Astaghfirullah... Wifi di Kantor Kita, Ternyata Tidak Bisa! Walaupun Ada yang Mengalaminya... Tapi Ga Papa, Kita Pakai Hot Spot milik Teman Kantor Gue, Mbak Nissa. Akhirnya, Pun Bisa Pake Hot Spot dan Kuotanya Paling Banyak... Ada yang Pakai Telkomsel, atau Indosat pada Umumnya, ditambah SmartFren dan XL Axiata. Kalau yang XL Sih, Memang Juaranya Internetan Tercepat di Indonesia, dulu bisa SMSan, Nelponan dan Internetan Tiap Hari, Tapi Harganya Cenderung Sangat Murah. Saat Itu, Iklan XL ada Cewe Berbaju Orange yang Kirain Kak Anna dan Kak Sissy karena Pake Baju Orange yang Sexy dengan Celana Jins Biru Kali... Aku Percaya, Meskipun Terjadi Trouble di Wifi Internet di Kantor, Harap Bersabar. Yang Dirumah, Ada yang Masih Aktif Wifi Internetnya, ada yang Lemot dan ada yang Tidak Lemot. Saya Rasa, Kalau Pengen Nonton Drama Legendaris Indonesia era 90an-2000an kan Ga Ada Kuotanya. Kalau Pakai Kuota Internet, Kehabisan Lho... Bisa Dibeli Lagi...Untungnya Bisa Selamat Kalau Kuota Ga Habis-Habis... Tidak Cuma Nonton Drama Legendaris Negeri Ini, ada juga Nonton Video Musik lewat Youtube, Semua Lancar... Karena Kelancaran Itu, Bukan Semata-Mata. Kamu Ingat Kejadian 31 Januari lalu, Saya Mau Berteriak Untuk Mengatasi Masalah Wifi Internet di Kantor, Namun Akhirnya Diusir dari Papi dan Langsung Pulang Setelah Makan Siang dan Sore-Malamnya, Rela Tidak Bisa Salim Gara-Gara Kena Teriakan. Namun Akhirnya, Tidak Bisa datang Ke Kantor hingga Hari Kemarin. dan Akhirnya, Hari Ini, Aku Coba Kembali ke Kantor Kita... dan Sayangnya... Wifi di Kantor Kita jadi Trouble alias Masalah. Masalahnya adalah No Internet alias Tidak Ada Internet di Laptop maupun di Smartphone Baru. Wifi yang Namanya TRICONRAYA dan TRICONRAYA 2 Tak Kunjung Terkoneksi, Tapi Belum Bisa Bayar... dan Kalau Tanggal 21 atau 22 bulan Ini Nanti, Kita Tidak Bisa Mengakses Internetan Wifi di Rumah, Walaupun jadi Krisisnya Wifi Internet yang Mengakibatkan Belum Bayar Internetan Rumah Kita. Jadi, Jika Lupa Bayar Internet di Rumah Tapi Tidak Mau Karena Didenda dari Pihaknya, Nanti Bisa-Bisa Jadi Krisis Wifi Internet Rumahan Seperti Krisis Moneter dari Tahun 1997 sampai sekitar 1998/99 Kalau Tidak Salah. Keinget, tahun 1997 sampai 1998 adalah Periode Krisis Moneter, Dimana, Krisis Ini Banyak yang Menghemat dan Membagikan Sembako serta Rupiah Menurun. Saat ada Krismon, Banyak Kegiatan Bisa Dirumahkan, Stasiun TV Berkurang Waktu Siaran, Kerusuhan Trisakti dan Demonstrasi Besar Menuju Reformasi. Tapi Sekarang, Sudah Tidak Ada Lagi, Kan Jadi Kenangan... dan Insya Allah, Kejadian Ini Tidak Akan Terulang Seperti Krisis tahun 1997-1998. Jangan Lupa, Gunakan Internet dan Bayar Tiap Tanggal 21, Agar Tidak Jadi Krisisnya... Dan Akhirnya, Pak Andri Datang dan Wifi Internet Kembali Sehat, Alhamdulillah aku Bisa Mengembalikan Wifinya, Mudah Mudahan Tetap Bisa! Wallahualam Bissawab...
Jumat, Februari 10, 2023
Kamis, Februari 09, 2023
Hari Pers Nasional 2023
Hari Ini Hari Pers Nasional, Tepat pada 9 Februari. Saya Rasa, Pers Itu Bisa Mencerdaskan Bangsa untuk Menyatukan Media demi Keselamatan. Sekilas Sejarah, Pada 9 Februari 1946, PWI resmi Berdiri. di Kongres PWI ke-28 di Padang, Hari Pers Nasional Mesti Menjadi Salah Satu Topik Pembahasannya. Topik Tersebut Dicetuskannya Banyak Tokoh Pers di Indonesia dengan Tujuan Adanya Pers Nasional sebagai Salah Satu Pengingat Akan Kehadiran dan Peran Pers Nasional. Lalu, Penetapan Hari Pers Nasional resmi diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI no. 5 Tahun 1985. Sekarang, 9 Februari Jadi Hari Pers Nasional Setiap Tahunnya!
Selamat Hari Pers 2023...
Kamis, Februari 02, 2023
Sambut Konser Dewa 19 di Jakarta, Koran Jawa Pos dan Kompas Meliputnya? (Update)
2 Hari Lagi, Kita Akan Menonton Konser Besar Dewa 19 di Jakarta pada 4 Februari dan Menjadi Puncak Konser Tur Merayakan 3 Dekade Sejak Setahun Lalu (2022). Buktinya, Dewa 19 Bisa Mengembalikan Nostalgia yang Paling Berani. Pembahasan Sebelumnya ada di sini : Klik Disini. Band yang Dibentuk pada 1986 di Surabaya, Telah Mengalami Pergantian Personil. di Awal Kemunculannya, Ahmad Dhani sebagai Pemain Utama dan Ikonnya, Kemudian Andra Ramadhan menjadi Rocker dengan Gitarnya, (alm) Erwin Prasetya yang Memegang Bas, Wawan Abi Sang Pemukul Drum dan Terakhir, Ari Lasso Sebagai Vokalisnya. Saat Itu Band Sebelahnya, Slank masih dipuncak Popularitas Gara Gara Hadirnya Band Tersebut. Album Perdananya Berhasil Dipasaran Lewat Album "Dewa 19" dan Melahirkan Hits Single berjudul Kangen dan Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi yang Melekat di Kepala Generasi 90an. Selanjutnya, Format Masa Depan beredar pada 1994, Terbaik Terbaik pada 1995 dan Pandawa 5 pada 1997. Album-Album Tersebut Seiring dengan Perubahan Formasinya, Misalnya Rere Reza (Grass Rock) bermain Bersama, Ronal Fristianto (Fargat 727/Gigi) juga Ikut Bermain Bersama dan Terakhir, Wong Aksan Sjuman yang Baru Lulus dari Jerman dan Layak Jadi Drummer. Setelah 4 Album Dirilis, Dewa 19 mengalami Perpecahan, Mulai dari Aksan yang Meninggalkan Dewa 19 Karena Tidak Ngejazz Drumnya dan Diisi dengan Bimo dari Netral. Lalu, Bimo Meninggalkan Dewa 19 dan Ahmad Band dan Posisi Drum jadi Kosong. Sementara Ari Lasso dan (alm) Erwin Prasetya Takut Narkoba dan Band Ini jadi Vakum atau Diet. Menjelang Akhir Perpecahan, Ari Lasso Meninggalkan Bandnya dan Merilislah Album The Best of dengan 2 Lagu Baru. Kemudian, Duo Once dan Tyo bergabung Bersama. di Tahun 2000, Dewa 19 Kembali bersatu lagi lewat Album Bintang 5 sebagai Puncak Popularitasnya. Terjual Hingga lebih dari 1 Juta Kopi dan Pertama Kalinya dalam Sejarah, Album Dewa 19 berhasil Terjual hingga Jutaan Kopi. Ada Lagu Unggulannya seperti Roman Picisan dan Separuh Nafas yang Menjadi Populer di Kalangan Muda. Berikutnya, Album Cintailah Cinta yang Beredar di 2002 dengan Hits Andalannya yang Sempat Menuai Kontroversi di Puncak Karir, Semacam Arjuna! Terjual Hingga lebih dari 1 Juta Kopi dan Mendulang Sukses album Sebelumnya (Bintang 5). Kemudian, Album Laskar Cinta beredar Setelah 2 Tahun Merilis Album Cintailah Cinta dan Memperkenalkan Yuke sebagai Pengganti (alm) Erwin yang Meninggalkan Bandnya pada 2002 lalu. Melahirkan Hits Single dengan Nuansa Antara Rock n Roll dan Pop Rock seperti Pangeran Cinta, Satu, Hidup Ini Indah, dll. Pindah Haluan ke EMI, bisa menembus Pasaran Dunia berkat Album Republik Cinta menjadi Album yang Siap Siap Mendunia. Setahun Berselang, Tyo Meninggalkan Bandnya dan Masa Puncak Kesuksesannya berakhir. Merilis Album Kerajaan Cinta yang Merupakan Album Terakhirnya dan Memperkenalkan Agung Yudha Asmara Sebagai Pengganti Tyo. di Periode 2008 hingga 2009, Masih dalam Keadaan Stagnan dan Melahirkan Lagu Single seperti Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia dan Bukan Cinta Manusia Biasa. di Tahun 2011, Once Keluar dan Dewa 19 jadi Bubar. sementara di Pertengahan hingga Penghabisan 2010an (2015-2019), Band Ini Kembali Aktif karena Menggelar Konser Reuni Setelah Pembubaran. Lalu, di Tahun 2021, Dewa 19 Bisa Kembali berkarya berkat Mengadakan Konser Virtual di Ramadan dengan jasa 2 Album Lama pada Masa Puncak Karir Dewa 19 dan Ari Lasso. Setahun Berselang, tepatnya pada 2022, Dewa 19 berani Menghadirkan Lagu Barunya bertitel "Juliette", "Still I'm Sure We'll Love Again (Versi Baru)" dan "Tangis Terakhir". Sementara, Band Ini Mengadakan Tur 30 Tahun di Banyak Kota-Kota di Indonesia dan juga 1 Kota di Malaysia, mulai dari Surabaya, Semarang, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Malang, Klaten (Prambanan), Solo, Pontianak, Kuala Lumpur (Bukit Jalil) dan Jakarta (JIS). Konser di Kuala Lumpur, hanya Berlangsung 2 Hari Saja dengan 9 Personilnya (Mirip dengan Ungu yang Menggelar Konser Serupa di Akhir Tahun 2022 dan Mahalini yang Berlangsung pada 28 dan 29 Januari lalu). Dihadiri sejumlah Bintang seperti Puteri Aishah, Elly Arifin, dll. dan Jakarta, Semestinya, jadi 12 Personil yang Menyatukan 4+4+4.4nya adalah Formasi Originalnya, mulai dari Dhani, Andra, Agung dan Yuke. Sementara 4nya lagi adalah Personil Lama di Awal Kesuksesan, seperti Ari, Aksan, Rere dan Wawan dan Sisanya, adalah Personil Lama dan Baru saat Mengembalikan Kejayaannya mulai dari Once, Tyo, Virzha dan Ello. Untuk Liputan Konsernya, 2 Koran Terbesar baik Jawa Pos dan Kompas akan Siap Meliputnya pada Sehari Setelah Konser Band Legendaris di Jakarta Berakhir. Isi Peliputannya adalah Liputan Konser Band Dewa 19 di Jakarta. Sama Seperti Edisi 29 Januari 2023 lalu, dimana Koran Jawa Pos dan Kompas Sama Sama Meliput Konser Band dari Kota Gudeg, Sheila On 7 yang berlangsung di JIEXPO. Konser Ini untuk Melepas Kangen Saat Band Ini masih Diet karena Tinggal di Kota Jogjakarta. dan Membawakan Semua Lagu-Lagu Sheila On 7 lama dari Tahun 1999 sampai 2018. Walaupun Meliput Konser Musik di Negeri Sendiri, Berarti Koran Kompas bisa Memuat Berita Konser Musiknya di Hari Minggu sama Seperti Jawa Pos yang Hanya 1 Saja menjadi 2. Koran Kompas di Era 2018-kini di Waktu Akhir Pekan (Weekend) Seperti Majalah Hai yang Isinya Berita Musik, Film, Olahraga, dll. Pada Umumnya. Majalah Ini Cukup Populer di Era 90an hingga 2000an Karena ada Chart Lagu dalam Rubrik Hai Top dan Informasi lainnya. atau Mungkin, Seperti Tabloid Bola atau Soccer di zaman 90an hingga 2010an (sebelum Stop Terbit), Dimana Konten Tabloid Bola mengarah pada Pertandingan Olahraga Nasional maupun Internasional dan Soccer yang Fokus Pada Berita Sepakbola Dunia dan Indonesia, Contohnya Liputan Liga Indonesia di era 90an hingga 2000an (termasuk Piala Indonesia), kala itu Tim Persib, Persija, PSIS, PSM, SFC, Persipura, Arema, Persik dan Persebaya berada di Puncak Popularitas. dan Zaman-Zaman Sponsornya Sering Berganti baik Liga dan Piala, mulai dari Rokok Dunhill, Rokok Kansas, Reebok, Bank Mandiri, Rokok Djarum Super, Rokok Dji Sam Soe, Bank QNB Indonesia, Kopi Torabika, GoJek, Traveloka Indonesia, Kratingdaeng dan BukaLapak (sebelum Shopee Indonesia dan Bank BRI menyerang). Jadi Liputan Konser Dewa 19 di Koran Kompas akan Meniru Majalah Hai, Tabloid Bola dan Soccer yang Liputan Konser Musik di Indonesia maupun Liga Indonesia pada saat itu? Kita Tunggu Ya...
Update:
Konser Dewa 19 di JIS Memang Dimuat di Jawa Pos Edisi 5 Februari Lalu, Namun Sayangnya, Kompas Edisi yang Sama Tidak Memuat Berita Konser Ini, Karena Digantikan Sama Halaman Film dan Kendara kalau tidak salah. Mohon Maaf Ya...
Update (Lagi) :
Akhirnya, Koran Kompas berhasil Memuat Berita Konser Dewa 19, Tapi adanya di Halaman Teropong edisi hari ini.
Selasa, Januari 31, 2023
Koran Lembar Daerah
Dulu, Di Berbagai Kota, Koran-Koran Dijual dengan Edisi Daerah Setempat. Koran Nasional Semacam Kompas, Republika dan Koran Sindo memang Memiliki Lembar Daerah. Tapi Sekarang, Sudah Tidak Ada (Kecuali Koran Sindo di Sulsel). Kalau di Provinsi Saya (Jatim), Ada Republika Jatim, Kompas Jatim dan Koran Sindo Jatim Kalau Tidak Salah. Sementara, Yang di Mojokerto dan Sekitarnya, Jawa Pos punya Sisipan Daerah yang Mirip dengan Radar-Radar Lain Semacam Jawa Pos Radar Malang, dkk. Yakni Jawa Pos Radar Mojokerto! Dulu, Sekitar tahun 2000, Koran Kompas Memperkenalkan Lembar Jawa Timur Setebal 2 Halaman Sebagai Pengganti Halaman Metro dan Nusantara Milik Kompas Nasional (Beredar di Jakarta). Walaupun Kompas dari Jakarta Masuk Surabaya sejak sekitar 1999/2000 Karena ada Percetakannya disana, Maka Kompas di Surabaya dan Sekitarnya Bisa Didapat Lebih Pagi bersama Koran Surya (adiknya Kompas) dan Jawa Pos yang Beredar di Kota Pahlawan. Kompas di Jatim Isinya Berita-Berita dari Berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Timur yang Kalah Menarik dari 2 Koran Asli Surabaya yang Memberitakan Semua Provinsi ini. Kemudian, Menambah 4 Halaman dan Memperkenalkan Lembar Daerah Kompas untuk Wilayah Jateng dan Jogjakarta. Karena Dicetak di Bawen, Semarang, Kompas di Jateng dan Jogjakarta Hanya 8 Halaman, tapi Digabungkan Sebelum Berpecah pada Juni 2004. di Wilayah Jawa Timur, Kompas Tebal 48 dan 52 Halaman (Gabungan Nasional dan Daerah) dan Tak Ada Harganya. Sementara di Jateng dan Jogjakarta, Dulunya Digabung, Sekarang Dipecah Karena Hanya 8 Halaman. Tak Kalah dari Kakaknya, Surya, Adiknya Bisa Membuat Lembar Daerah di Berbagai Wilayah di Jatim, Adanya Sepanjang 2005 (paling diinget), saat itu saya Masih di Bangku Kelas 4 SD. di Wilayah Barat, Kita Ketemu dengan Poros Barat yang Berisi Berita-Berita dari Mojokerto, Jombang, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, Madiun, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Ponorogo dan Magetan. Sementara, Poros Timur yang Mewakili Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso dan Jember. Tak Hanya Itu, Edisi Pusat (Surabaya) dan Madura Terdapat Informasi Menarik Seputar Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. dan Terakhir, Malang Raya dengan Porsi Besar Berita Malang Raya. Kemudian, di Tahun 2005, Saat Koran Sindo lahir dengan Nama "Seputar Indonesia", Hadirkan Lembar Daerah Setelah Dilaunching pada 30 Juni 2005. dimulai dari Jawa Barat pada September 2005, kemudian Jawa Tengah/Jogjakarta dimulai pada Oktober 2005, Lalu Masuk Jawa Timur pada Februari 2006, sekitar 2006-2008 Melahirkan Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan dan Sekitar 2013/14 Masuk Kepulauan Riau. Sementara di Tahun 2013/14, Koran Sindo Jateng dan Jogjakarta Dipisah. Sementara Itu, di 2004/05, Kompas Memperkenalkan Lembar Daerah Jawa Barat dan Setiap Sampul Koran Kompas dan Edisinya, Terdapat Tulisan Nama Daerah dibawah Logo Kompas sebelum 28 Juni 2005. Contohnya, Kompas Jawa Timur dan Dipasarkan di Seluruh Jatim. Saya Ingat, Ketika Saya Masih di Bangku SD Kelas 3 SD, Kayaknya Kompas ada Tulisan Jawa Timur di Sampul Halaman Utama, Kok Bisa? Sepertinya ini Edisi Bukan Nasional, Melainkan Daerah Kalau Tak Salah. Lalu, Semenjak Ganti Tampilan, Tulisan Jawa Timur di Sampulnya Tak Tercantum. dan Akhirnya, Pada 3 Januari 2011, Kompas Resmi Menghentikan Lembar Daerah Jawa Timur bersama Propinsi Lainnya, Karena Alasan Ada Perubahan Kecil, yakni Menjelma jadi Koran Nasional Tanpa Lembar Daerah dan Beralih ke Halaman Nusantara sampai sekarang ini. Kemudian, Mengikuti Jejaknya Kompas, Koran Sindo di Periode 2016-2018 Menghentikan dan Menutup Lembar Daerah di Berbagai Propinsi dan Akhirnya jadi Nasional dan Terakhir, Koran Republika yang Sudah Berakhir di Penghujung 2022 Karena Koran Ini Sudah Tidak Ada Lembar Daerahnya. Kasihan Sekali... dan Sekarang, Hanya Tersisa Jawa Pos yang Mempertahankan Lembar Daerahnya Menjadi Koran Lokal Sesungguhnya dari JP Group. Semuanya Bertitel "Jawa Pos Radar" atau Radar Saja. Nama Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka Dulu Sempat juga Menyisipkan Lembar Daerah di Berbagai Daerah di Jabar dan Jateng/Jogjakarta kalau tak salah. Sekarang Berubah jadi Ngilang... Walaupun Bagaimana, Lembar Daerah bisa Mengangkat Kearifan Lokal untuk Rakyat. Dan Insya Allah, Lembar Daerah di Berbagai Bisa Diaktifkan Kembali Suatu Saat Nanti...
Senin, Januari 30, 2023
Musik x Televisi (Tiruan) : AJL 37 Siap Digelar 12 Februari Nanti
Kamis, Januari 26, 2023
Catatanku Catatanmu : Apa Hubungannya Majalah Tempo dengan Koran Jawa Pos? (Update)
Tadi Saya Baca Koran Jawa Pos Edisi Hari Ini. Tapi Kok Ada Tulisan dari Penemu Majalah Tempo yang Bernama Goenawan Mohammad? Sebenarnya Sih Penemu Tempo maunya Muncul di Jawa Pos. Lalu, Apa Sebenarnya Majalah Tempo berkolaborasi dengan Koran Jawa Pos? Yuk Kita Bahas...
Di Zaman Dahulu Kala, Nama Jawa Pos Kurang Berkibar di Jatim. Tapi Hampir Bangkrut Setelah lebih dari 30 Tahun Mulai beredar (Lahirnya pada 1 Juli 1949 oleh The Chung Sen). di Tahun 1982, Jawa Pos Menggaet Majalah Tempo untuk Memperbarui Koran Itu, Dimana Nama Dahlan Iskan masih jadi Koresponden Tempo di Jawa Timur ditambah Eric Samola yang Merupakan Dirut PT. Grafiti Pers (Perusahaan Induknya Tempo). Sosok DI (panggilannya Dahlan Iskan) yang Dikagumi GM, Ikut Memperbaiki dan Memperbesar Jawa Pos di Masa-Masa yang Kelam hingga Akhirnya, Koran Ini Berkibar di Seluruh Jatim. Gara Gara Berkibarnya Jawa Pos, Si Dahlan Bisa Membuat Keajaibannya, Apalagi Saat Ada Event-Event Dunia, Tim Jawa Pos akan Datang ke Event-Eventnya dan Jadi Peliput ke Seluruh Dunia! Sementara Itu Anaknya, Azrul Ananda bisa Menulis Tentang Kisah F1 (Formula 1) yang Merajalela di Dunia Kala Itu. Tulisan Si Azrul di Koran Ini, Hanyalah Semata-Mata Tentang F1 yang Bisa Membuatnya Lebih Efisien! Nama Michael Schumacher, Mika Hakkinen, dkk. Jadi Saksi Mata Kehebatan Panggung Balapan Mobil Jet di Dalam Sirkuit yang Masih Booming dimana-mana. Bukan Hanya Itu, 2 Tokoh Besar dari Jatim Merekrut Jawa Pos untuk Menjadi Pemimpin Umum atau Redaksi, mulai dari Dhimam Abror Djuraid pada tahun 2000 dan berakhir pada sekitar Akhir 2001 dan Arif Afandi (kelak jadi Wawali Surabaya 2005-2010) pada tahun 2001 hingga 2005. Sementara Itu, di Tahun 1998, Kantor Pemberitaan Jawa Pos Pindah Haluan ke Jl. Ahmad Yani No. 88 sampai Sekarang Ini, dengan Nama "Graha Pena" yang Setara dengan "Menara Kompas" yang diresmikan 20 Tahun Kemudian (2018). Akibat Perpindahan Kantor Tersebut, Koran Jawa Pos ukurannya Berubah dari 9 Kolom jadi 7 Kolom (7 Tahun Berikutnya, Kompas Menyusul Kelak). di Tahun Itu, adalah Tahunnya Nama Tempo kembali Beredar dengan Format Majalah Setelah 4 Tahun Vakum Gara Gara Kena Bredel. Buktinya, Majalah Tempo Tetap Eksis Kembali Setelah Diam sejak 1994. di Tahun 2001 atau Tepatnya Pada Perayaan 30 Tahun Tempo, Majalah Tempo Memperkenalkan Koran Tempo yang Hadir sebagai Koran Baru yang Menjegal Nama Koran Lain Semacam Republika, Media Indonesia, Kompas, dll. dan Sejak Januari 2021, Koran Tempo Tidak Berhenti Beredar, tapi Cenderung Main ke Koran Digital sampai sekarang ini. Kembali ke Jawa Pos, duo Dahlan dan Azrul berhasil Melunaskan Kinerjanya, mulai dari Lahirnya Nama-Nama "Jawa Pos Radar" di Berbagai Kota dan Kabupaten, Memperkenalkan Rubrik Deteksi, Memperkenalkan Rubrik For Her, Mengganti Deteksi dengan Zetizen, Menggelar Deteksi Basketball League (kini jadi Honda DBL setelah Pisah dari Jawa Pos), Melahirkan Stasiun TV Lokal milik Jawa Pos Group semacam JTV atau Riau TV, Jadi Koran Nomor 1, Dapat Penghargaan WAN-IFRA Awards, dll. Tak Hanya Itu, Percetakan Jawa Pos ada di Gresik, Tepatnya di Temprina yang Dulunya Adalah Pabrik Kertas! Lalu, Membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) yang Merupakan Salah Satu Jaringan Koran Terbesar di Indonesia. Kemudian, di Tahun 2002, Graha Pena Jawa Pos buka Cabang di Jakarta. Bukan Cuma Itu Saja, Jawa Pos Mengadakan Penghargaan Otonomi Awards sejak 2002 yang diinisiatif JPIP. Sirkulasi Koran Ini menyebar di Seluruh Jawa Timur, Sebagian Jawa Tengah, Sebagian Jogjakarta dan Bali (sekarang Sirkulasinya sampai Jawa Barat, Banten dan Jakarta). dan Paling Inget, di Era 80an pertengahan, Oplah Jawa Pos Membesar sekali mencapai lebih dari 150.000 Eksemplar dan Berkembang Cepat Sekali hanya 300.000 Eksemplar, Apalagi Eranya Awal-Awal Dahlan Iskan. Sementara Itu, Saat Persebaya lagi Puncak-Puncaknya, Jawa Pos Melekat dengan Persebaya yang Menyajikan Artikel Seputar Persebaya. dan Pada 2017, Persebaya Kembali ke Dunia Sepakbola berkat Tampil di Liga 2 dan Jawa Poslah yang Menyajikan 4 Halaman Spesial Persebaya Setiap Selasa hingga akhir 2017. dan pada akhir 2017, Jawa Pos Melepaskan Dahlan dan Azrul sebagai 2 Bos Besar dan Diserahkan Kepada Jurnalis Lain seperti Leak Kustiyo yang Menjadi Bosnya sampai Sekarang dan Marsudi Nurwahid P. yang masih jadi Pemred Jawa Pos hingga 2018. Setelah Kerjasama Dahlan-Azrul dan Jawa Pos Berakhir, Akhirnya Jawa Pos Masih ada Harapannya, walaupun di 2018, Jawa Pos Sempat jadi Koran Nomor 1 (Kembali) dan Hanya Sebentar Saja Gara Gara Kompas berubah Tampilannya. dan Pada Awal November 2020, Kompas jadi Koran Nomor 2 dan Jawa Pos masih Kembali ke Nomor 1 Penjualan Koran di Musim Pandemik Covid 19. dan di Sekitar 2022/23, Jawa Pos dan Rubrik-Rubriknya di Edisi Minggu (Sudah Termasuk Edisi 6 Hari sebelum Minggu) Sudah layak jadi Penerusnya Beberapa Media Cetak yang Mati dan Rubrik-Rubrik yang Dulunya ada (Bukan Milik KG Media), seperti Halnya Majalah Musik di awal 2000an, NewsMusik yang Digagas (alm) Bens Leo, Majalah Poster dari tahun 2001 hingga 2005, Tabloid Fantasi yang Paling Populer di era 90an hingga 2000an, Tabloid Bintang Indonesia yang Berkibar di Pasaran dari era 90an hingga 2000an, Koran Republika dengan Resonansi dari Tahun 1993-2022 dan Chart-Chart Lagu di Clear Top 10, Chart NewsMusik dan Ampuh di Beberapa Majalah dan Tabloid Semacam Fantasy NewsMusik, Gadis, Kawanku, Hai dan Aneka Yess. Demikian Catatan yang Aku Buat Hari Ini, Yang Penting Hubungan Antara Jawa Pos dan Tempo jadi Lebih Bagus Tuh...
Rabu, Januari 25, 2023
Kedatangan Sholat Jumat dan Khutbah Jumat Pakai Tongkat
Salam 3 Rajab, Nah, 2 Hari Lagi Kita Sudah Masuk Hari Jumat, jadi Semua Cowok-Cowok Bisa datang Ke Masjid untuk Melaksanakan Sholat Jumat Setiap Jumat. Mari Kita Bahas Keduanya...
Setiap Jumat, Umat Muslim yang Lelaki Tampan Itu Bersegera Melaksanakan Sholat Jumat. Seandainya, Orang yang Mau datang ke Masjid yang Dijadikan Sholat Jumat dari yang Pertama bisa Mendapatkan Unta, yang Kedua dapat Sapinya, yang Ketiga, Kambingnya, yang Keempat, ada Ayam jadi Hadiah dan yang Terakhir, Telor! Bahkan, Malaikat Datang di Masjid untuk Mendengarkan Khutbah Jumat yang Memakai Tongkat oleh Sang Khatib. Itulah Cerita dari Musnad Imam Ahmad yang Mengenai Datang Jumatan dengan Unta, Sapi, Kambing, Ayam dan Telor kayaknya. Walaupun, Banyak Orang yang Datang Jumatan, Tapi Ada Malaikatnya yang Mencatatnya dan Ada Khutbah yang Didengar Malaikat, Malahan Khotib yang Didengar dari Malaikat Itu Memegang Tongkat saat Khutbah Sebelum Sholat Jumat, tapi Apakah Ada Sunnahnya? Yuk Kita Simak Penjelasan Keduanya.
Datangnya Sholat Jumat Itu, Ada Macam-Macam. Ini Penjelasan dari Musnad Imam Ahmad yang Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu:
"Nabi SAW Bersabda, Jika Tiba Hari Jumat, Maka Para Malaikat berdiri di Pintu-Pintu Masjid, Lalu mereka Mencatat orang yang datang lebih awal Sebagai yang Awal. Perumpamaan Orang yang datang paling awal untuk Melaksanakan Sholat Jumat adalah Seperti orang yang Berkurban Unta, Kemudian yang Berikutnya seperti Orang yang Berkurban Sapi, dan yang Berikutnya Seperti Orang yang Berkurban Kambing, Yang Berikutnya lagi Seperti Orang yang Berkurban Ayam, Kemudian yang Berikutnya Seperti Orang yang Berkurban Telur. Maka, Apabila Imam Sudah Muncul dan Duduk Diatas Mimbar, Mereka Menutup Buku Catatan Mereka dan Duduk Mendengarkan Dzikir (Khutbah)."
Walaupun Imam Muncul dan Duduk Karena Mendengarkah Khutbah yang Memakai Tongkat, Bisa Jadi Sunnahnya, Karena Orang Orang yang Datang ke Tempat Sholat Jumat Itu Berkurban dengan Banyak Sekali. Penjelasan Tentang Imam Muncul dan Mendengarkan Khutbah Jumat Memakai Tongkat yang Ditulis Diatas Berdasarkan Pernyataan atau Komentar dari Hadis atau Riwayatnya Sunan Abi Dawud Tentang Sunnahnya Memakai Tongkat Saat Imam Melaksakan Khutbah Jumat yang Didengar Banyak Malaikat di Masjid.
Dari Syu'aib bin Juraidj at-Tha'ifi ia Berkata : "Kami Menghadiri Sholat Jumat pada Suatu Tempat Bersama Rasulullah SAW, Maka Beliau Berdiri Berpegangan pada Sebuah Tongkat atau Busur" (HR Abu Dawud 824)
Menurut Pernyataan Diatas Tadi, Memegang Tongkat Saat Khutbah Jumat yang Didengar Banyak Malaikat yang Menutup Catatan yang Dikutip dari Musnad Imam Ahmad yang Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu adalah Sunnah. Sunnah Tersebut Bisa Seperti Sunnah Sunnah Rasul lainnya, Seperti Tahajjud, Membaca Al Quran Setiap Harinya, Dzikir Setelah Sholat, Menjaga Sholat Rawatib, Dzikir Pagi dan Sore, Jangan Tinggalkan Masjid, Menjaga Sholat Dhuha, Jaga Sedekah Tiap Hari, Menjaga Wudhu dan Amalkan Istighfar ditambah Puasa Senin dan Kamis! Bukan Cuma Itu, ada Juga Pernyataan dari Imam Syafi'ie dari Kitab Al Umm 1 Mengenai yang Sama.
Imam Syafi'i RA Berkata : "Telah Sampai Kepada Kami (Berita) Bahwa Rasulullah SAW Berkhutbah, Beliau berpegang Pada Tongkat. Ada yang Mengatakan, Beliau Berkhutbah dengan Memegang Tongkat Pendek dan Anak Panah. Semua benda-benda itu Dijadikan Tempat Bertumpu. Ar-Rabi' Mengatakan dari Imam Syafi'i dari Ibrahim, dari Laits dari 'Atha', bahwa Rasulullah SAW jika Berkhutbah Memegang Tongkat Pendeknya untuk Dijadikan Pegangan." (Al Umm Juz 1 Hal. 272)
Pernyataan dari Imam Syafi'e diatas, Orang yang Membacakan Khutbah Jumat yang Didengar dari Banyak Malaikat Itu Menggunakan Tongkat Macam-Macam, seperti Tongkat Pendek, Anak Panah dan Lain-Lain. Ada Pernyataan Lagi yang Dibuat Sama Imam Ghazali.
"Apabila Muadzin Telah Selesai (Adzan), Maka Khatib Berdiri Menghadap ke Jama'ah Dengan Wajahnya. Tidak Boleh Menoleh ke Kanan dan ke Kiri. dan Kedua Tangannya Memegang Pedang yang Ditegakkan atau Tongkat Pendek Serta (Tangan yang Satunya Memegang) Mimbar. Supaya Dia Tidak Mempermainkan Kedua Tangannya. (Jikalau Begitu) atau Dia Menyatukan Tangan yang Satu dengan yang Lain." (Ihya Ulumuddin)
Menurut Subulus Salam Juz 2: "Hikmah Dianjurkannya Memegang Tongkat Adalah untuk Mengikat Hati (Agar Lebih Konsentrasi) dan Agar Tidak Mempermainkan Tangannya." Menurut Website Nu tahun 2008 silam:
"Jadi Seorang Khatib disunnahkan Memegang Tongkat Saat berkhutbah. Tujuannya, Selain Mengikuti Jejak Rasulullah SAW juga Agar Khatib lebih Konsentrasi dalam Membaca Khutbah".
Itu Tadi, Penjelasan Datangnya Orang yang Pergi Sholat Jumat dengan Berkurban Unta, Sapi, Kambing, Ayam dan Telor dan Hikmahnya Memakai Tongkat Ketika Khutbah Jumat ataupun Sholat Idul Fitri dan Adha. Jadinya Imam yang Mendengarkan Khutbah Jumat Memakai Tongkat dan Bisa Lebih Konsentrasi Karena Jadi Sunnah! Semoga Bermanfaat...
Sumber : iNews.id, assalam.id dan Republika.co.id
