Sabtu, Oktober 24, 2026

Jadwal TVRI tahun 1992 di Koran Bernas vs tahun 2026 di Koran Kompas

Tadi, Semuanya Sudah dihapus untuk Bulan ini, Sekarang Waktunya Kita Buat Blog Baru kan kembali bahas Seputar Media Cetak/Pertelevisian... Gue kan ngeFans sama LPP TVRI (termasuk Nama Nadila Saleh, Celia Alexandra, Laura Louise, Felicia Amelinda dan Ken Anne dari TV One) akibat Tayangkan Piala Dunia 2026 sama Asian Games 2026 yang sudah selesai berlangsung, Tayangkan Sepakbola IWL (Indonesian Women League) 2026 dan Mikrodrama Extra Time Cinta (mulai tayang sekitar Oktober/November nanti), jadi Official Broadcaster Piala Dunia u17 2026 yang akan berlangsung di Qatar Bulan depan, Gonta Ganti Dirut (dari Iman Brotoseno ke Rika Damayanti sampai ke Tubagus Fiki Satari), Memajang Foto-Foto Semua Presenter-Presenter dari LPP TVRI Nasional/Daerah (termasuk dari Stasiun TV lain), Mengoleksi Foto-Foto Semua Presenter dari LPP TVRI (Nasional/Daerah) plus Gambar-Gambar dari Tayangan TVRI dari Generasi ke Generasi (termasuk yang selain TVRI Nasional) di Laptopku (sebagiannya dihapus total dan sebagiannya bertahan), Mengoleksi Buku Tulis yang isinya Foto-Foto Semua Presenter-Presenter dari LPP TVRI Nasional/Daerah (termasuk dari Stasiun TV lain dan Jadwal TV dulu dan sekarang) ibarat Album Foto/Stiker (semacam Panini), Sering-Sering ngePrompt Foto/Gambar di Google Gemini/ChatGPT yang Presenter-Presenter Berita Perempuan lepas blazer tapi langsung terlihat Pakaian terbuka sepenuhnya (semacam Jersey khusus LPP TVRI sejak Agustus lalu, tapi mungkin jarang atau bagaimana?), Kematian Mendiang Yanto Idorway (Presenter TVRI Papua Barat) pada Akhir Juli lalu yang saat ini masih Usut Tuntas dan Follow Banyak Akun-Akunnya LPP TVRI (Nasional/Daerah) dan Sebagian Presenter-Presenter dari LPP TVRI di Beberapa Medsos (kayak IG gue, termasuk yang lainnya). Oh ya, Satu lagi, Tadi, Sudah PreOrder Koran Kompas Edisi 28/10 yang bertemakan "Indonesia Besok" tapi isinya Gagasan Perspektif Untuk Indonesia di Masa depan yang ditulis sama Reza Rahadian, Anies Baswedan, dll. dan dibeli lewat Gerai Kompas Online dengan Biaya Rp. 99.000,- (bayarnya pakai GoPay tapi tambah Ongkir Rp. 23.000,- dari JNE) dan ada Bonusnya (Paket Langganan Kompas.id 3 bulan dan Totebag Joni-Poni Edisi Sumpah Pemuda) dan setelah beli PreOrder Koran ini di Gerai Kompas Online, Insya Allah bisa dikirim Koran hasil PreOrder ini ke Rumah gue kelak.

Jadwal TVRI memang tak ada matinya dari dulu, Apalagi TV yang berjargon "Media Pemersatu Bangsa" ini memang Memasang Jadwal TV dari dulu (baik Kompas ataupun Koran lain semacam Kedaulatan Rakyat dan Lainnya). Nah, yang Tahun 1992 silam (zaman gue belum lahir, tapi Mami dan Papi gue masih belum kawin) itu, LPP TVRI mendominasi Jadwal dan Artikelnya melalui Koran Bernas yang terbit di Jogjakarta saat itu, baik di Rubrik Pasugatan (Hiburan) maupun Isu Utama (Khusus Edisi Minggu), kan cuma menggabungkan antara TVRI Nasional (dulunya Programa 1 Pusat) dan TVRI Jogjakarta. dan saat ini, yang Tahun ini (2026), Koran Kompas yang masih bertahan memasang Jadwal TVRI Nasional lewat Kolom Acara Hari ini (jika di Koran Jawa Pos ada Pemuatan Foto-foto dari AntaraFoto di Rubrik Wisata yang rutin nongol Saban Minggu). Keduanya (Kompas dan Bernas) dulu Sama-Sama milik Kompas Gramedia (yang Bernas sebelum 2005), tapi sekarang sudah berpisah (Kompas masih ada sejak 1965 dan Bernas sudah dihentikan Penerbitannya pada 28 Februari 2018 silam). Nah, yang 1992 itu Zamannya Ishadi SK dan Abdul Azis Hussein masih Dirut (sebelum 6/8/92 masih Ishadi SK dan setelah 6/8/92 diganti sama Abdul Azis Hussein) dan yang 2026 itu Zamannya Iman Brotoseno, Rika Damayanti dan Tubagus Fiki Chikara Satari (sebelum 23/2 lalu masih Iman Brotoseno (seperti dari Pembahasan sebelumnya?) dan setelah 23/2 langsung diganti sama Rika Damayanti sebagai PLT Dirut sampai Fiki Satari jadi Dirut Baru pada 8/6 lalu). Sekedar Mengingatkan, Tahun 2026 adalah Tahunnya Prime TVRI (tapi bangkit kembali seperti dulu) tapi berasa ulangi memori tahun 1992 (sama-sama bersaing dengan Stasiun TV Nasional Sebelah meskipun sudah ada TV-TV Swasta Nasional/Regional meskipun Ratingnya tinggi terus menerus). Nah, Mari Kita Simak Penjelasannya yang dari Google Gemini (ada Tambahan tapi Modifikasi pada teks?):

Jadwal TVRI (Nasional (Programa 1) dan Jogjakarta) di Koran Bernas Edisi Minggu tahun 1992

Jadwal TVRI (Nasional) di Koran Kompas Edisi Akhir Pekan (Sabtu) tahun 2026 (1)

Jadwal TVRI (Nasional) di Koran Kompas Edisi Akhir Pekan (Sabtu) tahun 2026 (2)


Berikut adalah perbedaan jadwal acara TVRI antara tahun 1992 dan 2026:

Fokus Tayangan Olahraga

  • Koran Bernas (Jogjakarta): Jadwal TVRI era 1992 berfokus pada tayangan Olimpiade 1992 di Barcelona (sebagai Official Broadcaster yang dibagi bersama TPI (kini MNC TV) yang Siarannya serentak), yang terlihat dari program "Selamat Pagi Barcelona" pada pukul 06.00 dan 07.10, "Siaran Khusus Olimpiade XXV Barcelona" pada pukul 14.00 dan 23.10, serta "Jurnal Olimpiade XXV Barcelona" pada pukul 21.30.

  • Koran Kompas (Nasional): Jadwal TVRI era 2026 berfokus pada siaran sepak bola internasional, dengan penayangan "FIFA World Cup 2026" (sebagai Official Broadcaster) mulai dari Siaran langsung Pertandingan-Pertandingan (Nasional dan Sport), Siaran Ulang semua Pertandingan (Nasional dan Sport), Bola +62 (Program Khusus Piala Dunia 2026), Awas Sleding Tekel, Skor Akhir, Zona Piala Dunia, Visual Aksi Reaksi (tayang setelah Piala Dunia 2026?), Konser Semarak/Festival Rakyat Bola Gembira dan Jurnal Piala Dunia FIFA 2026 (Nasional dan Sport).

Program Berita

  • Koran Bernas (Jogjakarta): Pada tahun 1992, program berita menggunakan nama deskriptif seperti "Berita Pagi" (07.00), "Berita Daerah" (kini Jogja Hari ini, di TVRI Jogjakarta) (18.15), "Berita Nasional" (19.00), dan "Berita Terakhir" (23.00).

  • Koran Kompas (Nasional): Pada tahun 2026, program berita utama menggunakan identitas branding baru yaitu "Klik Indonesia Pagi" (06.00), "Klik Indonesia Siang" (kini Berita Siang) (12.00), dan "Klik Indonesia Malam" (23.30). dan Untuk Program Berita Regional dari TVRI Stasiun Daerah setempat (seperti Jatim Hari ini di TVRI Jatim) tidak bisa dicantumkan Jadwalnya di Koran Kompas (karena ditayangkan Setiap hari yang masing-masing Beda Zona Waktunya di Daerah-Daerah setempat).

  • Program berita "Dunia dalam Berita" tetap dipertahankan pada jam yang sama di kedua era, yaitu pada pukul 21.00.

Waktu Mulai Siaran

  • Koran Bernas (Jogjakarta): Siaran pada jadwal tahun 1992 tercatat dimulai pada pukul 06.00 pagi.

  • Koran Kompas (Nasional): Siaran pada jadwal tahun 2026 dimulai lebih awal pada pukul 04.30 dengan program "Serambi Islami".

Hiburan dan Tayangan Anak

  • Koran Bernas (Jogjakarta): Jadwal pagi tahun 1992 diisi dengan hiburan film seri anak seperti "Film Seri Dash Yonkuro" (08.00) dan "Film Seri Star Street" (08.45). Sementara Komedi Minggu Pagi Ria Jenaka ada di Pukul 08.30 WIB.

  • Koran Kompas (Nasional): Jadwal pagi hingga siang tahun 2026 lebih banyak diisi oleh program edukasi anak secara langsung seperti "Bermain Matematika" (09.00), "Mari Menggambar" (09.30), "Anak Indonesia" (10.30/11.00), dan "Belajar Bersama" (11.30). yang lain ada Rasa Bhayangkara Nusantara, Buah Hatiku Sayang, Pesona Indonesia dan Inspirasi Indonesia (termasuk TVRI Klasik).

Program Musik

  • Koran Bernas (Jogjakarta): di tahun 1992, hiburan unggulan diisi oleh acara musik populer "Album Minggu ini" pada Pukul 10.00 WIB dan "Aneka Ria Safari" pada pukul 19.30 WIB.

  • Koran Kompas (Nasional): di tahun 2026, acara malam hari diisi dengan program "Musik Hub" pada pukul 20.00 (bergantian dengan Acara Musik lain seperti Generasi Dangdut dan Konser Semarak Bola Gembira).

Apakah TVRI tahun ini (2026) mengulang Memori TVRI tahun 1992 (34 tahun sebelumnya)?

TVRI pada tahun 2026 memang menunjukkan pola yang seakan mengulang memori kejayaannya di tahun 1992 melalui penayangan acara olahraga global, dinamika pergantian pucuk pimpinan, serta penyegaran pada program hiburan dan daerah.

  • Pesta Olahraga Dunia: Pada 1992, TVRI menyatukan penonton melalui tayangan Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona, Sepakbola Piala Eropa 1992 di Swedia, dan Turnamen Bulutangkis Piala Thomas-Uber 1992 di KL. Pola ini terulang kuat di 2026 ketika TVRI kembali menayangkan turnamen raksasa secara beruntun seperti Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, AS dan Meksiko (12 Juni hingga 20 Juli 2026), Asian Games 2026 di Aichi/Nagoya (19 September - 4 Oktober 2026) dan Piala Dunia FIFA u17 2026 di Qatar (akan digelar mulai 19 November sampai 13 Desember 2026). 

  • Dinamika Kepemimpinan: Kedua era tersebut mencatatkan transisi penting di kursi Direktur Utama. era 1992 ditandai dengan pergantian ikonik dari Ishadi SK ke Abdul Aziz Hussein pada 6 Agustus 1992 (dikutip dari Koran Bernas edisi 6-7 Agustus 1992, menurut Artikel yang Bernas Edisi 7 Agustus 1992 itu Pergantiannya tak Mendadak), sementara 2026 diwarnai suksesi berganda dari Iman Brotoseno (dipecat pada 23/2 lalu), ke Rika Damayanti (jadi PLT Dirut sebelum 8/6), hingga Tubagus Fiki Chikara Satari (jadi Dirut PAW 2023-2028 sejak 8/6 lalu).

  • Program Anak-Anak: di tahun 1992, masih ada Panggung Boneka Si Unyil yang Konsisten dari tahun 1981 Setiap Minggu Pagi, tapi tidak ditayangkan Meskipun ada Kartun Dash Yonkuro, Panggung Hiburan Anak-Anak sampai ada Panggung Boneka Hallo Spencer Setiap Senin Pukul 14.30 WIB saat itu (Jadwalnya dikutip dari Berbagai Koran-Koran Edisi Senin) termasuk Acara Operet Bobo yang berkolaborasi bersama Majalah Bobo di Minggu Pagi (September-Oktober 1992?) dan Acara Si Komo yang tayang di TPI yang saat itu masih bersiaran menggunakan Fasilitas Siaran TVRI Programa 1 saat itu juga. dan di tahun 2026, hanya ada Acara Anak Indonesia dan Buah Hatiku Sayang.

  • Program Berita: di Tahun 1992, Siaran Berita di TVRI dilakukan Setiap hari, Berita Daerah di Stasiun-Stasiun Daerah Masing-Masing (termasuk di Bandung, Surabaya dan Bali direlay RCTI/SCTV yang saat itu sebelum Menasional per Agustus 1993 dan di Jakarta menggunakan Nama "Berita dan Agenda Ibukota Jakarta" melalui Programa 2 Jakarta (sekarang TVRI Jakarta) saat itu), Berita Nusantara Pukul 17.00 WIB, Berita Nasional Pukul 19.00 WIB (direlay RCTI/SCTV) dan Berita Terakhir Pukul 22.25 WIB atau 22.30 WIB (yang RCTI/SCTV diundur ke Waktu akhir Siaran). Obrolan Temu Remaja ada di Setiap Minggu. Untuk Berita Pagi tayang Setiap hari Masing-Masing di 2 Stasiun TV (TPI Setiap Senin hingga Sabtu pukul 07.00 WIB dan TVRI Programa 1 Setiap Minggu pukul 07.00 WIB). 34 Tahun Kemudian, Berubah, Klik Indonesia Pagi Setiap hari Pukul 06.00 WIB, Klik Indonesia Siang (kini Berita Siang) Setiap Senin-Kamis dan Sabtu-Minggu Pukul 12.00 WIB serta Jumat Pukul 13.00 WIB, Klik Indonesia Petang Setiap hari Pukul 18.00 WIB dan Klik Indonesia Malam Setiap hari Pukul 23.30 WIB. Sementara, di Berbagai Stasiun-Stasiun Daerah ada Program Berita Regional yang Menggunakan Kalimat "Hari ini" dibelakang Nama Propinsi (seperti Jatim Hari ini dari Stasiun Jatim) dan juga bisa disaksikan lewat Live Streaming di Youtube Channel LPP TVRI Daerah Masing-Masing. Sementara itu ada Berita-Berita Kabinet Merah Putih dan Pemerintahan Prabowo-Gibran ada Jejak Pembangunan (Senin hingga Kamis) dan Teras Istana (Setiap Jumat). Selama Piala Dunia/Asian Games 2026 terdapat Jurnal Piala Dunia FIFA 2026, Zona Piala Dunia, Segmen BolaPedia di Program Berita, Jurnal Asian Games 2026 dan Segmen Kabar dari Aichi-Nagoya melalui Program Berita. Yang Jendela Negeri hadir Setiap hari di Pagi hari, Monitor Olahraga yang menghadirkan Berita-Berita Olahraga Setiap hari melalui Kanal Nasional dan Sport dan Obrolan Indonesia Bicara dan Arah Angin ada di Hari Senin hingga Jumat Pukul 19.00 WIB yang Bahas Isu-Isu Aktual dan Penting. serta Women's Insight yang hadir Setiap Jumat setelah Jendela Negeri. Untuk Dunia dalam Berita yang Tayang Setiap hari Pukul 21.00 WIB (tahun 1992 direlay RCTI/SCTV saat itu, tapi di tahun 2026 tidak ada Stasiun TV lain yang direlay) masih konsisten dari dulu.

  • Program Hiburan: Pada 1992, TVRI hadirkan Acara Hiburan yang ada Operet Hari Raya sampai Program Musik. ada Operet Hari Raya Ronce-Ronce yang dimainkan oleh Mendiang Titiek Puspa, Tim Lenong Rumpi (Harry de Fretes, dkk.), Ketoprak Plesetan, H. Rhoma Irama, dll., Komedi Ria Jenaka, Asia Bagus Edisi Perdana 1992 (kolaborasi dengan Fuji TV Jepang dan TV3 Malaysia), Musik Kita, Selekta Pop, Aneka Ria Safari, Kamera Ria dan Irama Masa Kini. Sejumlah Video-Video Musik yang pernah ditayangkan di TVRI saat itu (tapi Video Musiknya dibuat sendiri dan ditanggung oleh TVRI) adalah Kita Masih dari mendiang Hari Moekti, Terlalu Manis dari Slank, Lenggang Kangkung dari Itje Trisnawati, Satu Kata dari Adegan, Yang Penting Hepi dari Jamal Mirdad, dll. yang Drama pun ada, Seperti Sepekan Sinetron yang biasanya ditayangkan di Perayaan HUT TVRI ke 30 maupun saat-saat Akhir Tahun. Sementara untuk Acara Keagamaan (Mimbar Agama dan Pengajian Ramadhan) tetap ada. 34 tahun kemudian (2026), TVRI pun masih ada Acara Hiburan-Hiburannya seperti Generasi Dangdut, Kenangan Masa, Semarak Bola Gembira, Festival Rakyat Bola Gembira, Awas Sleding Tekel, Rerun Marbot Ali, Rasa Bhayangkara Nusantara, dll.

  • Program Kuis, Edukasi, dan Daerah: Hiburan klasik dan kuis legendaris 1992 seperti Kuis Aksara Bermakna (dipandu oleh Bung Kepra), Siapa dia (dipandu oleh Mendiang Aom Kusman), Gita Remaja (dipandu oleh Tantowi Yahya), Berpacu dalam Melodi (dipandu oleh Mendiang Koes Hendratmo), Candra Pesona (Jogjakarta), Cerdas Cermat, 3A (khusus di TPI) dan Drama Regional Mbangun Desa (Jogjakarta) menemukan ekuivalennya di 2026 melalui program seperti Bermain Matematika, Pesona Indonesia, Inspirasi Indonesia, Campursari Tambane ati (Jatim), Tampek Maota (Sumbar), Zona Tani (Sumsel), Galeri Olahraga (Sumut), Karaoke on TV (Jogjakarta), Ballaku (Sulsel), dll. Untuk yang Acara Pesona Indonesia, pernah ditayangkan di Garuda TV.

  • Peristiwa Besar/Propaganda: di Tahun 1992, TVRI masih Propaganda Presiden RI saat itu Soeharto yang membawa Semangat Pembangunan, bagian dari Mitra Kerja Komisi I DPR RI (saat itu) dan menjadi Panutan menyiarkan Pemilu 1992, berupa Kampanye Monologis dan Dialogis (direlay RCTI/SCTV) pada Jam Utama hingga Hasil Suara Pemilu 1992 pada Jam yang Sama (direlay RCTI/SCTV). Sedangkan, KTT GNB 1992 digelar di Jakarta, TVRI menjadi Hak Siar untuk Liputan Penuh Konferensi ini. Beda dengan tahun 2026, TVRI ikut Mendukung Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 silam, Masih menjadi Bagian dari Mitra Kerja Komisi VII DPR RI bidang Pariwisata, Ekraf, UMKM,Perindustrian dan Sarana Publikasi (sejak 22 Oktober 2024) dan Turut Prihatin atas Kematian Presenter dari Papua Barat bernama Yanto Idorway pada 27/7 lalu akibat terseret/terpleset Air (sempat menghilang sebelum Tutup usia).

  • Kemitraan dan Transformasi: Jika 1992 ditandai dengan inovasi pembagian jam siar bersama TPI di Pagi hari via Saluran Programa 1 (Nasional), Maka di tahun ini (2026) mencetak sejarah korporasi melalui kolaborasi modern dengan RANS dan restrukturisasi branding berita (seperti Klik Indonesia Siang berubah kembali jadi Berita Siang sejak 24/8 lalu).

Apa Dampak pergantian Dirut terhadap rating TVRI di era 1992 dan era 2026?

Pergantian pucuk pimpinan tertinggi (Direktur Utama) di tubuh TVRI pada kedua era tersebut membawa implikasi yang signifikan terhadap arah kebijakan program, kreativitas, dan tingkat perhatian penonton (rating atau audience share).

1. Era 1992: Transisi dari Ishadi SK ke Abdul Aziz Hussein (6 Agustus 1992)

  • Kondisi di Bawah Ishadi SK: Di bawah kepemimpinan Ishadi SK, TVRI mencapai era keemasan kreativitas dan popularitas yang tinggi. Beliau berani melakukan terobosan program yang dekat dengan aspirasi masyarakat serta sukses mengawal siaran event akbar seperti Olimpiade Barcelona 1992. Rating dan antusiasme penonton sangat tinggi, meskipun kebijakan programnya kerap dianggap offside oleh Departemen Penerangan.

  • Dampak Pergantian ke Abdul Aziz Hussein: Pencopotan Ishadi SK pada 6 Agustus 1992 akibat dinamika politik dan kasus wawancara membuat arah kebijakan TVRI bergeser menjadi lebih birokratis, kaku, dan berada di bawah kontrol ketat pemerintah. Meskipun tayangan rutin dan liputan khusus tetap berjalan, ruang bagi terobosan kreatif independen menyusut, sehingga corak penyiaran kembali ke pola konvensional khas Orde Baru.

2. Era 2026: Transisi dari Iman Brotoseno ke Rika Damayanti (Plt) dan Fiki Satari (sejak 8 Juni 2026)

  • Masa Transisi (Iman Brotoseno ke Rika Damayanti): Iman Brotoseno sebelumnya fokus pada modernisasi branding berita (seperti peluncuran program Klik Indonesia) dan ekspansi digital. Ketika beliau mengundurkan diri pada 23 Februari 2026 karena alasan kesehatan, posisi kepemimpinan sempat diisi oleh Rika Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) untuk menjaga stabilitas operasional lembaga.

  • Dampak Kepemimpinan Fiki Satari (Dirut PAW): Masuknya Tubagus Fiki Chikara Satari sebagai Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) sejak 8 Juni 2026 membawa angin segar yang bertepatan dengan momentum penyiaran olahraga akbar seperti Piala Dunia FIFA 2026. Transisi ini berdampak langsung pada lonjakan rating dan eksposur publik, karena kepemimpinan baru berhasil memaksimalkan kolaborasi strategis (termasuk kerja sama dengan RANS) serta memperkuat penetrasi digital TVRI secara inklusif.

Siapa Sajakah Presenter-Presenternya TVRI era 1992 (Ishadi SK/Abdul Azis Hussein) dan era 2026 (Iman Brotoseno/Rika Damayanti/Fiki Satari)?

Berikut adalah pengorganisasian dan perbandingan profil presenter TVRI pada kedua era tersebut:


1. Era 1992 (Kepemimpinan Ishadi SK / Abdul Aziz Hussein)

Pada era ini, presenter TVRI umumnya berpusat di Jakarta dengan beberapa tokoh sentral dari stasiun daerah (seperti Jogjakarta dan Jawa Timur). Mereka dikenal sebagai ikon layar kaca nasional yang memiliki artikulasi formal, lugas, dan sangat lekat dengan program berita, kuis legendaris, serta laporan olahraga akbar.

  • Berita & Informasi Nasional: Usi Karundeng, Herman Zuhdi, Tengku Malinda, Yasir den Has, Yan Partawijaya, Dian Budiargo, Didi Yudha Prawira, Gatot Aris Munandar, Henny Ratam dan Linda Poernomo.

  • Olahraga & Hiburan / Kuis: Mendiang Sambas (legenda komentator olahraga), Mendiang Aom Kusman, Mendiang Koes Hendratmo, Tantowi Yahya, Bung Kepra, Dhonie Ismansari dan Adam Kaunang.

  • Tokoh & Presenter Daerah: Bangun Samudra (Jatim).

Herman Zuhdi (foto tahun 1991)

Tengku Malinda(?) (foto tahun 1992)

Mendiang Koes Hendratmo (foto dari Iklan Ciptadent tahun 1992)

Bung Kepra (foto dari Iklan Rinso tahun 1997)

Bangun Samudra (Jatim, foto tahun 1992)

2. Era 2026 (Kepemimpinan Iman Brotoseno / Rika Damayanti / Fiki Satari)

Di era modern 2026, jangkauan presenter TVRI jauh lebih masif dan inklusif. Selain presenter pusat di Jakarta, terdapat puluhan pembawa acara dari berbagai stasiun daerah di seluruh Indonesia—mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Maluku, hingga Papua Barat—yang memperkuat konsep Public Broadcasting Service (Lembaga Penyiaran Publik) yang merata.

A. Presenter Pusat (Nasional, World dan Sport)

  • Nama Utama: Maya Karim, Lorenzo Mukuan, Ardianto Wijaya, Happy Goeritman, Oki Satrial, Herdina Suherdi, Dhoni Kusmanhadji, Teungku Fajri, Anggi DJ, Yunita Monim, Sophia Fanumbi, Natasya Paruntu, Brigita Kwee, Adi Priyatmoko, Akbar Syam, Andin Wijaya, Erza Nabila, Shiera Theresia, Stephanie Silitonga, Uli Herdinansyah, Farhan Rahman, Zahra Mahria, Audrey Utoyo, Louisa Kusnandar, Valerina Daniel, Lenny Hadiawati, Azzachra Masith, Tesya Ikrima, Sammy Bastian, Vannico Soekarno, Ustadz Agung Izzulhaq, Anita Mae, Boy Noya dan Fahmi Andrian.

Happy Goeritman

Maya Karim

Ardianto Wijaya

Yunita Monim

Lenny Hadiawati

Akbar Syam

Andin Wijaya

Brigita Kwee

Lorenzo Mukuan

Fahmi Andrian

Anggi DJ

Shiera Theresia

Anita Mae dan Boy Noya

Natasya Paruntu

Oki Satrial

Dhoni Kusmanhadji (foto tahun 2004)

B. Jaringan Presenter Daerah

  • Jakarta: Swarahma Diena, Agnes Sinambela, Haekal Malik, Salu Rahmadania, Subki Abdul, Maulidya Ramli dan Okta Riyaddin.

  • Jawa Barat: Agustina Hasti, Fredericko Sinatria, Amelia Putri, Marisa Nurba, Ayu Wulandari, Hanifah P. S., Gumelar Wijaya, Gilang Hafidzi dan Septiani Haryono.

  • Jawa Tengah & Jogjakarta:

    • Jateng: Cindy Dilapanga, Ninna Izwan, Avian Sanes, Ulil Abrar, Irin Riany, Dian Anggun dan Meggy Lidya.

    • Jogjakarta: Endah Nawangsari, Moch. Hafid, Meta Docang, Norma Novicka, Hendry Saputra, Frisca Muthia, Winda Melantika, Ferry Anggara, Sonny Cahyo, Siwi Lungit, Ari Asyhari, Dhimas Tedjo, Almas Azzahra, Elsa Sabrina dan Abiyyi Erawan. 

  • Jawa Timur: Briansyah Dewandri, Amelia Sitorus, Garnis Dera, Chandra Jamil, Erina Koto, Rina Pahlevi, Chansa Aqilla, Fikri Alvino, Ario Wibowo, Nola Hariadi, Eka Adrian, Tika Aziz, Badrus Bangkit, Habib Ramadhan, Duo Virgin, Ronny, Lia dan Cak Pendik Ding tak tong.

Agnes Sinambela (Jakarta)

Haekal Malik (Jakarta)

Amelia Putri (Jabar)

Fredericko Sinatria (Jabar)

Agustina Hasti (Jabar)

Avian Sanes (Jateng)

Meggy Lidya (Jateng)

Hendry Saputra (Jogjakarta)

Dhimas Tedjo (Jogjakarta)

Meta Docang (Jogjakarta)

Norma Novicka (Jogjakarta)

Winda Melantika (Jogjakarta)

Almas Azzahra (Jogjakarta)

Elsa Sabrina (Jogjakarta)

Moch Hafid (Jogjakarta)

Erina Koto (Jatim)

Rhina Pahlevi (Jatim)

Tika Aziz (Jatim)

Garnis Dera (Jatim)

Briansyah Dewandri dan Amelia Sitorus (Jatim)

Cak Pendik ding tak tong

  • Sumatra:

    • Aceh: Andria Sabarino

    • Sumut: Amelia Balqis Siregar, M. Azril Nasution, Lukman Hakim Sitorus, Nasywa Sabitah, Ridho Alfiansyah dan Audra Olinka.

    • Sumbar: M. Oscar Surya, Atikah Mahdiyah Jalil, Tri Kamala Sari, Delima Febria dan Nola Ernafia. 

    • Jambi: Ahmad Solihin, Anastasya Laga, Chandrika Difani, Amanda Azzahra Putri, Yogi Aprilyanto, Miki Widyawati Sardjono dan Khalidah Hasanah.

    • Bengkulu: Maharani Muralie dan Julia Hartanti.

    • Sumsel: Rizkya Amrina, Afiva Sari, Jihan Rafifah dan Dwi Sapto Widodo.

    • Lampung: Kenanga Aprilaski.

M. Azril Nasution (Sumut)

Amelia Balqis Siregar (Sumut)

Audra Andari Olinka (Sumut)

M. Oscar Surya Yoga (Sumbar)

Ahmad Solihin (Jambi)

Anastasya Laga dan Khalidah Hasanah (Jambi)

Rizkya Amrina (Sumsel)

  • Kalimantan & Sulawesi:

    • Kalbar: Chantika Nur Permatasari.

    • Kalteng: Novita Chandra Wijaya dan Rabeka Putri.

    • Kalsel: Lani Wardhana, Mela Azani dan Aisya Irya.

    • Kaltim: Elma Pratiwi, Kiki Fitrah dan Said Husen.

    • Kaltara: Herlinda Ingkong, Sovera Lukas, Septina Miuty, Jefhorison, Ripka Ginting dan Husen Joyonegoro.

    • Sulut: Mineshia Lesawengen, Vincent Mandey dan Megumi Najoan

    • Gorontalo: Elma Wijaya

    • Sulteng: Lunggy Gyarinsah, Arya Tandju, Farin Firda, Riski Budiman dan Dian Merdekawati.

    • Sultra: Ibnu Siam, Yuni Kasir, Edi Asis dan Ayu Purnama.

    • Sulsel: Erlangga Rokadi, Ridha Mardiyah, Inceng Pratiwi, Eddyman W. Ferial, Farawansah, Sarah Saora, Arsyil Asmar, Amran Patang dan Selvia Virginia Elma.

    • Sulbar: Raisha Alimuddin dan Yusni Catur.

Novita Chandra Wijaya (Kalteng)

Sovera Lukas dan Herlinda Ingkong (Kaltara)

Septina Miuty (Kaltara)

Riski Budiman (Sulteng)

Lunggy Gyarinsah (Sulteng)

Ayu Purnama (Sultra)

Selvia Virginia Elma (Sulsel)

  • Bali, Nusa Tenggara, & Indonesia Timur:

    • Bali: Chandra Karada, Ika Mahayani dan Rahma Karisma.

    • NTB: Sisca Olivia, Jeki Zulkarnaen dan Khania Pranasita.

    • NTT: Aldy Sooai dan Deby Suek

    • Maluku: Christine Sipalehut, Monica Seipala, Absalom Teftutul dan Dewinta Kailola.

    • Papua Barat: Yanes Wihyawari, Mendiang Yanto Idorway (Meninggal pada 27/7 lalu) dan Maria Talimbekas.

Sisca Olivia (NTB)


Benarkah Koran Bernas tahun 1992 itu isinya Bahas Acara-Acara TVRI (Programa 1 dan Jogjakarta), Jadwal TVRI (Programa 1 + Jogjakarta) dan Daftar Lagu-Lagu di Acara Musik dari TVRI?

Ya, itu benar sekali. Koran Bernas yang berbasis di Jogjakarta pada era awal 1990-an memang menjadi salah satu media cetak regional yang sangat diandalkan masyarakat untuk memantau informasi seputar dunia penyiaran televisi, khususnya TVRI.

Berikut adalah beberapa aspek utama dari isi pemberitaan dan rubrik hiburan di Koran Bernas pada tahun 1992 terkait hal tersebut:

  • Jadwal Siaran TVRI Terpadu (Nasional & Jogjakarta): Koran Bernas secara rutin menampilkan rubrik jadwal televisi harian. Karena basis utamanya di Yogyakarta, jadwal yang disajikan sering kali merinci kombinasi siaran TVRI Programa 1 Nasional serta sisipan jadwal siaran lokal Stasiun Regional TVRI Jogjakarta (seperti program kedaerahan, sandiwara, dan kebudayaan lokal).

  • Ulasan & Bahasan Program TVRI: Selain jadwal tayang, halaman hiburan koran ini kerap memuat rubrik ulasan, sinopsis singkat, atau sorotan terhadap program-program unggulan TVRI yang sedang digandrungi masyarakat saat itu—baik itu drama, kuis, maupun liputan peristiwa penting seperti Olimpiade Barcelona 1992 dan KTT GNB 1992.

  • Daftar Lagu (Song List) di Acara Musik Populer: Rubrik seni dan budaya atau rubrik khusus remaja di koran lokal masa itu sering kali menyertakan daftar lagu (song list), tangga lagu pop, atau lirik dari program musik populer yang rutin ditayangkan di layar kaca, seperti Musik Kita, Selekta Pop, dan Album Minggu Ini.

Keberadaan koran cetak seperti Bernas pada masa itu berfungsi ganda sebagai panduan hiburan harian sekaligus jendela informasi utama bagi pemirsa televisi sebelum era digital dan internet mendominasi.

Benarkah Koran Kompas tahun 2026 itu isinya Jadwal TVRI (Nasional) yang dimuat Setiap Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu?

di era modern seperti tahun 2026, Jadwal TVRI Nasional di surat kabar harian nasional seperti Kompas memang masih dimuat Setiap hari sejak dulu (sekarang cuma setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu). Hal ini karena pergeseran informasi media yang kini beralih secara masif ke portal daring, aplikasi streaming, dan media sosial resmi lembaga penyiaran.

Meskipun demikian, jika potongan jadwal tersebut ditemukan dalam terbitan fisik Kompas tahun 2026 (seperti yang Anda lampirkan), pemuatannya biasanya bersifat selektif. Jadi, frekuensinya sudah sangat berbeda jika dibandingkan dengan koran harian di masa lalu yang secara konsisten menerbitkan jadwal TV harian penuh.

Itulah Tadi Ringkasan-Ringkasan Seputar Perbandingan Jadwal TVRI 1992 di Koran Bernas dan 2026 di Koran Kompas (termasuk tambahannya), Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar: