Rabu, April 30, 2025

Buffering oh Buffering (lagi) (Update)

Pembahasan Sebelumnya (yang Tahun lalu) : KLIK DISINI

Dari Akhir Pekan lalu, Dengerin Live Streaming Radio jadi Lemot banget, Kurang Nyaman gitu. dan Kadang, ga lagi Lemot terus... Lancar Jadinya. Meskipun saya Memilih Website/Aplikasi Audio+ (Bagian dari MPB) saja, Sebagian Radio-Radionya saja Kadang Buffering, Kadang ga Bisa Buffering. Masya Allah, Kenapa sich? ini Mungkin Kurang Trouble jadinya, Meskipun haruslah Bersabar... 

Lagi Buffering di Live Streaming

Sekitar hari Selasa Kemarin (termasuklah Hari ini), juga Mengalami Serupa, Buffering Sebentar/Lama di Website Audio+ atau Aplikasi Audio+. yang Pakai Aplikasi/Website SYOK (Bagian dari Astro) atau Suria Malaysia saja, kan Beda, 90% Anti Buffering! Jika jadi Buffering untuk SYOK dan Suria Malaysia bagaimana? Kan Senasib sama saja dengan Audio+! Jika Buffering terus dan Tidak ada Suara terus menerus di Live Streaming Radio (seperti ORB, Audio+, dll.), lebih baik Gantilah yang Frekuensi Radio yang 0% Buffering, Suara Bersih dan Suara Jernih. Seperti Radio Suara Surabaya yang Lebih Bersih dan Jernih Bebas Buffering di Frekuensi 100 FM yang Menjangkau Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Madura Barat, Lamongan, Pasuruan, Malang Raya Sebagian Utara, Probolinggo Sebagian Barat dan Jombang. Kenapa Sich Radio Suara Surabaya yang Frekuensi itu Lebih Bersih dan Jernih? Karena kan Bisa menghadirkan Lagu Lagu Terbaik dari Indonesia dan Dunia Serta Berita Terkini atau Teraktual dari Jatim hingga Indonesia dan Seluruh Dunia (Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya). Selain yang Radio Suara Surabaya di Frekuensi 100 FM, Radio Radio lainnya ada (karena hanya ada di Jatim), Seperti Radio Jamu Bio Up Series (adiknya Kartika FM Jombang) di Frekuensi 100,4 FM yang Menjangkau Mojokerto, Jombang dan Sebagian Kediri. Kalau di Radio Jamu Bio Up Series itu Lebih Sering Menyiarkan Lagu Lagu Dangdut, Pop Jawa, Langgam Jawa hingga Pop Indonesia Memori termasuk Pemutaran Iklan Obat-Obatan Semacam Ga Booster, Madu Fitmurat, Madu Al Madinah, M King, Solugerd dan Mago Capsule. 

Oh Ya, yang Radio Cakra Krisna FM Nganjuk (Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya juga), kan Bisa didengar baik di Frekuensi (106,1 FM) dan di Live Streaming. Jadinya, Jika Jadi Buffering terus alias Suaranya Hilang saat Live Streaming, Lebih baik direfresh atau tidak. Jika tidak, Haruslah Ganti yang Frekuensinya agar Tidak lagi Buffering. Kalau yang di Mojokerto sih, Kadang Jernih, Kadang Tak Jernih. Kan waktu ingat pas Awal-Awal Ramadhan tahun lalu, Lebih Fokus dengerin Radio ini. Eh, Tunggu, Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya (juga), Radio Cakra Krisna FM Nganjuk ada Iklan Herbal Nariyah hingga Lantunan Sholawat Nariyah yang Sering Nongol Setiap hari (sama Kayak Krisna FM versi Asli).

Untuk yang RTM Klik (Aplikasinya/Websitenya Live Streaming Semua Produk dari RTM Malaysia), kan Bisa Bisa Lancar atau Tidak sih? Jika Buffering di RTM Klik (saat Menonton Live Selamat Pagi Malaysia sama Live Sholat Jumat di Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin Putrajaya), maka bisa Ganti sama Menonton Live Streaming di Facebook (baik SPMNSP dan JAKIM Malaysia), agar Bisa jadi Lancar gitu! RTM Klik saja kan "Betul Betul Percuma (alias Gratis)" Seperti di Jargonnya, Karena Aplikasi ini Jadi 100% Gratis dan Tak ada Bayarnya... yang Nonton Komedi Apartemen Putra yang dibintangi sama Elly Arifin dan Jiggy Masin lebih Lucu tanpa Garing sama sekali...  

Kalau Buffering terus di Online, Makanya Mending Ganti saja Nonton Film Offline (bukan Online yang dari Netflix atau Prime Video, tapi Sudah didownload terus menerus dari Internet tapi cuman Koleksi doang) di Laptop/Smartphone, Nonton Video kayak Breakouts atau Upin Ipin atau Dengerin Musik di Smartphone (yang Isinya Banyak Kompilasi Lagu Lagu tenar semacam Iwan Fals atau Jamal Mirdad)... Yang Ga Buffering terus di Online, It's Ok...

Jangan Benci sama Radio, kita kan Suka Radio... Yang Suka Nonton TV, It's Ok (Tak Apa Apa) Juga...


Update (27/10/25):
Semua Radio dari Negeri Jiran Malaysia dari Aplikasi Audio+ Full Buffering dan Tak ada Suara Tadi, Tapi yang Sisa-Sisa Stasiun Radio dari Indonesia di Aplikasi yang Sama masih tak ada Buffering terus. Kalo yang Buffering terus di Audio+, Silahkan Pindah ke Aplikasi/Website Radio Suria, SYOK (dari Astro Audio), RRI Digital, Suara Surabaya dan yang lainnya untuk Memperlancar Live Streaming Bebas Buffering. Kalo yang Frekuensi Radio (Offline) sich, Masih Lancar dan Jernih kayak Radio SSFM lah. dan Akhirnya, Tadi Sudah Kembali Normal dan Lancar untuk Semua Radio-Radio dari Malaysia yang dari Audio+. Oh Ya, yang Radio HotFM tak ada Suaranya karena Buffering terus menerus, Lebih baik Pindah ke Radio-Radio lain lewat Audio+ kayak Kool 101 hingga Best FM (Johor).

Update (lagi) (8/12/25):
Radio Best FM JB via Live Streaming versi Audio+ masih Buffering terus menerus dan Tak ada Suaranya lagi. Yang Cats FM Sarawak versi Audio+ juga semestinya Error dan Semua Radio Radio lain dari Audio+ full Lancar bebas Buffering terus... Kalau Besok, kemungkinan Semuanya Lancar terus.

Minggu, April 27, 2025

Antara Hamzah Raminten dan Bunda Iffet Slank

Akhir Bulan ini, kita melihat 2 Publik Figur terkemuka yang Sudah Meninggal Dunia menyusul Ray Sahetapy, Nico (Nico G), Titiek Puspa, Tun Abdullah Ahmad Badawi dan Sri Paus Fransiskus (aka Pope Francis) yang Sudah duluan Meninggal. Diantaranya adalah Hamzah Raminten dan Bunda Iffet Slank yang Baru Saja sudah Meninggal Dunia. Hamzah Sulaiman (aka Raminten) Sudah Tutup Usia duluan pada Rabu Malam lalu Karena Penyakit Gula dan Kondisi Kesehatan yang Terus Menurun. dimasa Hidupnya, Beliau adalah Pelawak Lokal yang Memerankan "Raminten" si Bencong dari Kota Jogjakarta lewat Program Komedi di Salah Satu TV Lokal dari Kota yang Sama. Kemudian, Membuka Usaha Batik dan Cinderamata lewat "Batik Mirota" yang dikenali sebagai "Batik Hamzah" yang bukanya dari Pagi hingga Tengah Malam. Bukan Cuma Batiknya, Tapi Usaha merambah ke Dunia Kuliner lewat "House of Raminten" yang Letaknya di Jl. FM Noto Nomor 7 Kota Jogjakarta. Banyak Menunya Pasti ada Seperti Makanan-Makanan Khas Kota Gudeg (semacam Gudeg) dan Makanan-Makanan Khas Jawa lainnya (yang dari Jateng mungkin). Bukan Cuma Nama Hamzah Raminten, Tapi Nama Bunda Iffet Slank pun Juga Ikut Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun Tadi Malam. Sosok ini adalah Ibunya Bimbim sang Pentolan Slank yang Sudah bergabung Sejak Pembentukannya pada 26 Desember 1983 hingga saat ini. Bunda Iffet pun Bisa Mengurus Slank dari Zaman Formasi Perdana 1983 (Bimbim, Denny, Bongky, Erwan dan Kiki) hingga Zaman Formasi Terakhir (Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee Negara dan Ridho Hafidz). Kejayaannya Slank itu Bisa Membawa Semangat bagi Sang Ibunya (antara Slank dan Slankers). Sebelum Beliau Tutup Usia, dibawa ke Rumah Sakit karena Mengalami Penyakit yang Memberat dan Sempat Menjalani Perawatan Intensif di Tempat yang Sama. 

Semoga, Kedua Sosok tersebut diatas bisa diberi Khusnul Khotimah, Amin YRA...

Selasa, April 22, 2025

Big Stage 2025, Memang Beda!

di Tahun 2025, Big Stage kembali hadir Setelah Penantian 2 tahun terakhir. Terakhir Kali digelar pada 2023 silam, dimana Kala itu, Saya sama Papiku sering sering ke Kediri untuk Memantau Salon dari Warung Marung Family dan akhirnya kini Berujung Tutup karena tak laku. dan Ini Sebuah Pembuktian bagi Penggemar Acara ini, Bahwa Big Stage musim ini Memang Beda, yakni Pesertanya Semua Pria-Pria dari Malaysia atau Negara Negara ASEAN lainnya untuk Mencari Personil yang Kelak Membentuk Boy Band atau Vokal Beregu Pria (seperti The Lima atau M.E. Voices kalau ga salah). dan Kali ini, diberi Titel "Big Stage Alpha 2025", dengan Mengusung Jargon "Gelombang Dominasi". Ini hadir sebagai Respon kepada Fenomena "Idol Survival" yang Makin Jos di Dunia (seperti Chuang Asia yang Biasanya Tayang di BTV pas Akhir Pekan Malam Malam) dan Keinginan untuk Mencipta 1 Peluang sebenar buat Bakat Bakat dari Negeri Jiran dan Negara lainnya (termasuk Indonesia) biar jadi Tenar bukan Cuma di Malaysia, tapi dilevel Dunia. Kami bukan Sekedar mau Cari Penyanyi, tapi Mau Membentuk Personalitas yang lengkap. dari Segi Vokal, Penampilan dan Faktor Xnya yang Boleh Membuat mereka jadi Kesukaan Penggemarnya. Inilah Peserta Peserta Lomba Big Stage Alpha 2025 :

01. Ray D

02. Ashmirul

03. Awienit

04. Ariel Fesol (bukan Ariel Heryanto di Koran Kompas Sabtu atau Ariel Noah)

05. Qarl G

06. Afiq Sky

07. Alif Azri

08. Daniel Sher

09. Que

10. Syafeek Ikhwan

11. Araff

12. Suff Ahmed

13. Shaqeen

14. Apich Lo

15. Rizal Rashid (Brunei Darussalam, pernah Populer di Malaysia?)

16. Izat Ibrahim (Singapura)

17. Ridhwan Azman (Singapura)

18. Allan Andersn (Indonesia)


Salah Satu Peserta dari Indonesia adalah Allan Andersn, kan Kurang tenar, Meskipun menyaingi nama Denny Caknan (Penyanyi Jawa) atau Fabio Asher. Dulu, Beliau jadi Peserta Lomba The X Factor Indonesia (sekitar 2021/22 kalau ga salah). 

Untuk Dewan Jurinya ada, Seperti Edry (Pentolan KRU), Datuk Syafinaz Selamat dan Hael Husaini. Sedangkan Presenternya, antara Rina Nose dan Elly Mazlein. Ini Baru Fun...

Bersaing selama 8 Episode (jika ditambah 2 jadi 10, bisa seperti Gegar Vaganza 2020-2021/22 lah...) dalam Pelbagai Bentuk Tantangan termasuk Penampilan Sendiri dan Beregu berdasarkan Tema-Tema Setiap Pekannya yang Pasti Unik dan Menantang lho...

Konsernya dilangsungkan di Royal Theatre Shah Alam.

Nantikan Big Stage Alpha 2025, Mulai 27 April 2025, Setiap Minggu pukul 9.00 Malam Waktu Setempat (8.00 Malam WIB) di Astro Ria, Astro Go dan Sooka. dan dipastikan akan rival dengan Arisan milik Trans 7 yang ditayangkan di Jam 8.15 Malam. 

Perfume Paradise menjadi Sponsor Utamanya di Program tersebut. kan Biasanya jadi Sponsor Program-Programnya Radio Hot FM Malaysia seperti FYP@Hot dan HotSquad. Sedangkan Kopi Resminya Big Stage Alpha 2025 adalah KopiEKONOMI (Programnya RTM TV1 Setiap Jumat Malam setelah Lensa Simfoni Alam) eh, Zus Ngupi! Rekan Digital dan Radio Resminya adalah Astro Gempak dan Radio ERA.

Senin, April 21, 2025

Kartiniku Kartinimu

Hari ini, Kita Rayakan Hari Kartini khusus untuk Perempuan Perempuan kuat di Negeri ini. Sosok ini dilahirkan di Jepara pada 21 April 1879 dengan Nama Lengkapnya, Raden Ayu Adipati Kartini atau Raden Ajeng Kartini. Berasal dari Keluarga Bangsawan Jawa di Hindia Belanda (aka Indonesia). Setelah Bersekolah di SD berbahasa Belanda, ia ingin Melanjutkan Pendidikan Lebih Lanjut, tetapi Perempuan Jawa saat itu dilarang Mengeyam Pendidikan tinggi. Ia bertemu dengan berbagai pejabat dan orang orang berpengaruh, termasuk J.H. Abendanon, yang bertugas melaksanakan Kebijakan Etis Belanda. Banyak Pemikiran dan Puisinya kan Mesti membawa Perubahan karena Beliau adalah Jago Menulis Puisi, Kenapa tidak? "Habis Gelap Terbitlah Terang" yang Menjadi Jargonnya Kartini karena Surat/Bukunya diterbitkan oleh Balai Pustaka untuk Menggunakan Bahasa Melayu. ada yang Versi Empat Saudara, ada yang Versi Armijn Pane. dan Pada 17 September 1904, Kartini Tutup Usia diusia 25 tahun di Rembang. Setelah Kematiannya Beliau, Hari Kartini dan Kartini jadi Pahlawan Nasional sudah ditetapkan Presiden RI pertama (saat itu), Bung Karno pada 2 Mei 1964 yang Mengelyarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 tahun 1964. 21 April adalah Hari Kelahirannya Kartini dan dikenal sebagai Hari Kartini yang Memperjuangkan Emansipasi Perempuan di Indonesia. dan di Berbagai Stasiun TV se Indonesia, Semua Presenter Perempuan di TV Nasional (dan Lokal) diwajibkan Mengenakan Baju Kebaya asli Indonesia (atau Malaysia kayaknya, jadi Impor deh) setara dengan Pakaiannya Pria dan Perempuan yang Baju Melayu dan Kurung/Kebaya yang Sering digunakan Saban Jumat atau Hari Hari Spesial Agama Islam (seperti Ramadhan dan Lebaran) di Program-Program Acara TV Malaysia (seperti Selamat Pagi Malaysia Edisi Jumat/Edisi Khusus Lebaran). Kartini Zaman Sekarang, kan Harus dipatuhi dan Bisa Mengikuti Jejak sang Kartini untuk Memperjuangkan Perempuan Perempuan Kita. Kalau anda Lihat Nama-Nama Idola Perempuan dari Indonesia, Malaysia dan Negara-Negara Asia lainnya seperti Dian Sastrowardoyo, Khofifah Indar Parawansa, Meutya Hafid, Whulandary, Adriana Adnan, Elizabeth Tan, Eyka Farhana, Siti Hariesa, Siti Khadijah Halim, Elly Arifin, Neelofa, Sharifah Rose, Bella Dowanna Halim, Qasrina Karim, Shazabae, Nik Nazira (Istrinya/Sahabatnya Yonnyboii), Daiyan Trisha, Azira Shafinaz, Sophia Liana, Aisha Retno, Wani Kayrie, Sarah Suhairi, Sissy Imann, Yaya Zahir, Neetamanis, Aidilia Hilda, Uyaina Arshad, Ernie Zakri (Istrinya/Sahabatnya Syamel), Kaka Azraff, Shalma Ainaa, Sabronzo, Tabby, Angel, Rufaidah (Dubbernya Fizi di Upin dan Ipin), DJ Ryn (Nama Lain Zharyn di Radio Best FM Malaysia), Melissa Thng, Sharifah Shahirah (aka Kak Rara yang kini jadi Penyiar Radio Sinar Malaysia), Mimi Lana (Istrinya/Sahabatnya Syafiq Kyle), Michelle Yeoh, Nelissa Nizam, Sophia Albarakbah, Jisoo, Hanni, Song Hye Kyo, dll. kan Bisa Bisa tenar dari waktu ke waktu. Contohnya, Dian Sastro yang Mengawali karirnya pada 1995 yang kala itu usianya 13 tahun dan Langsung Jos lewat Film Ada apa Dengan Cinta yang diputar di Bioskop pada 2002. Yuk, Saatnya Perempuan Perempuan Indonesia Perjuangkan Cita Cita Kartini agar Bisa Raih Impian tercapai... 

Selamat Hari Kartini 2025...

Jumat, April 18, 2025

Lirik Lagu Grace Simon - Bing

Siang itu surya berapi sinarnyaTiba-tiba redup, langit gelapHati yang bahagia terhentak s'ketikaMalapetaka seakan meny'linap
Berita mengg'legar aku terimaKekasih berpulang 'tuk selamanyaHancur luluh rasa jiwa dan ragaTak percaya, tapi nyata
Ku bersimpuh di sisi jasad membekuDoa tulus dan air mataS'gala dosa kupohonkan ampunan-NyaSeakan terjawab dan Kaut'rima
Kapan lagi kita 'kan bercanda?Kapan lagi bermanja?Kapan lagi nyanyi bersama lagi?Kapan, oh, kapan lagi?
Berita mengg'legar aku terimaKekasih berpulang 'tuk selamanyaHancur luluh rasa jiwa dan ragaTak percaya, tapi nyata, hu
Ku bersimpuh di sisi jasad membekuDoa tulus dan air mataS'gala dosa kupohonkan ampunan-NyaSeakan terjawab dan Kaut'rima
Tiada hari seindah dahulu lagiTiada mungkin kembaliTiada nama seharum namamu lagiTiada, tiada Bing lagi
Kapan lagi kita 'kan bercanda?Oh, kapan lagi bermanja?Kapan lagi nyanyi bersama lagi?




Selasa, April 15, 2025

Ini Catatan Saya : Antara Titiek Puspa dan Tun Abdullah Ahmad Badawi

di Bulan April, Kita turut berbelasungkawa atas Kematiannya 2 Tokoh Terbesar dari 2 Negara Serumpun, antara Titiek Puspa (Penyanyi Legendaris Indonesia) dan Tun Abdullah Ahmad Badawi (Mantan PM Malaysia era 2003-2009). Nama Mendiang Titiek Puspa sebenarnya berawal dari Nama "Sumarti" atau "Sudarwati" yang dilahirkan di Tabalong, Kalsel pada 1 November 1937. dia berasal dari Keluarga Campuran antara Kutoarjo dan Trenggalek. Sosok ini Merupakan anak dari Pasangan Siti Mariam dan Tugeno Puspowidjojo. dan Mengawali Karirnya pada era 1950an, Sehingga Beliau ikut Lomba dengan Nama Panggungnya "Titiek Puspo" yang diambil dari Titiek, nama panggilannya Sehari-hari dan Puspo, nama Bapaknya. dan Akhirnya Mengubah Nama "Puspo" menjadi "Puspa" dan sejak itulah dikenal sebagai "Titiek Puspa" sejak Nama Panggungnya dipilih oleh Bung Karno. Berawal dari Kontes Menyanyi di RRI, Kemudian merilis Lagu-Lagunya yang Tenar seperti Doa Ibu, Si Hitam, Minah Gadis Dusun, Pantang Mundur, Apanya Dong, Marilah Kemari, dll. di Tahun 1957, Titiek Puspa berkawin dengan Zainal Ardi, seorang Karyawan RRI. lalu Pada 1963, Melahirkan Anak Pertama dan Keduanya. Titiek Puspa pun Membintangi Film-Filmnya seperti Karminen, Inem Pelayan Se** dan Apanya Dong. Sempat Bersidang untuk Kasus Pemberian Mobil oleh Mantan Gubernur Bank Indonesia, Jusuf Muda Dalam yang disangkutpautkan dengan G30SPKI. Pada 1968, Titiek Puspa dan Zainal berpisah dan bercerai, lalu 2 Tahun berselang Kembali berkawin dengan Mus Mualim. Semenjak Kerjasama Titiek-Mualim, Beliau ikut Membuat Program PAPIKO Operet yang kerap tayang di TVRI dari era 70an hingga 90an. PAPIKO yang Menjadi Signature Program Spesial Lebaran dari TVRI yang dibanjiri Bintang-Bintang terkenal seperti Hetty Koes Endang, Trio Libels, Mendiang Koes Hendratmo, dll. Sempat Juga jadi Kadernya Golkar di Pemerintahan Soeharto karena Sempat jadi Caleg Golkar di Dapil Jateng dan Gagal Lolos ke Senayan. Buktinya, Nama Titiek Puspa di Golkar adalah bukti untuk Mendukung Soeharto terus jadi Pemimpin di Negeri ini pada Rezim Orde Baru (sebelum 1998). Titiek Puspa mengajak Para Bintang-Bintang besar Indonesia jadi Pendukung Golkar dalam Pemilu 1982, 1987 dan 1992, Salah Satu Lagunya adalah "Bapak Kami Soeharto" yang Biasanya diputar di TVRI dan RRI apalagi adalah Propagandanya Soeharto sebelum Tumbangnya Orde Baru pada Mei 1998. Titiek Puspa, Soeharto dan Golkar memang ada Hubungannya sebagaimana yang Penerusnya (selain BJ Habibie, Gus Dur dan Megawati), SBY/Jokowi. Pada 1991, Mus Mualim Sudah Tutup Usia dan Tak lagi Bersama Beliau. Tak Cuma itu, Lagu "Bing" yang dirilis 1974 sebagai Penghormatan untuk Bing Slamet yang Sudah Meninggal Dunia. Sosok Ini pun Pernah jadi Bintang Iklan Produk-Produknya, seperti Kodak (1978), Mixagrip (1981/82/83/84), So Klin, Maspion, dll. Lalu, pada tahun 1992, Titiek Puspa kembali Merilis PAPIKO "Ronce-Ronce" yang Menjadi Operet Terakhir sebelum Aktif Kembali di Lebaran tahun 1996 atau 1997 melalui TVRI Nasional (dulunya Programa 1 TVRI). di Tahun 1996-1999, Beliau bekerjasama dengan 2 Penyanyi Cilik saat itu, Saskia dan Geofanny menghadirkan Lagu Menabung dan Aku Suka Musik. Bahkan, disaat Boomingnya Titiek-Saskia-Geofanny ditawari jadi Bintang Iklan Bank Duta yang Backsoundnya Lagu Menabung dengan Liriknya yang diganti agar Sesuai dengan Citra Iklannya. Kala itu Namanya "Palapa Yunior dari Bank Duta" yang Kerap diucapkan VO terkenal yang kala itu jadi VO (Voice Over) ANTV (TVnya Keluarga Bakrie) era 90an, Petrus Urspon di Akhir Iklannya sebelum beralih ke Geofanny yang mengujar "Ke Bank Duta yuk". di Tahun 2005, Titiek Puspa bersama Para Penyanyi dan Grup Band dari Musica Studios/Trinity Optima/Bulletin Record seperti Ungu Band, Kahitna, Rossa, David (Mantan Pentolan Naif), Emil (Mantan Pentolan Naif), Peterpan (aka Noah), dll. Merilis Album "From Us to U" yang Dirilis 2 Dekade silam (2005). Memuat 10 Lagu-Lagu Karya Titiek Puspa yang dinyanyikan Ulang oleh Penyanyi/Grup Musik dari 3 Label berbeda (Seperti Album Tribute to KLa Project yang dirilis 2011 yang Isinya Lagu-Lagunya KLa Project yang Dinyanyikan Oleh Musisi Musisi lain). Lagu Andalannya adalah Marilah Kemari yang Berkolaborasi antara Titiek Puspa dan Penyanyi/Grup Musik dari 3 Label berbeda. Selain yang From Us to U, di awal Tahun yang Sama (awal 2005) Beliau Juga ikut Bernyanyi bersama untuk Menyanyikan Lagu untuk Korban Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Titiek Puspa bersama Penyanyi-Penyanyi lain Seperti Delon Thamrin, Theodora Tia, Andy /RIF, Duta SO7, Fadly Padi Reborn, Mendiang Glenn Fredly, Tasya, Ebiet G. Ade, Audy, Kikan Cokelat, Ahmad Albar God Bless/Gong 2000, Armand Maulana Gigi, dll. berkumpul di Lagu "Kita Untuk Mereka" yang dimuat di Album Khusus Untuk Korban Tsunami di Aceh. Pesaing Lagu ini adalah Lagu "Ayah (Aceh)" yang Dinyanyikan Oleh Ariel (Pentolan Noah) dan Candil di Album "Dari Hati Untuk Aceh" kepunyaan Musica Studios dan "Indonesia Menangis" dari Sherina Munaf dari Album berjudul Sama kepunyaan HP Records dan MGN. di Tahun 2007, Bertepatan dengan Perayaan 70 Tahun Kelahiran Titiek Puspa, Mengadakan Konser besar bertajuk "Karya Abadi Sang Legenda" yang digelar pada sekitar November 2007 yang dimeriahkan Oleh Sejumlah Penyanyi Penyanyi atau Grup Musik Lintas Generasi seperti Hedi Yunus (Pentolan Kahitna), Ari Lasso, Rio Febrian, Inul Daratista, Project Pop, dll. ditambah Presiden ke 6 RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono ikut Menontonnya. Pada Tahun 2009, Beliau Mengalami Kanker Serviks dan Dimasukkan ke RS Mount Elizabeth di Singapura dan Akhirnya Sembuh dari Kanker. di Dekade 2010, Titiek Puspa tetap aktif sebagai Penghibur Senior yang Terus Bertahan dari Waktu ke Waktu, Semisal Beliau Muncul di Iklan TV Maspion yang sering Nongol di Metro TV bersama Alim Markus dan Jimly Asshidiqqie. Perkataan Khas dalam Iklan ini adalah "Cintailah Produk Produk Indonesia". di Tahun 2014, Beliau Mengajak Anak-Anak dari Latar Belakang Etnis se Indonesia membuat "Duta Cinta dan Titiek Puspa" sebagai Akhir dari Kematian Kejayaan Lagu Anak Anak. di tahun yang Sama (2014), Beliau jadi Duta Kampanye Jokowi dan Jusuf Kalla dalam Pertarungan Pemilu Presiden 2014. di Periode 2017-2019, Duta Cinta dan Titiek Puspa sering tampil di RTV dalam Pesta Sahabat (kecuali Lebaran Sebentar Lagi dan 17an di Kampung Halaman). di Periode yang Sama, Beliau Kembali main ke TVRI disaat Selebritis terkemuka Helmy Yahya menjadi Bosnya, Lewat Mengaktifkan Kembali "Operet PAPIKO Lebaran" di 2018 dan 2019. Pada 2018, saat itu TVRI Nasional masih Belum Berubah Logonya menghadirkan PAPIKO Lebaran 2018 pada 15 dan 16 Juni 2018. dan Setahun berselang (2019), Lagi-Lagi ada PAPIKO Lebaran yang Tayang pada H-1 Lebaran 2019 atau Saat Saat TVRI Nasional (termasuk Stasiun TVRI Daerah Daerah Setempat di Indonesia) berganti Logo yang Saat ini sejak 29 Maret 2019 silam. ditambah, Beliau Lagi Lagi jadi Pendukung Jokowi dalam Kontestasi Pemilu 2019. dan Pada 26 Maret 2025, Titiek Puspa Masuk RS Medistra karena Menderita Stroke dan Terpaksa Pingsaan saat Syuting Lapor Pak Edisi Khusus Lebaran 1446H/2025M. Lapor Pak Edsus Lebaran 1446H menjadi Penampilan Terakhirnya Beliau sebelum Tutup Usia. dan pada 10 April 2025, Beliau Tutup Usia pada Jam 4.25 Sore di RS Medistra Jakarta. Walaupun Sudah Meninggal Dunia, Jasanya Tetap dikenang dari dulu Apalagi Sang Legenda sudah Pergi ke Alam Baka! dan Keesokan Harinya, dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Jam Setelah Jumatan dan dihadiri Sejumlah Selebritis dan Tokoh Besar yang Dekat dengan Mendiang Beliau, seperti Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono, Jan Djuhana, Inul Daratista, dll. Selain Titiek Puspa yang Sudah Meninggal Duluan, Mantan Perdana Menteri Malaysia era 2003-2009, Tun Abdullah Ahmad Badawi juga Ikut Meninggal Dunia Kemarin. Dilahirkan di Pulau Pinang pada 26 November 1939. Mengawali Karirnya Setelah Lulus Kuliah di Universitas Malaya dan Bergabung dengan Malaysian Administrative and Diplomatic Corps. Lalu Menjadi Direktur Pemuda dan MAGERAN. Lalu, pada 1978 pun didepak dari Organisasinya (MAGERAN) dan Menjadi Anggota Parlemen dari Kepala Batas. Pernah Membuat UMNO Baru alias UMNO Perjuangan pada era 80an. Lalu, pada 1991, Beliau jadi Menteri Luar Negeri di era Mahathir Muhammad. dan Hanya Bertugas di Kementerian ini hingga 1999 karena ada Syed Hamid Albar yang Meneruskannya. di Awal 1999, Beliau Jadi Wakilnya Mahathir Muhammad yang Meneruskan Anwar Ibrahim (sekarang jadi PM Malaysia sejak 2022 hingga kini). Saat Jadi Wakilnya, Beliau jadi Orang Serba Bisa di Lingkungan Pemerintahannya (seperti Jadi Menteri Luar Negeri hingga Pertahanan). Pada 2003, Beliau Resmi Menjadi Perdana Menteri ke 5 Malaysia. Awal Tugasnya, Memperjuangkan Advokasi Keislaman yang dikenal sebagai "Islam Hadhari". Pada Pemilu 2004 Malaysia, Tun Abdullah Ahmad Badawi pun Menjadi Penguasa Terbesar bagi BN (Barisan Nasional) sehingga Terus Bertahan jadi PM Malaysia sejak didudukinya pada 31 Oktober 2003 silam. Kursi BN di Pemilu 2004 Malaysia hanya nyaris 200 Kursi di Parlemen dan PAS jadi Dominan di Wilayah Terengganu atau Kelantan (yang biasanya adalah Oposisi kala itu). Puncaknya, pada Perayaan 50 Tahun Kemerdekaan Malaysia dan 44 Tahun Lahirnya Malaysia, Beliau Mengucapkan "Merdeka!" di Dataran Merdeka, KL. Perekonomian Malaysia begitu Bersinar setara dengan era Mahathir yang Lumayan bersih meskipun terjerat Krismon di Periode 1997-1999. Perpindahan Pergerakan pun Menurun terus menerus yang Membuatnya Keinginannya Seperti Mantan Presiden RI SBY yang ingin Merekah. Piala Asia 2007 merupakan Turnamen yang digelar Kali Pertama di Malaysia dan 3 Negara ASEAN lainnya yang dilangsungkan pada 7 hingga 29 Juli 2007, Dimana Beliau ikut Berjuang bersama Timnas Malaysia ikut Bertarung dalam Pertarungan Sepakbola dari 16 Negara Asia di Piala Asia 2007. Tidak Cuma di Malaysia, tapi di Thailand, Vietnam dan Indonesia ikut Bertarung Juga apalagi Sebagai Tuan Rumah di 2007. di Tahun 2008, Beliau ikut Lagi Bertarung di Pemilu Malaysia 2008 dan Sehingga BN Menang Terus di Sebagian Besar Wilayah-Wilayahnya. Sedangkan di Kedah, Selangor, Pulau Pinang dan Perak Kalah dari PKR (si Paling Oposisinya Malaysia kala itu). BN menpertahankan Beliau jadi PM hingga April 2009 dan Sehingga, Beliau Menggantinya dengan Najib Razak pada April tahun yang Sama. Sosok Terhebat yang Mengatasi Korupsi hingga Wilayah Islam di Malaysia sempat Berkawin dengan Jeanne Abdullah pada 2007 sebagai Penerusnya Endon Mahmood yang Tutup Usia pada 2005 silam. Syekh Abdullah Fahim dan Khairy Jamaludin adalah Anak atau Menantunya Sang Mantan PM Malaysia tersebut. dan Pada 2025, Beliau Menghembuskan Nafas Terakhirnya pada 14 April Kemarin jam 7.10 Malam Waktu Setempat (6.10 Malam WIB). Kabar Kematiannya Beliau dikonfirmasi oleh Keluarganya (termasuk KJ) dan Para Pihak-Pihaknya. Jenazah Mendiang Ahmad Badawi kemungkinan akan Dimakamkan Nanti Pagi/Siang di Makam Pahlawan KL. Semoga, Kedua Namanya dari 2 Negara Serumpun, Bisa Diterima disisi Allah SWT, dan Bertenang di Alam Baka Sana, Amin Yra...

Senin, April 14, 2025

1 Dekade lalu, iNews (TV) mulai bersiaran (Update)

Pembahasan Sebelumnya (tentang Sindo TV si Paling Alternatif) : KLIK DISINI

Yuk Kita Tulis Blog kita... Kan Sebenarnya kita Buat Postingan Blogku pada 6 April lalu, dan akhirnya ditunda dulu...

Tepat pada 1 Dekade lalu (6 April 2015), iNews (TV) mulai bersiaran di Seluruh Indonesia. Sebagai Penerus Nama antara Sun TV dan Sindo TV, iNews (TV) bertujuan untuk Menyajikan Berita terkini dari Indonesia dan Seluruh Dunia tanpa batas. Dalam Peluncurannya pada 6 April 2015 silam, Sindo TV menggelar Malam Penghargaan iNewsmaker Awards 2015 sekaligus Perubahan Nama yang dimeriahkan Oleh Kotak, Kahitna, dll. dan dilangsungkan di Studio 1 RCTI Kebon Jeruk.


Dengan Kehadiran Stasiun TV milik Hary Tanoe tersebut, bisa Menginspirasi dan Menghadirkan Berita yang Begitu Informatif hingga 24 Jam Non Stop sesuai dengan Jargonnya sampai saat ini "Inspiring and Informative" (mirip dengan Jargonnya Indosiar yang awet terus sejak Kelahirannya hingga saat ini "Memang Untuk Anda"). diawal-awal Kehadirannya, iNews (TV) langsung Menggebrak dengan Program Newsnya dari Tim Redaksi dan Reporter, seperti iNews Pagi, iNews Siang, iNews Petang (aka iNews Sore), iNews Malam, iNews Terkini, International News, 1st News, Mata Pancing (direrun dari MNC TV), UFC, Talk to Cook, Talk to iNews, NewsDotPol, ARRC 2015, La Liga 2014/15, Euro 2016 Qualifying, Real Madrid TV, Top Files, Police Line, Top Words, ANTM 2015, dll. Program-Programnya itu Menyatukan antara Berita, Hiburan dan Olahraga dengan Segmentasi Keluarga (seperti Kakaknya antara RCTI, MNC TV dan GTV tetap Menyasar ke Keluarga). Yang Iklan Komersialnya, Menampilkan 6 Pekerja Keras seperti Koki, Pebisnis, Fotografer, Fashion Designer, Dokter dan Pemikir. Saya Inget waktu sekitar Tanggal 13/14 April 2015 silam di Layar EPGnya Indovision (aka MNC Vision) kan Namanya Telah Berganti setelah Penghargaan iNewsmaker Award 2015. Untuk Jadwal Hariannya, bisa dimuat di Koran Sindo Setiap harinya (ada Jadwal dari Versi berbeda tapi Sama karena Relay dari Jakarta untuk Kota-Kota selain Jakarta yang dianggap Pusatnya). Apalagi Jadwalnya iNews (TV) di Koran tersebut diteruskan dari era Sindo TV yang Memuat Jadwalnya dari Berbagai Kota-Kota yang Menjangkau TV ini (contohnya di Surabaya ada MHTV sekarang sudah jadi iNews Jawa Timur kalau ga salah). Oh Ya, yang paling Inget juga, iNews (TV) sempat memuat Iklannya di Koran Kompas pada sekitar April/Mei 2015 kalau ga salah (Sekarang kan Sama seperti MDTV di Koran Jawa Pos Edisi Minggu). Nama-Nama TV Lokal yang bekerjasama dengan MNC Media itu sudah berubah jadi iNews (TV) Semua, seperti Minang TV di Padang jadi iNews (TV) Sumatera Barat hingga Pro TV di Semarang jadi iNews (TV) Semarang/Jawa Tengah. Setahun berselang (2016), iNews TV terus berkibar dan jadi TV Nomor 2 untuk Berita dan Informasi. Lalu, pada 2017, iNews (TV) pun hapus Kata "TV" dan menjadi "iNews" sekarang sampai saat ini.

Kini, 1 Dekade sekarang (2025), iNews masih ada. dan Program-Programnya jadi Lebih Seru karena ada iNews Pagi, iNews Siang, iNews Sore, iNews Malam, iNews Prime, iNews Room, iNews Room Weekend, iSeleb, Silet, Intens Reborn, Lapor Polisi, Realita, iNews Terkini, CHI (Cahaya Hati Indonesia), iNews Files, dll. 


Program CHI (aka Cahaya Hati Indonesia) adalah Program Dakwah Akhir Pekan yang Sejuk dihati, Sebagaimana adanya Pelaksanaan Khutbah Sholat Jumat di Masjid-Masjid atau Pengajian Rutin Jumat di Mushollaku saat Ngabuburit di Ramadhan lalu atau Pengajian dari Radio Radio lokal. dan dianggap Rivalnya Damai Indonesiaku yang biasanya Muncul di TV One saban Akhir Pekan atau 7x Seminggu (pas Bulan Ramadhan). Sementara itu, Program 30 Menit Kabinet Merah Putih pun ada Setiap Jumat Malam, kan jadi Rivalnya One On One yang Bintang Tamunya Semua Anggota Kabinet Merah Putih lewat TV One tiap Waktu yang Sama dan Merah Putih di NTV tiap Rabu Malam. Isi dari Program ini adalah Obrolan 30 Menit Para Anggota-Anggotanya Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran Rakabuming Raka periode 2024-2029.


Suatu Saat Nanti, Ulasan Program "30 Menit Kabinet Merah Putih" di iNews kelak bisa dimuat terus menerus di Halaman Televisi milik Jawa Pos Setiap Minggu seperti Ulasannya Program Satu Meja the Forum di Kompas TV yang biasanya ada di Koran Kompas Setiap Jumat (kala itu, di Halaman Politik-Hukum). Hehehe... Oh Ya, yang di YT Channel iNews bisa Upload Video-Video Lama dari Pusat Pemberitaan RCTI (atau MNC TV/GTV kayaknya). dan Semoga, Video Pemberitaannya RCTI/MNC TV/GTV kelak diupload di YT iNews, Insya Allah...

Jangan Lupa, Tonton iNews di Kanal Digital Channel 41 UHF Surabaya dan 43 UHF Malang Raya serta di Youtube Channel Official iNews untuk Mendapatkan Video Terbaru Berita di iNews.

dan Jangan Lupa juga, Baca Jawa Pos Setiap Minggu ada Halaman Televisi...

Update (15/4/25):
Postingan ini Direvisi pada 15/4/25.