Tampilkan postingan dengan label Jumat Berkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jumat Berkah. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 17, 2026

Arti Kalimat Lagha di Tarqiyah Sholat Jumat

Jika Sepekan sebelumnya bahas yang Arti Kalimat "Ansitu", Sekarang di Pekan ini giliran Bahas yang Kalimat "Lagha" Pas Tarqiyah Sholat Jumat. 

Saat Mau Adzan Kedua Jumat di Masjid-Masjid, Sang Bilal Jumat masih melantunkan Tarqiyah yang belum Selesai, tapi ada Kalimat "Lagha" saat sebelum mengucapkan Ansitu hingga 3x saat Akhir Pembacaan Tarqiyah. Apa Artinya Kalimat ini yang rutin diucapkan Sang Bilal Jumat di Masjid-Masjid (di Indonesia)? Mari Kita Simak Penjelasannya:

Kalimat "lagha" (لَغَا) yang diucapkan oleh bilal atau khatib saat salat Jumat merujuk pada istilah dalam fikih, bukan bagian dari bacaan salat.

Makna "lagha" adalah:
Berkata-kata atau melakukan sesuatu yang sia-sia saat khutbah Jumat sedang berlangsung.
Dalam konteks ini, "lagha" berarti seseorang telah melakukan perbuatan yang mengurangi atau menghilangkan kesempurnaan pahala mendengarkan khutbah, misalnya berbicara, mengobrol, atau mengganggu jamaah lain.

Istilah ini berasal dari hadis Kanjeng Nabi Muhammad SAW, yang artinya:
"Apabila engkau berkata kepada temanmu, 'Diamlah,' pada hari Jumat ketika imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah melakukan lagha."
Hadis ini diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Mengapa bilal mengucapkan "lagha"?
Di sebagian masjid, terutama yang mengikuti tradisi tertentu, bilal mengucapkan "lagha" atau mengingatkan jamaah agar tidak berbicara ketika khutbah berlangsung. Tujuannya adalah mengingatkan bahwa:
tidak berbicara saat khutbah,
tidak bermain ponsel,
tidak bercanda,
dan fokus mendengarkan khatib.

Perlu diketahui bahwa mengucapkan kata "lagha" oleh bilal sebelum khutbah dimulai atau sebagai pengumuman merupakan kebiasaan di sebagian daerah dan bukan rukun ataupun sunnah khusus salat Jumat. Yang disepakati dalam fikih adalah larangan berbicara ketika khutbah telah berlangsung.

Jadi, "lagha" berarti melakukan perkataan atau perbuatan yang sia-sia saat khutbah Jumat sehingga mengurangi adab dan pahala mendengarkan khutbah. Ucapan bilal tersebut merupakan bentuk pengingat kepada jamaah agar menjaga ketenangan dan menyimak khutbah dengan baik.

Itulah tadi, Penjelasannya Seputar Kalimat "Lagha" yang rutin diucapkan Sang Bilal Sholat Jumat saat Tarqiyah Sholat Jumat, Insya Allah Bermanfaat. 

Oh Ya, Jangan lupa Nanti Malam, saya akan datang ke Mushollaku Mengadakan Pengajian Rutin Jumat Malam Sabtu. 

Jumat, Juli 10, 2026

Arti Kalimat Ansitu saat Tarqiyah Sholat Jumat

Salam Jumat Berkah. Nah, Kalau Waktu Jumat Siang saat Adzan Kedua (jelang Pembacaan Khutbah Jumat) Belum dilantunkan, kan ada Tarqiyah yang dilantunkan oleh Sang Bilal Sholat Jumat di 1 Masjid. Yang di Negeri Jiran Malaysia itu tidak ada Lantunan Tarqiyah (seperti Masjid TMZA Putrajaya yang melakukannya), tapi di Indonesia itu ada Lantunannya yang sama, Masya Allah! Nah, Bicara Soal Kalimat "Ansit" yang dilakukan Sang Bilal tersebut di Masjid hingga 3x (atau 4x?), itu apakah ada Artinya? Nah Mari Kita Simak Penjelasannya berikut ini:

Arti "Ansitu"
Aslinya Ansitū / Ansitūwa (bahasa Arab: أَنْصِتُوا) — artinya: DIAMLAH, DENGARLAH, DAN TAATILAH.
 
Konteks di Tarqiyah Bilal Jumat
- Dibaca 3 kali sebelum khatib berdiri/naik mimbar: “Ansitū, wasma’ū wa athī’ū” → “Diamlah, dengarkanlah, dan taatilah”
- Ini bagian Tarqiyah: seruan resmi agar jamaah berhenti bicara, matikan HP, fokus siap mendengar khutbah 
- Setelah selesai, Bilal menyerahkan tongkat Jumat kepada khatib sebagai tanda izin naik mimbar
 
Dasar Hadis
Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu berkata ‘Ansit’ pada teman saat khatib sedang berkhotbah, maka kamu telah melakukan hal sia‑sia” — maksudnya: jangan ada suara apa pun, cukup diam dan dengarkan saja.
 
Singkatnya: Ansitu = perintah diam dan perhatian penuh menjelang khutbah dimulai.


Itulah Tadi Penjelasan tentang Kalimat "Ansitu" yang dilakukan oleh Sang Bilal Sholat Jumat di 1 Masjid, Insya Allah, Bermanfaat. 

Jumat, Februari 06, 2026

Yuk Bertaubat!

Ini kan Sudah Hari Jumat yang Berkah gitu dan Nanti Malam, kemungkinan ada Pengajian Rutin Jumat Malam lah (Insya Allah). Nah, kayaknya sih, Sesuai Resolusi gue di Tahun ini, Kita Harus Bertaubat dan Beristiqomah, Jangan dibikin Dosa! dan Satu lagi, Pas Waktu Adzan Subuh selesai tadi, di Mushollaku kan Sang Muazin Adzan Subuh lebih sering lantunkan Syair Abu Nawas (alias I'tiraf) hingga 3x (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya), Tapi ada Penyebutan "Taubat"nya hingga 3x juga. Apakah ada Cara Bertaubat yang biasanya disebutkan sang Muazin Adzan Subuh ketika Melantunkan Syair Abu Nawas 3x di Setiap Jumat setelah Adzan Subuh? Nah, Mari Kita Simak Penjelasan Seputar Taubat yang diintisari dari ChatGPT:

Bertaubat (taubat) adalah proses kembali kepada Allah dengan penuh kesadaran setelah melakukan dosa, disertai penyesalan, permohonan ampun, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dalam Islam, taubat merupakan pintu rahmat yang selalu terbuka selama seseorang masih hidup.

Allah SWT berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)


A. Makna Bertaubat
Secara bahasa, taubat berarti kembali. Artinya kembali dari jalan yang salah menuju jalan yang diridhai Allah.
Secara istilah:
Menyesali dosa, meninggalkannya, dan bertekad tidak mengulanginya, semata-mata karena Allah.


B. Syarat-Syarat Taubat yang Diterima
Para ulama menjelaskan ada tiga syarat utama, dan menjadi empat jika dosa berkaitan dengan hak sesama manusia:
-Menyesal atas dosa yang dilakukan
-Berhenti dari perbuatan dosa tersebut
-Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya
-Mengembalikan hak orang lain (jika berkaitan), atau meminta maaf


C. Cara Melakukan Taubat
Berikut langkah-langkah praktis:
1. Menyadari dan Mengakui Kesalahan
Akui dosa tersebut di hadapan Allah, tanpa mencari pembenaran.
2. Menyesal dengan Tulus
Rasakan penyesalan dari hati karena telah melanggar perintah-Nya.
3. Berhenti dari Dosa
Jika masih terus dilakukan, maka taubat belum sempurna.
4. Memohon Ampunan kepada Allah
Perbanyak istighfar, misalnya:
Astaghfirullahal ‘azhiim wa atuubu ilaih
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan aku bertaubat kepada-Nya.
5. Bertekad Tidak Mengulangi
Tanamkan niat kuat untuk menjauhi dosa itu di masa depan.
6. Perbanyak Amal Shalih
Shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan kebaikan lainnya akan menghapus dosa.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)


D. Kapan Waktu Taubat?
Taubat diterima selama:
-Nyawa belum sampai di tenggorokan
-Matahari belum terbit dari barat

Artinya, jangan menunda taubat.


E. Keutamaan Taubat
Allah mencintai orang yang bertaubat
Dosa dihapuskan
Hati menjadi tenang
Hidup lebih berkah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)


F. Kenapa Ramadhan Sangat Istimewa untuk Orang-Orang yang bikin Bertaubat? 
-Pintu-pintu surga dibuka
-Pintu-pintu neraka ditutup
-Setan-setan dibelenggu
-Pahala dilipatgandakan

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)


Nah, Itu Tadi Penjelasan Seputar Taubat. Insya Allah Bermanfaat untuk Umat Muslim dan Ramadhan nanti, kelak Bisa Bertaubat dan Beristiqomah. 

Jumat, Desember 26, 2025

Surah Al Ala dan At Takatsur di Jumat Subuh dan Kegiatan lain di Mushollalku

Tadi, Waktu Subuh saya datang ke Mushollaku (Al Amin Mojokerto), Imam Subuhnya Membacakan Surah Al Ala di Rakaat Pertama Subuh Setelah Baca Al Fatihah dan Surah At Takatsur di Rakaat Kedua Subuh Setelah Baca Al Fatihah. Kenapa Baca 2 Surah Tersebut yang rutin di Hari Jumat yang Berkah ini? Kan Tak ada Larangan sesuai Hukum Fiqih. Sebenarnya sih, Membacakan Surah As Sajdah dan Al Insan gitu! Ini Takdir Jadi Benar, Kalau Imam Subuh Baca Surah Al Ala dan At Takatsur di Hari Jumat Subuh di Mushollalku, kan Selalu Sering baca. Kalau Hari lain (selain Jumat) ada, kayak Baca Ad Dhuha yang Sering-Sering. Oh Ya, di Musholla Al Amin pada Akhir tahun ini, Mas Yon pun Lantunkan Doa Rajab di Subuh Saban hari selama Bulan Rajab berlangsung setelah Adzan Subuh berakhir. Sementara, Waktu Adzan lainnya, Pak Bambang atau Sabrun lah yang Bergantian (Jumat Ashar nanti, Pak Bambang atau Sabrun yang Kemungkinan jadi Muazinnya). Nah, Kalau Nanti Jumat Ashar, Pak Bambang yang Melantunkan Adzan, Pujian dan Iqomahnya, Tapi Nantinya saya akan Ikut Nyanyi seperti Backing Vocal (sebagaimana dalam Catatan sebelumnya yang pernah kita Buat) dan Nantinya, Saya akan Beriqomah gitu... Oh Ya, Sejak 20/12 lalu, Tidak ada Lagi Suara Baca Al Quran dan Lantunan Sholawat dari Bocil-Bocil di Mushollaku, kan Sedang Rehat Sejenak untuk Sambut Nataru.

Jumat, November 14, 2025

Mengenal Marhaban Ahlan Wa Sahlan

Kesinambungan dari Postingan Sebelumnya : KLIK DISINI 

Salam Jumat Berkah...

di Hari Jumat, Semestinya di Mushollaku (Al Amin) sering Melantunkan Syair Abu Nawas hingga 3x Sebelum Iqomah Subuh (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya), Ada Kue-Kue yang disimpan untuk Para Jamaah Sholat Subuh yang dilakukan Setelah Selesainya Sholat Subuh di Jumat, Melantunkan Sholawatan di waktu Sorenya Setelah Sholat Ashar (jika Setiap Senin hingga Kamis, Sholawatannya Sedikit), Melantunkan Adzan/Iqomah untuk Waktu Ashar, Maghrib dan Isya (yang Dzuhur tak ada, Karena fokus ke Sholat Jumat di Berbagai Masjid-Masjid) dan Mengadakan Majelis Ta'lim Rutinan Jumat Malam Sabtu yang isinya Bahas Tafsir Al Baqarah terus menerus (Digelar 2 Minggu sekali Yang di Luar Ramadhan, yang di Musholla Sebelah (Musholla Babussalam Kedungsari Mojokerto) ada Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib tapi Setelah Pengajian Rutin selesai, Langsung melantunkan Adzan/Pujian/Iqomah Isya dari Penceramahnya Pengajian Rutin Jumat Ba'da Maghrib di Musholla Babussalam Kedungsari Mojokerto, Tapi Kedengaran Suara Adzan Isya di Musholla Babussalam Kedungsari Mojokerto yang Khusus Setiap Jumat Malam Isya, Serasa mengingatkan kita pada Suara Adzan dari Musholla/Masjid di Sekitar Karangwidoro, Kab. Malang (sebagaimana dalam Pembahasan-Pembahasan Sebelumnya juga), dan Kemungkinan Jumat ini tidak mungkin digelar). 

Juni lalu, Kita mengulas tentang Kalinat "Marhaban Jaddal Husaini" yang rutin dilakukan, kini kita ulas tuntas Tentang Kalimat "Marhaban Ahlan Wa Sahlan" Yang Sering diucapkan Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuan di Musholla Al Amin Mojokerto yang sering dilakukan Setiap Jumat sore sebelum "Marhaban ya Khoiro Dai". Perkataan tersebut Bukan Kalimat "Marhaban ya Ramadhan" (Karena bulan Ramadhan tinggal hampir 100 hari lagi). Nah, Mari Kita Bahas Perkataan ini berdasarkan Intisari dari ChatGPT. 


1. Arti Kalimat "Marhaban ya Ahlan wa Sahlan"

Kalimat ini berasal dari bahasa Arab:

Marhaban (مَرْحَبًا) → “Selamat datang” atau “Sangat disambut”

Ahlan wa Sahlan (أَهْلًا وَسَهْلًا) → Secara harfiah: “Di antara keluarga dan kemudahan”, tapi maknanya idiomatik adalah “Kami menyambutmu dengan hangat” atau “Selamat datang dengan kemudahan dan keramahtamahan”.


Jadi, “Marhaban ya Ahlan wa Sahlan” secara keseluruhan berarti:
“Selamat datang! Kami menyambutmu dengan hangat dan penuh keramahtamahan.”

Dalam konteks sholawat atau pertemuan maulid Nabi, kalimat ini biasanya diucapkan untuk menyambut kedatangan Kanjeng Nabi Muhammad SAW secara simbolis melalui lantunan sholawat dan majelis dzikir (terutama di Setiap Jumat di Musholla Al Amin).


2. Apakah Kalimat Itu Termasuk Kitab Diba’an, Kitab Barzanji, atau Qasidah?

Kitab Diba’an → Merupakan kumpulan syair dan puisi yang berisi sholawat dan doa, sering dibaca di majelis dzikir dan sholawatan di Musholla.

Kitab Barzanji → Karya populer yang menceritakan sirah (kisah hidup) Kanjeng Nabi Muhammad SAW secara syair atau prosa dan dibaca di peringatan Maulid Nabi atau diluar peringatan Maulid Nabi.

Qasidah → Puisi klasik Arab/Islam yang biasanya mengandung pujian, hikmah, atau sholawat, contohnya Ya Badrotim yang sering dilantunkan juga oleh Semua Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuan dari Musholla Al Amin Mojokerto yang sering dilakukan Setiap hari Jumat Sore sebelum Sholawatan rampung. 


Kalimat “Marhaban ya Ahlan wa Sahlan” sendiri bukanlah sebuah kitab atau qasidah lengkap.

Ini lebih tepat sebagai ucapan pembuka atau salam yang sering dimasukkan di awal majelis sholawat atau qasidah.

Bisa dibacakan di awal Qasidah Maulid Nabi, Kitab Barzanji, atau Diba’an sebagai bentuk penyambutan (tapi yang di Musholla tetap ada Setiap Jumat?). 


Jadi ringkasnya:

> “Marhaban ya Ahlan wa Sahlan” = ucapan selamat datang/penyambutan, bukan kitab atau qasidah. Tapi sering muncul di awal pembacaan kitab-kitab sholawat seperti Barzanji atau Diba’an.


Itulah tadi, Penjelasan Singkat tentang Kalimat "Marhaban Ahlan Wa Sahlan" yang Kerap diucapkan Bocil-Bocil dan Sang Guru Ngaji Perempuan di Musholla Al Amin Mojokerto yang dilakukan Setiap Jumat Sore. Insya Allah, Makin Bermanfaat! 

Jumat, Agustus 08, 2025

Ya Badrotim (di Jumat Sore) vs Lagu Kebyar Kebyar/Merah Putih (di Agustus)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Ini udah Jumat Sore/Malam, Karena Nantinya akan ada Pengajian Rutin pada Malam Sabtu Nanti, Insya Allah... Nah, Ngomong Ngomong, di Waktu Sholawatan Saban Jumat Sore setelah Melantunkan 4 Marhaban + Dzikir/Doa di Mushollaku (Al Amin Mojokerto), Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuan Melantunkan "Ya Badrotim" yang menjadi Anthemnya Waktu Jumat Sore di Musholla Al Amin dan Sekitaran Jl. Kedungsari Mojokerto, Masya Allah, kan Rasanya auto Lagu-Lagu Nasionalisme? Sementara, Lagu "Kebyar Kebyar" sama "Merah Putih" memang Sama-Sama dibuat Sama Mendiang Gombloh untuk Membawa Semangat Kemerdekaan Indonesia, apalagi mesti diputar Sering Sering Setiap Tahunnya di Bulan Agustus ataupun di Perayaan Hari Pahlawan. Nah, Mari Kita Bahas yang diintisarikan oleh Chat GPT.

01. Asal Usul dan Konteks Budaya

Sholawat Ya Badrotim
-Asal : Tradisi Islam, Khususnya dalam Budaya Pesantren, Komunitas Muslim dan Semua Anak-Anak dari Musholla di Indonesia.
-Konteks : Dibacakan atau Dilantunkan sebagai Bentuk Cinta Kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sering sering diwaktu Jumat Sore di Musholla Al Amin Sebelum Selesainya Sholawat dengan Doa Akhir (Sholawat).
-Rasa : Spiritualitas, Ketenangan Hati, Kekhusyukan dan Cinta Ilahi.

Kebyar Kebyar/Merah Putih (Gombloh)
-Asal : Lagu Nasionalis tapi Modern, Ciptaan Mendiang Gombloh yang dirilis di era 70an-90an. dan dinyanyikan Oleh Mendiang Gombloh untuk Lagu Kebyar Kebyar dan Tyas Dratistiana, Semua Artis-Artis Musica Studios (tahun 1994-1995) dan Trio Kwek Kwek untuk Lagu Merah Putih.
-Konteks : Diputar Saat Perayaan Bulan Agustus Setiap Tahunnya ataupun Hari Pahlawan, Untuk Membangkitkan Semangat Patriotisme dan Kebanggaan Sebagai Bangsa.
-Rasa : Energi, Semangat Juaang dan Kebanggaan Indonesia.

02. Isi dan Tujuannya

Sholawat Ya Badrotim
-Isi : Liriknya pun Penuh Pujian Kepada Kanjeng Nabi, Menggunakan Bahasa Arab (Klasik) yang penuh Sastra (dengan Lagunya yang Memungkinkan).
-Tujuan : Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT dan Rasulnya serta Memperhalus Jiwa.

Kebyar Kebyar/Merah Putih
-Isi : Lirik Penuh Semangat Tentang Kemerdekaan, Perjuangan dan Cinta Tanah Air Indonesia.
-Tujuan : Membakar Semangat Nasionalisme dan Meningat Jasa Para Pahlawan-Pahlawannya.

03. Suasana dan Efek Emosional

Sholawat Ya Badrotim
-Membawa Suasana damai, reflektif dan Kadang haru.
-Cocok Untuk Kontemplasi Spritual, Hanya ada di Waktu Jumat.

Kebyar Kebyar/Merah Putih
-Menunggugah Semangat dan Membakar Semangat Kolektif.
-Mengajak Orang untuk jadi Bangga dan Berdiri tegak sebagai Warga Negara.

04. Simbolisme

Sholawat Ya Badrotim
-Simbol Cinta dan Rindu Kepada Kanjeng Nabi.
-Representasi Religiusitas Masyarakat Muslim di Indonesia.

Kebyar Kebyar/Merah Putih
-Simbol Perjuangan, Kemerdekaan dan Nasionalisme.
-Representasi Kebanggaan Terhadap Identitas Indonesia.

Kesimpulannya:

Meski Berbeda Secara Konteks, satu Bersifat Spiritual Religius dan satunya Bersifat Nasionalistik Patriotik. Keduanya punya Nilai Kebersamaan dan Pengikat Identitas.

01. di Musholla Al Amin Mojokerto (di Setiap Jumat Sore ketika Menjalankan Sholawatan), Ya Badrotim Menautkan hati hati Manusia kepada Tuhan dan Rasul. Cengkok dalam Syairnya Ya Badrotim ala Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuannya di Musholla ini, Auto Lagu-Lagu Nasionalisme Indonesia.

02. di TV-TV Nasional, Radio-Radio Lokal, CD/Kaset dan di Platform Digital, Kebyar Kebyar dan Merah Putih (sama sama dibuat oleh Mendiang Gombloh) menyatukan Rakyat dalam Semangat Kemerdekaan Indonesia.

Walaupun Bagaimana, Sepanjang Agustus ini di Musholla Al Amin di Waktu Jumat Sore, Sering-Seringlah Melantunkan Ya Badrotim dari Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuannya di Musholla ini di Akhir Waktu Sholawatan Jumat Sore daripada Lagu-Lagu Nasionalisme Indonesia yang Rutin diputar Sepanjang Agustus ini (seperti Lagu Tanah Airku, Bagimu Negeri, Syukur, Bangun Pemudi Pemuda, dll.). Kedengaran Suara Ya Badrotim dari Musholla Al Amin ke Sekitaran di Jl. Kedungsari Mojokerto di Waktu Jumat Sore, Memang auto Lagu-Lagu Nasionalisme Indonesia... Sedangkan, yang Lagu-Lagu Nasionalisme Indonesia, semestinya Sering diputar Setiap hari selama Bulan ini. Masya Allah...

Jangan Lupa, Malam ini (Insya Allah) ada MTHQA 2025 di PWTC KL ada 1 Peserta Terakhir dari Indonesia, yakni Nur Rahmiyatin Adhya yang Berasal dari Kaltim. Pada Kemarin Malam di Event yang Sama di Tempat yang Sama (bersamaan dengan KLFW 2025 hari ke-4 dan Konser Showcase Inilah Kita 2025), ada 1 Peserta dari Indonesia yang duluan Tampil Sebelumnya, yakni Ahmad Azroi Hasibuan dari Jakarta. Kemarin, Saya Menontonnya via FB Live JAKIM Malaysia (aka Kemenag RI/MUInya versi Malaysia). Masya Allah, Merdu Banget Bacaan Al Qurannya... Saksikanlah Malam ini Jam 8.30 Malam Waktu KL (7.30 Malam WIB) di FB Live JAKIM Malaysia dan juga di Jam 8.45 Malam Waktu KL (8.45 Malam WIB) di RTM TV1. Ayo Dukung, Calon Juara MTHQA (MTQ Internasional Malaysia/Majlis Tilawah-Hafazan Al Quran Kebangsaan Antarabangsa) 2025 dari Indonesia, agar Bisa Raih Juara kelak Besok Malam dan Menjadi Kado Manis di Perayaan 8 Dekade lahirnya Indonesia.

P/S:
Inikan Postingan Blog Baru (lagi). Yang Sebelumnya, pernah dibuat Postingan dan sering dihapus... Masya Allah... Lebih baik, Buat Blog Baru (lagi) di Hari ini, kan ini Cuman Final doang... dan Satu lagi, Senin/Selasa nanti, Kemungkinan bakal (Kembali) diservis Laptop, Insya Allah...

Jumat, Juli 11, 2025

Jumat adalah Rezeki dari Allah dan Hari Penuh Berkah saat Berdagang Pasca Sholat Jumat, Kenapa Tidak?

Ini Hari Jumat (Paling) Berkah Bro Sis, Yuk Bahas... Pembahasan Blog ini diintisarikan oleh ChatGPT yang Sudah dibuat Tadi.

Pernyataan Bahwa Hari Jumat adalah Harinya Rezeki dari Allah saat Berdagang pasca Sholat Jumat memiliki dasar dalam Islam, tetapi perlu dipahami secara Proporsional dan Tidak Berlebihan.


A. Dasar Agama : Al Quran dan Hadist

Dalam Surah Al Jumuah ayat 10, Allah SWT berfirman :

"Apabila Salat telah ditunaikan, Maka bertebaranlah kamu di Muka Bumi dan Carilah Karunia Allah, dan Ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu Beruntung." (QS Al Jumuah: 10)

Penjelasan dan Makna :

-Ayat ini turun berkaitan dengan Aktivitas Setelah Sholat Jumat

-"Carilah Karunia Allah" dimaknai oleh Banyak Ulama sebagai Bolehnya Berdagang atau Bekerja Kembali setelah Sholat Jumat Selesai

-Setelah Sholat Jumat Selesai, Umat Islam dibolehkan Kembali Bekerja, Berdagang dan Beraktivitas untuk Mencari Rezeki

-"Karunia Allah" dalam ayat ini diartikan Sebagai Rezeki dan Peluang Usaha

-Hari Jumat dianggap Istimewa karena ada Momen Berkah seperti: 

 -Waktu Mustajab Doa

 -Hari diciptakannya Nabi Adam

 -Hari Kiamat akan Terjadi di Hari Jumat

Namun, Tidak ada Dalil yang Secara Eksplisit Menyatakan bahwa "Berdagang setelah Sholat Jumat pasti Mendatangkan Rezeki lebih dibanding Hari-Hari lain." Itu adalah bentuk Motivasi dan Keyakinan Positif, bukan Hukum Syariat.

B. Praktik di Masyarakat

di Banyak Masyarakat Muslim (termasuk Indonesia):

-Pasar Jumat atau Jualan Pasca Sholat Jumat memang lebih Ramai, Karena:

 -Banyak Orang Keluar Masjid dan Mungkin ingin Membeli Sesuatu

 -Suasana lebih santai, Semasam "Akhir Pekan Religius"?

-Ini bisa Menjadi Momen Strategis untuk berdagang, secara Sosiologis, bukan Semata-Mata karena Hari Jumat itu "Magis".

C. Catatan Penting

-Jangan Sampai Karena yakin "Jumat adalah Harinya Rezeki", lalu Mengabaikan Usaha di Hari lain.

-Rezeki itu datang dari Allah Setiap hari, dengan Ikhtiar dan Tawakal, bukan Karena Harinya Saja.

-Pastikan Sholat Jumat ditunaikan dahulu, karena Berdagang sebelum Sholat (saat Adzan Kedua) dilarang dalam Islam:

"Hai Orang-Orang yang Beriman, apabila diseru untuk Menunaikan Sholat Jumat, Maka bersegeralah kamu Kepada Mengingat Allah dan Tinggalkanlah Jual Beli." (QS. Al Jumuah: 9)

D. Hukum Berdagang

Sebelum Adzan Kedua Jumat (Boleh, Masih diperbolehkan Berdagang)

Setelah Adzan Kedua Jumat (Tidak Boleh (alias Haram), Berdagang dilarang bagi Laki-Laki yang Wajib Melaksanakan Sholat Jumat (QS. Al Jumuah ayat 9))

Setelah Sholat Jumat Selesai (Boleh (Halal), diperbolehkan Kembali berdagang, Seperti dalam QS Al Jumuah ayat 10))


Kesimpulan :

Benar! Secara Umum bahwa Hari Jumat adalah Hari Penuh Keberkahan, dan Boleh Berdagang Setelah Sholat Jumat, Bahkan Bisa jadi Lebih Ramai. Namun, Tidak ada Jaminan Rezeki lebih Hanya karena Harinya. Yang Paling utama adalah Niat, Usaha yang Halal dan Tawakal Kepada Allah SWT. Yang Boleh Berdagang Setelah Sholat Jumat, Bahkan hal ini didorong dalam Al Quran, Selama :

-Tidak Mengganggu Kewajiban Ibadah (Sholat Jumat Sudah ditunaikan)

-Dilakukan dengan Cara yang Halal dan Jujur

-Disertai dengan Dzikir dan Kesadaran Pada Allah, Bukan Melupakannya Karena Sibuk Mencari Dunia


Jadi, di Hari Jumat Bukan Cuma adalah Harinya Rezeki dari Allah disaat Berdagang Pasca Sholat Jumat, tapi Hari Penuh Berkah apabila Mau Jumatan, Kenapa Tidak?

Yuk Amalkan Sedekahnya dan Banyak Doanya!

Jumat, Juni 13, 2025

Mengenal Marhaban Jaddal Husaini

Salam Jumat (Hari Paling) Berkah Gais...

Kayaknya, Setiap hari Jumat saja kan di Musholla Al Amin Mojokerto ada Banyak kegiatannya, Seperti Adzan dan Sholat Subuh Berjamaah dengan Lantunan Syair Abu Nawas sebelum melaksanakan Iqomah di Waktu Sholat Subuh, Pak Bambang (atau Lainnya) yang rutin Melakukan Lantunan Adzan, Pujiannya dan Iqomah di Waktu Ashar, Maghrib dan Isya (Kadang bisa), Saya Bisa Beriqomah (Apabila Ikut-Ikutan Pujian Waktu Ashar/Maghrib bersama Pak Bambang, Cuman Backing Vocal), Melaksanakan Sholawatan yang Ya Robbi Sholli Ala Muhammad (Nadanya Seperti Lagu Sepohon Kayu milik Saujana, Sebagaimana Keduanya yang Pernah Dibahas Sebelumnya), Ya Rasulullah Salamunalaik (Nadanya Seperti Lagu Zaman Wis Akhir), Sholatullah Sholatullah (Nadanya Seperti Lagunya Wali Band 16 tahun silam, Sebagaimana yang Dibahas Sebelumnya), Ya Nabi Salam Alaika, 4 Marhaban (Marhaban Ya Nurul Aini, Marhaban Jaddal Husaini, Marhaban Ya Ahlan Wasahlan dan Marhaban Ya Khoiro Dai) dan Ya Badrotim (Anthemnya di Mushollaku dan Jl. Kedungsari Mojokerto Setiap Jumat Sore seperti Lagu-Lagu Nasionalisme Indonesia), dan Kegiatan Pengajian Rutin Malam Sabtu Setelah Isya (Jika ada atau Tidak ada, Jumat ini kan kayaknya Tak ada Pengajian Rutinnya).

Nah, Ngomong-Ngomong, kayaknya Perkataan "Marhaban Jaddal Husaini" yang Kerap dilakukan Bocil-Bocilnya (termasuk Guru Ngaji Perempuan) Musholla Al Amin pada Waktu Jumat Sore-Sore, Kenapa Sih? Apakah Perkataan ini Adalah Bagian dari Kitab Diba'an atau Kitab Barzanji (Rawi) atau Qasidahan? atau Adakah Kakek Nabi Muhammad sah Milik Hasan dan Husaini? atau Mengenal Kitab Barzanji dengan Perkataan yang disebutkan diatas Tadi? Kayaknya sih Kemungkinan, Semestinya ada dari ChatGPT Kayaknya... Yuk Kita Simak Penjelasannya yang dikutip dari ChatGPT yang aku Buat.


A. Asal Kalimat "Marhaban Jaddal Husaini"

Kalimat "Marhaban Jaddal Husaini" Sering dilantunkan dalam Qasidah Maulid atau Marhabanan, Khususnya di Indonesia tapi Terutama Perkataan ini Sering dilantunkan/diucapkan Bocil-Bocil bersama Guru Ngaji Perempuan dari Musholla Al Amin Mojokerto yang Muncul Saban Jumat Sore. Terjemahannya adalah:

"Selamat Datang Wahai Kakeknya Al-Husain" atau "Tersambutlah Wahai Kakek Husain"

-Kitab Diba' (Maulid Ad-Diba'i)
Karya Imam Abdurrahman Ad-Diba'i, Memang Mengandung Pujian-Pujian kepada Nabi dan disebutkan bagian tentang Keturunan Beliau.

-Kitab Barzanji, Karya Syaikh Ja'far Al-Barzanji, Juga Berisi Pujian terhadap Nabi dan Silsilah Keluarga beliau. 

Namun, frasa "Marhaban Jaddal Husaini" yang disebutkan Bocil-Bocilnya Musholla Al Amin (plus Guru Ngaji Perempuannya Musholla Al Amin) itu Secara Spesifik tidak tertulis Secara Eksplisit dalam Kedua teks asal tersebut. Kalimat itu Lebih Merupakan Ungkapan Populer dalam Tradisi Marhaban (khususnya di Nusantara), berasal dari Pengembangan Syair atau Improvisasi Qasidah, Bukan Teks Asli dari Kitab Barzanji atau Diba'an. Jadi, Bukan dari Teks Asli Kitab Barzanji maupun Diba' dan Kemungkinan besar berasal dari Syair Tambahan (Improvisasi) dalam Tradisi Maulid di Indonesia.


B. Siapa Jaddal Husaini? Apakah Kakeknya Sayyid Hasan Husaini atau Kakek Nabi Muhammad?

Frasa "Jaddal Husaini" (Kakeknya Husain) yang dilantunkan Bocil-Bocil dan Guru Ngaji Perempuannya Musholla Al Amin Mojokerto yang Sering hadir Saban Jumat Sore memang Merujuk pada Rasulullah SAW Karena:

-Sayyid Husain bin Ali adalah Cucu Kanjeng Nabi dari Putrinya, Fatimah az-Zahra dan Menantunya, Ali bin Abi Thalib.
-Maka, Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah "Jaddal Husaini" - Kakek dari Husaini

Bagaimana dengan "Hasan Husaini"? Apakah dia Kakek Nabi?

Kemungkinan Anda Sedang Bertanya : 

"Apakah Hasan Husaini adalah Tokoh yang disebut Sebagai Kakeknya Kanjeng Nabi dalam Kitab Barzanji?"

Tidak! Nama "Hasan Husaini" adalah Nama Keturunan dari Sayyidina Hasan atau Sayyidina Husain, 2 Cucu Rasulullah SAW. Tokoh-Tokoh yang Memakai Nama Seperti Sayyid Hasan Husaini, biasanya adalah Dzurriyyah (Keturunan) Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang Mengambil Silsilah dari Husain (Karena lebih terpelihara secara Sejarah)

Kesimpulannya :

-Kalimat "Marhaban Jaddal Husaini" bukan berasal dari Teks Asli Kitab Rawi (Barzanji) atau Diba'an, Tetapi Syair Populer yang Berkembang dalam Budaya Maulid di Indonesia (terutama di Musholla Al Amin yang Sering dimunculkan Saban Jumat dan di Rumahnya Mendiang Pakde Mamap di Pulorejo dikala Ngabuburit pada Ramadhan lalu).
-"Jaddal Husaini" Secara Langsung merujuk pada Kanjeng Rasulullah SAW, Karena beliau adalah Kakek dari Sayyidina Husain bin Ali
-"Hasan Husaini" bukan Kakeknya Kanjeng Nabi, Melainkan bisa jadi Nama dari Keturunan Nabi Muhammad SAW, terutama dari Jalur Husain.


C. Cerita Hasan dan Husaini

Hasan bin Ali dan Husaini bin Ali adalah :

-Putra dari Ali bin Abi Thalib (Sepupu sekaligus Menantu Nabi)
-Ibu Mereka adalah Fatimah Az Zahra, Putri Kesayangan Rasulullah SAW

Jadi :
-Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah Kakek dari Hasan dan Husaini, bukan Sebaliknya.
-Keduanya disebutkan dalam Banyak Hadits sebagai Pemuda Penghulu Surga:
"Al Hasan wal Husain sayyida syababi ahlil-jannah." (Hasan dan Husain adalah 2 Pemuda Pemimpin Penghuni Surga) (HR. Tirmidzi)


D. Cerita Hasan dan Husaini yang disebut Sebagai Kakeknya Kanjeng Nabi

Secara Ilmiah dan Historis, Tidak ada Riwayat atau Kitab yang Menyebut Hasan/Husain sebagai Kakek Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Namun, Bisa jadi Muncul Kekeliruan Karena :

1. Salah Paham terhadap "Jaddal Husaini"
-Kata ini berarti "Kakek dari Al Husain", yakni Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
-Tapi kalau Seseorang tidak Memahami tata Bahasa Arab, ia Bisa saja Menyangka Sebaliknya Bahwa Husain adalah "Jadd" (Kakek) Kanjeng Nabi, padahal Seharusnya Kanjeng Nabi adalah "Jadd" (Kakek) Hussain.

2. Nama "Hasan Husaini" disangka Tokoh Tertentu
-Ada Banyak orang Bernama Hasan Husaini, terutama di Kalangan Habaib/Dzuriyyah Rasulullah.
-Bisa Jadi Nama tersebut disangka sebagai Tokoh Tua, lalu Muncul salah sangka Bahwa "Hasan Husaini" adalah Kakek Nabi.


E. Siapa Sebenarnya Kakek Kanjeng Nabi Muhammad SAW?

Kakek Kanjeng Nabi paling Terkenal adalah :
Abdul Muththalib bin Hasyim (Dialah yang Mengasuh Kanjeng Nabi saat yatim piatu, dan merupakan Pemimpin Quraisy)

Dalam Nasab Lengkap Nabi, para Kakeknya diantaranya:

-Abdullah (Ayah)
-Abdul Munththalib (Kakek Utama)
-Hasyim
-Abdul Manaf
-Qushay
-Kilab, dst. - Hingga Mencapai Adnan, leluhur dari Suku Arab Utara (Adnani)

Kesimpulannya :

-Hasan dan Husain bukan Kakeknya Kanjeng Nabi, Melainkan Cucunya Kanjeng Rasulullah SAW.
-Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah "Jaddal Husaini" (Kakek Husain), bukan Sebaliknya.
-Kalimat Seperti "Hasan dan Husaini adalah Kakek Nabi" adalah Kesalahan Pemahaman, mungkin akibat Pengaruh Budaya lisan atau terjemahan yang Tidak tepat.


Masya Allah, Kenapa "2 Kakek Nabi bernama Hasan-Husaini"? itu Kemungkinan Besar Salah Kaprah deh... Yuk Lanjut Bahasannya....


F. Mengenal Barzanji

Kitab Barzanji juga Disebut Maulid Barzanji atau Secara Lengkap Iqdul Jawahir fi Maulidin Nabiyyil Azhar adalah Sebuah Karya Sastra Keagamaan yang berisi Puja-Puji, Doa-Doa dan Kisah Perjalanan Hidup Kanjeng Nabi Muhammad SAW mulai dari Silsilah, Masa Kecil, Kenabian hingga Wafatnya. Ditulis Oleh Syaikh Ja'far Al-Barzanji (w. 1763M), Keturunan Nabi dari Keluarga Al-Husaini asal Barzanji (Kurdistan), Kitab ini awalnya dikenal lewat nama Penyusunnya. Disusun untuk Memperdalam kecintaan umat Terhadap Nabi, Barzanji menjadi Bacaan Populer dalam Peringatan Maulid, Malam Jumat, Khitanan dan Acara-Acara Religius lainnya. 


G. Makna "Marhaban Jaddal Husaini"

Frasa ini Muncul dalam Bagian Pembukaan yang disebut Mahallul Qiyam atau Pembacaan Penyambutan, Contohnya (yang di Waktu Pelaksanaan Sholawat di Mushollaku (Al Amin) setelah Melantunkan Ya Nabi Salam Alayka Saban Jumat Sore dan di Lirik Lagunya yang Dibuat Postingannya pada akhir Tahun lalu):

Allahumma Sholli ala Muhammad!

Marhaban ya Nurul Aini...
Marhaban Jaddal Husaini...
Marhaban Ahlan Wasahlan...
Marhaban ya Khoiro Dai...

Artinya : 

Ya Allah, Limpahkanlah Rahmat Kepada Nabi Muhammad!

Selamat Datang, Wahai Cahaya Mataku...
Selamat Datang, Wahai Kakek Hasan-Husain...
Selamat Datang, Selamat Datang...
Selamat Datang, Penyeru terbaik ke Jalan Allah...

Kata "Jaddal Husaini" berarti "Kakek Husain", penghormatan Kepada Nabi yang Merupakan Kakek dari Husain bin Ali SAW. Frasa ini Menjadi Ungkapan Rasa Hormat dan Kebahagiaan Menyambut Keagungan Kanjeng Nabi SAW.


H. Konten dan Fungsinya Kitab Barzanji

-Narasi Sirah Nabawiyah dalam Bentuk Syair dan Prosa yang Mudah diingat
-Sholawat dan Doa-Doa seperti "Marhaban ya..." untuk Menebarkan Rasa Cinta dan Syukur
-Penyebaran Luas : Populer di Nusantara dan Belahan Dunia Islam lainnya, yang Menjadi Rujukan Utama Tradisi Maulid dan Hadrah. 

Kesimpulannya:

1. Kitab Barzanji adalah Kitab Maulid yang Bersifat Naratif dan Syair, Memuat Puji-Pujian serta Kisah Kanjeng Nabi Muhammad SAW, disusun oleh Syeikh Ja'far Al-Barzanji.

2. Frasa Marhaban Jaddal Husaini adalah Bentuk Penghormatan dan Sambutan, Khususnya pada Bagian awal Kitab saat Pembacaan Maulid (yang biasanya di Waktu Jumat Sore di Mushollaku atau Waktu Jelang Berbuka Puasa).

3. Kitab ini Menjadi Media untuk Menumbuhkan Kecintaan kepada Kanjeng Nabi, digunakan dalam Berbagai Kegiatan Keagamaan, terutama Peringatan Maulidur Rasul Setiap tahun di 12 Rabiul Awal maupun saat Kegiatan Sholawatan di Mushollaku Saban Jumat Setelah Ashar. 


Itulah Tadi, Penjelasan dan Mengenal Lebih dekat antara Perkataan "Marhaban Jaddal Husaini" yang Biasanya diucapkan/dilantunkan Para Bocil-Bocilnya (plus Guru Ngaji Perempuan) Musholla Al Amin Mojokerto di Waktu Jumat Sore dan juga Penjelasan Kitab Rawi (Barzanji). Penjelasan-Penjelasan ini Makin Bermakna dan Makin Bermanfaat buat Umat Islam semua, Insya Allah...

Source : ChatGPT dan Diolah dari Berbagai Sumber.

Jumat, Maret 15, 2024

Ceramah/Pengajian Rutin Jumat di Musholla Al Amin Saat Bulan Ramadhan (Update)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK DISINI

Hari Ini, Hari Keempat Bulan Ramadhan, di Musholla Al Amin Mojokerto (Dekat Rumah Kita) ada Ceramah/Pengajian Rutin Jumat Setelah Sholat Subuh di Momen Bulan Suci Ini. Kan Ini Jumat Pertama di Ramadhan Tahun ini. Kalau Tahun lalu Sih, Ditaruh saat-saat Ngabuburit, Mantap! kan Sambil Main GTA 5 Kalau tidak Salah... Waktu (Durasi) Ceramah/Pengajiannya Cuma 30-35 Menit... Ceramah Ini pun Tidak Bertemakan atau Bermuatan Politik ketika Pemilu 2024 masih Berjalan Proses Tahapannya Hingga 20 Oktober nanti (Sesuai dengan PKPU Nomor 3 Tahun 2022). Menurut Info dari Berbagai Media Digital, Bahwa Menag Berpesan, Ceramah yang Disampaikan Harus Menjunjung Tinggi Ukhuwah Islamiyah dan Dilarang Bermuatan Politik Praktis. Dipanduan itu Juga Umat Muslim Dianjurkan untuk Meningkatkan Syiar di Bulan Ramadhan dengan Tetap Memperhatikan Aturan yang Tertuang dalam SE Menag RI. Jangan Sampai Ceramah/Pengajian Rutin Jumat di Musholla ini yang Masih Bertemakan Dunia Politik Indonesia dari Tafsir Al Baqarah! Itu Tidak Baik... yang Lebih Baik Tetap Temanya Islam (yang Berhubungan dengan Bulan Ramadhan atau lainnya) dan Tafisr Al Baqarah, Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Dibuat pada Awal Januari lalu. Bahasa dalam Pengajiannya adalah Bahasa Jawa Halus dan Bahasa Indonesia termasuklah Bahasa Arab. Bahkan Bisa Menggunakan Suara Ketawa Bisa Humor jadinya Karena Layak Jadi Stand Up Comedian, Lucu dong! Selama Pengajian Rutin Jumat di Ramadhan itu Pakai Suara Ketawa Layaknya Program Komedi Spesial Ramadhan (Saat waktu Sahur) atau Stand Up Comedy yang Biasanya Nongol di Layar Televisi. Sebelum Memulai Ceramanya di Hari Jumat, Imam Sholat Subuh di Musholla Ini Harus Menyebut "Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Kyai-Kyai, Ulama-Ulama dan Sesepuh-Sesepuh Ulama" (Bukan Para Pendukung-Pendukung 3 Capres dan Wapres di Pemilu 2024). Saat Ceramah/Pengajian Rutin di Musholla Ini, Boleh Didengarkan di Rumah-Rumah se Jl. Kedungsari Apalagi Pagi di Jumat Semakin Semangat! Jangan Lupa, Ceramah/Pengajian Rutin Setiap Jumat Sehabis Imsak dan Subuh Selama Ramadhan. Jangan Sampai Waktunya Diundur ke Sore Sebagaimana Tahun Sebelumnya... Selain Itu, Setelah Ceramah/Pengajian Rutin Jumat Pagi Ramadhan, ada Pembacaan Al Quran dari Qoriah-Qoriah di Musholla Ini. Waktunya Dilakukan Setiap Hari Sepanjang Bulan Suci Ini. Wallahualam...


Update :

Jumat Ini, Masih Ceramah dan Pengajian Jumat (Ramadhan) Sehabis Imsak/Subuh di Musholla Al Amin. Tidak Ada Pembahasan Tafsir Al Baqarah ataupun Surah-Surat Al Quran Lainnya, Tapi Membahas Tentang Mandi Janabah atau Wajib di Hari Jumat dan Tema-Tema Islam Lainnya Saat Saat Ramadhan Masih Berlangsung. Jumat Lalu, Temanya Puasa Sunnah dan Wajib. dan Perlu Diingat, Durasi pengajiannya Jadi 30-45 Menit Saja.

Jumat, Februari 02, 2024

Antara Pemasangan APK di Jalanan, ke Indomaret Fresh, Khutbah Jumat Tentang Raja Baru Malaysia dan Menanti Pengajian Malam Sabtu Kliwon (Kemungkinan) di Musholla Al Amin atau Makan Malam (Kemungkinan)

Hari Ini Aku Akan Menulis Blog Baru Tapi Masih Berhubungan Dengan Kampanye Pemilu 2024 yang Berjalan ditambah Pembahasan Tentang Raja Malaysia yang Baru Diposting 3 Hari lalu. 

Untuk Pembahasan yang Sebelumnya Dibuatkan, Klik pada Tautan : 1 dan 2

Tadi Aku Sholat Jumat Sekaligus ke Indomaret Fresh bareng Papiku... Kan Semestinya Bawakan Smartphoneku yang Aku Pakai Sejak Setahun lalu. Saat Menjelang Sholat Jumat di Masjid At-Taufiq Mojokerto, Gue Lihat APK-APKnya Pemilu 2024 yang Bermacam-Macam. Ada APK Caleg Dapil Jatim 8 (DPR), Dapil Jatim 10 (DPRD Jatim) dan Dapil Magersari (DPRD Kota Mojokerto). Tadi, Sebelum Memulai Jumatan, Malah Berfoto Pake Smartphoneku, Dengan Fitur Potret.

APK di Jalan Kedungsari

Merujuk Pada PKPU Nomor 15 Tahun 2023 Pasal 34 hingga 36 Bahwa Peserta Pemilu dapat Memasang Alat Peraga Kampanye di Tempat Umum. Alat Peraga Kampanye Meliputi Reklame, Spanduk dan Umbul-Umbul. Desain dan Materinya Pada APK Paling Sedikit Memuat Visi, Misi, Program dan Citra Diri Peserta Pemilu. KPU Dapat Memfasilitasi Pemasangan APK. Dalam Hal Ketentuan Dilaksanakan Oleh KPU, Biaya Pembuatan Desain dan Materi APK ditanggung Oleh Peserta Pemilu. Fasilitasi KPU berupa Penentuan Lokasi dalam Pemasangan Alat Peraga Kampanye Pemilu. Lokasi Pemasangan APK Pemilu Sebagaimana dimaksud pada ayat 1 Wajib dipasang di Lokasi yang Tidak Dilarang berdasarkan Peraturan Komisi ini dan Peraturan Perundang-Undangan Terkait. Lokasi Pemasangan APK Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat 1 Ditetapkan dengan Keputusan KPU Propinsi untuk Kampanye di Wilayah Propinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk Kampanye Pemilu di Wilayah Kabupaten/Kota. Lokasi Pemasangan APK Pemilu Ditetapkan Setelah Berkoordinasi Dengan Pemerintah Daerah. Pemasangan APK Pemilu oleh Pelaksana Kampanye Pemilu Sebagaimana Dimaksud pada ayat 1 Dilaksanakan dengan Mempertimbangkan Etika, Estetika, Kebersihan dan Keindahan Kota atau Kawasan Setempat sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Pemasangan APK Pemilu pada Tempat menjadi Milik Perseorangan atau Badan Swasta harus Mendapatkan izin dari Pemilik Tempat Tersebut. APK Pemilu Wajib dibersihkan Oleh Peserta Pemilu Paling lambat 1 Hari sebelum Hari Pemungutan Suara, Peserta Pemilu yang Melanggar Ketentuan Dikenai Sanksi Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Dalam Hal telah Dijatuhkan Sanksi Sesuai dengan Ketentuan Perundang-Undanganm Ala Peraga Kampanye Pemilu masih belum dibersihkan Oleh Peserta Pemilu, Alat Peraga Dimaksud tidak dapat dituntut untuk Dikembalikan kepada Peserta Pemilu yang Bersangkutan. APK saja Sudah Dipasang Sejak Sebelum Masa Kampanye Dimulai atau Saat Masuknya Periode Masa Kampanye 2024 yang Sesuai dengan Lampiran 1 PKPU Nomor 15 Tahun 2023. Bukan Hanya APK yang Dipasang di Jalan Kedungsari Mojokerto, Tapi di Jalan Benteng Pancasila, Jalan Empunala, Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan KH Nawawi, Jalan Hos Tjokroaminoto, Jalan Semeru, Jalan Pulorejo, dll. Banyak APK yang Dipasang Bertebaran, yang di Luar Wilayah Magersari, Kan APK Caleg-Caleg DPRD Kota Mojokerto Dapil Selain Magersari, ada Dapil Kranggan dan Dapil Prajurit Kulon. di Kedua Wilayah tersebut, Kan Semestinya Memasang APK Caleg-Calegnya. Sedangkan di Luar Kota Mojokerto, Tepatnya di Kabupaten Mojokerto Juga ada APK Caleg-Caleg DPRD Kabupaten Mojokerto dari Dapil 1 hingga 5. Sekedar Mengingat, di Kabupaten Mojokerto Dipecah jadi 5 Dapil di DPRD Kabupaten Mojokerto, Dapil 1 Meliputi Ngoro, Pungging dan Mojosari, Kemudian di Dapil 2 ada Jatirejo, Gondang, Pacet dan Trawas, di Dapil 3 ada Puri, Trowulan dan Sooko, Sementara di Dapil 4 ada Gedeg, Kemlagi, Jetis dan Dawarblandong dan Terakhir Dapil 5 yang isinya Kecamatan Kutorejo, Dlanggu, Bangsal dan Mojoanyar. Bukan Hanya APK yang Caleg-Caleg DPR RI Dapil Jatim 8, DPRD Jatim Dapil 10 dan DPRD Kabupaten/Kota Mojokerto yang 8 Dapil, Tapi APK Caleg-Caleg DPD Dapil Jatim yang Bertebaran, baik di Mojokerto dan di Kota-Kota Lainnya di Jatim, Sementara untuk APK Capres Boleh Memasangnya, baik di Kota Mojokerto dan di Kabupaten Mojokerto dan Kota-Kota lain di Indonesia yang Boleh Memasang APKnya Capres-Wapres. APK Bisa Dicabut Saat-Saat Masa Tenang yang Dilakukan 3 Hari Sebelum Proses Pemilihan Umum yang Akan Dilangsungkan pada 14 Februari 2024 nanti. Eh, Bukan Hanya itu, di Game Terkenal GTA 5, Muncul APK yang Dimunculkan di Papan Reklame, Pastinya Jock Cranley dan Sue Murry. Walaupun APK yang Kedua Figur Tersebut adanya di Jalanan di Sekitar Kampungnya yang ada di Utara Los Santos. 


Tak Hanya APK, Tapi ke Indomaret Fresh untuk Cari Minuman yang Bikin Segar Walaupun Bisa Siap Makan Siang yang Tadi Gado-Gado.

Foto Maskot Indomaret (Si Domar) yang Mengenakan Topi Minang yang Yummy Choice

Ternyata, Sebelum Masuk Indomaret Fresh di Jalan Benteng Pancasila Tadi, kan di Standnya Yummy Choice ada Gambar Maskot Si Domar dengan Mengenakan Topi Minangkabau dan Mengancungkan Jempolnya dengan Tulisan "Lamak Bana" alias "Enak Sekali" dalam Bahasa Minangkabau. Ternyata Yummy Choice Mengeluarkan Menu Rendang Cabai Hijau Makanan Siap Saji. Yang Gambar Maskot Si Domar di Pintu Kembar Indomaret Fresh Tidak Mau Mengambil Fotoku, Kan Papiku Dibilang Kelamaan! dan Saat Masuk ke Dalam Indomaret Fresh, Gue Lihat Ada Duriannya. Lalu, Bisa Difoto... Setelahnya, Gue Mengambil Teh Pucuk Harum varian Less Sugar (Gula Berkurang) dan Kusuka varian Rasa Asli. Kalau yang TPH Less Sugar, kan Gulanya Sedikit atau Zong, Kan Sama dengan Produk-Produk lain yang Berlabel "Less Sugar", Seingat Saya, Sekitar Pertengahan/Akhir 2008 ada Coca-Cola Zero yang Botolnya Hitam, Kan Air Coca Colanya Gula Berkurang. Aduh, Kenapa Sih Minumannya Ada Kurang Gula? Ini Buktinya, Jangan Sampai Terjadi Diabetes... dan Terakhir, ada 2 Rokok Esse. dan Dibayar Rp. 100.000,- dan Kembalian Rp. 1.000,-. Belanja di Indomaret Fresh Berakhir dan Pulang ke Rumah. dan Saatnya Makan Gado-Gado dan Jangan Lupa, Minumlah TPH (Teh Pucuk Harum) varian Less Sugar... Walaupun Kalau Minum Teh tersebut, Kan Sudah Terinspirasi dari Iklannya yang Aku Tonton Pas Debat Cawapres Kedua 2024 pada 21 Januari lalu. Sedangkan, Aku Buat Invoice di Jumat Ini Tadi, Sambil Menonton Siaran Langsung Khutbah Sholat Jumat di Putrajaya melalui Live Streaming RTM Klik. Kalau Khutbah Jumat Tadi di Masjid At-Taufiq Temanya Masih Rajab, Sedangkan di Masjid Putrajaya pun Temanya Pasti Tentang Raja Baru Malaysia yang Baru Diganti 2 Hari lalu. Raja Malaysia yang Baru Bernama Sultan Ibrahim yang Menggantikan Al Sultan Abdullah Al Ri'ayatuddin dari Pahang. Raja Sebelumnya (yang Al Sultan Abdullah Al Ri'ayatuddin), Pun Banyak Inovasi yang Dicapai, Mulai dari 3 Kali Ganti Perdana Menteri, Penanganan Covid 19 hingga Menggelar Pemilu 2022 silam yang Berujung Hasilnya Buntu (Sebagaimana dalam Catatan Sebelumnya yang Dibuat Pada Selasa lalu Sebelum saya Pergi ke Bank). dan Ketika Raja Diganti yang Baru (berasal dari Johor), Berarti Rakyat Malaysia Tetap Boleh Melangkah Maju daripada Terjadinya Krisis (Terutama Malaysia yang Lagi Prihatin Sekali Gara-Gara Pales**** Sejak 7 Oktober Tahun lalu). Walaupun Bisa Melangkah Maju, Maka bisa Meneruskan Raja yang Sebelumnya yang Berasal dari Pahang. dan Buktinya, Banyak Bintang-Bintang dari Indonesia dan Seluruh Dunia Mesti bertandang ke Negeri Jiran, Mulai dari David Beckham yang Baru Baru ini Kemarin Menyambanginya, Kim Sejeong, Mahalini, Band Ungu dan Akhir Sekali, Ed Sheeran. dan Tidak Ketinggalan, Teks Khutbah Jumat/Idul Fitri/Idul Adha dari Malaysia yang Baru Terdapat Nama Raja dan Ratu Malaysia yang Baru dinobatkan Pada 31 Januari lalu. Semuanya Diatur oleh JAKIM (Kemenag/MUI versi Malaysia). Nah, Kalau anda Melihat Koleksi-Koleksi Khutbah Islam yang Lama dan Baru, Anda Bisa Buka www.islam.gov.my/ms/e-khutbah. dan Malam Nanti, Sehabis Isya (Sekitar jam 7.10 Malam kalau ga salah) di Musholla Al Amin ada Pengajian Malam Sabtu Kliwon (Rutinan). Sebenarnya Sih, Kan dalam Pengajian Ini Masih Membahas Tafsir Surah Al Baqarah, Bukan An Nisa hingga An Naas. Tapi dalam Tafsir Al Baqarah di Pengajian Malam Sabtu Kliwon Itu Bukan Membahas Politik, Apalagi Mau Sambut Pesta Pemilu 2024 nanti. Durasi Saat Pengajian Malam Sabtu (Rutinan) yang Kliwon (maupun Wage dan Pahing) pasti 35 hingga 45 Menit, Bukan Durasi 120 Menit (Waktu Debat Capres/Wapres sampai 5 Kali Digelar). Insya Allah, Nanti Malam Akan Mengadakannya Pada Waktu Sehabis Isya (yang Jelang Isya, didekat Toko Hidayah ada Pengajian Juga di Jam Sehabis Maghrib di Sekitar jam 6.28 Malam). Bersamaan dengan Event Yang Disebutkan Diatas Tadi, Malam Nanti juga Kemungkinan Rencana Mau Makan Malam di Rumah Makan kalau Kemungkinan Ada Kehujanan atau Tidak (Insya Allah). 

Jumat, April 28, 2023

Amalan Sunnah Hari Jumat

Salam 7 Syawal... Ini Mau Hari Jumat... Kan banyak Amalan Sunnah yang Dilakukan di Hari Jumat. Pembahasan Tentang Jumat Sudah Pernah Buat Sebelumnya : Klik Disini dan Klik Disini


Setiap Jumat, Harus Ada Amalan Amalannya. Ini Daftar Amalan di Hari Jumat:


1. Memperbanyak Shalawat Nabi

2. Memperbanyak Doa dan Zikir

3. Memperbanyak Membaca Al Quran

4. Membersihkan Diri (Mandi)

5. Mengerjakan Shalat Dhuhur di Awal Waktu

6. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Memakai Wewangian

7. Membaca Surat Al Kahfi

8. Tidak Duduk dengan Posisi Memeluk Lutut

9. Menjalankan Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar

10. Segera Berangkat ke Masjid

11. Mendengarkan Khotbah dengan Saksama

12. Melaksanakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Jumat

13. Melakukan Kegiatan Sosial

14. Bersedekah




Banyak Sekali Amalan di Waktu Jumat, Jangan Lupa Harus Berdoa Mustajab Setiap Jumat Bakda Ashar! Selain Doa Mustajab di Jumat Bakda Ashar, Ada Lagi Doa Mustajab Lainnya Semacam Ramadan, Lailatul Qadar, Hujan, dll.

Jumat, Agustus 12, 2022

Amalan Hari Jumat dari Abah Guru Sekumpul

Ini Sudah Memasuki Hari Jumat, Mari Kita Perbanyak Amalan di Hari Jumat. Karena Maunya Pergi Sholat Jumat di Masjid Terdekat! Inilah Amalan yang Dilakukan dari Abah Guru Sekumpul ketika Melaksanakan Ceramahnya.


Abah Guru Sekumpul bersama Gus Dur, Presiden RI ke 4 di Bandara (Circa Mei 2000, Zaman Album Bintang 5 Diedarkan dan Jelang Piala Eropa 2000)


Sugih atau Kaya nan Sempurna, Ujar beliau rodiyallahu'anhu, "Waktu yang paling mustajab di hari jumat adalah ketika khatib naik ke mimbar hingga sholat, dan lebih mustajab lagi ketika khutbah bagian terakhir sebelum iqamat, yaitu ketika khatib membaca "Was'alu min fadhlihi.... hingga Iqamat'.

Itu adalah waktu dimana sangat mustajab untuk berdoa", waktu itu baca doa minimal rabbana atina, atau doa husnul khatimah juga, yang penting doa, karena waktunya sedikit. Waktu ini menurut orang yang kasyaf "

Habis sholat jumat, tetap dalam duduk tahiyyat, jangan berbicara apapun dulu, langsung baca,

FATIHAH-ALIKHLAS-ALFALAQ-ANNAS masing-masing 7 kali, Fadhilatnya: Diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang, diberi pahala sebanyak bilangan orang yang beriman dengan Allah dan Rasulnya. Fadhilatnya juga Allah jagakan agamanya, dunianya, bininya, anaknya. Kata Siti Aisyah, "Siapa yg membaca keempat surah ini sesudah jumat, maka dijaga Allah daripada segala kejahatan sampai jumat berikutnya"

Ujar Abdullah Ibnu Mas'ud, "Siapa yang membaca ALLAHUMMA YAA GHONIYYU YAA HAMIID YAA MUBDI'UU YAA MU'IID YAA RAHIIMU YAA WADUUD AGHNINII BIHALAALIKA 'AN HARAAMIKA WA BITHO'ATIKA AN MA'SIYATIKA WA BIFADHLIKA 'AMMAN SIWAAKA dibaca sekali, niscaya disugihkan oleh Tuhan, dan diberi rizki yang tidak dikira-kira. Dibaca sehabis baca yang tujuh² tadi"

Ujar Sayyidina Anas, "Barangsiapa membaca hari jumat 70x, ALLAHUMMA AGNINI BIFADHLIKA 'AMMAN SIWAAKA WA BIHALAALIKA 'AN HARAMIKA, jangan lebih jangan kurang, tidak sampai dua jumat, akan diberi rezeki yang mengejutkan, yang tidak bisa dikira-kira. Tidak sampai lewat dua jumat disugihkan Allah"

Membaca SUBHAANALLAAHIL ADZIMM WA BIHAMDIHI seratus kali, maka diampuni baginya 100.000 dosa, orang tuanya jua diampuni dosa 24.000 dosa

Baca 2 bait syair yaitu "Ilaahilastulil...." ujar Syaikh Abdullah Wahab asSya'rani, pasti dimatikan husnul khatimah. Sebagian ulama baca 5 kali.


Sumber : Kata Kata Santri


Konsekuensinya adalah, Jika Jamaah Menunggu Khutbah Jumat Kedua mau berakhir dengan Membaca Bagian Akhirnya, "Yadh Kurkum, Waskurulloh Min Fadlihi Yazidkum" dan Panjang Doanya di Akhir Khutbah Kedua Jumat, Harus Berdoa yang Lebih Mustajab dan Setelah Akhir Doa Khutbah Jumat Kedua Setelah Robbana Attina Langsung Ibadallah + An Nahl 90 dan Berlanjut Iqamat. Adapula Setelah Sholat Jumat, Jangan Pergi dari Masjid, Harus Wajib Membaca Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass hingga 7 Kali Saja dengan Fadilatnya, bisa diampuni 100.000 Dosa jika Membaca Subhanallah 100 Kali!


Video :





Jangan Lupa Besty, Baca Halaman Kalam Jumat yang ada Kata "Bersambung, Insya Allah" di Koran JP Radar Jombang Setiap Jumat, Fikrah di Koran Banjarmasin Post Setiap Jumat Juga dan Buya Menjawab di Koran Sriwijaya Post Setiap Jumat Juga. Biar Lebih Mengerti Keislamannya.