Sabtu, Januari 16, 2021

Album Kedua Padi (Reborn) Berusia Hampir 2 Dekade (Sesuatu yang Tertunda)

Mari Kita Throwback Ke Tahun 2001 alias Sudah 2 Dekade lalu. Dimana, Dunia Musik Masih Menggeliat Para Penyanyi Ternama Maupun Grup Ternama yang Menabur Sukses di Kancah Musik Nasional di Tahun Krisis Dunia Politik yang Merajalela di Indonesia ketika Peralihan Gus Dur ke Megawati jadi Pusat Perhatian Rakyat. Walaupun Kalah Sama Album Keempat Jamrud berjudul Ningrat yang Melebihi 1 Juta Kopi, Kini, Band dari Kota Pahlawan Surabaya yang Kini Dikenali Padi Reborn merilis Album Kedua Padi Berjudul "Sesuatu yang Tertunda" Setelah 2 Tahun Rilis Album Perdananya "Lain Dunia". Ini Albumnya Padi Zaman Masih TK usianya 7 tahun...


Sampul Album Kedua Padi (2001)


Album Ini Dibilang Spektakuler dan Luar Biasa dari Album Terdahulunya. Berisi 10 Lagu yang Hampir Semua menjadi Hits dan Masuk dalam Video Musik yang Sering Tayang di TV sepanjang Tahun 2001 (termasuk Lagu Maha Dewi di Album Perdana). Beberapa Lagu Utama di Album Ini Adalah:


Sesuatu Yang Indah



Kasih Tak Sampai




Semua Tak Sama




Bayangkanlah...




Seandainya Bisa Memilih





Kelima Lagu Utama Tersebut Diatas, Adalah Singlenya yang Dijadikan Video Musik Seperti Album Terdahulunya : Sudahlah!, Begitu Indah, Seperti Kekasihku dan Maha Dewi.


Uniknya, Penjualan Album Kedua Padi Itu Penjualannya Besar Sekali dari Album Perdana dan Kedua SO7 tapi Produksinya Sama (Sony Music) sebesar 1,8 Juta Album. Sedangkan, Album Sebelumnya, Terjual Hampir 1 Juta Album setelah Rilisnya Album.



Ini Dia Daftar Lagunya :


01. Bayangkanlah

02. Sesuatu Yang Indah

03. Semua Tak Sama

04. Kemana Angin Berhembus

05. Lain Dunia

06. Perjalanan Ini

07. Seandainya Bisa Memilih

08. Angkuh

09. Lingkaran

10. Kasih Tak Sampai



Lain Album Sesuatu Yang Tertunda, Lain Pula dengan Album Lainnya yang Tak Kalah Suksesnya : Save My Soul (2003) dengan Lagu Utama, Hitam atau Sesuatu yang Tertunda, Padi (2005) dengan Lagu Utama, Menanti Sebuah Jawaban, Tak Hanya Diam (2007) dengan Lagu Utama, Sang Penghibur dan The Singles (2011) dengan Lagu Utama, Terbakar Cemburu.


Bukan Hanya Itu, Sepanjang 2000-2001, Album Padi berjudul Sesuatu yang Tertunda bisa Mengalahkan Berbagai Album Musik yang Penjualannya Paling Tinggi di Era Awal 2000an. Beberapa Albumnya Seperti :


-Album Sheila On 7 : Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000)

-Album Jamrud : Ningrat (2000/01)

-Album Dewa (19) : Bintang 5 (2000)

-Album (Alm) Glenn Fredly : Kembali (2000/01)

-Album Naif : Jangan Terlalu (2000/01)

-Album Slank : Virus (2001)

-Album Gigi : Untuk Semua Umur (2001)

-Album Too Phat : Plan B (2001)

-Album Trio Kwek Kwek : Bis Sekolah (2000/01)


Ini Adalah Album Padi yang Sebenarnya, Yang Pasti adalah Best Seller Album 2001-02 dan Banyak Penghargaannya, Termasuk MTV Asia Awards 2002.


Line Up:

Fadly (Vokal), Piyu (Guitar 1), Ari (Guitar 2), Rindra (Bass), Yoyo (Drum)

Jumat, Januari 01, 2021

Koran Tempo Berakhir Disini di Tahun Baru...

 Mari Kita Posting Perdana Pembuka Tahun 2021...


Pada Hari Kemarin, Koran Tempo Resmi Berakhir di Edisi Cetak, dan Akhirnya Memutuskan Untuk Menerbitkan Edisi Digital yang Beredar Hari Ini.


Sampul Depan Koran Tempo Edisi 31 Desember 2020


Sampul Ini Menampilan Gambar Habib Rizieq Shihab dan Tulisan FPI yang Lengkap dengan Tulisan "X" serta Smartphone yang Menjadi Isu Utama Koran yang Terbit Mulai 2 April 2001 ini. Namun, Untuk Itu, Nama Koran Tempo bakal dikuburkan di Versi Cetak dan Menghadirkan Versi Digital yang Beredar Hari Ini. Seiring dengan Disrupsi Digital yang Mengakibatkan Pandemik Covid 19 yang Makin Hari, Makin Menular sejak Awal Tahun lalu hingga Awal Tahun ini, bukan Berarti Koran Tempo Mati Suri seperti Hiburan Indonesia Mati Suri Sepanjang 2020 akibat Pandemik Covid 19 dan Sepakbola Indonesia Mati Suri sekitar 5 tahun lalu (2015-16) akibat PSSI yang Dibekukan dan Terkena Sanksi FIFA yang Melarang Timnas Indonesia Tampil di Agenda-Agenda Dunia. 2021, Bakalan Ada Yang Menghentikan Penerbitan Menyusulnya Beberapa Media Cetak Terkenal yang Berakhir, Seperti Tabloid Citra tahun 2005, Majalah Liga Italia (bersama Liga Inggris plus PF) tahun 2005, Tabloid Go tahun 2007/08 (sejak 2008 jadi Koran dengan Nama Go-Sports), Tabloid Gaul tahun 2014/15, Tabloid Soccer tahun 2014, Sinar Harapan tahun 2015, Jakarta Globe tahun 2015, Majalah Kawanku tahun 2016, Majalah RSI (kayak Nama Rumah Sakit saja) tahun 2017/18, Majaah F1 Racing tahun 2018, Tabloid Bola tahun 2018, Majalah XY Kids tahun 2018, Tabloid Cek dan Ricek (nama Infotainment Lawas dari RCTI sebelum 2018 bersama Intens dan Kabar-Kabari jadi Produksi Sendiri 2 dan Non-Sendiri 1) tahun 2019, Metro Banjar (adik Banjarmasin Post tapi Milik Tribun-KG) tahun 2019 dan Terakhir Majalah Donald Bebek tahun 2020. Banyak Nama Koran yang Bakal Berakhir ibarat Cerita Ehsan Berpisah tapi gagal di Upin-Ipin the Series, Perpisahan Adifashla di Sinar pada Pertengahan 2019 karena Hany dan Kawan-Kawan menghadap ke Adi, Perpisahan Neelofa dan Hany Fadzil di Malam Tahun Baru 2020 (pra-Pandemik) dan ILC yang Sudah Pamit di Tanggal Ultah TransMedia. Misalnya Harian Media Indonesia, Harian Kompas, Harian Republika, Harian The Jakarta Post, Harian KS (Koran Sindo) dan Terakhir Harian Pikiran Rakyat dari Kota Bandung. beberapa Nama diatas itu Muncul dengan EPaper Free alias Gratis Selamanya atau Tidak. Sementara Jawa Pos dari Kota Surabaya mesti dipertahankan karena berubah jadi Tabloid di Momen Hari Libur ataupun Minggu. Kapan Koran Kompas, Media Indonesia, Republika, The Jakarta Post atau Pikiran Rakyat berhenti beredar cetak Menyusulnya Koran Tempo? kita nanti bakal Stop Beredar atau Bukan pada 2021, berarti Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Republika dan Lainnya Masih dalam Format Cetak yang Diperoleh di Pasaran Bebas ataupun di Jalanan Juga ada. Kami Optimis, Koran Kompas, Media Indonesia dan Republika bakal berakhir Masa Cetaknya kapan-kapan. Selamat Tinggal Koran Tempo dan SELAMAT TAHUN BARU 2021.


Jangan Lupa Bro dan Sis, Baca Jawa Pos Minggu plus Radar Mojokerto Pakansi/Jombang ada Halaman Halte, Buku, Resensi, Cerpen, Puisi, Cerpen Anak, dll. yang Ada Nama-Nama Koran Lainnya yang Muncul Tulisannya.


Kamis, Oktober 29, 2020

Jawa Pos Edisi Ukuran Kecil (Mini) Saat Tanggal Merah dan Hari Libur (Selain Edisi Minggu)

Setelah Berubah Sejak 23 Agustus 2020 yang Edisi Minggu, Kini Nama Jawa Pos saat Liburan Tanggal Merah (Ada Yang Kamis, Jumat atau Minggu) yang Ukurannya Biasanya Membesar, tapi Akhirnya Berubah Menjadi Kecil Mulai Hari Ini (29/10) Saat Momen Maulidur Rasul. Berhari-Hari Sebelum 23/8, Jawa Pos selama Tanggal Merah Masih Terbit dengan Ukuran Yang Semakin Besar. Namun, Kenyataannya Berubah, Bahwa Jawa Pos diusulkan Menjadi Tabloid Khusus Saat Momen Akhir Pekan di Hari Minggu maupun Tanggal Merah saat ada Momen Yang Membesar. Ini Dia Penampakannya...


Headline Jawa Pos Edisi Mini (29/10) Sama Seperti Edisi Minggu dengan Logo Jawa Pos berwarna Biru


Lain Jawa Pos, Lain Pula dengan JP Radar di Berbagai Daerah-Daerah di Indonesia dengan Mengikuti Ukuran Kecil dari Jawa Pos. Hari Minggu Masih Menemukan Tabloid Jawa Pos Minggu dengan Harga yang Sangat Lumayan Murah, Rp. 6.000,- jika Dibandingkan Dengan Harga Koran Kompas yang Edisi Sabtu-Minggu (Hari Lain Juga Ada) adalah Rp. 4.500,-.

Jadi Kapan Jawa Pos bakal Jadi Ukuran Bayi alias Tabloid untuk Semua Edisi (Termasuk Minggu)? Kita Tunggu Tanggal Mainnya apalagi Mau Menyambut 2021 nanti.


Jangan Lupa, Hari Minggu Harus Baca Jawa Pos Minggu dan Setiap Hari Harus Baca Koran Kompas! Selamat Merayakan Sumpah Pemuda dan Maulidur Rasul 2020. Besok Jawa Pos Kembali Hadir dengan Ukuran yang Lebih Besar dan Gede Seperti Biasanya!



Update : Daftar Rubrik dari Jawa Pos (Edisi Mini Non-Minggu) + JPR Mojokerto/Jombang (Dalam Rangka Perayaan Maulidur Rasul 2020)


Edu Religi

Berita Utama

Mojokerto Punya Cerita (Radar Mojokerto)

Esai

Ringin Contong (Radar Jombang)

Cerpen

Zetizen

Kasuistika Kota

Show & Selebritis

Sportainment

Jatim

Pesantren (Radar Jombang x Mojokerto)



Update (Lagi) : Daftar Rubrik-Rubrik Jawa Pos Edisi 30 Oktober 2020 (Ukuran Kecil Juga)


Desa Wisata 

Destinasi Jatim

Berita Utama (Jawa Pos / Radar Jombang)

Kasuistika (Radar Mojokerto)

Journey (Radar Mojokerto)

Mosque (Radar Jombang)

Sportainment

dll.

Selasa, September 08, 2020

2 Dekade Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan dari SO7 (Update)

2 Dekade Berlalu, Nama SO7 (Sheila On 7) Band Asal Jogjakarta Rilis Album Kedua dengan Judul KKUMD (Kisah Klasik Untuk Masa Depan). Dimana Album Tersebut merupakan Album Best Seller yang Mencapai Puncak Popularitasnya sebelum Album Ketiga yang Dirilis 2002, Album 30HMC yang Dirilis sekitar 2003/04 dan Album Pejantan Tangguh yang Dirilis 2004. Ini Album Jaman Masih Saya Umur 6 Tahun Gitu waktu Masih Membelikan Tabloid Bola edisi Jumat.


Cover Album Sheila On 7 tahun 2000 (KKUMD)


 

Album Sheila On 7 yang KKUMD isinya Lagu Lagu yang Dianggap Menginspirasi Cerita Para Teman dan Sahabatnya Artis Artis Malaysia Sepanjang awal 2019 hingga awal 2020. Album yang Beredar 2 Dekade Lalu (Tepatnya Pada September/Oktober 2000) berisi 12 Lagu diantaranya adalah yang Hits seperti Sephia, Sahabat Sejati, Tunggu Aku di Jakarta, dll. Album Ini Mengulang Sukses Album Terdahulunya, Sheila On 7 yang Dirilis Maret 1999 dengan Jumlah Album Tertinggi 1 Juta Album, Kini, Album Kedua Tersebut mendapatkan Penghargaan 4-7 Kali Platinum dengan Penjualan Terbesar dan Tertinggi dengan Jumlahnya menjadi lebih dari 1 Juta Kopi (Lagi) selain Album Ningrat Milik Jamrud yang Dirilis sekitar 2000/01, Album Bintang Kehidupan Milik Mendiang Nike Ardilla yang Dirilis 1990 dan Album Fenomena Milik Band Terbesar Malaysia, Search yang Dirilis 1989 untuk Malaysia dan Indonesia. Ini Dia Daftar Lagu-Lagunya yang Menuai Kesuksesan Saat Penjualannya Naik Seperti yang Perdana:

 

 

 

01. Sahabat Sejati (Sebuah Lagu Pembuka, Paling Diinget VCnya ada Astrid Tiar sama Luna Maya)




 

02. Bila Kau Tak Disampingku (Lagu Ini Dijadikan Sebagai Radio Hits yang Paling Banyak direquest di Siaran Radio, Lagu Pertama di Album Kedua Karena Lagunya Sering jadi Juara Chart-Chart Musik)




 

03. Sephia (Populer Karena Faktor Penjualannya Mencapai Lebih dari 1 Juta Kopi (Lagi))




 

04. Just For My Mom (Pertama di Indonesia, Lagu SO7 berbahasa Inggris)




 

05. Sebuah Kisah Klasik (Ini Lagu yang Bisa Memisahkan diri Dari Persahabatannya)




 

06. Temani Aku (Lagu yang Berdurasi Pendek)




 

07. Pagi Yang Menakjubkan (Menyemangatkan Pagi Hari)




 

08. Lihat, Dengar dan Rasakan (Slow Banget Sama Lagunya)




 

09. Tunggu Aku di Jakarta (Lagu ini Belum Sempat Dimunculkan di Album Pertama, Tapi Hadir di Album Kedua, Video Klipnya Tempat Syutingnya di Jogjakarta)




 

10. Karena Aku Setia (Lagunya Diawali dari Peristiwa Perang)




 

11. Tunjuk Satu Bintang (Sebagai Hits yang Alternatif Selain Sephia)





12. Selamat Tidur... (Sebuah Lagu Penutup)




 

Line up:

 

Personil : Duta (Vokal), Adam (Bassist), Anton (Drum), Sakti (Salman Al Jugjawy) (Gitar 1) & Erros (Gitar 2) 


Bonus : Iklan Album Kedua SO7:




Jumat, Agustus 28, 2020

Selamat Jalan Masud Yunus...

Kemarin dan Tadi, Anda Sudah Baca Berita lewat Online maupun Offline Gan, Seandainya, Mantan Walikota Mojokerto periode 2013-2017/18 ini Kan Sudah Wafat... Al Fatihah... Buat Pak Masud Yunus yang Selama Ini Membangun Kota Mojokerto yang Bersih Sebagai Pengganti Abdul Gani Suhartono yang Meninggal Duluan. Pak Abdul Gani adalah Walikota Mojokerto Duluan yang Periode 2004-2008, Kemudian Bersatu pada 2008-2013 dan Menjadikannya Sebagai Walikota yang Membuat Mojokerto lebih Bersih dari Permasalahan yang Ada. Selamat Jalan Masud Yunus dan Satu Lagi, Mantan Wabup Mojokerto Wahyudi Iswanto juga Wafat... Mojokerto Jadi Prihatin Lah...

Minggu, Agustus 23, 2020

Jawa Pos Edisi Minggu Versi Baru vs Kompas Edisi Weekend (Bagian Minggu) Mirip 80-90an

Mulai Hari Ini, Koran Favorit Saya, Koran Jawa Pos Hadir dengan Format Yang Baru dan Ukuran Baru, Tabloid di Edisi Minggu dari Koran Ini, Mengingat Tabloid Go (Udah Ga Beredar Lagi) yang Mengganti Ukuran dari Koran jadi Tabloid mulai Awal Mei 1998 (sebelum Presiden Soeharto Mundur) karena Beredar hari Selasa dan Jumat. Bahkan, Yang Masih Tidak Mengubah Ukurannya Ya, Koran Kompas yang Edisi Weekend (Bagian Sabtu atau Minggu) Mesti Dipertahankan dan Masih 16 Halaman dengan Ukuran yang Sama seperti Edisi Senin hingga Jumat tapi Ibarat Tabloid Bola (Udah Ga Beredar Lagi Juga) yang Hadir di Hari Selasa dan Jumat sekitar tahun 1997/98 (waktu Krismon parah dan Pildun 98 Berlangsung) dengan Ukuran yang Sama seperti Tabloid Go dan Masih Tebal 40 Halaman Lho... dan Mirip dengan Gaya 80-90an Gara Gara masih Terkena Covid 19 di Tanah Nusantara Sekarang Ini. Jawa Pos Edisi Minggu Tebalnya 52-64 Halaman (32 Utama + 20-32 Halaman Sisipan Khas Daerah), Sedangkan Koran Kompas Edisi Weekend (Minggu) Cuman 16 Halaman Doang... Kuy Kita Bandingkan Koran Edisi Minggu yang Jawa Pos (Kemasan Baru) dengan Kompas.


Cover Koran Jawa Pos Edisi 23 Agustus 2020 (Kemasan Baru, Tapi jadi Kecil)


Ukuran Menjadi Kecil, Itulah Cita Cita Jawa Pos saat Mengubah Jadi Tabloid Waktu Pak Dahlan Iskan dan Azrul Ananda masih Ngurus Jawa Pos yang Menjadi Koran Terlaris di Jatim dan Bali waktu itu. Sejak Saya Baca edisi 17 Agustus 2020 yang Jawa Pos, Koran Ini akan Mengubahnya Menjadi Kecil melalui Tulisannya di Halaman 1, Ibarat Tulisan dan Membacakan Proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta di 17 Agustus 1945. Ada Pula Banyak Rubrik-Rubrik Khas yang Ada di Edisi Minggu (Termasuk Sabtu seperti Halaman Lowongan) yang ada di Koran Ini Mulai 23 Agustus seperti Cerpen, Buku, Sajak Puisi, Pet, Kicau, Halte, Kolom Minggu, Esai (Mojokerto), Utama Minggu, Fokus (Mojokerto), Puisi/Cerpen (Mojokerto), Wawancara Para Artis, Sportainment, TTS, Kartun, Jombang Doelkin (Jombang), Pendidikan (Jombang), Tokoh (Jombang), Home, Property, Iklan Jitu, Otomotif, dll. Rubrik-Rubriknya Setara dengan Rubrik-Rubrik di Koran Kompas edisi Senin hingga Sabtu dan Koran Surya edisi Jumat hingga Minggu. Mengingat Tabloid Go yang Berubah Ukurannya dari Koran jadi Tabloid waktu Pas Jelang Piala Dunia 98, Saat Momen Piala Dunia 98 dan Setelah Piala Dunia 98 karena Adanya Krisis Moneter yang Memperparah Negara Kita.


Utama Minggu



Halte (Kolom Minggu) (Mirip Dengan Opini di Koran JP atau Kompas Edisi Non Minggu)



TTS di JP Edisi Minggu Membesar Seperti Kompas Edisi Minggu & Kolom Minggu di Koran yang Sama



Cerpen



Kartun (Ibarat Tabloid Go yang Jadwal TV pas Berubah jadi Tabloid pas Pildun 98)



Catatan Leak Kustiyo Untuk Mengubah Nama Jawa Pos



Sajak dan Buku



Home


Wisata dan Pemprov Jatim



Halaman Otomotif (2 Tahun Lalu di Edisi Jumat dari JP)



Sportainment



Cover Belakang (Ada Foto Hana)



Cover JP Radar Mojokerto Edisi Minggu (Versi Baru) Halaman di Edisi Minggu dari JPR Mojokerto Seakan Akan Mirip dengan Halaman Liputan Khusus di Koran Surya Edisi Senin hingga Jumat dan Kompas yang Edisi Khusus (Saat Momen HUT Ke 55 Tahun)


Halaman Favorit di Koran JPR Mojokerto Edisi Minggu yang Sama Seperti Koran Surya edisi Senin hingga Jumat



Halaman Puisi di JP Radar Mojokerto



Esai di JP Radar Mojokerto Edisi Minggu (Mirip dengan Halaman Opini di Koran Kompas Edisi Senin hingga Sabtu)



Cover JP Radar Jombang Edisi Minggu (Versi Baru)



Halaman Tokoh di JP Radar Jombang Edisi Minggu, Meniru Halaman Sosok di Koran Kompas Edisi Senin hingga Sabtu



Rubrik Terbaru di Edisi Minggu : Pet


Rubrik Baru : Kicau



Rubrik Anak Belajar di Rumah Yuk (Mengingat Halaman Anak di Koran Kompas, 2003-2016)



Jombang Doelkin (Meniru Lensa Berita di Koran Kompas Edisi Minggu, 2016-2019) & Foto Pilihan



Halaman Cerpen


Rubrik Baru : Barista & Kriya


Rubrik-Rubrik dari Jawa Pos / JP Radar Mojokerto-Jombang Edisi Minggu dengan Ukuran Baru Kurang Menarik dari Koran Kompas Edisi Weekend (Sabtu-Minggu) dan Koran Surya Edisi Minggu. Biasanya, di Koran Jawa Pos dan JP Radar Mojokerto Edisi Minggu terdapat Nama-Nama Koran Lainnya yang Biasanya Muncul dan Disebutkan baik di Halaman Puisi, Esai, Info Buku Terbaru dan Cerpen Setiap Minggu. Kalau Dulu, Nama Kompas dan Surya pernah Menggelar Bursa Taktis Ngalam 2009/2010, Kilau Ramadan 2010, Promosi Alfamart, Workshop Foto Pak AR (Arbain Rambey) alias Raja Foto dari Koran Ternama dan Promosi BPKS 2010 1 Dekade lalu (Sering Dimuat Iklannya di Kompas atau Surya), Kalau Sekarang, Kedua Namanya ada di Koran Jawa Pos dan JP Radar Mojokerto Edisi Minggu baik di Halaman Info Buku, Puisi, Esai dan Cerpen. Gimana Kalau Koran Kompas Edisi Minggu? Kan Pasti Selalu Lebih Menarik dari Koran Edisi Minggu lainnya (Contoh Jawa Pos dan MI). Rubrik-Rubrik Khas dari Koran Kompas Minggu Ada Banyak, Mirip Dengan Tokoh di JP Radar Jombang, TTS dan Kartun yang Meniru dari Koran JP Edisi Minggu, Cerpen, Info Kuliner, Nama dan Peristiwa dan Sajian Berita-Berita Menarik Lainnya, Apalagi Rasanya Seperti Zaman 80-90an karena hanya Tebal 16 Halaman dan Isinya Hitam-Putih Semuanya (kecuali Cover Depan/Belakang masih Berwarna Gitu). yang Edisi Sabtu dari Koran Kompas, Masih Sama dengan Edisi Minggu, Mulai dari Catatan Polhuk, Geliat Kota, Akhir Pekan Konsultasi, Profil Usaha, Karier Xperd dan Opini yang Jadi Rubrik Khas Lho... Ibaratnya Tabloid Bola tahun 1997/98 waktu Masih Krismon sama waktu Masih Piala Dunia 98 berlangsung.



Cover Koran Kompas Edisi Minggu (23/8)



Halaman Gaya Hidup (Masih Hitam dan Putih)



Halaman Cerpen dan Film (Juga Masih Hitam dan Putih)


Halaman TTS, Kartun dan Umum (Hitam dan Putih Lah)


Isinya Masih Hitam dan Putih Semua, Lebih Menarik seperti Masa Era 80-90an Gitu yang Edisi Minggu. Anda Pasti Ingat dengan Tabloid Go dan Bola yang Waktu Liputan Khusus Piala Dunia 98? yang di Tabloid Go ada Kolom yang Ditulis Oleh Didin Bagito dan Maudy Koesnaedi serta Analisis ala Eddy Sofyan dan Ada Foto-Foto Khas Tabloid Go dan yang di Tabloid Bola ada Catatan Khas Rano Karno, Live Report dari Prancis Bersama (Alm) Sumohadi Marsis dan Lilianto Apriady dan Ada Foto-Foto Khas yang Dijepret oleh Ucok (Stefan Sihombing) Sang Fotografer Tabloid Bola. Ini Nih Covernya...



Sampul Tabloid Bola 16 Juni 1998 (Pas Haqiem Rusli Lahir)


Sampul Tabloid Go 12 Juni 1998




Rating untuk Koran Jawa Pos Edisi Minggu (Ukuran dan Kemasan Baru) : 2 Bintang (Kurang Bagus dan Keren)

Rating untuk Koran Kompas Edisi Minggu (Termasuk Edisi Sabtu) : 4 Bintang (Bagus dan Keren)


Saya Memilih Nama Koran Kompas Edisi Minggu itu Hanya 4 Bintang dan Bagus Isi Korannya. yang Jawa Pos Edisi Minggu dengan Format Baru kurang Bagus deh... (Cuman 1 Bintang Doang). Minggu Kemarin dan Jauh-Jauh Sebelumnya, Koran Kompas Edisi Minggu sempat ada Cover yang Dibikin Unik saat Momen-Momen Spesial kayak HUT Ke 55 pada 28 Juni lalau dan HUT RI 75 pada 16 Agustus lalu. Ini Baru keren dan Layak dapat Hadiahnya, Ga Kayak Promo Berhadiah Uang lewat Siaran Radio...


Sampul Koran Kompas Edisi 28 Juni 2020 (Edisi Khusus HUT Ke 55)


Sampul Koran Kompas Edisi 16 Agustus 2020 (Edisi Khusus HUT RI)


Jangan Lupa Baca Koran Jawa Pos Edisi Minggu dengan Ukuran dan Format Baru (Tabloid) dan Koran Kompas Edisi Minggu yang Sangat Menarik...


Selamat Membaca 2 Koran Favorit di Hari Minggu...


Sabtu, Agustus 22, 2020

Carta Era 40 (Syok) Edisi 22-23 Agustus 2020

Akhirnya, Kita Kembali Menulis Blog yang Carta Era 40 Setelah Lama Tidak Memposting Blog Ini, Yuk Kita Lihat 5 diantara 40 Lagu yang Masuk Carta Era 40 Edisi 22-23 Agustus 2020 Bersama Syok App, Everything Got! (With Bonus 2 Lagu dari Indonesia)


05. Datuk Seri Siti Nurhaliza - Aku Bidadari Surgamu


04. Nabila Razali - Peluang Kedua


03. Black Pink - How You Like That


02. Ernie Zakri - Gundah


01. Naim Daniel - Sembah



Bonus :

 

Andmesh Kamaleng - Cinta Luar Biasa

 

 

 


BCL - 12 Tahun Terindah




Terus Dengarkan Era, Muzik Hit Terbaik. Stream di Syok, Everything Got!