Tampilkan postingan dengan label Syair Abu Nawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair Abu Nawas. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 29, 2025

Perbandingan Syair Abu Nawas di Hari Jumat (Pasca Adzan Subuh) di Musholla Al Amin vs Pakaian Presenter SPM RTM TV1/Berita RTM di Hari Jumat

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI dan KLIK DISINI

Salam Jumat alias si Penghulu Hari... Nah, Kita Mau Buat Blogku lah... 

Nah, Ngomong-Ngomong, di Waktu Jumat, Lantunan Syair Abu Nawas (alias I'tiraf) yang 3x itu adanya di Waktu Subuh di Hari Jumat di Musholla Al Amin yang letaknya di dekat Kos dan didepan Markasku (Jl. Kedungsari no. 333 Mojokerto) dan Kantor Papiku di Alamat yang sama sebelum Melakukan Iqomah Subuh dan Sholat Subuh (Jumat) 2 Rakaat dan Satu lagi, 2 Presenter (1 Pria dan 1 Wanita) Acara Selamat Pagi Malaysia (alias SPM) di RTM TV1 dan Berita RTM yang Sering Mengenakan Pakaian Baju Melayu/Kurta dan Baju Kurung/Kebaya, Kenapa sich? Yuk Kita Simak ya... Ini yang diintisari sama ChatGPT yang dilakukan tadi.

01. Lantunan Syair Abu Nawas 3x di Musholla Al Amin (Mojokerto) Setiap Jumat (Setelah Adzan Subuh/Sebelum Iqomah Subuh)

Konteks : Tradisi Keagamaan di Musholla/Masjid (seperti Musholla Al Amin Mojokerto)
Isi : Berupa Doa atau Syair Abu Nawas (alias I'tiraf) yang Bernuansa Religius, Biasanya Berupa Pengakuan kelemahan Hamba Allah dan Permohonan Ampunan (atau Melakukan Taubatan)
Waktu : Setelah Adzan Subuh atau Sebelum Melakukan Iqomah Subuh di Waktu Hari Jumat di Musholla Al Amin Mojokerto
Suasana : Sakral, Hening, Khusyuk dan Penuh Nuansa Spiritual
Tujuannya : Menambah Kekhusyukan Ibadah, Menyentuh Hati sebagian Besar Jamaah Subuh (di Musholla Al Amin Mojokerto) serta Mempersiapkan Batin Sebelum melaksanakan Sholat Subuh
Media : Dilantunkan Langsung Secara lisan Oleh Muadzin Adzan Subuh di Musholla Al Amin di Hari Jumat (yang Kamis Kemarin ada Lantunan Sholawat Badar, Besok Sabtu Kemungkinan ada Lantunan Antasalam, Lusa Minggu ada Lantunan Allahuma Sholli Wasalim Ala yang Nadanya Meniru I'tiraf dan Hari-Hari Lainnya juga Bisa (Senin Astaghfirullah, Selasa, Laa Illahailallah dan Rabu Subhanallah))

02. Program Selamat Pagi Malaysia (SPM) di RTM TV1/Berita RTM Setiap Jumat

Konteks : Program Acara Serbabisa di Televisi milik Pemerintah dari Malaysia
Isi : Acara Pagi berisi Berita Update/Aktual dari Malaysia, Obrolan Pagi (Membahas Dakwah Islam khusus Jumat dan Pembahasan-Pembahasan Umum/Spesial lain), Segmen Promosi Produk (layaknya Tayangan Belanja Produk-Produk dari Lejel Home Shopping/MShop yang biasanya Nongol di TV-TV Lokal di Berbagai Daerah di Indonesia pada era 2010an-awal 2020an), Segmen Cerita Pagi di 16 Wilayah di Malaysia (seperti Live Report di TV-TV Berita di Indonesia, Contohnya Cerita Pagi Sabah atau Kelantan yang sering Nongol), Segmen Live Report dari Radio-Radio Publik Malaysia milik RTM, Segmen Cuaca Hari ini, Segmen Berita Bohong/Berita Tak Bohong dan Penampilan dari Para Penyanyi-Penyanyi terkemuka di Malaysia (yang Edisi Khusus Beda Dikit karena disiarkan Langsung dari Luar Studio seperti Langsung dari Wilayah Sabah/Sarawak)
Waktu : Setiap Jumat (termasuk Setiap Senin hingga Kamis dan Setiap Akhir Pekan (antara Sabtu dan Minggu)) Pukul 8.00 hingga 10.00 Pagi Waktu Setempat (7.00 Pagi hingga 9.00 Pagi WIB) 
Presenter : 2 Orang (1 Pria dan 1 Wanita) yang Setiap hari Jumat Mengenakan Pakaian Khas dari Malaysia yang Berdarah Melayu (Pria Mengenakan Baju Melayu/Kurta dan Wanita Mengenakan Baju Kurung/Kebaya) (Kalau di Hari Kamis, 2 Presenter haruslah Mengenakan Baju Batik dan Hari-Hari lainnya (Senin-Rabu dan Akhir Pekan antara Sabtu-Minggu) Memakai Pakaian-Pakaian Manapun selain Batik, Baju Melayu/Kurta dan Baju Kurung/Kebaya)
Suasana : Segar, Informatif, Santai dan Penuh Energi Setiap Pagi
Tujuannya : Memberikan Informasi Aktual, Hiburan dan Semangat Pagi buat Masyarakat
Media : Disiarkan Langsung Melalui RTM TV1 dan Berita RTM yang Bersifat Publik dan Luas (untuk yang di Luar Malaysia, Boleh disaksikan lewat Live Streaming di RTMKlik dan di Kepri disaksikan di Kanal Digital 43 UHF yang Berisi Saluran-Saluran TV dari RTM dan 2 Saluran TV Malaysia non RTM)

Perbedaan Utama

01. Sifat Kegiatan
Syair Abu Nawas 3x di Musholla Al Amin Setiap Jumat Sebelum Iqomah Subuh : Ibadah dan Spiritual
SPM RTM Setiap Jumat : Siaran Televisi dan Hiburan Informasi

02. Isi
Syair Abu Nawas 3x di Musholla Al Amin Setiap Jumat Sebelum Iqomah Subuh : Doa/Pujian Religius
SPM RTM Setiap Jumat : Berita Aktual, Obrolan Pagi dan Hiburan

03. Pelaku/Presenter
Syair Abu Nawas 3x di Musholla Al Amin Setiap Jumat Sebelum Iqomah Subuh : Dilantunkan Sang Muadzin Adzan Subuh di Musholla Al Amin Mojokerto Pada Hari Jumat Waktu Subuh
SPM RTM Setiap Jumat : Dipandu Oleh Semua Presenter-Presenter (seperti Irfan Syahmi Nasution dan Syuhaida Ariffin yang terus menerus Muncul di Jumat)

04. Suasana
Syair Abu Nawas 3x di Musholla Al Amin Setiap Jumat Sebelum Iqomah Subuh : Khusyuk, Sakral dan Hening
SPM RTM Setiap Jumat : Ceria, Energik dan Komunikatif

05. Media dan Jangkauan
Syair Abu Nawas 3x di Musholla Al Amin Setiap Jumat Sebelum Iqomah Subuh : Lisan di Musholla Al Amin Setiap Jumat Setelah Adzan Subuh dikumandangkan, Lokal tapi terbatas
SPM RTM Setiap Jumat : Televisi yang Jangkauannya se Malaysia (termasuk Sebagian wilayah Indonesia yang Wilayah TV Digital Kepri), Publik tapi Luas

Kalau diringkas, Syair Abu Nawas (3x Setiap Jumat Setelah Adzan Subuh) di Musholla Al Amin Kedungsari-Mojokerto yang Memperkuat Ibadah, sedangkan Selamat Pagi Malaysia (Edisi Jumat yang Presenternya Pakai Baju Melayu/Kurta dan Kurung/Kebaya) di RTM TV1/Berita RTM (Setiap Jumat dan Hari-Hari lainnya) adalah Acara Televisi yang Memperkuat Informasi dan Semangat Masyarakat Malaysia (dan Indonesia/Brunei) di Pagi hari.

Benar Kan, di Jumat Saja, di Mushollaku (Al Amin Mojokerto), Lebih Sering Melantunkan Syair Abu Nawas sampai 3x di Waktu Sebelum Iqomah Subuh dan di Program SPM di RTM TV1/Berita RTM haruslah Memunculkan 2 Presenter yang Mengenakan Baju Melayu/Kurta dan Baju Kurung/Kebaya (yang TV Malaysia Sebelah kayak TV3 Malaysia juga Serupa dongs, hanya ada di Malaysia Hari ini dan Wanita Hari ini di Edisi Jumat).

Jumat, Juli 26, 2024

Membaca Syair Abu Nawas (alias I'Tiraf), Faidahnya Luar Biasa Tampak Ringan

Setiap Jumat Setelah Mengumandangkan Adzan Subuh atau Sebelum Iqomah Sholat Subuh di Musholla Al Amin Mojokerto, Membacakan Sholawat Syair Abu Nawas (alias I'Tiraf) Sebanyak 3x atau 4x Saja. Kalau Hari-Hari lain (Seperti Sabtu Isya alias Malam) Juga Sama. Saya Pasti Mendengarnya dari Mushollaku yang Biasanya ada di Jumat, Selalu Sejuk Jadinya... Syair ini Juga dijadikan Lagu Seperti Lagunya Raihan bersama Yasin Sulaiman berjudul Sama yang Diambil dari Album Koleksi Nasyid Terbaik Raihan yang Dirilis tahun 2000. Selain Syair Abu Nawas yang Kerap dibacakan, Membaca Al Kahfi ayat 1-10 pun Bisa dilakukan Setiap Kamis-Jumat agar Menghindari Fitnah Dajjal. Yuk Kita Mengenal Lebih dekat Dengan Syair yang Biasanya Dibacakan 3x atau 4x Setiap Jumat Setelah Adzan Subuh di Musholla Al Amin Mojokerto yang Berdasarkan dari Sumbernya.


Merujuk Pada Website NU, Syair ini pada tahun 1950an kerap dilantunkan orang-orang tua. Demikian diceritakan orang-orang tua di masa kini. Syair yang juga dipopulerken Gus Dur ini kerap dinisbahkan kepada seorang legenda yang sangat cendekia dan jenaka. Walhasil syair ini keluar dari seseorang yang dikenal dengan sebutan Abu Nawas atau Abu Nuwas. Tidak salah kalau syair berikut ini memiliki tempat di hati kalangan orang-orang baik. Selain kandungannya yang berbobot, syair ini diharapkan memberikan manfaat bagi pembacanya sebagaimana anjuran salah seorang ulama besar yang menghimpun syariat dan hakikat Syekh Abdul Wahhab Sya’roni. Sayid Bakri bin M Sayid Syatho Dimyathi dalam karyanya I‘anatut Tholibin mengutip ucapan Syekh Abdul Wahhab Sya’roni.



Dari Syekh Abdul Wahhab Sya’roni--semoga Allah memberikan maslahat kepada kita berkat Syekh Wahhab--bahwa siapa saja yang melazimkan dua bait ini setiap hari Jumat, maka Allah akan ambil ruhnya dalam keadaan Islam tanpa ragu sedikit pun. Kedua bait syair itu berbunyi:

Ilahi lastu lil Firdausi ahla 
Wa la aqwa ala naril jahimi 
Fa hab li taubatan waghfir dzunubi 
Fainnaka ghafirudz dzanbil ‘azhimi.

(Tuhanku, aku bukanlah penghuni yang pantas surga-Mu. Aku pun tidak sanggup masuk neraka. Karena itu, bukalah pintu tobat-Mu. Ampunilah segenap dosaku. Karena sungguh Engkau ialah Zat yang maha pengampun).

Perihal berapa kali dan jam berapa, memang tidak disebutkan oleh Syekh Wahhab. Namun, Sayid Bakri mengutip pendapat sebagian ulama yang mengamalkan syair tersebut.


Dikutip dari sejumlah ulama bahwa dua bait syair itu dibaca sebanyak 5 kali setelah mengerjakan shalat Jumat. Kalau hanya membaca lima kali setiap pekan, amalan ini dengan faidahnya yang luar biasa tampaknya ringan. Artinya, sayang kalau dilewatkan begitu saja. Syair ini bisa dibaca sebelum meninggalkan sajadah Jumatan. Setelah Ashar pun tidak menjadi masalah.

Walaupun Syairnya Paling Ikonik dan Ngetop Bagi Umat Islam yang Dilantunkan dari Presiden RI periode 1999-2001 KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Terutama Waktu Sebelum Mengumandangkan Iqomah di Waktu Subuh Setiap Jumat dan Sehabis Jumatan. Kalau Hari Hari lainnya Tidak apa apa. Yang Lainnya, Membacakan Subhanallah 3x di Hari Rabu atau Sabtu Setelah Adzan Subuh di Musholla Al Amin Mojokerto, Juga Tidak apa apa. Wallahualam...

Source : NU Online



P/S:
Postingan di Blog ini Sudah dibuat yang Baru Setelah Berkali-kali Dihapus. Nah, Ini Postingan Blogku yang Tetap Membahas tentang Keagamaan apalagi Membaca Syair Abu Nawas alias I'Tiraf. Jangan Dihapus lagi ya! Kan tadi Sudah lihat IGS di Akun IGku.