Tampilkan postingan dengan label Trans 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trans 7. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 09, 2025

Nostalgia Kembali ke 2 Dekade Silam (Serie A 2004/05 Berhenti Tayang di TVRI Nasional, SCTV dan Lativi (aka TV One)) (Update)

Yuk Kita Bahas Tentang Akhir dari Tayangan Serie A Italia musim 2004/05 dikala Pertarungan 20 klub dari Negeri Pizza Masih dijalankan. dan Tahun 2005 (2 Dekade lalu), Kala itu Zamannya gue Masih bersekolah SD.

P/S : Postingan Blog ini Diadaptasi dari Salah Satu Postingan IG baru yang Tadi sudah diposting di akun IGku. Apalagi Membahas tentang Berhentinya Tayangan Serie A Italia 2004/05 di 3 TV Nasional yang Seharusnya berakhir pada Mei 2005 dan Berakhir lebih awal 2 bulan Sebelum Menamatkan Pertarungannya.

Serie A 2004/05

Masih Ingatkah Serie A 2004/05 Berhenti Tayang di 3 TV Nasional 2 Dekade lalu? di Musim 2004/05, Geliat Serie A Italia jadi Naik Turun. Gara Gara Kesulitan Finansialnya dan Menjadi Drama Kecil (seperti Belum dibayar bukan Bayar Bayar Bayar yang Nyanyi Sukatani Band itu), Maka, 3 Stasiun TV Nasional dari Indonesia memutuskan untuk Menghentikan Siaran Langsung Pertandingan Pertandingan Seru Serie A Italia Musim 2004/05, diantaranya adalah TVRI Nasional, SCTV dan Lativi (aka TV One). Agenda tersebut Mencuat pada Maret 2005 silam. Sebelum Maret 2005, Liga tersebut ada 3 Stasiun TV yang Bisa Menyiarkannya, Kadang Klub Besar dan Kadang Klub Kecil. di TVRI Nasional saja Bisa Mendapatkan Klub-Klub Kecil, Sementara SCTV dan Lativi pun Ada Pertandingan-Pertandingannya Klub-Klub Besar (Seperti Juventus dan Inter Milan). SCTV pun Memiliki Sajian "Centrocampo Liga Italia" sejak 14 September 2002 silam, Kemudian Lativi dengan "Gala Campione Serie A" mulai Januari 2004 silam dan TVRI pun Mungkin belum ada Nama Titelnya dari September 2004 hingga Maret 2005 silam. Sedih Sekali, Ke 3 Stasiun TV Nasional tak lagi Menampilkan Bintang-Bintang dari Serie A yang Rutin Muncul Saban Akhir Pekan, seperti Kaka, Del Piero, Totti, Davids, dll. dari Maret hingga Mei 2005 pun Masih dijalankan Pertarungannya sehingga Juventus jadi Juara di Musim 2004/05 (sejak pertengahan 2006, yang Juventus Seharusnya Juara Musim 2004/05, pasti terkubur Gara Gara Tragedi Calciopoli). Gara Gara Berhentinya Serie A 2004/05 di TVRI Nasional, dkk. pun Memaksa Para Tifosi-Tifosi se Indonesia mengalihkannya ke Tayangan Siaran Langsung Coppa Italia 2004/05 di ANTV. di Media Cetak Olahraga pun Masih Mencantumkan Jadwal Tayangannya TVRI Nasional, SCTV dan Lativi di Awal hingga Pertengahan Maret 2005. di Awal Maret masih ada 3 Stasiun TV yang disebutkan tadi dan di Pertengahan, Hanya SCTVlah yang Menyisakannya Pasca 2 dari 3 Stasiun TV Nasional yang Sudah Tersisih. Oh Ya, SportsFive dan Pro F adalah Distributornya Hak Siar Serie A 2004/05 melalui TVRI Nasional, SCTV dan Lativi. kan Ke 3nya Sama Sama adalah Paket Platinum.

Setelah Berhentinya Serie A 2004/05 di 3 Stasiun TV Nasional, Para Pecinta Olahraga Sepakbola pun Beralih Fokus ke Liga-Liga Lain di belahan Dunia, Seperti La Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa 2004/05 melalui Siaran Langsung di RCTI, Premier League 2004/05 melalui Siaran Langsung di TV7 (aka Trans 7) dan Piala FA 2004/05 melalui Siaran Langsung di ANTV. Sebagaimana dalam Pembahasan Sebelumnya yang Pernah Kita buat, bahwa TV7 menyiarkan Premier League Inggris 2004/05 yang Biasanya 2 Pertandingan pada 2 Musim sebelumnya bertambah 3 jadi 5 Pertandingan. Ke 5 Pertandingan Boleh Tayang dan dimainkan baik di Awal dan Akhir Pekan. Biayanya Lebih besar Karena Ditanggung sama ESPN-Star Sports (sekarang keduanya udah tak ada, dikarenakan Pindah Konten ke Disney+Hotstar). Oh Ya, yang Piala FA 2004/05 cuman ada di ANTV dan jadi Eksklusif sama Seperti Coppa Italia 2004/05. Tayangan ini Cuman untuk Melibatkan Klub-Klub yang berasal dari Peremier League. Untuk La Liga dan UCL di RCTI, Musim 2004/05 cuman 4 Pertandingan Setiap Akhir Pekan untuk La Liga dan Pertandingan-Pertandingan dari Penyisihan 32 Besar hingga Grand Final di Awal Pekan. Yang Sponsornya, Pasti Ingat adalah Gudang Garam International untuk Siaran Langsung La Liga di RCTI. Sedangkan, Iklannya Rutin dimuat di Tabloid Soccer sekitar 2004/05 kalau ga salah. Bintang-Bintangnya pun Menghiasi Layar TV disaat Pertandingan-Pertandingan 3 Kompetisi Dunia selain Serie A Italia, seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Ronaldo, Ronaldinho, Lampard, Terry, Gerrard, dll. Bagus tuh...

Kalau Serie A 2004/05 di TVRI Nasional, SCTV dan Lativi jadi Gagal beneran, Maka Premier League 2004/05 di TV7, La Liga dan UCL 2004/05 di RCTI dan Coppa Italia dan Piala FA 2004/05 di ANTV pasti Berhasil Mendongkrak Popularitasnya untuk Pemirsa-Pemirsa setia.

2 Dekade sekarang ini, Cuman ada Agenda Hiburan dan Religi dari Malaysia/Singapura yang Masih dalam rangka Suasana Ramadhan Tahun ini. Semisal Celebfest 2025 hingga Starvendors 2025.

Yuk, Jangan lupa Baca Halaman Televisi (+ Acara TV) di Koran Jawa Pos Sunday Magz...


Source : Tabloid Bola (Maret 2005)



Update (11/3/25):

Postingan ini Direvisi pada 11/3/25, Soalnya Tulisan ini Diperbaiki karena Lupa.


Update (21/3/25):

Postingan ini Direvisi pada 21/3/25

Kamis, Desember 14, 2023

Nostalgia Tokti dan Liga Inggris di TransMedia (Update)

Pembahasan Sebelumnya : KLIK TAUTAN

Besok, TransMedia Berulang Tahun ke 22 yang Bertemakan "Power Up". Ini Terbukti, Nama TransMedia bisa Mengundang Bintang-Bintang Kelas Dunia Sejak Kelahirannya Sampai Sekarang Termasuk Sajian Spesial Event-Event Dunia terutama Olahraga. Yuk Kita Flashback Sejenak Trans TV dan Tokti plus Trans 7 dan Liga Inggris Ketika Saya masih di Bangku Sekolah Dulu... Oh, Ya Tahun Depan, Tokti bakal Berusia 45 Tahun pada 11 Januari 2024 Nanti. Ini Pemanasan lurd...

Di Periode 2002/03 sampai 2006/07 saja, Trans TV Sering Mengundang Nama Penyanyi NgeTop dari Malaysia, Datuk Seri Siti Nurhaliza di Konser-Konsernya, Seperti Konser Spesial Siti Nurhaliza yang Tayang 2 Dekade lalu. Saat Itu, Om Ishadi SK, Indra Yudhistira (Keluar dari Trans TV pada 2004 dan Pindah ke RCTI sampai 2010) dan Pak Tama (Wishnutama) Masih Bertugas Bersama untuk Mengurus Acaranya Siti Nurhaliza di Stasiun TV milik Pak CT (Chairul Tanjung) tersebut. 


















Pas Waktu Sekitar 2004/05 Saja, Beliau Sering Tampil di Layar Trans TV baik Program Eksklusif dan Program Spesial (Seperti Ultah ke 3). Kala Itu bersaing dengan Acara Lain Seperti Bajaj Bajuri hingga AFI 1-3 yang Lagi Booming di Layar TV. Sebenarnya Sih, Tahun 2002 sampai 2005 saja Adalah Puncak kejayaan Datuk Siti Nurhaliza yang Sangat Populer di Malaysia dan Indonesia, Terutama Album-Albumnya Seperti Sanggar Mustika yang Melejitkan Hits Nirmala, E.M.A.S. yang Memuat Hit Bukan Cinta Biasa, Anugerah Aidilfitri (Idul Fitri) yang Memuat 8 Lagu Bertemakan Lebaran Semua, Prasasti Seni yang Menghadirkan Hits Andalannya Seindah Biasa Ciptaan Pongky Barata dan Album Live In Royal Albert Hall London Berisi Rekaman Lagu-Lagu Beliau dalam Versi Orkestra Live. Kehebatan Tokti (sapaannya Datuk Siti Nurhaliza) di Indonesia Itu Selalu Keren, Tapi Penampilannya Energik Sekali daripada Penyanyi-Penyanyi Lain yang Pernah Tampil dalam Acara-Acara Musik Spesial Produksi Trans TV, Sebut Saja Iwan Fals, Agnez Mo, Slank, Peterpan (aka Noah), Gigi, dll. Ketika Demam Tokti di Panggungnya Stasiun TV milik Chairul Tanjung Ini, di Program Extravaganza pun Salah Satu Pemainnya Bisa Menyebut Nama Siti Nurhaliza, Terlalu Lucu Jadinya. Lalu, di Akhir 2004 atau 2005, Tokti Melakukan Tour di Berbagai Kota-Kota di Indonesia dan Malaysia, Salah Satunya di Sebagian Besar Kota-Kota Indonesia dan On Air melalui Layar Trans TV. dan Boleh Dibilang, Trans TV memang Eksklusif yang Tokti Terus. Seiring dengan Penurunan Popularitasnya Beliau, Akhirnya di 2006 Tokti Kembali Rilis Album Transkripsi yang Berisikan Lagu Biarlah Rahasia. Saat Album Ini Beredar di Indonesia, Tokti pun Kembali ke Indonesia untuk Manggung di Halaman Kantor TransMedia pada Tahun yang Sama.







Gara Gara Jadwal yang Padat Sepanjang 2006, Tokti pun Bisa Pulang ke Malaysia dan Bisa Menikah Dengan Datuk K pada Agustus 2006. dan Momen Bersamaan Dengan Tokti dan Datuk K Menikah, di Bulan yang Sama, Nama Trans TV yang Dibilang "TVnya Tokti dan Bajaj Bajuri" Resmi Mendatangkan TV yang Dikenal dengan Saluran Liga Inggris dan MotoGPnya, Yakni TV7 yang Dulunya adalan TV milik Kompas Gramedia (sekarang Trans 7). Dengan Hadirnya Nama TV7 di Trans TV, Seolah-Olah bisa Berkolaborasi dan Saat Setelah TV7 mengakuisisi Trans TV, Masih ada Tokti dalam Sajian Spesial saat Momen Lebaran 2006. Wah Wah, Setelah Menikah Dengan Datuk K, Beliau Kembali ke Indonesia untuk Manggung tapi Tidak Live (alias Syuting) Apalagi Menyambut Lebaran. Kemudian, Pada Sekitar 2006/07, Tokti Pun Bolak-Balik Malaysia dan Indonesia Karena Diundang Sebagai Pengisi Acara dalam Siti Nurhaliza Cari Bintang maupun Mentor vs BCB. dan di Februari 2007, Tokti Tak Lagi Tampil di Trans TV dan Kembali ke Malaysia lagi Untuk Menghadiri Acara ABPBH 2006. dan di Tahun 2019, Nama Tokti Kembali ke Indonesia, Tapi Kembali ke Kampung Halamannya, Yakni ke Gedung TransMedia. Kalau Diingat, pada 2018, 2020 dan 2022-23, TransMedia Mengundang Nama Selebritis-Selebritis Malaysia yang Datang, Seperti Adriana Adnan di Program Brownis, Hael Husaini di Program yang Sama, Meerqeen dan Anna Jobling (Keduanya Muncul di Lapor Pak), Nuha Bahrin dan Naufal Azrin (Keduanya Muncul di Islam Itu Indah) sampai Band Kugiran Masdo di Program PPA. Ya, Tokti Bisa Pulang Kampung ke TransMedia karena Merindukan Sosok Tokti yang Biasanya Sering datang ke Kantor TransMedia Jakarta. Wah, Sekedar Bernostalgia Gitu... Tak Cuma Ada Tokti yang Ada di Trans TV, Tapi Ada Liga Inggris yang Biasanya Dikenal Sebagai Liga Olahraga Terbaik di Dunia dengan Banyak Pemain-Pemain Berkelas. Kalau Anda Ingat Tokti di Indonesia, Ingat Trans TV dan Ingat Liga Inggris Ingat Trans 7 (dulukan TV7). Sebenarnya, Liga Inggris Hadir Sejak Pertengahan Musim 2001/02 sampai Akhir Musim 2006/07, Kan Besar Sekali dari Era Kompas Gramedia hingga Pasca Akuisisi Trans TV. Tayangan Ini Memang Banyak Pertandingannya, di Musim 2002/03 dan 2003/04 Pertandingannya Setiap Sabtu dan Minggu Termasuk Kuis dan Beritanya. Lalu, dari Musim 2004/05 sampai 2006/07, Pertandingannya Lebih dari 2 Saja dan Bisa Mendongkrak Seperti 2 Musim Sebelumnya yang Jatahnya 2 Pertandingan. Tak Hanya Itu, pas Musim 2003/04 saja TV7 bersama Penerbit Buku Kompas (PBK) Menerbitkan Panduan Liga Inggris 2003/04 dengan Sampul David Beckham Berbaju Putih (Sebagaimana dalam Catatan Sebelumya yang Pernah Kita Buat pada sekitar Akhir Juli/Awal Agustus lalu). Tak Cuma Itu, Media-Media Cetak Milik KG pun Hadir Menjadi Pelengkapnya Tayangan Liga Inggris di TV yang Dulunya Milik Mendiang Jakob Oetama Ini, Sebut Saja Koran Kompas, Warta Kota, Surya, Tabloid Bola dan Soccer. Bintang-Bintangnya Pun berkelas ada Wayne Rooney, Frank Lampard, Thierry Henry, dll. Saat Liga Inggris masih Dijalankan, Akhirnya Stasiun TV milik KG ini Pun Resmi Mengakuisisi Trans TV sebesar 51% dan Setelah Diakuisisi CT, Liga Inggris Tetap Lanjut di Musim Terakhirnya (2006/07) hingga Berganti Baju Menjadi Trans 7 di Akhir 2006. dan Setelah Direbranding per 15 Desember 2006, Liga Inggris Tetap Hadir sampai Akhir Musim 2006/07. Yang Paling Diingat Kan Tayangannya Direlay dari ESPN/Star Sports (Sekarang Udah Ga Ada lagi) saat Live dan Ketika Live Delay atau Rerun, Dikasih Nama "Golden Match" agar Tidak Bisa Disaksikan Langsungnya. Selain Itu, Lagunya Pun Paling Diingat di Otakku Pasti Lagu "Come on England" yang Dijadikan BackSound Promosi Liga Inggris dari 2004 sampai 2007. dan Tahun yang Sama (2007), Trans 7 Tidak Bisa Menyiarkan Liga Inggris Lagi karena Adanya Biaya Termahal dan Terpaksa Diganti dengan Liga Italia 2007/08 dan 2008/09 yang Melibatkan Klub-Klub Terbesar di Italia dan Tidak ada Lagi Liga Inggris Selama-Lamanya.




Demikian Sekelumit Cerita antara Tokti dan Liga Inggris yang Dulunya ada di TransMedia Group. dan Semoga Bisa Mengobati Kerinduan Para Fans-Fansnya.