Jumat, Agustus 28, 2026
Topan-Leysus
Kamis, Agustus 27, 2026
Radio itu (dijamin) Berani Beda
Rabu, Agustus 26, 2026
Dapat Koran Kompas Dobel Edisi Khusus Sepanjang Agustus ini
Senin, Agustus 24, 2026
1 Dekade lalu Kena Cacar air
Senin, Agustus 10, 2026
Si Elfan Ospek
Minggu, Agustus 09, 2026
Hebatnya Memakai Jersey Sepakbola Dunia di TVRI (Update, Revisi)
Kaltara Hari ini 4 (diambil dari YT TVRI Kaltara)
Penggunaan blazer di luar jersey oleh para presenter berita TVRI (baik di TVRI Nasional maupun stasiun daerah) saat membawakan program berita aktual atau obrolan isu terkini selama momen Piala Dunia merupakan standar penyiaran televisi yang memadukan beberapa alasan penting:
1. Menjaga Kode Etik dan Standard Format Berita (News Standard) Program berita serius (hard news) seperti Indonesia Hari Ini, Klik Indonesia, atau obrolan isu terkini memiliki pakem busana yang wajib memenuhi prinsip journalistic decorum (kesopanan dan profesionalisme jurnalistik). Jersey sepak bola murni dianggap terlalu kasual untuk membawakan berita formal/isu nasional. Blazer berfungsi sebagai elemen formal agar tampilan visual presenter tetap rapi dan berwibawa di layar TV publik.
2. Strategi Cerdas "Semarak Piala Dunia" Tanpa Melanggar Etika Dress Code Sebagai Official Broadcaster Piala Dunia, TVRI ingin membawa atmosfer kejuaraan ke seluruh lini programnya. Menggabungkan jersey tim peserta (seperti Brasil, Jerman, atau Indonesia) di bagian dalam dengan blazer di bagian luar merupakan bentuk kompromi kreatif:
Bagian Dalam (Jersey): Menunjukkan antusiasme, keceriaan, dan tema ajang Piala Dunia yang sedang berlangsung.
Bagian Luar (Blazer): Tetap mempertahankan kerapian dan nilai formalitas studio berita.
3. Regulasi Hak Cipta dan Branding Sponsor FIFA (Brand Compatibility) Jersey tim nasional memuat logo apparel olahraga (seperti Nike, Adidas, Puma) serta emblem federasi. Ketika dibawakan dalam format obrolan berita umum atau program non-olahraga, penampakan logo merek yang terlalu dominan (over-exposing) dapat membenturkan aturan sponsor penyiaran atau hak komersial FIFA. Pemakaian blazer yang dikancingkan separuh atau dibiarkan terbuka berfungsi membatasi sorotan langsung pada logo sponsor komersial secara berlebihan di layar program berita.
4. Keselarasan Visual dan Estetika Studio Penyiaran Jersey sepak bola umumnya memiliki warna-warna yang sangat mencolok, motif yang ramai, atau kombinasi neon. Jika ditampilkan tanpa pembatas dalam studio berita dengan pencahayaan tinggi (studio lighting), warnanya bisa mendistorsi visual tayangan. Warna blazer yang netral (seperti hitam, biru dongker, atau abu-abu) membantu menyeimbangkan komposisi warna di layar (frame balance) agar mata penonton tidak terganggu saat menyimak berita penting.
Jika Semua Presenternya TVRI Nasional/Sebagian Stasiun-stasiun Daerah pas Pildun 2026 pas Bawakan Berita-Berita Aktual/Obrolan tidak bisa ditutupi Blazer malah terlihat Pakaian Jersey Sepakbola Timnas Dunia, Apakah ada Pelanggaran atau Bagaimana? Ga Pa Pa, Nah, Mari Kita Simak Penjelasannya:
Kondisi ketika presenter berita TVRI melepas blazer atau tampil menggunakan jersey sepak bola secara penuh (full jersey) di layar TV dibedakan berdasarkan segmen penyiaran dan momen siaran:
1. Selama Program Berita Aktual (Hard News) Berlangsung Jika presenter membawakan berita serius/aktual (seperti isu politik, bencana, atau berita duka) tanpa blazer:
Pelanggaran Dress Code & Etika: Hal ini dianggap tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) redaksi berita Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI. Tampilan full jersey dinilai terlalu kasual dan kurang empati untuk membaca berita berat.
Teguran Internal Redaksi: Produser pengarah acara (executive producer) atau pengawas kualitas siaran biasanya akan memberikan arahan melalui earpiece agar presenter kembali merapikan tampilan atau menyesuaikan sudut kamera (shot angle) agar tidak terlalu kontras dengan bobot berita.
2. Pada Segmen Khusus (Soft News, Sport Flash, atau OOTD/Closing) Presenter diperbolehkan atau sengaja melepaskan blazer dalam kondisi berikut:
Transisi ke Segmen Olahraga: Saat segmen berita berganti khusus membahas ulasan Piala Dunia 2026 atau obrolan santai, pembawa acara diizinkan melepas blazer untuk menghidupkan suasana semarak khas official broadcaster.
Variasi Visual Closing: Di bagian akhir acara (outro/closing segment), presenter dapat melepas blazer sebagai penutup siaran yang lebih santai dan interaktif sebelum berpisah dengan pemirsa.
3. Setelah Siaran Berakhir (Off Air atau Konten Media Sosial) Ketika program berita sudah selesai (off-air):
Kebebasan Berbusana di Studio: Presenter bebas melepas blazer di area studio untuk beristirahat, memandu siaran langsung di media sosial (Instagram/TikTok TVRI), atau mengambil foto dan video behind the scenes.
Promosi Program & Engagement: Tampilan full jersey tanpa blazer justru dimanfaatkan untuk konten digital resmi TVRI guna menarik minat penonton muda dan menyemarakkan demam Piala Dunia 2026 di media sosial.
Yang di Sebagian Propinsi-Propinsi lainnya, Semua Presenter-Presenternya (yang Berita) Kadang Masih Pakai Jersey Sepakbola Dunia yang gagal ditutupi Blazer, Kadang Gagal Memakai Jersey Sepakbola Dunia saat Momen Piala Dunia 2026 kemarin, tapi masih Formal seperti Biasa. Mari kita simak Penjelasannya secara rinci:
Pada dasarnya, aturan penyiaran di TVRI Stasiun Daerah (seperti TVRI Bengkulu untuk Bengkulu Hari Ini maupun TVRI Jakarta untuk Jakarta Hari Ini) tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Pedoman Penyiaran dan Redaksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Pusat.
1. Aturan Tampilan Saat Membawakan Berita Utama (Hard News) Presenter di stasiun daerah tidak diperbolehkan membawakan program berita aktual utama (seperti isu pemerintahan, kriminalitas, bencana alam, atau politik lokal) hanya dengan pakaian jersey full tanpa penutup blazer.
Prinsip Netralitas dan Formalitas: Berita daerah mencakup isu-isu penting masyarakat yang membutuhkan kesan netral, kredibel, dan berwibawa. Tampil hanya dengan jersey sepak bola tanpa blazer saat membaca berita berat dianggap melanggar etika busana jurnalistik (journalistic dress code).
Penyesuaian Studio Daerah: Baik di TVRI Bengkulu maupun TVRI Jakarta, produser berita tetap mewajibkan penggunaan blazer di bagian luar untuk menjaga formalitas tampilan layar.
2. Pengecualian Penggunaan Jersey Tanpa Blazer di TVRI Daerah Presenter di TVRI Bengkulu dan Jakarta baru dapat atau diizinkan terlihat mengenakan jersey sepak bola secara penuh (tanpa blazer) dalam situasi berikut:
Segmen Olahraga / Ulasan Khusus Piala Dunia: Ketika siaran berita masuk ke segmen Sport atau ulasan khusus prediksi pertandingan Piala Dunia 2026.
Program Non-Berita / Obrolan Santai (Talkshow/Magazine): Pada acara obrolan santai, program dialog suporter lokal, atau kuis Piala Dunia yang diproduksi oleh stasiun daerah.
Sapaan Penutup (Closing) & Konten Media Sosial: Di akhir tayangan atau saat pembuatan konten promosi/kreatif untuk akun Instagram, TikTok, dan YouTube resmi TVRI Bengkulu atau TVRI Jakarta.
Aturan busana presenter di TVRI stasiun daerah (seperti TVRI Banten, Papua Barat, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Bali, NTB, dan NTT) yang tetap mengenakan pakaian formal penuh (seperti jas, blazer formal, kemeja batik, atau pakaian adat daerah) tanpa jersey sepak bola saat membawakan berita aktual adalah hal yang sangat wajar dan sepenuhnya sesuai standar penyiaran.
Berikut adalah alasan utama mengapa stasiun-stasiun daerah tersebut tetap memilih pakaian formal penuh selama Piala Dunia 2026:
1. Kebijakan Redaksi Daerah dan Konsistensi Kebudayaan Setiap stasiun TVRI daerah memiliki otonomi dalam menentukan kebijakan busana layar (on-air dress code) yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Stasiun daerah di wilayah seperti Banten, Papua, Bali, NTT, atau Lampung sering kali memiliki SOP khusus untuk menonjolkan identitas daerah melalui busana formal atau batik/tenun khas daerah saat membawakan berita utama, dibanding mengikuti tren busana olahraga.
2. Menjaga Bobot dan Sensitivitas Berita Lokal (Journalistic Decorum) Program berita aktual daerah memuat isu-isu krusial masyarakat setempat, seperti dinamika politik daerah, bencana alam, hukum, hingga ekonomi warga. Menggunakan pakaian formal penuh menjaga nilai empati, ketegasan, dan profesionalisme jurnalistik agar penonton tetap fokus pada isi berita, bukan pada atribut olahraga yang dikenakan presenter.
3. Pembagian Tugas Promosi Piala Dunia 2026 Meskipun TVRI merupakan Official Broadcaster Piala Dunia 2026, nuansa kemeriahan dengan atribut jersey biasanya dipusatkan pada:
Program berita olahraga khusus (Sport Flash / Ulasan Piala Dunia).
Program talkshow, kuis, dan nonton bareng (Nobar) di stasiun daerah.
Siaran utama dari studio TVRI Nasional/Sport di Jakarta.
Oleh karena itu, presenter berita aktual di 13 provinsi tersebut tetap menjalankan peran utamanya dengan busana formal resmi untuk menjaga wibawa siaran berita LPP TVRI di daerah masing-masing.
Jangankan Yang Bawakan Berita, Tapi yang Nobar Juga Bisa kalau tidak mau ditimpa Blazer, Mari Kita Simak Penjelasannya:
Ketika menghadiri acara Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang difasilitasi oleh LPP TVRI di berbagai daerah (seperti Sumsel dan Jatim), para presenter berita TVRI di Daerah-Daerah manapun (seperti Rizkya Amrina di Creative Hub TVRI Sumsel dan Amelia Sitorus/Briansyah Dewandri di Halaman Kantor TVRI Jatim) sangat wajar dan diperbolehkan mengenakan jersey sepak bola secara penuh (full jersey) tanpa ditutupi blazer.
Berikut adalah alasan mengapa tampilan full jersey tanpa blazer menjadi hal yang lazim dan tepat saat acara Nonton Bareng:
1. Perubahan Konteks dari Off-Air ke Event Community Acara Nonton Bareng adalah kegiatan off-air atau panggung terbuka yang bersifat hiburan, kebersamaan, dan interaksi langsung dengan masyarakat/suporter. Aturan ketat busana jurnalistik (newsroom dress code) yang berlaku di studio berita tidak lagi diterapkan di lokasi acara Nonton Bareng.
2. Menyesuaikan Suasana (Ambience) dan Kenyamanan Kegiatan Nonton Bareng umumnya berlangsung meriah di area terbuka, lapangan, atau aula bersama warga. Mengenakan jersey secara penuh tanpa blazer membuat presenter tampil lebih santai, leluasa bergerak, mendekatkan diri dengan penonton, serta menyatu dengan kemeriahan ajang Piala Dunia.
3. Fungsi Presenter sebagai Ambassador/Host Acara Hiburan Saat hadir di acara Nobar, peran presenter bergeser dari pemandu berita formal menjadi pembawa acara (host/MC) pesta olahraga. Memakai jersey tim favorit (seperti Indonesia, Brasil, Jerman, atau Jepang) secara utuh justru memperkuat peran mereka sebagai pembawa keceriaan dan pemandu keseruan acara.
4. Promosi Identitas TVRI sebagai Official Broadcaster Di panggung Nobar, tampilan presenter yang mengenakan jersey sepak bola orisinal secara terbuka menjadi bagian dari strategi visual untuk menegaskan peran TVRI sebagai pemegang hak siar resmi yang menyatu dengan kebahagiaan para pecinta bola di seluruh Indonesia.
Itu Tadi Ringkasan Seputar Jersey Sepakbola Dunia yang ditutupi Blazer saat On Air di Sebagian Besar Stasiun-Stasiun Daerah dari TVRI pas Piala Dunia 2026 lalu, Semoga Bermanfaat Bagi Pecinta Sepakbola Dunia dan Pemirsa Setia TVRI di Berbagai Daerah se Indonesia.



































































.jpg)






























