Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI
Selamat Datang (Kembali) di Ramadhan dan Selamat Berpuasa... Kan di Ramadhan ini Kegiatan Saya mesti Padat sekali, seperti Baca Al Quran, ke Garasi Print Terus, dll. dan yang Pasti Puasanya Lancar, Bertaubat dan Terus Beristiqomah (sebagaimana dalam Pembahasan yang Sebelumnya). di Mushollaku (Al Amin Mojokerto), semestinya Kegiatan Ramadhan Tahun ini pasti Masih Seperti Biasa, Lantunan Sholawat Badar (Kamis), I'tiraf (Jumat), Antasalam (Sabtu), Allahumma Sholli Wa Salim Ala (nadanya setara dengan I'tiraf, Minggu), Astaghfirullah (Senin), Laa Illahahila (Selasa) dan Subhanallah (Rabu) (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya) masih dilantunkan Setiap Setelah Imsak/Adzan Subuh hingga Menggelar Pengajian Rutin Spesial Ramadhan Khusus Setiap hari Jumat (kemungkinan Besok?). dan Nantinya, Saya Akan Datang ke Acara ini Selama Ramadhan Saban Jumat, Insya Allah... Nah, Kita Akan Bahas Kata "Marhaban ya Ramadhan" Termasuk Tambahannya. Yang Postingan-Postingan Baru, Berkali-kali dihapus dan Kini Buat yang Baru, Mumpung kan Lagi Nunggu Ngabuburit hari Pertama.
Jika November Tahun lalu (2025) kita bahas Kalimat "Marhaban ya Ahlan Wa Sahlan", Maka Hari ini (bertepatan dengan Hari 1 Ramadhan Tahun ini), Kita akan Bahas Kalimat Marhaban ya Ramadhan yang diintisari dari ChatGPT (termasuk Tambahannya):
“Marhaban ya Ramadhan” (مرحبا يا رمضان) adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang sering diucapkan umat Islam saat menyambut bulan Ramadhan.
A. Arti Kata per Kata:
Marhaban (مرحبا) = Selamat datang
Ya (يا) = Wahai
Ramadhan (رمضان) = Bulan Ramadhan
B. Makna Lengkapnya:
“Selamat datang wahai bulan Ramadhan.”
Ungkapan ini menunjukkan:
-Rasa gembira
-Rasa rindu
-Sikap menghormati dan memuliakan bulan suci Ramadhan
-Harapan agar bisa menjalankan ibadah dengan baik
Biasanya diucapkan menjelang atau saat awal bulan Ramadhan sebagai bentuk sambutan penuh suka cita.
Bonus : Membaca Al Quran, Kegiatan Ramadhan, Larangan, dll. (Juga diintisari dari ChatGPT)
01. Al Quran
Bahkan, Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia.
A. Kenapa dianjurkan membaca Al-Qur’an di Ramadhan?
-Pahala dilipatgandakan
-Setiap huruf yang dibaca mendapat pahala, dan di bulan Ramadhan pahalanya lebih besar.
-Mengikuti sunnah Nabi SAW
Nabi Muhammad SAW setiap Ramadhan memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an.
-Bulan penuh keberkahan
Waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
B. Kapan waktu terbaik membacanya?
Setelah shalat wajib
Setelah shalat tarawih
Sepertiga malam terakhir
Saat menunggu waktu berbuka
02. Kegiatan Ramadhan
Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan saat bulan Ramadhan
A. Ibadah Wajib
-Puasa Ramadhan (menahan diri dari fajar hingga maghrib)
-Shalat wajib 5 waktu
-Membayar zakat fitrah
-Membayar zakat maal (bagi yang wajib)
B. Ibadah Sunnah yang Dianjurkan
-Shalat Tarawih
-Shalat Witir
-Tadarus/Baca Al-Qur’an
-I’tikaf (berdiam di masjid terutama 10 malam terakhir)
-Shalat Tahajud
-Shalat Dhuha
-Bersedekah
-Memberi makan orang berbuka
-Memperbanyak dzikir & doa
-Mencari Lailatul Qadar
C. Kegiatan Harian Ramadhan
-Sahur
-Berbuka Puasa
-Menyiapkan takjil
-Buka Bersama
-Mendengarkan Pengajian Dakwah Ramadhan
D. Kegiatan Sosial
-Berbagi takjil
-Santunan anak yatim
-Bakti sosial
-Membersihkan masjid
-Silaturahmi
E. Kegiatan Pendidikan & Keluarga
-Pesantren kilat
-Mengajarkan anak puasa
-Menghafal surat pendek
-Diskusi agama bersama keluarga
F. Persiapan Menjelang Akhir Ramadhan
-Membayar zakat fitrah
-Mempersiapkan Hari Raya Lebaran
-Mudik (dilakukan 7-10 Hari Jelang Hari Raya Lebaran)
-Membersihkan Semua Ruang di Rumah
G. Kegiatan Bonus (Tambahan)
-Bekerja Seperti biasa
-Baca Koran Koran
-Dengar Siaran Radio (baik Live Streaming atau Frekuensi)
-Dengar Sandiwara Radio atau Lagu-Lagu Manapun (termasuk Dakwah Islam bertema Ramadhan dan Lebaran)
-Makan Setelah Berbuka
-Main Laptop/Smartphone (tapi ada Internetnya dan Langsung Pantau di Medsos atau Bukan)
-Nonton Video Dracin/Tik Tok
-Main Game (?)
03. Pelarangan di Ramadhan
Berikut adalah larangan-larangan di bulan Ramadhan, khususnya saat sedang berpuasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari
A. Larangan yang Membatalkan Puasa
-Makan dan minum dengan sengaja
-Berhubungan suami istri di siang hari
-Muntah dengan sengaja
-Keluar darah haid atau nifas
-Murtad (keluar dari Islam)
-Jika dilakukan dengan sengaja, maka puasa batal dan wajib mengganti (qadha), bahkan ada yang wajib membayar kafarat (denda) dalam kasus tertentu.
B. Perbuatan yang Tidak Membatalkan, Tapi Mengurangi Pahala
-Berkata kasar
-Bertengkar
-Berbohong
-Menggunjing (ghibah)
-Melihat atau melakukan hal yang maksiat
-Marah berlebihan
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
C. Hal yang Sebaiknya Dihindari
Berlebihan saat berbuka
Malas beribadah
Menyia-nyiakan waktu
Boros dalam belanja
Intinya:
Di Ramadhan kita bukan hanya menahan makan dan minum, tapi juga menahan diri dari perbuatan buruk agar puasa lebih sempurna.
04. Mengenal Nuzulul Quran
Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Wahyu pertama diturunkan oleh Malaikat Jibril kepada Muhammad di Gua Hira. Ayat yang pertama turun adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 (“Iqra’ bismi rabbik…”).
A. Kapan Nuzulul Qur’an Diperingati?
di Indonesia (dan Malaysia), Nuzulul Qur’an biasanya diperingati pada tanggal 17 Ramadhan setiap tahun Hijriah.
Karena Ramadhan mengikuti kalender Hijriah (kalender bulan), maka tanggalnya dalam kalender Masehi berubah setiap tahun.
B. Bagaimana Cara Memperingatinya?
Biasanya umat Islam memperingatinya dengan:
-Membaca dan tadarus Al-Qur’an
-Mengikuti pengajian atau ceramah
-Memperbanyak doa dan ibadah
-Mengingat sejarah turunnya Al-Qur’an
Intinya, Nuzulul Qur’an adalah momen untuk semakin mencintai dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
05. Mengenal Iktikaf
I’tikaf (اعتكاف) adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, disertai niat khusus.
A. Pengertian Singkat
Secara bahasa, i’tikaf berarti menetap atau berdiam.
Secara istilah, i’tikaf adalah tinggal di masjid untuk beribadah dalam waktu tertentu.
B. Kapan I’tikaf Dilakukan?
I’tikaf bisa dilakukan kapan saja, tetapi paling dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Kanjeng Nabi Muhammad rutin melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.
C. Apa Saja yang Dilakukan Saat I’tikaf?
Shalat (wajib dan sunnah)
Membaca Al-Qur’an
Berdzikir dan berdoa
Muhasabah (introspeksi diri)
Memperbanyak istighfar
D. Berapa Lama I’tikaf?
Bisa beberapa jam
Bisa satu malam
Bisa 10 hari penuh (yang paling utama di Ramadhan)
E. Syarat Utama
Niat i’tikaf
Dilakukan di masjid
Bagi wanita, mendapat izin dan aman
Intinya, i’tikaf adalah cara untuk fokus total beribadah dan menjauh dari kesibukan dunia sementara waktu.
05. Pakaian Untuk Acara Bukberan (di Indonesia dan Malaysia)
Saat menghadiri acara bukber (buka bersama) di hotel baik di Indonesia maupun Malaysia, yang penting adalah berpakaian rapi, sopan, sesuai acara, dan menghormati suasana Ramadhan. Berikut panduan yang bisa kamu ikuti
A. Untuk Pria
Pilihan Pakaian yang Tepat:
-Kemeja lengan panjang atau pendek yang rapi
(batik/khaki/santai rapi)
-Baju Koko, Baju Melayu dan Kurta juga sangat sesuai
-Celana panjang (bukan celana pendek atau jeans robek)
-Sepatu atau loafers yang bersih
Tidak dianjurkan:
-Kaos polos terlalu santai
-Sandal jepit di area formal hotel
B. Untuk Wanita
Pilihan Pakaian yang Tepat
-Baju muslimah sopan atau blouse longgar
-Bisa Baju Gamis, Jubah (Kaftan), Kurung dan Kebaya (Kemungkinan?)
-Rok panjang / celana panjang yang modest
-Hijab (bagi yang Wanita beragama Islam), pilihan bebas sesuai gaya
-Sepatu tertutup / flats / wedges
Tidak dianjurkan:
Pakaian terlalu ketat atau terbuka
Mini dress / rok pendek
C. Anak-anak
-Pakaian rapi dan sopan sesuai usia
-Tidak perlu formal terlalu berlebihan
D. Perbedaan Mini-Tips Indonesia & Malaysia
Meski budaya dan gaya hampir sama, untuk acara hotel yang formal/semi-formal di Malaysia, kadang orang memilih outfit yang agak lebih formal (misalnya batik premium atau setelan casual smart). di Indonesia, gaya semi-formal dengan batik, koko, atau jubah juga sangat umum dan diterima. Sedangkan di Malaysia, Semuanya Pakai Baju Kurta dan Melayu Untuk Pria dan Kurung dan Kebaya Untuk Wanita (Sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan sebelumnya juga, Termasuk Kegiatan Pra Ramadhan dan Saat Hari Raya Lebaran).
Intinya
Untuk bukber di Hotel, Restoran, Masjid/Musholla dan Kafe:
-Sopan dan Rapi
-Sesuai situasi (semi-formal)
-Tidak terlalu santai seperti kaos olahraga atau sandal jepit
06. Menutup Ramadhan dan Masuknya Lebaran
Setelah bulan Ramadhan berakhir, umat Islam langsung memasuki Hari Raya Idul Fitri, yang di Indonesia dan Malaysia sering disebut Lebaran.
A. Urutannya Begini:
01. Akhir Ramadhan
-Malam terakhir disebut malam takbiran.
-Umat Islam mengumandangkan takbir sebagai tanda kemenangan.
02. 1 Syawal
Inilah hari Eid al-Fitr (Idul Fitri / Lebaran).
Diawali dengan shalat Id di pagi hari.
Dilanjutkan silaturahmi dan saling bermaafan.
B. Apa Artinya “Tutup”?
Ramadhan memang selesai, tetapi:
Ibadah tetap lanjut (shalat, sedekah, dll.)
Bahkan dianjurkan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal
C. Jadi Singkatnya:
-Ramadhan selesai
-Masuk 1 Syawal
-dirayakan dengan Hari Raya Idul Fitri (Lebaran)
Itu Tadi Penjelasan Seputar Kata "Marhaban ya Ramadhan" dan Termasuk Tambahan, Insya Allah Semua diberi Bermanfaat bagi Umat Islam yang sedang Berpuasa.
Update (20/2) :
Tadi, Pas ke Mushollaku, Kok malah ada Suara Adzan/Pujian/Iqomahnya diisi Pak Bambang di Waktu Subuh? Ya, Kayaknya Ga Pa Pa... dan Hari-Hari Berikutnya, Kan Gantian!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar