Rabu, Mei 20, 2026
Kembalinya Arsenal Juara
Minggu, Maret 09, 2025
Nostalgia Kembali ke 2 Dekade Silam (Serie A 2004/05 Berhenti Tayang di TVRI Nasional, SCTV dan Lativi (aka TV One)) (Update)
Yuk Kita Bahas Tentang Akhir dari Tayangan Serie A Italia musim 2004/05 dikala Pertarungan 20 klub dari Negeri Pizza Masih dijalankan. dan Tahun 2005 (2 Dekade lalu), Kala itu Zamannya gue Masih bersekolah SD.
P/S : Postingan Blog ini Diadaptasi dari Salah Satu Postingan IG baru yang Tadi sudah diposting di akun IGku. Apalagi Membahas tentang Berhentinya Tayangan Serie A Italia 2004/05 di 3 TV Nasional yang Seharusnya berakhir pada Mei 2005 dan Berakhir lebih awal 2 bulan Sebelum Menamatkan Pertarungannya.
Masih Ingatkah Serie A 2004/05 Berhenti Tayang di 3 TV Nasional 2 Dekade lalu? di Musim 2004/05, Geliat Serie A Italia jadi Naik Turun. Gara Gara Kesulitan Finansialnya dan Menjadi Drama Kecil (seperti Belum dibayar bukan Bayar Bayar Bayar yang Nyanyi Sukatani Band itu), Maka, 3 Stasiun TV Nasional dari Indonesia memutuskan untuk Menghentikan Siaran Langsung Pertandingan Pertandingan Seru Serie A Italia Musim 2004/05, diantaranya adalah TVRI Nasional, SCTV dan Lativi (aka TV One). Agenda tersebut Mencuat pada Maret 2005 silam. Sebelum Maret 2005, Liga tersebut ada 3 Stasiun TV yang Bisa Menyiarkannya, Kadang Klub Besar dan Kadang Klub Kecil. di TVRI Nasional saja Bisa Mendapatkan Klub-Klub Kecil, Sementara SCTV dan Lativi pun Ada Pertandingan-Pertandingannya Klub-Klub Besar (Seperti Juventus dan Inter Milan). SCTV pun Memiliki Sajian "Centrocampo Liga Italia" sejak 14 September 2002 silam, Kemudian Lativi dengan "Gala Campione Serie A" mulai Januari 2004 silam dan TVRI pun Mungkin belum ada Nama Titelnya dari September 2004 hingga Maret 2005 silam. Sedih Sekali, Ke 3 Stasiun TV Nasional tak lagi Menampilkan Bintang-Bintang dari Serie A yang Rutin Muncul Saban Akhir Pekan, seperti Kaka, Del Piero, Totti, Davids, dll. dari Maret hingga Mei 2005 pun Masih dijalankan Pertarungannya sehingga Juventus jadi Juara di Musim 2004/05 (sejak pertengahan 2006, yang Juventus Seharusnya Juara Musim 2004/05, pasti terkubur Gara Gara Tragedi Calciopoli). Gara Gara Berhentinya Serie A 2004/05 di TVRI Nasional, dkk. pun Memaksa Para Tifosi-Tifosi se Indonesia mengalihkannya ke Tayangan Siaran Langsung Coppa Italia 2004/05 di ANTV. di Media Cetak Olahraga pun Masih Mencantumkan Jadwal Tayangannya TVRI Nasional, SCTV dan Lativi di Awal hingga Pertengahan Maret 2005. di Awal Maret masih ada 3 Stasiun TV yang disebutkan tadi dan di Pertengahan, Hanya SCTVlah yang Menyisakannya Pasca 2 dari 3 Stasiun TV Nasional yang Sudah Tersisih. Oh Ya, SportsFive dan Pro F adalah Distributornya Hak Siar Serie A 2004/05 melalui TVRI Nasional, SCTV dan Lativi. kan Ke 3nya Sama Sama adalah Paket Platinum.
Setelah Berhentinya Serie A 2004/05 di 3 Stasiun TV Nasional, Para Pecinta Olahraga Sepakbola pun Beralih Fokus ke Liga-Liga Lain di belahan Dunia, Seperti La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa 2004/05 melalui Siaran Langsung di RCTI, Premier League 2004/05 melalui Siaran Langsung di TV7 (aka Trans 7) dan Piala FA 2004/05 melalui Siaran Langsung di ANTV. Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Pernah Kita buat, bahwa TV7 menyiarkan Premier League Inggris 2004/05 yang Biasanya 2 Pertandingan pada 2 Musim sebelumnya bertambah 3 jadi 5 Pertandingan. Ke 5 Pertandingan Boleh Tayang dan dimainkan baik di Awal dan Akhir Pekan. Biayanya Lebih besar Karena Ditanggung sama ESPN-Star Sports (sekarang keduanya udah tak ada, dikarenakan Pindah Konten ke Disney+Hotstar). Oh Ya, yang Piala FA 2004/05 cuman ada di ANTV dan jadi Eksklusif sama Seperti Coppa Italia 2004/05. Tayangan ini Cuman untuk Melibatkan Klub-Klub yang berasal dari Peremier League. Untuk La Liga dan UCL di RCTI, Musim 2004/05 cuman 4 Pertandingan Setiap Akhir Pekan untuk La Liga dan Pertandingan-Pertandingan dari Penyisihan 32 Besar hingga Grand Final di Awal Pekan. Yang Sponsornya, Pasti Ingat adalah Gudang Garam International untuk Siaran Langsung La Liga di RCTI. Sedangkan, Iklannya Rutin dimuat di Tabloid Soccer sekitar 2004/05 kalau ga salah. Bintang-Bintangnya pun Menghiasi Layar TV disaat Pertandingan-Pertandingan 3 Kompetisi Dunia selain Serie A Italia, seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Ronaldo, Ronaldinho, Lampard, Terry, Gerrard, dll. Bagus tuh...
Kalau Serie A 2004/05 di TVRI Nasional, SCTV dan Lativi jadi Gagal beneran, Maka Premier League 2004/05 di TV7, La Liga dan UCL 2004/05 di RCTI dan Coppa Italia dan Piala FA 2004/05 di ANTV pasti Berhasil Mendongkrak Popularitasnya untuk Pemirsa-Pemirsa setia.
2 Dekade sekarang ini, Cuman ada Agenda Hiburan dan Religi dari Malaysia/Singapura yang Masih dalam rangka Suasana Ramadhan Tahun ini. Semisal Celebfest 2025 hingga Starvendors 2025.
Yuk, Jangan lupa Baca Halaman Televisi (+ Acara TV) di Koran Jawa Pos Sunday Magz...
Source : Tabloid Bola (Maret 2005)
Update (11/3/25):
Postingan ini Direvisi pada 11/3/25, Soalnya Tulisan ini Diperbaiki karena Lupa.
Update (21/3/25):
Postingan ini Direvisi pada 21/3/25
Kamis, Mei 16, 2024
Klasemen Jelang Pekan Terakhir Liga Inggris 2023/24 Ibarat Liga Italia 1999/2000, Ga Bahaya Ta?
Kamis, Desember 14, 2023
Nostalgia Tokti dan Liga Inggris di TransMedia (Update)
Pembahasan Sebelumnya : KLIK TAUTAN
Besok, TransMedia Berulang Tahun ke 22 yang Bertemakan "Power Up". Ini Terbukti, Nama TransMedia bisa Mengundang Bintang-Bintang Kelas Dunia Sejak Kelahirannya Sampai Sekarang Termasuk Sajian Spesial Event-Event Dunia terutama Olahraga. Yuk Kita Flashback Sejenak Trans TV dan Tokti plus Trans 7 dan Liga Inggris Ketika Saya masih di Bangku Sekolah Dulu... Oh, Ya Tahun Depan, Tokti bakal Berusia 45 Tahun pada 11 Januari 2024 Nanti. Ini Pemanasan lurd...
Di Periode 2002/03 sampai 2006/07 saja, Trans TV Sering Mengundang Nama Penyanyi NgeTop dari Malaysia, Datuk Seri Siti Nurhaliza di Konser-Konsernya, Seperti Konser Spesial Siti Nurhaliza yang Tayang 2 Dekade lalu. Saat Itu, Om Ishadi SK, Indra Yudhistira (Keluar dari Trans TV pada 2004 dan Pindah ke RCTI sampai 2010) dan Pak Tama (Wishnutama) Masih Bertugas Bersama untuk Mengurus Acaranya Siti Nurhaliza di Stasiun TV milik Pak CT (Chairul Tanjung) tersebut.
Pas Waktu Sekitar 2004/05 Saja, Beliau Sering Tampil di Layar Trans TV baik Program Eksklusif dan Program Spesial (Seperti Ultah ke 3). Kala Itu bersaing dengan Acara Lain Seperti Bajaj Bajuri hingga AFI 1-3 yang Lagi Booming di Layar TV. Sebenarnya Sih, Tahun 2002 sampai 2005 saja Adalah Puncak kejayaan Datuk Siti Nurhaliza yang Sangat Populer di Malaysia dan Indonesia, Terutama Album-Albumnya Seperti Sanggar Mustika yang Melejitkan Hits Nirmala, E.M.A.S. yang Memuat Hit Bukan Cinta Biasa, Anugerah Aidilfitri (Idul Fitri) yang Memuat 8 Lagu Bertemakan Lebaran Semua, Prasasti Seni yang Menghadirkan Hits Andalannya Seindah Biasa Ciptaan Pongky Barata dan Album Live In Royal Albert Hall London Berisi Rekaman Lagu-Lagu Beliau dalam Versi Orkestra Live. Kehebatan Tokti (sapaannya Datuk Siti Nurhaliza) di Indonesia Itu Selalu Keren, Tapi Penampilannya Energik Sekali daripada Penyanyi-Penyanyi Lain yang Pernah Tampil dalam Acara-Acara Musik Spesial Produksi Trans TV, Sebut Saja Iwan Fals, Agnez Mo, Slank, Peterpan (aka Noah), Gigi, dll. Ketika Demam Tokti di Panggungnya Stasiun TV milik Chairul Tanjung Ini, di Program Extravaganza pun Salah Satu Pemainnya Bisa Menyebut Nama Siti Nurhaliza, Terlalu Lucu Jadinya. Lalu, di Akhir 2004 atau 2005, Tokti Melakukan Tour di Berbagai Kota-Kota di Indonesia dan Malaysia, Salah Satunya di Sebagian Besar Kota-Kota Indonesia dan On Air melalui Layar Trans TV. dan Boleh Dibilang, Trans TV memang Eksklusif yang Tokti Terus. Seiring dengan Penurunan Popularitasnya Beliau, Akhirnya di 2006 Tokti Kembali Rilis Album Transkripsi yang Berisikan Lagu Biarlah Rahasia. Saat Album Ini Beredar di Indonesia, Tokti pun Kembali ke Indonesia untuk Manggung di Halaman Kantor TransMedia pada Tahun yang Sama.
Rabu, Agustus 09, 2023
Jadwal Liga Inggris Musim 2023/24 Pekan Pertama dan Kedua (12 - 22 Agustus 2023)
Liga Inggris Musim Ini Segera Dimulai. Ini Dia Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan Pertama dan Kedua di Musim 2023/24 (Waktu Indonesia Barat).
Pekan 1
Burnley vs Man. City
12/8/23 02.00 WIB
Arsenal vs Nottm Forrest
12/8/23 18.30 WIB
Sheffield United vs Crystal Palace
12/8/23 21.00 WIB
Bournemouth vs West Ham
12/8/23 21.00 WIB
BHA vs Luton Town
12/8/23 21.00 WIB
Everton vs Fulham
12/8/23 21.00 WIB
Newcastle vs Aston Villa
12/8/23 23.30 WIB
Brentford vs Tottenham
13/8/23 20.00 WIB
Chelsea vs Liverpool
13/8/23 22.30 WIB
Man. United vs Wolves
15/8/23 02.00 WIB
Pekan 2
Nottm Forrest vs Sheffield United
19/8/23 01.45 WIB
Luton Town vs Burnley
??
Liverpool vs Bornemouth
19/8/23 21.00 WIB
Wolves vs BHA
19/8/23 21.00 WIB
Liverpool vs Bornemouth
19/8/23 21.00 WIB
Fulham vs Brentford
19/8/23 21.00 WIB
Tottenham vs Man. United
19/8/23 23.30 WIB
Man. City vs Newcastle
20/8/23 02.00 WIB
Aston Villa vs Everton
20/8/23 20.00 WIB
West Ham vs Chelsea
20/8/23 22.30 WIB
Crystal Palace vs Arsenal
22/8/23 02.00 WIB
Jangan Lupa Nonton Ya...
Kamis, Agustus 03, 2023
Liga Italia di RCTI dan Liga Inggris di TV7 (sekarang Trans 7) yang Dirindukan...
Hari Ini, Kita Akan Menulis Cerita Masa Lalu yang bisa diingati... Apalagi mau Menyambut Musim Baru Liga-Liga dari Luar Negeri seperti Italia, Inggris dan Spanyol...
Di Zaman 90an sampai 2000an, Stasiun TV Nasional Beramai-Ramai Siarkan Turnamen atau Liga Olahraga dari Luar Negeri. Tak Kira ada Liga Italia ataupun Inggris yang Menyaksikannya Lewat Layar Televisi Setiap Malam kala di Luar Mainnya Sore/Malam (di Amerika kan Tayang Pagi seperti Basket NBA). Turnamennya Seperti Olimpiade, Piala Dunia, Piala Asia, Piala Eropa dan Semacamnya. Kalau Piala Dunia sih Kan Hanya Disaksikan di Sebagian-Sebagian Stasiun TV secara Bergiliran (1990 sampai 1998 kan Semua TVnya), Sementara yang Olimpiade sama saja. Sekarang, Disaksikan lewat OTT maupun Non-OTT. Kalau Pakai OTT, Harus Dibayar untuk Live Streamingnya. Jauh Sebelum Eranya OTT dan Live Streaming, TV Nasional pun Bisa Menghadirkan Siaran Langsung dan Tunda Liga-Liga Dunia dengan Biaya Hak Siar yang Sangat Mahal. Jika RCTI melekat dengan Liga Italia yang Menjadi Tradisi dari waktu ke waktu (1989-2002, 2009 dan 2019-2022), tapi SCTV atau TV7 (kini Trans 7) yang melekat dengan Liga Inggris karena Pertandingan-Pertandingannya Klub Terbaik (1990-2001, 2002-2007, 2013-2016 dan 2021-kini).
Liga Italia di RCTI memang terkenal dengan Pertandingan-Pertandingan Seru. Ada Klub-Klub yang Tampil di Layar Seperti Juventus, Lazio, Inter Milan, AC Milan, AS Roma, Parma dan Terakhir, Chievo yang Jadi Pendatang Baru. Ketika Aku Masih Kecil dari sebelum Masuknya Sekolah TK hingga ketika masuk TK, Saya menyaksikannya Setiap Minggu Malam di Stasiun TV yang Dicap Ok gitu. Presenter dan Komentatornya Pun Tak Ketinggalan ada Olan Fattah, Tris Irawan, (alm) Andi Darussalam, Rayana Djakasuria (yang bertugas untuk Live Report), Gilbert Coboy, Dik Doank, Wulan Guritno dan Tamara Geraldine. Salah Satu Presenter yang Favorit ya, Gilbert "Coboy" Patiruhu yang Memandu Highlights Liga Italia dan Kuis Berhadiah. Tak Ketinggalan, Majalah Liga Italia menjadi Referensi Terlengkapnya. Aku Ingat, Saat Masih Tayang Live, Kan Sempat Mengintip Majalahnya dan Bisa Dibelikan Sama Mami dan Papiku (Kala itu).





