Sepatu Emang bukan hilang, Tapi diambil orang lain. Jangan Biarkan peristiwa ini Kurang ceroboh, lebih baik harus ikhlas dan pastikan Menjadi mitos beneran. Mitos itu Tak Penting, malahan bisa diselamatkan kalau tidak bisa terulang Seperti ini. Kami Yakin, Sepatu yang bakal diganti itu segera Terwujud dan Satu Impian akan Mengarungi Kita. Stress memang gak akan Menyakitinya, Hukumannya tidak Bisa diatur, Karena faktor sepatu saya yang diambil Orang Lain. tentu saja, Ingin segera terwujud bila sepatu dibelikan Sama Seperti Cinderella memasang Sepatu dari Pangeran Muda. Memangnya kisah Cinderella itu Tidak bohong, Tapi Asli dari Sumbernya. Jadi siapa pun tahu dengan Cerita-Cerita yang begitu Penting Terutama sejarah. Jangan Sampai Kembali Terulang Jumat depan, Ini bukan berkaca dari Kehilangan MH370 4 tahun silam, Tapi berkaca dari Kehilangan Uang saat naik Sepeda yang Belum hampir Setahun. Makanya Jangan sampai Perbuatan Nakal Kembali, Yang Penting seperti lagunya Ayda yang Judulnya Sama. Kita Harus Move On dari Ketepurukan, Kesedihan dan Keterpaksaan Selalu Menjadi Peristiwa yang Lebih Aneh.
Catatan Ini Ditulis pada Tanggal 27 Januari 2018.
Kamis, Februari 01, 2018
Selasa, Januari 09, 2018
Kemasan Baru Koran Jawa Pos dan Kompas, Lebih Mammayo, Jebred dan Comel
Di Awal 2018, Ada Yang Berubah di Koran Favorit Saya, Jawa Pos dan Kompas. Akhirnya Sekarang Berganti Kemasan Seperti Logo Baru Era FM Malaysia.
01. Jawa Pos
Mulai 1 Januari 2018, Jawa Pos Mengganti Tampilan Sedikit Baru, Karena ada Tulisan Tanggalan Jawa Seperti Pahing, Wage, Legi, Kliwon dan Pon di Samping Hari dan Tanggalnya Setiap Harinya (Termasuk Juga Anggota Radar).
01. Jawa Pos
Mulai 1 Januari 2018, Jawa Pos Mengganti Tampilan Sedikit Baru, Karena ada Tulisan Tanggalan Jawa Seperti Pahing, Wage, Legi, Kliwon dan Pon di Samping Hari dan Tanggalnya Setiap Harinya (Termasuk Juga Anggota Radar).
Cover Jawa Pos 1 Januari 2018 (Kemasan Baru)
Di Halaman 1 sampai 12 ada Kata-Kata dari Para Tokoh Ternama, Bincang Tokoh (Halaman 4), Otomotif (Setiap Jumat), Parenting (Setiap Jumat di For Her), Show-Selebritis dan Hoax atau Bukan. Sedangkan Seksi Olahraga (Sportainment) Terdapat Berita Menarik Tentang Olahraga, Mulai dari Sepakbola, Total Sport, Running & Fitness (Setiap Senin), Arena Jatim (Setiap Minggu) dan Terdapat Selingan Iklan Jitu. dan Halaman Khusus Daerah (Radar) Juga Berubah Seperti Jawa Pos Reguler (+Metropolis/Metropolitan).
Cover Jawa Pos Minggu (Kemasan Baru)
Sama Dengan Edisi Sebelumnya, Jawa Pos Minggu juga Kemasan Baru, ada Halaman Baru di Hari Minggu, Yakni Cerita Minggu. Termasuk Juga Jejak-Jejak Peradaban, Cerpen, Senggang, Jawa Timur, Show-Selebritis, Beauty (For Her), Cycling Sunday, Serambi Budaya (JPR Mojokerto), Mata Lensa (JPR Mojokerto) dan Guru & Idola (Metropolis).
02. Kompas
Sejak Tanggal 3 Januari 2018, Kompas Mengubah Kemasannya yang Clean & Strong sesuai dengan Kata dari Pimred Kompas (Budiman), agar Kelihatan Dinamis dan Lebih Mammayo dan Jebred.
Cover Koran Kompas 3 Januari 2018 (Kemasan Baru)
Selama Lebih Dari 10 Tahun Dengan Tampilan 2005, Kompas Berganti Kemasan dengan Halaman-Halaman yang Sangat Mammayo, Jebred dan Kuat Sesuai dengan Desain yang Mengusung Clean and Strong yang Menyerupai Digital melalui Website Resminya, Kompas.Id, Bandingkan dengan Cover Lama yang Sudah Digunakan sejak 13 Tahun Terakhir:
Cover Lama Koran Kompas (2005-2018)
Cover Lama Kompas, Tetap Menarik, Meskipun Desainnya Dibuat Mario Garcia, Perancang Koran Dunia yang Sudah Membuat Desain Koran Ternama. Cover Barunya Terkesan Klasik dan Elegan serta Lebih Jebred dan Mammayo. Tidak Hanya Itu, ada Navigasi di Atas, Indeks di Bawah dan Arsip di Halaman 15.
Cover Koran Kompas Sabtu/Minggu (Kemasan Baru)
Bukan Hanya Setiap Senin-Jumat, tapi Edisi Akhir Pekan (Sabtu-Minggu) Juga Diganti Kemasannya, Yakni Navigasi Berwarna Kuning. Sedangkan Halaman-Halamannya Juga Berubah, mulai dari Kolom Politik, Bahasa, Agenda Minggu Ini, Puisi, Jalan Jalan, Tips Investasi, Tips Cantik, Trivia Bola, Konsultasi, Tanah Air dan Kata Kompas (Paling Anyar) untuk Edisi Sabtu. Sedangkan Minggu ada Rubrik-Rubrik Menarik yang Tak Kalah Menarik Seperti Kata Kota, Kota, Ruang & Desain, Avontour, dll. juga berganti Kemasan Seperti Edisi Sabtu. Makanya tahun 2018 Tetap Membaca Koran Jawa Pos dan Kompas dengan Kemasan Baru dan Semangat Baru, Dijamin Lebih Mammayo, Jebred dan Comel agar Beritanya Gak Bikin Ketinggalan Lho.
Selasa, Januari 02, 2018
Petualangan 4 Kota Besar di Akhir 2017 (Bagian 2 - End)
Setelah di Part Sebelumnya, Kita Tulis Blog Lagi yang Bagian Akhir, Yakni ke Jogjakarta dan Malang.
Memasuki Awal Pagi, Banyak yang Dipersiapkan Untuk Petualangan Berikutnya, Jogjakarta. Nah di Stasiun Bandung, ada Penjualan Koran Lokal yang Masih Terbit (Kecuali Pikiran Rakyat, dkk. Tidak Terbit). Tapi Akhirnya dibelikan Mami bukan Papi. Saat Sebelum Kereta Berjalan, Saya Makan Roti Mariam Duluan biar Lezat Sekali. Saat Kereta Sudah Berjalan dari Bandung, Kami Makan Juga Nasi Rames atau Nasi Goreng. di Saat Perjalanan dari Bandung, Ternyata ada Kereta Sinyal Masuk di Kebumen, Kayaknya Telat Deh. di Jam 15.45 Sore, Tiba di Kota Jogjakarta. Ini Untuk Kali Ke 5 Ke Kota Yang Istimewa, dan Langsung Masuk Hotel Grand Inna Malioboro dan Sedang Menyaksikan Acara Favorit Saya, Pesbukers dan D'Academy Asia 3. di Malam Hari Saya Mau Makan Ayam Goreng dan Nasinya, Enak Banget gan.
Day 6 - Bandung & Jogjakarta (25 Desember 2017)
Memasuki Awal Pagi, Banyak yang Dipersiapkan Untuk Petualangan Berikutnya, Jogjakarta. Nah di Stasiun Bandung, ada Penjualan Koran Lokal yang Masih Terbit (Kecuali Pikiran Rakyat, dkk. Tidak Terbit). Tapi Akhirnya dibelikan Mami bukan Papi. Saat Sebelum Kereta Berjalan, Saya Makan Roti Mariam Duluan biar Lezat Sekali. Saat Kereta Sudah Berjalan dari Bandung, Kami Makan Juga Nasi Rames atau Nasi Goreng. di Saat Perjalanan dari Bandung, Ternyata ada Kereta Sinyal Masuk di Kebumen, Kayaknya Telat Deh. di Jam 15.45 Sore, Tiba di Kota Jogjakarta. Ini Untuk Kali Ke 5 Ke Kota Yang Istimewa, dan Langsung Masuk Hotel Grand Inna Malioboro dan Sedang Menyaksikan Acara Favorit Saya, Pesbukers dan D'Academy Asia 3. di Malam Hari Saya Mau Makan Ayam Goreng dan Nasinya, Enak Banget gan.
Day 7 - Jogjakarta (26 Desember 2017)
Pagi Hari, Kita Diawali dengan Sarapan bersama Mami, Alma dan Elvan, Yang Papi Tidak Sarapan Karena Sakit Sekali. setelah Sarapan, Kita Mau Jalan-Jalan Malioboro, Tepatnya Jogja Library Center. Kayaknya Perpustakaan yang Terletak di JL. Malioboro itu Masih Tutup Karena Petugasnya Diliburkan Saat Natal Berlangsung, Kalau Begitu, Tetap Jalan-Jalan di Malioboro dan Bisa Membeli Salah Satu Koran Lokal Ternama di Indonesia. Kembali Ke Hotel dan Santai Sambil Nonton Serial Favorit saya, Malaikat Tak Bersayap yang Masih Ditayangkan di ANTV. di Sore Hari, Kembali Melakukan Jalan-Jalan Lagi di Tempat Yang Sama, Kalau Mami dan Alma di Tamansari, Saya sama Elvan dan Papi Lagi Jalan-Jalan di Malioboro. ada Yang ulah di Malioboro, seperti Mencium Kuda, Masuk Jogja Library Center tidak bisa dan Anak Terjatuh tapi Tak Sengaja. Tidak Hanya Itu, Saya Berselfie di Papan Jl. Malioboro. di Malam Harinya, Saya Tulis puisi Saya agar kembali ke Perpustakaan Ternama di Kota Ini.
Day 8 - Jogjakarta & Malang (27 Desember 2017)
Menyelesaikan Petualangan di Jogjakarta, Kayaknya Mau Sarapan Kembali dengan Mami, Alma dan Elvan. Setelah Sarapan kita Mau Ke Stasiun Jogjakarta di Dekat Malioboro. Walaupun Perpustakaan JLC Ditutup Terus sampai Awal Januari 2018, Kita Tetap Dikenang Sepanjang Masa. Di Stasiun, Ada Yang diantri, bahkan Mau Minta Makan Roti O. Kereta Menunggu di Stasiun Jogjakarta dan Terpaksa Mencari Kereta yang Bisa Pergi ke Jawa Timur, Tepatnya Gajayana. Nah, Gajayana Sudah Datang dan Siap Kabur Kembali Ke Propinsi Asalnya, Jawa Timur. Kerinduan Jawa Timur Itu Cuman Mimpi Doang, Tapi Harus Berjuang Keras Kembali ke Kampung Halamannya. sampai di Jawa Timur, Banyak Stasiun yang Berhenti, mulai dari Ngawi, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Kediri, Wlingi, Kepanjen, Malang Kota Lama dan Malang. di Saat Berhenti di Blitar, ada yang Bilang "Wruu" itu cuman Kata Jelek, sampai di Kota Malang, akhirnya ada Kampung Warna Jodipan yang belum sempat difoto sendiri. Terakhir Kali dikunjungi 22 Januari 2017, tapi Tidak bisa kunjungi Kembali karena Mengikuti Jejak ke Jogja Library Center yang gagal hadir. di Kota Malang aku Bisa Menunggu Mobilnya dan Bergerak Menuju Rumahnya di Malang. Saat OTW dari Stasiun, Saya Mau Foto dengan Kantor Walikota Malang. Sampai Rumah, Aku Mau Mencari Saluran Kompas TV di Kanal 62 UHF, Soalnya Malang Raya ada Kompas TV sejak 3 Tahun Terakhir tidak ada siaran sama sekali. Malam Harinya Sempat Menyaksikan Penampilan Rhoma Irama, Fakhrul Razi dan Shiha di Konser Kememangan DAA 3 dan Pemenangnya Fildan. Serta Tidak Ketinggalan, Beli Kue Oleh Oleh Malang dan Bakso Presiden yang Biasanya dibelikan Mami dan Alma.
Day 9 - Malang & Mojokerto (28 Desember 2017)
Berakhirlah Sudah Di Malang, Tepatnya Hari Terakhir, Kayaknya Mau Beli Nasi Buk Madura dan Koran Jawa Pos Radar Malang (Koran Asli Malang). Setelah Makan Pagi, Kami Bergegas Kembali ke Mojokerto Naik Mobil. Perjalanan dari Malang Ke Mojokerto harus Lewat Cangar-Pacet, jadi Lebih Seru dan Hangat jika Mau Tidur atau Pindah ke Belakang sebelum Melanjutkan Perjalanan. Makan Nasi di Pak Ngat, Harusnya Dikurangi Demi Berat Badan Naik dan Turun. Setelah Makan di Pak Ngat, Kami Bergegas Kembali ke Rumahnya di Kedung Sari, Alhamdullilah, Home Sweet Home.
Demikian Tulisan Blog Saya. Mudah-Mudahan Travelingnya Selalu Seru Seperti Ke Bali. Salam.
Jumat, Desember 29, 2017
Biodata Artis/Selebritis Malaysia: One Forteen (D Academy Asia 3)
Nama Asli: Muhammad Ridzuan bin Sharifuddin
Nama Lain: One Forteen
Lahir: Ipoh, Agustus 1986
Asal: Ipoh, Perak
Pendidikan: -
Pengalaman: One In A Million, Forteen dan D Academy Asia 3
Single: Berdua Bersatu, Kita & Dekat Tapi Jauh
Video:
Berdua Bersatu (Single Pertama One Forteen bersama Forteen pada 2011)
Dekat Tapi Jauh (Single Terakhir One Forteen bersama Forteen pada 2016)
Lagu Yang Sedang Sedang Saja (Konser D Academy Asia 3)
Kamis, Desember 28, 2017
Petualangan 4 Kota Besar di Akhir 2017 (Bagian 1)
Setelah Pulang dari 4 Kota Besar, Kami Akan Menulis Blog (Kembali) di Momen Akhir 2017 ini, ditutup dengan Tulisan Blog Tentang Petualangan 4 Kota (Paling Besar) di Indonesia dan Pastikan akan Menjadi 2 Bagian.
Day 1 - Surabaya & Jakarta (20 Desember 2017)
Rabu Pagi, Datangin Mas Yudi lalu Lepas Ke Stasiun Pasar Turi Surabaya. Setelah sampai di Tujuan, Mereka Makan Pagi di Restoran Solaria lalu Berfoto lewat Insta Story. saat Kereta Api datang, Mereka Naik Argo Bromo dan Melepas dari Surabaya ke Jakarta (Gambir). Paling Lama hanya 9 Jam tapi Telat kedatangannya sebelum sampai Gambir. 2 stasiun di Jakarta menjadi Pemberhentian Terakhir, antaranya Jatinegara dan Gambir. Setelah Sampai Gambir, lalu Ketemu Keluarga Lamanya, Bude Isyil langsung Membeli 2 Surat Kabar Ternama, Kemudian melaju Cepat menuju Cikini untuk Menginap Disana dan Melakukan Persiapan Untuk Besok (Tapi bisa Meniru Misi di Dalam Game) dan Malam Harinya saya Nonton Acara D Academy Asia 3 (Acara Favorit saya). di Malam yang Sama, saya Menghubungi Mas Yoyok yang sekarang Masih di Mojokerto.
Day 2 - Jakarta (21 Desember 2017)
Tidak Seperti Hari Pertama, Hari Kedua Bakalan Menarik, Yakni Ke Kantor Kompas Gramedia di Palmerah dan Ke Taman Impian di Ancol. sebelum Ke Ancol, Saya sama Bapak mau Mengunjungi Pusat Informasi Kompas di Lantai 4 Kantor Kompas Gramedia. disana ada Pengambilan Arsip dalam Cetakan sekaligus dibayar. Sementara di Ancol, Maunya Nyoba ke Sea World dan Bisa Melihat Ikan Ikan Terbaik. Selain Itu masuk Ke Gelanggang Samudra dan Ke Merchandise. Pulangnya naik Mobilnya Bude Isyil dari Ancol ke Cikini karena Banyak yang Macet Terus. Sampai di Cikini, Akhir Akhir ini belum Menemukan KTP yang biasanya diserahkan di Kantor Kompas Gramedia, tapi akhirnya ditemukan di Kantongnya Bapak Saya Hehehe...
Day 3 - Jakarta & Bandung (22 Desember 2017)
Sebelum Ke Gambir, Saya sama Diddy (Suaminya Isyil) mau Naik Motor untuk Pergi Mencari 7 Koran terbaik di Kawasan Senen, Soalnya Senen adalah Kawasan Penjualan Koran-Koran Ternama seperti Kompas, Koran Tempo, Koran Sindo, Jawa Pos, Media Indonesia, Warta Kota, Republika, Indo Pos, Super Ball, Pos Kota, Top Skor dan Rakyat Merdeka. Setelah Membeli ketujuh Koran tersebut, Kembali ke Hotel Cikini dan Bersiap Ke Gambir, karena Misinya Selesai disini. Saat Masuk Stasiun Gambir, terlihat Monas sebagai Landmarknya Jakarta, setelah itu Masuk Gambir dan Membeli 2 Koran yang Menyusul 7 Koran Ternama. sebelum Kereta Api Datang, Waktunya Berpisah dengan Bude Isyil, lalu akan Naik Kereta Argo Parahyangan Premium dan Sampai Bandung. sampai di Bandung, ternyata Internetnya Sulit mendapatkan Koneksi Terbaik, tapi sayangnya bisa Naik Mobil Rental untuk Keliling Kawasan Bandung Raya. Sampai di Restoran Sederhana, Saya Mau Menghabiskan Ayam Goreng Rendang yang sangat Pedas Sekali. Puas dengan Makan, Lalu Berlanjut Ke Farm House di Lembang, Soalnya Mami dan Alma ganti Pakaian, Sedangkan Bapak, Saya dan Elfan santai di Cafe. Setelah di Farm House yang Lebih Seru, Kami Kembali ke Mobil dan Kembali Keliling di Bandung Raya. Walaupun Cihampelas Macet, Bisa Bisa sudah Mendekat ke Asia Afrika. di Jalan Asia Afrika ada Banyak Pesta Berhantu, Lalu Sampai di Braga Walk ada Hotel Fave. Hotel Fave Menjadi Penginapan Kedua Setelah Alia Cikini.
Day 4 - Bandung (23 Desember 2017)
Di Jam 7 hingga 8, Kita Mau Sarapan di Fave, Kayaknya Papi masih Hilang dan Kembali. di Jam 8 Pagi, Kami Lepas dari Fave Braga, Menuju Ciwidey. di Lampu Merah sekitar Kota Bandung, ada Penjual Koran yang Datang, tapi akhirnya Memilih Koran Pikiran Rakyat yang Asli Jawa Barat itu. Setelah beli 1 Koran, kami melewati Tol Soroja dan Sampai ke Ciwidey. di saat OTW Ciwidey, saya Sempat dengerin Polemik di Frekuensi MNC Trijaya 91,3FM dan Sampai di Ciwidey, Pasti Mau Berfoto-Foto di Kawah Ciwidey.
Day 5 - Bandung (24 Desember 2017)
Minggu Pagi Ternyata Mau Sarapan tanpa Bapak, Yang Penting tetap Adil untuk Makan Pagi. Selain Makan Pagi, Saya sama Keluarga Lain kembali berjalan jalan di Bandung Raya, Tepatnya Ke Dusun Bambu dan Rumah Mode. di Dusun Bambu ada Lesehan, ada Lagu Dangdut dari Jatim, bahkan ada Mobil Pengantarnya. Setelah Puas di Dusun Bambu, Kami akan Pergi Ke Rumah Mode untuk Berbelanja Pakaian Terbaik. Setelah Berbelanja di Rumah Mode, Kembali Lagi ke Braga dan Kembali Beristirahat di Fave Hotel sambil Melakukan Persiapan Ke Tujuan Ketiga, Jogjakarta Esok Hari.
Sekian Dulu Blog Bagian Pertama, Kami akan Tulis Bagian Terakhir (Bagian 2) di Blog Berikutnya, Nantikan!
Day 1 - Surabaya & Jakarta (20 Desember 2017)
Rabu Pagi, Datangin Mas Yudi lalu Lepas Ke Stasiun Pasar Turi Surabaya. Setelah sampai di Tujuan, Mereka Makan Pagi di Restoran Solaria lalu Berfoto lewat Insta Story. saat Kereta Api datang, Mereka Naik Argo Bromo dan Melepas dari Surabaya ke Jakarta (Gambir). Paling Lama hanya 9 Jam tapi Telat kedatangannya sebelum sampai Gambir. 2 stasiun di Jakarta menjadi Pemberhentian Terakhir, antaranya Jatinegara dan Gambir. Setelah Sampai Gambir, lalu Ketemu Keluarga Lamanya, Bude Isyil langsung Membeli 2 Surat Kabar Ternama, Kemudian melaju Cepat menuju Cikini untuk Menginap Disana dan Melakukan Persiapan Untuk Besok (Tapi bisa Meniru Misi di Dalam Game) dan Malam Harinya saya Nonton Acara D Academy Asia 3 (Acara Favorit saya). di Malam yang Sama, saya Menghubungi Mas Yoyok yang sekarang Masih di Mojokerto.
Day 2 - Jakarta (21 Desember 2017)
Tidak Seperti Hari Pertama, Hari Kedua Bakalan Menarik, Yakni Ke Kantor Kompas Gramedia di Palmerah dan Ke Taman Impian di Ancol. sebelum Ke Ancol, Saya sama Bapak mau Mengunjungi Pusat Informasi Kompas di Lantai 4 Kantor Kompas Gramedia. disana ada Pengambilan Arsip dalam Cetakan sekaligus dibayar. Sementara di Ancol, Maunya Nyoba ke Sea World dan Bisa Melihat Ikan Ikan Terbaik. Selain Itu masuk Ke Gelanggang Samudra dan Ke Merchandise. Pulangnya naik Mobilnya Bude Isyil dari Ancol ke Cikini karena Banyak yang Macet Terus. Sampai di Cikini, Akhir Akhir ini belum Menemukan KTP yang biasanya diserahkan di Kantor Kompas Gramedia, tapi akhirnya ditemukan di Kantongnya Bapak Saya Hehehe...
Selfiean di Depan Tulisan KOMPAS TV (+Jargon Baru)
Day 3 - Jakarta & Bandung (22 Desember 2017)
Sebelum Ke Gambir, Saya sama Diddy (Suaminya Isyil) mau Naik Motor untuk Pergi Mencari 7 Koran terbaik di Kawasan Senen, Soalnya Senen adalah Kawasan Penjualan Koran-Koran Ternama seperti Kompas, Koran Tempo, Koran Sindo, Jawa Pos, Media Indonesia, Warta Kota, Republika, Indo Pos, Super Ball, Pos Kota, Top Skor dan Rakyat Merdeka. Setelah Membeli ketujuh Koran tersebut, Kembali ke Hotel Cikini dan Bersiap Ke Gambir, karena Misinya Selesai disini. Saat Masuk Stasiun Gambir, terlihat Monas sebagai Landmarknya Jakarta, setelah itu Masuk Gambir dan Membeli 2 Koran yang Menyusul 7 Koran Ternama. sebelum Kereta Api Datang, Waktunya Berpisah dengan Bude Isyil, lalu akan Naik Kereta Argo Parahyangan Premium dan Sampai Bandung. sampai di Bandung, ternyata Internetnya Sulit mendapatkan Koneksi Terbaik, tapi sayangnya bisa Naik Mobil Rental untuk Keliling Kawasan Bandung Raya. Sampai di Restoran Sederhana, Saya Mau Menghabiskan Ayam Goreng Rendang yang sangat Pedas Sekali. Puas dengan Makan, Lalu Berlanjut Ke Farm House di Lembang, Soalnya Mami dan Alma ganti Pakaian, Sedangkan Bapak, Saya dan Elfan santai di Cafe. Setelah di Farm House yang Lebih Seru, Kami Kembali ke Mobil dan Kembali Keliling di Bandung Raya. Walaupun Cihampelas Macet, Bisa Bisa sudah Mendekat ke Asia Afrika. di Jalan Asia Afrika ada Banyak Pesta Berhantu, Lalu Sampai di Braga Walk ada Hotel Fave. Hotel Fave Menjadi Penginapan Kedua Setelah Alia Cikini.
Day 4 - Bandung (23 Desember 2017)
Di Jam 7 hingga 8, Kita Mau Sarapan di Fave, Kayaknya Papi masih Hilang dan Kembali. di Jam 8 Pagi, Kami Lepas dari Fave Braga, Menuju Ciwidey. di Lampu Merah sekitar Kota Bandung, ada Penjual Koran yang Datang, tapi akhirnya Memilih Koran Pikiran Rakyat yang Asli Jawa Barat itu. Setelah beli 1 Koran, kami melewati Tol Soroja dan Sampai ke Ciwidey. di saat OTW Ciwidey, saya Sempat dengerin Polemik di Frekuensi MNC Trijaya 91,3FM dan Sampai di Ciwidey, Pasti Mau Berfoto-Foto di Kawah Ciwidey.
Saya Berfoto di Ciwidey
Setelah Puas di Ciwidey, Gue Mau Kembali Ke Kota Kembang dan Berkeliling Membeli Pakaian yang dijadikan Oleh Olehnya, Sementara Itu Bapak sudah Datang dan Membeli Keripik Singkong Pedas. Setelah Puas Berbelanja di Bandung, Balik Lagi ke Braga dan Kembali Beristirahat di Hotel Fave.
Minggu Pagi Ternyata Mau Sarapan tanpa Bapak, Yang Penting tetap Adil untuk Makan Pagi. Selain Makan Pagi, Saya sama Keluarga Lain kembali berjalan jalan di Bandung Raya, Tepatnya Ke Dusun Bambu dan Rumah Mode. di Dusun Bambu ada Lesehan, ada Lagu Dangdut dari Jatim, bahkan ada Mobil Pengantarnya. Setelah Puas di Dusun Bambu, Kami akan Pergi Ke Rumah Mode untuk Berbelanja Pakaian Terbaik. Setelah Berbelanja di Rumah Mode, Kembali Lagi ke Braga dan Kembali Beristirahat di Fave Hotel sambil Melakukan Persiapan Ke Tujuan Ketiga, Jogjakarta Esok Hari.
Sekian Dulu Blog Bagian Pertama, Kami akan Tulis Bagian Terakhir (Bagian 2) di Blog Berikutnya, Nantikan!
Kamis, Desember 07, 2017
Catatan Kemarin: Piala Dunia 2018, Mama 2017 dan AJL 32
Panggung Piala Dunia 2018 bentar lagi digelar, Soalnya 32 negara Udah dimasukkan ke 8 Grup yang Berbeda. di Grup D, Argentina tetap Alot kalau bisa kalahkan Islandia, Kroasia dan Nigeria, dan di Grup B, Portugal dan Spanyol Secara bersaing untuk Menjadi yang terbaik. bukan hanya Pengundian, tapi Penghargaan MAMA 2017 berlangsung di 3 Negara, Vietnam, Jepang dan Hongkong. Exo, BTS, Twice, Red Velvet dan Lainnya memang Banyak yang dimenangkan, Karena Saingannya Selalu Kuat. Musik KPop dan Sepakbola tetap mendunia, Meskipun banyak penggemarnya tetap jadi andalan buat Generasi Millenial di beberapa Negara-Negara Asia Tenggara (Kecuali Brunai). Di Tahun Berikutnya, ada yang Lebih Meriah, AJL 32 yang berlangsung 3 bulan sebelum Ramadan, 4 bulan sebelum Piala Dunia atau Pilkada Serentak dan 6 bulan sebelum Asian Games 2018. bayangkan, tahun 2017-2018 adalah Tahunnya Seleb Asia Sambang ke Negara-Negara Asia Tenggara. Semoga Lebih maju dan Lebih kuat dari tahun Sebelumnya. Ingat, dari Awal 2017 sampai Pertengahan/Akhir 2018 adalah Tahun Artis Asia di Masa Kejayaannya.
Catatan Ini ditulis pada Tanggal 4 Desember 2017
Catatan Ini ditulis pada Tanggal 4 Desember 2017
Selasa, Desember 05, 2017
Catatan Kemarin: HUT Metro TV dan Don Bosco Selamun
Metro TV udah berumur 17 tahun, Komitmen Kami tetap menjadi TV berita yang banyak digemari di Indonesia, terutama sang Wartawan tua yang kembali hadir di TV ini, Don Bosco Selamun. Sosok yang terkenal itu, sudah banyak Berita yang dibuat, sama seperti di Masa SD Dulu, Bang Don Bosco (sapaan DBS) pernah jadi Pemred Metro TV dari Tahun 2004 hingga 2005/06 dan ada Momen besar saat Bang Don bekerja, mulai dari Pemilu 2004, Tsunami Aceh, Perjanjian Helshinki dan Setahun SBY Jadi Presiden RI. Rasanya mau balik ke 2004/05, karena Bang Don dan Metro TV Tetap Disayang Pemirsa. Saat Bang Dob depak sekitar akhir 2005 (sudah diambil dari Buku Andy F. Noya), Sosok ini Sudah berpindah-pindah, Mulai dari Liputan 6 SCTV (1997-2002 & 2006-2011) dan Berita Satu (2012-2016). Bukan hanya Bang Don Kembali, tapi ada tokoh lama yang Datang Kembali Ke Semula, Seperti Kania Sutisnawinata dan Ralph Tampubolon. Ketiga Mantan itu, Sudah Terealisasi untuk Pulang ke Rumah Lama, hidup seperti lagu Balik Kampung yang Diputar pas Lebaran.
Catatan ini Ditulis pada Tanggal 25 November 2017
Catatan ini Ditulis pada Tanggal 25 November 2017
Langganan:
Postingan (Atom)







