Setiap Minggu, Bintang-Bintang Malaysia Menguji Keterampilan dalam Nyanyian yang Selalu Keras dan Kemampuan Jam Terbangnya, Apalagi kalau bukan Acara Nyanyian baru dari Malaysia, Yakni "The Hardest Singing Show". Acaranya Dipandu oleh 2 Pelawak dari 2 Negara Serumpun, Antara Nabil Ahmad dan Rina Nose serta Dewan Jurinya Seperti Edry, Rossa dan Zizan Razak. Sebelum Memulai Pertarungan, Salah Satu Selebritis yang Sempat Bertarung, Naim Daniel dinyatakan Gugur dan Tarik Diri. Sedangkan, Pada Pembukaan Konsernya, 9 Bintang mulai Bertarung, Seperti Aisha Retno, Zizi Kirana, Kaka Azraff, Datin Alyah, Putera Muhammad, Aepul Roza, Stacy Anam, Ayda Jebat dan Terakhir De Fam (Azira, Manggis dan Sophia). Ke-9 Bintang-Bintang tersebut Bakal Menyanyikan Lagu-Lagu Sendiri, Seperti Eh atau Nak Ke Tak Nak milik Zizi Kirana, WHUT dan Sutera milik Aisha Retno, Siapa Diriku atau Nakal Nakal Nakal milik Ayda Jebat, Supergirls-Panas-Bila Ada Kamu dari De Fam, Drama dari Aepul Roza, Bukan Hal Aku atau Gila dari Kaka Azraff, Merindu dan Luka dari Putera Muhammad, Tak Mungkin Kerna Sayang-Sesal Separuh Nyawa-Kisah Hati milik Datin Alyah dan Pakai Buang atau Not For Sale milik Stacy Anam. Sedangkan Pada Konser Kedua yang Digelar Pertengahan Bulan lalu, Semuanya bertemakan Dunia Olahraga. Contohnya, Kaka Azraff membawakan Lagunya Ella berjudul Standing In The Eyes of The World yang Menjadi Lagu untuk Rakyat Malaysia yang Keinginan Berprestasi maupun Zizi Kirana Membawakan lagu dari Malique berjudul Perang Dah Tamat dengan Suasana di Palestina saat ini yang Masih Berperang sejak 7 Oktober Tahun lalu. dan Sayangnya, Nama Datin Alyah memutuskan untuk Meninggalkan Panggung ini Karena Alasan Tarik Diri demi Berhaji di Tanah Suci. dan Akhirnya, Program Ini pun Tarik Dirinya Jadi 2. Terlalu Hambar! di Konser Ketiga bertemakan Tari-Tarian dan Tidak ada Tersenggol berterusan. Kemudian, di Konser Keempat dengan tema Berputar-Putar. dan Sayangnya, Kaka Azraff Tersenggol di Konser ini. Sementara itu, Pada Konser Kelima pada 9 Juni lalu, Temanya adalah Ilusi/LED. Tema ini Harus ada Nyanyiannya. Semisal Aepul Roza membawakan Lagu Surat Cinta Untuk Starla dengan Penampilannya Mirip dengan Naim Daniel di AJL 34 4 Tahun lalu. Sementara Trio De Fam bawakan Lagu Berbahasa Daerah "Kurang Seksi" dan Lagu Pop Dangdut "Sakitnya Tuh Disini" dengan Terbang Terbangan. Sayangnya, di Akhir Konser Kelima, Gagal Tersenggol terus menerus. dan Terakhir, Konser Keenam digelar Bertabrakan dengan Takbir Idul Adha 1445H. Semua Peserta Penampilannya Pasti berani dengan Menggunakan Alat Musik, Seperti Ayda Jebat bawakan lagu Laskar Cinta dengan Memukul Piring Parabola Astro, Aisha Retno membawakan lagu Kurniaan dalam Kesamaran dan Mengajak Sissy Imann dan Eric Fuzi Main Keyboard bersama dan Terakhir, Stacy yang Membawakan lagu Somewhere Only We Know dengan Menggunakan Launch Pad. dan Sayangnya, Trio De Fam Tidak bisa Tampil karena Sakit dan Terpaksa Tarik Diri dan Otomatis Tersenggol. Seharusnya, De Fam bawakan Lagu Alhamduilillah, Tapi Akhirnya Gagal... Setelah De Fam Menggagalkan bertahan di Acara ini, Maka dari Konser Ketujuh hingga Terakhir Kelak, Kemungkinan Masih Berenam terus dan Bertahan dari Konser Jelang Perempat Final, Perempat Final, SemiFinal dan Grand Final pada Pertengahan Bulan depan. Ini Program TV yang Selalu Hambar, Tapi Kalah dari Pendahulunya yang Pernah Tayang di Astro, yakni Dansa dan Sing (2020) dan AF (2003-2016). Dari Konser Perdana Hingga Keenam pun Banyak Selebritis-Selebritis NgeTop dari Malaysia jadi Penonton maupun Bintang Tamu, Seperti Siti Hariesa, Adriana Adnan, Shalma Ainaa, Shazabae, Elly Arifin, Meerqeen, dll. Untuk Konser Ketujuh hingga Kesembilan Kemungkinan Kedatangan Bintang-Bintang tersebut bakal datang ke Konsernya. dan Nantinya, di Konser Terakhir alias Grand Final, Kemungkinan ada Konser Menuju Grand Final yang Tayang Selama 1 Jam Sebelum Konser GF THSS dimulai. Konser ini akan Dimeriahkan Oleh Artis-Artis Terkemuka dan Nantinya akan Dipandu Oleh Presenter-Presenternya dan Sekaligus Karpet Merah/Emas di Konser Terakhir (aka Grand Final) The Hardest Singing Show 2024. Sedangkan, Saat Konser Grand Final THSS, Banyak Selebritis-Selebritis NgeTop di Malaysia bakal Hadir dan Diundang. dan Kemungkinan Acara Ini bisa Dapat Pecahkan Rekor Malaysia dengan Jumlah Penonton Terbanyak di Grand Final dan Juga Unggahan IGS terbanyak 1 Artis terkenal ketika Red Carpet dan Konser Grand Final THSS berlangsung. Grand Final THSS mengingatkan Kita Pada Malam Konser Grand Final All Stars Gegar Vaganza 2023 yang Berlangsung di Bukit Jalil Akhir Tahun lalu dan AJL 38 di Tempat yang Sama pada Maret lalu. Kedua Event besar ini Dihadiri Banyak Bintang-Bintang keren Seperti Hawarizwana, Hoondoo, Wani Kayrie, Elly Arifin, Shazabae, Shaffiq Erwin, Yazmin Aziz, Sarah Suhairi, Rizal Rashid, dll. dan Mudah-Mudahan, Konser Grand Final nanti bisa Raih 2 Rekor Malaysia sekaligus dan Mengulangi Kisah Grand Final ASGV 2023 dan AJL 38. Wallahualam...
Sabtu, Juni 22, 2024
Minggu, April 21, 2024
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : Adakah Kemungkinan Prabowo dan Gibran Tetap Menang Telak di Pemilu 2024 (Presiden)?
Besok, 22 April akan Menjadi Saksi Untuk Prabowo dan Gibran tetap Menang Telak di Pemilu 2024 (Presiden) yang Berdasarkan Keputusan KPU No. 360 Tahun 2024 Ketika Membacakan Putusan Sengketa MK. Berdasarkan Keputusan ini yang Dibuat pada 20 Maret lalu di Gedung KPU RI Jakarta, Pasangan Prabowo dan Gibran Menang Telak dengan Jumlah Suara terbanyak Mencapai 96.214.691 Suara, Sedangkan Pasangan Anies dan Muhaimin Harus Puas berada di Peringkat 2 dengan Jumlah Suara Mencapai 40.971.906 Suara dan Pasangan Ganjar dan Mahfud menjadi Posisi Paling Buncit dengan Jumlah Suara Mencapai 27.040.878 Suara. di 36 Propinsi di Indonesia dan 66 Kota di Luar Negeri, Prabowo dan Gibran Mendominasi Suara Paling Banyak. Sedangkan, 2 dari 38 Propinsi dan 22 Kota di Luar Negeri, Duo Anies dan Muhaimin Mendominasi dan Terakhir Pasangan Ganjar dan Mahfud Tidak Bisa Menang di Semua Propinsi Tapi Hanya Menang di Hampir 40 Kota di Luar Negeri. Contohnya, di Malaysia (KL, George Town, Johor Bahru, Kuching, Tawau dan Kinabalu) dan di Jatim (Semua Kota, kecuali Sampang dan Pamekasan), Prabowo dan Gibran Mengalahkan Anies-Muhaimin dan Ganjar Mahfud, di AS (New York, Los Angeles, Chicago, Washington DC dan San Francisco) Duo Ganjar-Mahfud Mengalahkan Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran dan di Arab Saudi (Jeddah dan Riyadh) dan di Sumbar, Anies-Muhaimin Mengalahkan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud. Dengan Hasil Suara Itu, Pasangan Prabowo dan Gibran layak Terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029. Namun Sayangnya, Penetapan Ini Belum Bisa terwujud, Sehingga Terjadi Sengketa Hasil Suara Pemilu 2024 (Presiden). di Tanggal 27 Maret lalu (Bersamaan dengan Hari ke 16 Ramadhan 1445H dan Juga Astro Raya Screening 2024 di Le Meridien), MK Menggelar Sidang Gugatan MK Edisi perdana, Dihadiri 2 Capres-Cawapres yang Kalah Telak di Pemilu 2024 (Presiden), Yakni Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Sedangkan, Pada 5 April lalu (Bersamaan dengan Hari ke 25 Ramadhan 1445H alias Jumat Terakhir di Ramadhan Tahun ini), MK lagi-lagi Gelar Sidang dan Dihadiri 4 Menteri Kabinet Indonesia Maju. Mari Kita Mundur kembali ke November 2023-Februari 2024, Dimana Pertarungan 3 Capres Telah Dimulai, Yakni Pengambilan Nomor Urut Semua Capres yang Bertarung pada 14 November Tahun lalu, Kemudian berlanjut ke Kampanye dari 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, Masa Tenang dari 11 hingga 13 Februari 2024 dan Berakhir dengan Proses Pemilihan dalam Pemilu 2024 untuk Memilih Presiden dan Legislatif periode 2024-2029. Mari kita Kembali ke Maret dan April alias Pasca Pemilu 2024, Dimana, Ketika Bulan Ramadhan dan Lebaran Tahun ini, Ketiga Capres-Cawapres pun Menggelar Acara Buka Puasa maupun Rumah Terbuka (aka Open House). Contohnya, Partai Golkar dan Prabowo-Gibran menggelar Buka Puasa Bersama pada Akhir Maret lalu. Dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Paslon Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Tidak Hanya itu, Pada 10 April lalu di Bantul, Jogjakarta pun Mengadakan Sholat Idul Fitri 1445H dan Khotib yang Bernama Cahyono itu Membacakan Khutbah ini yang Bertemakan Politik dan Pemilu 2024 dan Dijadikan Kontroversial. Gara Gara Pembacaan Khutbah Sholat Idul Fitri, banyak Jamaah yang Datang Langsung Bubar, Bukanlah Dibatalkannya... Coba Merujuk Pada Salah Satu Hadits Dibawah Ini:
"Kalau Khutbah Idul Fitri Ditinggalkan, Sholat Idul Fitrinya tidak Batal" (HR Imam Ahmad An Nawawi)
Itu Berarti, Sholat Idul Fitri Gagal Dibatalkan dan Khutbahnya Sudah Ditinggalkan, Astaghfirullah... Sementara itu, 3 Capres-Wapres pun Merayakan Lebaran dengan Suka Cita, Semisal Prabowo berlebaran di Istana bertemu Jokowi, Anies berlebaran bersama Jusuf Kalla dan Ganjar dan Mahfud Sambut Lebaran di Jogjakarta. Wallahualam... dan Kini, Akhirnya, 22 April Besok ada Sidang Pembacaan Putusan MK Terkait Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu 2024 (Presiden). Apakah Bisa Ditolak Apabila Prabowo dan Gibran Menang Telak atau Diterima Apabila Prabowo dan Gibran Digugurkan jika Putaran 2 Diwujudkan? Kita Tunggu Saja Nanti...
Sabtu, Februari 17, 2024
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : Antara Komeng, Taj Yasin, La Nyalla dan Fadel Muhammad
14 Februari Kemarin, Kita Datang ke TPS. Karena Sudah ada Para Bintang-Bintang Besar yang Biasanya Menjadi Caleg DPD di 4 Propinsi Terkenal, Seperti Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. Walaupun, yang di Jawa Barat, Muncullah Nama Alfiansyah alias Komeng yang Biasanya Tampang di TV lewat Iklan Shopee versi COD Baru maupun Salah Satu Program dari Garuda TV bersama Sahabat Baiknya, Jarwo Kuat. Surat Suara DPD yang Ada Gambar Komeng Selalu Viral Dimana-Mana dan Hampir Pasti jadi Anggota DPD Jabar. di Propinsinya Bey Machmuddin tersebut, Nama Komeng Lebih unggul dari Pesaingnya, Seperti Jihan Faira, A Irwan Bola, Aceng Fikri, dll. Nama Komeng bisa Mengukuhkan Hari Komedi Indonesia yang Biasanya dilakukan pada 27 September atau Hari Kelahirannya Bing Slamet. Lain si Komeng, Lain pula dengan Taj Yasin di Jateng. Setelah Meninggalkan Kursi Jateng-2 Bersama Ganjar Pranowo yang Kini Kalah Telak di Pertarungan Pemilu 2024 Presiden, Kini Beliau Mencalonkan diri Sebagai Caleg DPD di Jateng. dan Alhasil, Sosok yang Berpengalaman di Kursi Wagub Jateng 2018-2023 tersebut Berhasil Mendulang Suaranya di Propinsi tersebut, yaitu Mencapai 19,23%. Mengalahkan Pesaingnya Seperti Casytha Kathmandu, Bambang Sutrisno, dll. Tidak cuma di Jateng dengan Taj Yasinnya, Tapi di Jatim, ada Sosok yang Menjadi Petahana di DPD bernama La Nyalla Mattalitti. Sosok yang Berpengalaman Sebagai Bos PSSI ditengah Krisis tersebut, Bisa Membawa Jatim Semakin kuat dan Berdikari untuk Rakyat. Sehingga, Pada Hasil Pemilu 2024 di DPD Jatim, La Nyalla Menungguli Mantan Ketua KPK Agus Raharjo dengan Presentase Suara mencapai 13,26%. Perolehan Suara ini Lebih unggul Ketimbang Agus Raharjo. Pesaing Lainnya di DPD Jatim Seperti Ahmad Nawardi, Abdul Qadir Amir Hartono, Ayub Khan, dll. Kemenangan Ini Seakan-Akan Untuk Mengubah Jatim dengan Mengusung "Pancasila Berdaulat, Negara Selamat" Sebagai Jargonnya di APK DPD Jatim. dan Satu lagi, di Wilayah Timur, Kita Menemukan Nama Seniornya di Gorontalo yang Pernah Menduduki kursi Menteri di Era SBY, Yakni Fadel Muhammad. Tokoh Nasional dari Gorontalo Ini Pun Sering Mencalonkan diri Sebagai Caleg DPD di Gorontalo dan Sering Menang di Setiap Pemilu yang Ada. Beliau Pun Menang dan Unggul di Wilayah Ini Mengalahkan Nama-Nama Saingannya Fadel, Seperti Ana Supriyana Abdul Hamid, Rusliyanto Monoarfa, dll. Tidak Cuma 4 Pria Tampan, Tapi Para Kaum Hawa juga Terpilih atau Tidak di Perolehan Suara DPD di Pemilu 2024 di Berbagai Propinsi, Sebut Saja GKR Hemas yang Sangat Unggul Terus Menerus di Jogjakarta, Sylvia Murni di Jakarta yang Gagal Menunggulinya, Jialyka Maharani yang Masih Unggul di Propinsinya Antara Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak, Novia Anakotta dari Maluku yang Hampir Pasti jadi Duta Maluku di DPD di Periode 2024-2029 dan Hj. Elviana dari Jambi yang Unggul tipis dari Ivanda Sukandar. Banyak Publik Figur Besar dari Indonesia pun Bisa-Bisa Terpilih kelak jadi Anggota DPD masa bakti 2024-2029. Berkaca pada 2019, Nama-Nama Baru dan Lama pun Layak jadi Anggota DPD, Seperti La Nyalla yang Mewakili Duta Jatim, Made Mangku Pastika dari Bali, Jimly Ashiddiqie dari Jakarta, dll. Hebat Bukan? dan Satu Lagi, Salah Satunya, La Nyalla menjadi Ketua DPD periode 2019-2024. dan Kini, Kita Menanti Keputusan Resmi KPU pada 20 Maret 2024 (atau Bersamaan dengan Hari Ke-10 Ramadan 1445H). Insya Allah, Siapapun yang Unggul, Tetap Bisa Membawa Perubahan di Propinsi-Propinsinya. Wallahualam.
Sabtu, November 18, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : Koran Tidak Bisa Datang dari Kemarin (Cuma Datangnya di Waktu Sabtu-Minggu)
Selamat Pagi, Yuk Nulis Catatan Dulu Ah... Lama Tak Menulis Catatan Gue... Catatan-Catatan Sebelumnya Sudah Ditulis, Sekarang Tulis Kembali Catatan Saya...
Kemarin Pagi, Korannya Tidak Didatangkan Ke Rumahku, Karena Tukang Koran dari Salah Satu Agen Media Cetak Terkemuka di Mojokerto Pasti Ada Acara Pernikahan yang Berlangsung dari Jumat Kemarin hingga Minggu Esok Harinya. Wah, Sayangnya, Tidak Bisa Mendapatkan Koran Terbaru Sesuai Dengan Langganannya. dan Waktu Sore Kemarin di Hari yang Sama (Jumat), Gue Melihat Koran Baru yang Ada di Website, Ada yang dari PUHBHTM5 yang dari UMSIDA (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo). Sebenarnya Sih, di PUBHTML5 UMSIDA ada 4 Koran Nasional Semacam Jawa Pos dari Surabaya, Kompas, Media Indonesia dan Bisnis Indonesia dari Jakarta. Koran Terbarunya Bisa Dipublikasikan ke Website pada Pukul 3.30 Sore. dan Nantinya Boleh Dibaca Lurd... dan Pada Esok Harinya, Tukang Korannya Pun Kembali Datang ke Rumahku, Tapi bukan yang Mengendarai Motor Honda Revo dan Mengenakan Helm Merah yang Ciri Khasnya, Melainkan Mengendarai Motor Matic Beat dan Helm Biru Muda. Sebenarnya, Motor Ini Cuma Isinya Banyak Koran-Koran Terbaru yang Hadir Setiap Hari di Pagi Hari. Buktinya, Koran-Koran Baru Pasti datang dari Percetakan Koran ternama, Kalau Jawa Pos Dicetak di Temprina yang Bermarkas di Gresik, Maka Koran Surya dan Kompas Boleh Dicetak di PT. Antar Surya Jaya yang Letaknya Dekat Sama Kantor Koran Harian Surya di Rungkut Industri III. Sebagaimana Dalam Tulisan yang Saya buat pada Akhir Juli lalu, Dimana Kompas Gramedia Group Mencetak Koran Kompas di Surabaya mulai sekitar Oktober atau November 1999 ketika CJJ sudah merambah ke Jawa Timur ditemani Koran Harian Surya. Jadi CJJ Kompas di Surabaya dan Sekitarnya bisa Mendapatkan Koran Terbaik ini di Pagi Hari untuk Wilayah Jawa Timur Saja yang Berkompetisi Dengan Koran yang Berafliasi dengan KG, Harian Surya yang Terbit di Pagi Juga di Kota Pahlawan. Selain Cetak Koran Kompas dan Surya di Surabaya yang Rungkut, Ada Juga Cetak Koran Jawa Pos di Temprina Media Grafika. Dimana, Temprina Mampu Mencetak Koran Jawa Pos dan Koran-Koran dari Jawa Pos Radar Group Sejak 1996 (Termasuk Cetak Surat Suara Pemilu). Temprina ada di Kota-Kota Seperti Gresik, Malang, Jember (Sekarang Sudah Tidak Beroperasi), Nganjuk, Sukoharjo, Semarang, Bali dan Bekasi. dan Akhirnya, Pun Nyaris Mendapatkan 2 Koran, Baik Jawa Pos dan Kompas, Namun Akhirnya, Memilih Tukar ke Koran Harian Surya bersama Kompas. Lama Tidak Mendapatkan Koran Harian Surya, Karena Kan Masih Fokus Berlangganan 2 Koran Saya, Antara Jawa Pos dan Kompas Setiap Hari (kalau Pak Rofiq dari Partai Gerindra kan Langganan Jawa Pos dan Surya Setiap Hari juga). Mestilah, Koran Surya dan Kompas dianggap Sama-Sama milik Naungannya, Yakni KG (Kompas Gramedia) yang Memproduksi Media Cetak maupun Media Elektronik. Jika Surya dimiliki Tribun dan KG, Maka Kompas milik KG Sendiri. Kalau Dulu Sich, Sekitar 2006 saja Paling Ingat, Kompas dan Surya berlangganan bareng Jawa Pos Ketika Saya Masih di bangku SD Kelas 4 sama 5. Ditambah dengan Tabloid Gaul dan Bola kalau tidak salah. Kalau Tabloid Gaul kan isinya Poster Bintang-Bintang kayak Band Radja, Ungu, Nidji, Letto, Samsons dan Dewa 19, Sedangkan Tabloid Bola isinya Prediksi Jitu Sepakbola Dunia. dan Alhasil, Kompas dan Surya bisa Didapat daripada Jawa Pos yang Ditolak. dan Esok Harinya, Kemungkinan Korannya Datang Lagi yang Sama Kayak Tadi Pagi, Jadi Diperkirakan Tetap Jawa Pos dan Kompas atau Mungkin Jawa Pos dan Surya jika Tidak Mau dapat Kompas karena Ketukar sama Suryanya atau Mungkin juga Sama Seperti Tadi Pagi. Ya, Kita Doakan Saja, Agar Bisa Mendapatkan 2 Koran di Hari Minggu. Amin YRA...
Minggu, Oktober 08, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : Nostalgia Program Acara Chart Lagu di TV dan Radio
Tadi Aku Sudah Posting di Instagram yang Chart Lagu Lagu 2001-2003, Yuk Nulis Catatan di Waktu Weekend Ini. Kalau Dulu, Anda Suka Nonton Video Musik di Layar Televisi, Pasti ada Chart Lagu-Lagunya, Bahkan di Radio Sekalipun yang Sering Didengar Orang-Orang disekitar Kita. Jadi Kenapa Anda Suka Chart Lagu-Lagu di Media? Karena, Dulunya Chart Ini Sebenarnya Dimuat di Media Cetak dan Media Televisi/Radio, Sekarang Pun Masih Ada, Hanya Sisa Radio saja ditambah Lewat Internet. Untuk Sekedar Bernostalgia Kembali ke Masa Lalu yang Ada Chart-Chartnya, Mari Kita Undur kembali ke era 60an hingga 2023. di Era 60an hingga 80an, Dimana Nama THPI (Top Hits Populer Indonesia) Selalu Terkenal dan Sering Diputar di Berbagai Radio-Radio di Berbagai Kota di Indonesia. Kemudian, Masuk era 90an Ada Kemunculan Program Acara Chart lewat Televisi, Yakni Delta yang Disiarkan di RCTI (kala itu) dari Tahun 1993 sampai 1997. di Periode Tersebut, Delta menggunakan Konsep Chart Lagu-Lagu dari Berbagai Radio (Contoh Lagu Modulus berjudul Kamu ya Cuma Kamu Muncul Angka dan Radionya). Selain Delta, ada juga Gala Sepuluh yang Disiarkan Juga di RCTI dan Berbagai Radio di Indonesia. Gala Sepuluh adalah Acara Chart yang Menghadirkan 10 Lagu-Lagu Pilihan di Indonesia, Terutama Tayang di Televisi ataupun Radio Sepanjang 1995. Contohnya, Lagu Java Jive berjudul Gerangan Cinta dan Lagu Mendiang Broery Pesulima dan Dewi Yull berjudul Jangan Ada Dusta diantara Kita yang Sempat Mangkal. Kemudian, Muncullah MTV Ampuh yang Merupakan Program Chart Musik Lagu-Lagu Indonesia Terbaik versi MTV. Jika Asia Hit List/Chart Attack yang Berisi Lagu-Lagu Barat Terbaik, Maka di Ampuh isinya Lagu-Lagu Indonesia. Program Ini Tayang di ANTV pada periode 1997 hingga 2002, Kemudian pindah ke GTV pada 2002 hingga 2011. Paling Luar Biasa, di Program Ini, Ada Beberapa Lagu Terkenal yang Bertahan Lama di Ampuh, Seperti Lagu Dan milik Sheila On 7 selama 40 Minggu, Kasih Tak Sampai milik Padi Reborn selama 13 Minggu, Bukan Milikmu Lagi dari Agnez Mo selama 8 Minggu, dll. Akibat dari Penguasa Chart dan Mangkalnya, Sisi Penjualan Album Musiknya di Toko Musik Meningkat Drastis. Lalu, Pada 2001 hingga 2009/10, Berubah Jumlah Lagunya dari 10 menjadi 20. Paling Dikenang, Program Ini Tidak Menampilkan Presenter Utama, Melainkan Presenter Sementara yang Berlatar Belakang Grup Musik hingga Penyanyi, Hanya Untuk Akhir Pekan dan Presenter Utamanya Ada di Luar Akhir Pekan (Sebelumnya Setiap Sabtu yang Biasanya Dipandu Sarah Sechan dan Dewi Rezer). Kemudian, Bertambah lagi Menjadi 30 Lagu dan Ditaruh di Tengah Malam Sekitar 2010. Selain di Layar Televisi, Chart Ini Juga Dimuat di Berbagai Media Cetak Seperti Tabloid Fantasi, Majalah Hai, Gadis, Kawanku dan Aneka Yess. dan Akhirnya, pada Sekitar 2011/12, Acara Ini Berlanjut dengan Nama Barunya "100% Ampuh" Bukan Lagi Embel-Embel Kolaborasi MTV Asia yang Sudah Putus Kerjasama pada 2011. Sebenarnya, 100% Ampuh Bukan Chart Lagu, Tapi Panggung Musik di Depan Mall atau di Taman. dan Akhirnya, pada 2013/14 Program Ini Resmi Berakhir dari Zaman ANTV hingga Zaman GTV yang Berlanjut dengan Acara Musik Bukan Chart. Selain Ampuh dari MTV, Ada Juga Chart Musik Lainnya yang Tak Kalah Populer di era 90an-2000an, Yakni Clear Top 10. Clear Top 10 Merupakan Acara Chart Musik yang Menghadirkan 10 Lagu Terbaik di Indonesia dan Dunia Berdasarkan Hasil Penjualan yang Baru Rilis. Banyak Lagu-Lagu di dalam Chart Clear Top 10 Dianggap Baru dan Lebih Cepat dari Rivalnya, Ampuh yang Lambat Sekali. Program Ini Dipandu oleh Dewi Sandra, Bertrand Antolin dan Roger Danuarta. Selain Segmen Chart Musik, Ada Segmen-Segmen lain Seperti Hangout, Obrolan Para Musisi dan Kuis Berhadiah. Yang Paling Berkesan diingatan ada Toko Kaset di Mall yang Menjadi Tempat Syuting Program Ini. Awalnya ditayangkan di RCTI pada periode 1999 sampai 2003, Kemudian Pindah ke Indosiar pada 2003 hingga Masa Berakhir Penayangannya pada 2004. Selain Itu, Program Ini juga ada Versi Radionya yang Disiarkan di Radio-Radio di Indonesia Karena Disamakan dengan Versi TVnya. Untuk Albumnya Tidak Ketinggalan ada Clear Top 10 Album yang Beredar dari tahun 2002 hingga 2004 dan Acara Penganugerahannya Digelar dari Tahun 2000 sampai 2003. di Periode 2000 hingga 2002, Disiarkan di RCTI dan di Edisi terakhirnya (2003) Disiarkan di Semua TV Nasional (kecuali TVRI, JTV, TV7 (kini Trans 7) dan Lativi (kini TV One)). Selain Itu, Terdapat Juga Program Clear Top 10 Ngamen yang Merupakan Program Turunannya yang Biasanya Diputar di GTV ketika Masih Relay MTV Asia dan Berlokasi di Cilandak Town Square (Paling Ingat Juga). Kata Khas dalam Program Tersebut adalah "Ngikutin Tren Musik, Siapa Takut" yang Sesuai dengan Kampanye dan Strategi Shampoo Clear yang tenar di akhir 90an hingga awal 2000an. Clear Top 10 Juga ada di Berbagai Media Cetak yang Memuat Chart Lagu, Semisal Majalah Hai, News Musik, dll. Selain Itu, Program Ini juga Meraih Penghargaan di Panasonic Awards pada Awal 2000an Untuk Kategori Program Musik Terfavorit. Namun Sayangnya, Pada Pertengahan 2004, Clear Top 10 Berhenti Tayang. Lalu, Pada 2006, RCTI kembali Sajikan Acara Chart yang Bekerjasama Dengan Telkomsel, Yakni Dering yang Disiarkan Setiap Sabtu. Sementara di Akhir 2000an-Awal 2010an, Muncullah nama Inbox, Dahsyat dan Derings yang Tayang Setiap Pagi ada Live Perform hingga Chart. Sementara Klik di ANTV Hanya Menampilkan Lagu-Lagunya kadang jadi Chart, kadang tidak. Ditambah ada On The Spot Trans 7 versi Awal yang Menampilkan Chart Lagu-Lagu Populer di Indonesia. Selain Itu, Net. Juga Tak Ketinggalan ada Breakout yang Ada Chart Lagu-Lagu Indonesia dan Dunia. dan Sayangnya, Breakout di Net. Berhenti Tayang dan Kembali Hadir di sekitar 2022-23 dengan Konsepnya Mirip dengan Inbox dan Dahsyat versi Lama. Sementara Itu, Pada Periode yang Sama (2022-23), Kembali Hadirkan Chart Lagu-Lagu Populer, Yakni Top Chart yang Tayang di Trans TV Setiap Senin hingga Jumat pukul 11.00 WIB sejak 18 Juli 2022 hingga 31 Maret 2023. Sebenarnya, Top Chart di Trans TV meniru Konsepnya Ampuh di ANTV atau GTV, Clear Top 10 di RCTI atau Indosiar dan On The Spot versi Lama alias Awal (2008-2010) di Stasiun TV Adiknya (Trans 7), Serasa Bernostalgia kembali ke Masa Silam! dan Sayangnya, Pada Hari Kesembilan Ramadan 1444H, Program Ini Tidak Lagi Tayang dan Menayangkan Episode Terakhirnya. dan Paling Ingat Acara Ini, ada Lagu Sayunk I love You dari Chombi yang Viral di 2 Negara Serumpun Masuk dalam Chartnya Selain Carta ERA 40 maupun RIM Chart ERA. Sekarang, di TV tidak lagi Menayangkan Chart Lagu-Lagunya, Tapi Malah Fokus lewat Radio-Radio yang Menyiarkannya, Semisal ERA Radio Malaysia lewat Acara Carta ERA 40 bersama Elly Mazlein Setiap Akhir Pekan, Carta Hot Padu bersama Aisha dan Fizi Ali di Waktu yang Sama, Prambors 40 dan Chart Dangdut di Radio Tidar Sakti di Hari Minggu. Semoga, TV-TV Akan Kembalikan Program Acara Chart Lagu-Lagu Seperti Dulu (Termasuk Radio yang Masih Ada). Wallahualam...
Minggu, Agustus 20, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : KLFW 2023, Pesta Fashion Terbaik dan Terbesar di Malaysia Besok!
Tahun Lalu, KLFW 2022 Digelar di 1 Mall, Yakni Pavilion KL dan Uniknya Terjadi Peristiwa Kebakaran. dan Tahun Ini, KLFW Kembali Digelar lagi di 7 Lokasi Berbeda hanya Seminggu Saja. Mirip Dengan Edisi 2 Tahun Lalu (2021), Dimana Pementasan Digital hanya 2 Hari dan Pementasan Analog (Asli) hanya 5 Hari saja. Terbukti, Pesta Fashion Ini Bisa Membuatnya Lebih Besar dan Lebih Meriah dari KLFW Edisi-Edisi Sebelumnya. Jika Tahun Lalu Beberapa Selebritis-Selebritis yang Diundang Seperti Scha Alyahya, Awal Ashaari, Aina Abdul, Nazreem Musa, Ummi Nazeera, Eyka Farhana, Amelia TH, Dolla, dll. Tapi Tahun Ini, Beda... Nah, Selebritis-Selebritis Top yang Siap Datang ke Acara KLFW Tahun Ini Selama Seminggu mulai Besok (Kemungkinan) Seperti Aina Abdul, Ain Edruce, Daiyan Trisha, Kaka Azraff, Azira Shafinaz, Sophia Liana, Shalma Ainaa, Cik Manggis, Hani Fadzil, Siti Khadijah Halim, Adriana Adnan, Azfar Heri, Yaya Zahir, Dolla, Sharifah Rose, Aisha Retno, Eyka Farhana, Amelia TH, dll. Keren Sekali Nama-Nama Selebritis Tersebut Bisa Mengundang Rasa Perhatian Bagi Fansnya Terutama di Malaysia maupun yang di Indonesia dan Singapura Masih Berjaya Selebritis-Selebritisnya yang Kalah Hebatnya dari Bintang-Bintang K Pop. Kejayaan Selebritis-Selebritis Tenar (Termasuk Bintang Digital) dari Negeri Jiran Malaysia Saat Ini di Beberapa Negara-Negara ASEAN bisa Meniru Masa Jayanya Liga Italia atau Inggris di Masa 90an dan 2000an (Termasuk F4 atau Telenovela), Dimana, Pemain-Pemainnya Paling Berkualitas dengan Keterampilan yang Beda, Seperti Christian Vieri yang Melekat dengan Inter Milannya, David Beckham yang Dianggap Legendanya Manchester United Sebelum ada Cristiano Ronaldo si 600 Juta Pengikut Menyerang, Ronaldo dan Inter Milan atau AC Milan Tak Terpisahkan tapi Sempat Ditinggal ke Real Madrid Setelah Tim Brasil Juara Piala Dunia 2002, Henry dan Wiltord yang Sama-Sama Berasal dari Prancis Tapi Berkostum Arsenal yang Bisa Bawa Pulang Trofi Liga Inggris Sebanyak 2 Kali, Nakata dari Jepang Yang Dibilang Punggawanya Perugia, AS Roma dan Parma, Wayne Rooney yang Berkostum Manchester United dengan Segudang Skill yang Ada, Michael Owen yang Menjadi Bintangnya 3 Klub dari 1 Negara Seperti Liverpool, Newcastle dan Manchester United, Kaka yang Merupakan Pendatang Baru di AC Milan ketika usianya lebih dari 2 Dekade, Roberto Baggio sang Pahlawan Italia yang Membela Beberapa Klub Seperti Juventus, AC Milan, Bologna, Inter Milan dan Brescia dan Crespo yang Menjadi Pahlawannya Tim Parma, Lazio, Inter Milan, AC Milan dan Chelsea. Bahkan, Juga Ada di Media Cetak-Media Cetak yang Membahas Total 2 Liga Terkenal di Dunia (Termasuklah Spanyol) Seperti Tabloid Bola, Go, Soccer, Libero Majalah Sportif, Liga Italia dan Planet Football dan Koran TopSkor. Namun Sayangnya, Pamornya Menurun Akibat Kemunculan Budaya Pop dari Asia Seperti K Pop dan Bintang Bintang Negeri Jiran. Jangan Lupa, KLFW 2023nya Dimulai Besok... Wallahualam...
Sabtu, Agustus 05, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : 6 Lagu Paling Damai, Bersahabat dan Menyejukkan
Dari 19 Juli hingga 4 Agustus 2023, Adalah Periode yang begitu Sejuk untuk Semua Selebritis Negeri Jiran, Terutama Banyak Event-Event dalam Pesta Reunian atau Pertemuan. Seperti Halnya Acara Makan Siang dengan Judika di Malaysia, Pesta Penghargaan ABPBH 35 di Istana Budaya, Afgan di Armani Beauty Malaysia, PC 25 Tahun Radio ERA Malaysia, dll. Semakin Sejuk dan Damai Seperti Rakyat Bisa Bersaudara! Seperti Halnya Lagu Kemesraan yang Merupakan Lagu Wajib atau Soundtracknya Pertemuan Semua Saudara dari semua kalangan yang ada (Terutama Reuni). di Lagu Ini Menggambarkan Semangat Persaudaraan Agar Tidak Mau Berpecah Belah. Sepertinya Lagu Ini Berawal dari Kolaborasi Iwan Fals dan Titik Hamzah yang Dibuat pada 1987, Namun Hasilnya Kurang Memuaskan Meskipun Masih Dijadikan Lagu yang Menyejukkan. Lalu, di Akhir Tahun 1988, Lagu Ini Berhasil Populer dan Layak Evergreen Berkat Kerjasama Iwan Fals dengan Rafika Duri, Betharia Sonata dan (alm) Chrisye. Wallahualam... Ini Sebagai Pionir Lagu Trend Keroyokan Para Penyanyi Terbesar di Indonesia sejak Periode akhir 80an hingga awal 2000an, Bahwa Kemesraan Bisa Mengikuti Jejaknya Seperti Lagu Katakan Kita Rasakan yang Dinyanyikan Oleh Iwan Fals (juga) dan Semua Penyanyi Rock dan Lagu Merah Putih yang Dinyanyikan oleh (alm) Chrisye (juga) dan Semua Artis-Artis Dibawah Label Musica Studios dalam rangka Merayakan 50 Tahun Indonesia. Bukan Hanya Versi Iwan Falsnya, Tapi Lagu Tersebut Juga ada Versi (alm) Franky Sahilatua dan Jane. Berawal dari Menolaknya Lagu Ini dalam Pemuatan Album Wakil Rakyat yang Beredar pada 1987, Namum Akhirnya Dimuatkan dalam Album Kompilasi Duet Hits Elite yang Dirilis di Tahun yang Sama. di Tahun 2015, Kemesraan Kembali dalam Versi Barunya, Dengan Nyanyian Iwan Fals yang Masih Energik hingga Sejumlah Artis-Artis Dibawah Label Musica Studios Ikut Menyumbang (kala itu) Seperti Giring, Ariel, Ryan dan Momo. Selain Lagu Kemesraan, Ada Lagi, Lagu yang Membawa Kesejukan dan Menebar Persaudaraan Sesama, Seperti Lagu Marilah Kemari yang Dipopulerkan Oleh Titiek Puspa dan Sempat Dinyanyikan Oleh Penyanyi Generasi Muda dan Tua Semacam Saskia, Geofanny, Candil, Iwan Fals, (alm) Chrisye, dll. Sejatinya, Lagu Ini Masih Menjadi Evergreen Sepanjang Masa Untuk Bisa Mengubah Hidup Kita Demi Persaudaraan yang Memberi Arti. Lain Lagu Marilah Kemari, Lain Pula dengan Lagu Sahabat Selamanya dari Padi Reborn. Lagu Ini Memang Merupakan Lagunya Serial Kartun Nomor 1 di Malaysia, Upin dan Ipin. Sebenarnya, Lagu Ini Menggambarkan Persahabatan dan Persaudaraan yang Mendalam. Sebagaimana dalam Pembahasan Tentang Padi Reborn di Blog Sebelumnya, Lagu Sahabat Selamanya Menjadi Jingle Upin dan Ipin di Layar Televisi. Bukan Hanya Lagu Sahabat Selamanya, Tapi ada lagi Lagu Tentang Persaudaraan Untuk Berpisah dan Kembali Bersatu, Yakni Sebuah Kisah Klasik dari Sheila On 7. Ini Memang Lagu yang Paling Berkesan dikala Reuni atau Perpisahan Anak-Anak Sekolah di Saat Itu. Lagu Ini Mengantarkan Nama SO7 jadi Album Terlaris Untuk Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan yang Totalnya Hingga Lebih dari 1 Juta Kopi Seperti Mengulangi Album Perdananya Pada 1999. Selain Lagu Sebuah Kisah Klasik, Lagu Ingatlah Hari Ini Juga Tidak Ketinggalan. Lagu yang Luar Biasa dari Project Pop untuk Meningat Sahabat Sahabat yang Jauh tapi Dekat. dan Terakhir, Ada Lagu Dangdut Is The Music of My Country yang Dinyanyikan Oleh Grup yang Sama, Menggambarkan Persaudaraan Sesama dan Menyatukan Irama Musik Hard Rock, Pop Rock dan Dangdut. Lagu Ini Seakan-Akan Bergoyang Agar Mendapatkan Hasil yang Lumayan. Kedua Lagu Ini Mengantarkan Project Pop dan Albumnya Pop Ok Terjual Hingga lebih dari 300.000 Kopi dan 2 Platinum, Ini Berhasil yang Membuat Project Pop jadi Grup Vokal Terbesar dan Terunggul. Itulah 6 Lagu yang Menggambarkan Perdamaian, Persahabatan dan Menyejukkan Bagi Sesama. Sisanya Pun Tak Ketinggalan, Seperti Laskar Cinta dari Dewa 19 atau Virus dari Slank yang Menggambarkan Sama Saja. Semoga Saja dari 5 Agustus sampai Akhir Tahun Nanti, Kita Bisa Berkumpul Bersama... Damai Bersama-Sama, Ceria Bersama-Sama. Wallahualam...
Minggu, Juli 23, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Khusus) : Artis Cilik dari Waktu ke Waktu (Hari Anak Nasional)
Hari Ini Kita Merayakan Hari Anak Nasional 2023. Nah, Kita Mau Menulis Catatan Edisi Khusus Tentang Artis-Artis Cilik dari Waktu ke Waktu. Mulai dari Lagu-Lagu, Acara TV hingga Faktor Penurunan Popularitasnya.
Di Masa Kecilnya, Lagu Anak Anak Memang Didengar Dimana-Mana baik di TV, Kaset dan VCD. Coba Kutipan dari Buku Generasi 90an yang Beredar 1 Dekade lalu:
"Beruntunglah Mereka yang Ngabisin Masa Kecilnya di Era 90an, Saat Dimana Industri Musik Banyak Pilihan Lagu Anak-Anak. Berkat Tangan dingin Papa T. Bob dan Pengarang Lagu Anak-Anak lainnya. Kita Jadi Bisa Menikmati Musik Sesuai Umur."
Sangat Berkesan, Bila Tidak Ada Lagu Anak-Anak, Tidak Hebat... Nah, Inilah Periode Artis Cilik dari Masa ke Masa...
1970an dan 1980an
Ini Adalah Permulaan Era Artis Cilik, Dimulai dari Adi Bing Slamet, Astri Ivo, Puput Novel, Chica Koeswoyo, Ira Maya Sopha, dll. Nama-Namanya Pun Makin Tenar dan Bersinar Meskipun Kalah Bersaing dengan Sejumlah Penyanyi/Grup Dewasa Seperti Hetty Koes Endang, Koes Plus, Bill and Brod, (alm) Gombloh, dll. Tak Ketinggalan, Rano Karno yang Masih Berusia 12 Tahun Menjadi Bintang Utama dalam Film Si Doel Anak Betawi pada Tahun 1972 sebagai Pembuka Karir Sang Aktor Terbaik.
1990an dan 2000an
Kedua Periode Ini adalah Puncaknya. Karena Banyak Sekali Artis-Artis Cilik yang Masih Tenar hingga Kini Tak Ada Kabarnya (Termasuk Ada Kabar Barunya). Mulai dari Agnez Mo yang Kini Menjadi Penyanyi Mendunia, Trio Kwek Kwek dengan 3 Personilnya (Alfandy, Dea dan Leony), Cindy Cenora yang Merupakan Penyanyi dengan Segudang Gaya seperti Rambut Kepang dan Melekat dengan Lagu yang Berhubungan dengan Peristiwa Krisis Moneter 1997-98, Joshua Suherman yang Melekat dengan Gayanya Seperti Topi Khas Joshua yang Dikenakannya, Tina Toon yang Dulunya Terkenal lewat Bolo-Bolo tapi Kini Sudah Siap Berkawin, Sherina Munaf yang Merupakan Diva Masa Depan berkat Album Perdananya hingga Kini Menjadi Penyanyi dan Pemeran yang Tenar kala Dewasa, Widya Saputra yang Dulunya adalah Anggota Trio Laris di era 90an dan Kini Menjadi Host Metro TV sejak 2010 Silam, Saskia, Geofanny, Angie, dll. Paling Diingat, VCD sebagai Media untuk Memutarkan Lagu-Lagu Anak apalagi ada Album Kompilasi Lagu-Lagu Anak yang Mudah Dipahami Isinya. Lagu Anak-Anak yang Makin Tenar di Kedua Dekade itu Seperti Lagu Si Kodok (1990) yang Dinyanyikan Suzan/Ria Enes, Katanya (1999) yang Dinyanyikan Trio Kwek Kwek, Anak Gembala (2000) yang Dinyanyikan Tasya Kamilla, Air (1998) yang Dinyanyikan Joshua Suherman, Menabung (1996) yang Dinyanyikan Saskia dan Geofanny, dll. Banyaknya Lagu Anak-Anak itu Layak Jadi Hits dan Viral Sebelum ada Lagu-Lagu Yang Saat Ini Menyerang seperti Casablanca (2022), Langit Yang Sama (2023), dll. Sebagian Besar Sosok-Sosok yang Pernah Menciptakan Lagu Anak-Anak itu Seperti (alm) AT Mahmud, Don Kinol, (alm) Papa T. Bob, Sunar One, dll. Salah Satu yang Terkenal adalah Papa T. Bob yang Merupakan Komposer Lagu Terbaik Selain Melly Goeslaw. Berawal dari Penciptaan Lagu Pop, Dangdut dan Humor dengan Lagu-Lagu yang Dibuatkannya Seperti Emang Gue Pikirin (1991), Mengapa Harus Berpisah (1995), dll. Bahkan Juga Merilis Album Solonya Berjudul "Sama Sama Diatas Awan" Pada tahun 1993. Lalu, Akhirnya Membuat Lagu Anak-Anak dan Semuanya Sudah NgeHits Sepanjang Masa, Semisal Lagu Suzan Punya Cita Cita (1992) yang Jadi Saingannya Lagu Dewasa Tak Bisa Kelain Hati milik KLa Project yang Sering Mangkal di Berbagai Chart maupun Lagu DuDiDam (sekitar 1995/96) yang Biasanya Menjadi Rivalnya Lagu Cintakan Membawamu Kembali Karya Ahmad Dhani dan Dewa 19. Bayangkan Saja, Lagu-Lagu Anak Racikan Beliau Rasanya Lagu Humor, Jika Dulu adalah Personil Salah Satu Band Humoris Sebelum Jadi Komposer. Lalu Setelahnya, Lagu Anak-Anak Papa T. Bob mulai Menggusur Pamornya dan Mulai Muncul Lagu-Lagu Berbau Humoris Seperti Project Pop dan Teamlo. P Project Pun Sempat Merekam Lagu-Lagu Barat dan Lokal yang Diparodikan lewat Kaset dengan Spirit Humoris di Semua Albumnya (Kecuali Album Religi tapi Tanpa Parodi). Artis-Artis Cilik Pamor Berkurang di Dekade 2000an, Seiring dengan Hadirnya Artis Artis Lain Semacam Gisella Cindy yang tenar lewat Drama Series Tuyul dan Mbak Yul yang Disiarkan di RCTI kala itu hingga Baim Mini (bukan Baim yang Mantannya Ada Band) yang Terkenal lewat Acara TV yang Kala itu tayang sekitar 2008 hingga 2009 (Kalau Ga Salah). Sejumlah Acara TV khusus Untuk Anak-Anak mulai Hadir seperti Lagu Anak Nusantara di TVRI, Tralala Trilili yang Dipandu Agnez Mo, Ferry Irawan dan Indra Bekti di RCTI, Bintang Cilik di SCTV yang Dipandu Chikita Meidy yang Tenar Lewat Lagu Ingat Ingat, Klip Bintang di TPI (MNC TV) yang Dipandu Leony, ANTV lewat VAN yang Dipandu Saskia dan Geofanny dan Indosiar ada Pesta Ceria. Ditambah Lagi ada Lenong Bocah yang Dimainkan Para Bintang-Bintang Seperti Okky Lukman, Melissa Grace, Noval Kurnia, dll. Ketiga Bintang Tersebut Juga Muncul lewat Lagu dan Albumnya (baik berdikari maupun bersama Lenong Bocah). Program Lenong Bocah Adalah Program Komedi Anak yang Populer di era 1993-1997 dengan Cerita-Ceritanya yang Makin Heboh dari Program Komedi Lainnya Seperti Project P (SCTV) maupun BaSho (RCTI).
2010an dan 2020an
Kini, didekade 2010an dan 2020an, Artis-Artis Cilik Mulai Perlahan-Lahan Bangkit. Salah Satunya ada Coboy Junior (kini TBA) dengan Anggotanya Masih Bocah-Bocah, mulai dari Iqbal, Kiky, Aldy dan Bastian. Keempat Bocah Itu Mulai Terbentuk pada 2011 dan Merilis Lagu "Kamu". Setahun Berselang, Muncul lewat lagu "Ea" yang Sangat Booming. Lalu periode 2013-14, Kelompok ini Merambah ke Layar Lebar setelah 5 Elang, ada Coboy Junior The Movie hingga Comic 8. Pada 2014, Coboy Junior Menjelma menjadi CJR dan Bastian Keluar. Sementara pada Sekitar 2017 akhir, CJR Bubar Karena Alasan Usianya Membesar. dan Kini, di Periode 2020an, Kembali Muncul Nama Artis Cilik, Tapi Ini Asalnya dari Banyuwangi, Dia Adalah... FAREL PRAYOGA! Sosok yang Viral lewat Lagu Ojo Dibandingke dalam Acara Pesta Kemerdekaan RI Tahun Lalu di Istana. Farel Disaksikan Semua Tokoh dan Selebritis yang Hadir ke Pesta Ini Seperti Indra Bekti, Kaesang Pangarep, Erina Gudono, Erick Thohir, dll. Tak Cuma Itu, Sepanjang 2022-23, Farel Sering Tampil di Berbagai TV Nasional termasuk diundang ke Acara Ultah Kota Mojokerto ke-105 Sebulan Lalu. Semua Mantan Artis-Artis Cilik Indonesia (Kecuali Widya, Agnez Mo, Alfandy dan Ira Maya) Bersepakat untuk Reuni bersama-sama Lewat Gerakan "Save Lagu Anak". Bukanlah Komunitas... Beberapa Lagunya Pun Ada mulai dari Selamatkan Lagu Anak pada 2016, Bersama pada 2019 dan Terbaru, Aku Bisa pada Tahun Lalu.
Itu Tadi, Artis-Artis Cilik dari Waktu ke Waktu dari Ira Maya Sopha hingga Farel. Semoga Bisa Bermanfaat Untuk Anak-Anak dan Anak Millenial... Selamat Hari Anak Nasional 2023!
Minggu, Juli 09, 2023
Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : ABPBH 35 Vote Akan Selesai Untuk Top 5...
Hari Ini Kembali Menulis Catatanku Karena Tadi Masih Jadi Kecewa Sedikit dan Baper... Pembahasan Sebelumnya Anda Bisa Lihat Disini (Klik Tautan).
Top 5 ABPBH 35 akan Selesai Pekan Berikutnya. Walaupun Saya Mau Mendukung Duo Meerqeen dan Anna Jobling yang Menjadi Bintang Terfavorit Gue... Karena Duo Ini Populer, Kan Biasanya Menyebar dari Malaysia ke Indonesia berkat Virus Melur Untuk Firdaus yang Tayang pada Tahun Lalu (2022). Buktinya, Nama MeerNa Makin Sukses dan Takkan Dipisahkan! Bandingkan Dengan Zaman SO7 alias Sheila On 7 yang Dikangenin Para Penikmat Musik se-Indonesia, Kala Itu Band Ini Dianggap Band yang Sering Mencetak Rekor Album yang Dijual hingga Sejuta Lebih seperti Album Perdana berjudul Sama (1999), Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000) dan Terakhir, 07 Des (2002). Namun Sayangnya, Semenjak Album 30 Hari Mencari Cinta (2003) Beredar, Kehilangan Cetak Jutaan Album, Melainkan Jumlah Album yang Menurun hingga Ratusan Ribu Album saja Seperti Halnya Album Pejantan Tangguh (2004) dengan Penjualan mencapai Lebih dari 400 Ribu. dan Setelah Anton dan Sakti Pergi, Penggemar Sedih dan Masih Ada Harapan untuk Meneruskan Karyanya, Dengan Menggaet Brian Sebagai Pengganti Kedua Personil Band Ini. Duta, Adam dan Eross adalah Trisula SO7 yang Mempertahakan Personilnya dari Pembentukan hingga Saat Ini. Berawal dari 5 Anak Sekolah yang Berasal dari Jogjakarta, Kini Dianggap Wonderkid Band alias Pendatang Baru sejak Album Perdana Beredar. di Tahun 2001, Paling Ingat, Band asal Jogjakarta Tersebut Merebut Penghargaan Tertinggi di Malaysia, Yakni ABPBH 2001. Zaman Sekarang, Sheila On 7 Masih ada, Namun Personilnya Hanya 3 Saja semenjak Awal Kehadiran sampai Saat Ini dan Sering Meninggalkan Bandnya. MeerNa Mungkin Akan Menjadi Contohnya Sheila On 7 yang Merindukan Kesuksesannya. Selain Dukung MeerNa, aku juga Dukung duo Nuha-Naufal yang Sempat Populer sampai ke Indonesia Tahun lalu. Gara Gara Lagu Casablanca yang Dibilang Lagu Bebas Baper bagi Anak Millenial. Kepopulerannya Pun Bisa Bawa Mereka di Puncak Kejayaan. Sementara, Naufal Azrin ikut Lomba Big Stage 2023 sampai Konser Ketiga dan Sayangnya, Naufal Berpisah dari Persaingan Big Stage 2023 Gara Gara Penampilannya yang Bikin Jelek. dan Akhirnya, Penyanyi Teman Duet Nuha Ini Bangkit Kembali Meskipun Banyak Jobnya Tanpa Batas. Ditambah Lagi dengan DeFam dengan 3 Anggotanya Seperti Cik Manggis (Penyanyi), Azira Shafinaz (Penyanyi/Presenter) dan Sophia Liana (Penyanyi/Rapper). Meski Dicap Bangkit Kembali, Trio Ini Merilis Lagu Barunya yakni Berubah pada Awal Oktober 2022 dan Nah (Khusus Sophia Liana) pada Akhir Juni 2023. Sebelum Mereka Kembali Bangkit, Sempat NgeJob sebagai Presenter/Juri semacam Cik Manggis di Hello Trend dan All Together Now Malaysia 2021 dan Azira Shafinaz lewat Vocal Mania 2020 dan All Together Now Malaysia 2021. Selain DeFam, 2 Selebritis Wanita Malaysia yang Dibilang Tiruannya Korea Gara Gara Hallyu Waves, Diantaranya Hany Fadzil dan Adriana Adnan yang Dibilang Sahabat Baik Yaya Zahir, DeFam dan Daiyan Trisha. Hany Fadzil yang Fokus di Radio Era (Kembali) karena Bukan Bertugas jadi Penyiar (Kembali) melainkan Jadi Bos atau Penasehat dan Mengurus Keluarga, Anak dan Suaminya. Selain Itu, Adriana Adnan yang Fokus jadi Presenter dan Pemeran Drama. Drama yang Dibintanginya Semacam Jack Yusof yang Dibintangi Datuk Rosyam Nor yang Tayang Setiap Senin Malam di Astro Ria. Coba Bandingkan Saja dengan Band Dewa 19 yang Menuai Sukses (Kembali) Setelah Perpecahan. Dengan Kehadiran Once dan Tyo Nugros, Band Ini Bisa Jadi Bangkit Kembali melalui Album Bintang 5 yang Dirilis pada 2000. Terjual Hingga Jutaan Kopi berkat Hits Single semacam Roman Picisan, Separuh Nafas, dll. Sebagaimana dalam Tulisan Tentang Sejarah Dewa 19 yang Dibuat Pada Agustus tahun lalu. Selanjutnya, Merilis Album Cintailah Cinta pada 2002 dan Mengulangi Kesuksesan Bintang 5 dengan Penjualan Mencapai Jutaan Kopi. Ini Terbukti, Kesuksesan Album Ini Tak Lepas dari Kontroversinya Lagu Arjuna yang Meniru Dari Novel. dan Setelahnya, Merilis Album Laskar Cinta (2004) yang Menjadi Album Kontroversial yang Biasanya adalah Perseteruan Dewa 19 dan FPI Akibat Logonya yang Ada Kaligrafinya. Namum Setelah Album Laskar Cinta, Rilis Lagi Album Republik Cinta (2006) untuk Mengembalikan Kesuksesannya agar bisa Tembus Pasar Dunia. Lagu Andalannya Seperti Laskar Cinta, Sedang Ingin Bercinta, dll. Namun Sayangnya, Pada 2007, Dewa 19 dan Tyo Nugros berpisah total dan Agung Yudha Asmara Masuk ke Drummer yang Ditinggalkan Tyo. Sebelum Era Once, Band asal Surabaya ini Mulai Sukses lewat Album Perdana (1992) lewat Lagu Kangen, Format Masa Depan (1994) lewat Lagu Aku Milikmu, Terbaik Terbaik (1995) lewat Lagu Cintakan Membawamu Kembali dan Pandawa 5 (1997) lewat Lagu Kirana dan Kamulah Satu Satunya. Semua Album Ini, Masih Menggunakan Ari Lasso untuk Vokalnya, Wawan yang Menjadi Drummer, Rere/Ronald yang Menggantikan Posisi Wawan dan Akhir Sekali, Aksan yang Menggantikan Rere/Ronald. Sementara Itu, Dewa 19 Mengalami Perpecahan Besar, Diantaranya Aksan Keluar karena Perbedaan Visi/Misi hingga alm Erwin Keluar Sebentar demi Narkoba. Tak Membahayakan, Bila Dewa 19 Belum Ada Rencana Untuk Album Barunya. Zaman Sekarang, Dewa 19 Masih ada Karena Setelah Once Tak Lagi bersama Band Ini Akibat ada Somasi dan Permasalahan. Duo Nuha/Naufal yang Berpadu dengan Trio DeFam, Adriana dan Hany akan Meniru Kejayaan Dewa 19 yang Bangkit Kembali setelah Masuknya Once dan Tyo Nugros. Nah, Kali Ini Aku Akan Vote MeerNa, Nuha-Naufal dan Ja lewat ABPBH 35, Agar Bisa Raih Kesuksesan yang Berani... Jangan Lupa, Saksikan ABPBH 35 Jumat, 21 Juli 2023 pukul 21.00 Waktu Setempat (20.00 WIB). Ayo Vote Bintang-Bintang Favorit Sekarang di ABPBH 35 Top 5 di Website www.abpbh.com.my sebelum 15 Juli Nanti. Buruan Vote! Tunggu Apa Lagi... Wallahualam...