Tampilkan postingan dengan label Sea Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sea Games. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 23, 2023

Daftar Peraih Medali Emas dan Perak 4 Cabang Sea Games dari Masa ke Masa

Seminggu Sudah, Sea Games 2023 Digelar Dengan Kemenangan Manis Indonesia dalam Final Cabang Sepakbola, Beberapa Pebulutangkis Muda Meraih Medali dalam Bulutangkis, Para Pemain Voli Pria Indonesia Mendapatkan Emas untuk Kali Ketiganya dan Para Pebasket Wanita Indonesia Merengkuh Emas di Cabang Bola Basket. Ini Dia Daftarnya:


Bola Basket

Putra

1977 - Filipina (Emas) / Malaysia (Perak)

1979 - Malaysia (Emas) / Filipina (Perak)

1981 - Filipina (Emas) / Malaysia (Perak)

1983 - Filipina (Emas) / Malaysia (Perak)

1985 - Filipina (Emas) / Malaysia (Perak)

1987 - Filipina (Emas) / Malaysia (Perak)

1989 - Malaysia (Emas) / Filipina (Perak)

1991 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

1993 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

1995 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

1997 - Filipina (Emas) / Malaysia (Perak)

1999 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

2001 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

2003 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

2005 - Tidak Bisa Digelar

2007 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

2009 - Tidak Bisa Digelar

2011 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

2013 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

2015 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

2017 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

2019 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

2022 - Indonesia (Emas) / Filipina (Perak)

2023 - Filipina (Emas) / Kamboja (Perak)


Putri

1977 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

1979 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

1981 - Malaysia (Emas) / Filipina (Perak)

1983 - Malaysia (Emas) / Filipina (Perak)

1985 - Malaysia (Emas) / Filipina (Perak)

1987 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

1989 - Thailand (Emas) / Malaysia (Perak)

1991 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

1993 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

1995 - Thailand (Emas) / Filipina (Perak)

1997 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

1999 - Tidak Bisa Digelar

2001 - Malaysia (Emas) / Filipina (Perak)

2003 - Malaysia (Emas) / Singapura (Perak)

2005 - Tidak Bisa Digelar

2007 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

2009 - Tidak Bisa Digelar

2011 - Thailand (Emas) / Filipina (Perak)

2013 - Thailand (Emas) / Filipina (Perak)

2015 - Malaysia (Emas) / Indonesia (Perak)

2017 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

2019 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

2022 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

2023 - Indonesia (Emas) / Filipina (Perak)


Sepakbola

Putra

1977 - Malaysia (Emas) / Thailand (Perak)

1979 - Malaysia (Emas) / Indonesia (Perak)

1981 - Thailand (Emas) / Malaysia (Perak)

1983 - Thailand (Emas) / Singapura (Perak)

1985 - Thailand (Emas) / Singapura (Perak)

1987 - Indonesia (Emas) / Malaysia (Perak)

1989 - Malaysia (Emas) / Singapura (Perak)

1991 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)

1993 - Thailand (Emas) / Myanmar (Perak)

1995 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

1997 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

1999 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2001 - Thailand (Emas) / Malaysia (Perak)

2003 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2005 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2007 - Thailand (Emas) / Myanmar (Perak)

2009 - Malaysia (Emas) / Vietnam (Perak)

2011 - Malaysia (Emas) / Indonesia (Perak)

2013 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

2015 - Thailand (Emas) / Myanmar (Perak)

2017 - Thailand (Emas) / Malaysia (Perak)

2019 - Vietnam (Emas) / Indonesia (Perak)

2022 - Vietnam (Emas) / Thailand (Perak)

2023 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)


Putri

1985 - Thailand (Emas) / Singapura (Perak)

1987 hingga 1993 - Tidak Bisa Digelar

1995 - Thailand (Emas) / Malaysia (Perak)

1997 - Thailand (Emas) / Myanmar (Perak)

1999 - Tidak Bisa Digelar

2001 - Vietnam (Emas) / Thailand (Perak)

2003 - Vietnam (Emas) / Myanmar (Perak)

2005 - Vietnam (Emas) / Myanmar (Perak)

2007 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2009 - Vietnam (Emas) / Thailand (Perak)

2011 - Tidak Bisa Digelar

2013 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2015 - Tidak Bisa Digelar

2017 - Vietnam (Emas) / Thailand (Perak)

2019 - Vietnam (Emas) / Thailand (Perak)

2022 - Vietnam (Emas) / Thailand (Perak)

2023 - Vietnam (Emas) / Myanmar (Perak)



Bulutangkis (Beregu)

1965 - Malaysia (Putra) / Thailand (Putri)

1971 - Malaysia (Putra) / Thailand (Putri)

1973 - Thailand (Putra) / Malaysia (Putri)

1975 - Thailand (Putra) / Malaysia (Putri)

1977 - Indonesia (Putra/Putri)

1979 - Indonesia (Putra/Putri)

1981 - Indonesia (Putra/Putri)

1983 - Indonesia (Putra/Putri)

1985 - Indonesia (Putra/Putri)

1987 - Indonesia (Putra/Putri)

1989 - Malaysia (Putra) / Indonesia (Putri)

1991 - Malaysia (Putra) / Indonesia (Putri)

1993 - Indonesia (Putra/Putri)

1995 - Indonesia (Putra/Putri)

1997 - Indonesia (Putra/Putri)

1999 - Indonesia (Putra/Putri)

2001 - Malaysia (Putra) / Indonesia (Putri)

2003 - Indonesia (Putra) / Singapura (Putri)

2005 - Malaysia (Putra) / Thailand (Putri)

2007 - Indonesia (Putra/Putri)

2009 - Indonesia (Putra) / Malaysia (Putri)

2011 - Indonesia (Putra) / Thailand (Putri)

2015 - Indonesia (Putra) / Thailand (Putri)

2017 - Indonesia (Putra) / Thailand (Putri)

2019 - Indonesia (Putra) / Thailand (Putri)

2022 - Thailand (Putra/Putri)

2023 - Indonesia (Putra) / Thailand (Putri)



Bola Voli 

Putra

1977 - Burma (Myanmar) (Emas) / Filipina (Perak)

1979 - Burma (Myanmar) (Emas) / Indonesia (Perak)

1981 - Indonesia (Emas) / Burma (Myanmar) (Perak)

1983 - Burma (Myanmar) (Emas) / Indonesia (Perak)

1985 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

1987 - Indonesia (Emas) / Burma (Myanmar) (Perak)

1989 - Indonesia (Emas) / Myanmar (Perak)

1991 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)

1993 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)

1995 - Thailand (Emas) / Myanmar (Perak)

1997 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)

1999 - Tidak Bisa Digelar

2001 - Thailand (Emas) / Malaysia (Perak)

2003 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)

2005 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

2007 - Indonesia (Emas) / Vietnam (Perak)

2009 - Indonesia (Emas) / Thailand (Perak)

2011 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

2013 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

2015 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2017 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

2019 - Indonesia (Emas) / Filipina (Perak)

2022 - Indonesia (Emas) / Vietnam (Perak)

2023 - Indonesia (Emas) / Kamboja (Perak)


Putri

1977 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

1979 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

1981 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

1983 - Indonesia (Emas) / Filipina (Perak)

1985 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

1987 - Filipina (Emas) / Indonesia (Perak)

1989 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

1991 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

1993 - Filipina (Emas) / Thailand (Perak)

1995 - Thailand (Emas) / Filipina (Perak)

1997 - Thailand (Emas) / Filipina (Perak)

1999 - Tidak Bisa Digelar

2001 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2003 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2005 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2007 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2009 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2011 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2013 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2015 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2017 - Thailand (Emas) / Indonesia (Perak)

2019 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2022 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)

2023 - Thailand (Emas) / Vietnam (Perak)



Keterangan :

-Tim Beregu Putra dan Putri Indonesia Sering Menang Di Ajang Sea Games selama Bertahun Tahun.

-Tim Sepakbola Indonesia 3 Kali Merebut Emas Di Ajang Sea Games

-Pertama Kali dalam Sejarah, Tim Basket Sea Games Meraih Emas, baik di Edisi 2022 (Sebenarnya Digelar 2021 tapi ditunda, Putra) dan Edisi 2023 (Putri)


Sumber : Wikipedia Bahasa Inggris

Kamis, Mei 18, 2023

Catatanku Catatanmu (Edisi Khusus) : 32 Tahun Lamanya

Sudah 32 Tahun, Indonesia Kembali Rebut Emas di Cabang Sepakbola dari Sea Games. Meskipun Terjadi Kerusuhan di Akhir Babak Kedua yang Durasi lama dan Awal Babak Ekstra Pertama, Tim Ini Bisa Unggul Besar dari Thailand, Yakni Skor 5-2. Sebelum Pertandingan, Diramal Indonesia Merebut Emas Setelah 32 Tahun, Entah Bagaimana yang Bisa Merebut Emas di Cabang Sepakbola Bukan Hal Semata-Mata, Coba Kutipan Tulisan Jurnalis Olahraga Ternama Putra Permata Tegar Idaman di CNN Indonesia:

"Timnas Indonesia U22 Punya Perjalanan yang Unik di Sea Games 2023. Meski Tak Melulu bisa tampil Konsisten selama 90 Menit, Skuad Garuda Seolah selalu punya Jalan untuk Meraih Kemenangan dalam Pertandingan. Laga lawan Vietnam jadi Salah Satu Bukti bahwa Timnas Indonesia selalu Punya Solusi dalam Tekanan. Minim Serangan, bermain dengan 10 Orang, Indonesia bisa Mengalahkan Vietnam dengan Skor 3-2 di Akhir Laga. Duel lawan Thailand juga bakal berjalan Serupa. Indonesia akan Memaksimalkan Kebugaran Tubuh yang Lebih baik Dibanding Thailand. Mungkin Tim Gajah Perang Bisa lebih Menekan, Tetapi Indonesia Yang akan Menemukan cara untuk menang. 2-1 untuk Indonesia dan Emas Sepakbola Sea Games pun Kembali Dibawa Pulang.

Ini yang Dituturkan dari Penulis Buku Piala Thomas 1958-2021, Target Indonesia Rebut Emas dengan Skor Akhir 2-1, tapi Akhirnya Meleset Target dengan Skor Akhir 5-2 di Perpanjangan Waktu. Sebelumnya, di Edisi 1987 dan 1991, Mesti Merebut Emas, baik di Jakarta dan di Filipina. Sebelum 1987, 1991 dan 2023, Berkali Kali Rebut Perak Dilakukan Pada Final Sepakbola Sea Games, diantaranya Edisi 1979 di Jakarta, 1997 di Jakarta, 2011 di Jakarta (Juga), 2013 di Napyidaw dan Terakhir di 2019 di Manila. Selain Itu, Sempat Meraih Perunggu, Baik di Edisi 1981 di Manila, 1989 di Kuala Lumpur, 1999 di Bandar Sri Begawan, 2017 di Selangor dan 2022 di Hanoi. Selain Itu, Juga jadi Korban Kegagalan Medali baik di Babak Final Perunggu dan Fase Grup Cabang Sepakbola. Kini Sudah Menanti Hasil Emasnya dalam Cabang Sepakbola, Meskipun Tim yang Diasuh Indra Sjafri ini Mengulang Memori Hampir 1 Dekade lalu, Saat Itu Menukangi Timnas Indonesia U19 yang Menjadi Pemenang Utama dalam Turnamen AFF Cup U19 2013. Walaupun di Era Kepemimpinan Jokowi, Indonesia Merebut Perunggu 2 Kali, 1 Kali Perak dan 1 Kali Emas di Ajang Sepakbola Sea Games. Sedangkan, Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) Era Jokowi dipimpin Imam Nahrawi, di Edisi 2015 Tidak Bisa Meraih Medali Sama Sekali Gara Gara PSSI sudah dibekukan dan Terkena Sanksi FIFA, lalu di Edisi 2017 Kembali dapat Perunggu Setelah lebih dari Setahun Sepakbola Indonesia Kembali Bersinar lagi. Kemudian di Masa Kepemimpinan Zainudin Amali di Kementerian yang Sama, Edisi 2019 dan 2022 Belum Kunjung Rebut Emas, Sebut Saja Edisi 2019 Tembus Final dan Dapat Perak Karena Kalah dari Vietnam dan Edisi 2022 Tembus Final dan Dapat Perunggu Karena Menang Telak atas Malaysia. di Edisi 2015 Ditangani Aji Santoso, Sementara Edisi 2017, Ditangani Luis Milla, Lalu di 2019 Ditangani Indra Sjafri dan Terakhir, 2022 Ditangani Shin Tae Yong jadi Pahlawan Kegagalan Juara Piala AFF untuk Kali Pertama di Edisi 2021/22. Walaupun Penantian Ini Lama, Bisa Bisa Meniru Spirit Manchester United pada Tahun 1999, Dimana Meraih Juara Liga Champions Eropa Setelah lebih dari 3 Dekade tidak raih Juara Sama Sekali, Liverpool yang Rebut Gelar Piala UEFA (kini Europa League) di 2001 setelah 25 Tahun Tanpa Gelar sama Sekali (plus Juara UCL Setelah 21 Tahun Tanpa Gelar di 2005), Bayern Munich Sama Seperti Liverpool di Tahun yang Sama Karena Rebut Juara Liga Champions (kembali), AS Roma yang Kembali Rebut Gelar Scudetto Setelah 18 Tahun Tanpa Gelar sama Sekali di Akhir Musim 2000/01, AC Milan Merebut Kembali Juara Liga Champions Eropa Setelah Hampir 1 Dekade Tak Kunjung Rebut Gelar pada 2003 (2 Dekade lalu, Gue Ingat), Timnas Jerman Merebut Kembali Piala Dunia setelah hampir 25 Tahun Tanpa Gelar Sama Sekali di 2014, Timnas Prancis Kembali Rebut Trofi Piala Dunia Setelah 2 Dekade Tanpa Trofi pada Edisi 2018, LA Lakers Merebut Raja NBA setelah 1 Dekade Tanpa Raih Trofi di tahun 2020 (Gue Ingat juga, Walaupun Finalnya Sengit lawan Miami Heat), Tim Thomas Indonesia Kembali ke Trofi Setelah Hampir 2 Dekade pada 2021, Timnas Argentina Kembali ke Trofi Piala Dunia Setelah 35 tahun lebih Tanpa Gelar pada 2022 dan Terakhir, Napoli Kembali Menguasai Serie A setelah 33 Tahun Tanpa Gelar Sama Sekali. 32 Tahun Adalah Waktu Yang Lama Untuk Paceklik Sepakbola Indonesia Emas lewat Sea Games, Buktinya Bukan Usia Era Orba yang 32 dalam kurun Waktu 1966 hingga 1998 sebelum Menggantikannya Kepada Reformasi. Bukan Hanya Prestasi Sepakbola di Ajang yang Sama, Tapi Cabang Lain dengan Prestasi yang Lumayan Besar buat Indonesia, Mulai dari Tunggal Putra Bulutangkis (Christian Adinata (Emas) dan Chico Aura Dwi Wardoyo (Perak)), Tunggal Putri Bulutangkis (Komang Ayu (Perunggu) dan Ester (Perunggu)), Ganda Putra Bulutangkis (Pramudya dan Yeremia (Emas) dan Fikri dan Bagas (Perunggu)), Ganda Putri Bulutangkis (Febriana dan Amalia (Emas) dan Meilysa dan Rose (Perunggu)), Ganda Campuran Bulutangkis (Rehan dan Lisa (Emas)), Tim Beregu Bulutangkis Putra (Emas), Tim Beregu Bulutangkis Putri (Perak), Tim ESports Crossfire (Perak), Tim ESports Valorant (Emas bersama Singapura), Alan Raymond (Perak), Tim ESports PUBG Mobile (Emas), Tim Putri ESports MLBB (Emas), Tim Voli Putra (Emas), Tim Voli Putri (Perunggu), Tim Basket Putri (Emas), Tim Bakset 3x3 Putri (Perunggu), Ade Permana (Perak), Tim Putri Kun Bukator (Emas), Eko Yuli Irawan (Emas), Ratna Sari Devi (Perak), dll. Bukan Hanya Sepakbola dan Bulutangkis Mengoleksi Emas, tapi Cabang Lain Semacam Angkat Besi yang Sering Raih Emas, ada yang Eko Yuli hingga Rahmat Erwin Abdullah. Bukan Cuma Itu, ada Tim ESports yang Mendulang Emas Seperti Tim Valorant Atau MLBB (Mobile Legends Bang Bang). Kembali ke Pembahasan Sepakbola di Final, Dimana, Ketika Ada Pertandingan Final, Terjadi Kerusuhan Yang Terlalu Besar, Ibarat Tragedi Heysel di era 80an Maupun Kanjuruhan, Itaewon dan Hasil Pemilu Malaysia yang Terjadi Sepanjang 2022. Terbukti, Irfan Jaya Masuk Gawang Thailand pada Awal Babak Pertama Perpanjangan Waktu Setelah Mengikat 2-2 selama 90 Menit. Sebelum Babak Perpanjangan Waktu. Berawal dari 2 Gol yang Dicipta Sananta pada Babak Pertama. Kemudian di Babak Kedua, Gol Semata Wayang menjadi Milik Thailand, baik Anan di Menit 64 dan Yotsakorn pada Akhir Babak Kedua yang Durasi Lama meskipun Menggagalkan Pesta Penantian 32 Tahun. Skor 2-2 dan Menjadikannya Diikat dan Akhirnya Bermain di Babak Perpanjangan Waktu, Pertama Tama, Digolkan Oleh Irfan Jauhari dan Terpaksa Jadi Kerusuhan. Setelah Kerusuhan Sebentar, dan Akhirnya Gol lagi Dicetak Oleh Fajar dengan Skor 4-2. di Babak Kedua Perpanjangan Waktu, Hanya Bisa Dimainkan selama 15 Menit. Dari Babak Pertama hingga Babak Pertama Perpanjangan Waktu, Diwarnai Banyak Kartu Kuning dan Merah. Di Waktu 15 Menit Terakhir Menuju Juara, Akhirnya Gol Terakhir Diciptakan Beckham Putra yang Menjadi Korban Gol Indonesia yang Terakhir Sebelum Selesai di Menit Terakhir, 120. dan Akhirnya, Setelah 120 Menit Dimainkan, Tim Indonesia Kembali Rebut Emas di Ajang Sepakbola Sea Games Tahun Ini. Dito Ariotejo yang Baru Baru Ini Mulai Menjabat Sebagai Menpora Baru Bisa Membawa Pulang Emas untuk Indonesia lewat Sepakbola Sea Games. Jika Sebelumnya Gagal Dapat Emas dari Imam Nahrawi hingga Zainudin Amali di Era Jokowi. Selain Final, Indonesia Sempat Sering Menang dari Fase Grup Hingga Semifinal Sepakbola Sea Games Tahun Ini, dibuka dengan Kemenangan Atas Tim Filipina dengan Skor 3-0, Lalu Menantang Myanmar dengan Skor Besar 5-0, Kemudian Meremuk Mantan Propinsi di Indonesia (1976-1999), Timor Leste dengan Skor 0-3, Menghajar Tuan Rumah Kamboja dengan Skor 1-2 dan Terakhir Mengalahkan Vietnam dengan Skor 3-2. Keberhasilan Ini, Jangan Ada Salah, Bukan Waktunya Untuk Merayakan Kemenangan. Coba Meniru Prestasi Michelle Yeoh dalam Oscars 2023 lalu, Dimana Meraih Penghargaan untuk Kategori Aktris Terbaik lewat Film EEAAO (Everyting Everywhere All at Once). Malaysia Pasti Bangga Dapat Trofi Oscar buat Beliau. Cobalah Indonesia, Kan Banyak Emasnya Sesuai Target Jokowi. Buktinya, Tahun 2023 adalah Tahunnya Resesi, Kejayaan Artis Artis Jiran (Malaysia) yang Populer untuk Meruntuhkan Dunia Hallyu Wave, Persiapan Pesta Politik dan Kedigyayaan Indonesia berkat Sea Games. Wallahualam...

Rabu, Mei 17, 2023

Kompilasi Headline Surat Kabar Tentang Kemenangan Telak RI di Final Sepakbola Sea Games 2023 (Update)

 

Tribun Kaltim (17 Mei 2023)

Tribun Jogja (17 Mei 2023)

Tribun Jateng (17 Mei 2023)

Tribun Jabar (17 Mei 2023)

Tribun Batam (17 Mei 2023)

TJP (17 Mei 2023)

Tribun Medan (17 Mei 2023)

Surya (17 Mei 2023)

SuperBall (17 Mei 2023)

Suara Merdeka (17 Mei 2023)

Sriwijaya Post (17 Mei 2023)

Rakyat Merdeka (17 Mei 2023)

Pos Kota (17 Mei 2023)

Pikiran Rakyat (17 Mei 2023)

Media Indonesia (17 Mei 2023)

Kontan (17 Mei 2023)

Kompas (17 Mei 2023)

Jawa Pos (17 Mei 2023)

Banjarmasin Post (17 Mei 2023)

Radar Cirebon (17 Mei 2023)

Tribun Pekanbaru (17 Mei 2023)

Tribun Timur (17 Mei 2023)

Warta Kota (17 Mei 2023)

Tribun Bali (17 Mei 2023)

Kaltim Post (17 Mei 2023)

Jawa Pos Radar Madiun (18 Mei 2023)

Jawa Pos Radar Kediri (18 Mei 2023)

Jawa Pos Radar Jombang (18 Mei 2023)

Jawa Pos Radar Bojonegoro (18 Mei 2023)

Jawa Pos (18 Mei 2023)

Tribun Pontianak (19 Mei 2023)

Pos Belitung (19 Mei 2023)

Super Ball (19 Mei 2023)

Surya (19 Mei 2023)

Tribun Jabar (19 Mei 2023)

Tribun Jogja (19 Mei 2023)

Tribun Lampung (19 Mei 2023)

Kontan (19 Mei 2023)

Kompas (19 Mei 2023)

Media Indonesia (19 Mei 2023)

Jawa Pos (20 Mei 2023)

Pikiran Rakyat (20 Mei 2023)

Kompas (20 Mei 2023)

Media Indonesia (20 Mei 2023)

Super Ball (20 Mei 2023)





Ket : 
Nama-Nama Koran yang Tulisannya Muncul dan Disebutkan di Koran Jawa Pos Radar Mojokerto (Pakansi) Edisi Minggu Halaman 7 atau Jawa Pos Radar Jombang Edisi Minggu Halaman 4 atau 6 (Cerpen/Sajak, Penyambung Legasinya Lintas Media dari Nuansa Pagi (kini Seputar iNews Pagi) di era 90an-2000an)

#TimnasDay #IndonesiaJuara

Rabu, Mei 03, 2023

Koran Kompas Meliput Sea Games 2023, Bakal Mendulang Sukses?

Akhirnya, Hari Ini, Koran Kompas Bisa Meliput Sea Games 2023 yang Direncanakan Dihelat 2 Hari Lagi. Sama Seperti tahun lalu yang Sempat dibuat Postingan Blog tahun lalu. Nah, Salah Satu Koran yang Sempat Meraih Banyak Penghargaan di Masa Kegemilangannya, Bisa Membawa Semangat Sea Games tahun ini Buat Tim Indonesia. Kepercayaan Kompas yang Bisa Mengikuti Perkembangan Terkini Sea Games tahun ini (bersama Kompas.id).


Sampul Koran Kompas Edisi 3 Mei 2023


Menjelang HUT ke 58 yang Jatuh pada 28 Juni ini (Jika Sebelum Idul Kurban 1444H, Kemungkinan Menunggu Ditetapkan Kemenag RI untuk Bulan Zulhijjah), Koran ini Dipersiapkan ada Logo HUT tahun ini di Sampul Koran mulai 30 April 2023 (bertepatan dengan 9 Syawal 1444H atau Hari ke-9 Lebaran 2023). Seminggu Sebelum Sea Games digelar, Kompas menghadirkan Rubrik Spesial selama Seminggu (kecuali 1 Mei 2023 Tidak Bisa beredar), Yakni "Jelang Sea Games Kamboja 2023". Pembahasannya Dimulai dari Sepakbola Hingga Cabang Lainnya yang Menjadi Bagian dari Pesta Sea Games 2023. 


Sampul Koran Kompas Edisi 28 April 2023


Mulai Hari Ini, Kompas Mencantumkan 2 Nama Jurnalis yang Siap Meliput Pesta Olahraga Sea Games 2023, D Reynaldo Triwibowo dan I Gusti Agung Bagus Angga Putra. Jika Piala Dunia Tahun lalu ada Ihsan Mahar dan Yuniadhi di Qatar, Berarti Tahun Ini, Giliran Sea Games dengan 2 Nama Jurnalis yang Disebutkan Tadi. dan Mungkin Akan Mendulang Sukses Lipsus Piala Dunia Tahun Lalu maupun Final Liga Champions periode 90an-2000an yang ada di Tabloid Bola (Adiknya Koran Kompas sebelum Distop pada 2018). Kalau Anda Ingat, ketika Final Sepakbola Liga Champions Eropa digelar di Berbagai Negara Eropa Bergantian Setiap Tahunnya, Tabloid Bola jadi Penyajinya berkat Para Peliputnya di Berbagai Negara Eropa yang Jadi Tuan Rumah Final, Seperti Dian Savitri di Edisi 1999 dan 2000, Rayana Djakasuria di Edisi 1994, 1995 dan 2001, Dwi Widiyatmiko pada Tahun 2003, Weshley Hutagalung pada 2004 dan 2009, Bobby Arifin (kini di Jawa Pos) pada Edisi 2008, dll. Paling Sering, Pasti Bung Rayana yang Meliput Final Liga Champions Sebanyak 3x. Selain Final Liga Champions Eropa, ada Juga Sea Games dari edisi 1987 hingga 2017 yang Rutin Diliput di Tabloid Bola ketika Indonesia ikut Bertarung bersama Beberapa Negara Asia Tenggara lainnya. Paling Ingat, ada Sea Games 1999 yang Diliput Tjandra M. Amin di Brunei.

Semoga Saja, Pas Sea Games 2023 Nanti, Kompas Akan Mendulang Sukses, Okay!

Jangan Lupa Baca Setiap Hari sampai Sea Games Berakhir...

Selasa, Mei 17, 2022

Kompilasi Headline Surat Kabar Tentang Tragedi Kekalahan Parah Indonesia di Final Thomas Cup 2022 dan Kecelakaan Bis PO Ardiansyah di Tol Sumo

 

Jawa Pos (16 Mei 2022)

Jawa Pos (17 Mei 2022)

Kompas (17 Mei 2022)

Republika (17 Mei 2022)

Media Indonesia (17 Mei 2022)

Pos Kota (17 Mei 2022)

Pikiran Rakyat (17 Mei 2022)

Kontan (17 Mei 2022)

Suara Merdeka (17 Mei 2022)

SuperBall (17 Mei 2022)

Tribun Timur (17 Mei 2022)



Ket : 
Nama-Nama Koran yang Tulisannya Muncul dan Disebutkan di Koran JP Radar Mojokerto (Pakansi) Edisi Minggu (Halaman 7).