Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 01, 2026

Daftar Tim yang Lolos ke Piala Dunia 2026 (termasuklah Pembagian Grup Pasca Play-off)

Akhirnya, Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah Rampung total Setelah 6 Pertandingan (Play-off) Terakhirnya. 42 dari 48 Tim Sudah Lolos langsung, Tapi, Sisanya (6 dari 48 Tim) pun Sudah lolos lewat Play-off yang dimainkan Tadi. 

48 Tim Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026 (setelah Play-off Rampung)

Sayangnya, Tim Italia Gagal lolos lagi dan lagi untuk Kali ketiga (atau Keempat), ini Pasti Hattrick Gagal Ikut Piala Dunia untuk Skuad Gli Azzurri, Adapula Tim Polandia dan Denmark yang seharusnya Hattrick lolos, Tapi akhirnya Terhenti karena kalah dari Tim Swedia dan Republik Ceko yang lolos (Kembali) ke Pertarungan Sepakbola Terbesar di Dunia tersebut setelah Penantian bertahun-tahun lamanya. Kemudian, Tim Calon Pendatang baru Piala Dunia 2026, Kosovo pupus Impian jadi Tim Pendatang baru ke 5 yang Menyusul 4 Tim Pendatang baru lainnya (ada Curacao, Tanjung Verde, Yordania dan Uzbekistan) karena kalah dari Tim Turki yang sudah lolos kembali ke Piala Dunia di Tahun ini setelah 24 tahun terakhir ikut (2002). yang Mengejutkan di April Mop, Tim RD Kongo yang seharusnya diganti sama Nigeria (hampir Ada Gugatan) jadi Gagal direncanakan meskipun Sudah lolos yang Mengalahkan Laskar Reggae Boyz tadi dan Tim Peremuk Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran 4 Grup 2 yang digelar pada Oktober Tahun lalu, Irak berhasil Kembali lolos ke Piala Dunia di Tahun ini setelah Penantian 4 Dekade lamanya (mengalahkan Tim Bolivia tadi juga dan Menyusul Arab Saudi yang sudah lolos duluan). Ini dia Daftar 48 Tim yang Lolos ke Piala Dunia 2026:

AFC
01. Iran
02. Uzbekistan
03. Korea Selatan
04. Yordania
05. Jepang
06. Australia
07. Qatar
08. Arab Saudi
09. Irak

CAF
01. Mesir
02. Senegal
03. Afrika Selatan
04. Tanjung Verde
05. Maroko
06. Pantai Gading
07. Aljazair
08. Tunisia
09. Ghana
10. RD Kongo

CONCACAF/Tuan Rumah
01. Kanada (Tuan Rumah)
02. Meksiko (Tuan Rumah)
03. Amerika Serikat (Tuan Rumah)
04. Panama
05. Curacao
06. Haiti

CONMEBOL
01. Argentina
02. Ekuador
03. Kolombia
04. Uruguay
05. Brasil
06. Paraguay

OFC
01. Selandia baru

UEFA
01. Jerman
02. Swiss
03. Skotlandia
04. Prancis
05. Spanyol
06. Portugal
07. Belanda
08. Austria
09. Norwegia
10. Belgia
11. Inggris
12. Kroasia
13. Bosnia-Herzegovina
14. Swedia
15. Turki
16. Republik Ceko


Pembagian Grup Piala Dunia 2026 (setelah Play-off Selesai)


Grup A
Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan dan Republik Ceko

Grup B
Kanada, Bosnia-Herzegovina, Qatar dan Swiss

Grup C
Brasil, Maroko, Haiti dan Skotlandia

Grup D
Amerika Serikat, Paraguay, Australia dan Turki

Grup E
Jerman, Curacao, Pantai Gading dan Ekuador

Grup F
Belanda, Jepang, Swedia dan Tunisia

Grup G
Belgia, Mesir, Iran dan Selandia baru

Grup H
Spanyol, Tanjung Verde, Arab Saudi dan Uruguay

Grup I
Prancis, Senegal, Irak dan Norwegia

Grup J
Argentina, Aljazair, Austria dan Yordania

Grup K
Portugal, RD Kongo, Uzbekistan dan Kolombia

Grup L
Inggris, Kroasia, Ghana dan Panama


Ke 48 Tim yang Sudah Komplit Lolos ke Pertarungan Piala Dunia 2026 di Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada pada Juni-Juli nanti, Meningkatkan kita Pada Pemilu Legislatif 1999 silam, dimana 48 Partai Politik bertarung memperebutkan 462 Kursi DPR RI (saat itu, termasuk 38 Anggota DPR RI dari TNI/Polri). 

48 Parpol Peserta Pemilu 1999

Sebagaimana di Google Gemini yang tadinya di Chat (Kemungkinan Paket Reguler?) kan Semestinya Cocokologi... Ini Penjelasannya yang diambil dari Chatnya Google Gemini:

Menyandingkan 48 negara peserta Piala Dunia 2026 dengan 48 partai politik peserta Pemilu 1999 memang memiliki benang merah yang sangat menarik jika kita bedah dari sisi kompetisi.
​Berikut adalah bagaimana 48 Negara di Piala Dunia 2026 bisa "dimiripkan" dengan 48 Partai di Pemilu 1999:

​01. Sama-sama Melewati "Kualifikasi" yang Ketat

​Piala Dunia 2026: Ke-48 negara ini tidak muncul begitu saja. Mereka harus berdarah-darah melewati babak kualifikasi di konfederasi masing-masing (UEFA, CONMEBOL, AFC, dll) dan babak play-off untuk bisa mendapatkan tiket ke Amerika Utara.

​Pemilu 1999: Pasca reformasi 1998, muncul fenomena multi-partai di mana ada 141 partai politik yang mendaftar. Namun, setelah melewati proses verifikasi yang sangat ketat oleh Tim Persiapan Pembentukan Partai Politik (dikenal sebagai Tim Sebelas), hanya 48 partai yang dinyatakan lolos syarat administratif untuk ikut Pemilu.

​02. Peta Kekuatan: Raksasa vs Debutan (Partai Besar vs Partai Gurem)

​Piala Dunia 2026: Dari 48 negara, pasti ada "Raksasa Tradisional" seperti Brasil, Argentina, Prancis, Spanyol, Belgia, Portugal atau Jerman yang diprediksi melaju jauh. Di sisi lain, karena format diperlebar menjadi 48, akan banyak negara "Debutan" atau "Kuda Hitam" (seperti Curacao, Bosnia-Herzegovina, dll) yang mungkin hanya numpang lewat di fase grup.

​Pemilu 1999: Dari 48 partai di Surat Suara/Poster-Poster (yang saat itu sering dijual di Toko-toko pas Kampanye Pemilu 1999, paling ingat Memoriku), ada raksasa tradisional atau partai besar yang mendominasi (seperti PDI-P, Golkar, PPP, PKB, dan PAN). Sisanya? Mayoritas adalah "partai gurem" (partai kecil) yang gagal mendapatkan kursi di DPR dan gugur secara alamiah (mirip tim yang gugur di fase grup).

​03. Fase Grup vs Daerah Pemilihan (Dapil)

​Piala Dunia 2026: 48 tim dibagi ke dalam 12 Grup (Grup A sampai L) yang masing-masing berisi 4 negara untuk memperebutkan tiket ke babak gugur (32 besar).

​Pemilu 1999: 48 partai politik bertarung memperebutkan suara di 27 Provinsi (pada saat itu) yang berfungsi seperti "grup" atau ajang perebutan jatah kursi, sebelum akhirnya suara tersebut dikonversi menjadi kursi di Senayan. Ini Kemungkinan Proposional Tertutup Karena Tidak ada Kolom Daftar Caleg-Caleg di 3 Surat Suara tipe Berbeda (DPR RI, DPRD Propinsi (Dulu Tingkat 1) dan DPRD Kabupaten/Kota (Dulu Tingkat 2)) dan Boleh Coblos 1 Parpol saja (sebelum Edisi 2004-kini dengan Adanya Kolom Daftar Caleg-Caleg di 3 Surat Suara tipe Berbeda termasuk Pas Foto didalam Surat Suara tipe DPD RI dan Foto Capres/Wapres didalam Surat Suara tipe Presiden/Wapres). 

​04. Euforia "Pesta Rakyat"

​Keduanya sama-sama merupakan sebuah festival yang masif. Piala Dunia adalah Pesta Olahraga Dunia, sedangkan Pemilu 1999 adalah Pesta Demokrasi pertama Indonesia pasca-Orde Baru yang dirayakan dengan sangat euforik, karnaval jalanan, dan konvoi oleh masyarakat (termasuk Pernak-Pernik Pemilu 1999 seperti Penjualan Poster 48 Parpol).

​Perbedaan Utama (Di Mana Analogi Ini Berhenti)
​Meskipun angka dan peta kekuatannya mirip, hasil akhirnya tentu berbeda:

​Sistem Gugur vs Proporsional: Piala Dunia menggunakan sistem gugur (Knockout), di mana pada akhirnya hanya ada 1 Pemenang (Juara Dunia). Sementara Pemilu 1999 menggunakan sistem proporsional, di mana "kemenangan" dibagi-bagi dalam bentuk jumlah kursi di parlemen untuk berbagai partai yang lolos ambang batas (meskipun PDI-P adalah pemenang suara terbanyak saat itu).


​Kesimpulan:

Secara simbolis dan euforia, 48 negara di Piala Dunia 2026 sangat bisa disamakan dengan 48 partai di Pemilu 1999! Keduanya mewakili era keterbukaan dan ekspansi (FIFA mengekspansi jumlah peserta, Indonesia mengekspansi kebebasan berdemokrasi), di mana banyak "peserta baru" yang diberi panggung luas, meskipun pada akhirnya kompetisi tetap akan didominasi oleh kekuatan-kekuatan besar yang sudah mapan.


Nantikan Piala Dunia 2026 yang akan Berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026 di Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada. 

Selasa, Desember 30, 2025

Asyik, Piala Dunia 2026 ada di TVRI

2 Hari lagi, Kita Sambut 2026 nih... Sudah dekat... 

Tak Terasa, Kita Mau Akhir Tahun ini (2025), Nah, kalau di 2026 nanti, Kayaknya ada Sesuatu yang Spesial, ya TVRI jadi TVnya Piala Dunia 2026!

Hasil Undian 48 Tim di Piala Dunia 2026 (source : IG TVRI Jatim)

Pada Akhir Septemeber/Awal Oktober lalu, DPR RI mengusulkan LPP TVRI menyiarkan Piala Dunia 2026 secara Gratis. dan Akhirnya, Setelah Berbulan-Bulan Lamanya, pada Awal Desember ini, TVRI sudah Menyiarkan Langsung Pengundian Piala Dunia 2026 di Tanggal 5/12 lalu. Dengan Keberhasilannya Tayangan ini, Bisa Membuat TVRI semakin Kuat. dan Setelah Selesainya Siaran Langsung Pengundian Piala Dunia 2026, akhirnya, pada Kemarin (29/12), LPP TVRI Secara Resmi jadi Official Broadcaster Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko dan Kanada. Setelah Penantian 28 tahun Terakhir (kali terakhir 1998 bersama 5 TV Nasional lainnya), Kini Piala Dunia Kembali ke TVRI untuk Tahun depan!

TVRI kini Jadi Official Broadcaster Piala Dunia 2026

Dirut LPP TVRI Iman Brotoseno dibilang, Hak Siar Piala Dunia ini merupakan wujud Komitmen TVRI atas Arahan Dari Presiden RI Prabowo Subianto bersama Pemerintah dalam Menghadirkan Tayangan olahraga berstandar Internasional yang Inklusif, mudah diakses, serta Menjangkau seluruh Lapisan masyarakat. TVRI juga Menunjuk Usman Kansong sebagai Editor in Chief untuk Penayangan PD 2026 yang akan Memimpin Arah Editorial dan Kualitas Pemberitaan serta Siaran dalam Hajatan ini. Keberhasilan TVRI mengamankan Hak Siar tak lepas dari Dukungan Penuh Pemerintah. Ia Menegaskan Penyiaran Piala Dunia 2026 ditujukan untuk Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat. Itu Benar-Benar ditonton Seluruh Rakyat Indonesia dari Papua hingga Aceh. Sekedar Mengingatkan Kembali, TVRI pernah Menyiarkan Arena-Arena dari Olahraga di Dunia, ada EFL Championship (2018-19 era Helmy Yahya dan 2022-23 era Iman Brotoseno), Premier League (2019-20 era Helmy Yahya tapi ditemani Mola Djarum dan Jak TV Jakarta), Coppa Italia (2019 hingga 2025, dari era Helmy Yahya hingga era Iman Brotoseno sebelum Pulang Kembali ke ANTV di Tahun ini), Piala Thomas dan Uber (2018 era Helmy Yahya dan 2021 era Iman Brotoseno), Serie A (2012-13 era Farhat Syukri), Tinju Dunia di Minggu Pagi (1990-1994? era Ishadi SK atau Abdul Azis Hussein), Olimpiade (1980-2012 dan 2021) dan Bundesliga (1994-1997? era Abdul Azis Hussein). dan Sekedar Informasi, TVRI pernah Menyiarkan Piala Dunia bertahun-tahun sebelum Edisi Berikutnya yang ditakeover sama TV lainnya, seperti Edisi 1978, 1982, 1986, 1990 (bersama RCTI), 1994 (bersama RCTI, SCTV dan TPI (kini MNC TV)) dan 1998 (bersama RCTI, SCTV, TPI, ANTV dan Indosiar). Yang Paling Ingat, Edisi Tahun 1998 di Prancis itu TVRI (saat itu Programa 1) yang Menyiarkannya tapi disponsori Sama Gudang Garam (ditemani RCTI, ANTV dan Indosiar, tapi yang SCTV dan TPI disponsori PT. Djarum) dan Komentatornya pasti Mendiang John Halmahera. Tak Cuma TVRI yang menyiarkannya, tapi 5 TV Nasional lain seperti RCTI, SCTV, TPI, ANTV dan Indosiar ikut Siarkan Langsung ini Masing-Masing 15 Pertandingan seperti TVRI (kecuali hanya 14 Pertandingan di TPI). 

Kini, LPP TVRI yang Menyiarkan Piala Dunia 2026 bisa sampai 104 Pertandingan (awalnya 80 doang) melalui TVRI Nasional (80 Pertandingan bersama TVRI Sport) dan TVRI Sport (mesti ada 24 Pertandingan?). Pertandingannya dimulai dari Penyisihan Grup Hingga Grand Final kelak. dan dipastikan, TV Legendaris dari Indonesia ini akan Menyaksikan Wajah-Wajah Bintang Sepakbola Dunia yang Main di AS, Meksiko dan Kanada, ada Lee Kang In (Korea Selatan), Erling Haaland (Norwegia), Mbappe (Prancis), Messi (Argentina), Cristiano Ronaldo (Portugal), Hakimi (Maroko), Mohamed Salah (Mesir), dll. Oh Ya, ada Juga Pertandingan-Pertandingan Play Off Piala Dunia 2026 yang Bukan UEFA yang Bisa disiarkan Langsung di TVRI Sport di Akhir Maret Tahun depan. Untuk Sebelum Memulai Pertarungan Dunia, LPP TVRI akan Menyiarkan Program-Program Spesial yang Kemungkinan hadir di Tahun depan, Ada Profil 48 Tim lewat Road To 2026 FIFA World Cup yang ditayangkan Setiap Sabtu dan Minggu Pagi di TVRI Nasional dan Setiap Kamis dan Jumat Malam di TVRI Sport dan ada Pertandingan-Pertandingan Jadul Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya untuk Tayangan Setiap Sabtu Tengah Malam dan Minggu Tengah Malam (setelah Klik Indonesia Malam) di TVRI Nasional dan Setiap Sabtu dan Minggu Sore di TVRI Sport. Oh Ya, Bukan Cuma itu, Sponsornya pun Kemungkinan dibiayai Swasta/APBN ya? Hehehe... Kalau Shopee Indonesia, Mie Sedaap dan Telkomsel jadi Sponsor Pendukungnya Bagaiamana? Ga Pa Pa... yang Jenama-Jenama Danantara Indonesia (kayak Bank Mandiri, Bank BRI, dll.) Bagaimana? Ga Pa Pa juga... asalkan Biayanya tetap ditanggung Swasta/APBN lho... 

Tahun 2026 di TVRI (Nasional dan Sport), Bukan Cuma Siarkan Piala Dunia 2026, tapi ada Sejumlah Sajian-Sajian lainnya yang Kelak ditayangkan di 2026, ada Siaran Langsung Piala Thomas-Uber 2026 di Denmark (25 April - 3 Mei 2026), WTA Tours 2026, Tayang Ulang Sinetron Lawas Sengsara Membawa Nikmat (kemungkinan sekitar Februari/Maret Tahun depan dengan Kualitas Remastered), dll. dan Kemungkinan besar, di 2026, TVRI siap Kembali Bangkit seperti dulu kalau Naik Rating dan Share besar terus menerus di Acara TV dan Stasiun TV, Agar Bisa Memuaskan Pemirsa Setianya, Insya Allah...

LPP TVRI seakan-akan tiru LPP (Lembaga Penyiaran Publik/Pemerintah) lain di Negara-Negara lainnya (kayak RTM dari Malaysia ataupun BBC dari Inggris) yang Bisa Membiayai Penyiarannya karena Menyiarkan Pesta Olahraga Kelas Dunia maupun Tayangan-Tayangan yang Lain. 

Jangan Lupa, Saksikan Piala Dunia 2026, Juni-Juli Tahun depan Eksklusif di TVRI Nasional dan Sport.

Selasa, Maret 25, 2025

Prediksi Indonesia vs Bahrain, Kemungkinan bakal Bertahan di Peringkat 3/4 (Bisa Lolos ke Babak 4)?

Nanti Malam, Duel Indonesia vs Bahrain bakal tersaji di Pertarungan Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Asia. Soalnya, Duel ini Bakal Tegang meskipun Sudah ada Patrick Kluivert yang Sudah jadi Pelatih sejak 2 Bulan terakhir. di Pertandingan Sebelumnya pada 20 Maret lalu, Timnas Indonesia yang dibawah Asuhan Kluivert Gagal Memenangkan Pertarungannya karena Kalah dari Australia. dan Alhasil, Tim ini pun Masih di Peringkat 4 dan Berkemungkinan Bisa Lolos ke Babak 4. dan Kalau Bisa Memenangkan Pertandingan Menantang Bahrain, Maka bisa Naik ke Peringkat 3 dan Masih Bisa Lolos ke Babak 4. Saya Rasa, Prediksi Untuk Indonesia vs Bahrain adalah : 

Indonesia 2-0 Bahrain

dan Kalau Indonesia Menang mengalahkan Bahrain, Maka masih bisa Peluang Lolos ke Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Asia. Insya Allah, Indonesia bisa Menang!

Senin, Juni 24, 2024

Lirik Lagu Shakira/Carlinhos Brown - La La La (Brazil 2014)

 









Fakta Menarik :
-Lagu ini Dirilis 1 Dekade lalu (2014)
-Pernah Dijadikan Sebagai Soundtrack Khusus Piala Dunia 2014
-Versi Revisi dari Lagu Asalnya (La La La (Dare))
-Pernah Dibawakan Ayda Jebat dalam Konser Ke 7 The Hardest Singing Show 2024








Minggu, Januari 28, 2024

Nostalgia (Harta Karun) Tabloid Soccer Lipsus Piala Dunia 1 Dekade lalu (Update, Revisi)

Selamat Berakhir pekan, Yuk Kita Nostalgia sejenak Kembali ke Tahun 2014 (1 Dekade lalu), Soalnya 2014 adalah Tahunnya Saya Masih Bersekolah di SMESTA 10 yang Dibilang "Unyil" Dari Teman-Temannya (Pasti Ingat kan) dan TKS, Saya Buat CD Sendiri Seperti Rekaman VCD atau CD, Mahabharata Tayang di ANTV, Kasus Jakarta International School, Peristiwa Erupsi Kelud, ILK yang Dibintangi Oleh Komeng, Jarwo Kuat dan Ronal Surapraja, Cari MH370, Jatuhnya Kapal Sewol di Korsel, Virus E Bola vs MERS, Pemilu 2014 yang diikuti 15 Parpol (Nasional dan Lokal dari Aceh) dan 2 Capres/Wapres, Film Comic 8 dan Marmut Merah Jambu yang Sarat dengan Komedinya, Hani Fadzil jadi Host Bas Pintar sebelum Jadi Penyiar Radio ERA (Berkat ikut Lomba), Awal Kehadiran HLive yang Kala Itu ada Banyak Presenter dan Reporter seperti Alif Farhan, Dahlia Shazwan, Elly Arifin, Hazeman Huzir, Nabil Mahir dan Shalma Ainaa (Sekarang kan Ada Keanu Azman), Pernikahan Nagita dan Raffi Ahmad dan Running Man Tontonan Sejuta umat. Nah, ini nih, Harta Karunku yang Aku Simpan 1 Dekade lalu, Apalagi pas Piala Dunia 2014 sama Pemilu 2014, ya Tabloid Soccer Lipsus Piala Dunia 2014... Tadi Pagi Gue Posting lewat IG dan Tik tok (Sekarang dihapus Gara gara Lagunya Kena Hak cipta). 

Sampul Sampul Tabloid Soccer Lipsus Piala Dunia 2014

Bicara Soal Tabloid Soccer Lipsus Piala Dunia 2014, Kan Mesti Lebih Mendalam dan Lebih Lengkap Apalagi Saat Saat Momen Piala Dunia 2014 yang Bertabrakan dengan Ramadan 2014 yang Awal-Pertengahan maupun Pemilu 2014 Presiden. Sebagai Tabloid yang Dulunya Pernah Jadi Tabloid Nomor 3 di Indonesia (Menurut Nielsen), Soccer Memang bisa Jadi Media Olahraga terunggul Selain Tabloid Bola dan Koran TopSkor! Sebelum Lipsus dimulai pada Juni 2014, Didahulukan Dengan Rubrik Spesial World Cup Fever yang Isinya Berita Pengundian 32 Tim, Profil 32 Tim hingga Kilas Balik Piala Dunia dari 1930 hingga 2010. Lipsus ini Dimulai dari Edisi 48/XIV yang Terbit 5 Juni 2014 atau Bertepatan Dengan Hari Kedua Kampanye Pemilu 2014 Presiden (Dapatnya pada Keesokan harinya, Tepatnya pada 6 Juni 2014). Edisi Khusus Piala Dunia 2014 adalah Edisi yang Perdana dalam Liputan Khusus Piala Dunia 2014 dari Soccer, Isi dari Edisi Khusus Ini ada Bedah Kekuatan 32 Tim dalam 8 Grup, Markas-Markas, Sejarah Piala Dunia 1930-2010, Bola Resmi, dll. Termasuk Bonus Poster Fuleco (Maskotnya Piala Dunia 2014). Tak Hanya Itu, ada Kuis Prediksi Pesta Sepakbola 2014 yang Berhadiah Motor. Kuis Ini Digencarkan Sejak Edisi 47/XIV alias Edisi Juara UCL 2013/14 (Terbit 28 Mei 2014). Sampul pada Edisi Khusus Ini adalah Neymar, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Sama Seperti Edisi Khusus yang Piala Dunia 2010 karena Sampulnya Hijau (Pasti Ingat Kayaknya).

Sampul Tabloid Soccer Edisi 48/XIV (Edisi Khusus Piala Dunia 2014)

Setelahnya, Muncul Edisi 49/XIV (Terbit Pada Hari Pertama Pertarungan Piala Dunia 2014) yang Menampilkan Sampul Iniesta Berkostum Timnas Spanyol. dan Terdapat Preview Match di Awal Penyisihan Seperti Duel Brasil menantang Kroasia. dan Sehabis Pertandingan Perdana Neymar vs Modric di Sao Paulo, Kan Bisa Dapat Tabloid Ini yang Sampulnya Iniesta. Lalu di Edisi 50/XIV hingga 52/XIV Ada Berita-Berita Terupdate Piala Dunia 2014 dari Brasil, Mulai dari Prediksi sampai Hasil Pertandingan, Ditambah ada Bonus Poster 4 Pilihan (Kalau yang 1 Poster Semestinya Dipilih) Contohnya Timnas Argentina atau Jerman. Sayangnya, di Edisi 52/XIV yang Terbit 3 Juli 2014 (Bertepatan dengan Hari ke 5 Ramadan 1435H dan Hari ke 30 Kampanye Pemilu 2014 Presiden) Tidak Menampilkan Preview Semifinal. Kemudian, Edisi 1/XV (12 Edisi Menuju Terakhir pada Oktober 2014) Ada Edisi Khusus Final Piala Dunia 2014 yang Mempertemukan Jerman vs Argentina, Kala itu Tim Jerman Keluar Sebagai Pemenang di Grand Final Piala Dunia 2014 yang Berlangsung di Rio de Janeiro pada 13 Juli silam (4 Hari Setelah Pemilu 2014 Presiden). Eh, Tunggu, dari Edisi 50/XIV hingga 1/XV ada Man of The Matchnya lagi.

Sampul Tabloid Soccer Edisi 1/XV (Edisi Khusus Final Piala Dunia 2014)

Edisi Khusus Ini Terbit Sehari Setelah Pemilu 2014 Presiden yang Dimenangkan Oleh Jokowi (kalau versi RCTI sama ANTV kan Prabowo Menang Mengalahkan Jokowi) Ditambah ada Hasil Perempatfinal dan Semifinal serta Bonus Poster Besar Lionel Messi. Lalu, Setelahnya Edisi 2/XV yang Terbit 17 Juli 2014 (dapatnya 18 Juli 2014 pas Pesawat MH17 Hancur). Isinya Adalah Hasil Pertandingan Final. Setelahnya, Edisi 3/XV yang Beredar 4 Hari Menjelang Lebaran 1435H (Tepatnya 24 Juli 2014) kan Fokusnya Tentang Manchester United yang Ganti Pelatih Baru Pengganti Ryan Giggs yang Biasanya jadi Caretaker Setelah Moyes Ditinggal dari Pelatihnya (Kala itu Louis Van Gaal). Saat Itu, Tim Manchester United Pemainnya Bermacam-Macam di Era Moyes, Giggs dan Louis Van Gaal (Sepanjang Musim 2013/14 dan 2014/15) Seperti Wayne Rooney, Juan Mata, Rio Ferdinand, De Gea, Van Persie, Adnan Januzaj, Smalling, Falcao, Kagawa, dll. Sekedar Info, Tayangan Piala Dunia 2014 di Indonesia Disiarkan Langsung/Tunda Melalui ANTV, TV One dan K-Vision (Kala itu Milik Kompas Gramedia, Sekarang pindah Haluan ke MNC Media sebagai Pengganti TopTV yang Mati sejak 12 Desember 2017 silam). Selain Tabloid Soccer, Produk lain pun Ada, Tapi yang dari Kompas Gramedia Group, Seperti Tabloid Bola yang Beredar 2 Versi (Tabloid Setiap Kamis dan Koran Setiap Hari) karena Meliput Piala Dunia 2014, Koran-Koran dari TribunNetwork yang Meliput Pesta Sepakbola Dunia 2014 di Brasil dan Koran Kompas yang Menyajikan Lipsusnya dengan Titel "Brasil 2014" plus Suplemen Panduan Komplitnya yang Dimuat di Edisi 10 Juni 2014 Silam. 

Zaman Sekarang (1 Dekade berlalu), Kini Pun Ada Halaman Investasi dan What's On Socmed di Koran Jawa Pos Edisi Minggu dan Lipsus/Iklan Pemilu 2024 dan Lipsus Piala Asia 2023 di Koran Kompas. di Koran Jawa Pos (Edisi Minggu) ada Halaman Investasi dan What's On Socmed. di Halaman Investasi, Anda Bisa Mendapatkan Investasi dengan Cara Belajar dan Agar Mendapat Hasil Cuannya. Sedangkan, Halaman What's On Socmed Ada di Halaman 12 Koran Jawa Pos Edisi Minggu Berisi Berita-Berita Artis Korea yang Datang ke Indonesia maupun Malaysia, Contohnya Berita Penghargaan Golden Disc Awards 2024 yang Berlangsung di Jakarta. Coba Ajah Berita Persahabatan Daiyan Trisha dan Hun Haqeem dan Press Conference AJL 38 yang Ada Aisha Retno sama Khai Bahar di What's On Socmed Jawa Pos Minggu, Kan Pasti Seru! Kalau Tak Ada, Lebih baik Berita Artis Korea Tetap ada Lurd... Ga Papa... Tak Cuma Investasi dan What's On Socmed di Jawa Pos Minggu, Tapi di Koran Kompas ada Liputan Khusus Antara Pemilu 2024 dan Piala Asia 2023. Lipsus Pemilu 2024 ada Survey Elektabilitas (Desember 2023), Jajak Pendapat/Analisis, Jajak Pendapat Menuju Debat (3 dari 5 Debat Saja), Catatan Budiman Tanurejo di Edisi Sabtu, Pojok Pemilih, Pemikiran 3 Capres/Wapres (Sempat Dimuat di Akhir Tahun lalu), Renungan Pemilu 2024 (Dimuat Seminggu dari 22 sampai 28 Januari), Infografis Jadwal Rapat Umum (Dimuat Sehari Sebelum Kampanye Rapat Umum), Foto Pekan Ini (Dimuat di Edisi 14 Januari dan 11 Februari), Iklan Kampanye Pemilu 2024 dari KPU (Merujuk pada Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023 dan Nomor 1676 Tahun 2023), Berita Kampanye Rapat Umum, Berita Masa Tenang, Hari Pemilihan dan Hasil Perhitungan Suara ditambah Ada Coutntdown Pemilu 2024 plus Maskot (Fontnya Sedikit Mirip dengan Font "Acara TV" milik Halaman Televisi di Koran Jawa Pos Minggu). Menurut Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023 dan Nomor 1676 Tahun 2023 (Perubahan atas Nomor 1621 Tahun 2023) Bahwa, KPU Memfasilitasi Iklan Kampanye Pemilu pada Media Massa Cetak (Koran Harian) dengan Ketentuan Paling banyak 2 Halaman, Paling banyak 3 Media dan Paling lama 21 Hari. Sedangkan Merujuk pada Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 Pasal 39 Bahwa Batas Maksimum Pemasangan Iklan Kampanye Pemilu di Media Massa Cetak sebanyak 810 Milimeter kolom atau 1 Halaman untuk Setiap Media Massa Cetak Setiap Hari untuk Iklan di Media Massa Cetak. Nah, Perlu Diketahui, Kompas adalah Salah satu dari 3 Nama Media Cetak Lainnya Boleh Memasang Iklan Kampanye dari KPU, Kan Isinya Cuma Maskot "Sura dan Sulu", 3 Capres/Wapres dan Lambang 18 Parpol, kan Ibaratnya Poster Bintang Olahraga dan Musik yang Dulunya Dimuat di Media Cetak-Media Cetak Masa Silam. Sebelumnya ada Sajian-Sajian lainnya Sebagai Pemanasan, Mulai dari DCS Pemilu 2024 (19 - 23 Agustus 2023), Survey Elektabilitas (Mei dan Agustus 2023), Tokoh Potensial 2024 (Juni - Agustus 2023), Geopolitik (September - Oktober 2023), Profil Parpol dan Capres 2024 (Oktober - Desember 2023) dan Terakhir, DCT Pemilu 2024 (4 November 2023). Kedua dari 6nya, Merujuk Pada PKPU Nomor 10 Tahun 2023 Tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Pasal 70 Ayat 2-4 dan 85 Ayat 2-4. Nah, Berarti Koran Kompas Tetap Jadi Pemberitaan Yang Berimbang demi Memeriahkan Pesta Pemilu 2024. Lain Pemilu 2024, Lain pula dengan Lipsus Piala Asia 2023 yang Menyajikan Berita Terupdate Piala Asia 2023 yang Diliput 2 Jurnalis Ternama dari Harian Kompas. Hadir mulai H-1 Piala Asia 2023 hingga Setelah Piala Asia 2023 berakhir. Adakah Lipsus Pemilu 2024 dan Piala Asia 2023 di Koran Kompas (Termasuk Kompas.id) Bakal Mengulang Memori Lipsus Piala Dunia 2014 dari Tabloid Soccer? Kita Tunggu Ajah... Insya Allah... 

Update : Tulisan di Blog Ini Sudah Direvisi Sejak Seminggu lalu Dibuat.

Update (lagi) : Revisi Tulisan (lagi) di Hari Ini.

Update (lagi) : Kembali Diperbarui Tulisan ini. 


Senin, Desember 12, 2022

Ramalan Semifinal, Final 3-4 dan Grand Final Piala Dunia 2022

Besok, Semifinal Piala Dunia 2022 digelar. Dimana 4 Tim sudah masuk Semifinal. Mulai dari Argentina, Kroasia, Prancis dan Maroko. 4 Tim Itu Akan Merebut ke Grand Final dan Menghadiahkan Trofi Piala Dunia pada 18 Desember Nanti. Buktinya, Kita Bisa Membuat Kejutan Sama Halnya dengan Korsel Menembus Semifinal 2 Dekade lalu. Yuk Kita Buat Ramalan Semifinal, Final 3-4 dan Grand Final Piala Dunia 2022.


Semifinal:

Argentina 5 - 0 Kroasia

Prancis 0 - 0 Maroko (ET : 0-1)


Final 3-4:

Kroasia vs Prancis


Grand Final:

Argentina vs Maroko


Prediksi (Ramalan) Saya, adalah Argentina masuk Final Mengalahkan Runner Up 2018, Kroasia dengan Skor Tipis Besar 5-0 Tanpa Perpanjangan Waktu. Gol yang Dicetak Adalah Lionel Messi, Otamendi dan Molina. Skor Ini Tanpa Ampun karena Bisa Sampai ke Final Tidak Apa Apa. Sementara Kroasia Gagal ke Final Karena Kalah dan Layak Tampil di Final 3-4. Sebelumya, 2018 Tim Ini jadi Runner Up karena berstatus Kuda Hitam yang Tak Kalah dari Belgia yang Menjadi Kuda Hitam di Banyak Turnamen Besar. dan Maroko melenggang ke Final di Lusail Mengalahkan Juara Bertahan 4 tahun lalu, Prancis dengan Skor Tipis hingga Perpanjangan Waktu adalah 0-1. Maroko sering kali menumbangkan beberapa negara Eropa di Babak Gugur Piala Dunia 2022, mulai dari Spanyol (16 Besar), Portugal (Perempat Final) dan Prancis (Semifinal). Prancis jadi Korban Kekalahan Terakhir dan Dipastikan Maroko ke Final bersama Argentina, Alhamdulillah... Prancis yang 4 tahun lalu jadi Raja Piala Dunia, kini Tersungkur di Semifinal dan Tetap Lolos ke Final 3-4 Mempertemukan Kroasia. di Final 3-4, Duel Kroasia vs Prancis mengulangi Duel Grand Final 4 tahun lalu, dimana, Tim Prancis merebut Trofi Setelah 2 Dekade Terakhir. dan Dipastikan, Prancis yang Sebenarnya adalah Juara di 2022, kini Berada di Peringkat Ke-3 mengalahkan Kroasia dengan Skornya, 0-2. Hebat Les Bleus... Sementara, di Grand Final, Argentina menantang Maroko. Kali Pertama di Final, Maroko jadi Kebanggaan Afrika dan Dunia untuk Bisa Tampil di Final. Argentina jadi Salah Satu Negara yang Sudah Masuk Final ke 6 setelah Sewindu lalu Bertarung di Final melawan Jerman. Diatas Kertas, Tim Argentina Sebenarnya adalah Juara Copa America 2021 dan Finalissima 2022. Messi, dkk. Ingin Menghadiahkan Trofinya Setelah Sewindu Lalu Gagal Menghadiahkan Juara Tersebut akibat Kemenangan Jerman dengan Skor Tipis 1-0 di Brasil. Sementara Pasukan Singa Atlas yang Terdiri dari Chair, Saiss dan Bounou Harus Butuh Perjuangan yang Semestinya adalah Kejutan dalam Turnamen 4 Tahunan dari FIFA. Maroko berjuang habis-habisan di Final dan Menghasikan Kemenangan Tipis ya, 0-1. di Final, Argentina Gagal dapat Golnya, sedangkan Tim Maroko mendapatkan Gol Sekali. dan Dipastikan tim Singa Atlas Merebut Trofi Piala Dunia 2022 di Qatar dan Pertama Kalinya Juara bukan berasal dari Benua Eropa dan Amerika Selatan, melainkan Afrika! dan Boleh Dibilang, Tim Kuda Hitam Mesti Juara karena bukan yang Diunggulkan dan Difavoritkan, seperti Prancis yang Menjadi Tuan Rumah dan Kuda Hitam bisa Juara di Piala Dunia 1998, kemudian Malaysia, yang Menjadi Raja Turnamen Sepakbola Asia Tenggara yang Mengalahkan Indonesia di Turnamen Piala AFF 2010, lalu Tim Bulutangkis Putra India yang Mengejutkan Setelah Mengalahkan Indonesia di Final Piala Thomas 2022 lalu, Tim Sepakbola Putra Kamerun secara Mengejutkan jadi Peraih Medali Emas dalam Cabang Sepakbola Putra di Ajang Olimpiade 2000 dan Terakhir, Timnas Sepakbola Yunani yang awalnya Tidak Diunggulkan, Layak Jadi Juara di Piala Eropa 2004 mengalahkan Tuan Rumahnya, Portugal di Final. Banyak Negara yang Sudah Jadi Kuda Hitam malah jadi Juara, apalagi Tim Favorit dan Unggulan yang Masuk Final Sudah Tumbang! Seperti Indonesia, Kroasia, Argentina atau Brasil. Keberhasilan Maroko menjadi Kebanggaan Rakyat Afrika karena bisa Seperti Kamerun yang Mengejutkan jadi Peraih Emas lewat Olimpiade 2000 di Sydney, Australia.


Nah, Ini Prediksi atau Ramalan versi Gue dalam Piala Dunia 2022. Sabar Lah, Kan Nunggu Hasil Semifinal, Final 3-4 dan Final Nanti. Semoga Prediksinya Tetap Bisa Dilakukan...

Jumat, Desember 09, 2022

Lirik Lagu Jungkook dan Fahad Al Kubaisi - Dreamers (Soundtrack Resmi Piala Dunia 2022)

الأ هو لا دان
الأ هو لا دان (Oh, RedOne)
الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)

Look who we are, we are the dreamers
We make it happen, 'cause we believe it
Look who we are, we are the dreamers
We make it happen 'cause we can see it

Here's to the ones, that keep the passion
Respect, oh, yeah
Here's to the ones, that can imagine
Respect, oh, yeah

الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)
الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)

Gather 'round now, look at me (هيا هيا)
Respect the love the only way (هيا هيا)
If you wanna come, come with me (هيا هيا)
The door is open now every day (هيا هيا)
This one plus two, rendezvous all invited
This what we do, how we do

Look who we are, we are the dreamers
We make it happen, 'cause we believe it
Look who we are, we are the dreamers
We make it happen 'cause we can see it

Here's to the ones, that keep the passion
Respect, oh, yeah
Here's to the ones, that can imagine
Respect, oh, yeah

الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)
الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)

Look who we are, we are the dreamers
We make it happen, 'cause we believe it
Look who we are, we are the dreamers
We make it happen 'cause we can see it

Here's to the ones, that keep the passion
Respect, oh, yeah
Here's to the ones, that can imagine
Respect, oh, yeah

الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)
الأ هو لا دان (داني يادان)
الأ هو لا دان (لا دان)


Fakta Lagu Dreamers :

-Lagu Untuk Penyemangat Piala Dunia 2022 yang Dirilis pada Pembukaan Piala Dunia 2022

-Soundtrack Resmi Kedua Setelah Hayya Hayya (Better Together)

-Kolaborasi Antara Jungkook (BTS) dan Fahad Al Kubaisi

-Menjadi Legacy Lagu Soundtrack Resmi Piala Eropa 2000 Berjudul "Campione 2000" Karya E Type, Piala Dunia 2010 Berjudul "Waka Waka (This Time For Africa)" yang Dinyanyikan Shakira, Piala Dunia 1998 Berjudul "The Cup of Life (La Copa De La Vida)" yang Dinyanyikan Ricky Martin dan Olimpiade 1988 Berjudul "One Moment In Time" yang Dinyanyikan (alm) Whitney Houston




Kamis, November 24, 2022

Lirik Lagu Trinidad Cardona, Aisha dan Davido - Hayya Hayya (Better Together) (Soundtrack Resmi Piala Dunia 2022)

[Intro: Trinidad Cardona, Davido]

Hayya, hayya, hayya (yeah)
Hayya, hayya, ha (you know what it is)
Hayya, hayya, hayya
Hayya, hayya, ha (red one)
Hayya, hayya, hayya (Aisha)
Hayya, hayya, ha (Davido)
Hayya, hayya, hayya (Trinidad)
Hayya, hayya, ha

[Verse 1: Trinidad Cardona]
I wanna walk the walk on every street
I wanna ball out with the world at my feet
Hit every discotheque and not skip a beat, yeah-yeah
I wanna party, party eight days a week

[Pre-Chorus: Davido]
I promise, I promise, I promise you now
Everything, everything gonna work out
Every tomorrow, no matter what goes down
I promise, I promise, I promise you now
Gonna be, gonna be sticking around
Every tomorrow, no matter what goes down

[Chorus: Trinidad Cardona & Davido]
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) Don't wanna wait forever
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) The time is now or never
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) don't wanna wait forever
(Oh-yo-yo-yo, oh) you know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) the time is now or never

[Post-Chorus: Trinidad Cardona]
Hayya, hayya, hayya
Hayya, hayya, ha

[Verse 2: Davido]
Life can be up and down, but what can you do? Eh
We navigate through all the rough and the smooth, yeah
We got that rock and roll, that rhythm and blues, yeah-yeah
I'm never blue if I am rockin' with you, oh-oh

[Pre-Chorus: Trinidad Cardona & Davido]
I promise, I promise, I promise you now
Everything, everything gonna work out
Every tomorrow, no matter what goes down
I promise, I promise, I promise you now
Gonna be, gonna be sticking around
Every tomorrow, no matter what goes down

[Chorus: Trinidad Cardona, Davido, AISHA]
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) Don't wanna wait forever
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) The time is now or never
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) Don't wanna wait forever
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) The time is now or never

[Bridge: Trinidad Cardona & AISHA]
Yeah, you can hop on your own wave
Yeah, you can ride it for life
But every journey is better
When you got love on your side

[Chorus: Trinidad Cardona, Davido, AISHA]
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) Don't wanna wait forever
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) The time is now or never
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) Don't wanna wait forever
(Oh-yo-yo-yo, oh) You know we're better together
(Oh-yo-yo-yo, oh) The time is now or never

[Outro: Trinidad Cardona]
Hayya, hayya, hayya
Hayya, hayya, ha
Hayya, hayya, hayya
Hayya, hayya, ha


  • Judul: Hayya Hayya (Better Together)
  • Tanggal Rilis: 1 April 2022
  • Pencipta: Trinidad Cardona, Steph, RedOne, Pat Devine, Mehdi Bouamer, Adil Khayat
  • Produser: RedOne
  • Genre: R&B
  • Durasi: 3:35 menit
  • Bahasa: Inggris

Fakta Lagu Hayya Hayya (Better Together):
-Lagu Ini Dirilis Pada 1 April 2022 bertepatan dengan Hasil Undian Piala Dunia 2022 di Qatar
-Sebuah Lagu Untuk Memeriahkan Piala Dunia 2022 di Qatar
-Dinyanyikan Bersama 3 Penyanyi Ternama Seperti Trinidad Cardona, Aisha dan Davido
-Menjadi Lagu Yang Dianggap Sejarah
-Lagu Tersebut Bisa Dianggap Legacynya Lagu Piala Eropa 2000 berjudul "Campione" dan Piala Dunia 2014 berjudul "We Are One (Ole Ola)" (Seperti Bahasan Postingan Blog Sebelumnya)




Selasa, November 01, 2022

Musik (Tiruan) : Lagu Bertema Piala Dunia dan Olimpiade dari Masa ke Masa (update)

Masuk Bulan November dan Seperti Biasa, Kita Akan Posting Perdana Bulan 11. Karena Bulan Ini adalah Bulannya Piala Dunia 2022, Pemilu Malaysia dan G20 Indonesia yang akan Digelar di Pertengahan Bulan Ini! Nah, Anda Bagi Tahu, Kita Mesti Mendengar Lagu-Lagu Olaharaga Khusus untuk Menyelenggarakan Pesta Olahraga Semacam Piala Dunia, Eropa, Amerika dan Olimpiade yang Pasti Digelar Setiap 4 Tahun Saja... Nah, Kita Akan Simak Berbagai Lagu Untuk Event Piala Dunia dan Olimpiade dari Masa ke Masa...


1988 - One Moment In Time


Sebuah Lagu Olimpiade Paling Luar Biasa ketika Digelar di Seoul pada 1988. Whitney Houston Selaku Diva Terbesar di Dunia Menyanyikan Lagu yang Spesial Berentak Slow. dan Lagu Ini dijadikan Sebagai Tongkat Estafet Merayakan Para Atlet Berlaga lewat Olimpiade 1988. di Tahun Tersebut, 3 Atlet Indonesia Pertama Kali Merebut Medali di Cabang Panahan.


1990 - Unestate Italiana dan To Be Number One


Antara Lagu Unestate Italiana dan To Be Number One adalah Sama Aransemennya, Beda Liriknya. Itulah 2 Lagu Resmi Piala Dunia yang Memiliki 2 Bahasa Berbeda, baik Italia dan Inggris. Lagu Ini menjadi Penyemangat Para Bintang-Bintang yang Bisa Berlaga lewat Piala Dunia 1990 di Italia yang berlangsung dari 8 Juni hingga 8 Juli 1990. yang Versi Italia dinyanyikan Kolaborasi antara Edoardo Bennato dan Gianna Nannini.


1992 - Amigos Para Siempre


Semangat Olimpiade diteruskan Lewat Lagu Resminya yang dirilis saat Olimpiade 1992 digelar di Batcelona, judulnya Amigos Para Siempre (Friends of Life). Lagunya Lirik menggunakan 100 Persen Bahasa Spanyol dan Kalah dari Lagunya Whitney Houston Berjudul One Moment in Time saat Seoul 1988 digelar. di Tahun yang Sama, Paling Diingat, Indonesia pertama Kalinya Merebut Emas di Cabang Bulutangkis, diantaranya adalah Alan Budikusuma dan Susi Susanti. 


1994 - Gloryland


Lagu Gloryland adalah Judul Lagu untuk Merayakan Pesta Bola Dunia yang Berlangsung di Amerika Serikat dibawah Naungan Presiden AS kala itu, Bill Clinton. Lagu Ini Kerap Didengar lewat Radio dan TV di Indonesia ketika Piala Dunia dimulai pada 18 Juni hingga 18 Juli 1994. Daryl Hall dan Sounds of Blackness Sebagai Pelantun lewat Tembang Ini.


1996 - Reach


Berikutnya adalah Lagu Reach dari Gloria Estefan. Lagu yang Dirilis pada pertengahan 1996 ini Bertujuan untuk Menyemangati Para Atlet-Atlet yang Berjuang di Olimpiade 1996 di Atlanta. dan Paling Diinget, Ketika lagu Ini Digaungkan, Nama Ricky Soebagdja dan Rexy Mainaky dari Indonesia berhasil Merebut Emas lewat Ganda Putra Bulutangkis Olimpiade 1996 serta Timnas Nigeria menjadi Juara Sepakbola Olimpiade 1996.


1998 - La Copa De La Vida (The Cup of Life)


Bisa Dibayangkan, Adalah Lagu yang Menjadi Viral pada Masa Reformasi ketika itu. La Copa De La Vida (The Cup of Life) menjadi Penendang Popularitas Ricky Martin di Penghujung 90an kala Dewa 19 lagi Bangkrut setelah setahun Pandawa 5 Dirilis. Lagu Ini Dibuat oleh Desmond Child dan Robi Rosa dan Berhasil Merajai Chart-Chart di Berbagai Negara di Belahan Dunia sepanjang 1998. Setahun Berselang, Beliau Merilis Single Livin La Vida Loca yang menjadi Viral juga dan Mendulang Sukses Lagu Sebelumnya. di Periode 1998-99, adalah Masa Jayanya Ricky Martin yang Mampu Menggusur Dewa 19 dari Belantika Musik akibat Bangkrut. Beberapa Lagunya Sebagai Penghibur untuk Mengatasi Krisis Moneter dan Reformasi yang Masih Bergejolak. di Indonesia, beberapa Lagunya yang Mirip dengan Lagu Resmi Turnamen Piala Dunia di Prancis, seperti Halnya Tari Samba Ale Ale dari Trio Kwek Kwek yang Dicipta (alm) Papa T. Bob dan Lagunya Lagu Bola milik P Project.




2000 - Campione dan The Flame


Ini Adalah Lagu Untuk Penyemangat Piala Eropa dan Olimpiade yang Digelar 22 Tahun Lalu, Salah Satunya adalah Campione yang Dinyanyikan oleh E Type. Lagu Tersebut Menggunakan Musik Dance dan Remix yang Bernuansa Millenium dan Menjadikannya Sebagai Lagu Untuk Penyemangat Para Bintang-Bintang Piala Eropa ataupun Olimpiade. di Tahun Tersebut saat Olimpiade digelar, Beberapa Atlet Indonesia berhasil Meraih Medali, seperti Lisa Rumbewas Meraih Perak di Ajang Angkat Besi, Tri Kusharyanto dan Hendrawan Meraih Perak di Ajang Bulutangkis dan Candra Wijaya dan Tony Gunawan Meraih Emas di Ajang Bulutangkis. Selain Lagu Campione, ada Juga Lagu The Flame yang Dinyanyikan oleh Tina Arena.





2002 - Boom dan Work of Heaven


Piala Dunia pertama Kalinya di Asia Timur antara Jepang dan Korea Selatan yang Digelar 2 dekade lalu. Anastacia sebagai Pengawal Lagu Resmi Pesta Bola Dunia di 2 Negara Asia Timur yang Berlangsung pada Mei-Juni 2002. Lagunya Begitu Enerjik dan Tak Segemerlap dari Lagu Piala Dunia Sebelumnya. Selain Itu, di Indonesia, Nama Padi Reborn dan Dewa 19 Ikut Meramaikan Lagu Untuk Piala Dunia 2002, seperti Halnya Work of Heaven dan Sang Juara.



2004 - Olympic Dream


Pesta Olahraga Dunia 2004 dimeriahkan lewat Lagu Olympic Dream dari Maksim Mrvica. Lagu Tersebut Kurang Heboh dari Lagu-Lagu Penyemangat Olimpiade maupun Piala Dunia lainnya. di Tahun Itu, TV Indonesia masih Menyiarkan Olimpiade 2004 lewat TV Berlangganan saingannya Indovision (kini MNC Vision) dan TelkomVision (kini Trans Vision). dan Paling Diingat, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro berhasil Merebut Emas dan Perunggu di Ajang Bulutangkis.


2006 - The Time of Our Lives, Pemenang, Hip's Don't Lie dan Celebrate The Day


Ini Dikira Lagu Romantis! Walaupun Ini Berbeda dari Lagu Resmi Piala Dunia lainnya, The Time of Our Lives jadi Andalan Untuk Para Penikmat Musik dan Pecinta Olahraga! Kolaborasi Besar Toni Braxton dan Il Divo mempersembahkan Sebuah Mahakarya Terbaik sepanjang 2006 dan Musik yang Menghentak Slow... Berkelas dari Lagu-Lagu Lainnya. di Indonesia, Ada Lagu Pemenang dari Band No. 1 di Jogjakarta, Sheila On 7 yang Dimuat di 2 Album berbeda, Baik Voice From The FIFA World Cup dan 507. Sama-Sama dibawah label Sony Music (dulu Sony BMG). Celebrate The Day dan Hip's Don't Lie juga dijadikan Sebagai Lagu Soundtrack Piala Dunia 2006 selain kedua judul yang Sama.





2008 - You and Me


Panggung Olimpiade di Beijing 2008, Tak Lengkap kalau rasanya Tak ada Lagu Resminya. Lagu Resmi berjudul You and Me ini Dinyanyikan Oleh Kolaborasi Sarah Brightman dan Liu Huan. di Tahun itu, Indonesia masih Ikut karena Beberapanya yang Pendatang Baru atau Tampil Terakhir, seperti Halnya Lisa Rumbewas, Eko Yuli Irawan, (alm) Markis Kido dan Hendra Setiawan. Sebagiannya Meraih Emas dan Sebagiannya Tidak.


2010 - Waka Waka (This Time for Africa)


Boleh Dibilang, Lagunya Lebih Laku dari Gangnam Style yang Beredar 2 Tahun Setelahnya. Waka Waka (This Time for Africa) sebagai Penyemangat Sepakbola dan Olahraga di Dunia yang Dinyanyikan oleh Shakira dan Berentak Rancak. Ini Adalah Lagu Viral pertama di 2010an sebelum hadirnya Beberapa Lagu Viral lainnya seperti Gangnam Style hingga Kill This Love. Terdapat Juga versi Bahasa Spanyolnya.


2012 - Survival


Tak Sehebat Lagu Waka Waka ataupun Gangnam Style, Lagu Survival menjadi Penyemangat Para Atlet yang Berjuang lewat Olimpiade 2012 di London. Bergenre Rock itu Bisa Dipadukan dengan Orkestranya. Grup Musik terbesar dari Inggris, Muse Ikut Mengawal Kehebohan London 2012. di Tahun Tersebut, Para Atlet Indonesia jarang Meraih Emas, tapi Fokus pada Meraih Perak dan Perunggu lewat Cabang Angkat Besi Seperti Triyatno dan Eko Yuli Irawan.


2014 - We Are One (Ole Ola) dan La La La


Ini Lagu Paling Heboh saat Momen Piala Dunia 2014 di Brasil! Kolaborasi Besar Pitbull, Claudia Leitte dan Jennifer Lopez bersatu lewat Lagu We Are One (Ole Ola). Lagu Ini Sangat Keren karena dijadikan Sebagai Backsound Iklan Salah Satu Operator No. 1 di Indonesia ketika Piala Dunia masih berjalan. Sementara Itu, Lagu La La La hadir dengan 2 Versi Berbeda, Baik versi Asli dan versi Piala Dunia 2014.



2016 - Rise dan This One's For You





Tak Sekeren Lagu We Are One atau Lainnya. Lagu This One's For You dan Rise jadi Lagu buat Penyemangat Para Atlet-Atlet Terbaik lewat Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Katy Perry menawarkannya untuk Membuat Lagu Resmi Pesta Olahraga Dunia untuk Pemirsa NBC Sport, Sedangkan Zara Larsson bersama David Guetta menawarkan Lagu Khusus Piala Eropa di Prancis. dan Momen yang Berkesan bagi Atlet Indonesia, bisa Kembali ke Emas saat Bertarung di Bulutangkis setelah 8 Tahun Puasa Gelar.


2018 - Live It Up 


Seandainya Saja bakal Head to Head dengan Lagu Meraih Bintang milik Via Vallen, Lagu Live it Up jadi Pembicaraan Hangat di Dunia Musik saat Piala Dunia bisa Dimulai! Era Istefi, Will Smith dan Nicky Jam bertiga menghadirkan Single Lagu paling Luar Biasa dari Lagu Dudududu dari BlackPink atau Keke dari Drake yang jadi Viral sepanjang 2018.


2021 - We Are The People


Panggung Piala Eropa dan Olimpiade di Tahun 2021, Belum Lengkap tanpa Ada Soundtracknya, We Are The People yang Merupakan Lagu Kolaborasi antara Bono U2, Martin Garrix dan The Edge. Sebenarnya, Lagu Tersebut jadi Backsound untuk Opening TV Piala Eropa 2021 (sebelumnya Sempat Ditunda dari tahun 2020). Lagu Ini menjadi Lagu buat Penyemangat Para Bintang-Bintang Piala Eropa 2021, Piala Amerika 2021 dan Olimpiade 2021. di Tahun 2021, Banyak Atlet Indonesia bisa Meraih Medali Tiga-Tiganya, seperti Halnya Windy Cantika Aisyah merebut Perunggu, Eko Yuli merebut Perak dan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merebut Emas. 


2022 - Hayya Hayya, Light The Sky, Tukoh Taka, Arhbo dan Dreamers


Piala Dunia 2022 siap Digelar di Qatar! Ada Lagu Khusus Piala Dunia di Qatar, mulai dari Hayya Hayya yang Dirilis April lalu dan Light The Sky yang Dirilis bulan Oktober lalu. Sebagai Lagu Penyemangat Piala Dunia di Qatar yang Akan Dimulai pada 20 November 2022. Termasuk Juga Lagu Dreamers, Arhbo dan Tukoh Taka.






Itu Tadi, Sekilas Lagu-Lagu Bertemakan Piala Dunia atau Olimpiade dari Masa ke Masa. dan Insya Allah, Lagu Ini Bakal siap Menyemangati Para Bintang-Bintang Piala Dunia di Qatar Nanti termasuk Para Pemimpin Dunia G20 di G20 Indonesia pada 15-16 November dan Calon Anggota Parlemen Malaysia di PRU (Pemilu) Malaysia pada 19 November nanti.



Jangan Lupa, Baca Info Seputar Musik Indonesia dan Internasional, Hanya di Halaman Musik dari Koran Jawa Pos Setiap hari Minggu! Halaman Ini akan Menjadi Legacynya Majalah NewsMusik yang Dulu Populer di Pasaran awal 2000an, Halaman Chart Clear Top 10 atau Chart NewsMusik di Majalah yang Sama dan Chart Ampuh di Majalah Gadis atau Aneka.


Sumber : Diolah dari Berbagai Sumber