Tampilkan postingan dengan label Liga Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Inggris. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 09, 2025

Nostalgia Kembali ke 2 Dekade Silam (Serie A 2004/05 Berhenti Tayang di TVRI Nasional, SCTV dan Lativi (aka TV One)) (Update)

Yuk Kita Bahas Tentang Akhir dari Tayangan Serie A Italia musim 2004/05 dikala Pertarungan 20 klub dari Negeri Pizza Masih dijalankan. dan Tahun 2005 (2 Dekade lalu), Kala itu Zamannya gue Masih bersekolah SD.

P/S : Postingan Blog ini Diadaptasi dari Salah Satu Postingan IG baru yang Tadi sudah diposting di akun IGku. Apalagi Membahas tentang Berhentinya Tayangan Serie A Italia 2004/05 di 3 TV Nasional yang Seharusnya berakhir pada Mei 2005 dan Berakhir lebih awal 2 bulan Sebelum Menamatkan Pertarungannya.

Serie A 2004/05

Masih Ingatkah Serie A 2004/05 Berhenti Tayang di 3 TV Nasional 2 Dekade lalu? di Musim 2004/05, Geliat Serie A Italia jadi Naik Turun. Gara Gara Kesulitan Finansialnya dan Menjadi Drama Kecil (seperti Belum dibayar bukan Bayar Bayar Bayar yang Nyanyi Sukatani Band itu), Maka, 3 Stasiun TV Nasional dari Indonesia memutuskan untuk Menghentikan Siaran Langsung Pertandingan Pertandingan Seru Serie A Italia Musim 2004/05, diantaranya adalah TVRI Nasional, SCTV dan Lativi (aka TV One). Agenda tersebut Mencuat pada Maret 2005 silam. Sebelum Maret 2005, Liga tersebut ada 3 Stasiun TV yang Bisa Menyiarkannya, Kadang Klub Besar dan Kadang Klub Kecil. di TVRI Nasional saja Bisa Mendapatkan Klub-Klub Kecil, Sementara SCTV dan Lativi pun Ada Pertandingan-Pertandingannya Klub-Klub Besar (Seperti Juventus dan Inter Milan). SCTV pun Memiliki Sajian "Centrocampo Liga Italia" sejak 14 September 2002 silam, Kemudian Lativi dengan "Gala Campione Serie A" mulai Januari 2004 silam dan TVRI pun Mungkin belum ada Nama Titelnya dari September 2004 hingga Maret 2005 silam. Sedih Sekali, Ke 3 Stasiun TV Nasional tak lagi Menampilkan Bintang-Bintang dari Serie A yang Rutin Muncul Saban Akhir Pekan, seperti Kaka, Del Piero, Totti, Davids, dll. dari Maret hingga Mei 2005 pun Masih dijalankan Pertarungannya sehingga Juventus jadi Juara di Musim 2004/05 (sejak pertengahan 2006, yang Juventus Seharusnya Juara Musim 2004/05, pasti terkubur Gara Gara Tragedi Calciopoli). Gara Gara Berhentinya Serie A 2004/05 di TVRI Nasional, dkk. pun Memaksa Para Tifosi-Tifosi se Indonesia mengalihkannya ke Tayangan Siaran Langsung Coppa Italia 2004/05 di ANTV. di Media Cetak Olahraga pun Masih Mencantumkan Jadwal Tayangannya TVRI Nasional, SCTV dan Lativi di Awal hingga Pertengahan Maret 2005. di Awal Maret masih ada 3 Stasiun TV yang disebutkan tadi dan di Pertengahan, Hanya SCTVlah yang Menyisakannya Pasca 2 dari 3 Stasiun TV Nasional yang Sudah Tersisih. Oh Ya, SportsFive dan Pro F adalah Distributornya Hak Siar Serie A 2004/05 melalui TVRI Nasional, SCTV dan Lativi. kan Ke 3nya Sama Sama adalah Paket Platinum.

Setelah Berhentinya Serie A 2004/05 di 3 Stasiun TV Nasional, Para Pecinta Olahraga Sepakbola pun Beralih Fokus ke Liga-Liga Lain di belahan Dunia, Seperti La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa 2004/05 melalui Siaran Langsung di RCTI, Premier League 2004/05 melalui Siaran Langsung di TV7 (aka Trans 7) dan Piala FA 2004/05 melalui Siaran Langsung di ANTV. Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Pernah Kita buat, bahwa TV7 menyiarkan Premier League Inggris 2004/05 yang Biasanya 2 Pertandingan pada 2 Musim sebelumnya bertambah 3 jadi 5 Pertandingan. Ke 5 Pertandingan Boleh Tayang dan dimainkan baik di Awal dan Akhir Pekan. Biayanya Lebih besar Karena Ditanggung sama ESPN-Star Sports (sekarang keduanya udah tak ada, dikarenakan Pindah Konten ke Disney+Hotstar). Oh Ya, yang Piala FA 2004/05 cuman ada di ANTV dan jadi Eksklusif sama Seperti Coppa Italia 2004/05. Tayangan ini Cuman untuk Melibatkan Klub-Klub yang berasal dari Peremier League. Untuk La Liga dan UCL di RCTI, Musim 2004/05 cuman 4 Pertandingan Setiap Akhir Pekan untuk La Liga dan Pertandingan-Pertandingan dari Penyisihan 32 Besar hingga Grand Final di Awal Pekan. Yang Sponsornya, Pasti Ingat adalah Gudang Garam International untuk Siaran Langsung La Liga di RCTI. Sedangkan, Iklannya Rutin dimuat di Tabloid Soccer sekitar 2004/05 kalau ga salah. Bintang-Bintangnya pun Menghiasi Layar TV disaat Pertandingan-Pertandingan 3 Kompetisi Dunia selain Serie A Italia, seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Ronaldo, Ronaldinho, Lampard, Terry, Gerrard, dll. Bagus tuh...

Kalau Serie A 2004/05 di TVRI Nasional, SCTV dan Lativi jadi Gagal beneran, Maka Premier League 2004/05 di TV7, La Liga dan UCL 2004/05 di RCTI dan Coppa Italia dan Piala FA 2004/05 di ANTV pasti Berhasil Mendongkrak Popularitasnya untuk Pemirsa-Pemirsa setia.

2 Dekade sekarang ini, Cuman ada Agenda Hiburan dan Religi dari Malaysia/Singapura yang Masih dalam rangka Suasana Ramadhan Tahun ini. Semisal Celebfest 2025 hingga Starvendors 2025.

Yuk, Jangan lupa Baca Halaman Televisi (+ Acara TV) di Koran Jawa Pos Sunday Magz...


Source : Tabloid Bola (Maret 2005)



Update (11/3/25):

Postingan ini Direvisi pada 11/3/25, Soalnya Tulisan ini Diperbaiki karena Lupa.


Update (21/3/25):

Postingan ini Direvisi pada 21/3/25

Kamis, Mei 16, 2024

Klasemen Jelang Pekan Terakhir Liga Inggris 2023/24 Ibarat Liga Italia 1999/2000, Ga Bahaya Ta?

Akhir Pekan Nanti pada 19 Mei, Pekan Terakhir Liga Inggris (Premier League) Musim ini Bakal Habis-Habisan untuk Mencari Juaranya, Adakah Tim yang Dikomandoi Erling Haaland, dkk. Mampu Bisa Juara atau Tim yang Diasuh Mikel Arteta Bisa Merebut Trofi Ini setelah Penantian 2 Dekade Terakhir kali Rebut Juara? Kita Tahu, Kalau di Klasemen Sementara Setelah 3 Laga Tunda, Manchester City masih di Puncak dengan Mengoleksi 88 Poin, Sedangkan Arsenal Harus Puas berada di Posisi 2 dengan Mengoleksi 86 Poin, Lalu Klub Lain Seperti Liverpool, Aston Villa dan Tottenham yang Harus Puas juga berada di Posisi 3, 4 dan 5 Tapi Layak Bertarung di Liga Champions Eropa musim depan dengan Kemasan baru, Yakni Format 36 Tim. Ini adalah Pekan Penentuan Sang Juara Liga Inggris di Musim ini. Jika Sebelumnya, Liga-Liga Lain di Dunia yang Sudah Menobatkan Juara sebelum Berakhir, Seperti Bayern Leverkusen di Jerman, Inter Milan di Italia, Real Madrid di Spanyol, PSG di Prancis, PSV di Belanda, Al Hilal di Arab Saudi dan Sporting Lisbon di Portugal. Tidak Hanya Negara Spanyol, Jerman, Italia, Belanda, Prancis, Portugal dan Arab Saudi yang Menobatkannya, Tapi Liga di Negara-Negara Manapun yang Belum Dinobatkan Seperti Amerika Serikat yang Masih Menjalankan Kompetisi MLS (Major League Soccer) musim ini hingga Malaysia yang Sudah Memulai Kompetisi LS (Liga Super) di Musim Ini Setelah Tragedi Faisal Halim dan Gugurnya Piala Sumbangsih 2024 yang Awalnya Digelar 10 Mei lalu. Penentuan Calon Juara Liga Inggris di Akhir Musim ini Sama Halnya Seperti Liga Italia Akhir Musim 1999/2000 (24 Tahun lalu), Dimana, Liga Ini menjadi Tegang Meskipun Belum dipastikan Jadi Juaranya. Menjelang Pekan ke 34 pada 14 Mei 2000 silam, Juventus Menjadi Raja Klasemen, Sedangkan Lazio Harus Puas berada di Peringkat 2. dan Akhirnya, di Pekan Terakhir Musim 1999/2000, Lazio Dinobatkan Sebagai Juara di Liga Italia Musim 1999/2000, Sedangkan Juventus Selalu Hancur karena Kalah dari Perugia dan Harus Puas berada di Peringkat 2. Del Piero atau Ravanelli lah Untuk Menentukan Juara. Tapi Sekarang, Sudah zaman Bukayo Saka atau Erling Haaland yang Akan Rebut Juara di Akhir Musim ini. Mudah-Mudahan Liga Inggris Akhir Musim ini Bakal bisa Terulang Akhir Musim Liga Italia 1999/2000. 

Kamis, Desember 14, 2023

Nostalgia Tokti dan Liga Inggris di TransMedia (Update)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK TAUTAN

Besok, TransMedia Berulang Tahun ke 22 yang Bertemakan "Power Up". Ini Terbukti, Nama TransMedia bisa Mengundang Bintang-Bintang Kelas Dunia Sejak Kelahirannya Sampai Sekarang Termasuk Sajian Spesial Event-Event Dunia terutama Olahraga. Yuk Kita Flashback Sejenak Trans TV dan Tokti plus Trans 7 dan Liga Inggris Ketika Saya masih di Bangku Sekolah Dulu... Oh, Ya Tahun Depan, Tokti bakal Berusia 45 Tahun pada 11 Januari 2024 Nanti. Ini Pemanasan lurd...

Di Periode 2002/03 sampai 2006/07 saja, Trans TV Sering Mengundang Nama Penyanyi NgeTop dari Malaysia, Datuk Seri Siti Nurhaliza di Konser-Konsernya, Seperti Konser Spesial Siti Nurhaliza yang Tayang 2 Dekade lalu. Saat Itu, Om Ishadi SK, Indra Yudhistira (Keluar dari Trans TV pada 2004 dan Pindah ke RCTI sampai 2010) dan Pak Tama (Wishnutama) Masih Bertugas Bersama untuk Mengurus Acaranya Siti Nurhaliza di Stasiun TV milik Pak CT (Chairul Tanjung) tersebut. 


















Pas Waktu Sekitar 2004/05 Saja, Beliau Sering Tampil di Layar Trans TV baik Program Eksklusif dan Program Spesial (Seperti Ultah ke 3). Kala Itu bersaing dengan Acara Lain Seperti Bajaj Bajuri hingga AFI 1-3 yang Lagi Booming di Layar TV. Sebenarnya Sih, Tahun 2002 sampai 2005 saja Adalah Puncak kejayaan Datuk Siti Nurhaliza yang Sangat Populer di Malaysia dan Indonesia, Terutama Album-Albumnya Seperti Sanggar Mustika yang Melejitkan Hits Nirmala, E.M.A.S. yang Memuat Hit Bukan Cinta Biasa, Anugerah Aidilfitri (Idul Fitri) yang Memuat 8 Lagu Bertemakan Lebaran Semua, Prasasti Seni yang Menghadirkan Hits Andalannya Seindah Biasa Ciptaan Pongky Barata dan Album Live In Royal Albert Hall London Berisi Rekaman Lagu-Lagu Beliau dalam Versi Orkestra Live. Kehebatan Tokti (sapaannya Datuk Siti Nurhaliza) di Indonesia Itu Selalu Keren, Tapi Penampilannya Energik Sekali daripada Penyanyi-Penyanyi Lain yang Pernah Tampil dalam Acara-Acara Musik Spesial Produksi Trans TV, Sebut Saja Iwan Fals, Agnez Mo, Slank, Peterpan (aka Noah), Gigi, dll. Ketika Demam Tokti di Panggungnya Stasiun TV milik Chairul Tanjung Ini, di Program Extravaganza pun Salah Satu Pemainnya Bisa Menyebut Nama Siti Nurhaliza, Terlalu Lucu Jadinya. Lalu, di Akhir 2004 atau 2005, Tokti Melakukan Tour di Berbagai Kota-Kota di Indonesia dan Malaysia, Salah Satunya di Sebagian Besar Kota-Kota Indonesia dan On Air melalui Layar Trans TV. dan Boleh Dibilang, Trans TV memang Eksklusif yang Tokti Terus. Seiring dengan Penurunan Popularitasnya Beliau, Akhirnya di 2006 Tokti Kembali Rilis Album Transkripsi yang Berisikan Lagu Biarlah Rahasia. Saat Album Ini Beredar di Indonesia, Tokti pun Kembali ke Indonesia untuk Manggung di Halaman Kantor TransMedia pada Tahun yang Sama.







Gara Gara Jadwal yang Padat Sepanjang 2006, Tokti pun Bisa Pulang ke Malaysia dan Bisa Menikah Dengan Datuk K pada Agustus 2006. dan Momen Bersamaan Dengan Tokti dan Datuk K Menikah, di Bulan yang Sama, Nama Trans TV yang Dibilang "TVnya Tokti dan Bajaj Bajuri" Resmi Mendatangkan TV yang Dikenal dengan Saluran Liga Inggris dan MotoGPnya, Yakni TV7 yang Dulunya adalan TV milik Kompas Gramedia (sekarang Trans 7). Dengan Hadirnya Nama TV7 di Trans TV, Seolah-Olah bisa Berkolaborasi dan Saat Setelah TV7 mengakuisisi Trans TV, Masih ada Tokti dalam Sajian Spesial saat Momen Lebaran 2006. Wah Wah, Setelah Menikah Dengan Datuk K, Beliau Kembali ke Indonesia untuk Manggung tapi Tidak Live (alias Syuting) Apalagi Menyambut Lebaran. Kemudian, Pada Sekitar 2006/07, Tokti Pun Bolak-Balik Malaysia dan Indonesia Karena Diundang Sebagai Pengisi Acara dalam Siti Nurhaliza Cari Bintang maupun Mentor vs BCB. dan di Februari 2007, Tokti Tak Lagi Tampil di Trans TV dan Kembali ke Malaysia lagi Untuk Menghadiri Acara ABPBH 2006. dan di Tahun 2019, Nama Tokti Kembali ke Indonesia, Tapi Kembali ke Kampung Halamannya, Yakni ke Gedung TransMedia. Kalau Diingat, pada 2018, 2020 dan 2022-23, TransMedia Mengundang Nama Selebritis-Selebritis Malaysia yang Datang, Seperti Adriana Adnan di Program Brownis, Hael Husaini di Program yang Sama, Meerqeen dan Anna Jobling (Keduanya Muncul di Lapor Pak), Nuha Bahrin dan Naufal Azrin (Keduanya Muncul di Islam Itu Indah) sampai Band Kugiran Masdo di Program PPA. Ya, Tokti Bisa Pulang Kampung ke TransMedia karena Merindukan Sosok Tokti yang Biasanya Sering datang ke Kantor TransMedia Jakarta. Wah, Sekedar Bernostalgia Gitu... Tak Cuma Ada Tokti yang Ada di Trans TV, Tapi Ada Liga Inggris yang Biasanya Dikenal Sebagai Liga Olahraga Terbaik di Dunia dengan Banyak Pemain-Pemain Berkelas. Kalau Anda Ingat Tokti di Indonesia, Ingat Trans TV dan Ingat Liga Inggris Ingat Trans 7 (dulukan TV7). Sebenarnya, Liga Inggris Hadir Sejak Pertengahan Musim 2001/02 sampai Akhir Musim 2006/07, Kan Besar Sekali dari Era Kompas Gramedia hingga Pasca Akuisisi Trans TV. Tayangan Ini Memang Banyak Pertandingannya, di Musim 2002/03 dan 2003/04 Pertandingannya Setiap Sabtu dan Minggu Termasuk Kuis dan Beritanya. Lalu, dari Musim 2004/05 sampai 2006/07, Pertandingannya Lebih dari 2 Saja dan Bisa Mendongkrak Seperti 2 Musim Sebelumnya yang Jatahnya 2 Pertandingan. Tak Hanya Itu, pas Musim 2003/04 saja TV7 bersama Penerbit Buku Kompas (PBK) Menerbitkan Panduan Liga Inggris 2003/04 dengan Sampul David Beckham Berbaju Putih (Sebagaimana dalam Catatan Sebelumya yang Pernah Kita Buat pada sekitar Akhir Juli/Awal Agustus lalu). Tak Cuma Itu, Media-Media Cetak Milik KG pun Hadir Menjadi Pelengkapnya Tayangan Liga Inggris di TV yang Dulunya Milik Mendiang Jakob Oetama Ini, Sebut Saja Koran Kompas, Warta Kota, Surya, Tabloid Bola dan Soccer. Bintang-Bintangnya Pun berkelas ada Wayne Rooney, Frank Lampard, Thierry Henry, dll. Saat Liga Inggris masih Dijalankan, Akhirnya Stasiun TV milik KG ini Pun Resmi Mengakuisisi Trans TV sebesar 51% dan Setelah Diakuisisi CT, Liga Inggris Tetap Lanjut di Musim Terakhirnya (2006/07) hingga Berganti Baju Menjadi Trans 7 di Akhir 2006. dan Setelah Direbranding per 15 Desember 2006, Liga Inggris Tetap Hadir sampai Akhir Musim 2006/07. Yang Paling Diingat Kan Tayangannya Direlay dari ESPN/Star Sports (Sekarang Udah Ga Ada lagi) saat Live dan Ketika Live Delay atau Rerun, Dikasih Nama "Golden Match" agar Tidak Bisa Disaksikan Langsungnya. Selain Itu, Lagunya Pun Paling Diingat di Otakku Pasti Lagu "Come on England" yang Dijadikan BackSound Promosi Liga Inggris dari 2004 sampai 2007. dan Tahun yang Sama (2007), Trans 7 Tidak Bisa Menyiarkan Liga Inggris Lagi karena Adanya Biaya Termahal dan Terpaksa Diganti dengan Liga Italia 2007/08 dan 2008/09 yang Melibatkan Klub-Klub Terbesar di Italia dan Tidak ada Lagi Liga Inggris Selama-Lamanya.




Demikian Sekelumit Cerita antara Tokti dan Liga Inggris yang Dulunya ada di TransMedia Group. dan Semoga Bisa Mengobati Kerinduan Para Fans-Fansnya.

Rabu, Agustus 09, 2023

Jadwal Liga Inggris Musim 2023/24 Pekan Pertama dan Kedua (12 - 22 Agustus 2023)

Liga Inggris Musim Ini Segera Dimulai. Ini Dia Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan Pertama dan Kedua di Musim 2023/24 (Waktu Indonesia Barat).


Pekan 1

Burnley vs Man. City

12/8/23 02.00 WIB

Arsenal vs Nottm Forrest

12/8/23 18.30 WIB

Sheffield United vs Crystal Palace

12/8/23 21.00 WIB

Bournemouth vs West Ham

12/8/23 21.00 WIB

BHA vs Luton Town

12/8/23 21.00 WIB

Everton vs Fulham

12/8/23 21.00 WIB

Newcastle vs Aston Villa

12/8/23 23.30 WIB

Brentford vs Tottenham

13/8/23 20.00 WIB

Chelsea vs Liverpool

13/8/23 22.30 WIB

Man. United vs Wolves

15/8/23 02.00 WIB


Pekan 2

Nottm Forrest vs Sheffield United

19/8/23 01.45 WIB

Luton Town vs Burnley

??

Liverpool vs Bornemouth

19/8/23 21.00 WIB

Wolves vs BHA

19/8/23 21.00 WIB

Liverpool vs Bornemouth

19/8/23 21.00 WIB

Fulham vs Brentford

19/8/23 21.00 WIB

Tottenham vs Man. United

19/8/23 23.30 WIB

Man. City vs Newcastle

20/8/23 02.00 WIB

Aston Villa vs Everton

20/8/23 20.00 WIB

West Ham vs Chelsea

20/8/23 22.30 WIB

Crystal Palace vs Arsenal

22/8/23 02.00 WIB


Jangan Lupa Nonton Ya...

Kamis, Agustus 03, 2023

Liga Italia di RCTI dan Liga Inggris di TV7 (sekarang Trans 7) yang Dirindukan...

Hari Ini, Kita Akan Menulis Cerita Masa Lalu yang bisa diingati... Apalagi mau Menyambut Musim Baru Liga-Liga dari Luar Negeri seperti Italia, Inggris dan Spanyol...

Di Zaman 90an sampai 2000an, Stasiun TV Nasional Beramai-Ramai Siarkan Turnamen atau Liga Olahraga dari Luar Negeri. Tak Kira ada Liga Italia ataupun Inggris yang Menyaksikannya Lewat Layar Televisi Setiap Malam kala di Luar Mainnya Sore/Malam (di Amerika kan Tayang Pagi seperti Basket NBA). Turnamennya Seperti Olimpiade, Piala Dunia, Piala Asia, Piala Eropa dan Semacamnya. Kalau Piala Dunia sih Kan Hanya Disaksikan di Sebagian-Sebagian Stasiun TV secara Bergiliran (1990 sampai 1998 kan Semua TVnya), Sementara yang Olimpiade sama saja. Sekarang, Disaksikan lewat OTT maupun Non-OTT. Kalau Pakai OTT, Harus Dibayar untuk Live Streamingnya. Jauh Sebelum Eranya OTT dan Live Streaming, TV Nasional pun Bisa Menghadirkan Siaran Langsung dan Tunda Liga-Liga Dunia dengan Biaya Hak Siar yang Sangat Mahal. Jika RCTI melekat dengan Liga Italia yang Menjadi Tradisi dari waktu ke waktu (1989-2002, 2009 dan 2019-2022), tapi SCTV atau TV7 (kini Trans 7) yang melekat dengan Liga Inggris karena Pertandingan-Pertandingannya Klub Terbaik (1990-2001, 2002-2007, 2013-2016 dan 2021-kini).

Liga Italia di RCTI memang terkenal dengan Pertandingan-Pertandingan Seru. Ada Klub-Klub yang Tampil di Layar Seperti Juventus, Lazio, Inter Milan, AC Milan, AS Roma, Parma dan Terakhir, Chievo yang Jadi Pendatang Baru. Ketika Aku Masih Kecil dari sebelum Masuknya Sekolah TK hingga ketika masuk TK, Saya menyaksikannya Setiap Minggu Malam di Stasiun TV yang Dicap Ok gitu. Presenter dan Komentatornya Pun Tak Ketinggalan ada Olan Fattah, Tris Irawan, (alm) Andi Darussalam, Rayana Djakasuria (yang bertugas untuk Live Report), Gilbert Coboy, Dik Doank, Wulan Guritno dan Tamara Geraldine. Salah Satu Presenter yang Favorit ya, Gilbert "Coboy" Patiruhu yang Memandu Highlights Liga Italia dan Kuis Berhadiah. Tak Ketinggalan, Majalah Liga Italia menjadi Referensi Terlengkapnya. Aku Ingat, Saat Masih Tayang Live, Kan Sempat Mengintip Majalahnya dan Bisa Dibelikan Sama Mami dan Papiku (Kala itu).

Majalah Liga Italia tahun 2000

Majalah Inikan Isinya Berita Sepakbola dari Italia, termasuk Info RCTI dan Posternya. Yang Paling Inget, ada Kuis Liga Italia 3 Tahun ada Gambar 2 Presenter Favorit antara Bang Dik Doank dan Kak Wulan Guritno Kalau Tidak Salah. Kalau Keduanya adalah Presenter Terbaik sepanjang 2002 Jauh Sebelum nama Nabil Ahmad dan Ain Edruce Menyerang (klo KLPP kan Masih Dianggap New Comer sejak Akhir 90an/Awal 2000an). ditambah lagi, Ada Logo-Logo Klub Italia muncul di Rubrik Data-Agenda, Padahal digunakan sejak Musim 2000/01 kalau tidak salah sampai Iklan Pro XL (sekarang XL). Tak Hanya Itu, Tabloid Bola Ikut Memberikan Referensi Liga Italia lewat Rubrik Ole Internasional. Terdapat Tulisan Rayana Djakasuria yang Mengulas Tentang Sepakbola Italia (Sebagaimana dalam Tulisan di Blog Sebelumnya Tentang Tabloid Bola yang Menyebutnya di Koran Kompas). Ditambah Lagi ada Preview dan Review Pertandingan Liga Italia. Kalau Previewnya, Kan Diselipkan Boks Kecil Siaran Langsung RCTInya (bukan SCTV yang Liga Inggris lurd) dan Kalau Reviewnya, Dijadikan Infografik... Bukan Cuman Itu, Terdapat Poster Bintang-Bintang Liga Italia (termasuk Lainnya) di Tabloid Yang Sama. Keren Banget Tuh. di Rentang 1998-2002, Tabloid Bola jadi Tabloid Nomor 1 di Indonesia plus Dapat Penghargaan dari ICSA 2000. 

Tabloid Bola tahun 2000

Selain Bola dan Majalah Liga Italia, Media Cetak Lain Ikut Meramaikannya Seperti Majalah Sportif, Tabloid Go, Tabloid Soccer dan Tabloid Libero. Kalau Majalah Sportif sih, Sama kayak Tabloid Bola atau Go. Kalau Tabloid Libero adalah Produk yang Dianggap Cikal Bakalnya Tabloid Asian.

Majalah Sportif tahun 2000

Setelah Berhentinya Tayangan Liga Italia di RCTI Karena Mahal pada Awal Musim 2002/03, Akhirnya Berpindah ke Stasiun-Stasiun TV yang Menyiarkannya Seperti SCTV, TPI (sekarang MNC TV), dll. dan Kembali Hadir pada 2009/10 bersama GTV dan 2019-2022 bersama MNC TV (Ikut-Ikutan Balik, Hanya untuk 2021/22). Lain Liga Italia di RCTI, Lain Pula dengan Liga Inggris di TV7 (sekarang Trans 7) yang Melegenda dihati. Ketika Saya Mulai Masuk SD Kelas 1 di 2002/03, TV7 membagi Jatah Pertandingan Liga Inggris Pasti 2 Saja, Bukan Banyak-Banyak. 2 Pertandingan Itu Dimainkan di Akhir Pekan alias Weekend bukanlah Weekday alias Awal-Tengah Pekan. Terdapat Juga Kuisnya yang Dipandu Sama Yosi Project Pop yang Paling Ganteng... 

Promo Liga Inggris 2002/03 di TV7

Sebenarnya Bang Yosi adalah Pecandu Basket bersama Udjo, Bukanlah Pecandu Sepakbola. Presenternya Pun Paling Diinget ada Dennis D, Apa Kabarnya Bang Dennis? Sebelum TV7, TV-TV Lain duluan yang Menyiarkan Liga Ini, dari tahun 1990 sampai 2002, Secara Bergiliran, Misalnya, Musim 1993/94 sampai 1997/98 disiarkan di ANTV dan SCTV dan 1998/99 sampai 1999/2000 disiarkan di SCTV dan Indosiar. Kembali ke Pembahasan TV7, di Musim 2004/05 (Ketika Saya masih di Bangku SD Kelas 3), Bertambah 3 Menjadi 5 Pertandingan saja, Banyak! Dikarenakan dengan Biaya Tambahan dan Masih Terikat dengan Kerjasama ESPN-Star Sports (sekarang sudah Mati karena Pindah Konten ke DPH). Media Cetak yang Meramaikan Tayangan Ini adalah Beberapa Produk dari KG Media dimana, Nama TV7 Bernaung disini. Mulai dari Tabloid Bola, Soccer, Koran Kompas, Warta Kota, Banjarmasin Post, dll. Kalau Bola dan Soccer, Pasti Menampilkan Iklan Promo Pertandingan yang Dimuat. Ditambah dengan Preview Match yang Mencantumkan Boks Kecilnya. Sama Seperti Liga Italia yang Dulunya ada di RCTI dalam kurun waktu 1989 hingga 2002.

Tabloid Soccer tahun 2005/06

Tak Hanya Itu Juga, Penerbit Buku Kompas Juga Tidak Ketinggalan ada Buku Panduan Liga Inggris pada Musim 2003/04 dengan Mencantumkan Logo TV7 dan Koran Kompas. Aku Ingat, Bahwa Buku Ini Hampir Membelinya Ketika Aku Lihat di Layar TVnya Pas Saya Masih di Bangku SD Kelas 2. Bintang-Bintang yang Pernah Bersinar pas Adanya Liga Inggris di Stasiun TV yang Dulunya Milik KG Media ini adalah Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Thierry Henry, Frank Lampard, John Terry, Steven Gerrard, dll. Keren Sih, Kalau Melihat Bintang Bintang dari Lapangan, Ok Ajah... Ditambah Lagi ada Klub Fulham yang Sempat Bertahan di Premier League tapi Malah Gagal Rebut Juara kayak Arsenal atau Chelsea kalau tidak salah (Sekarang Musim Ini Masih ada). Namun Sayangnya, Pada Musim 2006/07 (Saya Masih di Bangku Kelas 5 SD), TV7 Rela beli Trans TV dan Masih Menyiarkan Liga Inggris. dan Akhirnya, pada 15 Desember 2006, Namanya Menjelma jadi Trans 7 dan TV Pertama yang Mengganti Nama Ketika Liga Inggris masih Dijalankan. Setelah Namanya Berubah, Liga Inggris 2006/07 jalan terus sampai Akhir, Yang MotoGP 2007 tetap hadir (dan Setelahnya Masih Tayang terus). dan Berakhirnya Penayangan Liga Inggris 2006/07, Maka Trans 7 Tak Bisa Melanjutkan Penayangannya Karena Biaya Mahal dan Terpaksa Pindah ke Astro Indonesia (sekarang sudah Mati) dan Lativi (sekarang TV One) yang Kala Itu Mengakuisisi Patungan antara Erick Thohir (sekarang Menteri BUMN) dan Bakrie di Musim 2007/08. Jaman sekarang, Kan sudah ada Legasinya (Penerusnya), Seperti Tayangan Liga Inggris di Saluran MoJi (dulunya O Channel), Koran Kompas, Jawa Pos dan Jaringan TribunNews. Ini Kenangan yang Membuat saya Tidak Baper! Jadi Relevan untuk Mengobati Nostalgia kalian.