Mari Kita Bahas Tentang Koran. Sepanjang 2025-26, Sebagian Besar menghapus Postingan Postingan Blog Sebelumnya yang Membahas Koran. Sekarang kita Buat yang Baru untuk awal Tahun ini.
Beberapa hari Kemarin (3/1), Koran Favorit gue (Kompas) ada Edisi Akhir Pekan. Kok Aneh sekali ya? Karena ini adalah Rebranding besar Koran Kompas di Tahun Kuda Api 2026. Ya, Koran ini Masih "Memasak" Seperti Edisi 12/12 Tahun lalu (2025).
Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Edisi Perdana (3/1/26)
di Awal Tahun ini, Koran Kompas ada Gebrakan baru, Yakni "Edisi Akhir Pekan" dengan Konten-Konten Menginspirasi dan Mendalam yang Lebih Bergizi tapi Benar Benar Worth it. Koran ini Terbit Setiap Sabtu baik Cetak dan EPaper (via Kompas.id). Rubrik-Rubrik yang ada di Kompas Akhir Pekan, Seperti Kelana (bersaing dengan Rubrik Wisata di Koran Jawa Pos Edisi Minggu), Cerpen/Puisi (kayaknya bertabrakan dengan Jawa Pos Edisi Sabtu), TTS/Kartun (dengan nama Rubrik Jeda), Internasional (yang Ada Tulisan-Tulisan dari Luki Aulia dan Jurnalis-Jurnalis lain), Catatan Analisis Budaya yang masih ada, Jadwal Siaran TV, Weekend yang isinya Info Hotel, Resto dan Gaya Hidup lain, dll. Mayoritasnya adalah Kebanyakan Rubrik-Rubrik Edisi Minggu yang dulunya ada (tapi Comeback) atau Bertahan. Mantap sekali Koran ini, Karena Tebalnya cuma 20 Halaman Saja (seperti Ketebalan Jawa Pos Setiap hari khusus berada di Wilayah Surabaya Raya dan kawasan lain di Jatim (khusus Setiap Minggu di Wilayah Jombang-Mojokerto)). Koran ini memecah Seksinya jadi 2 dan pasti Berasa Nostalgia! Ingat, Harus dibaca Tanpa Tergesa-gesa. Harganya Cuma Rp. 17.000,-/Koran untuk Wilayah Pulau Jawa dan Rp. 18.000,-/Koran untuk Wilayah Luar Pulau Jawa. Koran ini bisa diperoleh di Agen-Agen Koran dan Toko Gramedia di Seluruh Indonesia. Bukan Cuma didapatkan di Agen/Toko Gramedia, tapi Bisa Secara Online lewat Gerai Kompas Website (Langganan) sama Shopee/Tokopedia (Eceran tapi Pre Order). Sayangnya, yang Kota-Kota kecil kayak Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Pacitan, Jembrana (Bali), Karangasem (Bali), Kepulauan Seribu (Jakarta) dan Prabumulih tak bisa Layani Pengiriman Koran yang Spesial ini (menurut Website Gerai Kompas). dan dipastikan Bakal jadi The Next "Tabloid Citra (1990-2004)" atau "Majalah Xy Kids (2003-2018)". Kalau anda Ingat kembali ke era 90an-2000an, Tabloid Citra dan Majalah Xy Kids adalah 2 Media Cetak (bagian dari KG Group) yang Melegenda dan dikangenin Bagi yang Suka Nonton TV, Perkembangan Musik terkini maupun Hobi-Hobi. Konten-Kontennya pun Mendominasi antara Info/Jadwal Siaran TV, Macam Macam Hobi, Gosip Bintang-Bintang hingga Info Musik. Untuk Edisi Minggunya, tidak ada di Pasaran untuk Koran Cetak sejak 4/1 lalu. Jangan Sedih Pembaca-Pembaca Setia, Koran ini pasti Terbit Sepenuhnya dalam format 100% Digital alias EPaper melalui Website/Aplikasi Kompas.id. Kayaknya sih, Isinya Sedikit Beda seperti Edisi Senin hingga Jumat dalam Format Cetak dan EPaper termasuk Rubrik Weekend yang masih ada dari Edisi Sabtu dan Hapus Jadwal Siaran TVnya. Berarti Setiap Minggu, Koran Kompas tetap Terbit dalam format EPaper saja. Ini adalah Gebrakan barunya Kompas di Bawah A. Haryo Damardono yang kini Menjadi Pemimpin Redaksi Koran Kompas/Kompas.id Sejak 1 Mei Tahun lalu (2025). Selain Gebrakan yang Edisi Akhir Pekan dan Edisi Minggu versi Digital baru-baru ini, Gebrakan-Gebrakan (atau Inovasi) Sebelumnya yang Pernah dilakukan Beliau disaat jadi Pemred Koran yang kini berjargon "Mencerahkan lintas Generasi" tersebut, Mulai dari Menerbitkan Edisi Khusus 6 Dekade setebal 60 Halaman yang diterbitkan di Akhir Juni tahun lalu dengan Cara di Pre Order, Menghadirkan Karikatur "Joni dan Poni", Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang diterbitkan di Pertengahan Agustus tahun lalu dengan Cara di Pre Order juga, Mengembalikan Jadwal Siaran Metro TV di Koran Kompas setelah 5 tahun terakhir tapi Menggantikan Posisi Jadwal Siaran GTV, Mendominasi Pemberitaan Kabinet Merah Putih/Pemerintahan era Prabowo-Gibran sejak dari era Pemred sebelumnya (Sutta Dharmasaputra (2020-2025)), Memperkenalkan KompasONE yang Menyatukan antara Kompas.id, Kontan, Kompas.com, Otomotif Media, Bobo dan Sajian Sedap pada Akhir September tahun lalu, Mengembalikan Tabloid Bola berkat Edisi Khusus khas Kompas yang Membahas Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia dari Waktu ke Waktu dengan Cara di Pre Order juga pada Oktober tahun lalu, Rubrik Sawala yang hadir Sejak 24/10 tahun lalu yang Berisi Cerita Warisan Budaya Indonesia yang berdasarkan hasil Diskusi dan ditulis Oleh Penulis Internal Redaksi Koran Kompas maupun Non Redaksi (kemungkinan bersaing Dengan Rubrik Wisata di Koran Jawa Pos Edisi Minggu juga yang Isinya Info Wisata di 38 Propinsi di Indonesia, Apakah Rubrik ini masih ada di Tahun ini (2026) atau tidak? Kita Tunggu lah), Lipsus (Liputan Khusus) Masyarakat Adat yang Sudah Hadir pada 20/11 tahun lalu, Lipsus Sea Games 2025 di Thailand pada 9-21 Desember tahun lalu, Meliput Gempa dan Banjir Besar di Aceh, Sumut dan Sumbar yang Terjadi pada Akhir Tahun lalu tapi Langsung Mendongkrak Koran yang Terbit sejak 1965 tersebut dan Menghadirkan Jurnalisme Data Edisi Hutan Sumatera Lenyap yang hadir pada 12/12 tahun lalu dan Langsung jadi Perhatian semua Netizen.
Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi 12/12 Tahun lalu (2025)
Inovasi-Inovasi Koran Kompas di era A. Haryo Damardono jadi Pemred itu Makin Berani dan Makin Juara, Terutama Menerbitkan Edisi Khusus 6 Dekade maupun Edisi Jurnalisme Data yang Membahas Hutan Sumatera pada Tahun lalu. Oh Ya, di 2026 ini, Koran Kompas masih Agak lain selain yang Edisi Akhir Pekan, Mulai dari Hapus Banner berisi QR Code di Sampul Koran sejak 2/1 lalu dan Karikatur "Joni dan Poni" yang Biasanya hadir Saban Sabtu kini Pindah ke Edisi Rabu sebagai Penerus Karikatur Utama Rabu yang dulunya dimuat. Rencana Gebrakan Berikutnya untuk Koran ini di Tahun 2026 (selain yang Edisi Akhir Pekan, Minggu jadi EPaper), Semestinya ada dan Bisa "Memasak" lagi, Seperti Kompas Profesional yang Sudah siap Hadir di Januari ini untuk Profesional Sektor Mining, Rubrik "Geliat Kota" yang Biasanya hadir Saban Jumat sepanjang Tahun ini bakal tiru Isi Konten dari Rubrik "Peluang Usaha" dari Koran Jawa Pos Edisi Minggu atau "Desa Kita" dari Koran Jawa Pos Radar Mojokerto/Jombang Edisi Senin hingga Minggu, Menerbitkan Edisi Khusus Ramadhan/Lebaran 1447H/2026M (berasa Tabloid Citra) yang kelak Terbit di Maret nanti dengan Cara di Pre Order, Edisi Khusus Panduan Piala Dunia 2026 yang kelak Terbit juga di Mei-Juni nanti dengan Cara di Pre Order juga dan Tentunya, Lipsus Piala Dunia 2026 yang kelak hadir di Juni-Juli nanti. Semoga, Koran Kompas di Tahun Kuda Api (2026) bisa Memasak lagi kayak yang Tahun lalu dan Pasti jadi Nomor 1!
Untuk Koran lainnya (Kayak Jawa Pos dan Media Indonesia) pun Tetap ada di Tahun ini (2026). di Koran Jawa Pos misalnya ada Kolom/Catatan Spesial "Outlook 2026" Oleh Para Tokoh Tokoh besar (seperti Purbaya, Ryan Adriandhy, dll.) yang Baru dimuat 2 Hari Sebelumnya (5/1) dan ada Rubrik-Rubriknya mesti Bervariasi Saban hari, ada Rubrik Ekbis/Finansial (Setiap Senin hingga Sabtu), Jatim (Setiap Senin hingga Jumat), Nasional/Internasional, Sportainment, Show-Selebritis (Setiap Senin hingga Sabtu), Opini/Jati diri (Setiap Senin hingga Jumat), Wisata (Setiap Minggu), What's On Social Media (Setiap Minggu), Lensa (Setiap Sabtu), Cerpen (Setiap Sabtu), dll.
Tampilan Sampul Koran Media Indonesia (3/1/26)
Sedangkan, Koran Media Indonesia di Tahun ini bakal Siap Bertransformasi ke Digital karena Semestinya Koran MI yang Edisi Sabtu-Minggu dalam Wujud Koran EPaper sudah Kiamat di Tahun ini setelah nyaris 2 tahun hadir (sejak Maret 2024) dan Memindahkan ke Luar Sabtu-Minggu (Senin hingga Jumat) untuk Penerbitan Koran Cetak dan EPaper. Ini Pasti Tiada kata Berakhir! Sebagian Rubrik khas Akhir Pekan dari Koran yang dimiliki oleh MGN tersebut kini Hadir lebih awal dan Terjadi Perubahan Sedikit Frekuensi Salah satu Rubrik Andalannya di Tahun ini, ada Rubrik Tradisi Lisan yang awalnya di Edisi Minggu, Pindah Total ke Edisi Jumat Setiap 2 Pekan Sekali, Foto yang jadi Rubrik Andalan di Edisi Minggu kini Pindah lebih awal ke Edisi Jumat Setiap 2 Pekan Sekali juga (bergantian?) dan Satu lagi, Opini di Koran yang hadir sejak 1970 tersebut kini Jadi 2 Halaman. Yang Catatan-Catatan Akhir Pekan untuk Tahun ini kemungkinan Semua Pindah ke Digital lewat Website Resmi dan Medsos Media Indonesia.
Tahun 2026 memang Tahunnya Koran-Koran yang Bertahan di era Disrupsi Digital yang Mengakibatkan Turunnya Oplah di Pasaran, Masih ada Website Berita (atau Medsos dan Ai?) dan Edisi Minggunya kadang ada dan kadang tak ada di Pasaran juga (Kayak Warta Kota dan Surya dari Tribun Network yang tak bisa Terbitkan Edisi Minggu sama Kompas yang Masih Terbit tapi dalam Format EPaper). dan Semoga, di 2026 ini terus Langgeng untuk Semua Jenama Media Cetak!
Update (8/1/26):
Koran Kompas mulai hari ini ada Sosok Baru di Catatan Analisis Politik, Yaitu Firman Noor.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar