Senin, Februari 28, 2022

Majalah MATA, Medianya Dikomandoi Sang Mantan

Ini Dibilang Media Pendatang Baru di Dunia Fotografi, Salah Satunya adalah Majalah MATA yang terbit sejak awal 2021. Sebenarnya, Majalah tersebut merupakan Majalah yang dikomandoi oleh Salah Satu Mantan Jurnalis Koran Kompas dr era 80an akhir hingga 2010an akhir, apalagi Kalau Bukan, Arbain Rambey.




Mengingat, Rubrik KLIK yang biasanya Muncul di Koran Kompas tiap Selasa selalu ada Sosok yang Begitu Eksotis. Tapi Harus ada Cara Memotret yang Baik Baik Saja. di Majalah Tersebut, Pasti ada Headline Koran Kompas dari waktu ke waktu (1965 hingga sekarang ini). kalau anda tahu, Sosok tersebut adalah Jurnalis Fotografi dari tahun 1989 hingga 2019 (cuman 3 dekade doang). selama masa tugasnya, beliau Memotret peristiwa peristiwa yang ada, Seperti Olimpiade 1992, Sea Games 1997, Tragedi 1998, Tsunami 2004, dll. Sangat Memorable dan Begitu Langka! bukan cuma itu, ada pula Fotografer dari Grup KG (Kompas Gramedia) lainnya yang bisa dipotret seperti bang Arbain, kayak Eddy Hasby, Julian Sihombing, Stefan Sihombing, Tjandra Amin dan Sejenisnya. tak hanya Koran Kompas saja, tapi adiknya, Tabloid Bola yang ikut Memotret Peristiwa Olahraga di Indonesia maupun di Luar Negeri. Bak Weshley Hutagalung yang Merupakan Mantannya Tabloid Bola yang Sudah tak lagi terbit sejak Oktober 2018 yang Kini buat Akun Youtubenya Sendiri dan Menjadi Narasumber di Program Soccer Times di Metro TV Setiap Malam Sabtu setelah The Legends. Ada Pula Rubrik Galeri Foto yang Semacam Lensa di Koran JawaPos edisi Sabtu ataupun FPI (bukan Organisasi Islam) di Koran Kompas edisi Minggu. Semuanya Pasti Keren kalau Mendapatkan Majalah Digital tentang dunia Fotografi Khas Arbain Rambey (Mantan Kompas).

Anda Mau Mencari Majalahnya si Arbain? Tenang Cari Aja di Google dan Tulis di Keyword "Majalah Mata Fotografer" atau "Majalah Fotografer Indonesia" atau "Download Majalah Mata Fotografer".

Insya Allah, Semoga Majalah Mata bakal Berkolaborasi sama Kompas Gramedia Group karena pasti Akuisisi saja.


Cari Tahu Mantan Jawa Pos yang Menulis Catatan (Semacam Opini di Koran Kompas atau Jawa Pos), Jangan Lupa Baca Akhir Pekan di Jawa Pos Sunday...

Selasa, Februari 01, 2022

Setahun Suara Pembaruan Mati

Hari Ini, Sudah Setahun Koran Sore Suara Pembaruan Sudah Berhenti Terbit Akibat Revolusi Digital. Sebenarnya adalah Koran (Surat Kabar) Sore yang Sangat Legend dari Grup BeritaSatu. Yuk Kita Simak...


Headline SP Edisi 4 Juni 2009


Suara Pembaruan Mulai Terbit pada 4 Februari 1987 sebagai Pengganti Sinar Harapan yang Dibredel. Berawal dari Nama Sinar Harapan yang Sudah Dibredel akibat Pembatalan SIUPP dan Memunculkan Headline "Pemerintah Akan Cabut 44 SK Tata Niaga Bidang Impor". Berawal dari Nama Sinar Harapan yang Tidak Ingin Kembali Terbit, hingga akhirnya Memperkenalkan Suara Pembaruan pada 4 Februari 1987. Penerbit Barunya adalah PT. Media Interaksi Utama. Sebagai Koran yang Terbit Sore Hari Terbesar, Suara Pembaruan memiliki Ciri Khas Berita Utama seputar Kebijakan Politik, Bisnis, Sosial, Olahraga dan Lainnya Ketika masa Orba sebelum 1998. lalu, ketika Masa Krisis dan Reformasi, Berita di Suara Pembaruan Lebih Kritis Terhadap Orba yang Sedang Menurun gara gara Krismon (Krisis Moneter) dan Mengawal Reformasi, karena Hanya Terbit 12 halaman saja. lalu, pada 2006, Suara Pembaruan dimiliki oleh Group Lippo sehingga diakuisisi dan Menjadi bagian dari Globe Media (aka Berita Satu Media Holdings). Beberapa Nama yang Masuk dalam Grup Tersebut adalah : Harian Investor Daily, Majalah Investor, Koran The Jakarta Globe (sudah tidak terbit) dan Globe Asia Magazine. Sementara Itu, Suara Pembaruan pernah Menerbitkan Edisi Minggu yang Hadir Setiap Sabtu Sore sepaket dengan Edisi Sabtu, sehingga Edisi Minggu bisa berhenti terbit kemudian. Kemudian, di Awal 2020, Suara Pembaruan terbit Lebih Pagi hingga 1 Februari 2021. pada 1 Februari 2021, Suara Pembaruan Resmi Berhenti Terbit. dan Momen yang Saya Ingat, adalah Mengintip dan Membaca Koran SP lewat Internet melalui EPapernya, wah, ada Jadwal TV dr Sore smp Siang Esok Harinya dan Berita Pemilu, kayaknya sekitar 2009 klo ga salah. Setelah Berhentinya Suara Pembaruan, akhirnya pun Menyisakan Produknya seperti Beritasatu.com, BeritaSatu TV, Investor Daily dan Investor.id. itu Berarti sudah Beralih ke Produk-Produknya Grup BeritaSatu Media Holdings.

Kangen Sama Koran yang Terbit Sore tapi Sejajar dengan Surabaya Post yang Stop Terbit. Kangen Gan...