Kalau di Pembahasan Sebelumnya yang Koran Kompas di Bulan Ramadhan 1447H lalu (awal Maret lalu), Maka Kita akan Bahas Seputar Koran Kompas (koran Favorit gue selain Jawa Pos dan Media Indonesia) dengan Jargon barunya dan menantikan Rencana. Yang 2 hari lalu, Sempat dibuat Malah dihapus dan Pas 15/3 lalu sempat dibuat juga tapi sudah dihapus!
Sampul Koran Kompas Edisi 10/4 dengan Iklan Banner yang ada Jargon Barunya
di Tahun ini (sejak April ini), Jargon Koran Kompas diganti Permanen dari zaman Bulan Ramadhan lalu, yakni "#Mulaidaridiri" Menggantikan Jargon "Mencerahkan Lintas Generasi" Yang biasanya dipakai Pas Perayaan 60 tahun Koran Kompas pada Tahun lalu. Karena, Jargon baru dari Koran ini dibilang Unik tapi mengingatkan kita pada 2 Jargon pendahulunya yang cukup Populer di era di masa itu (tapi sama-sama unik?), yakni "Buka Mata dengan Kompas" (2002-2005) di Era Suryopratomo jadi Pemred saat itu (2000-2008) dan "#Menjadilebih" (2013-2015? dan 2022-23) di Era Rikard Bagun jadi Pemred saat itu juga (2009-2014), Budiman Tanurejo jadi Pemred saat itu juga (2014-2018) dan Sutta Dharmasaputra jadi Pemred saat itu juga (2020-2025). Ini Kemungkinan "Memasak" (lagi, seperti 12/12 tahun lalu) atau Bagaimana? Masya Allah... ya Pasti Memasak lagi gitu. Nah, Pada 15/4 nanti, Koran Kompas kemungkinan ada Soal UTBK-SNBT yang akan dimuat tapi Mengingatkan kita pada Halaman Khusus Tryout di Koran Jawa Pos Radar Mojokerto dan Jawa Pos Radar Jombang. dan Sajian Spesial ini berkolaborasi bersama Ganesha Operation.
Sudut Pandang di Koran Kompas Edisi Jumat (bagian dari Rubrik Internasional)
di Tahun ini (2026), Koran Kompas banyak Sekali ada Gebrakan baru, Jurus baru, Inovasi baru dan Perombakan Besar apalagi masih dibawah Pemred yang Bernama A. Haryo Damardono yang sudah menjabat sejak Hampir setahun lalu (selain UTBK-SNBT, tapi Sebagaimana yang Pernah dibuat Pembahasan-Pembahasan sebelumnya), Seperti Tampilan Sampul Depan Koran Kompas yang Menghilangkan Banner "QR Code" tapi bak Zaman Majapahit (masa Silam), Halaman Khusus "Sudut Pandang" (Bagian dari Rubrik Internasional) yang Biasanya ada di Edisi Minggu Pindah ke Edisi Jumat dengan Tulisan-Tulisan dari Jurnalis Desk Internasional (seperti Luki Aulia hingga Kris Mada) lengkap dengan Inset 3 Foto Tokoh-Tokoh yang Menganalisis Isu Internasional, Karikatur "Joni dan Poni" (Bagian dari Rubrik Opini) yang Biasanya dimuat Setiap Sabtu, kini Berpindah Pemuatannya ke Setiap Rabu, Sajian-Sajian Ramadhan/Lebaran 1447H lalu seperti Jurnal Kebaikan yang Dimuat Setiap Jumat dan Sabtu hingga Pemuatan Jadwal Imsakiyah 1447H versi Singkat khusus Wilayah Jakarta dan Sekitarnya tanpa dilengkapi dengan Sponsor, Figura Baru dari Duo Analisis (antara Politik dan Budaya) seperti Lynda Ibrahim, Alissa Wahid (dulunya Setiap Minggu), Arya Fernandes (bukan Arya Saloka), dll. (Sebagaimana yang pernah tulis di Pembahasan sebelumnya pada 15/2 lalu), Analisis Budaya pindah ke Edisi Jumat secara Permanen (karena Efek Koran Kompas Edisi Akhir Pekan, Sebagaimana yang pernah tulis di Pembahasan sebelumnya pada 15/2 lalu juga), Hadirnya Kompas Akhir Pekan yang Beredar Setiap Sabtu yang Mengawinkan Konten Berita Kedalaman Akhir Pekan dan Konten Ringan Khas Minggu dengan Tebal 20 Halaman dan Pecahan 2 Seksi Koran seperti di Masa Silam tapi mirip dengan Ketebalan Koran Jawa Pos Edisi Minggu versi Wilayah Jombang-Mojokerto (sebagaimana yang pernah ditulis di Pembahasan sebelumnya pada 8/2 lalu), Memperkenalkan Kompas Minggu versi Baru dengan Rasa Edisi Senin-Jumat tapi isinya Tulisan-Tulisan Features, Opini 3 Halaman hingga Riset (dari Litbang Kompas) tapi diterbitkan dalam Format EPaper sepenuhnya (setara dengan Media Indonesia Edisi Sabtu dan Minggu jadi EPaper sepenuhnya sebelum 2026, sebagaimana yang pernah ditulis di Pembahasan sebelumnya juga pada 8/2 lalu), Tabloid Nostalgia Bobo by Kompas yang sudah dilakukan dengan Pre-order (sebagaimana yang pernah ditulis di Pembahasan sebelumnya juga pada 1/3 lalu) dan Pre-order Majalah Bobo Edisi Khusus 53 tahun berkarya lewat Gerai Kompas Online secara Eksklusif. Oh Ya, yang Tahun lalu (2025), Koran ini pernah ada Banyak Gebrakan dan Inovasi yang sudah dilakukan tapi dianggap sebagai Tahun Emasnya Koran Kompas sebagai Kado Terindah 60 tahun berkarya, Semisal TTS ada di Kompas.id, Edisi Khusus 60 tahun Kompas yang Tebalnya 60 Halaman dengan Cara Pre-order (di Online/Offline) tapi Biayanya terlalu Mahal (aku ingat Pernah di Pre-order cuma 2x sepanjang Juni tahun lalu dan dapat 2 Eksemplar Koran gitu), Memperkenalkan Karikatur baru si Joni dan si Poni, Edisi Khusus HUT RI ke 80 yang isinya Dokumentasi Sejarah Indonesia yang "Rare" alias langka tapi tebalnya cuma 80 Halaman dengan Cara Pre-order tapi biayanya Berbeda-beda, Mengembalikan Jadwal Metro TV setelah bertahun-tahun hilang dan Menggantikan Posisi Jadwal GTV pada 9/9/25, Memperkenalkan KompasOne, Menghidupkan kembali Tabloid Bola lewat Edisi Khusus (berukuran Tabloid) yang Membahas Geliat Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia dari Waktu ke Waktu dengan Cara Pre-order (di Online/Offline) tapi Biayanya juga Berbeda-beda (aku ingat Pernah di Pre-order cuma 2x sepanjang Oktober tahun lalu dan dapat 2 Eksemplar Tabloid gitu), Edisi Tematis Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Rubrik Spesial "Sawala" yang Berkolaborasi bersama Kemembud RI, Menghadirkan Liputan Khusus Masyarakat Adat (Konsisten hingga Pertengahan Tahun ini), Lipsus Sea Games 2025 di Thailand yang diliput 4 Jurnalis Desk Olahraga, Jelajah Kelapa dan Edisi Liputan Jurnalisme Data Spesial pas ada Bencana Besar di Wilayah Utara Sumatera pada 12/12/25 yang Menjadi Pusat Perhatian di Medsos karena "Koran Kompas Memasak" dan Langsung menaikkan Kepopulerannya (kembali). Oh Ya, yang Konsisten, cuma Acara Hari ini, Rubrik Weekend dan Sosok. Yang Acara Hari ini isinya Jadwal TVRI Nasional, SCTV, Metro TV, Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV Jakarta, Kompas TV, BTV dan RTV. Cuma ada di Edisi Senin hingga Sabtu di Koran Cetak dan EPaper secara Serentak! Sedangkan, Rubrik Weekend isinya Informasi Gaya Hidup. Yang Edisi Sabtu (Cetak dan EPaper) isinya Info Hotel dan Restoran yang menggila dan ada di Halaman 6 dan 7 (mirip dengan Halaman Food dari Koran Jawa Pos Edisi Minggu?) dan Yang Edisi Minggu (EPaper saja) mungkin Seperti Sabtu atau Tidak (cuma Isinya Fashion sama Jam Tangan?). dan Terakhir, Sosok! Menampilkan Profil Orang-orang Hebat nan Inspiratif (mirip dengan Rubrik Inspirasi di Koran Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggu dan Rubrik Someone di Koran Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu juga). Yang Pemuatan Iklan-Iklan, kan masih ada, cuma Minim Pemuatannya, tapi yang Edisi Jumat, semestinya ada Iklannya terus. Kalau anda ingat kembali ke era 90an-2010an, Koran Kompas rutin Memasang Iklan-Iklan yang Isinya Stasiun/Acara TV terus menerus yang dulunya Dominan untuk Pemuatannya (sama seperti Jawa Pos dan Media Indonesia yang sama melakukannya di Masa Silam), seperti Iklan RCTI, SCTV, Indosiar, dll. Kan Berasa Nostalgia!
Untuk Rencana Berikutnya, kemungkinan besar Bakal makin Jos Gandos dan Jadi Eksklusif di Tahun ini (selain yang UTBK-SNBT), mulai dari Logo HUT ke 61 Koran Kompas yang Segera Muncul di Sampul Koran kelak, Menghadirkan Liputan Khusus Piala Dunia 2026 yang akan hadir mulai Pertengahan Bulan depan hingga Setelah Piala Dunia 2026 berakhir (kemungkinan) tapi menjadi Media Partnernya Siaran Piala Dunia 2026 di RRI/TVRI, Java Jazz 2026 yang siap digelar di Akhir Mei nanti tapi bisa Meliputnya Penuh selama gelaran Konser Jazz besar tersebut dan Menerbitkan Edisi Khusus Panduan dan Prediksi Piala Dunia 2026 (berformat Tabloid?) yang isinya Profil 48 Negara Peserta, Skuad 48 Negara, Pemain Terkenal dari 48 Negara Peserta, Kilas Balik dari 1930 hingga 2022 (lengkap dengan Statistik), Kilas Balik Peliputan Piala Dunia dari Keluarga Kompas Gramedia dari 1982 hingga 2022 (terdapat Sampul-Sampul lama Semua Jenama dari KG yang Lipsus Piala Dunia dari Waktu ke Waktu), Sang Legenda, Maskot/Logo, Stadion/Kota, Tulisan-Tulisan Features, Prediksi Pertandingan dari Awal hingga Akhir dan Foto-Foto super lengkap. Edisi Khusus ini diberi Gaya Khas antara Majalah Hai (1977-2017), Tabloid Soccer (2000-2014) dan Koran Kompas, mungkin Titelnya "Tabloid Hai-Soccer by Kompas" dan Tebalnya cuma 56 Halaman Berwarna. dan dipastikan akan Beredar pada Awal Juni nanti Sebelum Piala Dunia mau dibuka tapi harus Pre-order dulu yang dilakukan mulai Awal Bulan depan nanti melalui Gerai Kompas Online, Shopee, Tokopedia, Gramedia Online, Toko Gramedia dan Kemungkinan bisa lewat Radio-Radio di Berbagai Kota besar se Indonesia. Harganya diperkirakan cuma Rp. 48.000,-/Tabloid dan Bisa Dapat Bonus Poster Besar Jadwal Piala Dunia 2026 dan Poster 4 Halaman atau Rp. 88.000,-/Tabloid dan Bisa Dapat Bonus Poster Jadwal Piala Dunia 2026, Poster 4 Halaman dan Paket Langganan Kompas.id sampai 2 Bulan lamanya. dan Ingat, dijual Terpisah dari Edisi Reguler karena ini Penerbitannya Istimewa kayak Kompas Edsus 60 tahun 60 Halaman (2025) dan Tabloid Nostalgia Bobo by Kompas gitu. Oh Ya, ditambah ada PRJ (Pekan Raya Jakarta) 2026 yang akan digelar Pada Juni-Juli nanti dan bakal jadi Koran Resmi Event tersebut dan Edisi Khusus Kompas 61 tahun berkarya yang Koran Cetak bisa diterbitkan pas Merayakan Ultah Koran tersebut pada 28/6 nanti dengan Cara Pre-order dulu di Online dan Offline mulai sekitar awal Juni nanti.
Bagaimana dengan Koran-Koran selain Kompas? Kan Semestinya, Pasti ada Meskipun Koran Indonesia di 2026 masih dilanda Disrupsi Digitalisasi dan hilangnya Sebagian Jenama Koran yang Edisi Minggu (seperti Warta Kota dan Surya yang sama-sama milik Tribun Network).
Sampul Koran Jawa Pos Edisi Hari ini (12/4)
Yang Koran Jawa Pos dari Surabaya, kan Lebih banyak Rubrik-Rubrik yang ada, Seperti Nasional, Internasional, Sportainment, Show-Selebritis (Senin hingga Sabtu), Ekbis/Finansial (Senin hingga Sabtu), Kementerian Kabinet Merah Putih (Senin hingga Jumat), Jatim (Senin hingga Jumat), Metropolis (khusus Wilayah Surabaya Raya) dan Opini/Jatidiri (Senin hingga Jumat).
Rubrik Kementerian Kabinet Merah Putih di Koran Jawa Pos Edisi Senin hingga Jumat
Yang Rubrik Kementerian Kabinet Merah Putih, kan isinya Berita-berita semua Anggota Kabinet Merah Putih, tapi adanya di Edisi Senin hingga Jumat. Untuk Akhir Pekan pula, Rubrik-Rubriknya pun tak kalah Menarik tapi bergaya Majalah, ada Cerpen (Sabtu), Apa Kabar (Sabtu), Wisata (Minggu), Film/Drama (Minggu), Musik (Minggu), What's on Social Media (Minggu), Peluang Usaha (Minggu), Golf (Minggu), dll. Yang di Edisi Sabtu, Rubrik-Rubrik yang bervariasi kan didominasi antara Sastra dan Non Sastra, seperti Cerpen, Apa Kabar yang Isinya Tokoh-tokoh yang dulu Berjaya, TTS untuk Asah Otak, dll.
Rubrik Nasional dan Internasional di Jawa Pos Edisi Minggu yang diberi Sentuhan (/ai) yang mendominasi untuk Artikel Berita
Yang di Edisi Minggu, Berita di Halaman Nasional, Internasional dan What's on Social Media menggunakan kode "(/ai)" berlebihan dan mungkin Beritanya yang diadopsi dari Akal Imitasi/Digital (seperti Koran-Koran dari Tribun Network yang menerapkannya tapi diintisari dari Portal Digital milik KG Group). Yang diluar Hari Minggu, pun kadang juga ada, kadang tidak.
Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu
Sedangkan yang Rubrik Wisata (yang Hadir di Edisi Minggu), biasanya Memuat Liputan Artikel Tempat Tempat Wisata di Seluruh Indonesia yang menjadi Mayoritas Kontennya tapi ada Artikel Budaya dan Masyarakat Adat di Berbagai Tempat Wisata di Berbagai Wilayah dari Papua hingga Aceh (sebagaimana yang pernah ditulis di Pembahasan Sebelumnya). Rubrik ini diperkaya Gaya Visual dan lengkap dengan Foto-Foto yang dijepret Tim Fotografi LKBN Antara (ataupun dari Tim Fotografernya Keluarga besar Jawa Pos Media seperti Jawa Pos Radar Malang, Jawa Pos Radar Bromo, dll.) yang jadi Dominan (sebagaimana juga yang pernah ditulis di Pembahasan sebelumnya juga). Wisata yang Isinya Artikel Wisata/Masyarakat Adat/Budaya/Wajah Baru Kota di Seluruh Indonesia plus diperkaya Foto-Foto dari Antara/Keluarga Jawa Pos Media pasti mirip dengan Rubrik Geliat Kota di Koran Kompas (2020-2025) yang dulunya dimuat di Edisi Jumat/Sabtu, Rubrik Kelana (atau Foto Pekan ini?) di Koran yang sama (sejak 2026) karena adanya Edisi Akhir Pekan yang biasanya ada di Hari Sabtu, Rubrik Klik di Koran yang sama yang biasanya nongol Setiap Selasa, Rubrik Travelling di Koran Surya (Tribun Network), Rubrik Essay Foto di Koran Media Indonesia yang kini dimuat di Edisi Jumat dan Tradisi Lisan di Koran yang sama tapi kini dimuat di Edisi Jumat juga. Rubrik ini memang Cocok yang Suka Travelling.
Rubrik Sportainment di Jawa Pos Edisi Minggu
Sportainment di Edisi Minggu juga tak Ketinggalan, Mayoritasnya adalah Preview Duel Besar Liga-Liga Sepakbola Besar di belahan Dunia (seperti Duel Inter vs Juventus hingga Duel-Duel lainnya). Preview Duel Klub-klub Liga Italia yang Mainnya Minggu Malam/Senin Dinihari nanti (WIB) semestinya adalah Mayoritas atau Minoritas? Hehehehe...
Rubrik Golf di Koran Jawa Pos Edisi Minggu (bagian dari Sportainment)
Selain itu, ada Rubrik Golf yang sering Nongol di Edisi Minggu berisi Artikel Seputar Golf Indonesia yang khusus Penggemar Golf di Penjuru Indonesia. Yang Halaman What's on Social Media, kan Isinya Berita Hiburan Indonesia yang berdasarkan Intisari dari Website Berita bervariasi (kecuali KG Group?) dan Semua Medsos yang ada lho. Ketebalan untuk Koran Jawa Pos rata-rata kisaran 20-28 Halaman (yang Edisi Minggu untuk Wilayah Jombang dan Mojokerto pasti 20 Halaman karena menggabungkan 12 Halaman Koran Jawa Pos Induk, 4 Halaman Koran JP Radar Mojokerto dan 4 Halaman Koran JP Radar Jombang).
Sampul Koran Media Indonesia Edisi 10/4
Tidak kalah dari Jawa Pos, Koran Media Indonesia terasa Aneh karena Tampilannya Baru sejak 23/3 lalu. di Tahun ini, Koran dari MGN tersebut, mulai Tanda-Tanda menuju "Digital First" Karena, Koran yang Edisi Sabtu dan Minggu tidak ada yang diterbitkan baik Cetak dan EPaper (Edisi 3/1, 10/1 dan 7/3 lalu dikecualikan tapi adanya di EPaper saja), Penambahan Halaman di Opini dan Rubrik-Rubrik Sabtu-Minggu hijrah ke Jumat. Ketiga (Mantan) Rubrik-Rubrik Sabtu-Minggunya adalah Kolom Tendangan bebas, Essay Foto dan Tradisi Lisan. Yang Pertama adalah Tendangan bebas, Isinya Catatan Sepakbola yang ditulis oleh Suryopratomo (Seperti yang disebutkan diatas tadi), Tradisi Lisan dan Essay Foto yang Keduanya Bergantian di Edisi Jumat. dan Sayangnya, Sejak adanya Kehilangan Edisi Sabtu-Minggu, Kita Tidak Menjumpai Catatan Ono Sarwono dan Info Program Acara Metro TV (mirip dengan Info Program Acara RCTI yang terus menerus di Rubrik Televisi/Kolom Acara TV milik Jawa Pos Edisi Minggu era 2024/25 silam) yang dulunya dimuat di Edisi Minggu.
Oh Ya, yang Koran Pikiran Rakyat dari Bandung pun 24/3 lalu, Kita Rayakan 60 tahun berkarya dengan Menghadirkan Edisi Khusus Perayaan Ultah ke 60 yang tebalnya 12 Halaman tapi Desain Sampulnya mirip dengan PR yang zaman 60an hingga awal 2000an tapi setara dengan Sampul Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu yang Edisi Khusus bersampul yang tak terlalu unik tapi dengan Embel-Embel Rubrik "Lifestyle" dan Tanpa menggunakan Teks Jargon "Spirit of Mojopahit" dibawah Logo Jenama Koran dari Kota Tanah Majapahit tersebut. Koran dari Kotanya Persib ini ibarat Nostalgia, Why Not?
Nantikan Kejutannya di Koran Kompas untuk Pertengahan Tahun ini dan Semoga Meroket, Insya Allah...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar