Selasa, Januari 31, 2023

Koran Lembar Daerah

Dulu, Di Berbagai Kota, Koran-Koran Dijual dengan Edisi Daerah Setempat. Koran Nasional Semacam Kompas, Republika dan Koran Sindo memang Memiliki Lembar Daerah. Tapi Sekarang, Sudah Tidak Ada (Kecuali Koran Sindo di Sulsel). Kalau di Provinsi Saya (Jatim), Ada Republika Jatim, Kompas Jatim dan Koran Sindo Jatim Kalau Tidak Salah. Sementara, Yang di Mojokerto dan Sekitarnya, Jawa Pos punya Sisipan Daerah yang Mirip dengan Radar-Radar Lain Semacam Jawa Pos Radar Malang, dkk. Yakni Jawa Pos Radar Mojokerto! Dulu, Sekitar tahun 2000, Koran Kompas Memperkenalkan Lembar Jawa Timur Setebal 2 Halaman Sebagai Pengganti Halaman Metro dan Nusantara Milik Kompas Nasional (Beredar di Jakarta). Walaupun Kompas dari Jakarta Masuk Surabaya sejak sekitar 1999/2000 Karena ada Percetakannya disana, Maka Kompas di Surabaya dan Sekitarnya Bisa Didapat Lebih Pagi bersama Koran Surya (adiknya Kompas) dan Jawa Pos yang Beredar di Kota Pahlawan. Kompas di Jatim Isinya Berita-Berita dari Berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Timur yang Kalah Menarik dari 2 Koran Asli Surabaya yang Memberitakan Semua Provinsi ini. Kemudian, Menambah 4 Halaman dan Memperkenalkan Lembar Daerah Kompas untuk Wilayah Jateng dan Jogjakarta. Karena Dicetak di Bawen, Semarang, Kompas di Jateng dan Jogjakarta Hanya 8 Halaman, tapi Digabungkan Sebelum Berpecah pada Juni 2004. di Wilayah Jawa Timur, Kompas Tebal 48 dan 52 Halaman (Gabungan Nasional dan Daerah) dan Tak Ada Harganya. Sementara di Jateng dan Jogjakarta, Dulunya Digabung, Sekarang Dipecah Karena Hanya 8 Halaman. Tak Kalah dari Kakaknya, Surya, Adiknya Bisa Membuat Lembar Daerah di Berbagai Wilayah di Jatim, Adanya Sepanjang 2005 (paling diinget), saat itu saya Masih di Bangku Kelas 4 SD. di Wilayah Barat, Kita Ketemu dengan Poros Barat yang Berisi Berita-Berita dari Mojokerto, Jombang, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, Madiun, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Ponorogo dan Magetan. Sementara, Poros Timur yang Mewakili Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso dan Jember. Tak Hanya Itu, Edisi Pusat (Surabaya) dan Madura Terdapat Informasi Menarik Seputar Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. dan Terakhir, Malang Raya dengan Porsi Besar Berita Malang Raya. Kemudian, di Tahun 2005, Saat Koran Sindo lahir dengan Nama "Seputar Indonesia", Hadirkan Lembar Daerah Setelah Dilaunching pada 30 Juni 2005. dimulai dari Jawa Barat pada September 2005, kemudian Jawa Tengah/Jogjakarta dimulai pada Oktober 2005, Lalu Masuk Jawa Timur pada Februari 2006, sekitar 2006-2008 Melahirkan Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan dan Sekitar 2013/14 Masuk Kepulauan Riau. Sementara di Tahun 2013/14, Koran Sindo Jateng dan Jogjakarta Dipisah. Sementara Itu, di 2004/05, Kompas Memperkenalkan Lembar Daerah Jawa Barat dan Setiap Sampul Koran Kompas dan Edisinya, Terdapat Tulisan Nama Daerah dibawah Logo Kompas sebelum 28 Juni 2005. Contohnya, Kompas Jawa Timur dan Dipasarkan di Seluruh Jatim. Saya Ingat, Ketika Saya Masih di Bangku SD Kelas 3 SD, Kayaknya Kompas ada Tulisan Jawa Timur di Sampul Halaman Utama, Kok Bisa? Sepertinya ini Edisi Bukan Nasional, Melainkan Daerah Kalau Tak Salah. Lalu, Semenjak Ganti Tampilan, Tulisan Jawa Timur di Sampulnya Tak Tercantum. dan Akhirnya, Pada 3 Januari 2011, Kompas Resmi Menghentikan Lembar Daerah Jawa Timur bersama Propinsi Lainnya, Karena Alasan Ada Perubahan Kecil, yakni Menjelma jadi Koran Nasional Tanpa Lembar Daerah dan Beralih ke Halaman Nusantara sampai sekarang ini. Kemudian, Mengikuti Jejaknya Kompas, Koran Sindo di Periode 2016-2018 Menghentikan dan Menutup Lembar Daerah di Berbagai Propinsi dan Akhirnya jadi Nasional dan Terakhir, Koran Republika yang Sudah Berakhir di Penghujung 2022 Karena Koran Ini Sudah Tidak Ada Lembar Daerahnya. Kasihan Sekali... dan Sekarang, Hanya Tersisa Jawa Pos yang Mempertahankan Lembar Daerahnya Menjadi Koran Lokal Sesungguhnya dari JP Group. Semuanya Bertitel "Jawa Pos Radar" atau Radar Saja. Nama Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka Dulu Sempat juga Menyisipkan Lembar Daerah di Berbagai Daerah di Jabar dan Jateng/Jogjakarta kalau tak salah. Sekarang Berubah jadi Ngilang... Walaupun Bagaimana, Lembar Daerah bisa Mengangkat Kearifan Lokal untuk Rakyat. Dan Insya Allah, Lembar Daerah di Berbagai Bisa Diaktifkan Kembali Suatu Saat Nanti...

Senin, Januari 30, 2023

Musik x Televisi (Tiruan) : AJL 37 Siap Digelar 12 Februari Nanti

Akhirnya, Yang Dinanti-Nantikan Telah Tiba! AJL 37 Bakal Digelar di Axiata Arena pada 12 Februari 2023.
AJL 37 (Anugerah Juara Lagu 37)

Setelah 2 Edisi Digelar Dengan Suasana Pandemik baik 35 (Juaranya Kaka Azraff) dan 36 (Juaranya Shila Amzah/SOG), AJL Edisi 37 Berlangsung Dengan Kembali Meriah di Axiata Arena dan Banyak Penonton Datang Kesini. Sebanyak 12 Lagu Ikut Bertarung Memperebutkan Juara AJL 2023 seperti:

01. Khai Bahar - Sengsara


02. Naim Daniel - Mainan


03. Alif Satar and The Locos - Anugerah Terindah


04. Iman Troye - Nang


05. Noki/MK - Payung Pelangi


06. Joe Flizzow/Sona One - Satu Malam di Temasek


07. Marsha - Kembali Terang


08. Shila Amzah/Liza Hanim - Bahagiakan Dia


09. Ernie Zakri - Korban


10. Dayang Nurfaizah/Amir Masdi - Debu


11. Shiha Zikir - Irama


12. Aina Abdul - Terus Hidup



Banyaknya 12 Lagu Itu Beredar dari Tahun 2021 hingga 2022 (jika Edisi Tahun Lalu kebanyakan Buatan 2020). Bukan Hanya Itu, AJL 37 akan Dipandu Oleh Sherry Al Hadad dan Jihan Muse. Beberapa Artis-Artis Top yang Akan Diprediksi Datang Ke Acara AJL 37 seperti Meerqeen, Anna Jobling, Naufal Azrin, Nuha Bahrin, Wani Kayrie, Ara Johari, Sissy Imann, Sarah Suhairi, Haqiem Rusli, Afieq Shazwan, Marsila Hassan, Aisha Retno, Yazmin Azis, Elizabeth Tan, Kelly Azman, Kaka Azraff, Tabby Dolla, Sabronzo Dolla, Ayie Floor 88, Eric Floor 88, Azira Shafinaz, Cik Manggis, Sophia Liana, dll. dan Dimungkinkan, Acara AJL 37 di Axiata Arena Nanti Bisa Bisa Memicu Puncak Kejayaan Artis Artis (plus Influencer) Negeri Jiran Malaysia (plus KPop) di 3 Negara Serumpun (Indonesia, Singapura dan Malaysia) di Saat Ini Meniru Kejayaan Balapan F1, Sepakbola Liga Italia atau Spanyol dan Inggris yang Pasti Populer di Negeri Ini pada Periode 1998-2008 dan Kejayaan Musik RI yang Populer di 2 Negara Serumpun di Era 90an hingga 2000an semacam SO7, Dewa 19, dll.

Jangan Lupa, Saksikan AJL 37 pada 12 Februari 2023 pukul 21.00 Waktu Setempat (20.00 WIB) di TV3 Malaysia dan Tonton.

Jangan Lupa Juga, Baca Halaman Musik dan Televisi di Koran Jawa Pos Edisi Minggu.


Kamis, Januari 26, 2023

Catatanku Catatanmu : Apa Hubungannya Majalah Tempo dengan Koran Jawa Pos? (Update)

Tadi Saya Baca Koran Jawa Pos Edisi Hari Ini. Tapi Kok Ada Tulisan dari Penemu Majalah Tempo yang Bernama Goenawan Mohammad? Sebenarnya Sih Penemu Tempo maunya Muncul di Jawa Pos. Lalu, Apa Sebenarnya Majalah Tempo berkolaborasi dengan Koran Jawa Pos? Yuk Kita Bahas...

Di Zaman Dahulu Kala, Nama Jawa Pos Kurang Berkibar di Jatim. Tapi Hampir Bangkrut Setelah lebih dari 30 Tahun Mulai beredar (Lahirnya pada 1 Juli 1949 oleh The Chung Sen). di Tahun 1982, Jawa Pos Menggaet Majalah Tempo untuk Memperbarui Koran Itu, Dimana Nama Dahlan Iskan masih jadi Koresponden Tempo di Jawa Timur ditambah Eric Samola yang Merupakan Dirut PT. Grafiti Pers (Perusahaan Induknya Tempo). Sosok DI (panggilannya Dahlan Iskan) yang Dikagumi GM, Ikut Memperbaiki dan Memperbesar Jawa Pos di Masa-Masa yang Kelam hingga Akhirnya, Koran Ini Berkibar di Seluruh Jatim. Gara Gara Berkibarnya Jawa Pos, Si Dahlan Bisa Membuat Keajaibannya, Apalagi Saat Ada Event-Event Dunia, Tim Jawa Pos akan Datang ke Event-Eventnya dan Jadi Peliput ke Seluruh Dunia! Sementara Itu Anaknya, Azrul Ananda bisa Menulis Tentang Kisah F1 (Formula 1) yang Merajalela di Dunia Kala Itu. Tulisan Si Azrul di Koran Ini, Hanyalah Semata-Mata Tentang F1 yang Bisa Membuatnya Lebih Efisien! Nama Michael Schumacher, Mika Hakkinen, dkk. Jadi Saksi Mata Kehebatan Panggung Balapan Mobil Jet di Dalam Sirkuit yang Masih Booming dimana-mana. Bukan Hanya Itu, 2 Tokoh Besar dari Jatim Merekrut Jawa Pos untuk Menjadi Pemimpin Umum atau Redaksi, mulai dari Dhimam Abror Djuraid pada tahun 2000 dan berakhir pada sekitar Akhir 2001 dan Arif Afandi (kelak jadi Wawali Surabaya 2005-2010) pada tahun 2001 hingga 2005. Sementara Itu, di Tahun 1998, Kantor Pemberitaan Jawa Pos Pindah Haluan ke Jl. Ahmad Yani No. 88 sampai Sekarang Ini, dengan Nama "Graha Pena" yang Setara dengan "Menara Kompas" yang diresmikan 20 Tahun Kemudian (2018). Akibat Perpindahan Kantor Tersebut, Koran Jawa Pos ukurannya Berubah dari 9 Kolom jadi 7 Kolom (7 Tahun Berikutnya, Kompas Menyusul Kelak). di Tahun Itu, adalah Tahunnya Nama Tempo kembali Beredar dengan Format Majalah Setelah 4 Tahun Vakum Gara Gara Kena Bredel. Buktinya, Majalah Tempo Tetap Eksis Kembali Setelah Diam sejak 1994. di Tahun 2001 atau Tepatnya Pada Perayaan 30 Tahun Tempo, Majalah Tempo Memperkenalkan Koran Tempo yang Hadir sebagai Koran Baru yang Menjegal Nama Koran Lain Semacam Republika, Media Indonesia, Kompas, dll. dan Sejak Januari 2021, Koran Tempo Tidak Berhenti Beredar, tapi Cenderung Main ke Koran Digital sampai sekarang ini. Kembali ke Jawa Pos, duo Dahlan dan Azrul berhasil Melunaskan Kinerjanya, mulai dari Lahirnya Nama-Nama "Jawa Pos Radar" di Berbagai Kota dan Kabupaten, Memperkenalkan Rubrik Deteksi, Memperkenalkan Rubrik For Her, Mengganti Deteksi dengan Zetizen, Menggelar Deteksi Basketball League (kini jadi Honda DBL setelah Pisah dari Jawa Pos), Melahirkan Stasiun TV Lokal milik Jawa Pos Group semacam JTV atau Riau TV, Jadi Koran Nomor 1, Dapat Penghargaan WAN-IFRA Awards, dll. Tak Hanya Itu, Percetakan Jawa Pos ada di Gresik, Tepatnya di Temprina yang Dulunya Adalah Pabrik Kertas! Lalu, Membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) yang Merupakan Salah Satu Jaringan Koran Terbesar di Indonesia. Kemudian, di Tahun 2002, Graha Pena Jawa Pos buka Cabang di Jakarta. Bukan Cuma Itu Saja, Jawa Pos Mengadakan Penghargaan Otonomi Awards sejak 2002 yang diinisiatif JPIP. Sirkulasi Koran Ini menyebar di Seluruh Jawa Timur, Sebagian Jawa Tengah, Sebagian Jogjakarta dan Bali (sekarang Sirkulasinya sampai Jawa Barat, Banten dan Jakarta). dan Paling Inget, di Era 80an pertengahan, Oplah Jawa Pos Membesar sekali mencapai lebih dari 150.000 Eksemplar dan Berkembang Cepat Sekali hanya 300.000 Eksemplar, Apalagi Eranya Awal-Awal Dahlan Iskan. Sementara Itu, Saat Persebaya lagi Puncak-Puncaknya, Jawa Pos Melekat dengan Persebaya yang Menyajikan Artikel Seputar Persebaya. dan Pada 2017, Persebaya Kembali ke Dunia Sepakbola berkat Tampil di Liga 2 dan Jawa Poslah yang Menyajikan 4 Halaman Spesial Persebaya Setiap Selasa hingga akhir 2017. dan pada akhir 2017, Jawa Pos Melepaskan Dahlan dan Azrul sebagai 2 Bos Besar dan Diserahkan Kepada Jurnalis Lain seperti Leak Kustiyo yang Menjadi Bosnya sampai Sekarang dan Marsudi Nurwahid P. yang masih jadi Pemred Jawa Pos hingga 2018. Setelah Kerjasama Dahlan-Azrul dan Jawa Pos Berakhir, Akhirnya Jawa Pos Masih ada Harapannya, walaupun di 2018, Jawa Pos Sempat jadi Koran Nomor 1 (Kembali) dan Hanya Sebentar Saja Gara Gara Kompas berubah Tampilannya. dan Pada Awal November 2020, Kompas jadi Koran Nomor 2 dan Jawa Pos masih Kembali ke Nomor 1 Penjualan Koran di Musim Pandemik Covid 19. dan di Sekitar 2022/23, Jawa Pos dan Rubrik-Rubriknya di Edisi Minggu (Sudah Termasuk Edisi 6 Hari sebelum Minggu) Sudah layak jadi Penerusnya Beberapa Media Cetak yang Mati dan Rubrik-Rubrik yang Dulunya ada (Bukan Milik KG Media), seperti Halnya Majalah Musik di awal 2000an, NewsMusik yang Digagas (alm) Bens Leo, Majalah Poster dari tahun 2001 hingga 2005, Tabloid Fantasi yang Paling Populer di era 90an hingga 2000an, Tabloid Bintang Indonesia yang Berkibar di Pasaran dari era 90an hingga 2000an, Koran Republika dengan Resonansi dari Tahun 1993-2022 dan Chart-Chart Lagu di Clear Top 10, Chart NewsMusik dan Ampuh di Beberapa Majalah dan Tabloid Semacam Fantasy NewsMusik, Gadis, Kawanku, Hai dan Aneka Yess. Demikian Catatan yang Aku Buat Hari Ini, Yang Penting Hubungan Antara Jawa Pos dan Tempo jadi Lebih Bagus Tuh...

Rabu, Januari 25, 2023

Kedatangan Sholat Jumat dan Khutbah Jumat Pakai Tongkat

Salam 3 Rajab, Nah, 2 Hari Lagi Kita Sudah Masuk Hari Jumat, jadi Semua Cowok-Cowok Bisa datang Ke Masjid untuk Melaksanakan Sholat Jumat Setiap Jumat. Mari Kita Bahas Keduanya...


Setiap Jumat, Umat Muslim yang Lelaki Tampan Itu Bersegera Melaksanakan Sholat Jumat. Seandainya, Orang yang Mau datang ke Masjid yang Dijadikan Sholat Jumat dari yang Pertama bisa Mendapatkan Unta, yang Kedua dapat Sapinya, yang Ketiga, Kambingnya, yang Keempat, ada Ayam jadi Hadiah dan yang Terakhir, Telor! Bahkan, Malaikat Datang di Masjid untuk Mendengarkan Khutbah Jumat yang Memakai Tongkat oleh Sang Khatib. Itulah Cerita dari Musnad Imam Ahmad yang Mengenai Datang Jumatan dengan Unta, Sapi, Kambing, Ayam dan Telor kayaknya. Walaupun, Banyak Orang yang Datang Jumatan, Tapi Ada Malaikatnya yang Mencatatnya dan Ada Khutbah yang Didengar Malaikat, Malahan Khotib yang Didengar dari Malaikat Itu Memegang Tongkat saat Khutbah Sebelum Sholat Jumat, tapi Apakah Ada Sunnahnya? Yuk Kita Simak Penjelasan Keduanya.


Datangnya Sholat Jumat Itu, Ada Macam-Macam. Ini Penjelasan dari Musnad Imam Ahmad yang Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu:

"Nabi SAW Bersabda, Jika Tiba Hari Jumat, Maka Para Malaikat berdiri di Pintu-Pintu Masjid, Lalu mereka Mencatat orang yang datang lebih awal Sebagai yang Awal. Perumpamaan Orang yang datang paling awal untuk Melaksanakan Sholat Jumat adalah Seperti orang yang Berkurban Unta, Kemudian yang Berikutnya seperti Orang yang Berkurban Sapi, dan yang Berikutnya Seperti Orang yang Berkurban Kambing, Yang Berikutnya lagi Seperti Orang yang Berkurban Ayam, Kemudian yang Berikutnya Seperti Orang yang Berkurban Telur. Maka, Apabila Imam Sudah Muncul dan Duduk Diatas Mimbar, Mereka Menutup Buku Catatan Mereka dan Duduk Mendengarkan Dzikir (Khutbah)."


Walaupun Imam Muncul dan Duduk Karena Mendengarkah Khutbah yang Memakai Tongkat, Bisa Jadi Sunnahnya, Karena Orang Orang yang Datang ke Tempat Sholat Jumat Itu Berkurban dengan Banyak Sekali. Penjelasan Tentang Imam Muncul dan Mendengarkan Khutbah Jumat Memakai Tongkat yang Ditulis Diatas Berdasarkan Pernyataan atau Komentar dari Hadis atau Riwayatnya Sunan Abi Dawud Tentang Sunnahnya Memakai Tongkat Saat Imam Melaksakan Khutbah Jumat yang Didengar Banyak Malaikat di Masjid. 


Dari Syu'aib bin Juraidj at-Tha'ifi ia Berkata : "Kami Menghadiri Sholat Jumat pada Suatu Tempat Bersama Rasulullah SAW, Maka Beliau Berdiri Berpegangan pada Sebuah Tongkat atau Busur" (HR Abu Dawud 824)


Menurut Pernyataan Diatas Tadi, Memegang Tongkat Saat Khutbah Jumat yang Didengar Banyak Malaikat yang Menutup Catatan yang Dikutip dari Musnad Imam Ahmad yang Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu adalah Sunnah. Sunnah Tersebut Bisa Seperti Sunnah Sunnah Rasul lainnya, Seperti Tahajjud, Membaca Al Quran Setiap Harinya, Dzikir Setelah Sholat, Menjaga Sholat Rawatib, Dzikir Pagi dan Sore, Jangan Tinggalkan Masjid, Menjaga Sholat Dhuha, Jaga Sedekah Tiap Hari, Menjaga Wudhu dan Amalkan Istighfar ditambah Puasa Senin dan Kamis! Bukan Cuma Itu, ada Juga Pernyataan dari Imam Syafi'ie dari Kitab Al Umm 1 Mengenai yang Sama. 


Imam Syafi'i RA Berkata : "Telah Sampai Kepada Kami (Berita) Bahwa Rasulullah SAW Berkhutbah, Beliau berpegang Pada Tongkat. Ada yang Mengatakan, Beliau Berkhutbah dengan Memegang Tongkat Pendek dan Anak Panah. Semua benda-benda itu Dijadikan Tempat Bertumpu. Ar-Rabi' Mengatakan dari Imam Syafi'i dari Ibrahim, dari Laits dari 'Atha', bahwa Rasulullah SAW jika Berkhutbah Memegang Tongkat Pendeknya untuk Dijadikan Pegangan." (Al Umm Juz 1 Hal. 272)


Pernyataan dari Imam Syafi'e diatas, Orang yang Membacakan Khutbah Jumat yang Didengar dari Banyak Malaikat Itu Menggunakan Tongkat Macam-Macam, seperti Tongkat Pendek, Anak Panah dan Lain-Lain. Ada Pernyataan Lagi yang Dibuat Sama Imam Ghazali.


"Apabila Muadzin Telah Selesai (Adzan), Maka Khatib Berdiri Menghadap ke Jama'ah Dengan Wajahnya. Tidak Boleh Menoleh ke Kanan dan ke Kiri. dan Kedua Tangannya Memegang Pedang yang Ditegakkan atau Tongkat Pendek Serta (Tangan yang Satunya Memegang) Mimbar. Supaya Dia Tidak Mempermainkan Kedua Tangannya. (Jikalau Begitu) atau Dia Menyatukan Tangan yang Satu dengan yang Lain." (Ihya Ulumuddin)


Menurut Subulus Salam Juz 2: "Hikmah Dianjurkannya Memegang Tongkat Adalah untuk Mengikat Hati (Agar Lebih Konsentrasi) dan Agar Tidak Mempermainkan Tangannya." Menurut Website Nu tahun 2008 silam:

"Jadi Seorang Khatib disunnahkan Memegang Tongkat Saat berkhutbah. Tujuannya, Selain Mengikuti Jejak Rasulullah SAW juga Agar Khatib lebih Konsentrasi dalam Membaca Khutbah".


Itu Tadi, Penjelasan Datangnya Orang yang Pergi Sholat Jumat dengan Berkurban Unta, Sapi, Kambing, Ayam dan Telor dan Hikmahnya Memakai Tongkat Ketika Khutbah Jumat ataupun Sholat Idul Fitri dan Adha. Jadinya Imam yang Mendengarkan Khutbah Jumat Memakai Tongkat dan Bisa Lebih Konsentrasi Karena Jadi Sunnah! Semoga Bermanfaat...


Sumber : iNews.id, assalam.id dan Republika.co.id

Selasa, Januari 24, 2023

Catatanku Catatanmu : Samsung S7 Edge Jadi Panas, NgeHang dan Restart Terus vs Vivo V25e Screenshot di Bagian Kanan atau SCapture, Kini Menjadi Smartphone Baru

Tadi Smartphone Saya (Yang Samsung S7 Edge) Mengalami Panas dan NgeHang plus Restart Terus, Soalnya Smartphonenya jadi Rusak Sedikit, tapi Awet... Walaupun Setelah Smartphoneku Jadi NgeHang, Saya Menekan 2-2nya atau 3-3nya Sekalipun, kalau 3-3nya, Biasanya Muncul Layar Hijau Kebiruan ada Kesalahan OS karena ada Odin Mode. Lalu Apa Itu Odin Mode? Odin Mode adalah Mode Fitur Rahasia Bisa Melakukan Flashing, Jalan Ceritanya Sama Seperti Tulisan Blog yang Pernah Kita Buat Sebelumnya. Lalu, Jika Tidak Langsung ke Odin Mode, Harus Gunakan Safe Mode... Caranya, Cukup Tekan dan Tahan Tombol Power Button di Kanan dan Tombol Volume Up di Kiri agar Bisa Memunculkan Tulisan "Mode Aman" alias "Safe Mode". di Safe Mode dari S7 Edge sendiri, Semua Aplikasi jadi Hitam Putih dan Tak Dapat Digunakan, kecuali Facebook, IG, WA, You Tube, G Mail, Google dan Maps Google Masih Ada. dan Jika Setelah Dihang dan Langsung ke Mode Pemulihan, Berarti Cukup Tekan dan Tahan Tombol Power Button di Kanan, Home Button di Bawah dan Volume Up Botton di Kiri dan Nanti Akan Muncul Layar Biru yang Disertai Lambang Android Putih Berputar-Putar dan Menjadi Android Mati dan Segitiga Kuning bertuliskan "No Command". Samsung S7 Edge Memang Fokus Pada Restart Terus Menerus Setelah NgeHang (alias Macet dan Tak Merespon). Kalau Vivo V25e, Fokus Pada Screenshot di Bagian Kanan dan SCapture. Bandingkan yang Vivo V25e, Baru Didapat Karena Sudah Ada Fitur yang Diimpor dari yang Lama (S7 Edge). Kalau yang Tidak Menggunakan SCapture, Berarti Smartphone Ini Bisa Menekan dan Tahan Tombol Power Button dan Volume Down Button di Bagian Kanan Smartphonenya. Sedangkan, Jika Menggunakan SCapture, Berarti anda Aktifkan SCapture dan Boleh Discreenshot, Mau yang Panjang atau Tidak. Tak Percaya, Jika Smartphone yang S7 Edge jadi Restart Berterusan Setelah NgeHang, Berarti Rusaknya Sedikit dan Bisa Menolak Tua! dan Jika Smartphone yang V25e, Kan Bisa Screenshot yang Ditekan di Bagian Kanan Smartphone. dan Semoga Saja, Kartu SIM yang Biasanya Dipake di S7 Edge akan Dipindahkan ke V25e. Sekarang, Smartphone bisa Jadi 2 tapi Berbeda Beda Tetap Satu Jua (Kayak Arti Kata Bhinneka Tunggal Ika ajah). Dan Sekarang, Smartphone yang V25e telah Resmi digunakan seutuhnya Setelah mengalami Transisi kecil yg Awalnya S7 Edge yang Sering NgeHang dan Restart Terus menerus. Jadi Harus Gunakan V25e yang dari Mereknya Sponsor Resmi Pesta Piala Dunia tahun lalu di Negara Qatar yang Juaranya milik Argentina mengalahkan Juara Edisi 2018, Perancis. Alhamdulillah... Smartphone ini akan menjadi Penyambung Legasi Smartphone Smartphone lama yang Dulunya Dipakai. 

Sabtu, Januari 21, 2023

Catatanku Catatanmu (Edisi Weekend) : Besok Tidak Ada Koran Kompas, dkk. di Tahun Baru Cina, Jawa Pos Masih Ada! (Update)

Hari Ini, Sebanyak Merek Koran-Koran Indonesia semacam Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia, Gu Ji Ri Bao (Bahasa Cina), The Jakarta Post (Bahasa Inggris), Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Bisnis Indonesia, Kontan, Super Ball, dll. Masih Beredar Selagi Menunggu Perayaan Tahun Baru Cina Esok Harinya. dan Keesokan Harinya, Semua Koran-Koran Tidak Bisa Beredar, kecuali Jawa Pos! Menurut Info yang Disampaikan dari Grup Penggemar TTS Kompas, Sejak Beberapa Hari Kemarin, Bahwa Kompas Edisi 22 Januari itu Masih Beredar atau Tidak? Jawabannya Tidak! Karena Semua Koran-Koran itu Tidak Beredar karena Libur Tanggal Merah dalam Rangka Perayaan Terbesarnya. Jawa Pos Saja sejak beredar pada 1949 itu Tak Berhenti-Henti membuat Berita Tanpa Cuti Saja meskipun dalam Perayaan Hari Raya semacam Lebaran dan Natal, Jawa Pos Masih Diandalkan untuk Menghadirkan Berita-Berita yang Luar Biasa! Sedangkan, Kompas yang Jadi Kompetitornya Koran Jawa Pos itu, Mesti Tak Bisa Beredar kala Merayakan Apa Saja semacam HUT RI, Idul Kurban (bukan Wa Idza Idil Qurba yang ada di Akhir Khutbah Jumat Kedua sebelum Sholat Jumat), Nyepi, Waisak dan Semacamnya. Sebagai Koran yang Meraih Prestasi Tinggi sepanjang 2022 (terutama Meraih Penghargaan di IPMA 2022) ini, Bisa Membuatnya #Menjadilebih Berani dan Berkelanjutan bukan dengan cara Hoaks. Percaya Deh, Koran Ini Mampu Bisa Memberitakan Apa Saja daripada Berita yang Masih Hoaks baru-baru ini. Bukan Hanya Kompas, tapi ada lagi, Media Indonesia, yang 2 Hari Kemarin, Serasa balik Nostalgia ke era 90an akhir ke 2000an awal, kala itu tulisan Media Indonesia bukan Atas dan Bawah, melainkan Kiri dan Kanan kalau tidak salah. Koran Ini masih sama Seperti Kompas yang Biasanya Tidak Beredar walaupun Mau Sambut Perayaannya. Ini Buktinya, Koran yang Berdiri sejak 53 tahun terakhir ini Membawa Perubahan tanpa adanya Ketakutan yang Biasanya. dan Buktiin, Koran-Koran di Hari Minggu Esok, Mesti Semua Tidak Ada! Kecuali Jawa Pos yang Masih Bertahan... dan Lusa (Senin), Semua Koran-Koran bisa Beredar Kembali... Insya Allah...


Update : Hari Ini, Sebagian Besar Koran-Koran di RI Tidak Dapat Beredar Karena Hari Ini Menyambut Imlek. Jadi Besok, Sebagian Besar Koran-Koran akan Kembali (Kecuali Kontan).

Jumat, Januari 20, 2023

Dapur Kita di Jawa Pos Radar Mojokerto Hari Jumat

Yuk Kita Buat Postingan di Blog Saya, Membahas Tentang Rubrik Baru yang Hadir di Hari Jumat. Yakni Dapur Kita Milik Koran Jawa Pos Radar Mojokerto.


Rubrik Ini Sejajar dengan Halaman Food di Koran Jawa Pos, Halaman Culinary di Koran Surya dan Halaman Avontours di Koran Kompas. Sebenarnya Rubrik Ini menyajikan Resep Masakan Ala Para Guru dan Tokoh-Tokoh yang Terlalu Berpengaruh di Mojokerto. Rubrik Ini Bisa Membuat Masakan Lebih Nikmat dan Sehat, Meskipun Tak Sekelas Para Chef-Chef yang Handal seperti Rudy Choiruddin, Sisca Soewitomo, Nicky Tirta, dll. Walaupun Bisa Menginspirasi Masakannya, Mungkin Akan Mencontohi Program Masakan Keluarga yang Tayang di TV, Semacam Masak-Masak yang Tayang Tiap Minggu Pagi Menuju Siang Setelah Nonton Kartun Pagi Doraemon, Dapur Devina yang Tayang Tiap Hari (kecuali Minggu) di Waktu yang Sama dan Master Chef Indonesia Season 10 yang Tayang antara Sabtu dan Minggu Sore. Hebat Bukan, Kalau Keterampilannya Seperti Acara-Acara Masak Memasak yang Diatas Tadi? Bisa-Bisa Membuatnya Begitu Hebat bagi Keluarga dan Sahabat.


Rubrik Dapur Kita di Koran Ini, Mengingat Halaman Masak-Memasak di Majalah-Majalah yang Dibaca Keluarga semacam Majalah Sedap Sekejap, Femina dan Kartini. Jangan Lupa, Baca Setiap Jumat!

Selasa, Januari 17, 2023

Catatanku Catatanmu : Selamat Datang Smartphone Baru! Maunya jadi 2?

Kemarin, Akhirnya Berhasil Mendapatkan Smartphone Baru, yakni V25e dari Vivo. Sebenarnya, di Kardus Kecil Vivo ada Logo Resmi Piala Dunia 2022 di Qatar, tercatat Sebagai Official Smartphone atau Smartphone Resmi Pesta Sepakbola Internasional 4 tahunan yang Berlangsung di Qatar November tahun lalu. Saya Bertanya, Kenapa Pilih Vivo? Karena Vivo itu Smartphone yang Dipilih Berdasarkan Waktu Menonton Bola Piala Dunia sekitar November atau Desember tahun lalu, saat itu Argentina jadi Juara kalahkan Prancis. Seandainya, Smartphone Ini Memang Transfer atau Hijrah dari Smartphone lamanya, yakni Samsung S7 Edge yang Baru-Baru Ini Sering Restart Setelah NgeHang Gambarnya. Walaupun Pakai Smartphone Lamanya (S7 Edge) Kan Screenshotnya pake 2 Jari, yang dibagian Kiri dan Kanan Smartphonenya. Untuk yang Vivo V25e, Screenshotnya tetap pake yang sama, tapi dibagian Kanan Saja. Kalau Lupa, Pakai Aplikasi ScreenMaster... Kerennya Pakai Smartphone yang Vivo atau Samsung, Kan Jadi Pembeda... Walaupun Bagaimana, Smartphone Keduanya Bisa Dikendalikan, Kalau Mau Postingan IG, Butuhkan V25e atau S7 Edge, Menggunakan Aplikasi FB, Harus Butuhkan V25e atau S7 Edge. Jadinya Kalau Mau Yang S7 Edge, Nanti Bisa Ga Bergerak Tapi NgeHang dan Mesti di Restart Lagi. Jika Layar Hitam Masih Parah dan Ditekan 3-3nya, Berarti Muncul Layar Biru Kehijauan yang Dikenal Sebagai "Odin Mode". Odin Mode itu Adalah Fitur Rahasia yang Biasanya Digunakan untuk Melancarkan Aktifitas Flashing lewat Samsung. Jadi Beda Sama Smartphone lainnya dari Produk Lain yang Tidak Mendapatkan Odin Mode... Jadinya Smartphone Ini Masih Sedikit Rusak dan Tetap Awet Seperti Artis Senior Titiek Puspa! Makanya, Mulai Hari Ini, Harus Pakai 2 Smartphone Berbeda yang Dipilih. Kalau Dibawa Keduanya, Ga Pa Pa! Smartphone Baru Tersebut, Sudah Diwujudkan Sesuai dengan Resolusi Tahun Ini yang Dibuat. Mudah-Mudahan Smartphonenya Pasti 2 Lah!

Senin, Januari 16, 2023

Catatanku Catatanmu : Tukang Koran Cuti, Rencana Smartphone Baru dan Makan Malam di JT'S Shine

Hari Minggu Kemarin, Aku Jadi Baper... Soalnya Tukang Koran Tidak Datang Akibat Cuti Tugasnya. Sebenarnya, Kemarin Seharusnya dapat Koran Jawa Pos dan Kompas, tapi Kok Tidak Datang-Datang, Kasihan Sekali... Sedangkan Smartphone Baru Segera Dimungkinkan Dapat dari Kirimannya Suatu Saat Nanti. Soalnya Aku Pingin yang Smartphone Vivo sesuai dengan keinginannya. Smartphone Tersebut Pun Harus Pilih yang GigaBytenya Besar Sekali... dan Segera Dikirimkan Nanti. Walaupun Bagaimana, Smartphone yang Lama (keluaran 2016 yang Samsung S7 Edge) masih Awet tapi Malah Rusak Sedikit Saja gara gara Sering Restart Setelah NgeHang alias Macet. Yoga Metal adalah Orang yang Akan Memilih Smartphone Baru sesuai dengan Resolusi di Tahun Ini (udah 2 Minggu masuk 2023). Kemudian, Waktu Siang, Papiku Sering Bertanya Terus Dimanakah si Ilham Berada? Ini Pasti Saya Jadi Gelap Karena Papiku Ngomong, Gelap. kemudian saya Nonton Melodi TV3 di Youtube dan Menulis Chatnya bareng Sama Saskia Rafifatunisa (Sahabat Baiknya Rhevi Rivaldi). Lalu, Berlanjut Main GTA 5 di PS4, dan Nonton TV Sebentar Menyaksikan Malaysia Open 2023 di Axiata Arena. di Waktu Malam, Saya Menelepon Kembali si Yotal (Singkatannya Yoga Metal) karena Pengiriman Smartphone barunya Belum Kunjung Datang yang Seharusnya dilakukan pada Minggu Sore. dan Setelahnya, Saya dan Sekeluarga Bergegas ke Warung JT'S Shine (bukan Warung Marung Heritage lah), dimana Warung Ini Menyediakan Menu-Menu Andalan seperti Katsu, Chicken Bowl, Ikan Gurami, dll. Sebelum Sampai di Tujuan dan Sebelum Berpulang dari Warungnya, Saya Sempat Mendengarkan Lagu-Lagu Lama Dewa 19 yang dari 2 Album yang Mencetak Jutaan Kopi baik Bintang 5 (2000) dan Cintailah Cinta (2002). Saya Rasa, Lagu-Lagunya Memang Easy Listening kalau tak salah, Meskipun bisa Bernostalgia balik ke Masa Kecil dulu yang Ketika Saya Mau Masuk TK dan SD kalau tidak salah. Saat Tiba di Warung JT'S Shine, Pun Memesan Sosis dan Cumi-Cumi, Chicken Bowl, Chicken Steak, Katsu, Air Minum Aqua, dll. Bayar pakai Kartu Debit dan Bisa Siap Datang Pesanannya. Tiba-Tiba ada Hujan, Maka Terpaksa Main Internet pakai Wifi dengan Passwordnya, Adadibill. Lalu, Saya Ngintip Bintang-Bintang Malaysia yang lagi IG/FB Story, Bagus tuh... Hujan Masih Berlanjut Terus, dan Saya Mau Masuk Mobil dengan Payungnya, Kena Hujan Air Dikit... dan Mobilnya Melaju cepat ke Rumah Saya lewat Jl. Empulana yang Baru Diperbaiki... Seru... dan Saat Pulang, Saya Kembali Main GTA 5 sebelum Tidur Malam. dan Akhirnya, tepat pukul 21.45 WIB, Saya akan Tidur Malam. Kemarin Malam Juga, ada Konser ke 5 Family Duo 2022/23, dimana Ayda Jebat dan Fyna Jebat gagal Menang, sehingga Siti Saida dan Siti Sairah Menang... Hari Ini, Tadinya Papiku Bilang Koran, Meskipun Lama Nunggu sampai Hari Ini, karena Sehari Kemarin lagi Cuti. dan Akhirnya, Pak Tukang Koran Kembali ke Rumah karena Korannya dapat 4 baik Hari Minggu Kemarin dan Hari Ini (Senin). Selamat... Kan Bisa Dapat 4 Koran dari 2 Namanya... dan Hari Ini Juga, Rencana Mendapatkan Smartphone Baru Bakal Terwujud... Aku Percaya, Bahwa Suatu Hari Nanti, Smarphone (Paling) baru Bisa Membuat Lebih Baik dan Beda dari Smartphone yang Dulu Dipakai dari Dulu...

Minggu, Januari 08, 2023

10 Lagu Terbaik di RIM x ERA Charts Edisi 7-8 Januari 2023 (+Bonus Top 5 Carta Era 40 7-8 Jan. 2023)

Ini Dia, Deretan 10 Lagu di RIM Charts Edisi perdana Tahun 2023!


10. Nuha/Naufal - Casablanca (Kembali ke 10 Besar)


09. Yonnyboii/ZyNakal - Sakit


08. Faizal Tahir - Santai


07. Insomniacks - Reminisensi


06. Joe Flizzow / Sona One - Satu Malam di Temasek


05. Insomniacks - Pulang


04. Reedzwann - Tercipta Satu Senyuman


03. Insomniacks - Sempurna


02. Alyph - Swipe


01. Chombi - Sayunk I Love You




Keterangan : 
-Lagu Casablanca Milik Nuha Bahrin dan Naufal Azrin Tak Lagi jadi Nomor 1 di Chart RIM bersama ERA karena Dikuasai Lagu Lainnya, Sempat jadi Nomor 1 sepanjang Juli hingga Agustus/September 2022
-Pertama Kali Masuk Chart RIM pada awal Juli 2022 kala itu Lagunya Baru Rilis Videonya di Youtube pada Awal Juni 2022 dan Bersaing Dengan Lagu Cinta Sejati milik Aiman Sidek dan Alin Sidek
-Mengulang Spirit Album Bintang 5 dan Cintailah Cinta dari Band Dewa 19 yang Rekornya Mencapai Lebih dari 1 Juta Kopi dan Mendapatkan Berkali-kali Platinum Awards dari Pihak Label (Aquarius)



Bonus!

Top 5 Carta Era 40 (7 dan 8 Januari 2023)







Jumat, Januari 06, 2023

Merindukan Dialog Jumat dan Islam Digest di Republika

Hampir Seminggu Republika Sudah Mati di Akhir 2022. Walaupun, Koran Ini jadi Kenangan Bagi Umat Islam yang Suka Memberitakan Peristiwa Semuanya. Ada Banyak Rubrik-Rubrik yang Biasanya Hadir di Koran Ini Menjadikannya Sumber Pengetahuan semacam Rubrik Islam Digest dan Dialog Jumat. 2 Rubrik Ini ada di Koran yang Terbit Sejak 30 tahun terakhir. Mari Kita Simak...


Koran Republika Edisi Jumat, 5 April 2013 (Ada Dialog Jumat)

Dialog Jumat

Ini Namanya Rubrik sekaligus Suplemen dari Republika Setiap Jumat. Rubrik Ini Menghadirkan Informasi Besar-Besaran Tentang Islam dan Manfaatnya, Agar Bisa Mendapat Berita Islam paling Luar Biasa. Dialog Jumat Republika ada Banyak Sekali Rubrik-Rubriknya, mulai dari Laporan Utama, Wawancara, Tuntunan, Ensiklopedi, dll. di Tanggal 30 Desember 2022, Dialog Jumat Memasuki Edisi Terakhirnya 1 Hari Menjelang Kematian Republika versi Koran Asli.




Islam Digest

Baru 2 Hari Setelah Dialog Jumat, Halaman Islam Digest ada di Edisi Ahad. Isinya Beda dari Dialog Jumat. Isi dari Rubrik Ini adalah Mozaik, Kabar, Kalam, Pembaca Menulis, Sastra, dll. Untuk yang Suka Sastra, ada di Halaman Cerpen dan Sastra. Cerpen Ini Semestinya ditulis oleh Sang Cerpenis yang Pernah ditulis di Berbagai Koran Kompetitornya, Sebut Saja Suara MerdekaPikiran Rakyat, Koran Tempo (sekarang Sudah Digital), Jawa Pos dan Kompas! dan Pada 31 Desember 2022, Republika Menerbitkan Edisi Terakhir Islam Digest bersamaan dengan Edisi Pamitan Koran Republika.


Keduanya Sudah Tidak Ada Lagi, Kini Pindah ke Halaman Kalam Jumat "How To Read" Terus di Koran Jawa Pos Radar Jombang Setiap Jumat dan Kolom Gus Zuem di Koran yang Sama Setiap Senin.