Ayaa Nufus
Ayaa Nufus (yang memiliki nama lengkap Hayatun Nufus) adalah seorang pembawa acara berita (news anchor) dan jurnalis berkebangsaan Indonesia yang bergabung dengan iNews (iNews Media Group/MNC Media) sejak tahun 2020. Sebelum jadi Anchor, Beliau Ikut Lomba Putri Pariwisata Indonesia 2019. dan Pada 2026, Beliau Memandu Acara Rakyat Bersuara yang Menggantikan Aiman Witjaksono yang Sedang Berhaji pada Mei-Juni lalu.
Andromeda Mercury

Syahda Youstiza adalah seorang jurnalis, pembawa berita (news anchor), dan presenter yang bekerja di stasiun televisi yang dulunya berjargon "Memang Beda", TV One. Ia dikenal luas melalui penampilannya sebagai pembawa acara dalam program berita olahraga dan buletin berita di Stasiun TV ini. Dilahirkan pada 27 Januari 2001 dan mulai bekerja di TV One sekitar 2022/23.
Putri Windasari

Penggunaan blazer oleh presenter berita perempuan di stasiun televisi seperti tvOne (Indonesia) dan TV3 (Malaysia) bukanlah suatu kebetulan. Gaya busana ini merupakan standar industri yang dirancang dengan mempertimbangkan etika penyiaran, citra profesional, dan kepraktisan teknis di dalam studio.
Berikut adalah alasan utama mengapa pakaian terbuka seperti tank top, camisole, atau pakaian tanpa lengan selalu ditutupi dengan blazer saat siaran berita:
1. Etika Penyiaran dan Norma Budaya
Indonesia dan Malaysia memiliki regulasi penyiaran yang ketat terkait kesopanan, terutama untuk program jurnalistik dan berita yang ditonton oleh semua kalangan umur.
Di Indonesia, pedoman ini diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Di Malaysia, terdapat regulasi ketat dari lembaga terkait mengenai tata cara berpakaian di televisi publik.
Pakaian yang terlalu terbuka (seperti strapless atau belahan dada rendah) melanggar standar kesopanan televisi di kedua negara ini. Blazer berfungsi sebagai penutup yang elegan untuk memastikan penampilan presenter tetap sopan dan mematuhi aturan lembaga penyiaran.
2. Kredibilitas dan Profesionalisme
Program berita adalah program yang serius dan berwibawa. Pakaian yang dikenakan oleh seorang pembawa berita (news anchor) harus mencerminkan otoritas, kecerdasan, dan profesionalisme.
Psikologi Pakaian: Blazer memiliki potongan terstruktur yang secara universal diakui sebagai pakaian bisnis atau formal.
Mengenakan blazer membantu penonton melihat sang presenter sebagai sosok yang kredibel dan dapat dipercaya dalam menyampaikan informasi penting.
3. Fokus pada Pesan, Bukan Penampilan
Tujuan utama dari siaran berita adalah menyampaikan informasi. Jika seorang presenter mengenakan pakaian yang terlalu terbuka, mencolok, atau tidak lazim, hal itu dapat menjadi distraksi (gangguan visual) bagi penonton. Blazer memberikan siluet yang rapi, netral, dan seragam, sehingga perhatian penonton tetap tertuju pada berita yang disampaikan, bukan pada apa yang dikenakan oleh presenter.
4. Efisiensi Departemen Wardrobe (Tata Busana)
Dari sisi operasional pertelevisian, menggunakan pakaian dalam (seperti tank top atau camisole) yang dipadukan dengan blazer adalah trik wardrobe yang sangat efisien.
Fleksibilitas (Mix and Match): Penata busana dapat menciptakan puluhan gaya berbeda hanya dengan menukar warna blazer dan warna inner (pakaian dalam).
Tank top atau camisole sebenarnya tidak dimaksudkan sebagai pakaian utama dalam konteks ini, melainkan hanya sebagai lapisan dasar (base layer) agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan bahan blazer yang terkadang kaku.
5. Faktor Teknis Studio (Suhu dan Audio)
Kondisi di dalam studio berita sangat mempengaruhi pemilihan pakaian:
Suhu Studio: Studio televisi menggunakan lampu sorot yang sangat banyak dan panas. Untuk mencegah peralatan kepanasan (overheating), AC di studio biasanya diatur pada suhu yang sangat dingin. Pakaian berlapis (inner tipis penyerap keringat dipadu dengan blazer) menjaga presenter agar tidak kedinginan karena AC, tetapi juga tidak terlalu berkeringat jika terkena panas lampu.
Pemasangan Mikrofon: Presenter berita menggunakan mikrofon jepit (clip-on/lapel mic). Kerah atau ujung kerah (lapel) pada blazer memiliki struktur kain yang keras dan stabil, menjadikannya tempat paling ideal untuk menjepit mikrofon agar suara stabil dan kabelnya mudah disembunyikan di balik jas, dibandingkan jika dijepit pada pakaian berbahan tipis seperti kaus atau tank top.
Secara singkat, pakaian terbuka yang dikenakan di dalam blazer tersebut hanyalah pakaian dasar (inner) untuk kenyamanan sang presenter. Blazer luarnya adalah seragam sesungguhnya yang berfungsi menjaga kesopanan, mematuhi hukum penyiaran lokal, dan memancarkan aura profesional.
Jika skenario tersebut terjadi—di mana seorang presenter berita perempuan tampil di layar kaca hanya dengan pakaian dasar (inner) seperti tank top, camisole, atau pakaian tanpa lengan karena tidak memakai blazer—akan ada konsekuensi yang sangat terstruktur, baik secara teknis produksi maupun regulasi.
Berikut adalah penjabaran dari apa yang akan terjadi jika situasi tersebut berlangsung saat siaran langsung (On-Air) maupun setelah siaran selesai (Off-Air):
1. Jika Terjadi Saat Siaran Berita Berlangsung (On-Air)
Stasiun televisi seperti tvOne dan TV3 memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sangat ketat. Jika terjadi keadaan darurat di mana blazer tidak bisa dipakai (misalnya terkena noda parah, robek, atau ritsleting rusak) tepat sebelum siaran, atau terlepas saat siaran, tim produksi akan melakukan tindakan berikut:
Tindakan Darurat dari Control Room (Ruang Kendali): Sutradara televisi (Program Director) akan segera mengalihkan gambar. Kamera tidak akan menyorot presenter secara penuh. Penonton hanya akan melihat grafis berita, B-roll (video liputan), atau langsung dipotong ke jeda iklan (commercial break) hingga presenter mengenakan pakaian yang sesuai.
Penggunaan Sudut Kamera Alternatif: Jika siaran harus tetap berlanjut, kamera akan diatur dengan pengambilan gambar yang sangat ketat (tight close-up), misalnya hanya menyorot dari leher ke atas, sehingga pakaian yang tidak sesuai standar tidak terlihat oleh penonton.
Sanksi Teguran dari Lembaga Penyiaran: Jika gambar pakaian terbuka tersebut terlanjur tayang, stasiun televisi pasti akan mendapat surat teguran keras. Di Indonesia, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan memanggil perwakilan stasiun TV karena melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Di Malaysia, teguran serupa akan datang dari otoritas penyiaran setempat.
Sanksi Internal: Presenter, Produser, dan tim Wardrobe (penata busana) akan menghadapi evaluasi internal dari manajemen (HRD) karena dianggap lalai menjaga citra program berita, yang dapat berujung pada peringatan tertulis hingga skorsing.
2. Jika Terjadi Setelah Siaran Selesai (Off-Air)
Apa yang terjadi setelah kamera dimatikan dan siaran selesai adalah hal yang sangat berbeda, karena sudah masuk ke ranah di balik layar (behind the scenes).
Di Dalam Studio atau Ruang Rias (Area Privat): Sangat wajar dan normal bagi presenter untuk langsung melepas blazer mereka setelah siaran selesai. Blazer seringkali kaku dan tidak nyaman dipakai terlalu lama. Berjalan-jalan di area ruang rias atau ruang istirahat mengenakan tank top, kaus lengan pendek, atau camisole (yang merupakan inner mereka) adalah pemandangan biasa bagi para kru televisi. Area ini adalah ruang kerja privat yang tidak disorot untuk publik.
Di Area Publik Stasiun TV: Saat presenter meninggalkan studio dan berjalan ke kantin atau area lobi stasiun TV, mereka biasanya akan mengenakan kembali pakaian kasual pribadi mereka (bisa berupa kemeja, jaket, atau kaus biasa).
Di Kehidupan Pribadi dan Media Sosial: Setelah jam kerja selesai, cara presenter berpakaian sepenuhnya adalah hak pribadi mereka. Banyak presenter berita yang terlihat mengenakan pakaian kasual tanpa lengan saat sedang berlibur atau berolahraga di unggahan media sosial mereka. Namun, karena mereka adalah wajah publik dari program berita yang serius, mereka biasanya tetap memiliki klausul kontrak untuk menjaga citra positif agar tidak terlibat kontroversi yang merugikan stasiun televisi.
Kesimpulan
Dalam industri pertelevisian, pakaian seperti tank top atau camisole di lingkungan studio berita murni difungsikan sebagai pakaian dalam fungsional (base layer). Oleh karena itu, tampil total tanpa blazer di depan kamera saat siaran berita adalah sebuah insiden teknis yang akan langsung dicegah oleh sistem produksi pertelevisian berlapis, bukan sesuatu yang akan dibiarkan tayang begitu saja.
Kehidupan seorang presenter televisi di luar layar kaca pada dasarnya sama dengan masyarakat umum. Harus dipahami bahwa setelah siaran selesai, mereka kembali menjadi individu biasa (warga sipil) dengan kehidupan pribadi masing-masing.
Secara realita, para presenter biasanya membawa baju ganti yang nyaman atau setidaknya mengenakan jaket/kardigan kasual saat keluar dari studio. Namun, jika kita menggunakan skenario di mana mereka langsung bepergian hanya dengan pakaian dasar (seperti tank top, pakaian tanpa lengan, atau crop top) setelah melepas blazer, berikut adalah gambaran logis dan realistis dari apa yang akan terjadi di berbagai lokasi tersebut:
1. Mampir ke Mall (Hangout & Makan di Restoran)
Norma Sosial: Mengenakan pakaian kasual seperti tank top atau pakaian tanpa lengan di pusat perbelanjaan (mall) atau restoran adalah hal yang sangat lumrah dan tidak melanggar aturan publik mana pun.
Faktor Figur Publik: Hal utama yang mungkin terjadi adalah mereka akan dikenali oleh masyarakat. Sebagai wajah publik yang sering muncul di TV, mereka mungkin akan disapa atau dimintai foto oleh penggemar.
Citra: Penonton televisi masa kini sudah sangat cerdas dan bisa membedakan antara "seragam kerja" (blazer di TV) dan "pakaian santai" di waktu luang.
2. Mampir ke Pusat Kebugaran (Gym)
Sangat Sesuai Konteks: Pakaian seperti tank top, crop top, atau pakaian tanpa lengan adalah pakaian wajib di pusat kebugaran.
Di tempat ini, pakaian tersebut tidak dilihat sebagai sesuatu yang "terbuka" dalam konteks negatif, melainkan sebagai activewear (pakaian olahraga) fungsional yang menyerap keringat dan memberikan keleluasaan bergerak. Ini adalah pemandangan yang 100% normal.
3. Liburan Sejenak
Pakaian tanpa lengan, camisole, atau strapless adalah busana standar untuk liburan, terutama jika destinasi mereka adalah daerah tropis, pantai, atau resor.
Banyak presenter berita yang secara terbuka membagikan momen liburan mereka di media sosial mengenakan pakaian musim panas yang kasual. Ini sepenuhnya merupakan hak pribadi mereka di luar jam kerja.
4. Mampir ke Klub Malam
Aturan Berpakaian (Dress Code): Klub malam justru sering memiliki aturan berpakaian yang lebih membebaskan pengunjungnya untuk mengenakan pakaian seperti strapless dress, tank top, atau pakaian bergaya pesta. Secara teknis, pakaian mereka akan sangat membaur dengan pengunjung lain.
Konsekuensi Citra: Sebagai jurnalis atau presenter televisi berita, mereka biasanya dituntut oleh kontrak stasiun TV untuk menjaga citra positif. Meskipun pergi ke klub malam adalah hak pribadi, mereka umumnya akan lebih berhati-hati menjaga perilaku untuk menghindari liputan paparazzi, gosip, atau rekaman kamera dari pihak luar yang dapat disalahartikan dan berdampak pada kredibilitas mereka sebagai pembawa berita.
5. Kembali ke Ruang Redaksi TV Berita
Ini adalah satu-satunya skenario di mana pakaian terbuka akan menjadi masalah.
Aturan Kantor: Ruang redaksi (newsroom) adalah lingkungan perkantoran profesional. Mayoritas stasiun TV seperti tvOne atau TV3 memiliki aturan berpakaian (dress code) internal untuk karyawannya (biasanya business casual atau smart casual).
Teguran: Jika seorang presenter kembali ke meja kerjanya di ruang redaksi hanya mengenakan camisole atau tank top tipis tanpa penutup luar, mereka biasanya akan ditegur oleh atasan (Produser Eksekutif atau HRD) karena melanggar etika berpakaian kantor. Oleh karena itu, jika mereka melepas blazer, mereka pasti akan menggantinya dengan kemeja, kardigan, atau jaket selama masih berada di area kerja.
6. Mampir ke Lokasi Syuting Iklan Komersial / Drama
Pakaian apa pun yang mereka kenakan saat tiba di lokasi syuting (disebut sebagai arrival outfit) sama sekali tidak masalah.
Begitu tiba di lokasi syuting iklan atau drama, mereka akan langsung masuk ke ruang rias dan mengganti pakaian mereka sepenuhnya dengan kostum yang sudah disiapkan oleh penata busana (wardrobe stylist) dari tim produksi iklan/drama tersebut.
7. Kembali ke Rumah Masing-Masing
Ini adalah ranah privat. Saat berada di dalam mobil pribadi atau tiba di rumah, mereka memiliki kebebasan mutlak untuk mengenakan apa pun yang membuat mereka nyaman, termasuk tank top atau kaus santai. Tidak ada aturan penyiaran maupun norma publik yang berlaku di dalam ranah pribadi.
Ringkasan Fakta
Pakaian "terbuka" yang tidak ditutupi blazer bukanlah sebuah pelanggaran hukum atau moral jika dikenakan di ruang publik yang tepat (mall, gym, tempat liburan). Aturan ketat mengenai pakaian presenter televisi hanya berlaku saat mereka sedang bersiaran (On-Air) dan berada di dalam lingkungan kantor redaksi. Di luar itu, presenter berita memiliki kebebasan yang sama seperti masyarakat pada umumnya dalam berekspresi melalui gaya busana mereka.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar