di Masa Silam (Waktu saya masih Kecil), Banyak Sekali Presenter-Presenter terkenal yang Tampang di Layar TV ketika Menyiarkan Langsung Semua Cabang Olahraga, Tak kira ada Basket, Sepakbola, Tinju, Bulutangkis, Tenis dan Balapan Otomotif pun Layak menjadi Sebuah Kehebatan yang ada. di Zaman era 70an-90an, TVRI saja Menampilkan Sejumlah Para Tokoh untuk Mengulas dan Memandu Acara tersebut, Seperti Mendiang Max Sopacua, Mendiang Sambas, Mendiang Ronny Pattinasarani, Andjas Asmara dan Mendiang John Halmahera. Kemudian, Sejak Menjamurnya Banyak TV Swasta Nasional yang Dilahirkan seperti RCTI (Lahir 1989) dan SCTV (Lahir di Surabaya, 1990), Maka Presenter Olahraga pun Bertambah Banyak, Terutama ketika Menyaksikan Pertandingan-Pertandingan Manapun (Termasuk Komentator), Seperti M. Kusnaeni, Olan Fatah, Ary Sudarsono, Mendiang Andi Darussalam, Dali Tahier, Helmy Yahya, Rayana Djakasuria, Arief Kurniawan, M. Nigara, Iwa K, dll. Ketika Saat Piala Dunia tahun 1998, Semua TV pun Ikut-Ikutan Menyiarkan Turnamen ini, di Kubu TVRI lah yang Mengulas adalah Mendiang John Halmahera, Sementara di Kubu RCTI pun ada Banyak Sekali Presenter dan Komentator yang ada di Pesta Piala Dunia 1998, Seperti Ary Sudarsono, Mendiang Andi Darussalam, Olan Fatah, Rayana Djakasuria, Teguh Juwarno dan M. Kusnaeni. Sementara, SCTV ikut Andil menampilkan Presenter dan Komentator di Turnamen yang Digelar di Prancis (kala itu) tersebut, Semisal Fauzan Zaman, IGK Manilla, dll. Sementara di TPI (kini MNC TV), ada Banyak Publik Figur yang Ikut Meramaikan Pesta Piala Dunia 1998, Seperti Tamara Geraldine, Gugun Gondrong, Eddy Sofyan dan Suryopratomo. Lalu, dari Kubu ANTV ada Monica Desideria, Boy Noya, Tris Irawan, dll. yang Ikut Andil dalam Salah Satu Turnamen yang digelar pada 1998 silam tersebut dan Terakhir, Indosiar mengundang Tantowi Yahya sebagai Presenter tamu. Setelah Piala Dunia 1998, Presenter/Komentator Olahraga saja Masih bertambah banyak berterusan. Misalnya RCTI melekat dengan Sosok Ary Sudarsono dan Dik Doank, SCTV yang menampilkan Fauzan Zaman ataupun Rendra Soedjono, Sementara ANTV pun ada Nama Nama Legendaris yang Pernah ada seperti Monica Desideria dan Tris Irawan yang Dulunya adalah Presenter Tayangan Olahraga pada masa 90an ketika Liga Italia, Inggris, Spanyol, Jerman, Indonesia, F1, Piala Dunia dan Olimpiade disiarkan (termasuk Berita Olahraga). Tak Hanya itu juga, TV One (sebelumnya Lativi) pun ada Banyak Sekali Presenter-Presenter Olahraga dari era Pra TV One hingga TV One Hadir sejak Februari 2008, Semisal Putri Violla, Shinta Syamsul Arief, Ovi Dian, dll. Mantap! Sementara, Kubu Trans Media terdapat Presenter Olahraga yang Biasanya Tampang di TV, Semisal Lucy Wiryono dan Valentino Simanjutak. Yang Paling Ingat, pastilah ada Nama Ary Sudarsono, Ronny Kusuma, Dik Doank, Wulan Guritno, Gilbert Coboy, Riza, Usnan Baba, Mendiang Ricky Jo, Tris Irawan dan juga Tamara Geraldine yang Pernah Menghiasi Layar RCTI saat Pertandingan-Pertandingan Olahraga, Seperti Liga Italia (1999-2002 dan 2009), Olimpiade (2000), F1 (1999-2001), Piala Eropa (2000-2008), Piala Dunia (2002 dan 2010), Liga Jerman (2002-2004 dan 2007/08), Liga Spanyol (2003-2009), UCL (1998-2012) dan Piala Asia (2007). Saat itulah, RCTI pernah menjadi TV Nomor 1 di Indonesia saat ada Pertandingan-Pertandingan Olahraga Dunia dan Penghargaan Atlet Olahraga dari Tabloid Bola 2001-02 Bahkan Menggelar Kuis Liga Italia 2002 kolaborasi (saat itu) Majalah Liga Italia dan RCTI serta Mengadakan Sport Expo 2001-2002. Tidak hanya itu, Duo Darius dan Donna pun Layak menjadi Pasangan Suami Istri saat Membawakan Piala Dunia baik 2006 (SCTV) maupun 2018 (Trans Media). Duo ini Semakin Heboh di Layar TV saat ada Pertandingan-Pertandingan Seru. dan Kini, Pun Masih ada Nama-Nama lain yang Disebutkan Tadi. Semisal TV One ada Best World Boxing dan One Pride MMA Indonesia yang Biasanya Tayang di Akhir Pekan maupun iNews atau RCTI ada Pertandingan-Pertandingan Bulutangkis Dunia kayak French Open 2024 (siap Digelar sebelum Bulan Ramadan nanti), All England 2024 (siap Digelar di Awal Ramadan ini) maupun Piala Thomas-Uber 2024 (Kemungkinan April-Mei nanti). di 2 Saluran dari MNC Media tersebut Mestilah ada Nama Yuni Kartika yang Menjadi Ratu Komentator Olahraga Bulutangkis yang sebelumnya Tampang di TVRI ketika eranya Helmy Yahya (2017-2020) dan Iman Brotoseno (2020-kini) sebelum Dihapus pada 2021 akhir/2022 awal. Kita Rindukan Sama Presenter-Presenter Olahraga TV di Masa Silam...
Jangan Lupa, Baca Halaman Televisi di Koran Jawa Pos Setiap Minggu!
5 Hari Lagi, AJL 38 bakal Digelar... Karena Setiap Tahun, Rakyat Malaysia bisa Saksikan Panggung AJL yang Dikenal Sebagai Grand Finalnya Acara TV yang bertemakan Musik, bernama "Muzik Muzik" yang Hadir di TV3 Malaysia sejak era 80an. Sebenarnya Sih, Persaingannya Antara Kubu Senior dan Junior. Ada Banyak Penyanyi yang Ikut Serta Seperti Aisha Retno (Pendatang Baru Peserta AJL 38), Kugiran Masdo (Kali Kedua Setelah 4 Tahun Terakhir), dll. Ini Dia Daftar Lagu yang Menjadi Pertarungan Terbaik di Dunia Musik di Malaysia lewat AJL 38:
01. Aina Abdul - JMRI
02. Aisha Retno - Sutera
03. Naqiu - Santai
04. Kugiran Masdo - Inilah Jalannya
05. Ernie Zakri - Astana
06. Marsha - Darah
07. Shiha Zikir - Kalam
08. Amir Jahari - Hasrat
09. Wany Hasrita/Afieq Shazwan - Kucuma
10. Hael Husaini - Bintang
11. Ziana Zain/Hasif Upin - Waktu
12. Khai Bahar/Nabila Razali - Selagiku Ada
dan Kemungkinan Prediksi Juara AJL 38 menjadi Milik Kugiran Masdo berjudul "Inilah Jalannya".
Jangan Lupa, Saksikan AJL 38, 3 Maret 2024 mulai pukul 20.30 Waktu Setempat (19.30 WIB). Acara Ini dimulai dengan Red Carpet yang Disiarkan live di TV9 Malaysia dan Live Shownya di TV3 Malaysia. Dipandu Oleh Sherry Alhadad, Fizi Ali dan Fiza Frizzy. Semoga, AJL 38 bisa Semakin Heboh dari AJL sebelumnya yang digelar Tahun lalu Demi berkelanjutan Masa Kejayaan Selebritis Negeri Jiran Malaysia yang Semenjak Hadirnya Melur Untuk Firdaus dan Casablanca yang Super Viral di Negeri 62. Sama seperti Memori Kejayaan Sepakbola Portugal di Masa Generasi Emas periode 1999-2009 maupun Sepakbola Belgia di Masa Generasi Emas periode 2014-2021.
Bertemu dengan dirinya Ingin rasa 'tuk mengulang Hangatnya cinta tadi malam
Sudah tahukah dia tentang diriku Yang tak mungkin mencinta di saat tak tepat lagi Yang kuragukan dia akan bertahan Bila tahu diriku yang tak mungkin memiliki
Oh beginikah rasanya Tak boleh lagi jatuh cinta Namun mengapa dirinya Seolah memberi harapan
Sudah tahukah dia tentang diriku Yang tak mungkin mencinta di saat tak tepat lagi Yang kuragukan dia akan bertahan Bila tahu diriku yang tak mungkin memiliki
Jujur saja aku Tak pernah rela Melepas cintanya
Sudah tahukah dia tentang diriku Yang tak mungkin mencinta di saat tak tepat lagi Yang kuragukan dia akan bertahan Bila tahu diriku yang tak mungkin memiliki
Sudah tahukah dia tentang diriku Yang tak mungkin mencinta di saat tak tepat lagi Yang kuragukan dia akan bertahan Bila tahu diriku yang tak mungkin memiliki
Sudah tahukah, diriku Mencinta, di saat tak tepat lagi Yang kuragukan dia akan bertahan Bertahan, yang tak mungkin memiliki
Sudah tahukah dia tentang diriku Yang tak mungkin mencinta di saat tak tepat lagi
P/S : Lagu Ini dimuat di Album Cinta Sudah Lewat yang Beredar pada Desember 2003 Silam. Single Kedua Setelah Tak Mampu Mendua muncul Sebagai Single Perdana disaat Albumnya Sudah Beredar. Dibintangi Oleh Vino G. Bastian. dan Video Klip Ini Diputar di Sebagian Stasiun TV Nasional dari Januari hingga Sekitar April/Mei 2004. Lagu Ini Sempat Mangkal di Chart terutama Chart Ampuh tapi Bertengger di Posisi 14 pada sekitar Februari/Maret 2004.
Di Zaman Rezim Orde Baru (Bukan Rezim Zion*s I*ra*l), Golkar Memang Dikenal dengan Lagu-Lagunya yang Ganti Lirik demi Atas Nama Politik. Mendiang Eddy Sud yang Merupakan Sosok yang Menginisiasi Safari dan Mengelola Acara ARS (Aneka Ria Safari) di TVRI pada Periode 1982-1994 ikut-ikutan Golkar untuk Berkampanye melalui Lagu dan Panggungnya. di Tahun 1971, Eddy Sud membuatkan Artis Safari Golkar untuk Berkampanye dan Menjadi Motor Penggerak yang Mengumpulkan Artis-Artis Ibu Kota Berkeliling Kampanye untuk Memenangkan Golkar di Pemilu 1971 dan Kontestasi Politik lainnya. Ramuan itu Menjadikannya Golkar keluar Sebagai Pemenang Pemilu 1971. Izin Pertunjukan Artis Safari Golkar sudah Dipermudah. Mereka kerap Mendapatkan Panggilan Panggung dari Pemerintah. Tidak pernah Putus dengan Golkar. Hubungan Artis Safari Golkar tetap Dijaga Pemerintah Orba dengan cara Menghadirkan Acara ARS di TVRI. dan Terus jadi Populer dari tahun 1982 hingga 1994. di Era 80an saja, Golkar menampilkan Lagu-Lagu Populer Indonesia yang Menjadi Lagu Golkar, Seperti Hidup Golkar yang Mengambil lagu Madu dan Racun milik Bill & Brod (1985), Cintaku Untuk Golkar yang Mengambil dari Lagu Cintaku Sampai ke Ethiopia yang Lagi-Lagi viral di Negeri Jiran Malaysia sepanjang 2023-24 yang Dinyanyikan oleh Ria Resty Fawzy (1986), Demi Golkar Nih Yee yang Mengambil dari Lagu Demi Cinta Nih Yee dari Hetty Koes Endang (1986), Sekali Golkar Tetap Golkar yang Diambil dari Lagu Singkong dan Keju dari Bill & Brod (1986), Lagu Aku Cinta Golkar yang Nadanya Sama dengan Lagu Aku Cinta Dia dari Mendiang Chrisye (1985) Tapi Liriknya Diganti saja, Ayo Bersatu yang Diambil dari Lagu Jamilah dari Jamal Mirdad (1986), Aku Pilih Golkar (Golkar Pilihan Sanubariku) yang Diambil dari Lagu Pilih Aku atau Dia dari Maya Angela (1986) Tapi Dinyanyikan oleh Orang lain dan Golkar yang Kusayang yang Diambil dari Lagu Populernya Rano Karno (Si Doel) di Awal 80an berjudul "Yang Sangat ku Sayang" (1981) Tapi Dinyanyikan oleh Hetty Koes Endang.
Banyaknya Lagu-Lagu Diatas Tadi, Dimungkinkan Golkar Menang Terus dimana-mana Untuk Melanjutkan Pembangunan Indonesia dimasa Soeharto dan Orba. Banyak yang Dibilang, Lagu-Lagu Hits periode 1985-86 Dipermak menjadi Lagu Kampanye Golkar di Pesta Pemilu 1987. Selanjutnya, di Awal 90an, Golkar lagi-lagi Menghadirkan Lagu-Lagu Populernya yang Juga Boleh Dipermak, Seperti Lagu Sukseskan Pemilu 92 yang Nadanya Dikutip dari Lagu Dana Asmara dari Itje Trisnawati dan Lagu Populer Bahasa Sunda, Somse yang Dinyanyikan Oleh Doel Sumbang dan Dipermak Menjadi Lagu Aku Cinta Golkar dari Mendiang Benyamin S. dan Dian Piesesha.
Beberapa Lagu tersebut diatas Tadi, Membawanya berada di Puncak, Walaupun Terjadi Penurunan Kursi di Pemilu 1992.
dan Sekarang, Sudah Zaman Modern Setelah Orba Berakhir. Lagu-Lagu Kampanye pun Masih Ada. Pada Edisi 2004, Kampanye PKS ada Lagu Jagalah Hati yang Menjadi Lagu Kampanye untuk PKS. Sebenarnya, Lagu ini Dirilis pada November 2003 atau Bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1424H. di Edisi 2014, Ketika Kontestasi Politik Merebut Kursi Presiden dan Wapres pun Mulai Bertarung. Ada Lagu dari Film Garuda Didadaku menjadi Lagu untuk Pendukung Calon Nomor 1, Prabowo dan Hatta Rajasa yang Diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, PAN, PPP, PBB dan Partai Demokrat. Sedangkan, Calon Nomor 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang Diusung PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKP Indonesia menghadirkan Lagu Kita Bisa menjadi Lagu untuk Kampanyenya. Kedua Lagunya Dirilis di Tahun 2009 dan 2011. 2009 adalah Tahunnya Film Garuda Didadaku Dirilis dan 2011 adalah Tahunnya Indonesia jadi Tuan Rumah Sea Games ke 26. Ditambah lagi Ada Lagu Prabowo-Hatta dari Ahmad Dhani yang Memicu Kontroversi dan Lagu Jokowi-JK yang Mengcopy dari Lagu Populer Era 80an, Aku Cinta Dia.
Kedua Lagu tersebut, Seakan-Akan Mendukung 2 Capres berbeda di 2014 Meskipun Beda Pilihannya, Kita Tetap Satu Indonesia! Pada Edisi 2019, Paling Ingat, Lagu Meraih Bintang Dijadikan Lagu Kampanye untuk Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin selama Masa Kampanye Pemilu 2019. Awalnya Lagu Ini menjadi Soundtracknya Asian Games 2018, Tapi, Akhirnya Didaulat jadi Lagu Kampanye Paslon Nomor 1 di Pemilu Presiden 2019.
dan di Tahun 2024, Saat Kampanye pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 lalu, Calon Presiden/Wapres Nomor 2, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka menghadirkan Lagu Populer Bahasa Jawa "Koyo Jogja Istimewa" dari Ndarboy Genk (Sempat Dicover sama Nabila Maharani) yang Dijelma Menjadi Lagu Kampanye Capres/Wapres Nomor 2 Tapi Liriknya Diganti Sedikit. Lagu Ini pun Kerap Muncul di Iklan di Berbagai Televisi dan Radio dari Pertengahan Desember Tahun lalu hingga Awal Februari lalu. Lagu tersebut memang Sesukses Memori Lagu Aku Cinta Golkar yang Diadaptasi dari Lagu Somse dari Doel Sumbang. ditambah ada Lagu OK Gas 2 yang Diremix Richard Jersey yang Menjadi viral lewat TikTok dan IG sepanjang 2023 dan Menjelma jadi versi Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Lagu yang Dibuat dari Richard Jersey ini Boleh Mendulang Sukses Lagu-Lagu Golkar yang Diadaptasi dari Lagu-Lagu Hits Indonesia Era Pertengahan 80an yang Didominasi Pop Main-Main. Akibat Efek Kedua Lagu Kampanye ini, Bahwa, Paslon yang Didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PBB, Partai Garuda, Partai Gelora dan PSI tersebut Selalu Menang Telak lewat Hitung Cepat Semua Survei saat Pertarungan Pemilu 2024 pada 14 Februari lalu. Meskipun Paslon Nomor 2 tersebut Didukung Mantan 2 Duo Gubernur/Wagub Jatim (Soekarwo-Saifullah dan Khofifah-Emil), Banyak Tokoh-Tokoh Terkenal di Jatim (Semacam Bayu Skak) dan Banyak Kyai-Kyai, Alim Ulama-Alim Ulama, Ulama-Ulama, Ustaz-Ustaz, dan Sesepuh-Sesepuh Ulama (Yang Biasanya Kerap Diucapkan dan Disebutkan dari Imam Sholat Isya saat Pengajian Rutin/Siraman Rohani Islam di Musholla Al Amin Mojokerto Setiap hari Jumat Malam alias Malam Sabtu Setelah Isya) di Jatim demi Semua Memenangkan Paslon Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, Apalagi Wilayah Jatim menjadi Salah satu Wilayah yang Capres/Wapres Nomor 2 Menang Telak. Tidak Cuma Itu, PPP juga Ada Lagu untuk Kampanyenya yang Dinyanyikan Oleh El Corona. Lagunya Berjudul Ikan dalam Kolam yang Pernah Viral di Awal Tahun lalu (2023) dan Liriknya Dijelma menjadi PPP. Tak Cuma Itu, Capres/Wapres Nomor 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ikut Menyumbang Suara dengan Nyanyian Gita KDI maupun Lagu "Amin Aja Dulu". Tak Hanya itu, Gan Z yang Notabenenya Pendukung Setia Ganjar-Mahfud menghadiahkan Lagu Kampanyenya berjudul "Bersama Ganjar-Mahfud"
Lagu-Lagu Saat Kampanye Pemilu 2024 lalu, Memang selalu Dahsyat. Tidak Hanya Lagu-Lagunya, Tapi para Pelaku Musik di Indonesia, Ikut Mendukung 3 Capres/Wapres 2024, Seperti Penyanyi Dangdut Legendaris Rhoma Irama didapuk Menjadi Duta Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (diusung PKB, Partai NasDem, PKS dan Partai Ummat) bersama Band D'Masiv, Sementara Pasha (bersama Ungu), Melly Goeslaw dan Ahmad Dhani (bersama Dewa 19) menjadi Pendukung Setia Pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka dan Band Legendaris Slank dan Penyanyi Terkenal Krisdayanti menjadi Bagian dari Pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD (Diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Perindo dan PPP). Kampanye dari Ketiga-Tiga Capres Itulah, Bisa Menaikan Suaranya di Seluruh Indonesia apalagi Pertarungan pun Masih ada. Yang Penting, Musik dan Kampanye Tidak Berpisah...
Jangan lupa, Baca Halaman Musik di Koran Jawa Pos Setiap Minggu!
Update :
Postingan di Blog ini Sudah Diperbarui, Soalnya Akun YT seru2112 Sudah Dihapus Seperti Widiajie Nostalgia.
Yuk Kita Mengenal Lebih Dekat 2 Sosok Terkenal di Malaysia. Apalagi adalah Persahabatan...
Nama Lengkap : Shalma Ainaa Bruhanuthen
Nama Lain : Shalma Ainaa/Shal
Lahir : 13 November 1991 (di Kuala Lumpur)
Profesi : Presenter, Influencer dan Pengusaha
Pendidikan : Fashion Management di London
Nama Suami : Wan Imar Izzat (Berkawin Sejak 2016)
Acara TV : HLive (2014-15), MotifViral (2016-2019/20), dll.
Tahun Aktif : 2013-kini
Trivia:
-Kakak Kepada Penyanyi Muda Shalma Eliana
-Pernah Masuk On Air 2 dibawah Naungan Pak Nil dan Sesama dengan Hany Fadzil
-Berkawin dengan Wan Imar Izzat pada September 2016 dan Dihadiri Sejumlah Teman-Teman Artis saat Resepsi Seperti Hany Fadzil, Kaka Azraff, dll.
-Pernah Menyanyikan Lagu-Lagu Peserta AJL 33 bersama Suaminya di Youtube dalam rangka Menyambut AJL 33
-Masih Menjadi Bintang Youtube yang Memiliki Subscribers Terbanyak
Instagram : @shalmaainaa
Youtube : Shalma Ainaa
Nama Lengkap : Azfarherisyam
Nama Lain : Azfar Heri
Lahir : 23 Januari 1998 (di Melaka) (di Wikipedia Melayu Menyebutnya 1 Desember 1990)
Profesi : Influencer dan Pelawak
Pendidikan : Belum Tahu
Acara TV : All Together Now Malaysia (2021)
Tahun Aktif : 2018-kini
Trivia:
-Merupakan Selebritis Malaysia Gurem yang Dianggap Sahabat Baik Para Selebritis-Selebritis Lain yang Tukar Profesi ke Influencer Seperti Yaya Zahir, Daiyan Trisha, dll. Tapi Malah jadi Papan Atas
-Berasal dari Melaka dan Bermukim di Lembah Klang (KL-Putrajaya-Selangor)
-Sering Datang ke Event-Event Gaya Hidup Semacam KLFW yang Dilakukan Sejak edisi 2021 silam
14 Februari Kemarin, Kita Datang ke TPS. Karena Sudah ada Para Bintang-Bintang Besar yang Biasanya Menjadi Caleg DPD di 4 Propinsi Terkenal, Seperti Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. Walaupun, yang di Jawa Barat, Muncullah Nama Alfiansyah alias Komeng yang Biasanya Tampang di TV lewat Iklan Shopee versi COD Baru maupun Salah Satu Program dari Garuda TV bersama Sahabat Baiknya, Jarwo Kuat. Surat Suara DPD yang Ada Gambar Komeng Selalu Viral Dimana-Mana dan Hampir Pasti jadi Anggota DPD Jabar. di Propinsinya Bey Machmuddin tersebut, Nama Komeng Lebih unggul dari Pesaingnya, Seperti Jihan Faira, A Irwan Bola, Aceng Fikri, dll. Nama Komeng bisa Mengukuhkan Hari Komedi Indonesia yang Biasanya dilakukan pada 27 September atau Hari Kelahirannya Bing Slamet. Lain si Komeng, Lain pula dengan Taj Yasin di Jateng. Setelah Meninggalkan Kursi Jateng-2 Bersama Ganjar Pranowo yang Kini Kalah Telak di Pertarungan Pemilu 2024 Presiden, Kini Beliau Mencalonkan diri Sebagai Caleg DPD di Jateng. dan Alhasil, Sosok yang Berpengalaman di Kursi Wagub Jateng 2018-2023 tersebut Berhasil Mendulang Suaranya di Propinsi tersebut, yaitu Mencapai 19,23%. Mengalahkan Pesaingnya Seperti Casytha Kathmandu, Bambang Sutrisno, dll. Tidak cuma di Jateng dengan Taj Yasinnya, Tapi di Jatim, ada Sosok yang Menjadi Petahana di DPD bernama La Nyalla Mattalitti. Sosok yang Berpengalaman Sebagai Bos PSSI ditengah Krisis tersebut, Bisa Membawa Jatim Semakin kuat dan Berdikari untuk Rakyat. Sehingga, Pada Hasil Pemilu 2024 di DPD Jatim, La Nyalla Menungguli Mantan Ketua KPK Agus Raharjo dengan Presentase Suara mencapai 13,26%. Perolehan Suara ini Lebih unggul Ketimbang Agus Raharjo. Pesaing Lainnya di DPD Jatim Seperti Ahmad Nawardi, Abdul Qadir Amir Hartono, Ayub Khan, dll. Kemenangan Ini Seakan-Akan Untuk Mengubah Jatim dengan Mengusung "Pancasila Berdaulat, Negara Selamat" Sebagai Jargonnya di APK DPD Jatim. dan Satu lagi, di Wilayah Timur, Kita Menemukan Nama Seniornya di Gorontalo yang Pernah Menduduki kursi Menteri di Era SBY, Yakni Fadel Muhammad. Tokoh Nasional dari Gorontalo Ini Pun Sering Mencalonkan diri Sebagai Caleg DPD di Gorontalo dan Sering Menang di Setiap Pemilu yang Ada. Beliau Pun Menang dan Unggul di Wilayah Ini Mengalahkan Nama-Nama Saingannya Fadel, Seperti Ana Supriyana Abdul Hamid, Rusliyanto Monoarfa, dll. Tidak Cuma 4 Pria Tampan, Tapi Para Kaum Hawa juga Terpilih atau Tidak di Perolehan Suara DPD di Pemilu 2024 di Berbagai Propinsi, Sebut Saja GKR Hemas yang Sangat Unggul Terus Menerus di Jogjakarta, Sylvia Murni di Jakarta yang Gagal Menunggulinya, Jialyka Maharani yang Masih Unggul di Propinsinya Antara Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak, Novia Anakotta dari Maluku yang Hampir Pasti jadi Duta Maluku di DPD di Periode 2024-2029 dan Hj. Elviana dari Jambi yang Unggul tipis dari Ivanda Sukandar. Banyak Publik Figur Besar dari Indonesia pun Bisa-Bisa Terpilih kelak jadi Anggota DPD masa bakti 2024-2029. Berkaca pada 2019, Nama-Nama Baru dan Lama pun Layak jadi Anggota DPD, Seperti La Nyalla yang Mewakili Duta Jatim, Made Mangku Pastika dari Bali, Jimly Ashiddiqie dari Jakarta, dll. Hebat Bukan? dan Satu Lagi, Salah Satunya, La Nyalla menjadi Ketua DPD periode 2019-2024. dan Kini, Kita Menanti Keputusan Resmi KPU pada 20 Maret 2024 (atau Bersamaan dengan Hari Ke-10 Ramadan 1445H). Insya Allah, Siapapun yang Unggul, Tetap Bisa Membawa Perubahan di Propinsi-Propinsinya. Wallahualam.
Ini Kelanjutan Postingan Blog Sebelumnya yang Kemarin Dibuat. Sepertinya, Kan Yang Postingan Tentang Bukan Bahas Politik di Pengajian Malam Sabtu sudah Dihapus tadi... Kita Ganti saja yang Baru...
2 Hari lalu, Gue datang ke Toko Gramedia TP1 Lantai 4 bareng Papiku dan Akhirnya Membayar 1 Buku Baru pakai Uang Tunai Rp. 200.000,- dan Kembaliannya Rp. 88.000,-. Sayangnya, Uang Kembalian yang dari Toko Gramedia TP1 pun Sudah Pergi, yang Rp. 4.000,- kan Bayar Beli Makanan Ringan Tadi, Sedangkan, Rp. 14.000,- untuk Kotak Amal di Masjid (Termasuk Tambahan Rp. 10.000,- yang Kembalian dari Warung Murwita pada 10/2 lalu) ketika Datang ke Masjid untuk Pelaksanaan Sholat Jumat. Wah, Sekarang, di Dompet saya, Uang Kembalian dari Toko Gramedia TP1 tinggal Sisa Rp. 70.000,-. dan Besok, Kelak Kemungkinan akan Membeli Makan Pecel yang Mbak Al atau Iyah. yang Mbak Al, Ga Pa Pa... Insya Allah, Bisa Beli Makanan Ini Besok...
Hari Ini, Kita Akan Menulis Cerita dan Foto pas 14 Februari 2024 Kemarin. Kan Tanggalnya Pesta Pemilu 2024. Diadaptasi dari Postingan IG yang Dikirim ke Akun IG gue Tadi Pagi.
Dibuka Dengan Kedatangan Saya ke TPS 015 yang Biasanya Dekat sama Warung Mbak Iyah yang Jual Nasi Ayam Goreng (+Sambal) dan Pecel. Saat Itu, Saya Mau Foto-Foto Papan Gambar Paslon dan DCT Pemilu 2024 yang DPR Dapil Jatim 8, DPD Dapil Jatim, DPRD Jatim Dapil Jombang dan Mojokerto dan DPRD Kota Mojokerto Dapil Magersari. Sebelum Masuk, Gue Naik Sepeda dan Melewati Adrenalin Walaupun Belum Boleh Digenjot (Kalau Digenjot, Pasti Jatuh dan Sakit Besty). Saat Masuk ke Dalam TPS, Pun Menulis Tanda Tangan dulu Sebelum Dapatkan 5 Surat Suara. dan Akhirnya dapat 5 Surat Suara Sekaligus Menyerahkan Smartphoneku ke Petugasnya Agar Tidak Diperbolehkan Memotret Foto/Merekam Video Saat berada didalam Bilik Suara. dan Ketika Duduk, Kan Saya Mengecek 3 dari 5 Surat Suaranya. Kan Mestinya Dikira Peta Wisata.... Hehehehe... Namun, Akhirnya Menutup 3 dari 5 Surat Suara dengan Cara Lipat Sebagaimana dalam Keputusan KPU Nomor 1202 Tahun 2023. Setelahnya, Masuk Bilik Suara dan Melakukan Cara Mencoblosnya, di Surat Suara Hijau (DPRD Kota Mojokerto Dapil Magersari) Saya Mencoblos Pak Sonny Basoeki Rahardjo dari Partai Golkar, Kemudian, di Surat Suara Biru (DPRD Propinsi Jatim Dapil Jombang dan Mojokerto), Kan Mestinya Bebas, Yakni Mencoblos Lambang Partai Golkar, Lalu, di Surat Suara Merah (DPD Dapil Jatim) Mencoblos La Nyalla, Sedangkan di Surat Suara Kuning (DPR Dapil Jatim 8) Mestilah Mencoblos Meitri Citra Wardhani dari PKS dan Terakhir, Surat Suara Abu Abu (Presiden/Wapres) Pasti Mencoblos Lambang Asli Golkar dibawah Gambar Duo Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Lambang Golkar yang ada di Surat Suara Abu Abu (termasuk juga di Papan Paslon di TPS), Diapit Partai Gerindra dikiri dan Partai Demokrat, PAN, PSI, PBB dan Partai Garuda ditengah atau dikanan. Setelahnya, Aku Mencelupkan Jarinya ke Tinta Ungu dan Akhirnya Sudah Berhasil Menggunakan Hak Suara di TPS 015. dan Terakhir, Aku Bisa Foto dan Pulang ke Rumah Naik Sepeda. dan Saat Saya Masih di Dapurku, Mami kan Mesti Marah Sedikit, Kan pernyataanya Ga Boleh dari Mamiku... Aduh, kan Bukanlah Foto dengan Smartphone saat di Bilik Suara, Tapi Berfoto di Papan yang diletakkan di TPS. Lalu, Mengupload Videonya ke 4 Sosmed Saya, baik di TikTok, Facebook, Instagram dan YouTube. Akibat Mencoblos Lambang Golkar di Surat Suara Presiden/Wapres dan DPRD Propinsi Jatim, Kan Ketagihan Mendengarkan Lagu-Lagu Pop Indonesia era 80-90an yang Lirik-Liriknya Dijelma menjadi Golkar ketika waktu itu Era Orba Masih Memuncak sebelum Eranya Reformasi (kala itu Golkar masih bukan Partai Politik) maupun Nonton Video Iklan TV Lama Golkar tahun 1999 yang versi Tips Mencoblos di Surat Suara (kala itu, 1999 belum ada Nama-Nama Calon di Surat Suara DPR dan DPRD). Caleg-Calegnya Golkar di DPRD Jatim Dapil Jombang dan Mojokerto, Seperti Heri Soeghiono Toegas Oetomo, Dra. Sitiah, dll. yang Lain ada Banyak, Seperti Achmad Rusyad Manfaluti (PKB), Syaiful Anam (Partai NasDem), H. Achmad Silahuddin (PPP), Eko Subandi (Partai Ummat), dll. Sebenarnya, Kalau Coblos Golkar di 2 dari 5 Surat Suara itu Mestilah Sering-Sering Putarkan Lagu-Lagu Lawas yang Semangat Golkar maupun Saksikan Video Iklan Lama tahun 1999 silam yang Parpol berlambang Pohon Beringin tersebut. Kemudian, Sekitar jam 9.30 Pagi, Giliran Nenekku (Mbah Putri) Mau bersiap ke TPS Nomor 016 yang Biasanya dilangsungkan di Kantor Papiku dan Boleh Menduduki Kursi Roda sebelum ke TPS 016 ditemani Nunik, Rifky dan Saya. dan Tidak Ketinggalan, Motretin Foto 5 Lembar Papan Gambar Paslon dan DCT Pemilu 2024 DPR Jatim 8, DPD Jatim, DPRD Propinsi Jatim 8 (Jombang-Mojokerto) dan DPRD Kota Mojokerto 1 (Magersari). dan Tak Sempat Posting di IGS karena Sudah Log Out.
3 Capres/Wapres Pemilu 2024
DCT DPR Dapil Jatim 8 Pemilu 2024
DCT DPD Dapil Jatim Pemilu 2024
DCT DPRD Jatim Dapil Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto Pemilu 2024
DCT DPRD Kota Mojokerto Dapil Magersari Pemilu 2024
Setelahnya, Aku Mengintip didalam TPS 016. dan Setelahnya, Pulang Lagi. dan Pada Siang Harinya, Setelah Dzuhur, Saya Makan Pecel, Enak Sekali... Seharusnya Sih, Kalau Mau Berangkat ke Kota Pahlawan Sore Nanti, Kan Jamak antara Dzuhur dan Ashar, Malah Gagal... Baper deh... dan Setelahnya, Saya Tonton YouTube Channel Harian Kompas atau Stasiun-Stasiun TV Nasional seperti TV One, Metro TV, BTV, dll. memantau Quick Count Pemilu 2024 ala Litbang Kompas maupun LSI Denny JA. dan Akhirnya Siap Berangkat ke Surabaya, Kan Ikut deh... Kata Papiku Ga Boleh Ikut, Enak Di Rumah. Bohong Jadinya... Kan Tetap Bisa Ikut daripada Digoda si Papi. Walaupun Saya bisa Ikut bersama Keluarga, Kan Bawa Dompet. 3 Hari sebelumnya, Saya, Mami, Papi dan Elfan ke Surabaya Soalnya mau Pergi ke Klinik Estetika, Mampir ke Mandjha Igun dan Makan di Bon Ami Restaurant. Sementara, Pulangnya (diwaktu Sore), Beli Makan di Solaria. Kan Semuanya Bayar Pakai Kartu Debit. dan Kali Ini, Saya, Mamiku, Papiku dan Alma berangkat ke Kota Pahlawan, yang didahului Mampir ke Jl. Niaga Mojokerto untuk Mengembalikan Sepedanya yang Masih Rusak dan ke WMH untuk Menyimpan/Mengembalikan Sepedanya. dan Berlanjut masuk Tol Surabaya-Mojokerto hingga Tol Sidoarjo-Surabaya. Mobilnya yang Digunakan Pasti Mobil Mitsubishi Pajero Sport Putih.
Jalan Tol Sidoarjo-Surabaya
Masuk Surabaya ada CITO Mall
Trans Icon Mall Surabaya (Pengganti Carrefour Indonesia/TransMart)
Maknyos Makbleg (ada Kantor Pusat Jawa Pos Media Group)
UNUSA Surabaya
Masuk Wonokromo
Dan Saat Masuk Surabaya, Kan Harusnya Foto-Foto di Sekitar Kota yang Dipimpin Oleh Pak Eri Cahyadi tersebut. Semisal Trans Icon Mall hingga Papan Reklame Promo Makan-Makan di Surabaya dan Ada Kelihatan Sedikit Kantor Pusatnya Koran Terkenal dan Terbesar di Jatim, Jawa Pos yang Letaknya di Jl. A. Yani 88. dan Tidak Lupa, Mengaktifkan HotSpotnya Papiku dan ada Perkembangan Quick Count lewat Radio dan YouTube. Kalau Masuk Ngagel, Lewat Wonokromo lah yang ada Darmo Trade Center Wonokromo dan Bagian Bawah Jembatan Jalan Layang Mayangkara. Lalu, Makam Bung Tomo Kesasar.
Stasiun KA Wonokromo
Jl. Ngagel Surabaya
TransMart di Surabaya (bukan di Jl. A. Yani)?
Jl. Bung Tomo
Pemakaman Bung Tomo
Jl. Bung Tomo atau Jl. Ngagel (Kemungkinan)
Iklan Gudang Garam Merah versi Lekukan Mewah Nyalakan Kualitas Merah (yang Versi Videotron dan TV Sempat Tayang dengan Durasi 15 detik)
dan Setibanya di Ngagel. Saya dan Papiku Stay didalam Mobil Putih. dan Rencana Sholat Asharnya pun Ngomongnya Berkali-kali dan Jadi Terlalu Baper Gara-Gara Papinya berkata-kata Seperti itu. dan Kemungkinan, Sholat Asharnya ada di Tempat-Tempatnya yang ada Mushollanya Nanti. dan Kelamaan Sekali Mami dan Alma berbelanja di Kawasan ini, Aduh... dan Ternyata, Hasil Quick Count yang Disaksikan di YouTube Harian Kompas (maupun Live Streaming BTV, Metro TV dan TV One) Menunjukkan, Bahwa Prabowo-Gibran Rakabuming Raka (yang didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Gelora, Partai Garuda, PAN, PBB, PD dan PSI) Menang telak dari Anies-Muhaimin Iskandar (didukung oleh PKB, Partai NasDem, PKS dan Partai Ummat) dan Ganjar-Mahfud MD (didukung oleh PDI Perjuangan, Hanura, Perindo dan PPP).
Tunjungan Plaza dan Gedung Bank Mandiri
dan Setelahnya, Kan Melanjutkan Perjalanannya ke Mall terkenal di Kota Pahlawan yang Sudah Lama tak dikunjungi Selama bertahun-tahun! ya Tunjungan Plaza! Walaupun Sudah Masuk TP, kan Bersiap-Siap untuk Melaksanakan Sholat Ashar yang Telat atau Tertunda. Saat OTW, kan Saya Mengecek Uangku di Aplikasi Livin by Mandiri dan Akhirnya Tinggal Lebih dari Rp. 4 Juta! dan Akhirnya, Kita Sudah Mau Hampir ke Tunjungan Plaza yang Letaknya di Jl Basra (Basuki Rahmat) dan Jl, Embong Malang. Alhamdulillah, Sudah masuk ke dalam TP dari Tempat Parkir Mobil. dan Akhirnya, Ketemu Mushollanya TP di Tempat yang Sama (Parkir Mobil) dan Melaksanakan Sholat Ashar. dan Setelahnya, Kita Makan di Tunjungan Plaza 4 Lantai 5. Awalnya sih ke Marugame Udon yang Disebutkan Papi saat Masih di Ngagel. Namun Sayangnya, Gagal disambangi Karena Antriannya Lama sekali... dan Terpaksa Beralih ke Qua-Li... dan Sempat diselfie Pake Smartphone Saya (Vivo v25e). Saat Masuk Qua-Li, Kan Aku Memesan Makanan khas dari Malaysia, Jangankan Mi Goreng, Kwetiau Goreng Malaysia pun Mestilah Dipesan... Sedangkan Minumannya, Aku Pesen Milo Panas dan Hangat. Kenapa Sich? kan Nanti Tidak mau Kupingnya Bermasalah lagi... dan Akhirnya Bayar dengan Kartu Bank Mandiri yang Punya Saya...
Si Paling Ganteng pas Selfian Pake Smartphone Vivo v25e
Kwetiau Goreng dari Malaysia
Makan Kwetiau Goreng khas Malaysia, Kan Bisa Merencanakan ke Malaysia Menanti
Qua-Li TP4 Lantai 5
Ini Pasti Makan Malamnya Dini! dan Disaat Makan, Masih Tonton YouTube TVRI Nasional yang Perkembangkan Terkini Quick Count Pemilu 2024. di Level DPR, PDI Perjuangan Pasti Menang terus... dan Setelah Saya Makan bersama Keluarga, Saya dan Papiku, Mampir ke Toko Gramedia TP1 Lantai 4. Kan Targetnya Beli Buku Lucunya Prabowo yang Mengakibatkan Efek Kemenangan Besar Capres Nomor 2 di Quick Count Semua Lembaga Survei (seperti Litbang Kompas). Sebenarnya Sih, kan Tadi Lihat Iklan Buku Kompas di Koran Kompas Edisi Hari Pemilu 2024 di Halaman 14. dan Akhirnya, Saya Masuk ke Toko Gramedia Setelah hampir 5 Tahun Tak dapat Dikunjungi Gara-Gara Pandemik (Terakhir kali sekitar akhir September 2019 karena Efek Mantan Presiden ke 3 RI, BJ Habibie Tutup Usia).
Toko Gramedia di TP1 Lantai 4
Walaupun Aku Mencarinya, Pasti Belum Ketemu Buku tersebut di Rak Bergenre Politik/Sosial/Sains. Tapi Cuman ada Buku Bos Salah satu Parpol Pendukung Paslon 2 (Partai Demokrat) Saat ini (Agus Yudhoyono) yang Dipecah 4 Jilid. ditambah ada Buku Ganjar Pranowo bersampul Hitam dan Putih, Buku Erick Thohir yang Saat ini Masih Menjabat Sebagai Ketua Umum PSSI (dulunya Mantan Bos PB Perbasi, Dirut ANTV dan Dirut TV One), Buku Mendiang Buya Syafi'i sampai Buku Reformasi 1998 yang Ditulis Oleh Mantan Menteri Zaman Gus Dur dan Megawati, Laksamana Sukardi. Kan Semuanya Diterbitkan Oleh Penerbit Buku Kompas yang Dianggap By-Productnya Koran Kompas kalau tidak salah (kalau Tabloid Bola, By-Productnya Seperti Tabloid Bola Poster kala itu). Ini Misi Cari Buku baru Beneran Karena Demi Pemilu. dan Sayangnya, Papi Dibilang "Gelap Mata" dan Kemungkinan Tak bisa Diajak Papiku bersama! Aduh... dan Akhirnya, Pun Memutuskan untuk Mengambil Buku Erick Thohir, dan dibawa Ke Kasir, dan Tiba-Tiba, ada Buku "Lucunya Prabowo" dari PBK di bawah Kasir... dan Setelahnya, Saya Menyimpan atau Mengembalikan Bukunya Erick Thohir ke Rak Buku yang Temanya Politik/Sosial/Sains dan Tetap Bawa Pulang Buku tersebut. Eh, ada Buku Gadis Kretek yang Biasanya Booming di Netflix yang Dibintangi sama Dian Sastrowardoyo dan Arya Saloka, Tapi Tak bisa Ambil yang 1 Covernya (terutama versi Netflix). dan Akhirnya, Buku yang Gambarnya Pemenang Pemilu 2024 Presiden versi Quick Count Semua Survei tersebut Dibayar dengan Uang Tunai Rp. 200.000,- dan Kembaliannya Pasti Rp. 88.000,-. Kan Buku ini ada diskonnya Karena memeriahkan Hari Pemilu dan Valentine yang Bertabrakan Kemarin... Lalu, dapat Voucher Pijat 10 Menit dan Nyaris Dilakukannya (Lebih baik Pijat di Rumah). dan Setelah Keluar dari Toko Gramedia, kita mau Menghubungi Mamiku di WA dan Kembali ke Dalam Tempat Parkir Mobil di TP dan Bertemu Perempuan dari Bandung. dan Ketika Sudah Membeli Buku Lucunya Prabowo (yang Sempat diiklankan di Koran Kompas Edisi 14 Februari kemarin), Kan Pasti Akibat Efek Kemenangan Prabowo lewat Quick Count maupun Mencoblos 3 dari 5 Surat Suara yang Ada Lambang Golkar (di Presiden/Wapres dan DPRD Jatim) dan Nama Sonny Basoeki Rahardjo dari Golkar (di DPRD Kota Mojokerto). Ga Pa Pa, Walaupun Sudah beli Buku ini, Kan Didedikasikan Untuk Kemenangan Paslon Nomor 2 Tersebut demi Memajukan Indonesia berterusan dan Menggratiskan Susu maupun Makan di Siang Harinya. dan Tak Ketinggalan, Lihat Perkembangan lagi Quick Count di YouTube. Tak Hanya itu, Saat Saya dan Papi masih Menunggu didalam Tempat Parkir Mobil, si Alma dan Mamiku masih Jalan-Jalan di Tunjungan Plaza, Yakni Berbelanja di Uni-Qlo TP3. dan Saat Mami dan Alma berbelanja di Uni-Qlo TP3, kan dapat Bonus Majalah LifeWear dan Setelahnya, Mampir ke Roti Boy untuk Beli Makan... dan Akhirnya, Mami dan Alma bertemu Kembali dengan Papi dan Saya. dan Sebelum Masuk Mobil, Gue Motretin Foto Gedung-Gedung di Malam Tiba dari dalam Tempat Parkir Mobil TP dan Akhirnya, Kita Kembali ke Mobil lagi...
Gedung-Gedung di Malam Hari dari dalam Tempat Parkir Mobil di TP
Jl. Embong Malang
Setelahnya, Keluar TP dan Berjalan-Jalan Malam di Jl. Embong Malang sampai Perbatasan Sidoarjo-Surabaya di Jl. A. Yani. Saat Mau Keluar dari TP, kan Sempat Saksikan TikTok Lite yang Quick Count Pemilu 2024. Kan Hasilnya di Legislatif Dimenangkan oleh PDI Perjuangan dan di Presiden, Pemenangnya Tetap Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Aduh, Astaghfirullah... Kok Capresnya Menang, Malah Parpolnya Gagal jadi Juara 1. dan Saat Berjalan-Jalan Malam di Sekitar Kota Pahlawan, Mestilah ada Jl. Embong Malang sampai Jl. A. Yani. Eh, di Jl. Tunjungan kan Rame dan ada Hotel Majapahit Tunjungan yang Menjadi Saksi Mata Peristiwa Bendera Belanda Menjadi Bendera Indonesia karena Disobeknya bagian Biru di Bendera Belanda dan Deklarasi Capres Pertama 2024 (sebelum Ganjar-Mahfud MD dan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka menyusul kemudian), yakni Anies-Muhaimin Iskandar yang Melakukan Deklarasinya.
dari Embong Malang ke Tunjungan
di Sekitar Tunjungan (1)
di Sekitar Tunjungan (2)
di Sekitar Tunjungan (3)
Ada Lampu Tulisan "Mlaku Mlaku Nang Tunjungan" (Salah satu Potongan Lirik dari Lagu Rek ayo Rek yang Merupakan Lagu Daerah dari Jatim selain Tondu' Majang)
Hotel Majapahit yang Menjadi Saksi Mata Bendera Belanda Merobek Birunya menjadi Bendera Belanda yang Menyiasakan Merah dan Putih Sesuai dengan Warna Bendera asli Indonesia pada 1945 (Dulunya Hotel Yamato)
Setelah Keluar dari Tunjungan, Gue Motret Foto Grahadi, Dimana adalah Tempatnya Para Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Kan Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang Menjadi Gubernur dan Wagub Jatim selama 5 Tahun terakhir (Sebelumnya Berakhir Dini pas Akhir Tahun lalu, Namun Akhirnya Gagal dan Diperpanjang Hingga H-1 Pemilu 2024). dan Saat ini Masih Dijabat Pak Adhy Karyono tapi Masih Pelaksana Harian (kelak Menjadi Pj. Gubernur Jatim setelah jadi Plh). Lalu Setelahnya, Motret Foto Tugu Bambu Runcing, Sekitar Jl. Darmo dan Jl. A. Yani yang ada Movenpicknya.
Gedung Grahadi
Tugu Bambu Runcing
Jl. Darmo
Jl. A. Yani
dan Akhirnya Kita Pulang dari Surabaya. dan Sempat Makan Roti Boy... dan Saat Masuk Perbatasan Surabaya-Sidoarjo, kan Pulang ke Mojokerto Semestinya lewat Tol... dan Tidak akan Mampir ke Rest Area 726. Setibanya di Mojokerto saat Pulang, Saya Sempat Masuk WMH dan Melaksanakan Sholat Jamak di Tempat yang Sama (ada Musholla). Seharusnya di Rumah, Tapi Malah Melakukannya di WMH (Restorannya Mami dan Papiku). Setelah Sholat Jamak (Antara Maghrib dan Isya), kan Masih Stay di Restoran yang Sama di Jl. Kedungsari No. 369 Mojokerto. dan Akhirnya, Saya Pulang ke Rumahku bareng Alma dan Mamiku. dan Akhirnya, Udah sampai Rumah Kita deh... dan Setelahnya Kita Mandi Malam pake Air Panas (Hangat). dan Saat dirumah, Kan Masih Perkembangan Terkini lagi Quick Count Pemilu 2024, Dimana, Prabowo-Gibran Rakabuming Raka Masih Unggul!
Demikian Sekelumit Cerita di Tanggal 14 Februari kemarin. Semoga Cerita Ini Bermanfaat lho...
Besok, Sudah Mau Sambut Pemilu. Nah, Mari Kita Menulis Blog Kita...
Ketika Aku Masih di Bangku SD kelas 6 dari 2007 sampai 2010, Tepatnya di SLB Aisyiyah 08, Kan Sepertinya ada Buku yang Isinya Membahas Pemilu/Pilkada, ada di PKN yang KTSP 2006 (Kelas 6). Ketika ada KTSP alias Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tahun 2006, Mata Pelajaran (baik Bahasa Indonesia dan Matematika) Mengalami Perubahan yang Disentralistik. Pelajaran PKN untuk Kelas 6 di Era KTSP 2006 ada Babnya, Seperti Bab Pertama yang Berisi Tentang Sejarah Pancasila, Bab Kedua yang Berisi Pembahasan Pemilu/Pilkada, Bab Ketiga yang Mengulas Seputar Pemerintahan Pusat dan juga Daerah, Bab Keempat yang Mengenal Lebih dekat 11 Negara di Asia Tenggara dan Bab Terakhir yang Membahas Tentang peran Politik Luar Negeri. Contohnya, di BSE (Buku Sekolah Elektronik) yang Lagi Booming di era akhir 2000an, ada Buku PKN Kelas 6 SD yang Sudah Dibuat, Ada yang Ditulis Sunarso, Setiati Widihastuti, dll.
PKN Kelas 6 SD (KTSP 2006) (A)
PKN Kelas 6 SD (KTSP 2006) (B)
PKN Kelas 6 SD (KTSP 2006) (C)
Salah Satu Bab dalam Pelajaran PKN Kelas 6 SD di Era KTSP 2006, Adalah Pembahasan Pemilu dan Pilkada. Sebenarnya Sih, Saat-Saat ada Pemilu Tahun ini yang Dihelat Besok, Kan Bisa Bahasin Seputar Pemilu dan Pilkada. dimulai dari Pendaftaran Parpol Peserta, Penetapan Parpol Peserta, Pendaftaran Capres, Penetapan Capres, Kampanye, Masa Tenang hingga Proses Hari Pemilihan. kan Jadi Lebih Tahu Referensi Pemilu. ditambah lagi ada Pembahasan Pilkada... didalam Buku PKN Kelas 6 SD yang Era KTSP 2006, Kan Pemilunya Sampai 2004 atau 2009 sih? Mestinya kan Sampai 2004 (Zamannya Saya masih di Kelas 2 dan 3). dan ditahun itu, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla jadi Presiden dan Wapres Setelah Pemenang di Pemilu 2004.
Kalau Mau Download Semua Bukunya, Jangan Lupa Lurd dibawah Link Ini:
Selamat Tahun Baru Cina 2024, Yuk Kita Nulis Kembali Dong! Kan Temanya Tentang Masih Olahraga kayak Kemarin.
Dari Tahun 1994 sampai 2002 saja adalah Periode Keemasan Bagi Tim Bulutangkis Putra Indonesia Saat Mempertahankan Trofinya hingga 5 kali. Pemain-Pemainnya pun Bervariasi ada Joko Suprianto, Alan Budikusuma, Ricky Soebagdja, Rexy Mainaky, dll. di Periode 1994-2002 adalah Periode Mempertahankan Trofi Piala Thomas. Untuk Tim Putrinya, pada Tahun 1994 dan 1996 Semestinya Merebut Piala Uber dengan Pemain-Pemain Handal seperti Susi Susanti dan Mia Audina. dan Sayangnya, pada 1998, Tim Putri Merah-Putih harus puas Meraih Peringkat 2. Yuk Kita Simak...
Piala Thomas dan Uber 1994 digelar di Indonesia dan Diikuti 10 Negara. Indonesia Merebut Juara secara Bersamaan, Baik Thomas dan Uber. Mengawinkan Gelar Itu, Memang sangat luar biasa. Pemain-Pemainnya Pun ada Mulai dari Susi Susanti, Joko Suprianto, Ardy B. Wiranata, dll. Namun Sayangnya, Sahabat Baiknya Susi Susanti saat Rebut Emas di Bulutangkis Olimpiade 1992, Alan Budikusuma Tidak Bisa Ikut bertarung. Saat itu, Saya Masih Belum Lahir setelah Mami dan Papiku (Nurul dan Fauzi) Sudah Menikah pada 2 September 1993 silam (Resepsinya sekitar Pertengahan April 1994 kalau tidak salah) di Rumah Lamaku yang Letaknya di Jl. By-Pass Mojokerto.
Sedangkan, Piala Thomas dan Uber 1996 digelar di Hongkong dan Sponsornya pun Semuanya berasal dari Indonesia, Seperti Sampoerna A King, RCTI dan Sebagainya. Pemain-Pemain yang Ikut Berpartisipasi Seperti Alan Budikusuma, Susi Susanti, Ricky Soebagdja, Rexy Mainaky, Zelin Resiana, Joko Suprianto, dll. di Final Uber Cup, Indonesia Rebut Trofi ke Tiga Mengalahkan Tim Putri Cina dengan Skor 4-1. Sedangkan, Tim Thomas Indonesia Mempertahankan Trofinya Setelah Kalahkan Denmark 5-0. Buktinya, Tim Putra/Putri Indonesia Merebut Bersama (lagi) di Turnamen Tersebut. dan Ditargetkan Bisa Bertarung di Olimpiade 1996 Cabang Bulutangkis. Kedigdayaan Indonesia di Dunia Bulutangkis Masih Berlanjut dan Membawa Prestasi Besar-Besaran bagi Semua Bintang-Bintang Bulutangkis Indonesia. Kala itu, Zaman saya masih Berusia Hampir 2 Tahun dan masih tinggal di Jl. Bypass Mojokerto.
di Piala Thomas dan Uber 1998 masih Digelar di Hongkong seperti Edisi 1996. Turnamen Ini Bersamaan dengan Terjadinya Krisis Moneter yang Sudah ada Sejak Pertengahan 1997, Terjadinya Kerusuhan Besar di Jakarta, Demo Terbesar di Gedung DPR/MPR RI Demi Menuntut Soeharto Mundur, Berakhirnya Pemerintahan Soeharto dan BJ Habibie Naik Pangkat jadi Presiden RI.
Praktis, Tim Putra Indonesia Tetap Bisa Mempertahankan Trofi Terus Menerus di Ajang Piala Thomas Mengalahkan Malaysia dengan Skor 3-2. Sedangkan Tim Putri Indonesia di Piala Uber Gagal Mempertahankan Trofinya Karena Kalah Telak dari Cina dengan Skor 4-1. Pemain-Pemain Andal pun ada, Mulai dari Ricky Soebagdja, Rexy Mainaky, Joko Suprianto, Zelin Resiana, Hendrawan, Hariyanto Arbi, Susi Susanti, dll. Akibat Kemenangan dan Kekalahan Indonesia di Final Piala Thomas dan Uber itu Memang Sangat Mencekam Gara Gara adanya Krisis Moneter, Kerusuhan, Demo Besar-Besaran dan Transisi Kepemimpinan Indonesia. Menjelang Pertarungan, Indonesia masih Presidennya Soeharto dan Saat Mengakhiri Turnamennya, BJ Habibie pun Naik Pangkat jadi Presiden Pengganti Soeharto.
dan Setelah Berakhirnya Turnamen tersebut, BJ Habibie Disambut Para Pasukan Piala Thomas Indonesia yang Oleh-Olehnya adalah Trofi yang Sudah Digenggam untuk Kali ke-11. di Tabloid Bola dan Go Edisi 26 Mei 1998 pun Memberitakan Kemenangan Indonesia di Final Piala Thomas dan Kekalahan Indonesia di Final Piala Uber ditengah Adanya Krisis Moneter, Kerusuhan dan Transisi Kepemimpinan.
Sampul Tabloid Bola Edisi 26 Mei 1998
Sampul Tabloid Go Edisi 26 Mei 1998
Kedua Tabloid ini pun Menampilkan Judul Headline di Sampul. di Tabloid Bola Menulis "Bangun Baggio!" dan Tabloid Go diberi Judul "Bisa Belanda!". dan Ditambah Koran Kompas yang Menampilkan Berita Kemenangan Indonesia di Final Piala Thomas 1998 dengan Headline Bertuliskan "Republik Indonesia Masih ada". Tak Hanya itu, RCTI ikut Andil menyiarkan Turnamen Piala Thomas dan Uber 1998 yang Pertandingannya Melibatkan Tim Indonesia di 2 Turnamen Bulutangkis Berbeda dari Penyisihan hingga Grand Final. dan Saat Grand Final, Rating RCTI saat Pertandingan Grand Final baik Piala Uber dan Piala Thomas tertinggi dikala Terjadinya Krisis dan Kerusuhan yang Melanda di Negeri ini. Kala itu, Saya masih Berusia Hampir 4 Tahun kalau tidak salah, Zaman Majalah Hai Soccer edisi Piala Dunia 1998 ditaruh di Rumahnya Mendiang Achmad Rizal "Mamap" Zakariah di Jl. Pulorejo No. 78 Mojokerto, Pindah Rumah ke Jl. Kedungsari pas Habis Piala Dunia 1998 dan Mbah Kung (versi Suaminya Mbah Putri) Tutup Usia pada Akhir tahun 1998.
Berlanjut ke Tahun 2000. Piala Thomas dan Uber digelar lagi di Kuala Lumpur. dan Indonesia Mengikutsertakan Kedua Turnamen tersebut. Alhasil, di Final Piala Thomas, Indonesia lagi-lagi Rebut Juara Mengalahkan Cina dengan Skor 3-0. Pendatang Baru yang Langsung jadi Pahlawan adalah Taufik Hidayat yang Kala itu Berusia 19 Tahun. Pebulutangkis yang Kini Jadi Caleg Partai Gerindra Ikut Masuk Skuad Piala Thomas 2000 Indonesia. Selain Taufik Hidayat, ada Juga Pemain-Pemain lain Seperti Hendrawan, Tony Gunawan, Candra Wijaya, Ricky Soebagdja, Rexy Mainaky, Sigit Budiarto, dll. dan Sayangnya, Tim Putri Indonesia di Piala Uber Harus Puas Berada di Peringkat ke Tiga Meskipun Adanya Pemain Baru Sepeninggal Susi Susanti yang Sudah Pensiun Sejak 1999 silam (bersama Alan Budikusuma).
Setelah Turnamen Berakhir, Tim Thomas Indonesia yang Rebut Juara di Kuala Lumpur, Datang ke Istana Negara bertemu Presiden (saat itu) Gus Dur. Beliau Pun Sibuk di Istana dengan Kedatangan Geng Taufik Hidayat, dkk. yang Baru Pulang dari Kuala Lumpur Setelah Rebut Lagi Trofi Thomas Sebelum Keberangkatan ke Kalimantan Selatan bertemu Ulama Kharismatik dari Kalsel, Mendiang Abah Guru Sekumpul pada 26 Mei 2000 (atau 4 Hari Setelah Kedatangan Tim Thomas Indonesia 2000 ke Istana). di Koran Kompas Edisi 22 Mei 2000, pun Memuat Berita Kemenangan Indonesia di Piala Thomas 2000 dengan Judul Headline "Taufik Genapi Kemenangan Indonesia" dan Tabloid Bola (adiknya Kompas) Edisi 23 Mei 2000 dengan Menampilkan Berita yang Sama. Sampulnya Menampilkan Foto Claudio Lopez dan Diberi Judul "Lopez Lepas!" saat Menjelang Final Liga Champions 2000 antara Tim Real Madrid vs Valencia.
Sampul Tabloid Bola Edisi 23 Mei 2000
Kala itu, Zaman saya Masih berusia Hampir 6 tahun, Zaman Alma sudah Bayi, Edwin dan Jodhy yang Nongol di Layar TV (terutama Video Lagu Cintaku dan Acara SmackDown), Liga Italia dan Inggris masih Berjaya, Jawa Pos masih Dibredel Singkat alias Sehari, PON XV digelar di Jatim, Masa Jayanya Artis-Artis Cilik dan Dewa 19 Rilis Album Bintang 5 dengan Penjualan tertinggi hingga Sejuta lebih. Tak Ketinggalan, RCTI tetap Siarkan Langsung Pertarungan Piala Thomas dan Uber 2000 yang Melibatkan Tim Indonesia yang Berjuang Habis-Habisan di Kuala Lumpur. Stasiun TV yang Kini Dimiliki Oleh Ketua Umum Partai Perindo tersebut Mengambil Jatah Pertandingannya untuk Piala Thomas dan Uber yang Melibatkan Tim Indonesia (termasuk Pertandingan Final Piala Uber) di Stadium Putra Bukit Jalil (aka Axiata Arena).
Setelahnya, di 2002, Piala Thomas dan Uber digelar lagi di Guangzhou, Cina. dan Indonesia yang Status Juara Bertahan ikut Bertarung bersama Negara-Negara lain di Turnamen Piala Thomas. Sedangkan Tim Uber Indonesia di Ajang Piala Uber 2002, Boleh Ikut juga. Para Punggawanya pun Ada, Mulai dari Taufik Hidayat, Hendrawan, Tri Kusharjanto, dll. dan Tim Indonesia lewat Piala Thomas 2002 berhasil Jadi Juara (lagi) Mengalahkan Malaysia 3-2. duel dalam Final ini Terulang 4 Tahun sebelumnya (1998), Dimana Tim Merah Putih kalahkan Tim Negeri Jiran Malaysia.
dan Saat Pertahankan Trofi lagi, Rakyat Indonesia ikut Merayakan Kesuksesannya Hingga 5 Kali berturut-turut Sejak 1994. dan Setelah Berakhirnya Turnamen, Pada 22 Mei 2002, Tim Thomas Indonesia yang Digawangi Taufik Hidayat, dkk. Datang ke Istana Negara dan Bertemu Megawati (Kala itu Presiden ke 5). Salah Satu Stasiun TV yang Dicap Pendatang Baru, Trans TV yang Baru Mengudara 5 Bulan sejak 15 Desember 2001 silam, Dimana, Stasiun TV ini Menyiarkan Langsung Piala Thomas dan Uber 2002 untuk Tim Indonesia yang Kala Itu Pemilik Utamanya (Chairul Tanjung) Menjadi Ketua PBSI sejak 2001 hingga 2005. di Era Chairul Tanjung Itulah, Trans TV (saat Awal Siaran) mendukung kejayaan Bulutangkis Indonesia berkat Siaran Langsung Piala Thomas dan Uber 2002. Sebagaimana dalam Catatan Sebelumnya yang Pernah Dibuat pada Pertengahan Januari lalu, Nama Trans TV langsung Naik Daun karena Jadi Saksi Mata Tim Thomas Indonesia berhasil Rebut lagi Piala Thomas untuk Kali ketigabelasnya. Selain Siaran Langsung Pertandingan, ada Juga Promosi Iklannya yang Menampilkan Hasil Kemenangan Indonesia lewat Final yang Berupa Footage Seperti Foto Foto Pebulutangkis Tempo Dulu dan Pertandingan Final Antara Indonesia vs Malaysia di Guangzhou dan Live Report Kedatangan Kembali Tim Thomas Indonesia ke Negara Asalnya (Indonesia).
Selain Itu, di Media Cetak, ada Banyak, Mulai dari Tabloid Bola Edisi 21 Mei 2002 yang Memberitakan Kemenangan Indonesia di Final Piala Thomas, Sampulnya Bergambar David Seaman yang Saat itu adalah Kipernya Timnas Inggris di Piala Dunia 2002 dan Diberi Judul di Sampul depannya adalah "Siap Perang!". Tak Hanya Tabloid Bola, Tapi Koran Kompas Edisi 20 Mei 2002 Menurunkan Beritanya di Sampulnya dengan Judul "Untung Saja Masih ada Hendrawan". Sementara Itu, Tabloid Go Edisi 21 dan 24 Mei 2002 pun Memuat Berita dan Poster Tim Thomas Indonesia yang Menggenggam Trofi tersebut.
Sampul Tabloid Bola Edisi 21 Mei 2002
Kala itu, Saya masih di Bangku TK sebelum pindah ke SD Balongsari 2 yang Kelas 1, Zaman Dik Doank, Wulan Guritno dan Ucok Baba Nongol di Acara Serie A 2001/02 dan Piala Dunia 2002, Film AADC yang Booming Sekali, Helmy Yahya, Alya Rohali, Ferdy Hasan, Edwin dan Jodhy masih Populer Sebagai Presenter TV terkemuka, Band Sheila On 7, Jamrud, Dewa 19 dan Element Rilis Album Baru secara Bersamaan dan Geliat F4 di Drama Seri Legendaris, Meteor Garden yang Biasanya Muncul di TV Swasta.
Setelah 2002, Prestasi Indonesia di Piala Thomas Kadang Naik dan Kadang Turun. di 2004 hingga 2008 Tim Merah Putih Harus Puas berada di 4 Besar, Sedangkan di Edisi 2010, Kembali Masuk Final Setelah 8 Tahun dan Gagal Rebut Trofi karena Kalah dari Cina di Final, lalu di Edisi 2012, Meninggalkan Perempatfinal, di Edisi 2014, Lagi-Lagi Harus Puas berada di 4 Besar. Kemudian di Edisi 2016, Kembali Kalah Lagi di Final Karena Denmark Menang untuk Kali Pertama di Final. di Edisi 2018, Lagi-Lagi Terulang di 2014 (Harus Puas berada di 4 Besar), Kemudian di Edisi 2021, Tim Merah Putih Rebut Kembali Trofi Thomas Setelah 19 Tahun tanpa Trofi sama sekali dan Terakhir, Edisi 2022, Juara Bertahan Gagal Juara Lagi Setelah Dikalahkan dari Tim Kuda Hitam India yang Sudah Puas Meraih Juara untuk Kali Pertama dalam Sejarah.