang Mattori Abdul Djalil yang Mengancungkan 2 Jari Berbentuk Huruf "L". Itu Keren Deh... Zaman Saya Masih Sebelum Masuk TK (Sekolah Pertamaku) dan Tinggal di 2 Rumah berbeda, Baik di Kedungsari dan di ByPass.






Pemilu 2004

Tidak Kalah Heboh dari Edisi Sebelumnya (1999), Pemilu 2 Dekade lalu, Pun Semakin Joss, Yang Favorit ada Iklan PDI Perjuangan, Partai Golkar, PAN, PBB, PKS, Capres SBY dan Capres Hamzah Haz. yang Iklan PDI Perjuangan, Cuman ada Versi Moncong Putih yang Sering Diputar di TV, Kalau Partai Golkar paling Ingat ada Versi Harapanku yang Menampilkan Para Kaum Muslim dan Non-Muslim sampai Nelayan pun Ada yang Berjalan Kaki ke GBK ditambah ada Testimoni Tentang Golkar. yang PAN, ada Iklan yang Versi Jam (Paling Diingat tuh), PBB dengan 2 Pelawak yang Sudah Meninggal (Basuki dan Timbul), PKS dengan Banyak Versi kayak Hidayat Nur Wahid, Capres SBY dengan Berbagai Versi yang Sering Diputar di Berbagai Stasiun TV kayak Indosiar sama Trans TV dan Dibuat sama Subiakto Priosoedarsono yang Menggarap Serius Iklan Merek-Merek NgeTop di Indonesia dan Dunia seperti Indomie, Djarum Super, Gudang Garam Merah, Extra Joss, 3 Roda, dll. dan Terakhir, Iklan Capres Hamzah Haz dengan Jinglenya Paling Mantap dan Biasanya Sering Diputar di RCTI (Kala itu). Kala itu, Saya Masih di Bangku SD Kelas 2 dan 3 Kalau tidak Salah, Kan Sekolahnya di SD Balongsari 2.
















Pemilu 2009

Panggung Pemilu 2009, Kampanye Boleh Saja ada di TV dan di Koran. Kalau di Awal Kampanye, Parpol-Parpol Saja Boleh Menayangkan Iklannya Kan Kebutuhan Perayaan Spesial kayak Idul Fitri sampai HUT RI. Semisal Partai Demokrat dengan Versi Sambut Lebaran maupun PKS dengan Versi Hari Pahlawan (Paling Ingat tuh). PKS sama Demokrat Saja Sering-Sering Dibuat Iklan dan Versinya, Seperti Lagu PKS yang Lirik-Liriknya Bagus, Begini Liriknya : "Partai Keren Sekali, Partai Kalem dan Santun" dan Partai Demokrat dengan Versi BBM Naik. Iklan Parpol-Parpol Saja kan Bisa Versi Sembako dan BBM, Partai Demokrat Melekat dengan BBM dan PDI Perjuangan Melekat dengan Sembako. Sedangkan, PAN, Partai Gerindra sama Golkar pun Jadi Favorit Selain Ketiganya Tadi, Seperti Versi Para Selebritis, Musikal Seperti Film India, Prabowo, Stimulus, Jusuf Kalla dan Belajar Contreng. Setelah Pemilu Legislatif berakhir, Fokus ke Pemilu Presiden, yang SBY-Boediono kan Rasa Iklan Mie Instan terkenal (Indomie) dan Capres-Capres Lainnya (Megawati dan Jusuf Kalla) Tidak ada Rasa Iklan yang Sama. Kala itu Saya Masih di Bangku Sekolah Aisyiyah 08 di Jl. Bhayangkara Mojokerto.











Pemilu 2014

Iklan-Iklan Kampanye di Edisi 2014, Semuanya Paling Berani. 1 Dekade lalu, Iklan Kampanye Bertebaran di Mana-Mana. Kalau Partai NasDem paling Diingat versi Radja dan versi Coblos Nomor 1, yang PKB ada yang Versi Nyanyi Munajat Cinta sama Rhoma Irama Naik Kuda, PKS dengan Menampilkan Daan Aria (Pentolannya P Project di Era 90an) maupun Versi Orasi, PDI Perjuangan yang Versi Selfie Banyak Orang, Partai Golkar ada 2 Versi, baik Versi Dosen, Dalang, Ustadz, Mahasiwa dan Ahli Gizi sampai Orang-Orang Ramai, Tapi Taglinenya pun Paling Berkesan "Mau Enak? Pilih Golkar! Coblos No. 5", Partai Gerindra ada yang Versi 6 Program Aksi, Partai Demokrat yang Paling Ingat versi Nelayan dan Petani, PAN dengan Versi Orang Galau, PPP versi 4 Warna Lain dan Partai Hanura yang Diingat ada Versi Sik Asyik yang Diambil dari Lagu Populernya Ayu Ting Ting. Untuk Presiden, Aku Pasti Ingat ada Iklan Prabowo-Hatta bermacam-macam versi Seperti Footage, Peci Nomor 1, Garuda Didadaku sampai Ramadhan 1435H/2014M, Sedangkan Jokowi-JK pun Banyak Versinya, ada Versi Indonesia Sebenarnya, Marzuki Mohammad, Tips Mencoblos Ibarat Komentator Olahraga dan Ramadhan 1435H/2014M. Kala itu, Saya Masih di Sekolah SMK Smesta 10 kalau tidak salah (Yang Diingat, Teman-Teman Sekolahnya Dibilang Unyil, Tapi Nyaris terhenti).



















Pemilu 2019

Ini Pertama Kali dalam Sejarah, Iklan Kampanye Pemilu 2019 Ditayangkan Secara Berjamaah untuk Parpol maupun Tidak Berjamaah untuk Capres, Kan Sudah Difasilitasi KPU! Untuk Iklan di TV, Parpolnya Kan 16 Peserta, Kan Paket Iklannya jadi 2. Paket 1 Diisi PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Garuda, Berkarya dan PKS. Sementara Paket 2 Diisi Perindo, PPP, PSI, PAN, Hanura, Demokrat, PBB dan PKP Indonesia. yang Diluar Paket, ada Iklan NasDem yang Durasinya 30 Detik dan PSI yang Durasi 15 Detik (Sering Diiklankan di Trans TV). Indosiar, SCTV, TVRI, Metro TV, TV One dan Kompas TV memang Sering Mengiklankannya yang 2 Paket Parpol. Selain di TV, di Youtube KPU RI, Iklan Parpolnya Boleh Diupload ke Youtube Channel, Kan Cuman 1 Versi Saja! Untuk Capresnya, Cuman 1 Saja, Mau Jokowi atau Prabowo, Terserah Deh. yang di Youtube KPU RI, Iklan Jokowi dan Prabowo Masing-Masing 3 Versi Berbeda. Tidak Hanya di TV, Tapi di Koran pun ada. Semisal Koran Kompas dan Jawa Pos mesti Memuat Iklan Kampanyenya Baik Capres dan Parpol. Semuanya Dilakukan mulai 24 Maret hingga 13 April 2019.


Kompilasi Iklan Parpol/Capres 2019 di Televisi

Poster Iklan Capres 2019 yang Sudah Difasilitasi KPU RI (24 Maret - 13 April 2019)

Poster Iklan Parpol 2019 yang Sudah Difasilitasi KPU RI (24 Maret - 13 April 2024)



Pemilu 2024

Lagi-Lagi Sama Seperti 2019, Soalnya Iklan Kampanye Edisi 2024 Boleh Dilakukan mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 lalu. di TV Saja, ada Iklan Parpol dan Capres yang Biasanya Diputar baik Sebelum dan Sesudah 21 Januari lalu, Untuk Capres, Ada Iklan Prabowo-Gibran dengan Versi Lagu Istimewa (Sempat Diputar di Radio pas Waktu Pulang dari Malang Akhir Tahun lalu) sama Versi Kehujanan yang 100% Baper Sekali, Iklan Ganjar-Mahfud dengan Versi Pundak Rakyat sama Cerita di Toko sampai Iklan Anies-Muhaimin yang Versi Syukuran Haji 2026. Tidak Hanya Capresnya, Tapi yang Parpol Juga ada, Seperti PDI Perjuangan yang Versi Menangkan Rakyat Coblos No. 3, Partai Golkar Versi Mars Pemilu DJ, Partai Gelora Versi Deddy Mizwar (Pemeran PPT 17) yang Dianggap Sebagai BA (Brand Ambassador), PAN yang Versi Dukun, Partai Demokrat Versi Cerita AHY dan Konser sampai PPP dengan Versi Sandiaga Uno, El Corona dan Mardiono. Semua Iklannya Pun Sering Diputar di TVRI Nasional, BTV maupun CNN Indonesia Selama Rapat Umum 21 Hari, Kan Iklannya Cuma 3-4 Parpol di Jeda Iklan Pas Acara-Acara Manapun. Untuk Versi Cetaknya, Kan Sama Seperti Desain Daftar Capres maupun Poster Baliho di Jalanan Sepertinya... Sebenarnya Sih, Kan Menurut Keputusan KPU Nomor 1676 Tahun 2023 (Perubahahan Atas Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023), Dimuat Paling Banyak 3 Media dan Hanya 2 Halaman Saja (Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Pernah kita Buat). Salah Satunya, adalah Koran Kompas yang Rajin Memasang Iklan yang Isinya 3 Capres (plus Visi/Misinya), 18 Parpol dan Maskot "Sura Sulu". Semuanya Difasilitasi sama KPU Sama Seperti 2019 silam. Bukan Hanya di TV sama di Koran, Tapi di Sosial Media Juga Tidak Apa Apa Menayangkan Iklan Kampanyenya yang Sesuai dengan PKPU Nomor 15 Tahun 2023 dan Juga Keputusan KPU Nomor 1676 Tahun 2023 (Perubahan Atas Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023). Iklan Kampanye yang Dimunculkan di Sosmed (Terutama Youtube, TikTok dan IG) kan Semua Iklan Peserta-Pesertanya (Capres dan Parpol) Bisa Berdurasi Panjang atau Pendek.





Poster Iklan Kampanye 2024 yang Difasilitasi KPU (Sama Seperti Desain Daftar Paslon yang Bagian Kiri) (Sumber : Koran Kompas)

Sekarang Sudah Tidak Lagi adanya Iklan Kampanye yang Dimunculkan di TV maupun di Koran yang Difasilitasi KPU, yang di Radio, Hanya Menyisakan Iklan Ganjar-Mahfud yang Masih Diputar di Radio Tidar Sakti Batu pas Masih Liburan Healing ke Kota Ngalam beberapa waktu lalu dan Bisa Disaksikan lewat Youtube untuk Mengulang Kembali Tayangannya. Kini, Sudah Ada Zaman Bulan Ramadhan Tahun ini Sejak 12 Maret lalu. Kalau Ada Teks Khutbah Jumat dan Idul Fitri yang di 2 Masjid Terbesar di Malaysia (baik di KL dan Putrajaya) kan Bisa Difasilitasi dan Diatur Sama JAKIM dan Bisa Disaksikan Langsung melalui Live Streaming RTM TV1 di Aplikasi RTMKlik Setiap Jumat di Saat Sholat Jumat Berlangsung saat-saat Ramadhan maupun Pas 1 Syawal di Pagi Hari ketika Melaksanakan Sholat Id (Idul Fitri). Tidak Hanya Itu, Mulai 26 Maret nanti (Pas bertepatan dengan 2 Tahun Kematian Mendiang Mbah Kanna), Semua Radio-Radio se Malaysia Boleh Memutarkan Lagu-Lagu Lebaran dari Malaysia. dan Kemungkinan, Lagu-Lagu Lebaran Malaysia baru Seperti Alamak, Raya Lagi sampai Balik Raya kelak Diputar di Radio. Insya Allah...


Update :

Tadi, di Koran Kompas Edisi Hari ini (22/3) ada Poster Iklan Partai Golkar versi Ucapan Selamat Prabowo-Gibran. Kayaknya Bukan Iklan Kampanye... 

Update (lagi) :

Akhirnya, Bisa Ketemu Gambar Iklan Parpol 2019, Kan Mesti Rare...

Update (lagi) :
Direvisi untuk Kali Kedua, Karena Akun Widiajie Nostalgia Sudah Dihapus Total di YouTube

Jumat, Februari 23, 2024

Rindu Lagu Kampanye (Update)

Di Zaman Rezim Orde Baru (Bukan Rezim Zion*s I*ra*l), Golkar Memang Dikenal dengan Lagu-Lagunya yang Ganti Lirik demi Atas Nama Politik. Mendiang Eddy Sud yang Merupakan Sosok yang Menginisiasi Safari dan Mengelola Acara ARS (Aneka Ria Safari) di TVRI pada Periode 1982-1994 ikut-ikutan Golkar untuk Berkampanye melalui Lagu dan Panggungnya. di Tahun 1971, Eddy Sud membuatkan Artis Safari Golkar untuk Berkampanye dan Menjadi Motor Penggerak yang Mengumpulkan Artis-Artis Ibu Kota Berkeliling Kampanye untuk Memenangkan Golkar di Pemilu 1971 dan Kontestasi Politik lainnya. Ramuan itu Menjadikannya Golkar keluar Sebagai Pemenang Pemilu 1971. Izin Pertunjukan Artis Safari Golkar sudah Dipermudah. Mereka kerap Mendapatkan Panggilan Panggung dari Pemerintah. Tidak pernah Putus dengan Golkar. Hubungan Artis Safari Golkar tetap Dijaga Pemerintah Orba dengan cara Menghadirkan Acara ARS di TVRI. dan Terus jadi Populer dari tahun 1982 hingga 1994. di Era 80an saja, Golkar menampilkan Lagu-Lagu Populer Indonesia yang Menjadi Lagu Golkar, Seperti Hidup Golkar yang Mengambil lagu Madu dan Racun milik Bill & Brod (1985), Cintaku Untuk Golkar yang Mengambil dari Lagu Cintaku Sampai ke Ethiopia yang Lagi-Lagi viral di Negeri Jiran Malaysia sepanjang 2023-24 yang Dinyanyikan oleh Ria Resty Fawzy (1986), Demi Golkar Nih Yee yang Mengambil dari Lagu Demi Cinta Nih Yee dari Hetty Koes Endang (1986), Sekali Golkar Tetap Golkar yang Diambil dari Lagu Singkong dan Keju dari Bill & Brod (1986), Lagu Aku Cinta Golkar yang Nadanya Sama dengan Lagu Aku Cinta Dia dari Mendiang Chrisye (1985) Tapi Liriknya Diganti saja, Ayo Bersatu yang Diambil dari Lagu Jamilah dari Jamal Mirdad (1986),  Aku Pilih Golkar (Golkar Pilihan Sanubariku) yang Diambil dari Lagu Pilih Aku atau Dia dari Maya Angela (1986) Tapi Dinyanyikan oleh Orang lain dan Golkar yang Kusayang yang Diambil dari Lagu Populernya Rano Karno (Si Doel) di Awal 80an berjudul "Yang Sangat ku Sayang" (1981) Tapi Dinyanyikan oleh Hetty Koes Endang.

Banyaknya Lagu-Lagu Diatas Tadi, Dimungkinkan Golkar Menang Terus dimana-mana Untuk Melanjutkan Pembangunan Indonesia dimasa Soeharto dan Orba. Banyak yang Dibilang, Lagu-Lagu Hits periode 1985-86 Dipermak menjadi Lagu Kampanye Golkar di Pesta Pemilu 1987. Selanjutnya, di Awal 90an, Golkar lagi-lagi Menghadirkan Lagu-Lagu Populernya yang Juga Boleh Dipermak, Seperti Lagu Sukseskan Pemilu 92 yang Nadanya Dikutip dari Lagu Dana Asmara dari Itje Trisnawati dan Lagu Populer Bahasa Sunda, Somse yang Dinyanyikan Oleh Doel Sumbang dan Dipermak Menjadi Lagu Aku Cinta Golkar dari Mendiang Benyamin S. dan Dian Piesesha.











Beberapa Lagu tersebut diatas Tadi, Membawanya berada di Puncak, Walaupun Terjadi Penurunan Kursi di Pemilu 1992. 


dan Sekarang, Sudah Zaman Modern Setelah Orba Berakhir. Lagu-Lagu Kampanye pun Masih Ada. Pada Edisi 2004, Kampanye PKS ada Lagu Jagalah Hati yang Menjadi Lagu Kampanye untuk PKS. Sebenarnya, Lagu ini Dirilis pada November 2003 atau Bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1424H. di Edisi 2014, Ketika Kontestasi Politik Merebut Kursi Presiden dan Wapres pun Mulai Bertarung. Ada Lagu dari Film Garuda Didadaku menjadi Lagu untuk Pendukung Calon Nomor 1, Prabowo dan Hatta Rajasa yang Diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, PAN, PPP, PBB dan Partai Demokrat. Sedangkan, Calon Nomor 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang Diusung PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKP Indonesia menghadirkan Lagu Kita Bisa menjadi Lagu untuk Kampanyenya. Kedua Lagunya Dirilis di Tahun 2009 dan 2011. 2009 adalah Tahunnya Film Garuda Didadaku Dirilis dan 2011 adalah Tahunnya Indonesia jadi Tuan Rumah Sea Games ke 26. Ditambah lagi Ada Lagu Prabowo-Hatta dari Ahmad Dhani yang Memicu Kontroversi dan Lagu Jokowi-JK yang Mengcopy dari Lagu Populer Era 80an, Aku Cinta Dia. 



Kedua Lagu tersebut, Seakan-Akan Mendukung 2 Capres berbeda di 2014 Meskipun Beda Pilihannya, Kita Tetap Satu Indonesia! Pada Edisi 2019, Paling Ingat, Lagu Meraih Bintang Dijadikan Lagu Kampanye untuk Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin selama Masa Kampanye Pemilu 2019. Awalnya Lagu Ini menjadi Soundtracknya Asian Games 2018, Tapi, Akhirnya Didaulat jadi Lagu Kampanye Paslon Nomor 1 di Pemilu Presiden 2019.

dan di Tahun 2024, Saat Kampanye pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 lalu, Calon Presiden/Wapres Nomor 2, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka menghadirkan Lagu Populer Bahasa Jawa "Koyo Jogja Istimewa" dari Ndarboy Genk (Sempat Dicover sama Nabila Maharani) yang Dijelma Menjadi Lagu Kampanye Capres/Wapres Nomor 2 Tapi Liriknya Diganti Sedikit. Lagu Ini pun Kerap Muncul di Iklan di Berbagai Televisi dan Radio dari Pertengahan Desember Tahun lalu hingga Awal Februari lalu. Lagu tersebut memang Sesukses Memori Lagu Aku Cinta Golkar yang Diadaptasi dari Lagu Somse dari Doel Sumbang. ditambah ada Lagu OK Gas 2 yang Diremix Richard Jersey yang Menjadi viral lewat TikTok dan IG sepanjang 2023 dan Menjelma jadi versi Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Lagu yang Dibuat dari Richard Jersey ini Boleh Mendulang Sukses Lagu-Lagu Golkar yang Diadaptasi dari Lagu-Lagu Hits Indonesia Era Pertengahan 80an yang Didominasi Pop Main-Main. Akibat Efek Kedua Lagu Kampanye ini, Bahwa, Paslon yang Didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PBB, Partai Garuda, Partai Gelora dan PSI tersebut Selalu Menang Telak lewat Hitung Cepat Semua Survei saat Pertarungan Pemilu 2024 pada 14 Februari lalu. Meskipun Paslon Nomor 2 tersebut Didukung Mantan 2 Duo Gubernur/Wagub Jatim (Soekarwo-Saifullah dan Khofifah-Emil), Banyak Tokoh-Tokoh Terkenal di Jatim (Semacam Bayu Skak) dan Banyak Kyai-Kyai, Alim Ulama-Alim Ulama, Ulama-Ulama, Ustaz-Ustaz, dan Sesepuh-Sesepuh Ulama (Yang Biasanya Kerap Diucapkan dan Disebutkan dari Imam Sholat Isya saat Pengajian Rutin/Siraman Rohani Islam di Musholla Al Amin Mojokerto Setiap hari Jumat Malam alias Malam Sabtu Setelah Isya) di Jatim demi Semua Memenangkan Paslon Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, Apalagi Wilayah Jatim menjadi Salah satu Wilayah yang Capres/Wapres Nomor 2 Menang Telak. Tidak Cuma Itu, PPP juga Ada Lagu untuk Kampanyenya yang Dinyanyikan Oleh El Corona. Lagunya Berjudul Ikan dalam Kolam yang Pernah Viral di Awal Tahun lalu (2023) dan Liriknya Dijelma menjadi PPP. Tak Cuma Itu, Capres/Wapres Nomor 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ikut Menyumbang Suara dengan Nyanyian Gita KDI maupun Lagu "Amin Aja Dulu". Tak Hanya itu, Gan Z yang Notabenenya Pendukung Setia Ganjar-Mahfud menghadiahkan Lagu Kampanyenya berjudul "Bersama Ganjar-Mahfud"







Lagu-Lagu Saat Kampanye Pemilu 2024 lalu, Memang selalu Dahsyat. Tidak Hanya Lagu-Lagunya, Tapi para Pelaku Musik di Indonesia, Ikut Mendukung 3 Capres/Wapres 2024, Seperti Penyanyi Dangdut Legendaris Rhoma Irama didapuk Menjadi Duta Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (diusung PKB, Partai NasDem, PKS dan Partai Ummat) bersama Band D'Masiv, Sementara Pasha (bersama Ungu), Melly Goeslaw dan Ahmad Dhani (bersama Dewa 19) menjadi Pendukung Setia Pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka dan Band Legendaris Slank dan Penyanyi Terkenal Krisdayanti menjadi Bagian dari Pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD (Diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Perindo dan PPP). Kampanye dari Ketiga-Tiga Capres Itulah, Bisa Menaikan Suaranya di Seluruh Indonesia apalagi Pertarungan pun Masih ada. Yang Penting, Musik dan Kampanye Tidak Berpisah...

Jangan lupa, Baca Halaman Musik di Koran Jawa Pos Setiap Minggu! 



Update :

Postingan di Blog ini Sudah Diperbarui, Soalnya Akun YT seru2112 Sudah Dihapus Seperti Widiajie Nostalgia. 

Update (lagi) :

Lagi-lagi Diperbarui Postingan Blog ini. 

Kamis, Desember 21, 2023

Kilas Balik Pemilu dari Waktu ke Waktu (Update)

Lebih dari 30 Hari Lagi Bakal Ada Kampanye Rapat Umum yang Dimulai pada 21 Januari 2024 Nanti sekaligus Hari Pemilihan Umum 2024 pada 14 Februari 2024 Nanti. Nah, Kita Akan Menulis Kilas Balik Pemilu dari Waktu ke Waktu. Sebenarnya Sih, 3 Postingan yang Kilas Balik Pemilu 1999-2014 Sudah Dihapus Akibat Banyak Video yang Diupload dan Menjadi Lemot, Termasuk Juga Postingan Blog yang 27 November lalu juga Ikut Dihapus. Nah, Yuk Kita Simak Kilas Balik Pemilu Indonesia dari 1955 sampai 2019. Ini Adalah Kesinambungan dari Postingan Blog Sebelumnya yang Kemarin Dibuat.


Pemilu 1955

Digelar pada 29 September 1955 Untuk Memilih Anggota DPR dan 15 Desember 1955 Untuk Memilih Anggota Konstituante

Diikuti Oleh : Lebih dari 30 (Partai Politik dan Peseorangan)

Pemenang : PNI


Pemilu 1971

Digelar pada 5 Juli 1971

Diikuti Oleh : 8 Parpol dan 2 Organisasi (Partai Katolik, PSII, Partai NU, Partai Muslimin Indonesia, Golkar, Parkindo, Murba, PNI, Partai Islam Perti dan Partai IPKI)

Pemenang : Golkar

Fun Fact : Pemilu Pertama di Era Orde Baru


Pemilu 1977

Digelar pada 2 Mei 1977

Diikuti Oleh : 3 Peserta (PPP, Golkar, PDI)

Pemenang : Golkar (1), PPP (2) dan PDI (3)

Fun Fact : Pemilu 1977 Pertama Kalinya Diikuti 3 Peserta dan Mulai Tradisi di Masa Orba, PPP Menjadi Pemenang di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Sebagian Wilayah Kalsel, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Cilegon, Kota Jakarta, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Sebagian Wilayah di Sumsel, Wilayah Gorontalo di Sulut, Sebagian Timur di NTB, Aceh dan Kabupaten Gresik dan Golkar Meraih 232 Kursi di DPR


Pemilu 1982

Digelar pada 2 Mei 1982

Diikuti Oleh : 3 Peserta (PPP, Golkar, PDI)

Pemenang : Golkar (1), PPP (2) dan PDI (3)

Fun Fact : Pemilu 1982 Digelar Saat Terjadinya Gunung Galunggung Meletus dan Menjelang Piala Dunia 1982, Golkar Rebut Kemenangan di Jakarta (Kecuali Wilayah Selatan Direbut PPP) dan Kalsel dan Pembagian Kursi PPP Turun menjadi 94 Kursi di DPR dari 99 Kursi pada Pemilu Sebelumnya.


Pemilu 1987

Digelar pada 23 April 1987

Diikuti Oleh : 3 Peserta (PPP, Golkar, PDI)

Pemenang : Golkar (1), PPP (2) dan PDI (3)

Fun Fact : Pemilu 1987 Digelar di Akhir April 1987 atau menjelang Ramadan 1407H, Salah Satu Peserta Pemilu 1987 (Golkar) Merilis Album Khusus yang Berisi Lagu-Lagu Terkenal periode 1985-1987 yang Liriknya Diganti dengan Semangat Golkar (Contohnya, Lagu Sekali Golkar Tetap Golkar disalin dari Lagu Singkong dan Keju yang Populer di Tahun 1986) dan PDI Tambah 16 Kursi menjadi 40 Kursi di DPR.


Pemilu 1992

Digelar pada 9 Juni 1992

Diikuti Oleh : 3 Peserta (PPP, Golkar, PDI)

Pemenang : Golkar (1), PPP (2) dan PDI (3)

Fun Fact : Pemilu 1992 Digelar di Awal Juni 1992, Pertama Kalinya 2 TV Swasta Ternama (RCTI dan SCTV) Ikut Siarkan Kampanye Pemilu 1992 bersama TVRI pada Jam Prime Time Setelah Berita (19.30 WIB), Golkar Tetap Menang dengan Perolehan Kursi Menjadi 282 Kursi dan PDI Menambahkan Kursi Lagi 16 menjadi 56 Kursi Akibat Munculnya Megawati.


Pemilu 1997

Digelar pada 29 Mei 1997

Diikuti Oleh : 3 Peserta (PPP, Golkar, PDI)

Pemenang : Golkar (1), PPP (2) dan PDI (3)

Fun Fact : Pemilu 1997 Digelar Sebelum Krismon dan Merupakan Pemilu Terakhir di Era Orde Baru, Kali Pertamanya (Selain RCTI dan SCTV di Pemilu 1992), TPI (kini MNCTV), ANTV dan Indosiar Ikut Menyiarkan Kampanye Pemilu 1997 bersama TVRI, RCTI dan SCTV, Semua TV Nasional Wajib Menyiarkan Pidato/Dialog Kampanye Pemilu Setiap Hari pukul 19.30 WIB (Sebagaimana dalam Jadwal 6 TV Nasional dari 10 sampai 24 Mei 1997), Menjelang Pemilu 1997 Diwarnai dengan Kerusuhan PDI 27 Juli 1996 yang Mengakibatkan Perpecahan Konflik Internal, PDI Pada Pemilu 1997 Tetap Ikut Meskipun Ketuanya Soerjadi yang Direstui Pemerintah di Masa Orde Baru dan PDI versi Megawati Dukungannya Dialihkan ke PPP, PPP Kembali Naik Menjadi 89 Kursi dan Golkar Raih Kursi yang Besar Menjadi 325 Kursi.


Pemilu 1999

Digelar pada 7 Juni 1999

Diikuti Oleh : 48 Parpol

Pemenang : PDI Perjuangan (1), Partai Golkar (2), PKB (3), PPP (4), PAN (5), PBB (6), Partai Keadilan (7) dan PKP (8)

Fun Fact : Pemilu 1999 Digelar Pertama Kali Ketika Sudah Memasuki Reformasi, Presiden BJ Habibie Mengajukan Undang Undang Politik dalam Paket yang Kemudian Menjadi UU 2, 3 dan 4 Tahun 1999, Setelah Mengajukan 3 RUU Tersebut ke DPR, Keluarlah TAP MPR No. XIV/MPR/1998 tentang Perubahan Atas Ketetapan MPR No. III/MPR/1988 Tentang Pemilihan Umum, Berlangsung Luber Jurdil, Diikuti Banyak Parpol, Poster Bergambar 48 Parpol Menjadi Laris Manis Ketika Kampanye masih Berlangsung, Pertama Kalinya, Iklan Kampanye Parpol Pemilu 1999 Diputar di Semua TV Nasional (Tidak Termasuk TVRI), Menggunakan Sistem Varian Roget, PDI Perjuangan Menang Mengalahkan Partai Golkar, PKB, PPP dan PAN dan KH. Abdurrahman Wahid Menjadi Presiden Keempat RI Ketika Menggelar Pemilihan Presiden RI yang Tidak Langsung (Dipilih MPR/DPR).


Pemilu 2004

Digelar pada 5 April 2004 (Legislatif), 5 Juli 2004 (Presiden Putaran 1) dan 20 September 2004 (Presiden Putaran 2)

Diikuti Oleh : 24 Parpol, 5 Capres-Cawapres (Putaran 1) dan 2 Capres-Cawapres (Putaran 2)

Pemenang (Legislatif) : Partai Golkar (1), PDI Perjuangan (2), PKB (3), PPP (4), Partai Demokrat (5), PKS (6), PAN (7), PBB (8), PBR (9) dan PDS (10)

Pemenang (Presiden) : SBY - JK (Partai Demokrat, PBB, PKPI, PKB, PAN dan PKS)

Fun Fact : Pertama Kalinya, Pemilu 2004 Digelar 3 Tahapan Setelah Amandemen UUD 1945, Digelar Bersamaan Dengan Piala Eropa 2004, Piala Asia 2004 dan Olimpiade 2004, Menggunakan Proposional Terbuka, Debut Pemilihan Calon Anggota DPD di Seluruh Indonesia, Pemilihan Presiden Pertama Kalinya Dipilih Langsung, Mars Pemilu diperbarui, PKS Menang Telak di Jakarta dan PKB Menang Telak di Jatim dan SBY-JK Mengalahkan Mega-Hasyim.


Pemilu 2009

Digelar pada 9 April 2009 (Legislatif) dan 8 Juli 2009 (Presiden)

Diikuti Oleh : 44 Parpol (Nasional dan Lokal, Legislatif) dan 3 Capres-Cawapres (Presiden)

Pemenang (Legislatif) : Partai Demokrat (1), Partai Golkar (2), PDI Perjuangan (3), PKS (4), PAN (5), PPP (6), PKB (7), Partai Gerindra (8) dan Partai Hanura (9)

Pemenang (Presiden) : SBY - Boediono (Partai Demokrat, PBB, PKPI, PKB, PAN dan PKS)

Fun Fact : Pemilu 2009 Digelar Kali Pertama Dengan Sistem Centang untuk Semua Tipe Surat Suara (DPR, DPD, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan Presiden), Debutan Pada Pemilu 2009 Legislatif Lumayan Banyak Seperti Partai Gerindra, Partai Hanura, dll., Pertama Kalinya Kampanye Pemilu 2009 untuk Legislatif Lebih awal pada 12 Juli 2008 dan Berakhir pada 5 April 2009, Pertama Kalinya Diikuti Parpol-Parpol Lokal yang Berasal dari Aceh Sebagai Tambahan Bersama Parpol Nasional, Pertama Kalinya Tradisi yang Parpol Gagal jadi Peserta, Kini Bisa Lolos jadi Peserta Pemilu Menyusul Parpol-Parpol Lain, Partai Demokrat Mendominasi Suara di DPR dengan Raihan 148 Kursi Diatas Partai Golkar, Kampanye Pemilu 2009 untuk Presiden Dilakukan dari 13 Juni sampai 4 Juli 2009, Debat Capres dan Cawapres Dilakukan 5 Kali di 6 Stasiun TV Nasional dan SBY-Boediono Mengalahkan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto.


Pemilu 2014

Digelar pada 9 April 2014 (Legislatif) dan 9 Juli 2014 (Presiden)

Diikuti Oleh : 15 Parpol (Nasional dan Lokal, Legislatif) dan 2 Capres-Cawapres (Presiden)

Pemenang (Legislatif) : PDI Perjuangan (1), Partai Golkar (2), Partai Gerindra (3), Partai Demokrat (4), PKB (5), PAN (6), PKS (7), Partai NasDem (8), PPP (9) dan Partai Hanura (10)

Pemenang (Presiden) : Jokowi - JK (PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKPI)

Fun Fact : Pemilu 2014 Digelar Bersamaan Dengan Turnamen Piala Dunia 2014 di Brasil, Kembali Menggunakan Cara Mencoblos di Semua Tipe Surat Suara, Diikuti Menjadi 10 Parpol (plus 5 Parpol lain) Setelah 43 Tahun Terakhir Kali Diikuti 10 Peserta, Tokoh-Tokoh Besar di Parpol saat Kampanye Pemilu 2014 Legislatif dan Layak Menjadi Capres-Cawapres Seperti Rhoma Irama (PKB), Aburizal Bakrie (Partai Golkar), Surya Paloh (Partai NasDem), Wiranto (Partai Hanura), Hatta Rajasa (PAN), Anis Matta (PKS), Romahurmuziy (PPP), Joko Widodo (PDI Perjuangan), Prabowo Subianto (Partai Gerindra) dan Dahlan Iskan (Partai Demokrat), Kampanye Pemilu 2014 Legislatif Dilangsungkan dari 11 Januari hingga 5 April 2014, PDI Perjuangan Menang dengan 18,95% Suara Mengalahkan Partai Golkar, Partai Gerindra, dll., Kali Pertama, PT. Kompas Media Nusantara (Koran Kompas) bersama PT. Kompas Cyber Media (Kompas.com) dan Kompas TV (Litbang Kompas) Menghadirkan Hasil Suara Untuk Pemilu 2014 Legislatif dan Juga Presiden, Pemilu Presiden 2014 Diikuti Oleh 2 Capres-Cawapres Antara Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, Artis-Artis Besar yang Menjadi Pendukung Capres-Cawapres 2014 Seperti Raffi Ahmad (Prabowo-Hatta), Ahmad Dhani (Prabowo-Hatta), Rhoma Irama (Prabowo-Hatta), Luna Maya (Prabowo-Hatta), Nurul Arifin (Prabowo-Hatta), Jamal Mirdad (Prabowo-Hatta), Slank (Jokowi-JK), Widy Vierratale (Jokowi-JK), Happy Salma (Jokowi-JK), Cinta Laura (Jokowi-JK), Titiek Puspa (Jokowi-JK) dan Tika Panggabean (Jokowi-JK), Tokoh Besar Pendukung 2 Capres-Cawapres 2014 Seperti Hary Tanoesoedibjo (Prabowo-Hatta), Aburizal Bakrie (Prabowo-Hatta), Amien Rais (Prabowo-Hatta), Surya Paloh (Jokowi-JK), Hasto Kristiyanto (Jokowi-JK) dan Wiranto (Jokowi-JK), Kampanye Pemilu 2014 Presiden Dilangsungkan dari 4 Juni sampai 5 Juli 2014, Debat Capres-Cawapres 2014 Dilangsungkan 5 Kali Sepanjang 2014 (Juni-Juli) dan Jokowi-JK Menang Mengalahkan Prabowo-Hatta.


Pemilu 2019

Digelar pada 17 April 2019

Diikuti Oleh : 20 Parpol (Nasional dan Lokal, Legislatif) dan 2 Capres-Cawapres (Presiden)

Pemenang (Legislatif) : PDI Perjuangan (1), Partai Gerindra (2), Partai Golkar (3), PKB (4), Partai NasDem (5), PKS (6), Partai Demokrat (7), PAN (8) dan PPP (9)

Pemenang (Presiden) : Jokowi - KH. Ma'ruf Amin (PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura, PKPI, Partai Golkar, PPP, PBB, PSI dan Partai Perindo)

Fun Fact : Pemilu 2019 Digelar Serentak Kali Pertama Pada 17 April 2019, Mengacu Pada Undang Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, DCT untuk Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan Presiden-Wapres Dilakukan Secara Bersamaan 1-3 Hari Sebelum Kampanye, Kampanye Dilangsungkan Lebih Lama dari 23 September 2018 sampai 13 April 2019, Selama Kampanye 21 Hari alias Rapat Umum (dari 24 Maret sampai 13 April 2019), Diperbolehkan Menayangkan Iklan Kampanye Capres dan Parpol Pemilu 2019 di TV dan Radio serta Memuat Iklan yang Sama di Koran-Koran Terkemuka di Indonesia yang Sudah Difasilitasi KPU, Debat Capres-Cawapres 2019 Dilangsungkan 5 Kali Sepanjang 2019 (Januari - April), Sebagian Besar Anggota-Anggota KPPS Mati Setelah Pelaksanaan Pencoblosan, Pertama Kali dalam Sejarah, Semua Parpol Pendatang Baru (Termasuk Parpol Lama) Gagal Raih Kursi di DPR (Tapi di Level DPRD bisa Raih Kursi), PDI Perjuangan Mengalahkan 15 Parpol Lain di Legislatif dan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin Menang Mengalahkan Prabowo-Sandiaga Uno.


Video Sejarahnya :


























Sumber : Wikipedia, KPU RI dan Diolah dari Berbagai Sumber.