Minggu, November 24, 2024

Antara Berita Artis K Pop di What's On Socmed di Jawa Pos Edisi Minggu dan Sajian Pilkada 2024 di Koran Kompas (Update)

Selamat Hari Minggu Guys... Yuk Kita Simak Pembahasan Keduanya... ini Sudah Mulai Masa Tenang Pilkada 2024 nih, Tak Boleh Berkampanye lagi...

2 Sajian Spesial dari Koran-Koran Favorit gue (Selain Media Indonesia), Antara Jawa Pos dan Kompas selalu Menyajikannya yang Begitu Istimewa buat Pembaca-Pembaca Setia. Nah, Kalau di Jawa Pos Edisi Minggu Memuat Berita dan Informasi K Pop lewat What's On Socmed, Maka di Koran Kompas jadi Korannya Sajian Pilkada 2024 yang akan Berlangsung Beberapa Hari lagi.


Berita Artis K Pop di What's On Socmed di Jawa Pos Edisi Minggu

Setiap Hari Minggu, Para Fans K Pop pun Ikut-Ikutan Memberitakan dari Internet, Nah, Kalau Ingin Tahun Informasi Seputar Artis-Artis K Pop Terbaru Setiap Minggu, Haruslah baca Halaman What's On Socmed di Koran Jawa Pos Edisi Minggu (aka Jawa Pos Sunday Magz). Halaman ini Menyajikan Berita-Berita yang Mencuri Perhatian Para Netizen-Netizen Indonesia dan Negara-Negara lain se Asia yang Mengikuti Perkembangan Terkini K Pop. Mulai dari Kedatangan Artis-Artis K Pop ke Indonesia/Malaysia hingga Informasi Total Dunia K Pop seperti MAMA Awards 2024. Coba Saja Berita Hubungan Hebat antara Hun Haqeem dan Daiyan Trisha, Aksi Manggung Aisha Retno atau Aina Abdul, Rekaman IGSnya Adriana Adnan saat Menghadiri Konser Cuckootopia yang Dimeriahkan Kim Soo Hyun, Datuk Siti Nurhaliza, Tomok, Siti Nordiana, dll. dan Rekaman IGSnya Elly Arifin saat Menghadiri Konser Finale MLS 4 dan Ulang Tahun Liza Hanim, Itu Jadi Salah Besar! Berarti, Jawa Pos Edisi Minggu lewat Halaman What's On Socmed Memang Menyajikan Berita-Berita Artis K Pop!

Jawa Pos Edisi Minggu (24/11) ada Berita Artis-Artis K Pop di Halaman What's On Socmed

Sekarang, Koran Jawa Pos Edisi Minggu, Memang Memberitakan Artis-Artis K Pop di Halaman 12. 



Sajian Pilkada 2024 di Koran Kompas

Lain Berita Artis K Pop di Jawa Pos Edisi Minggu, Lain Pula dengan Koran Kompas yang Menyajikan Sepenuhnya Pertarungan Pilkada 2024 di 37 Propinsi dan 508 Kota/Kabupaten di Seluruh Indonesia. Koran yang Siap Berusia 6 Dekade pada Tahun depan tersebut, Bisa Membawa Semangat Para Pembaca-Pembaca Setia untuk Bisa Mengikuti Perkembangan Pesta Demokrasi di Berbagai Daerah di Indonesia. Survey Elektabilitas Calon-Calon Pemimpin Kota dan Propinsi pun ada yang Berdasarkan Hasil Survey Elektabilitas yang Dibiayai Litbang Kompas. Seperti Elektabilitas Pilkada Jakarta 2024, Jabar 2024, Jateng 2024, Jatim 2024, Sumut 2024, Sumsel 2024, Kota Solo 2024 dan Kota Semarang 2024. 

Kompas Edisi Jumat (15/11) ada Sajian Pilkada 2024

Bukan Hanya Elektabilitas di Berbagai Propinsi dan Kota, Tapi ada Juga Berita-Berita Menarik Seputar Pilkada 2024. ditambah ada Pojok Pilkada dan Juga Iklan Kampanye Pilkada 2024 (Jakarta dan Surabaya). Koran ini kan ada Iklan Kampanye Pilkada 2024 yang Dimuat selama 14 Hari dari 10 hingga 23 November 2024. Iklan-Iklannya adalah 3 Paslon yang Bertarung di Pilkada Jakarta 2024, Seperti Ridwan Kamil-Suswono yang Diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PAN, Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Perindo, PPP, PKB, PBB, PKN, Partai Buruh, Partai Garuda, PSI dan Partai Gelora, Dharma dan Kun yang Berasal dari Independen dan Pramono Anung dan Rano Karno yang Diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura dan Partai Ummat. Iklan ini semestinya ditaruh di Halaman 9, 11 dan 13 Setiap Hari (kalau Media Indonesia kan Sama, ada yang 9-11-13 atau ada yang 7-9-11). Bukan Cuma Pilkada Jakarta 2024, Tapi Iklan Kampanye Pilkada Surabaya 2024 juga dimuat di Koran yang kini Berjargon "#MultimediaMencerahkan" tersebut, Karena Hanya Khusus untuk Wilayah Jatim yang Mendapatkan Korannya (dicetak di Dekat Markas Koran Surya). Iklannya Hanya ada 1 Paslon yang Siap bertarung, Yakni Pasangan Eri Cahyadi dan Armuji yang Diusung PDI Perjuangan dan 17 Parpol lainnya (yang Koran Surya kan Juga Dimuat bareng sama Kota-Kota/Kabupaten-Kabupaten lain di Jatim). Mari kita Meningat Kembali ke era 90an akhir/2000an awal, Dimana, Tabloid Bola (adiknya Kompas) Rajin Memasang Iklan Super Soccer edisi Siaran Langsung Serie A dan Premier League Masing-Masing (yang berukuran 1 Halaman, Disatukan Liganya). di Rubrik Ole Internasional yang Serie A Italia, ada Iklan yang Dimuat, Sedangkan yang Premier League, pun Sama. Jadi, Keduanya Berukuran Persegi Panjang alias Banner. Dimuat di Halaman 4/5 dan 8/9. Selain di Tabloid Bola, Tabloid Go juga Dimuat yang Sama dalam kurun waktu 1998-2000. Kala itu, Siaran Langsung Serie A tayang di RCTI (pada 2009 dan 2019-2022, Comeback) dan Premier League tayang di SCTV dan Indosiar (pada 2013-2016, juga Comeback). Berdasarkan PKPU No. 13 Tahun 2024 Tentang Kampanye Pilkada, Bahwa Iklan Kampanye di Media Massa Cetak difasilitasi KPU Propinsi/Kota/Kabupaten, Dapat Berupa Tulisan dan Gambar, Memuat Informasi Mengenai Nama Paslon, Nomor Urut, Visi, Misi dan Program, Foto Pasangan Calon dan Tanda Gambar Parpol Peserta Pemilu atau Gabungan Parpol, Disesuaikan dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dan Etika Periklanan, Dilaksanakan Selama 14 Hari dan Jumlah Penayangan Iklan di Media Massa Cetak untuk Pasangan Calon Setiap hari Secara Kumulatif Paling banyak 1 Halaman untuk Setiap Media Cetak dan Harus Memberikan Kesempatan dan Alokasi Waktu yang Sama dan Berimbang kepada Paslon dalam Menetapkan Jadwal. Selain di Kompas, Koran-Koran yang Merupakan Afliasinya Tribun Network seperti Surya, Warta Kota, Tribun Jabar, Tribun Jateng, dll. pun Ikut Memasangnya. ada yang Iklan Kampanye Pilkada Jakarta, ada yang Iklan Kampanye Pilkada Jabar, dan ada yang Iklan Kampanye Pilkada Sumsel. Tidak Cuma di Koran-Koran dari Keluarga Tribun Network, Tapi Jawa Pos (dan Jawa Pos Radar-Radar lain di Jatim) yang Bisa Memuat Iklan Kampanye Pilkada Jatim 2024 maupun Pikiran Rakyat yang Bisa Memuat Iklan Kampanye Pilkada Jabar 2024. Sekarang, Koran Kompas jadi Koran yang Menyajikan Pilkada 2024 yang Berimbang di Semua Daerah-Daerah di Indonesia (termasuklah Iklan Kampanye yang dimuat selama 2 Minggu berdasarkan PKPU No. 13 Tahun 2024).


Itu Tadi, Perbedaan antara Berita Artis K Pop di What's On Socmed di Jawa Pos Edisi Minggu dan Sajian Pilkada 2024 di Koran Kompas. Insya Allah, Informasi ini Begitu Bermanfaat...


P/S :
Sebenarnya, Postingan ini Dibuat pada 12/11 dan 18/11 lalu, Tapi akhirnya Sudah dihapus dan Dibuat lagi Postingannya agar Tidak boleh disamakan...


Update :

Postingan ini Direvisi pada Hari ini (28/11/24) karena lupa dikasih titiknya.

Sabtu, November 23, 2024

Proses Pembuatan Buku UUD 1945 yang Ada Kabinet Merah Putih

Kelanjutan dari Postingan Sebelumnya : KLIK DISINI dan KLIK DISINI


Ini Hari Terakhir Kampanye Pilkada 2024, Yuk Kita Simak Proses Pembuatan Buku UUD 1945 yang Ada Kabinet Merah Putih (Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka). 

Kenapa Sih Buku UUD 1945 dibuat Terus Menerus? Karena Buku ini kan dibuat dengan Mencari Sumbernya, Yakni Sumber dari Sekretariat Jenderal MPR RI. Sebenarnya Sih, MPR RI Berwewenang Untuk Mengubah/Menetapkan Undang Undang Dasar 1945, Melantik Presiden/Wakil Presiden Hasil Pilpres yang Dipilih Rakyat berdasarkan Hasil Pemilu Presiden Nasional dari KPU RI dan Memutuskan usul DPR RI untuk Memberhentikan Presiden dan/atau Wapres RI dalam Masa Jabatannya setelah MK Memutuskan bahwa Presiden/Wapres Terbukti melakukan Pelanggaran Hukum. Isinya kan Mulai dari Pembukaan hingga 2 Pasal Aturan Tambahan dalam UUD 1945. Baik versi Pra Amandemen dan Pasca Amandemen 4x (1999-2002). Oh Ya, Ditambah ada Sejarah Indonesia dan Mengenal Lebih dekat Pancasila si Lambang Negara Indonesia. 

Proses Pembuatan Buku ini, Kan Semestinya Para Pekerja dari Redaksi di Penerbitnya Harus mencari Jurus ide-ide Konten didalam Buku tersebut, Kenapa Tidak? Ide-Idenya kan Mencari Referensi, Baik di Setjen MPR RI, Media Massa ataupun Internet yang Seadanya untuk Menemukan Sumbernya. Untuk Bab yang Teks UUD 1945 Asli dari Pembukaan hingga Aturan Tambahan (Baik Pra Amandemen dan Pasca Amandemen 4x) Jurusnya adalah Mencari Sumbernya dari Setjen MPR RI. Lalu, Untuk Bab Tentang Pancasila, Sejarah Indonesia dari Masa ke Masa dan Mengenal Lembaga Ketatanegaraan, Semestinya dari Sumbernya Juga seperti Buku-Buku Politik/Hukum ataupun Internet (Semacam Wikipedia kalau ga salah). Tak Cuma itu, Untuk Profil Presiden dari Presiden Pertama (Bung Karno) hingga Terbaru (Prabowo) kan Sumbernya ada dari Internet atau Buku. Wikipedia atau Google saja adalah Senjatanya. Selain itu, Ada Nama-Nama Komisi di DPR RI yang kini Berjumlah 13 sejak Periode 2024-2029 plus Nama-Nama Pimpinan MPR/DPR/DPD RI Periode 2024-2029 yang Sumbernya dari Internet sama Media Massa. dan Satu lagi, Daftar Anggota Kabinet Merah Putih 2024-2029 sebagai Bab Terakhirnya. Soalnya, Daftar di Kabinet ini Sumbernya dari Berbagai Koran-Koran di Indonesia yang Terbit di Edisi 21 hingga 22 Oktober 2024. Koran-Korannya adalah Jawa Pos, Media Indonesia, Kompas, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, The Jakarta Post, Pos Kota, Banjarmasin Post, Sriwijaya Post, Serambi Indonesia, Rakyat Merdeka, Tribun Bali, Tribun Timur, Kaltim Post, Haluan, dll. Sementara, ada yang dari Website Berita untuk Sumbernya di Buku ini, Seperti Republika Online, Oke Zone, Sindo News, Kompas.com, MediaIndonesia.com, Kumparan, TV One News, Detik, dll. Termasuk dari Wikipedia. Menteri-Menteri dan Wamen-Wamennya di Kabinet yang Dikomandoi Prabowo dan Gibran kan Lebih banyak dari Jumlah Menteri dan Wamen di Kabinet Sebelumnya (Indonesia Maju). dan, Berakhir dengan Proses Cetak di Berbagai Percetakan Sebelum Dijual ke Pasaran. dan Alhasil, Bukunya Sudah Jadi dan Bisa Dijual ke Toko-Toko Bebas baik Online ataupun Offline. Berkacalah pada 5 Tahun lalu, Dimana Buku UUD 1945 yang ada Kabinet Indonesia Maju selalu Beredar Setelah Pelantikan Semua Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju yang dilangsungkan Akhir Oktober 2019 silam. dan Kini, Buku yang ada Kabinet Indonesia Maju itu Masih ada di Website Gramedia Online... Masya Allah... Nah, Ada Satu lagi, Penampakan Buku-Buku UUD 1945 Terbaru yang sudah jadi Setelah Dibuat dan Siap Dijual via Toko Online atau Offline:


















Itulah Sekelumit Kisah Proses Pembuatan Buku UUD 1945 yang ada Kabinet Merah Putih. Semoga Semua Bermanfaat untuk Semua...

Jumat, November 22, 2024

Mengenakan Pakaian Adat Malaysia disaat On Air Setiap Jumat di Malaysia (Update)

Mau Hampir 100 Hari kita Masuki Bulan Ramadhan 1446H/2025M. Hari Jumat kan Penghulu Segala hari, Jadi Setiap Jumat Setelah Melantunkan Adzan Subuh di Musholla Dekat Markasku, Melantunkan Syair Abu Nawas sampai 3x Sebelum Melakukan Iqomah dan Sholat Subuh di Hari yang Sama, Keren sih... Syair yang NgeTop ini Cuman 3x Sebelum Iqomah Subuh di Mushollaku.

Setiap Stasiun TV-Stasiun TV dari Negeri Jiran Malaysia, Semua Presenter harus Mengenakan Pakaian Adat Malaysia. Pakaian-Pakaian Adatnya seperti Baju Melayu, Baju Kurung, Baju Kurta dan Baju Kebaya disaat On Air untuk Hari Jumat. Jadi, Kalau Hari Jumat, Banyaknya Tayangan Tayangan TV Malaysia Semua Mengenakan Baju Melayu, Kurung, Kurta dan Kebaya secara Total. di RTM TV1 Saja, Presenternya Mengenakan Baju Melayu, Kurung, Kurta dan Kebaya untuk Acara-Acara tertentu Seperti SPM (Selamat Pagi Malaysia), Live Sholat Jumat di Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin Putrajaya atau Negara Federal KL (WPKL), Kanta 7.44, Kalam Wahyu dan Berita Perdana. Sedangkan, TV3 Semestinya Harus Mengenakan Pakaian-Pakaian yang Disebutkan diatas Tadi untuk Acara MHI (Malaysia Hari Ini) dan WHI (Wanita Hari Ini) Setiap hari Jumat. Tak Cuma TV3, TV9 pasti Mengenakan Baju Melayu dan Kurung untuk Presenternya Setiap hari Jumat lewat Acara Buletin TV9. Tidak Cuma Setiap Jumatnya, Tapi saat Momen-Momen Spesial lainnya (Seperti Ramadhan, Lebaran Syawal, Lebaran Haji, Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi) Tetaplah Menggunakan Pakaian Adat dari Malaysia. Yang Khusus untuk Saudara berdarah Cina dan India, Semestinya Mengenakan Cheongsam dan Saree. 


Untuk Soal Siaran Langsung Spesial Hasil Pilkada 2024 di TV dan di Live Streaming Youtube kelak, Sebagian Presenter-Presenternya Harus Mengenakan Pakaian Adat dari Berbagai Kota di Indonesia, Apalagi Bisa Merajut Persatuan. Contohnya, di Pilkada Jakarta 2024 mengenakan Kebaya Betawi dan Beskap Jawa-Betawi, Sedangkan di Pilkada Jatim 2024 mengenakan Kebaya Jawa dan Beskap Jawa-Betawi. Tak Hanya itu, di Pilkada Sulsel 2024, Bisa-Bisa Mengenakan Pakaian Adat khas Sulsel. Walaupun, Suku-Sukunya Beda, Kita bisa Bersatu! 



Update :
Tulisan ini Mengalami Revisi pada Hari ini (5/12) pukul 18.47 WIB

Rabu, November 20, 2024

Pilkada Jatim dari Tahun ke Tahun

Minggu Depan, Pilkada 2024 akan digelar di Jatim dan 36 Propinsi Lainnya di Indonesia. Nah, Pilkada di Jatim Tahun ini Bakalan Sengit apalagi Anggaplah sebagai Paling Rawan se Indonesia. Yuk Kita Simak Klias Balik Pilkada Jatim Edisi-Edisi Sebelumnya.



2008

Pilkada Jatim Pertama kali Digelar. Setelah Selesainya Pertarungan di Kalsel, Jakarta, Jabar, Jateng dan Sumut dari Tahun 2005 hingga 2008, Kini Giliran Jatim siap Berpesta Demokrasi di Pilkada Jatim 2008. Diikuti 5 Pasangan Calon seperti Khofifah Indar Parawansa dan Mujiono (PPP, PBR dan 16 Parpol Kecil), Sutjipto dan Ridwan Hisyam (PDI Perjuangan), Soenarjo dan Ali Maschan Moesa (Partai Golkar), Achmady dan Suhartono (PKB) dan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (PAN, Partai Demokrat dan PKS). Digelar pada 23 Juli 2008, Menghasilkan Kemenangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf dan Khofifah dan Mujiono kalah dari Soekarwo dan Saifullah Yusuf. Sedangkan, Soenarjo-Ali, Sutjipto-Ridwan dan Achmady-Suhartono Masing-Masing Menang di Berbagai Kota/Kabupaten di Jatim. di Putaran 2, Khofifah-Mujiono menantang Soekarwo-Saifullah Yusuf. Digelar pada 4 November 2008 dan Menghasilkan Kemenangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf yang Begitu Tipis. Namun Sayangnya, Setelah Putaran 2 Selesai, Kedua Calonnya dibawa ke MK untuk Menggugat Hasil Pilkada 2008. dan Setelah Mengabulkan Gugatannya di MK, Pilkada 2008 Jatim lagi-lagi Digelar di Awal 2009 untuk Pemungutan/Penghitungan Suara Ulang di Sebagian Wilayah di Jatim. dan Menghasilkan Kemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf secara Total. Pada 12 Februari 2009, Soekarwo dan Saifullah Yusuf Dilantik Sebagai Gubernur dan Wagub Jatim.

Putaran 1

01. Khofifah-Mujiono (PPP, PBR dan 16 Parpol Kecil)

02. Sutjipto-Ridwan Hisyam (PDI Perjuangan)

03. Soenarjo-Ali Maschan (Partai Golkar)

04. Achmady-Suhartono (PKB)

05. Soekarwo-Saifullah Yusuf (PAN, Partai Demokrat dan PKS)

Lolos ke Putaran 2 : Soekarwo dan Khofifah

Putaran 2

01. Khofifah-Mujiono (PDI Perjuangan, PPP, PBR dan 16 Parpol Kecil)

05. Soekarwo-Saifullah Yusuf (PKB, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat dan PKS)

Pemenang : Soekarwo-Saifullah Yusuf


2013

Setelah 4-5 Tahun Terakhir Kali digelar. Kini, Warga Jatim menyelenggarakan lagi Pilkada Jatim 2013. Digelar pada 29 Agustus 2013 dan Diikuti 4 Paslon. Soekarwo dan Saifullah Yusuf yang Diusung Banyak Sekali Parpol-Parpol seperti Partai Demokrat, PPP, Partai Gerindra, PAN, PKS, PBR, Partai Hanura, dll., Sedangkan Pasangan Eggi dan Sihat berasal dari Jalur Independen, Bambang DH dan Said Abdullah yang Diusung PDI Perjuangan dan Khofifah Indar Parawansa dan Herman Sumawireja yang Diusung PKB dan 5 Parpol Kecil. Ini adalah Rematch antara Khofifah dan Soekarwo merebut Kursi Jatim 1 kelak. dan Hasilnya, Lagi-Lagi dimenangkan Oleh Soekarwo dan Saifullah Yusuf dengan Perolehan Suara mencapai 47,25%. Sedangkan, Khofifah dan Herman 37,62%, Bambang dan Said dengan Perolehan Suara hingga 12,69% dan Terakhir Eggi dan Sihat hanya Mencapai 2,44%. di Masa Kampanye, Ada Banyak sekali Jargon-Jargon atau Ikon yang ada, Seperti Bambang DH dan Said Abdullah dengan Mengancungkan Jempolnya. Kemudian, Khofifah dan Herman mengusung Jargon "Mboten Serakah Sing Penting Berkah" seperti Kampanye Ganjar Pranowo saat di Pilkada 2013 dan 2018 Jateng "Mboten Korupsi dan Ngapusi" serta Soekarwo dan Saifullah Yusuf dengan Mengusung Jargon "Pertahankan Kebersamaan". Pada 12 Februari 2014, Soekarwo dan Saifullah Yusuf Dilantik Sebagai Gubernur dan Wagub Jatim.

01. Soekarwo-Saifullah Yusuf (Partai Demokrat, PPP, PKS, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gerindra, PBB dan PAN)

02. Eggi Sujana-Muhammad Sihat (Independen)

03. Bambang DH-Said Abdullah (PDI Perjuangan)

04. Khofifah-Herman (PKB)

Pemenang : Soekarwo-Saifullah Yusf


2018

di Edisi 2018, Soekarwo Gagal Maju lagi, Sehingga ada 2 Sosok lain Untuk Merebut Kursi Jatim 1 Pengganti Soekarwo. Khofifah dan Emil menantang Saifullah Yusuf dan Puti Guntur. Khofifah diusung PAN, Partai Demokrat, PPP, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, PBB dan PKP Indonesia. Sedangkan, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PKB dan PKS. Hasilnya, Dimenangkan oleh Pasangan Khofifah dan Emil dengan Perolehan Suara mencapai 53,55%. Sedangkan, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur memperoleh Suara mencapai 46,45%. Kota-Kota/Kabupaten-Kabupaten yang Memenangkan Khofifah-Emil adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Jombang, Nganjuk, Kota Kediri, Ponorogo, Pacitan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Magetan, Ngawi, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Sedangkan, Kota-Kota/Kabupaten-Kabupaten yang Memenangkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur adalah Kabupaten Kediri, Bangkalan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Blitar dan Situbondo. Pada 14 Februari 2019, Khofifah dan Emil Dilantik Sebagai Gubernur dan Wagub Jatim.

01. Khofifah-Emil (PAN, Partai Demokrat, PPP, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura, PKP Indonesia dan PBB)

02. Saifullah Yusuf-Puti Guntur (PKB, PKS, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra)

Pemenang : Khofifah-Emil


Nah, Itu Tadi Sejarah dan Kilas Balik Pilkada Jatim dari Tahun ke Tahun. Semoga Bermanfaat ya...



Sumber : Diolah dari Berbagai Sumber dan KPU Jatim

Selasa, November 19, 2024

Lirik Lagu Dewa 19 - Risalah Hati

Hidupku tanpa cintamuBagai malam tanpa bintangCintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujanJiwaku berbisik lirihKu harus milikimu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadakuMeski kau tak cinta kepadakuBeri sedikit waktuBiar cinta datang karena telah terbiasa
Simpan mawar yang kuberiMungkin wanginya mengilhamiSudikah dirimu untukKenali aku duluSebelum kau ludahi akuSebelum kau robek hatiku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadakuBeri sedikit waktuBiar cinta datang karena telah terbiasa
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadakuMeski kau tak cinta kepadakuBeri sedikit waktuBiar cinta datang karena telah terbiasa
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadakuMeski kau tak cinta kau tak cinta
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadakuMeski kau tak cinta kepadaku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadakuMeski kau tak cinta kepadakuBeri sedikit waktuBiar cinta datang karena telah terbiasa
Hidupku tanpa cintamuBagai malam tanpa bintangCintaku tanpa sambutmuBagai panas tanpa hujan


Sabtu, November 16, 2024

Puasa Ayyamul Bidh

Kemarin. Hari ini dan Besok, Saya Akan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh. Kayaknya Sunnah Puasanya Setiap Pertengahan Bulan Hijriyah (Kecuali Ramadhan dan Syawal kemungkinan). Jadinya, Kalau ingin Raih Berkah di Ayyamul Bidh, Seharusnya kita Berpuasa dari Terbit Fajar hingga Menjelang Malam. Yang Dilarang saat Proses Berpuasa Ayyamul Bidh adalah Kemarahan, Mero***, dll. Sama Seperti Puasa di Bulan Ramadhan yang Bertahan lama Hingga 29 atau 30 hari Setiap Tahunnya (kalo Tahun ini (2024) dilakukan dalam kurun waktu 12 Maret hingga 9 April 2024). Jadi, Kita Harus Berpuasa Ayyamul Bidh hingga 3 Hari kedepan, Insya Allah...

Kamis, November 14, 2024

Koleksi Buku UUD 1945 dari Waktu ke Waktu Milik Gue

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Hari Ini kan Masih Puasa (Sunnah) yang Kamis. Tapi, Besok Kemungkinan ada Puasa Ayyamul Bidh bukan Beat kayaknya... Kalau Kemungkinan Besok Berpuasa Ayyamul Bidh 3 hari kedepan, Tidak Apa Apa deh...

Kemarin, Buku yang Baru sudah Datang dari Kirimannya dari Sukoharjo, Jateng. Kan Kejauhan ternyata... Dulu, Sebelum Kirimannya Mau didatangkan, Sempat Belikan 1 Buku yang Baru via Online (Shopee/Tokopedia/Lazada). Buku yang Baru itu ya, Buku UUD 1945 yang ada Kabinet Merah Putih. Awalnya, di Minggu Sore lalu (10/11) Saya Melaksanakan Misi Mencari Bukuku di Jl. Niaga Mojokerto (Toko Buku Jalanan), Tapi Isinya Banyak Buku-Buku seperti Buku Diba'an (Sholawat Diba'), Pepak (Kamus) Bahasa Jawa, Atlas Indonesia/Dunia, dll. dan Terpaksa Mau Belikan Buku UUD 1945. Kayaknya, Buku UUD 1945 masih tak ada Nama-Nama Anggota Kabinet, dan Akhirnya Ditolak! dan Setelah Pulang, Terpaksa Beli 1 Buku saja lewat Toko Online... Setelah Dibelikan Online, Harus Menunggu lama hingga 3 Hari saja. Kenapa Tidak? Ini harapan masih ada Kalau Misinya mesti digagalkan (Seperti Kegagalan Transaksi untuk Beli Paket MAD (Masa Aktif Diperpanjang) via MyTelkomsel dan GoPay yang dilakukan pada Hari Single 1111 lalu, Sekarang, 3 Hari setelahnya Sudah bisa Beli Paket ini, Malah ditambah 10 hari, Mesti Hemat jadinya).


Koleksi Buku UUD 1945 dari Waktu ke Waktu (difoto Kemarin pake iPhone 10 atau 11, Pake Blur)


dan Setelah Penantian 3-4 Hari lamanya, Akhirnya, Buku UUD 1945 terbaru sudah dapat dari Kirimannya via SPX Sukoharjo. dan Terpaksa Buka Kulit/Paketnya dan Alhasil, ada Bukunya... Ini adalah Koleksi yang Ke-9 Setelah Penantian 5 Tahun terakhir untuk Mengoleksi Buku yang Bergenre Politik/Hukum/Undang-Undang tersebut. Kalau Setiap Jumat (Sebelum Iqomah Sholat Subuh) Melantunkan Syair Abu Nawas hingga 3x di Musholla Al Amin dan Melantunkan Diba'an di Menjelang Doa Penutup Diba'an di Sorenya di Musholla Al Amin juga, Maka Setiap 4-5 Tahun saja, Buku UUD 1945 (+Amandemen) bisa dibuat yang ada Nama-Nama Anggota Kabinet (baik Zamannya Joko Widodo dan Zamannya Prabowo). Sebelumnya, Pada 2014 silam (1 Dekade lalu), Aku Belikan Buku UUD 1945 dari Wahyu Media. Isinya kan ada Teks UUD 1945 dari Pembukaan sampai Pasal-Pasal Terakhir (yang Amandemen 1999-2002), Trias Politica, Profil 7 Presiden Indonesia dan Kabinet dari Era Bung Karno hingga Joko Widodo (Susunan Kabinetnya Sempat dimodifikasi yang Komeng sama Cak Lontong (Pendukung Pram-SiDoel, Koster-Giri dan Ramadhan-Azhar), Lucu ternyata). Kemudian, Pada sekitar 2017/18, ada Buku UUD 1945 lagi yang Dibelikan pas ke Jalan BenPas, Tapi Bukunya Kecil dan Ada Gambar Para Menteri-Menteri Kabinet Kerja (Joko Widodo-Jusuf Kalla) yang Sudah Direshuffle Agustus 2015 (sebelum Reshuffle Juli 2016, Januari dan Agustus 2018). Ditambah, Ada Buku UUD 1945 Tanpa Nama-Nama Menteri dari Kabinet di Toko Gramedia Exhibition Sunrise Mall Mojokerto. Lalu, Sekitar 2019 (5 Tahun sebelumnya), Buku UUD 1945 Mendominasi, Kan Gara-Gara Belinya Terus menerus, ada yang Dibeli via Toko Online dan ada yang Dibeli via Toko Gramedia Ambarrukmo Plaza Sleman, Jogjakarta pas Liburan bareng Keluargaku Pada Akhir 2019 silam. Banyaknya Buku UUD 1945 itu kan Isinya Sedikit sama Tapi Beda, yakni Ada Nama-Nama Menteri dari Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 (Sebelum Terjadi Direshuffle mulai Akhir 2020). yang Wahyu Media kan Revisi dari Tahun 2014, Sedangkan Penerbit BMedia ada Qr Code video Pembelajaran sama Profil Semua Menteri dari Kabinet Indonesia Maju dan Pimpinan Parlemen Indonesia 2019-2024 (Termasuk Sejarah dan Kebudayaan Indonesia). Kemudian, ada Juga versi Penerbit Legality kan Sama Isinya, Tapi Beda dan ada Bonus Poster Kabinet Indonesia Maju Termasuk Sejarahnya. dan Terakhir, Laksana Books pun Sama Seperti Penerbit Buku Legality ada Tambahan Info-Infonya kan (ditambah Ada Banyak Nama-Nama Anggota Kabinet Indonesia Maju yang terdiri dari Presiden-Wapres, Menteri-Menteri dan Wamen-Wamen). Yang Kabinet Indonesia Maju itu Versi Awal tapi Belum ada Reshuffle di Kabinet tersebut Mulai Desember 2020 hingga Sekitar September/Oktober 2024. Sebenarnya, di Era Kabinet Indonesia Maju yang dikomandoi (Kala itu) Antara Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin itu Sering Sering di Reshuffle Sejak 22 Desember 2020 silam (pas Saya dan Sekeluarga ke Pulau Bali di Masa Pandemik) hingga Sekitar September 2024 lalu. Salah Satu Bukunya kan Bisa Dibawa ke Pergi Liburan Keluargaku Akhir Tahun ke Kota-Kota di Sekitar Jakarta, Jabar, Jateng dan Jogjakarta pada Desember 2019 silam. dan Akhirnya, Ada 1 Buku Baru (lagi), Kan ini adalah Buku UUD 1945 (4 Amandemen) yang Ada Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Soalnya, Buku UUD 1945 yang terbaru itu kan Isinya Teks UUD 1945 Asli (alias Pra Amandemen) yang Merupakan Naskah Asli Milik MPR RI, Proses 4 Amandemen UUD 1945, Teks UUD 1945 (versi Amandemen 1999-2002) yang Merupakan Naskah Asli MPR RI juga, Trias Politica, Profil 8 Presiden Indonesia dan Terakhir, Nama-Nama Anggota Kabinet Merah Putih. Kayaknya, kan Masih ada Nama-Nama Anggota Hanya Presiden, Wapres dan Menteri-Menterinya. Kalau yang Wakil Menteri (Wamen) sama Daftar Lain (kayak KSP) juga tidak ada (yang ada Melalui Postingan Sebelumnya yang Dibuat pada Oktober lalu). Tapi, Kalau kelak Beli lagi, Pasti Meriah, ada Banyak Nama-Nama Menteri, Wamen dan Non Menteri/Wamen milik Kabinet Merah Putih. Oh Ya, Satu lagi, Lupa Kayaknya, kan Simpan didalam 1 Kardus Biru yang Biasanya adalah Barang Mantannya Milik Sekolah Lama Saya dulu (Thumb Kids School). Ya, Buku UUD 1945 versi Beli di Pasar Wilis Malang (kemungkinan Sekitar awal 2010an kalo ga salah). Kayaknya, Isi di Buku ini Begitu Sama seperti yang 2014-2024. 


Buku UUD 1945 versi Beli di Pasar Wilis Malang (sekitar awal 2010an) 


Wah, Akhirnya, Berhasil Mendapatkan Koleksi 9 Buku UUD 1945 dari Waktu ke Waktu. Jadi, Kalau Koleksi yang Ke-10, Gimana? Jangan deh... 

Kalau Papiku Mengoleksi Motor-Motor Harley Davidson/BMW kalau jadi Anggota Komunitasnya Harley Davidson, Maka Saya bisa Mengoleksi Nyaris 10 Buku UUD 1945. Jadi, Buku-Buku yang UUD 1945 dikoleksi itu Agar Bisa Membuat Indonesia tetap Dicinta, Memegang Teguh Konstitusi dan Melaksanakan Program 4 Pilar dari MPR RI (Bukan Melaksanakan Segala Perintah-Perintah yang Sebagaimana dituangkan di Awal Khutbah Jumat Pertama versi Ustadz Zainul Asyrori di Masjid At Taufiq Mojokerto Tiap Jumat Pahing sama versi JAKIM Malaysia yang Memfasilitasinya). Saya adalah Penggemar Buku Undang Undang Dasar 1945, Tapi Koleksinya Tetap Disimpan terus dan Tidak mau Menghilang!