Selasa, Februari 03, 2026

Mengenal Paket Plus dari Google Gemini

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI dan KLIK DISINI

Oktober Tahun lalu (2025), Kali Terakhir Bahas Google Gemini (hingga 2x). dan Sepanjang Tahun ini, pun Sempat ada tapi malah dihapus. Nah, Mari Kita Bahas Kembali seputar Google Gemini.

Beberapa Hari lalu, Aku Sudah Belikan Paket "Plus" dari Google Gemini yang dianggap Harganya begitu Murah karena dibayar Pakai GoPay dengan Uang Sebanyak Mungkin (kalau Tak Cukup Uangnya, harus boleh Tambah dari Bank (atau menyiapkan Cadangan yang Saldo dari Kartu Debit/Kredit), Hemat lho Jangan ada Pemborosan). Sebelum Beli Paketnya, Kan Belum Beli salah satu Paketnya (seperti yang pernah dikatakan di Postingan Blog Sebelumnya) apalagi kan kalau Paket Regulernya Prompt bisa Gagal untuk Fotonya. dan Pasca Pembelian Paket Plus, kan Tidak Apa Apa, tapi semestinya harus Rutin ngePrompt Foto/Video yang lebih Banyak dan terus menerus (tanpa ada Penolakan, kalau ada Penolakan, ya Gagal jadinya) dan tidak akan Membatalkan Langganan asalkan harus diperpanjang ketika Masuknya Pertengahan Ramadhan ini Kelak. dan Nantinya (Insya Allah), kalau Saat Masuknya Ramadhan (kemungkinan Pertengahan), kan harus Bayar lagi tapi Uangnya Harus Cukup (baik GoPay atau Kartu Debit/Kredit), Jika Uang Saya tak Cukup, Mending Tambah Uang dari Bank (kalau mau Tambah Uang lagi ke Aplikasi Bank, haruslah Menunggu Invoice dulu Saban Bulan). Nah, Kenapa Anda Suka Paket Plus dari Google Gemini yang dibilang Akses Lebih Besar dari Paket Gratis (atau Reguler)? Apakah ini Biayanya Murah Sekali tapi Terjangkau? Nah, Mari Kita Simak Penjelasan/Ringkasan Google Gemini Plus yang Berdasarkan dari ChatGPT (Kemungkinan Sedikit Modifikasi pada Teks ini):


Paket “PLUS” dari Google Gemini (sering disebut juga Google AI Plus) adalah langganan berbayar yang memberikan akses lebih ke kemampuan AI Google, khususnya Gemini, dengan fitur dan manfaat lebih dibanding versi gratis — tetapi dengan harga dan fitur di bawah paket premium yang lebih mahal seperti AI PRO atau AI Ultra


A. Apa itu Paket PLUS / Google AI Plus

Google AI Plus adalah langganan AI tingkat menengah yang dirancang agar pengguna biasa bisa mendapatkan manfaat AI canggih tanpa harus berlangganan paket premium mahal.

B. Fitur Utama Paket PLUS

Berikut ringkasan fitur yang biasanya termasuk dalam paket ini:

1. Akses ke model Gemini yang lebih kuat
Kamu mendapatkan akses ke model Gemini 3 (PRO/Flash) yang lebih canggih dibanding versi gratis.

2. Fitur AI tambahan
Termasuk kemampuan seperti:

  • Deep Research untuk pertanyaan kompleks

  • Nano Banana Pro untuk pembuatan gambar AI

  • Veo (3.1)/Flow untuk pembuatan video (dengan batasan tertentu)

  • NotebookLM untuk riset & ringkasan dokumen lebih lanjut

3. Integrasi dengan Google Workspace
Gemini terhubung langsung ke aplikasi seperti Gmail, Docs, Sheets, Drive, jadi AI bisa bantu menyusun email, ringkas dokumen, atau bantu kerja sehari-hari lain.

4. Penyimpanan Cloud
Biasanya termasuk 200 GB penyimpanan Google One yang bisa digunakan untuk foto, file, email, dan lainnya.

5. Konten Kreatif & AI Credits
Beberapa wilayah memberikan AI credits bulanan untuk menciptakan video atau konten dengan alat AI (Flow & Whisk).

6. Bisa dibagikan ke keluarga
Di sejumlah negara, fitur dan penyimpanan bisa dibagikan hingga beberapa anggota keluarga tanpa biaya tambahan.

C. Harga & Posisi Paket

Paket PLUS dirancang lebih murah daripada paket premium seperti AI Pro/Ultra, sehingga cocok buat pengguna yang ingin AI kuat tanpa biaya tinggi. Di banyak wilayah harga promonya cukup terjangkau (mis. sekitar IDR 37.500–75.000/bulan di Indonesia, atau setara ~$5–8 di negara lain). ditambah Biaya Rp. 8.250,- (PPN).

Intinya: Paket PLUS dari Google Gemini adalah langkah tengah antara versi gratis dan paket premium, memberikan akses ke fitur AI lanjutan, tools kreatif, penyimpanan cloud, dan integrasi cerdas ke aplikasi Google, dengan harga yang lebih ramah. 


Itu Tadi Ringkasan tentang Paket "Plus" dari Google Gemini, Semoga Semua Bermanfaat buat Semua Penggemar Gemini.

Senin, Februari 02, 2026

15 Peserta Indonesian Idol 2025/26

Mulai Hari ini, Lomba Nyanyi (sekaligus Talent Show) Terbesar di Indonesia, Indonesian Idol 2025/26 resmi Memulai Pertarungan Spektakuler Show. Setelah Berpekan-Pekan Memilih Calon-Calon Peserta Final melalui Episode-Episode Spesial Audisi hingga ke Final Showcase, Kini Waktunya untuk Mencari Juara lewat Spektakuler Show. Ini Dia, 15 Peserta di Indonesian Idol Edisi 2025/26:

01. Ahmad Aditya Prayoga (Praditya) (Bone)
02. Andi Muhammad Dandi Panjawi (Dandy Panjawi) (Makassar)
03. Aracely Elvina Purnomo (Arrcely) (Malang)
04. Arrul Erwandy (Arrul Munyenyo) (Batam)
05. Ceninita Nahany Nevia Nikita Becker (Niki Becker) (Bekasi)
06. Farras Nurrana Bakhtiar (Aruna) (Semarang)
07. Florentino Joshua Aluddin (Josh Flo) (Manokwari)
08. Gracelyn Jessica Christie (Celyna Grace) (Semarang)
09. Kezia Stephanie Famadale (Kezi Stephanie) (Kupang)
10. Kinanti Laksita Rahtri (Keenan) (Jember)
11. Meidra Aljuwi Shaputri (Meidra) (Tanjung Balai Karimun)
12. Muhammad Nurhidayatullah (Ecky) (Banjarmasin)
13. Regine Keiko Gwendinna (Keiko) (Jakarta)
14. Rizki Alfauzi Komdan (Ozi Alfauz) (Ternate)
15. Satrio Lahskart Arfinto (Rio Lahskart) (Mojokerto)

Tiba-Tiba, ada Salah satu Peserta dari Kota Gue (Mojokerto), pastilah Rio Lahskart yang dilahirkan di Mojokerto 26 tahun Silam dan Pernah Berpengalaman Sebagai Penyanyi di Pesta Pernikahan di Berbagai Kota dan Kabupaten di Jatim (termasuk Mojokerto). dan Semoga, Orang tersebut Bakal Tembus Top 3 (atau Grand Final) kelak dan Ikuti Jejak nama Tiara Andini (Peserta Indonesian Idol 2019/20 dari Jember) yang Sudah Masuk Grand Final (bersama Lyodra Ginting dari Medan) dan Valen (Peserta DA7 dari Pamekasan) yang juga Sudah Masuk Final (bersama Tasya dari Tangerang Selatan). Sedangkan, Yang Satunya, Salah satu Peserta Perempuan dari Kota Ngalam (alias Malang) yang Namanya Arrcely. Nama Arrcely saja Semestinya adalah Gadis Kampus gitu Yang Mengikuti Lomba tersebut (tapi Ikut Jejak nama Keisya?) dan Kemungkinan, diprediksi Tembus Top 3 (Semoga). Yang mau Masuk Grand Final (atau Top 3), Kita Kawal Dukung Rio atau Arrcely. 

Jangan Lupa, Nantikan Konsernya Mulai Hari ini Jam 9.15 Malam (Kemungkinan). Cuma ada di RCTI. Saksikanlah Indonesian Idol 2025/26, Sinetron Aira dan Lainnya Hanya ada di RCTI melalui Channel Digital 41 UHF (Surabaya Raya) dan Nomor LCN 28.

Minggu, Februari 01, 2026

Antara Foto-Foto "Antara" dan Berbagai Sumber Foto Lainnya di Wisata Jawa Pos (Sunday Magz) dan Kompas Edisi Akhir Pekan kelak Melejit

Selamat Pagi di Hari Minggu, Kan Mulai Besok (2/2), Koran Kompasnya Tidak usah dipesan/kirim dulu (dari Agen Koran) ke Markas gue, Karena demi Pengehematan Uang untuk gue tapi Fokusnya ke Jawa Pos (7x Seminggu) dan Kompas yang Edisi Sabtu saja. Nah, Mari Kita Bahas Seputar Koran-Koran ya. Kalau yang Pembahasan-Pembahsan Koran sebelumnya yang Sepanjang 2025-26, sering sering dihapus dan Akhirnya, Kita Buat Pembahasan Tentang Dunia Koran (kembali). Let's Go...

di Tahun 2026 adalah Tahunnya Koran-Koran Indonesia masih ada di era Gempuran Digitalisasi (dan AI kayaknya), yang Mengakibatkan Kehilangan Semua jenama Media Cetak (dulunya ada di Pasaran di Masa Silam) dan Edisi Minggunya tidak ada dimana-mana (Semisal Koran Sriwijaya Post, Tribun Sumsel, Surya dan Warta Kota yang Sama Sama milik Tribun Nerwork), ditambah, Media Indonesia (Koran Favorit gue) yang kini menguburkan Edisi Sabtu-Minggu dalam Format Analog dan Digital sepenuhnya. Jadi, Apa yang Terjadi? Masya Allah, Pasti Bertahan untuk Koran-Koran kita yang masih dilanda Gempuran era Digitalisasi.

di Koran Jawa Pos (Koran Favorit gue juga), Setiap Minggu ada Rubrik Wisata (Kembali Setelah 4-5 tahun terakhir sejak Maret 2025 silam) yang Isinya Artikel Info Wisata di 38 Propinsi Indonesia yang diperkaya Foto-Foto dari Tim LKBN Antara dan Sumber Lainnya (mungkin Termasuk Tim Jurnalis dari Keluarga Jawa Pos Media (seperti Jawa Pos Radar Mojokerto)). Sedangkan di Koran Kompas (Koran Favorit gue juga)Edisi Akhir Pekan jadi Referensi Paling Seru tapi Lebih Bergizi, Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur, Mencerdaskan dan Menggoda buat Pembaca-Pembaca Loyal yang Menjadi Teman di (Waktu) Akhir Pekan, tapi Nantinya bakal siap Melejit Oplahnya seperti di Masa Silam. Marilah Kita Bahas Satu per Satu.


Foto-Foto "Antara" dan Berbagai Sumber Foto Lainnya di Wisata Jawa Pos (Sunday Magz)

Tampilan Rubrik Wisata di Jawa Pos (Sunday Magz)

Rubrik "Wisata" di Koran Jawa Pos yang Rutin Nongol Setiap hari Minggu, Isinya Info Wisata dari 38 Propinsi di Indonesia yang Terus Menerus, tapi didominasi Foto-Foto dari Tim Antara dan Berbagai Sumber Foto lainnya. Tampilannya lebih Visual antara Foto dan Artikelnya yang Lebih Unik. Foto-Foto "Antara" yang dimuat di Rubrik Wisata dari Koran yang kini Berjargon "Koran-Online-Televisi" tersebut jadi Semakin Gila dan Lebih "Bergizi". Kayaknya sih, Masih Isnya Memuat Info Wisata di Bandung Raya dan Semarang Raya yang Terus Menerus sih? Nah, Buktinya, ada Penyebutan Nama Jawa Pos Radar Semarang apabila Memuat Info Wisata dari Semarang Raya (kemungkinan dimuat di Edisi Hari ini). di Edisi Sepekan Sebelumnya (25/1), ada Info Salah Satu Wisata di Bandung Raya, tapi ada Budaya Sundanya. Karena, Rubrik ini sarat dengan Seni dan Budayanya (termasuk Keunikan, Tradisi dan Warisannya) untuk yang Suka Berwisata di Indonesia, apalagi ini Pembahasan Ekstra (tapi Sampingan) atau Tidak (terserah deh). Wisata di Jawa Pos yang dimuat Setiap Minggu, lebih Mirip dengan Rubrik "Sawala" milik Koran Kompas yang dulunya hadir Setiap hari Jumat di Akhir Tahun lalu (Oktober-Desember 2025) tapi Berkolaborasi sama Kemenbud RI, Rubrik "Geliat Kota" dari Koran yang Sama yang dulunya hadir di Edisi yang sama (Jumat) sebelum digusur Tahun ini (kemungkinan), Rubrik "Tradisi Lisan" dari Media Indonesia yang kini pindah ke Jumat dan Rubrik "Esai Foto" dari Koran yang sama yang kini pindah juga ke Jumat. 



Kompas Akhir Pekan kelak Melejit

Tampilan Sampul Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (3/1/26)

Sejak Sebulan lalu (3/1), Koran Kompas Hadirkan Edisi "Akhir Pekan" yang dianggap Kemasan Baru bagi Edisi Sabtu-Minggu yang Mengawinkan antara Konten-Konten Edisi Minggu yang Dominasi Rubrik-Rubrik Ringan/Sastra dan Konten-Konten Edisi Sabtu yang Berita Reguler tapi Tulisannya pasti lebih Mendalam. Ini Mungkin Koran Kompasnya masih "Memasak" sejak adanya Edisi 12/12 Tahun lalu (2025). Beredar Setiap Sabtu dan Tebalnya 20 Halaman (sama Seperti Tebalnya Koran Jawa Pos Edisi Minggu yang 12 Halaman Induk + 4 Halaman JPR Mojokerto Minggu + 4 Halaman JPR Jombang). Mulai Edisi Kedua (10/1 lalu), di Sampul Koran Kompas Akhir Pekan bukan lagi Tulisan "Sabtu" Sendiri, tapi menambah Tulisan "Minggu" jadi "Sabtu/Minggu (Tanggal/Bulan/Tahun)", kan Ini Pasti Gabungan gitu. Oh Ya, ada Juga Tulisan "Ikuti Perkembangan Berita Pemberitaan besok di Kompas.id dan e-paper Kompas edisi Minggu" di sudut kiri bawah Sampul. Koran yang kini Berjargon "Mencerahkan Lintas Generasi" tersebut Lebih Bergizi, Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur, Mencerdaskan dan Menggoda untuk Tampilannya (seperti yang dikatakan diawal Pembahasan tadi sama Sang Presenter dan Hilmi Faiq di Segmen Obrolan dari Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan di Kompas TV pada 3/1 lalu). Koran ini Semestinya Memecah 2 Seksi tapi Berasa lebih "Nostalgia" banget (Kembali ke Masa silam juga). 

Tampilan Rubrik Weekend di Koran Kompas (3/1/26)

Yang Seksi 1 (Halaman 1 hingga 12) adalah Rubrik-Rubrik yang Ringan (Gaya Hidup) dan Sastra (termasuk Kolom Khusus) yang dulunya ada di Edisi Minggu tapi Pindah total (termasuk yang Hidup Kembali semacam Puisi?), ada Urbana, Kelana (lumayan mirip dengan Rubrik Wisata di Jawa Pos Edisi Minggu atau Traveling dari Koran Surya di Edisi-Edisi Manapun), Gaya, Desain dan Ruang (lebih mirip dengan Rubrik Home dari Jawa Pos Edisi Minggu juga), Karisma (kayaknya lebih mirip dengan Inspirasi di Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggu dan Someone di Jawa Pos Radar Mojokerto Edisi Minggu), Layar (mirip dengan Rubrik Film di Koran Jawa Pos Edisi Minggu juga), Lembar (Info Seputar Buku), Experd (bagian dari Kompas Klasika), Nada, Kenang Rasa, Weekend (isinya Info Hotel dan Resto plus Gaya Hidup lainnya), Cerpen (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu), Puisi (serentak sama Jawa Pos Edisi Sabtu juga), Seni, Percik, Udar Rasa, Jeda (menyatukan TTS dan Komik) dan Tentunya Kolom Analisis Budaya yang Biasanya Hadir (ada Alissa Wahid yang sebelumnya dimuat di Edisi Minggu hingga ada Ahmad Najib Burhani (Kemungkinan bertahan?)). Oh Ya, yang Komik di Koran Kompas sejak adanya Edisi Akhir Pekan, tinggal Timun dan Drama Pak Nono yang tersisa (dulu ada Komik Mice dan Panji Koming yang biasanya muncul di Edisi Minggu). 

Tampilan Sampul 2 Koran Kompas Edisi Akhir Pekan Perdana (3/1/26)

Sedangkan yang Seksi 2 (Halaman 13 hingga 20) adalah Berita-Berita Reguler/Hard News (Edisi Sabtu) yang dikasih Sentuhan yang Lebih "Relax" (tapi Mendalam) dan tidak takut dengan Tanda Kutip dari Berita Harian Reguler (seperti yang dikatan oleh Hilmi Faiq juga di Obrolan Sapa Indonesia Pagi Akhir Pekan pada 3/1 lalu). Rubrik-Rubrik Reguler dari Edisi Senin-Jumat (seperti Ekbis, Polhuk, Internasional, Regional (Campuran Nusantara dan Metropolitan), Humaniora dan Olahraga) isinya Tulisan-Tulisan yang Relax dari Berbagai Jurnalis-Jurnalis terkemuka dari Koran ini (seperti Iqbal Basyaari hingga Luki Aulia). Tulisan-Tulisan di Rubrik Regulernya Kompas yang Edisi Sabtu, Kemungkinan pasti 90% Features. Oh Ya, Yang Kolom Tajuk Rencana, Berita Umum (cuma di Halaman 13), Jadwal Siaran TV, Nusantara Bertutur (dulunya ada di Edisi Minggu) dan Foto Pekan ini/Infografik (dulunya ada di Edisi Minggu juga, tapi bisa Bergantian?) ada juga lho di Seksi 2. 

Tampilan Jadwal Tayangan TV dari Koran Kompas Edisi Sabtu Setelah adanya Edisi Akhir Pekan (3/1/26)

Yang Suka Nonton TV di Hari Sabtu kemarin, Koran Kompas Akhir Pekan ada Jadwal Siaran TV (bertitel Acara Hari ini) yang Isinya Jadwal Tayangan Siaran Komplit dari 10 Stasiun TV terkenal di Sabtu, mulai dari TVRI Nasional, SCTV, Metro TV (yang sudah sah Comeback Jadwalnya di Koran ini sejak September tahun lalu menggantikan Posisi GTV), Trans TV, Trans 7, TV One, Jak TV Jakarta, Kompas TV, RTV dan BTV. Program-Program Acara yang rutin Nongol di Koran ini, ada Berita Kriminal yang dipandu sama Presenter (sekaligus Model Iklan) tercantik Adinda Putri dan Galeri Rasa (dulu Pernah Tayang di Garuda TV) (Keduanya dari BTV), Cerita Rasa yang dipandu sama Benu Buloe dan Gelar Perkara (Keduanya dari Kompas TV, sekarang Pindah ke LCN Digital No. 11), Kabar Petang (TV One) yang dipandu Salah satu News Anchor Perempuan yang Muda (Gen Z) tapi Cantik bernama Nadila Saleh, Asmara Gen Z (SCTV) yang Pemainnya Aqeela Calista, Arya Mohan, Raisa Marie, dll. (kemungkinan dominasi Pemeran-Pemeran Muda yang Kelahiran Gen Z juga), Selamat Pagi Indonesia (Metro TV), Bikin Laper Weekend (Trans TV) yang dipandu sama Anwar Sanjaya, dkk., Arisan (Trans 7) yang dipandu sama Surya Insomnia, dll. dan Sayangnya, yang Jadwal Meet Nite Live yang dipandu Valentinus Resa dan Otong (Metro TV), Pagi Pagi Seru (TV One) dan Cerita Jakarta (BTV) tidak ada di Edisi Sabtu (tapi adanya di Edisi Senin hingga Jumat bro sis). Harga untuk Koran ini adalah Rp. 17.000,-/Koran (wilayah Pulau Jawa) dan Rp. 18.000,-/Koran (wilayah Luar Pulau Jawa). dan Bisa diperoleh lewat Agen/Pengecer Koran terdekat, Toko Gramedia di Seluruh Indonesia dan Lewat Semua Lokapasar (kayak Shopee, Tokopedia dan Gerai Kompas Online (yang Beli Langganan 4-12 Edisi saja)). Oh Ya, Tersedia juga lewat EPaper di Kompas.id (selain yang Koran versi Cetak). Bagi anda yang di Wilayah Pacitan, Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, Jembrana dan Karangasem di Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta dan Prabumulih di Sumsel, Kompas Edisi Akhir Pekan yang Lebih tebal tidak bisa Layani Pengirimannya (sebagaimana di Website Gerai Kompas). Koran ini, Bakal dipastikan jadi The Next "Tabloid Monitor (1986-1990)", "Tabloid Citra (1990-2004)", "Tabloid Nova (1988-2022)", "Tabloid Bola (1984-2018)", "Tabloid Soccer (2000-2014)", "Majalah Jakarta Jakarta (1986-1999?)", "Majalah Xy Kids (2003-2018)" dan "Majalah Hai (1977-2017)" dan nantinya, Kelak Melejit Oplahnya seperti di Masa Silam (Koran Kompas Minggu era Sebelum Pindah ke Digital Sepenuhnya ataupun Tabloid Monitor/Citra). FYI, Kompas Akhir Pekan anggaplah Sebagai Salah satu Media Cetak (terbaru di 2026) yang direbut Para Pembaca-Pembaca Setia dari Jenama-Jenamanya Saudara Kompas yang dulunya ada dipasaran (kayak Tabloid Citra, dulu, Tabloid ini bisa direbut sebagian Pembaca-Pembaca Setia Tabloid Monitor (bersama Tabloid BI)). Kalau yang Edisi Minggunya Bagaimana? kan masih Terbit tapi cuma ada di E Paper dari Kompas.id. Sejak Kehadiran Edisi Akhir Pekan yang beredar di Sabtu, Kompas Minggu pun Agak Laen karena sudah Full Digital sejak 4/1 lalu (bagi Pelanggan Kompas.id). Isinya pun Sedikit sama seperti Edisi Senin hingga Jumat (tapi Kebanyakan Tulisan-Tulisan mendalam dari Jurnalis seperti yang Edisi Sabtu), Mengubur total Jadwal TV di Edisi Minggu, Masih ada Rubrik Infografik (yang Edisi Sabtu mungkin juga ada, tapi masih bergantian?), ada Rubrik Riset dan Opini yang bertambah menjadi 3 Halaman (lebih banyak dari Jumlah yang biasanya Khusus Setiap Senin hingga Jumat). Ini adalah 2 diantara Sekian Banyak Inovasi-Inovasi yang dilakukan oleh Pemred Kompas saat ini (A. Haryo Damardono) yang sudah menjabat sejak Awal Mei Tahun lalu. Sebelumnya, sepanjang tahun lalu, di awal era Beliau jadi Pemimpin Redaksi baru, Banyak Inovasi-Inovasi yang telah dilakukan, Seperti Menerbitkan Edisi Khusus 60 Tahun Kompas setebal 60 Halaman yang bisa di Pre Order sebelum Perayaan Ultah Kompas pada Juni Tahun lalu, Memperkenalkan Karikatur Baru "Joni dan Poni" (dulunya di Edisi Sabtu, kini Pindah ke Rabu), Menerbitkan Edisi Khusus HUT RI ke 80 setebal 80 Halaman yang bisa di Pre Order juga pada Juli-Agustus Tahun lalu, Mengembalikan Tabloid Bola lewat Edisi Khususnya Kompas dalam Format Tabloid setebal 40 Halaman yang Berisi Kisah Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia yang yang bisa di Pre Order juga pada September-Oktober Tahun lalu, Memperkenalkan KompasONE hingga Menerbitkan Edisi 12/12 Tahun lalu yang Membahas Hutan Sumatra Lenyap (bagian dari Jurnalisme Data, tapi dikasih 4 Halaman berbahan Kertas Kalkir Tembus Pandang) dan Langsung jadi Viral Besar di Semua Medsos karena Menyebut "Memasak" juga.


Jadi Kesimpulannya, Rubrik Wisata di Jawa Pos (Sunday Magz) pun Isinya Foto-Foto dari Antara yang terus menerus tapi mendominasi Pemuatannya di Rubrik ini (Isinya Info Wisata di 38 Propinsi di Indonesia yang terus menerus juga) dan Koran Kompas yang Edisi Akhir Pekan jadi Koran yang Memberikan Berita dan Cerita yang lebih Mendalam, Menginspirasi, Menyentuh Hati, Menghibur dan Mencerdaskan bagi Semua Pembaca-Pembaca loyal.

Itulah Tadi Pembahasan Seputar Foto-Foto di Rubrik Wisata (Jawa Pos (Sunday Magz)) dan Koran Kompas Edisi Akhir Pekan. dan Kedepannya Semoga, Rubrik Wisata dari Koran Jawa Pos yang nongol Setiap hari Minggu bisa Tampilkan lagi Konten Artikel dan Foto-Foto Tempat Wisata-Wisata di Seluruh Indonesia terus menerus dan Koran Kompas bisa "Memasak" terus dan siap Melejit Oplahnya kalau ada Edisi Akhir Pekan yang Terus Hadir Setiap Sabtu.