Dalam Kurun Waktu dari 2017 hingga 2026, Pembahasan Seputar Koran/Media Cetak di Blogku Semuanya dihapus (kecuali sisa-sisanya), Yang Tanggal 29/6 lalu, itu Bahas Seputar Koran Kompas dan Akhirnya, Sudah Hapus kayaknya. dan Sekarang, Kita Buat Catatan Spesial dalam rangka Merayakan Ultah 2 dari 3 Koran Favorit gue yang Beberapa hari Kemarin dirayakan (antara Jawa Pos dan Kompas).
2 Koran Terbesar di Negeri ini (antara Kompas dan Jawa Pos) sudah berulang tahun, Kompas yang Berusia 61 tahun dengan Mengusung Jargon "Merawat Masa Depan" pada 28/6 lalu dan Jawa Pos yang Berusia 77 tahun dengan Mengusung Jargon "Maju & Maju". Kompas adalah Koran yang Membawa Jurnalisme Mencerahkan di Masa depan, Sedangkan Jawa Pos merupakan Koran yang Memajukan Bangsa dengan Rubrik-Rubrik tetap dan terbarunya.
Sampul Koran Kompas Edisi 61 tahun (A)
Sampul Koran Kompas Edisi 61 tahun (B)
Sampul Koran Kompas Edisi 61 tahun (C)
Ultah Kali ini, Kompas Menerbitkan Edisi Khusus Ultah ke 61 yang begitu Tebal hingga 20 halaman dengan 3 Sampul Berbeda yang dibuat 3 Ilustrator berbeda yang Beredar pada 29/6 lalu. Berisikan Ulasan Komprehensif tentang Navigasi Global-Nasional, Ekonomi dan Ketimpangan, Inovasi dan Resiliensi Daerah, Masa Depan Generasi dan Teknologi, Krisis Iklim dan Humaniora/Sejarah. Oh Yam ada Juga Penerima Cendekiawan Berdedikasi 2026 yakni Alissa Wahid dan Chatib Basri (kalau Tahun lalu milik Melani PB dan Sindhunata). Semuanya Lengkap deh, demi Merawat (Jurnalisme Mencerahkan di) Masa depan. Selain di Rangkaian Perayaan 61 tahun, Kompas banyak sekali Inovasi-Inovasi yang Begitu Berharga selama lebih dari 6 dekade berkarya di Tahun ini, saat Pildun 2026, Kompas hadirkan Lipsus "Pesta Bola Amerika 2026" yang diawali dengan Penerbitan Tabloid Bola by Kompas seri yang sama (setelah Sukses dengan Seri Pertama yang Geliat Timnas Indonesia pada Tahun lalu) yang Berisi Mengenal lebih dekat 10 dari 48 Tim Kontestan hingga Cerita Mendalam Pildun (Piala Dunia) khas Kompas.
Tabloid Bola by Kompas seri Pesta Bola Amerika 2026
Kemudian, Lipsusnya Berlanjut dengan Berita-Berita Seputar Piala Dunia 2026, Pratinjau Pertandingan, Hasil Pertandingan hingga Laporan langsung dari AS yang diliput oleh Prasetyo Eko Prihananto. Lipsus ini Berlaku Selama Pildun berlangsung dari 11 Juni hingga 21 Juli nanti.
Sampul Koran Kompas Lipsus Piala Dunia 2026 (11/6)
Selain yang Sajian Lipsus Pesta Bola Amerika 2026, Inovasi Kompas di Tahun ini tak Ketinggalan, ada Sudut Pandang yang Menghadirkan Isu-Isu Internasional yang diulas oleh 2-3 Tokoh Pakar Internasional dan ditulis oleh Jurnalis-Jurnalis Desk Internasional Kompas (seperti Luki Aulia, Tatang MS, dll.) yang hadir Setiap Jumat (bagian dari Internasional), adapula Catatan Analisis Politik (seperti Firman Noor hingga Arya Fernandes) yang hadir di Edisi Kamis, Catatan Analisis Budaya (seperti Saras Dewi hingga A. Najib Burhani) yang hadir di Edisi Jumat, Rubrik Humaniora/Ekbis di Edisi Jumat yang Isinya Tulisan-Tulisan dari Jurnalis-Jurnalis dari 2 Desk berbeda Masing-Masing (Kemungkinan), Kompas Edisi Akhir Pekan yang sudah hadir pada awal Januari lalu yang Isinya Konten-Konten Ringan dan Mendalam (nan Inspiratif) yang mencakup Gaya Hidup, Sastra, Hiburan dan Berita/Laporan Mendalam (seperti Rubrik Weekend yang Isinya Info Hotel-Restoran semuanya untuk Edisi Sabtu, Cerpen/Puisi, Laporan Mendalam Internasional, Laporan Mendalam Politik Indonesia, dll.). Edisi ini Beredar Setiap Sabtu dengan Biaya Rp. 17.000,-/Koran. Adapula, Edisi Minggu yang jadi Full EPaper lewat Kompas.id (mengingatkan kita pada Media Indonesia era 2024-25 yang Edisi Sabtu-Minggu jadi Full EPaper juga), Karikatur "Joni dan Poni" yang masih Hadir Setiap Rabu (Tahun lalu, dimuat di Edisi Sabtu), Masih ada Lipsus "Masyarakat Adat" yang sudah dilakukan sejak November Tahun lalu, dll. Jika Menengok Kembali ke Belakang (Tahun lalu (2025)), Koran Kompas Pernah Menerbitkan Edisi Khusus Ultah ke 60 yang tebalnya 60 halaman (via PreOrder) dan 16 halaman (tersedia lewat EPaper).
Sampul Koran Kompas Edisi Ultah ke 60 versi 60 halaman (difoto pada 28/6 lalu)
Sampul Koran Kompas Edisi Ultah ke 60 versi 16 halaman (difoto pada 28/6 lalu)
Yang Versi 60 halaman cuma Menyatukan Kekayaan Arsip, Infografis dan Foto-Foto khas Kompas. isinya adalah Cerita 8 Presiden RI yang direkam oleh Kompas, Cerita Politik, Cerita Hukum/Kriminal, Cerita Olahraga, Cerita Hiburan (Film/Musik), Kompilasi Cerpen-Cerpen terpilih, Kompilasi Penerima Cendekiawan Berdedikasi 2008-2024, dll. Foto-Fotonya yang termuat di Koran tersebut didominasi antara Arsip Kompas dan IPPHOS, kan bisa Kembali bernostalgia Seperti dulu! dan Saya Ingat betul, PreOrder yang versi 60 halaman cuma 2x lewat Online dan Offline pas Periode PreOrder pada Juni tahun lalu, kan bisa jadi Koleksi. Sementara yang Versi 16 halaman, sampulnya Menampilkan Sampul Koran Kompas Edisi Perdana (28/6/1965). Isinya adalah Brain Rot yang saat itu Menggeliat di Tahun lalu, Cerita Peristiwa Indonesia yang direkam oleh Kompas, Timeline Evolusi Sampul Headline Koran Kompas dari Waktu ke Waktu (yang Sebagian-Sebagiannya, 99% Mirip dengan Sampulnya Koran Bali Post era 1987-1998, coba cek di Website Sidak MPN), Sejarah Koran Kompas, TTS + Jadwal Siaran TV, Indonesia 1965-2025, Liputan Internasional yang Pernah dilakukan Oleh Kompas, Evolusi Ekspedisi ala Kompas dan Testimoni Pembaca-Pembaca Loyal. Oh Ya, selain yang Edsus 60 tahun, ada juga Edsus HUT RI ke 80 yang sangat tebal sampai 80 halaman melalui PreOrder di Online/Offline tapi isinya Dokumentasi Langka Indonesia selama 80 tahun mengabdi, Tabloid Bola by Kompas yang Seri Pertama (Geliat Timnas Indonesia) yang Menandai Kembalinya Tabloid Legendaris ini setelah Bertahun-tahun Vakum dan Tentunya, Edisi 12/12 Tahun lalu yang Edisi "Hutan Sumatera Lenyap" tapi langsung Menjadi Viral di Medsos saat itu (yang Paling Ingat, bilangnya Koran Kompas Memasak). Oh Ya, lupa, ada Tabloid Khusus Panduan Universitas di Turki (berkolaborasi dengan Salah Satu Jenama Media Cetak Harian yang berasal dari Turki?) yang jadi Sisipan pada Juni Tahun lalu dan dilakukan lagi pada Juni Tahun ini.
Sampul Koran Kompas Edisi Khusus HUT RI ke 80 (2025)
Tabloid Bola by Kompas seri Geliat Timnas Indonesia (2025)
Sampul Koran Kompas Edisi Hutan Sumatera Lenyap (2025)
Lain Kompas yang jadi Masa depan bagi Jurnalisme Mencerahkan, lainpula dengan Jawa Pos yang Membawa Kemajuan selama 77 tahun Berpengalaman.
Sampul Jawa Pos Edisi 77 tahun (1/7)
Pada 1 Juli Kemarin, Koran ini Berusia 77 tahun berkarya, Karena Jawa Pos selalu menghadirkan Berita-Berita Baru hingga Cerita-Cerita yang Menginspirasi dan Menghibur bagi Pembaca-Pembaca Setianya. 2 Sajian Terbarunya Jawa Pos sebagai Kado Manis Perayaan 77 tahun adalah Rubrik Baru Seputar Jenama-Jenama terkemuka yang Sudah 100 tahun lebih lewat "Over 100 Years Brands" dan "Komunitas Guru Menulis" yang sudah dilakukan pada 29 Juni lalu di Graha Pena Surabaya yang dihadiri Semua Guru-Guru wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tapi Koran ini harus Berkolaborasi bersama Kemendikdasmen RI untuk Konten-Konten Mendidik. Sajian-Sajian lainnya di Koran dari Surabaya tersebut untuk Tahun ini pasti ada demi Kemajuan bagi-bagi Pembaca Setianya, seperti Lipsus "AS-Kanada-Meksiko" yang masih dijalankan Selama Pildun 2026 berlangsung (bagian dari Sportainment) tapi Hadir Setiap hari, Rubrik Wisata (Setiap Minggu) yang masih Memuat Artikel Liputan Wisata-Wisata di Penjuru Indonesia tapi Lengkap dengan Pemuatan Foto-Foto yang dari AntaraFoto yang mendominan tapi terus menerus (Desain Halamannya 99% Mirip dengan Desain Hampir Semua Halaman-Halaman di Koran Kompas Edisi Khusus 60 tahun versi 60 halaman pada 2025 silam), Rubrik Golf (Setiap Minggu, bagian dari Sportainment) yang Isinya Laporan Mendalam Seputar Golf Nasional, Rubrik What's On Social Media (Setiap Minggu), yang Isinya Berita-Berita Hiburan/Ringan dari Indonesia yang diambil/diintisari dari Media Online dan Sosial (supaya Mampu Menandingi Media Digital yang Korannya dilanda Disrupsi Digitalisasi), Rubrik TTS (Setiap Sabtu) yang Mau Mengasah Otak, Rubrik Halte (Setiap Sabtu) yang Berisi Catatan-Catatan Seni Budaya oleh Para Pekolom-Pekolom Handal (seperti Saras Dewi selain yang Analisis Budaya milik Kompas), Rubrik Kementerian Kabinet Merah Putih (Setiap Senin hingga Jumat) yang Isinya Informasi terbaru Seputar Semua Menteri/Wamen Kabinet Merah Putih Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka, Rubrik Film (Setiap Minggu) yang Isinya Info/Resensi Film-Film terbaru dari Indonesia dan Dunia, Rubrik Musik (Setiap Minggu), yang Isinya Informasi Seputar Musik di Indonesia dan Dunia, Rubrik Peluang Usaha (Setiap Minggu) yang Isinya Cerita-Cerita Sang Pengusaha Muda/Tua yang Memiliki Penghasilan besar-besaran atau Banyak Usaha-Usaha bisa Membawa Berkah Besar, Rubrik Weekly Plan (Setiap Minggu) yang Isinya Tips Keuangan, Rubrik Ekbis/Finansial (Setiap Senin hingga Sabtu) yang Isinya Info terbaru Seputar Ekbis, Keuangan dan Investasi, dll. Yang Rubrik Wisata di Edisi Minggu Bisa Memajukan Wisata, Kota/Desa, Masyarakat Adat dan Budaya di Indonesia, yang Rubrik Film di Edisi yang Sama (Minggu) bisa Memajukan Perfilman di Indonesia dan Dunia, yang Rubrik Peluang Usaha di Edisi yang sama (Minggu) juga bisa Memajukan Bisnis dan Usaha di Indonesia dan yang Terbaru (Over 100 Years Brands), bisa Memajukan Jenama-Jenama yang terus bertahan sampai 100 tahun lebih (seperti yang disebutkan diatas tadi). Semua Rubrik-Rubrik (yang Edisi Sabtu dan Minggu saja), bisa Menandingi Sebagian Rubrik-Rubrik dari Koran-Koran Kompetitornya Jawa Pos di Edisi-Edisi Manapun (semisal Media Indonesia yang Tradisi Lisan dan Essay Foto yang ada di Edisi Jumat).
Bukan Cuma Jawa Pos (Induk), tapi ada Koran-Koran dari "Jawa Pos Radar" di Berbagai Daerah di Jatim, Bali dan Jateng. Yang Jawa Pos Radar Mojokerto, Setiap Jumat ada Cover Story yang Berisi Isu Utama dari Peristiwa-Peristiwa di Mojokerto dan Sekitarnya dan Catatan Islami "Mutiara Hikmah" yang ditulis Oleh M. Afif Zamroni (Stafsus MendesPDT RI bidang Sumber Daya Masyarakat). Untuk yang Edisi Minggu, Sampulnya Koran dari Mojokerto tersebut jadi Unik karena Tidak ada Teks Jargon "Spirit of Majapahit" dan Artikel/Fotonya Membesar karena Fokus ke Liputan "Lifestyle" secara menyeluruh (Mirip dengan Sampulnya Koran Kompas Edisi Khusus Ultah ke 61 pada 29 Juni lalu, seperti yang tadi disebutkan) serta Menghadirkan Rubrik "Desa Bisa/Kita" dan Someone (Profil Tokoh-Tokoh Inspiratif se Mojokerto). Tak Cuma itu, Cerita Sejarah Mojokerto ada di Senin dan Kamis (bukanlah Puasa Waktu Senin dan Kamis), yakni Mojosains dan MPC (Mojokerto Punya Cerita). Oh Ya, ada Juga Catatan Senin di Halaman 13 yang ditulis oleh Orang yang Sama (Afif Zamroni). Koran Jawa Pos Radar Mojokerto di Tahun ini sudah ada Hubungannya sama Kementerian Desa PDT yang dipimpin oleh Menteri Yandri Susanto, tujuannya untuk Memajukan Desa-Desa seluruh Mojokerto dan Sekitarnya. dan Nantinya, Menteri tersebut bakal datang kembali ke Mojokerto untuk Hadiri Acara Jawa Pos Radar Mojokerto Awards 2026 di Sunrise Mall pada 7 Juli nanti (Insya Allah). Semestinya, MendesPDT RI itu sudah Apresiasi untuk JPRM Awards 2026. Tak Cuma yang dari Mojokerto, tapi di Malang Raya ada Jawa Pos Radar Malang yang dulunya berkantor di Jl. Arjuno no. 23 Malang, Kemudian pindah ke Jl. Kawi no. 11-B dan Sekarang, ada di Jl. Sunandar Priyo Sudarmo no. 26 Malang. Karena, Selama 27 tahun Berkarya, Koran dari Malang Raya ini tak mampu Berhenti berinovasi. Isinya Cuma Berita-Berita Aktual dari Malang Raya dari Aspek Pembangunan Wilayah hingga Olahraga. Ada Juga Jenama "Adik"nya antara Radar Kanjuruhan (untuk Kawasan Kabupaten Malang) dan Radar Batu (untuk Kawasan Kota Batu).
Mari Kita menengok ke Belakang (ke 2 tahun lalu (2024)), dimana Jawa Pos merayakan 75 tahun Berkarya.
Sampul Koran Jawa Pos Edisi Khusus 75 tahun (2024)
ditandai dengan Menggelar Gebyar Pembaca Setia yang dilakukan dari Desember 2023 silam hingga Akhir Juni 2024 silam, Menggelar Turnamen Golf Platinum 2024 di Beberapa Kota-Kota se Indonesia, Menerbitkan Edisi Khusus Perayaan 75 tahun berkarya yang tebalnya hingga 76 halaman (yang versi Luar Surabaya Raya tinggal 25 dari 76 halaman) di Tanggal 1 Juli 2024 silam, Konser Perayaan 75 tahun Jawa Pos Berkarya yang disiarkan live dari Jawa Pos Arena yang dimeriahkan oleh Neo Jibles (Koes Plus tiruan dari Pacitan) dan Terakhir, Menggelar 7 Most Popular Brands pada 3 September 2024 silam. Yang Edisi Khusus 75 tahun Jawa Pos Berkarya isinya adalah Testimoni/Ucapan dari Tokoh-Tokoh/Pembaca-Pembaca Setia Jawa Pos hingga Cerita lama, Makin tebal dan Makin Spektakuler...
Selama 61 tahun (Kompas) dan 77 tahun (Jawa Pos) berinovasi, Kedua Koran tersebut Tetap terus bertahan dari Waktu ke Waktu.
Selamat Ultah Kompas ke 61 dan Jawa Pos ke 77, Semoga Kedua Koran ini tetap jadi Jurnalisme Mencerahkan di Masa depan demi Kemajuan bersama di Tengah Gempuran Digitalisasi (sesuai dengan Jargonnya Ultah bagi Kedua Koran ini sepanjang Juni dan Juli Tahun ini).











Tidak ada komentar:
Posting Komentar